Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    EVALUASI PENURUNAN KERJA COMPRESOR REFRIGERATOR DI MV. MANALAGI DASA

    No full text
    Abstrak - Kompresor refrigerasi pada kapal laut berperan penting dalam menjaga kualitas dan keamanan bahan makanan serta logistik selama pelayaran. MV. Manalagi Dasa, sebagai kapal yang beroperasi di jalur pelayaran reguler, sangat bergantung pada sistem refrigerasi untuk mendukung operasionalnya. Namun, seiring waktu, sistem ini mengalami penurunan performa, terutama pada komponen kompresor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab, dampak, dan solusi terhadap penurunan kinerja kompresor refrigerasi. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data Miles dan Huberman untuk mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi performa kompresor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kinerja kompresor disebabkan oleh ausnya valve kompresi, yang mengakibatkan efisiensi tekanan menurun. Dampaknya, tekanan pada discharge port menjadi tidak normal karena aliran refrigeran terganggu, sehingga suhu di ruang pendingin bahan makanan menurun. Akibatnya, bahan makanan cepat membusuk karena pertumbuhan bakteri yang lebih cepat akibat suhu yang tidak sesuai standar. Solusi yang direkomendasikan adalah mengganti katup kompresi yang aus agar performa kompresor kembali optimal

    OPTIMASI KINERJA DIESEL GENERATOR NOMOR 1 DI MT. PETROMAX: SEBUAH PENDEKATAN KUANTITATIF

    Full text link
    ABSTRAK Faizun, Afza Sabiq Faizun. 2025. “OptimasiI Kinerja Diesel Generator Nomor 1 Di MT. PETROMAX: Sebuah Pendekatan Kuantitatif’’ Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I Prof. Dr. A. Agus Tjahjono, M.M., M.Mar.E Pembimbing II Bapak Imam Safii S.Si.T., M.Si. Dalam kapal, perlu ada permesinan yang memadai untuk mendukung sistem operasionalnya. Diesel generator (DG) merupakan komponen penting dalam permesinan kapal selain mesin diesel sebagai penggerak utama. Dalam penelitian dibagi empat rumusan masalah melimuti Apakah faktor penyebab kerusakan crankpin, dampak kerusakan crankpin, bagaimana upaya optimasi perawatan diesel generator, Dan bagaimana pengaruh variabel bebas yang dimediasi oleh kinerja diesel generator terhadap operasional kapal dan tujuan penilitian ini untuk mengetahui apa faktor penyebab serta dampak yang ditimbulkan dan upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk optimasi perawatan Diesel Generator No.1 dan mengetahui pengaruh variabel bebas yang dimediasi oleh kinerja Diesel Generator No. 1 terhadap operasional kapal. Penulis melakukan pengamatan terhadap disel generator di kapal MT. Petromax. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Kerusakan crankpin dapat disebabkan oleh berbagai faktor teknis dan operasional yang mempengaruhi kinerja diesel generator (DG) faktor utama adalah keausan akibat beban berlebih. Kerusakan pada crankpin berdampak menurunya signifikan dalam efisiensi operasi diesel generator. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan merancang jadwal perawatan yang terstruktur. Penelitian ini meberikan kesimpulan kerusakan pada crankpin dapat dipengaruhi oleh keausan akibat beban berlebih mengakibatkan penurunan efisiensi mesin diesel generator dan berdampak ganguan operasional kapal. Upaya yang dilakukan adalah perawatan preventif yang terstruktur, pemantauan kondisi mesin secara real-time, pengukuran, perawatan, dan sumber daya manusia berpengaruh secara langsung terhadap kinerja disel generator (DG)

    MITIGASI TERJADINYA OVERFLOW PADA HFO PURIFIER NO.1 MENGGUNAKAN TEKNIK ROOT CAUSE ANALYSIS PADA MT. BULL FLORES

    No full text
    Abstrak- HFO Purifier mengalami overflow merupakan kejadian lubernya bahan bakar saat purifier sedang berjalan. Terjadi alarm Oil Low Pressure pada HFO Purifier No. 1, HFO Purifier mengalami getaran dan dengan kondisi bahan bakar yang mengalami overflow sehingga tombol emergency stop di tekan. Setelah itu HFO Purifier dialihakan ke HFO Purifier No. 2 agar tangki service dapat terisi lagi, hal ini dapat mengganggu proses pengisian tangki service. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data yaitu primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi Pustaka. Teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why untuk menemukan akar penyebab masalah. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang meyebabkan terjadinya overflow pada HFO Purifier No. 1 adalah rusaknya atau ausnya main seal ring, dampak ausnya main seal ring pada HFO (Heavy Fuel Oil) purifier, yaitu jarak antara bowl hood dengan sliding bowl bottom kurang dari 1 mm, karena keausan tersebut yang membuat seal ring berlubang dan terdapat celah diantara bowl hood dan sliding bowl bottom, karena adanya celah tersebut yang membuat bahan bakar lolos dan luber saat proses purifikasi berlangsung, karena luber dan lolosnya bahan bakar melalui bowl hood dan sliding bowl bottom dan keluar melalui sluge yang membuat pressure outlet pada HFO Purifier menurun, dan terjadinya overflow pada HFO Purifier

    ANALISIS KEBOCORAN TANGKI BALLAST DI MT. GIAT ARMADA 01

    Full text link
    ABSTRAK Pujang Putra Samudra, 2025, NIT: 582111118122 N, “Analisis Kebocoran Tangki Ballast di MT Giat Armada 01”, skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Suherman, M.Si., M.Mar, Pembimbing II: Dr. Andi Prasetiawan, S.ST, M.M Kebocoran pada tangki ballast merupakan permasalahan krusial yang dapat mengganggu stabilitas dan keselamatan kapal, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian operasional serta meningkatkan risiko kecelakaan di laut. Berdasarkan pengalaman peneliti ketika melaksanakan praktek laut di MT. Giat Armada 01, kebocoran tangki ballast terjadi akibat korosi pada plat besi tangki yang tidak terawat, sehingga menyebabkan muatan dari tangki kargo masuk ke tangki ballast dan mengurangi efisiensi operasional kapal. Hal ini diperparah oleh keterbatasan bahan perawatan serta kurangnya perawatan rutin yang mengakibatkan kerusakan tidak terdeteksi lebih awal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama peneliti berada di atas kapal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode RCA dengan pendekatan 5 Whys, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kebocoran tangki Ballast adalah korosi akibat kurangnya perawatan serta bahan untuk melakukan perawatan. Penanganan yang dilakukan berupa perbaikan sementara sampai keadaan memungkinkan untuk dilakukannya perbaikan secara permanen dengan cara pengelasan plat besi. Upaya pencegahan lebih lanjut meliputi perawatan rutin dan penyediaan bahan perawatan sehingga operasional kapal dapat berjalan dengan aman dan efisien

    KEBOCORAN TANGKI BALLAST DI MT. GIAT ARMADA 01

    No full text
    Abstrak - Kebocoran tangki ballast di kapal MT. Giat Armada 01 disebabkan oleh korosi pada plat besi akibat kurangnya perawatan rutin dan keterbatasan bahan perawatan. Kondisi ini menyebabkan masuknya muatan dari tangki kargo ke tangki ballast, sehingga mengganggu stabilitas kapal dan menurunkan efisiensi operasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) dan teknik 5 Whys. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan adalah kurangnya perawatan berkala, minimnya pengawasan terhadap kondisi tangki, serta keterbatasan bahan perawatan yang memadai. Hal ini menyebabkan kerusakan tidak terdeteksi sejak dini, hingga terjadi kebocoran serius. Penanganan sementara dilakukan melalui pengelasan pada bagian yang bocor, namun belum menjadi solusi permanen. Untuk mencegah kejadian serupa, diperlukan sistem pemeliharaan yang lebih terjadwal, ketersediaan suku cadang dan bahan perawatan, serta peningkatan kesadaran kru kapal akan pentingnya inspeksi rutin guna menjaga keselamatan dan efisiensi operasional kapal

    ANALISIS KEGAGALAN START ENGINE PADA ENGINE LIFEBOAT DI KM. AWU

    Full text link
    ABSTRAKSI Hasim, M. Yasfik. 2025, “Analisis Kegagalan Start Engine Pada Engine Lifeboat Di KM. Awu ”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Anicitus Agung Nugroho, S.Si.T.,M.Si., Pembimbing II : Riyadini Utari, M. Si. Lifeboat adalah suatu alat keselamatan yang berada di atas kapal yang mempunyai fungsi untuk tempat menyelamatkan diri seluruh awak kapal apabila terjadi kecelakaan di atas kapal. Engine Lifeboat adalah komponen yang digunakan untuk menjalankan lifeboat dengan penyalaan kompresi diatur dengan sedemikian rupa sehingga lifeboat dapat bekerja dengan baik. Berdasarkan permasalahan dan kendala yang dialami peneliti sewaktu melaksanakan praktik laut selama kurang lebih satu tahun di kapal KM. Awu tepatnya pada tanggal 6 September 2023. Didapat pada kegiatan setiap satu minggu sekali yaitu Saturday routine, pada saat lifeboat hendak dilakukan pengecekan ternyata engine lifeboat tidak dapat di start. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan karena lifeboat harus dapat di start kapan saja dan dimana saja karena perannya sangat penting sebagai penolong dikeadaan darurat untuk para awak kapal dan penumpang kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan start engine, dampaknya terhadap operasional lifeboat di kapal tersebut, dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis) untuk menemukan akar penyebab permasalahan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan faktor penyebab kegagalan start engine pada engine lifeboat adalah daya baterai yang lemah dan korosi pada terminal motor starter. Dampak yang ditimbulkan dari faktor penyebab kegagalan start engine pada engine lifeboat adalah terganggunya sistem kelistrikan yang menunjang dalam proses start engine karena tegangan baterai yang kurang dan terhambatnya aliran listrik yang masuk ke sistem motor starter akibat dari korosi pada terminal. Upaya yang bisa dilakukan agar kinerja engine lifeboat dapat beroperasi normal kembali adalah dengan cara mengisi kembali daya listrik pada baterai dan membersihkan terminal motor starter dari korosi

    ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA SUHU PADA RUANGAN PENDINGIN BAHAN MAKANAN DI MV. MAVENDRA MAS

    No full text
    Abstrak - Sistem pendingin pada ruang penyimpanan bahan makanan di kapal memiliki peran penting dalam menjaga kesegaran dan kualitas bahan selama pelayaran. Jika suhu yang dibutuhkan tidak tercapai, bahan makanan dapat mengalami pembusukan, yang dapat menyebabkan kerugian operasional serta berdampak pada kesejahteraan kru kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian suhu pada ruang pendingin di kapal MV. Mavendra Mas, menganalisis dampaknya, serta menyusun langkah-langkah perbaikan untuk mencegah masalah serupa di masa mendatang. Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan prosedur perawatan sistem pendingin agar lebih efektif dan dapat diandalkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi kinerja sistem pendingin. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dengan Kepala Kamar Mesin (KKM) dan Masinis 4, serta pengumpulan dokumen teknis kapal. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan diagram tulang ikan (fishbone) dengan pendekatan 4M untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah. Faktor yang menyebabkan permasalahan ini terjadi adalah pada bagian evaporator, kondensor, dan ekspansion valve dari sistem mesin pendingin ruang bahan makanan yang mengalami kendala. Dampak dari permasalahan ini tidak tercapainya suhu pada ruang pendingin bahan makanan sehingga beberapa bahan makanan mengalami kerusakan. Upaya yang diterapkan untuk mengoptimalkan kerja setiap bagian mesin pendingin meliputi defrosting, pembersihan pipa, dan penggantian ekspansi valve. Sedangkan untuk meminimalisir kejadian terulang kembali adalah melakukan perencanaan perawatan yang lebih sistematis serta peningkatan pemantauan suhu

    MITIGASI GANGGUAN SISTEM PEMBAKARAN PADA INCINERATOR GUNA PENCEGAHAN PENCEMARAN SAMPAH DI MT. THUNDERCAT

    Full text link
    ABSTRAKSI Mochtar, Fahrudin. 2025. “Mitigasi Gangguan Sistem Pembakaran pada Incinerator Guna Pencegahan Pencemaran Sampah di MT. Thundercat”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T., M.T., Pembimbing II: Iwan Kurniawan., M.Pd., M.Mar.E. Incinerator adalah pesawat bantu yang penting untuk pengelolaan pencegahan pencemaran sampah di kapal. Kondisi pesawat bantu incinerator perlu diperhatikan karena sangat mempengaruhi proses pembakaran. Saat praktik laut, peneliti menemukan masalah gangguan sistem pembakaran pada incinerator yaitu kegagalan nyala api yang terjadi secara berulang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab gangguan sistem pembakaran pada incinerator, dampak, dan upaya pencegahan untuk menanggulangi permasalahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data Miles and Huberman. Terdapat tiga tahapan untuk melakukan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan awak kapal, serta dokumentasi selama pelaksanaan praktik laut di MT. Thundercat. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan sistem pembakaran pada Incinerator disebabkan oleh nozzle yang tersumbat karbon sisa pembakaran, elektroda yang tidak memercikan api, strainer waste oil kotor, serta suhu waste oil terlalu rendah. Dengan adanya faktor tersebut dapat menimbulkan dampak yaitu pengabutan bahan bakar tidak maksimal, terjadi flame failure, serta menurunnya pressure waste oil. Upaya untuk mencegah gangguan sistem pembakaran pada incinerator adalah dengan membersihkan nozzle, elektroda, strainer waste oil, dan melakukan pengaturan jarak antar elektroda dan suhu waste oil yang tepat sesuai dengan manual book

    ANALISIS PENURUNAN PRODUKSI FRESH WATER PADA REVERSE OSMOSIS DI C/V TENEO

    Full text link
    ABSTRAKSI Pamungkas, Ardi Yoga. 2024. “Analisis Penurunan Produksi Fresh Water pada Reverse Osmosis di C/V. Teneo”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman Saleh., M. Pd., pembimbing II: Aryanti Fitrianingsih., S. T., M. T Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya air tawar di C/V Teneo untuk kebutuhan sehari-hari. Reverse osmosis mengalami penurunan kinerja produksi fresh water dari kinerja normal produksi 12 ton menjadi 7 ton. Rumusan masalah penelitian ini meliputi faktor apa yang menyebabkan penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis, dampak penurunan produksi dan bagaimana upaya untuk mengatasi penyebab penurunan produksi air tawar. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data diagram fishbone. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis karena perawatan reverse osmosis yang kurang sesuai dengan prosedur, karena usia pakai reverse osmosis yang sudah lebih dari 10 tahun, tidak tersedianya spare-part di kapal. Dampak dari penurunan produksi air tawar pada reverse osmosis adalah kebutuhan air tawar di kapal tidak terpenuhi, meningkatnya biaya operasional untuk bunker air tawar guna memenuhi kebutuhan air tawar di kapal. Upaya untuk meningkatkan produksi fresh water adalah dengan melakukan perawatan sesuai dengan prosedur perawatan reverse osmosis. Saran untuk mengatasi penurunan produksi reverse osmosis dengan melakukan perawatan yang rutin, serta melakukan pengecekan spare-part guna menghindari ketiadaan spare-part ketika reverse osmosis mengalami kendala dan membutuhkan penggantian spare-part

    PENGARUH PENURUNAN TEKANAN HYDROPHORE TANK TERHADAP SUPLAI AIR TAWAR KE AKOMODASI DI MV.GOLDEN ROSE

    Full text link
    ABSTRAKSI MAULANA,ZAKARIA BAGUS. 2025. “Pengaruh Penurunan Tekanan Hydrophore Tank Terhadap Suplai Air Tawar Ke Akomodasi Di MV. Golden Rose”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh Harliman saleh, M. Pd. pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho S.Si.T., M.Si. Hydrophore tank/water pressure tank yakni tangki guna simpanan air sementara, berlanjut memisahkan air juga udara lewat membrane hingga udara didalam terkompresi. Air di tangka itu didistribusi ke detector tekanan, yang menutup/membuka saklar motor listrik penggerak pompa. Pompa berhenti bila tekanan tangka sudah menggapai ketetapan batas minimum. Di system ini udara terkompresi menekan air ke system distribusi juga paska berulang mengembang juga ikut terkompresi lambat laun berkurang, sebab larut di air ataupun terbawa keluar tangka. System tangka tekan umumnya didesain supaya volume udara tidak lebih 30% di volume tangka 70% volume tangki isi air. Metode penelitian skripsi ini yakni metode SHEL (Software, Hardware, Environment, Liveware) guna perolehan prioritas persoalan misal aspek penyebab, dampak, usaha, minimnya tekanan hydrophore tank pada suplai air tawar di MV. Golden Rose. Output penelitian di kapal MV. Golden Rose yakni sebab minimnya tekanan hydrophore tank pada suplai air tawar di kelompok software perawatan tidak sejalan maintenance plan, kelompok hardware feed water pump tidak berkerja normal, kelompok environment tidak teraturnya pemakaian air tawar, kelompok liveware kurang wawasan juga pengalaman terkait hydrophore tank. Usahanya lewat pengecekan juga revisi sejalan jadwal maintenance plan, dilakukqn pembatasan pemakaian air tawar supaya kerja hydrophore tank bisa normal, pemberian training juga ujian sebelum naik kapal

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇