Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    PROSES GAS FREEING UNTUK PERSIAPAN DRY DOCK

    No full text
    Kapal Gas Arjuna mengalami hambatan dan keterlambatan pada proses Gas Freeing saat persiapan Dry Dock dikarenakan keterbatasan waktu serta kurangnya peralatan pada saat proses gas freeing. Proses ini krusial untuk menghilangkan hidrokarbon pada tangki guna mencegah ledakan, keterlambatan ini mengganggu dan mengurangi optimalitas persiapan Dry Dock berikutnya. Penelitian ini memfokuskan pada proses Gas Freeing di kapal Gas Arjuna, faktor penyebab hambatan, dan upaya pencegahannya. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan wawancara kru kapal, terutama Chief Officer, Boatswain, dan Second Engineer, sebagai sumber primer, serta buku, pustaka, dan dokumen sebagai sumber sekunder. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data kualitatif menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teknik fishbone analysis. Hasilnya menunjukkan bahwa proses Gas Freeing melibatkan empat tahapan: liquid freeing, warm up, Inerting, dan aeration/purging, untuk persiapan Dry Dock. Namun, keterlambatan disebabkan oleh waktu yang singkat, perbedaan metode, kurangnya flexible hose, dan kesulitan dalam menjalankan N2 generator. Upaya pencegahan termasuk permintaan peralatan yang memadai sebelumnya kepada perusahaan, penambahan waktu, dan pengujian peralatan sebelum operasi

    OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT LASHING CONTAINER GUNA MENUNJANG KEAMANAN MUATAN DI MV. SELILI BARU

    No full text
    Untuk mengurangi kerusakan fisik pada container dan muatannya, penataan muatan selama proses pemuatan di pelabuhan dan penggunaan tata lashing sesuai standar sangat penting. Khususnya pada kapal peti kemas, lashing yang benar-benar kuat dan aman diperlukan untuk menahan gerakan peti kemas yang dapat terjadi dalam enam jurusan berbeda (rolling, pitching, yawing, heaving, swaying, dan surging) akibat keadaan laut yang tidak stabil selama pelayaran. Keselamatan kapal dan muatannya sangat bergantung pada pelaksanaan pengikatan yang tepat. Pada penelitian ini peneliti merumuskan masalah penelitian meliputi apa saja kendala yang dihadapi pada saat melakukan optimalisasi dari penggunaan alat lashing container di MV. Selili Baru dan bagaimana cara melakukan optimalisasi penggunaan alat lashing container yang aman untuk mencegah kerusakan container di MV. Selili Baru. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer yang didapat melalui catatan hasil wawancara dengan Chief officer dan Boatswain, lalu data sekunder diperoleh dari data dokumentasi, arsip-arsip resmi, serta referensi buku. Teknik pengumpulan data menggunakan gabungan riset lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis data kualitatif menggunakan metode reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, selain itu juga digunakan metode Fishbone diagram. Penelitian ini dilaksanakan dan bertempat di MV. Selili Baru sebagai tempat peneliti melaksanakan praktik laut selama 12 bulan. Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam rangka meningkatkan keamanan di kapal MV. Selili Baru, peralatan lashing container yang tidak terawat, ketersediaan alat yang terbatas, perubahan cuaca, kurangnya pemahaman teknik penegikatan, serta kebutuhan optimalisasi penggunaan alat lashing memerlukan pendekatan komprehensif. Rekomendasi termasuk jadwal perawatan rutin, pemisahan alat lashing rusak, briefing kepada crew deck, peningkatan pengawasan selama bongkar muat, pemeriksaan pengikatan pasca-muat, dan pelatihan bagi stevedore. Optimalisasi juga mencakup penggunaan metode pelashing yang tepat, dinas jaga optimal, dan peningkatan pengetahuan stevedore untuk memastikan keamanan di MV Selili Baru

    OPTIMALISASI PEMBERSIHAN RUANG PALKA GUNA MENCEGAH KETERLAMBATAN SAAT MEMUAT PADA KAPAL MV ULTRA CORY

    Get PDF
    ABSTRAK Ambo, Muhammad Andhiki Amirudin, 2024.“Optimasi pembersihan ruang palka guna mencegah keterlambatan saat memuat pada kapal MV Ultra Cory”. Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Manungku Trinata Pramudhita, S.Si.T., M.Pd. dan Pembimbing II: Sri Purwantini, S.E., S.Pd., M.M. Ketidaksiapan ruang palka kapal dapat menyebabkan keterlambatan operasi pemuatan dengan konsekuensi kerugian waktu dan menghambat kelancaran kegiatan. Pembersihan ruang palka perlu dilakukan sesuai aturan perusahaan dan Maritime Labour Convention, tetapi seringkali pelaksanaan tersebut melebihi jam kerja awak kapal karena keterbatasan waktu dan penggunaan peralatan tidak layak pakai selama pelaksanaan pembersihan ruang palka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan pembersihan ruang palka di kapal MV. Ultra Cory, faktor hambatan yang terjadi pada pelaksanaan pembersihan ruang palka di kapal MV. Ultra Cory, dan upaya pencegahan keterlambatan pemuatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, metode pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara, studi dokumentasi meliputi Standard Operational Procedure (SOP) pembersihan ruang palka dan laporan pembersihan ruang palka serta melalui studi pustaka. Data dianalisis sesuai kualitatif dan pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembersihan ruang palka di kapal MV. Ultra Cory mengikuti SOP dengan 3 (tiga) tahap, yaitu tahap pra�bilas, tahap bilas, dan tahap paska bilas yang pelaksanaannya diawasi oleh Chief Officer dan hasil dari pembersihan harus memenuhi kriteria prosedur ruang palka sesuai National Sanitary Authorities (SENASA). Pelaksanaan pembersihan ruang palka di kapal MV. Ultra Cory mengalami beberapa hambatan, hambatan tersebut meliputi keterbatasan peralatan pembersihan ruang palka dan keterbatasan waktu pelaksanaan. Upaya yang dilakukan untuk menangani hambatan yaitu melakukan pengadaan peralatan baru, perawatan berkala pada peralatan pembersihan, dan mengkoordinasikan masing-masing tugas kepada crew

    PENGARUH KEBOCORAN DI TUBE L.O COOLER TERHADAP KENAIKANL.O TEMPERATUR YANG MENYEBABKAN TERGANGGUNYA PENGOPERASIAN AUXILIARY ENGINE NO. 3DI KM . SPIL HAPSRI

    Get PDF
    ABSTRAK Saputro, Ageng Bayu. 2024. “Pengaruh Kebocoran Di Tube L.O Cooler Terhadap Kenaikan L.O Temperatur Yang Menyebabkan Terganggunya Pengoperasian Auxiliary Engine No. 3 KM. Spil Hapsri”, Program Studi Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Rahyono, SP.1.M.M.,M.Mar.E. Pembimbing II: Imam Safi’I, S.Si.T., M.Si. Auxiliary Engine generator merupakan suatu pesawat bantu atau permesinan bantu, yang berfungsi untuk menghasilkan listrik. Listrik tersebut berguna untuk keperluan diatas kapal seperti sebagai supply listrik pompa, peralatan listrik dan permesinan yang menggunakan energi listrik di atas kapal. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif, triangulasi hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Digunakan teknik analisis data SHEL, peneliti mengidentifikasi faktor penyebab, dampak dan upaya yang dilakukan terkait pengaruh kebocoran Tube L.O Cooler Auxiliary. Engine No. 3 terhadap kenaikan L.O temperature. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab kenaikan L.O temperature Auxiliary. Engine No. 3 disebabkan oleh tersumbatnya pada Tube L.OCooler, dengan adanya kebocoran tersebut akan berdampak pada komponen Tube L.O Cooler sehingga tekanan L.O menurun dan pelumasan L.O menjadi tidak maksimal. Upaya yang dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah melakukan pembersihan pada Tube L.O Cooler yang tersumbat dan melakukan perbaikan Tube L.O Cooler yang bocor dengan cara di plug oleh karena itu terpaksa menggunakan Tube L.O Cooler yang telah diperbaiki agar auxiliary engine tetap beroperasi. pengantian spare part kapal dengan standar sesuai dengan manual book dan ukuran Tube L.O Cooler setelah perbaikan, serta melakukan plan maintenance system secara rutin

    RANCANG BANGUN OIL WATER SEPARATOR SEBAGAI PERAGA PEMBELAJARAN BERBASIS MIKRO KONTROLLER ATmega2560

    No full text
    Abstrak- Oil water separator merupakan alat yang digunakan dikapal untuk memisahkan air dengan campuran minyak dari limbah operasi separator minyak lumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat serta cara kerja sistem OWS di kapal dan diimplementasikan sebagai alat peraga pendukung pembelajaran. Metode yang digunakan peneliti yaitu deskriptif kualitatif dengan model Research and Development (RnD). Peneliti mulai tertarik untuk meneliti sistem OWS pada saat praktik laut di kapal MT. Phoenix Alpha XXXV. Peneliti mulai membuat kerangka berpikir untuk membuat prototype sistem OWS menggunakan mikro kontroller ATmega2560 secara prototype. Kemudian melakukan pembuatan desain sistem OWS dan melakukan rancangan mekanik dan elektronik. Peneliti juga melakukan tes alat mekanik maupun elektronik. Setelah melakukan pengetesan, peneliti mulai menemukan masalah terkait dengan bentuk penampungan alat peraga dan penambahan layar LCD TFT. Kemudian peneliti melakukan revisi produk. Setelah melakukan revisi produk, peneliti melakukan penyempurnaan produk. Proses pembuatan sistem OWS menggunakan mikro kontroller ATmega2560 dimulai dengan melakukan perakitan, uji produk dan dilanjutkan dengan revisi mengenai bentuk alat penampungan alat peraga serta penambahan layar LCD TFT. Output dari rancang bangun alat ini untuk menjadi alat peraga pendukung pembelajaran. Saran untuk penggunaan rancang bangun ini adalah dilakukan pengembangan penelitian dengan menggunakan topik yang sama namun berbeda metode dan juga waktunya, dikembangkan di kapal lain dengan menggunakan metode yang sama untuk mendapatkan perbandingannya, dan untuk para taruna/i semester I, II, III, IV agar memperbanyak literasi dan belajar mengenai sistem OWS agar ketika nanti sudah tiba waktunya menjalankan tugas praktik laut (prala) sudah familiar dengan alat OWS

    ANALISIS TERIKATNYA JANGKAR KIRI MT.GAMSUNORO PADA SAAT BERLABUH JANGKAR DI PELABUHAN JEBEL ALI

    Get PDF
    ABSTRAKSI Fahreza, Hifzhan Rizky, NIT. 562911127119 N, 2024, “Analisis Terikatnya Jangkar Kiri MT.Gamsunoro Pada Saat Berlabuh Jangkar di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Yustina Sapan.S.Si.T, M.M, Pembimbing II: Retno Hariyanti,S.Pd., M.M Jangkar adalah perangkat penambat kapal ke dasar perairan, di laut, sungai ataupun danau sehingga kapal tidak dapat berpindah tempat karena dorongan angin, arus atau gelombang. Jangkar merupakan salah satu alat wajib yang ada di atas kapal mengingat fungsinya sebagai alat untuk menahan kapal supaya tidak bergerak dan tetap dalam posisinya, jangkar dirangkaikan dengan rantai jangkar yang pergerakannya turun dan naik yang diatur dengan menggunakan mesin jangkar (anchor windlass) yang dipasang di atas forecastle deck. Keadaan darurat yang terjadi pada saat kapal sedang berlabuh jangkar pun bermacam-macam, seperti tubrukan, kandas, jangkar larat, maupun terikatnya rantai jangkar. Terikatnya rantai jangkar merupakan kondisi saat keadaan rantai jangkar didasar perairan tidak teratur karena tidak sesuai dengan jumlah perhitungan panjang rantai shackle dan kedalaman dasar laut. Tujuan penelitian ini meneliti bagaimana penanganan terhadap terikatnya rantai jangkar kiri dan faktor-faktor penyebab terikatnya rantai jangkar kiri di kapal MT. Gamsunoro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh saat observasi langsung, hasil wawancara dengan Nakhoda dan Mualim 1, hasil dokumentasi berupa gambar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara selama peneliti melaksanakan penelitian di MT. Gamsunoro. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fishbone Diagram, kemudian dilakukan uji kredibilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak buah kapal kurang memahami prosedur berlabuh jangkar, kurangnya pengetahuan crew kapal dalam memahami prosedur berlabuh jangkar menimbulkan kurang maksimalnya proses berlabuh jangkar. Tindakan yang dilakukan dalam penanganan terhadap terikatnya rantai jangkar kiri MT. Gamsunoro yaitu memotong center shackle rantai jangkar agar dapat mempermudah mengeluarkan rantai jangkar yang terikat dan mengganti center shackle yang baru. Saran dari peneliti untuk dapat mencegah permasalahan pada rantai jangkar selalu memperhitungkan kondisi lingkungan dan area tempat berlabuh terlebih dahulu sebelum melaksanakan proses berlabuh jangkar agar dapat disesuaikan dengan metode berlabuh jangkar yang akan digunakan

    IDENTIFIKASI KENAIKAN SUHU MINYAK LUMAS PADA MOTOR INDUK DI MV. MANALAGI DASA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Wisnu Aldi Pradana, 561911227282 T, 2024, “ Identifikasi kenaikan suhu minyak lumas pada motor induk di MV. Manalagi Dasa”, Program Diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I Dr.Andy Wahyu Hermanto,ST.MT dan Pembimbing II Arya Widiatmaja, S.Si.T., M.Si. Pelumasan merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan mengingat bahwa bila sampai terjadi suatu kelambatan dalam pelumasan atau pelumasan yang tidak sempurna makan akan mengakibatkan kerusakan pada bagian-bagian yang bergesekkan, rendahnya tekanan minyak lumas merupakan salah satu faktor penyebab tidak sempurnanya pelumasan pada mesin. Guna pelumasan bagi kinerja mesin induk yaitu untuk mengurangi gesekan antar komponen mesin induk yang lain.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya kenaikan suhu minyak lumas pada motor induk dan mengetahui dampak akibat kenaikan suhu minyak lumas pada motor induk Penelitian ini dilaksanakan di MV.Manalagi Dasa, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif dengan Teknik Fishbone. Adapun responden adalah KKM dan Masinis II, Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ada beberapa faktor yang menyebabkan kurang optimalnya lubrication oil cooler pada mesin induk yaitu faktor mesin meliputi kerusakan pada gasket, faktor manusia yaitu kurangnya pemahaman masinis tentang lo cooler, faktor metode pengoperasian dan perawatan yaitu ketidaksesuain dalam melaksanakan PMS (Plan Maintenance System) serta faktor lingkungan yaitu kotornya filter sea chest. Dampak yang terjadi adalah menurunnya kinerja operasional mesin induk, kinerja lo cooler menjadi tidak maksimal, meningkatnya suhu minyak lumas pada motor induk dan naiknya pressure jacket cooling

    STRATEGI PEMELIHARAAN DIESEL GENERATOR MV. TANTO PRATAMA (STUDI KASUS RING PISTON PATAH CYLINDER NO 5 DAN 6 SELAMA PERIODE OVERHAUL YANG DITUNDA)

    Get PDF
    ABSTRAKSI Mustahfirin, NIT: 561911237361 T, 2024, “Strategi pemeliharaan diesel generator MV. Tanto Pratama (Studi kasus ring piston patah cylinder no 5 dan 6 selama periode overhaul yang ditunda)”, Skripsi. Program Diploma IV, Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Didik Dwi Suharso,S.Si.T.M.Pd, Pembimbing II: Kresno Yuntoro,S.ST,M.M. Pada saat MV. Tanto Pratama anchorage di Jakarta untuk melakukan perbaikan pada sistem pendingin air laut, terdengar alarm pada diesel generator No. 3, menunjukkan exhaust cylinder nomor 5 dan 6 temperature mencapai 4500C, diambil tindakan untuk mengganti dengan diesel generator No.2 dan melakukan pemeriksaan pada diesel generator No.3 Dengan menggunakan metode kualitatif, mengumpulkan data suhu gas buang, pendingin jaket cooling, tekanan indicator diesel generator, log book perawatan, wawancara, untuk mengetahui faktor-faktor penyebab, dampak dan upaya mencegah patahnya ring piston, dengan menambahkan studi kasus penyebab ring piston patah. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan fishbone dan diolah dengan teknik triangulasi untuk mengetahui penyebab patahnya ring piston dan strategi pemeliharaan diesel generator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan diesel generator yang melebihi batas beban maksimum 100kW, tertundanya penggantian ring piston sesuai jam kerja mencapai 10.000 jam. Berdampak pada tingginya temperature gas buang, penurunan tekanan indicator 35-40 kgf/cm2 pada cylinder no. 5 dan 6. Dengan melakukan overhaul penggantian ring piston yang patah, saling berkomunikasi pada saat berdinas jaga dan melakukan perawatan sesuai jam kerja

    OPTIMALISASI PERAWATAN WIRE SETELAH WIRE CRANE NO. 2 PUTUS PADA PROSES MUAT BONGKAR DI MV. LGH PROSPER

    Get PDF
    ABSTRAK Assakhafi, Abil B. 2024. “Optimalisasi Perawatan Wire Setelah Wire Crane No. 2 Putus Pada Proses Muat Bongkar Di MV. LGH Prosper”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Anugrah Nur Prasetyo, M. Si., Pembimbing II: Fatimah, S. Pd., M. Pd. Peranan kapal laut tidak terlepas dari hubungan dengan keberadaan alat muat bongkar di atas kapal yang digunakan untuk proses muat bongkar kargo. Wire rope adalah tali baja yang terbuat dari beberapa wire yang membentuk strand, kemudian beberapa strand tersebut dipilin mengelilingi core untuk membentuk wire rope. Pada pelaksanaan praktek laut menemukan masalah berupa putusnya wire pada deck crane no. 2 akibat kegiatan muat bongkar ditambah kegiatan tersebut relatif padat dan cepat. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh peran peralatan muat bongkar di atas kapal, maka peralatan harus dirawat secara rutin dan dengan baik. Perawatan rutin terhadap alat muat bongkar diharapkan agar selalu dalam keadaan prima dan siap digunakan. Tujuan karya ini dibuat adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui penyebab putusnya wire crane no. 2 dan bagaimana rutinitas perawatan wire crane terhadap kelancaran proses muat bongkar serta apa upaya untuk mengoptimalkan proses muat bongkar di kapal MV. LGH Prosper. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang diperoleh penulis berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi serta didukung metode diagram fishbone untuk menganalisis faktor yang menyebabkan masalah pada rumusan masalah pertama. Selanjutnya dianalisa sehingga menjadi sebuah temuan yang diberikan pemecahan masalahnya dan menjadi sebuah tulisan penelitian. Faktor-faktor yang menjadi penyebab putusnya wire crane no.2 di MV. LGH Prosper adalah akibat kurangnya perawatan. Mengacu pada SOP, wire luffing tersebut ditemukan sudah tua sehingga tidak layak digunakan. Rutinitas perawatan wire crane di MV. LGH Prosper telah mengalami peningkatan signifikan setelah mengalami kejadian putus wire crane. Jika perawatan tidak rutin dilakukan mengakibatkan wire menjadi lebih cepat rusak. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan kegiatan muat bongkar yaitu melakukan perawatan berencana dan mengganti spare part yang dibutuhkan, pengawasan regular oleh seluruh crew serta memberikan pemahaman mengenai peningkatan performa terhadap ABK kapal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab

    OPTIMALISASI KERJA FUEL PUMP PADA DIESEL GENERATOR DI MV. APL JEDDAH

    Get PDF
    ABSTRAKSI Arifin, Yusup 561911227306 T, 2024, “Optimalisasi Kerja Fuel Pump pada Diesel Generator di MV APL Jeddah”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T, M.T Pembimbing II : Capt. Anugrah Nur Prasetyo,M.Si,. M.Mar. Fuel Pump adalah sebuah komponen pada mesin Diesel generator yang berfungsi sebagai komponen pendorong bahan bakar bertekanan tinggi menuju nozzle untuk dikabutkan diruang bakar. Fuel pump bekerja dengan memanfaatkan dorongan dari camshaft oleh putaran mesin yang diteruskan hingga plunger akan mendorong bahan bakar dengan tekanan tinggi. Penurunan performa fuel pump menyebabkan pada proses kerja dari diesel generator menjadi terganggu hingga daya outputnya tidak mencapai proses kerja yang diharapkan. Jenis metode penelitian yang digunakan peneliti dalam melakukan penyusunan skripsi ini menggunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan metode pendekatan SHEL karena peneliti menganggap lebih kompleks dalam pembahasan. Metode pengumpulan data menggunakan Triangulasi yaitu obervasi, wawancara dan studi dokumentasi untuk memperkuat analisis olah data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab tidak optimalnya kerja fuel pump pada diesel generator, dampak yang ditimbulkan dari tidak optimalnya keraj fuel pump pada diesel generator serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan kerja fuel pump pada diesel generator di MV. APL Jeddah. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan ada beberapa faktor penyebab tidak optimalnya kerja fuel pump pada diesel generator di MV APL Jeddah antara lain secara fisik terlihat kondisi fuel pump mengalamai kebocoran yang disebabkan seal didalam fuel pump yang sudah mengeras dan kurang presisi karena tidak dilakukannya perawatan. Plunger yang aus menyebabkan tekanan tekanan bahan bakar menuju nozzle menurun. Kualitas bahan bakar yang kurang baik juga berpengaruh terhadap kerja fuel pump. Dampak yang terjadi berupa pembakaran yang kurang maksimal dan menghasilkan daya mesin kurang baik. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan kerja fuel pump yaitu dengan melakukan overhoule dan melakukan penggantian part yang sudah mengalami kerusakan/jam kerjanya melewati batas standart. Membersihklan filter bahan bakar secara berkala waktu agar bahan bakar yang menuju fuel pump dalam keadaan benar-benar bersih

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇