Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
PERAN OWNER SURVEYOR DALAM PELAKSANAAN DOCKING TB KSA 24 DI PT DUTABAHARI MENARA LINE DOCKYARD
ABSTRAK
Anwar, Orieza Sativa. 2024. “Peran Owner Surveyor Dalam Pelaksanaan Docking
TB KSA 24 di PT. Dutabahari Menara Line Dockyard”. Skripsi Diploma
IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing 1 : Dr. Latifa Ika Sari,
S.Psi, M.Pd. Pembimbing 2 : Fitri Zuhriyah, S.Psi.,M.Sc.
PT. Kartika Samudra Adijaya melaksanakan Docking TB KSA 24 untuk
melakukan perawatan dan perbaikan agar operasional kapal dapat berjalan dengan
lancar. Dalam pelaksanaan Docking kapal PT. Kartika Samudra Adijaya menunjuk
owner surveyor sebagai perwakilan pemilik kapal, mengawasi perbaikan kapal di
dock kapal, dan memastikan kapal dapat beroperasi dengan baik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui peran owner surveyor dalam pelaksanaan Docking,
kendala yang dihadapi owner surveyor selama proses Docking, dan upaya yang
dilakukan owner surveyor untuk mengatasi kendala yang dihadapi selama proses
Docking.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber
data penelitian diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui wawancara dengan tiga informan yaitu owner surveyor,
staff maintenance, dan staff dock observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji
dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data
menggunakan analisis data kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peran owner surveyor adalah
bertanggung jawab penuh pada pelaksanaan docking TB KSA 24. Kendala yang
dihadapi owner surveyor yaitu masalah teknis kerusakan bagian propeller,
keterlambatan material, serta kondisi cuaca yang buruk. Upaya yang dilakukan
owner surveyor adalah melakukan perbaikan ulang, mencari pemasok material
yang lain dan mengganti jadwal perbaikan agar pelaksanakan Docking dapat
berjalan dengan lancar
OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERALATAN HARBOUR MOBILE CRANE (HMC) DALAM KEGIATAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PT. PELABUHAN TANJUNG PRIOK
Abstrak - Harbour Mobile Crane (HMC) mengalami
kerusakan atau harus masuk perawatan, dapat
mengakibatkan dampak serius terhadap operasional
pelabuhan, terutama dalam kegiatan bongkar muat (B/M) dan
pengaturan rencana waktu tambat kapal. Gangguan pada
Harbour Mobile Crane (HMC) mengakibatkan kegiatan
bongkar muat peti kemas tidak dapat dilaksanakan sesuai
jadwal yang direncanakan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
data primer dari observasi dan wawancara langsung di PT.
Pelabuhan Tanjung Priok, wilayah 1 dermaga cade 005, 006,
dan 007, melibatkan Supervisor Assistant Departemen
Operasional, operator crane, dan mekanik crane. Data
sekunder berasal dari dokumentasi pihak lain, termasuk
Manual Book. Faktor utama permasalahan diidentifikasi
sebagai tulang utama dalam diagram fishbone. Analisis data
melibatkan proses pencarian dan penyusunan sistematis data
yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan
dokumentasi. Hambatan pada Harbour Mobile Crane (HMC)
mencakup kerusakan motor cooling fan radiator karena
running hour berlebihan, ban bocor akibat kondisi lapangan
berat, dan jarak pandang terbatas saat hujan lebat yang
mengganggu operasi. Optimalisasi dilakukan dengan
perawatan pencegahan terjadwal, operasi sesuai SOP, dan
evaluasi kinerja melalui monitoring berkelanjutan serta
analisis kegagalan untuk meningkatkan efisiensi dan
keandalan.
Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa
kendala HMC dalam kegiatan bongkar muat peti kemas yaitu
kerusakan mesin, roda ban bocor, dan jarak pandang terbatas
saat hujan deras. Upaya optimalisasi meliputi peningkatan
koordinasi operasional, perawatan rutin, monitoring kinerja,
serta pelatihan operator crane dan mekanik crane untuk
meningkatkan keterampilan dan pemahaman teknis
Efektifitas Proses Pergantian Awak Kapal Dengan Menggunakan Sistem ERP di PT. Sinarmas LDA Maritime
Abstrak - Hadirnya Revolusi Industri 4.0, akan
bermunculan sejumlah teknologi yang akan membantu
perusahaan meningkatkan produktivitas manusia,
mempercepat tahapan kerja, dan menaikkan waktu kerja.
PT. Sinarmas LDA Maritime telah mengembangkan sebuah
aplikasi bernama Enterprise Resource Planning (ERP) yang
dapat menunjang pekerjaan karyawannya. Aplikasi ini
mengurangi beban kerja karyawan dengan memanfaatkan
layanan digital. Selama penelitian, peneliti menjumpai
masalah dalam sistem pergantian kru kapal. Kegagalan ini
terjadi saat proses perekrutan kru kapal baru yang tidak
menggunakan sistem yang telah dibuat atau ditetapkan oleh
perusahaan. Dalam proses perekrutan ini, cara memasukkan
rincian awak kapal masih dilakukan melalui proses manual
atau formulir kertas, yang tentu memerlukan banyak waktu.
Tujuan penelitian ini guna mengetahui faktor penyebab dan
dampak dari tidak efektifnya proses pergantian awak kapal
dengan menggunakan sistem ERP di PT. Sinarmas LDA
Maritime.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif
dengan teknik analisis data pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, penarikan kesimpulan. Dengan teknik
pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi.
Responden pada penelitian ini adalah manager crewing PT.
Sinarmas LDA Maritime, staff crewing PT. Sinarmas LDA
Maritime, dan Nakhoda KR. Baruna Jaya III.
Penelitian ini menyatakan bahwa tidak efektifnya
proses pergantian awak kapal dengan menggunakan sistem
ERP di PT. Sinarmas LDA Maritime dikarenakan belum
terbiasanya karyawan menggunakan aplikasi ERP sehingga
perekrutan masih menggunakan sistem manual dan
kurangnya pemahaman terhadap aplikasi ERP bagi calon
awak kapal. Dampak dari tidak efektifnya proses pergantian
awak kapal dengan mengguanakan sistem aplikasi ERP di
PT. Sinarmas LDA Maritime adalah memerlukan waktu
yang lama ketika proses penginputan data dan meningkatnya
resiko kesalahan dalam penginputan data kru. Untuk itu
perusahaan dapat mengadakan kegiatan sosialisasi terhadap
pemahaman aplikasi ERP secara rutin untuk karyawan dan
awak kapal serta karyawan dapat melakukan penerapan dan
penggunaan aplikasi ERP secara berkala dan berkelanjutan
ANALISIS OLAH GERAK TB. MBP 3228 DI PERAIRAN HULU SUNGAI BARITO
ABSTRAKSI
Ramadhan, Ilham Hanif. 2024. “ANALISIS OLAH GERAK TB. MBP 3228
DI PERAIRAN HULU SUNGAI BARITO”. Skripsi. Program Diploma IV,
Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.
Yustina Sapan., S.Si.T.,M.M Pembimbing II: Hartoyo., S.ST.,M.M
Transportasi laut merupakan suatu kebutuhan pokok, sehingga diperlukan
suatu pelayaran yang aman dan nyaman. Sungai Barito merupakan sungai
terpanjang di Kalimantan Tengah dan dikenal memiliki beberapa titik dangkal yang
rawan membuat kapal tongkang (Barge) bermuatan batubara kandas. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kandasnya Barge MBP
1510 dan mengetahui olah gerak TB MBP 3228 agar tidak mengalami kandas di
Hulu Sungai Barito.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan
pendekatan melalui penelitian dan pemahaman dari metodologi yang menyelidiki
kejadian di lapangan. Penelitian dilakukan dengan dua teknik pengumpulan data,
yaitu metode lapangan dan tinjauan kepustakaan. Pengujian data dilakukan dengan
metode trianggulasi sumber, yaitu dengan membandingkan hasil wawancara antara
satu informan dengan informan lain dan mencocokkannya untuk mendapatkan
validitas, dan trianggulasi metode, yaitu membandingkan data observasi dengan
hasil wawancara yang kemudian dianalisis untuk memperoleh kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penyebab kandasnya Barge MBP
1510 di Perairan Hulu Sungai Barito adalah karena faktor internal seperti lambatnya
mualim jaga mendeteksi dan memprediksi arah gerak kapal ferry penyeberangan,
kurangnya alat komunikasi dan mualim jaga ferry penyebrangan yang tidak
memahami peraturan P2TL, selain itu keputusan nahkoda yang tidak tepat juga
membuat kapal bergerak dengan arah yang tidak tepat. Faktor eksternal seperti
hujan lebat, tiupan angin dan arus pasang juga mengakibatkan Barge MBP 1510
kandas. Berdasarkan hal tersebut, olah gerak TB MBP 3228 agar tidak kandas dapat
dilakukan dengan waypoint untuk turun dari hulu menuju hilir yang saat ini aman
untuk dipakai adalah 01° 20.153' S/114° 51.867' E dan 01° 20.461' S/114° 52.784'
E
ANALISIS TERJADINYA HIGH PRESSURE TANK PADA SAAT LOADING DI KAPAL LPG/C CIPTA DIAMOND
ABSTRAKSI
Romadhon, Adhi Rahmat, 012361150008. “Analisis terjadinya High Pressure
Tank Pada Saat Loading Di Kapal LPG/C Cipta Diamond”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang. Pembimbing I : Capt. Wahju Wibowo,S,Sos.,M.Psi.,M.Mar
Pembimbing II: Wahyu Anggrahini.S.Si.,M.T
LPG/C Cipta Diamond merupakan salah satu jenis kapal fully pressrurized
yang membawa muatan LPG MIX yang mana didesain dengan tangki tipe C untuk
tekanan kerja kurang dari 5-7 bar. Pada saat proses memuat memperhatikan kondisi
tekanan dan suhu pada tangki sangat diperlukan dikarenakan kenaikan temperatur
berlebih saat proses memuat dapat menjadi faktor penghambat pelaksanaan
pemuatan, sehingga diperlukan penanganan khusus dari crew deck yang bertugas
dalam penanganan muatan guna menghindari terjadinya bahaya seperti ledakan
yang disebabkan dari terlepasnya relieve valve, terjadinya pencemaran polusi, serta
ancaman keselamatan jiwa di kapal. Terdapat rumusan masalah penelitian meliputi
faktor yang menyebabkan terjadinya high pressure tank pada saat loading dan
upaya yang dilakukan untuk mengatasi high pressure tank pada saat loading.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Sumber data penelitian diperoleh
melalui data primer dan data sekunder, yang dimana didapatkan data dari Kapal
LPG/C Cipta Diamond melalui observasi secara langsung di atas kapal, wawancara
dengan Chief Officer & Bosun juga didukung dengan studi pustaka selama
penelitian di LPG/C Cipta Diamond.
Faktor yang menyebabkan terjadinya high pressure tank pada saat loading
di kapal LPG/C Cipta Diamond adalah karena faktor cuaca di sekitar kapal yang
panas dan proses pemuatan yang terlalu cepat. Upaya yang dilakukan untuk
mengatasi high pressure tank pada saat loading di kapal LPG/C Cipta Diamond
adalah dengan menerapkan cara cooling tank dan sirkulasi vapour menggunakan
compressor. Serta menerapkan loading plan sehingga nantinya tidak terjadi
kekeliruan dan dengan cepat melaporkan kepada perwira jaga yang memiliki
tanggung jawab bilamana terjadi permasalahan di cargo tank
Pengembangan Aplikasi Simulasi Operation of thermal oil boiler Untuk Menjadi Media Pembelajaran
Abstrak- Pada penelitian ini penulis merumuskan
masalah penelitian meliputi apakah aplikasi simulasi
operation of thermal oil boiler dapat membantu pengguna
sebagai media pembelajaran, bagaimana perancangan
aplikasi simulasi operation of thermal oil boiler untuk
menjadi media pembelajaran, dan bagaimana aplikasi
simulasi operation of thermal oil boiler dapat digunakan
untuk menjadi media pembelajaran?
Penelitian dan pengembangan aplikasi thermal oil boiler
dilakukan dengan menggunakan metode Mantap (Model
Lima Tahap). Tahap pertama melibatkan penelitian dan
pendahuluan, di mana dilakukan analisis temuan masalah.
Selanjutnya, dalam tahap pengembangan model, dilakukan
pembuatan sketsa dan konsep dasar aplikasi menggunakan
Adobe Animate oleh seorang software developer sebagai
kontributor kedua yang membantu dalam proses realisasi
visual dan mekanis. Setelah itu, dilakukan uji validasi
kepada validator ahli materi dan desain dengan
menggunakan kuisioner dan lembar validasi ahli.
Selanjutnya, dilakukan perbaikan dan penyempurnaan
aplikasi berdasarkan hasil uji validasi. Tahap selanjutnya
melibatkan uji efektivitas dengan melibatkan taruna/i
teknika PIP Semarang sebagai subjek penelitian melalui
kuisioner. Tahap terakhir adalah diseminasi melalui sidang
pengujian skripsi.
Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa
aplikasi thermal oil boiler merupakan inovasi pembelajaran
yang responsif terhadap era digitalisasi, memberikan solusi
adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui materi yang
terdapat pada empat bab utama. Bab-bab tersebut
mencakup basic knowledge, piping diagram, system operation,
dan quiz. Masing-masing bagian memiliki peran penting
dalam membantu pengguna memahami mekanisme system
secara menyeluruh
KEBOCORAN TONGKANG AKIBAT MUATAN LONGSOR DI PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP OLEH PT. TRANS POWER MARINE
ABSTRAKSI
Adam, Sava. 2024, 561911337449 K “Kebocoran Tongkang Akibat Muatan
Longsor di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap oleh PT. Trans Power
Marine”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana
Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Fajar Transelasi, S.Tr., M.A.P., Pembimbing II: Fitri
Zuhriyah, S.Psi., M.Sc.
Kapal tongkang, juga dikenal sebagai Barge, adalah jenis kapal yang
memiliki lambung datar atau kotak besar yang mengapung. Kapal tongkang
yang membawa muatan harus memiliki performa yang baik, termasuk daya
angkut yang optimal, kekuatan geladak, dan stabilitas yang baik. Tingginya
jumlah kecelakaan kapal setiap tahun, terutama pada kapal tongkang,
seringkali disebabkan oleh kebocoran pada void tank tongkang itu sendiri.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempegaruhi
kebocoran tongkang, proses penanganan, dan upaya mengatasi kebocoran
tongkang di PT. Trans Power Marine.
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Peneliti
menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi dalam
pengumpulan data. Peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji
keabsahan data dengan mengecek melalui beberapa sumber data seperti
melakukan wawancara dengan tiga narasumber yaitu kepala crew kapal.
Peneliti melakukan teknis analisis data melalui reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan.
Faktor yang mempengaruhi kebocoran tongkang di PT. Trans Power Marine
antara lain: Umur tongkang, muatan kapal, terjadi penipisan plat dinding,
banyak lekukan pada plat dinding tongkang, dan kurang terampilnya
operator crame. Proses penanganan tongkang bocor di PT. Trans Power
Marine antara lain dilakukan dengan penyumbatan, transfer air, pengelasan.
Upaya mengatasi kebocoran tongkang di PT. Trans Power Marine antara
lain melakukan briefing dengan kru tongkang, melapor kepada pihak
penjaga, melakukan dpengawasan berkala, melakukan penilaian kinerja
karyawan, dan pengembangan kompetensi
TERJADINYA TUBRUKAN MV. SELILI BARU DENGAN TB. MTS 39 DI ALUR SUNGAI SIAK
Abstrak- Pada saat memasuki alur pelayaran sempit
terutama ketika memasuki alur sungai diperlukan
pemahaman aturan pencegahan tubrukan dilaut (P2TL
1972). Hal ini pernah peneliti alami ketika melaksanakan
praktek laut di kapal MV. Selili Baru. Kapal MV. Selili Baru
pada saat olah gerak memasuki alur Sungai Siak mengalami
tubrukan dengan TB. MTS 39 yang sedang tender dengan
tongkang di dermaga. Hal tersebut mengakibatkan
kerusakan pada lambung buritan kanan MV. Selili Baru
dan kerusakan dibagian bulwark kiri TB. MTS 39. Tujuan
penelitian untuk menganalisis dan mengidentifikasi
penyebab terjadinya tubrukan dan untuk mengetahui cara
mencegah terjadi tubrukan saat memasuki alur sungai.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan disajikan
secara deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan
dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik analisis data menggunakan USG (Urgency,
Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas
permasalahan yang dialami oleh peneliti dan
mempermudah peneliti dalam melakukan analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya tubrukan MV. Selili Baru dengan
TB. MTS 39 di alur Sungai yaitu tidak terlaksana persiapan
sesuai dengan prosedur yang ada, sarana dan prasana yang
kurang mendukung, kurangnya koordinasi antar kru,
pemahaman kru terhadap P2TL 1972, serta pengaruh arus
yang kuat. Adapun upaya yang dilakukan agar kejadian
seperti yang dialami MV. Selili Baru tidak terulang adalah
dengan melakukan safety meeting/briefing sebelum
memasuki alur, melakukan familiarisasi mengenai tugas
dan tanggung jawab kru di atas kapal,melaksanakan dinas
jaga sesuai dengan aturan 5 P2TL, melakukan familiarisasi
terhadap kondisi alur Sungai Siak, memperhatikan kondisi
arus pasang surut dan cuaca di Sungai Siak. Kesimpulan
yang di dapat adalah faktor yang menyebabkan tubrukan
adalah prosedur yang tidak dilaksanakan, serta upaya yang
dilakukan agar tidak terjadi kembali adalah dengan
melaksanakan safety meeting sebelum memasuki alur
sungai
PROTOTYPE OPEN-LOOP EXHAUST GAS CLEANING SYSTEM (EGCS) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG
ABSTRAKSI
Kartini, Dwi. NIT. 572011217625 T, 2024, “Prototype Open-Loop Exhaust Gas
Cleaning System (EGCS) Sebagai Media Pembelajaran di Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.
Andy Wahyu Hermanto, ST,. M.T. Pembimbing II: Mohammad Sapta
Heriyawan, S.Kom., M.SI.
Penelitian dan pengembangan (R&D) dengan judul Prototype Open-Loop
Exhaust Gas Cleaning System (EGCS) Sebagai Media Pembelajaran di Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang merupakan perancangan dan pembuatan Sistem
Pembersihan Gas Buang yang dibuat dalam skala kecil sebagai alat bantu
pembelajaran bagi taruna dan taruni di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya inovasi baru dalam upaya mengurangi
kandungan emisi gas buang di kapal sejak dikeluarkan peraturan terbaru mengenai
pembatasan kandungan sulfur dalam gas buang. Berdasarkan hasil survei Sebagian
besar responden belum mengetahui adanya EGCS dan responden setuju bahwa
rancang bangun EGCS akan mempermudah taruna-taruni memahami sistem kerja
dan manfaat EGCS.
Penelitian ini menggunakan metode research and development dalam
proses pembuatan alat peraga (Prototype)yang dilaksanakan pada saat peneliti
melaksanakan praktek laut di BW Triton dan Hafnia pride selama kurang lebih satu
tahun dan dilanjutkan saat penulis kembali ke kampus. Pada penelitian ini, penulis
menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu: observasi, kuisioner dan
dokumentasi.
Penelitian ini berhasil membuat alat peraga open-loop exhaust gas cleaning
system (EGCS) sebagai media pembelajaran di Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang. Alat peraga ini mengadopsi prinsip kerja EGCS kapal yang sebenarnya,
di mana gas buang bercampur dengan air laut di dalam scrubber untuk mengurangi
polutan. Proses pembuatan melibatkan perancangan desain, pemilihan material,
perakitan, pengujian dan validasi. Setelah dilakukan 3 kali uji coba dan revisi, Hasil
proses validasi menunjukkan bahwa alat peraga dapat berfungsi dengan baik dan
memenuhi tujuan sebagai media pembelajaran. Alat peraga ini dilengkapi dengan
sensor untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pembersihan dan dapat
membantu taruna/i memahami komponen-komponen utama EGCS serta prinsip
kerjanya
ANALISIS KINERJA GAS BUANG PADA MESIN DIESEL PENGGERAK GENERATOR MT.MERAUKE
Genset adalah perangkat yang menggabungkan
generator dan motor penggerak untuk menghasilkan energi
listrik. Mesinnya bisa berupa diesel atau bensin. Mesin
diesel dibagi menjadi dua: dua langkah dan empat langkah.
Mesin diesel dapat mengalami gangguan seperti yang
terjadi pada kapal MT Merauke, di mana ledakan pada
silinder nomor 5 menyebabkan blackout. Perbaikan
menyebabkan kerugian waktu dan biaya.Penelitian
kualitatif adalah metode deskriptif non-statistik yang
menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Berlandaskan teori, penelitian ini dilakukan dalam setting
alami dengan fokus pada detail. Peneliti perlu kreatif dan
luas wawasannya untuk menganalisis peristiwa sosial.
Tujuannya adalah memberikan uraian sistematis dan
akurat tentang fakta dan hubungan yang dipelajari, dengan
sumber data berupa transkrip, catatan lapangan, dan foto.
Teknik ini mendukung penulisan tesis atau penelitian
lainnya.Kelancaran operasi mesin diesel generator di kapal
bergantung pada perawatan katup hisap dan buang serta
kinerja pengabutan bahan bakar. Dibutuhkan keahlian kru,
perawatan rutin sesuai jadwal PMS, dan pengawasan
superintender. Pemeliharaan katup dengan manual book
dan pola perawatan terencana diperlukan. Kesimpulan dari
evaluasi menunjukkan kebutuhan strategi S-O untuk
optimalisasi operasi kapal.
Kesimpulan dari pembahasan adalah bahwa kelancaran
operasi mesin diesel generator di kapal sangat dipengaruhi
oleh perawatan yang tepat terhadap katup hisap dan buang
serta pengabutan bahan bakar. Untuk mengoptimalkan
operasi kapal, diperlukan keahlian kru, perawatan rutin
sesuai jadwal, dan pengawasan oleh superintender. Saran
yang diberikan adalah untuk terus memperhatikan
perawatan rutin sesuai manual book dan melakukan
pengawasan secara berkala guna mencegah gangguan yang
tidak diinginkan pada operasi kapal