Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
Analisis Kebocoran Pada Sistem Hydraulic Control Pitch Propeller Bow Thruster di Ahts. Harrier
ABSTRAKSI
Bahtiar, Andika. NIT. 572011217598 T, 2024, “Analisis Kebocoran pada Sistem
Hydraulic Control Pitch Propeller Bow Thruster di AHTS. Harrier”,
Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman Saleh,
M.Pd., Pembimbing II: Mohammad Sapta H, M.Si.
Control Pitch Propeller (CPP) merupakan jenis propeller kapal yang dapat
mengatur sudut bilah propeller untuk meningkatkan efisiensi propulsi, juga
digunakan pada bow thruster untuk olah gerak kapal. Kerusakan sistem ini,
seperti yang terjadi pada AHTS Harrier pada 7 Oktober 2022 akibat kebocoran
oli, dapat mengganggu operasi. Penelitian ini menganalisis penyebab, dampak,
dan penanganan kebocoran sistem hidrolik CPP pada bow thruster di AHTS
Harrier, serta meningkatkan pemahaman tentang perawatan sistem ini. Metode
penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Sumber
data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode Miles and Huberman. Pengujian keabsahaan data dengan
menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa
kebocoran pada sistem hydraulic control pitch propeller bow thruster
disebabkan oleh kerusakan O-ring seal pada crank disk, keausan bilah
propeller, dan penurunan viskositas oli. Dampaknya termasuk penurunan
kualitas oli hidrolik, karat pada komponen bow thruster, kerugian finansial
akibat perbaikan mahal, dan penurunan responsivitas operasional.
Penanganannya meliputi Planned Maintenance System (PMS) sesuai jadwal,
penggantian oli hidrolik dan O-ring seal tepat waktu, serta pengawasan kualitas
oli dan tekanan untuk mencegah keausan. Penggunaan material O-ring sesuai
spesifikasi dan pengambilan sampel oli secara rutin juga penting untuk
menjaga kinerja optimal bow thruster
UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA KEGIATAN PENANGANAN MUATAN HCL DI KAPAL MT CIPTA ANYER
ABSTRAKSI
Anggraini, Avida Veva. 2024. “Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Pada
Waktu Penanganan Muatan HCL Di Kapal MT Cipta Anyer”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan
Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Awel
Suryadi, S.ST.,M.Si.., pembimbing II: Dr. Darul Prayogo, M.Pd.
Dalam setiap kegiatan dan pekerjaan memiliki potensi dan kemungkinan
terjadinya kecelakaan kerja. Setiap jenis kapal memiliki standar keamanan dan SOP
nya masing-masing sesuai dengan muatan yang dibawanya. Selama pengangkutan
barang melalui laut, selain crew yang ada di kapal tersebut perusahaan pelayaran
juga bertanggung jawab untuk menjaga dan menjamin keamanan dan keselamatan
muatan selama perjalanan sampai kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Jika terjadi
kecelakaan di laut, khususnya yang melibatkan muatan barang berbahaya, maka hal
tersebut akan sangat berbahaya untuk crew diatas kapal dan juga akan merugikan
pemilik kapal dan pemilik muatan.
Tujuan penelitian ini guna mengetahui crew sudah melaksanakan kegiatan
bongkar muat dengan benar serta mengetahui penyebab dan upaya yang dapat
dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja pada kapal MT Cipta Anyer.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data
menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya
kecelakaan kerja di atas Kapal MT Cipta Anyer dikarenakan kelalaian dari salah
satu crew kapal (human error) yang tidak melakukan komunikasi yang baik dengan
crew kapal yang lain, dan tidak menjalankan SOP dengan baik Upaya untuk
mencegah terjadinya kecelakaan kerja yaitu selalu mengutamakan keselamatan
para pekerjanya, dengan menerapkan standar keamanan yang sesuai dengan
prosedur. Untuk itu perwira jaga dan jurumudi harus lebih teliti dalam menjalankan
tugasnya sesuai dengan SOP. Perawatan dan pengecekan seluruh bagian kapal yang
dilakukan secara rutin agar tidak terjadi masalah pada saat bongkar mua
ANALISIS PELAYANAN AGEN DALAM PROSES SANDAR KM PUSRI INDONESIA VOYAGE 15 DI PELABUHAN TANJUNG EMAS
ABSTRAKSI
Lestari, Ingrid Nisa. 2024. “Analisis Pelayanan Agen dalam Proses Sandar KM
Pusri Indonesia Voyage 15 di Pelabuhan Tanjung Emas”. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan
Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Retno
Hariyanti, S.Pd, M.M., Pembimbing II: Kresno Yuntoro, S.ST, M.M.
Dalam pelaksanaan kegiatan clearance in dan clearance out, agen memiliki
peran penting dalam membantu kelancaran proses sandar kapal sampai
keberangkatan kapal. Namun dalam kegiatan ini, tidak selamanya berjalan dengan
lancar, proses ini terhambat oleh berbagai masalah yang mengganggu efisiensi kerja
agen. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab
permasalahan yang dialami oleh agen dalam melayani proses sandar KM Pusri
Indonesia voyage 15 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, serta upaya yang
dilakukan untuk mengatasinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan teknik
pengumpulan data didapat dari observasi, wawancara dan dokumentasi di lapangan.
Proses wawancara dengan Nakhoda kapal, agen operasional kapal, dan pihak pandu
Dengan hasil dokumentasi berupa foto, data dan dokumen yang dikumpulkan saaT proses penelitian.
Berdasarkan analisi penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil
bahwa penyebab terhambatnya pelayanan agen PT Samudera Perdana Selaras
karena beberapa hal. Penyebab tersebut antara lain gangguan pada mesin generator
kapal, kendala komunikasi antara kapal dan agen, serta perubahan penetapan sandar
yang memerlukan koordinasi tambahan. Upaya yang dilakukan agen dalam
menangani kendala melibatkan langkah-langkah strategis seperti menghubungi
pihak terkait, menyediakan alat berat, mempercepat koordinasi, dan mengusulkan
layanan penyandaran mendesak
PENANGANAN KETERLAMBATAN PROSES BONGKAR BATU BARA PADA KAPAL CURAH YANG DIAGENI OLEH PT. ANDHIKA LINES CABANG CILEGON BANTEN
ABSTRAKSI
Naufal, Nocki Muhammad. 2024. “ Penanganan Keterlambatan Proses Bongkar
Batu Bara Pada Kapal Curah Yang Diageni Oleh PT Andhika Lines
Cabang Cilegon Banten”. Skripsi. Program Diploma IV , Program Studi
Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I Okvita Wahyuni, S.ST., M.M.
Pembimbing II : Dr. Capt. Samsul Huda., M.M. M.Mar.
Ketersediaan fasilitas dermaga sangat penting untuk kelancaran
bongkar muat batu bara. Dermaga PLTU Indonesia Power Suralaya
memiliki crane yang berfungsi memindahkan batu bara dari kapal ke darat.
Crane memerlukan maintenance rutin agar beroperasi lancar. Namun,
sering terjadi kendala, seperti kerusakan crane dan faktor alam, yang
menghambat proses bongkar muat. PT Andhika Lines Cilegon Banten
berupaya mencari solusi agar kegiatan bongkar muat batu bara berjalan
lancar sesuai target tanpa hambatan.
Peneliti menggunakan metodologi sistematis untuk penelitian
kualitatif, meneliti makna yang mempengaruhi perilaku. Studi dilakukan
di latar alamiah, bukan hasil perlakuan. Di dermaga PLTU Indonesia
Power Suralaya, peneliti menggunakan snowball sampling untuk
pengambilan data. Wawancara langsung dengan asisten jetty master
digunakan sebagai data primer, sedangkan jurnal, buku, dan artikel sebagai
data sekunder. Triangulasi metode digunakan untuk membandingkan
informasi yang diperoleh.Faktor keterlambatan bongkar batu bara oleh PT
Andhika Lines meliputi kerusakan crane di dermaga dan keterbatasan
kapal pandu. Kerusakan crane di jetty PLTU Indonesia Power Suralaya
memperpanjang waktu bongkar dari 4 hari menjadi 7 hari. Keterbatasan
kapal pandu Pelindo menyebabkan kapal sering menunggu lama untuk
sandar. Dampaknya, antrian kapal meningkat dan trip kapal tidak sesuai
target, merugikan perusahaan.
Penelitian di PT Andhika Lines Cilegon menyimpulkan bahwa
keterlambatan bongkar batu bara disebabkan oleh rusaknya crane di
dermaga dan keterbatasan kapal pandu. Dampaknya adalah antrian kapal
dan trip kapal tidak sesuai target. Upaya mengatasinya meliputi koordinasi
shifting kapal dan koordinasi awal dengan pihak pandu
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN PEREKRUTAN KRU KAPAL DI PT. AMAS ISCINDO UTAMA
Selama perekrutan berlangsung PT. Amas Iscindo
Utama mengalami handling complain bahwa perusahaan
mendapatkan info keterlambatan dari beberapa pihak
terkait. Maka, perusahaan harus memberikan pelayanan
jasa yang memuaskan bagi kru kapal. Tujuan yang hendak
dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui alur
perekrutan kru kapal, mengevaluasi penilaian kepuasan
pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan, serta dampak
kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perekrutan kru
kapal di PT. Amas Iscindo Utama.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data dalam
bentuk kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu
analisis regresi linear sederhana, dengan teknik penarikan
sampel menggunakan rumus slovin sebanyak 68 orang.
Berdasarkan hasil uji, pelayanan perekrutan kru kapal
berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan di PT.
Amas Iscindo Utama menunjukkan bahwa alur perekrutan
kru kapal yang dilakukan telah sesuai dengan kebijakan yang
telah diterapkan. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi
nilai kepuasan pelanggan, maka pelayanan yang diberikan
merupakan pelayanan yang terbaik
ANALISIS PENYEBAB KERUSAKAN ALAT ARTG (AUTOMATIC RUBBER TYRED GANTRY) DAN DAMPAK TERHADAP ALUR KEGIATAN RECEIVING DAN DELIVERY DI TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG
Abstraksi - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
penyebab kerusakan alat ARTG (Automatic Rubber Tyred
Gantry) dan dampaknya terhadap alur kegiatan Receiving dan
Delivery di Terminal Petikemas Semarang. ARTG merupakan
komponen vital dalam operasional terminal petikemas karena
fungsinya yang otomatis dalam memindahkan kontainer.
Kerusakan pada ARTG dapat menyebabkan penundaan
signifikan dan gangguan dalam proses bongkar muat, yang
berdampak negatif pada efisiensi operasional Terminal
Petikemas. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi
lapangan, wawancara mendalam dengan Superintendent
Divisi Perencanaan dan pengendalian operasional,
Superintendent Divisi Teknik, dan Foreman Lapangan, serta
dokumentasi mengenai kerusakan ARTG. Dari hasil
penelitian, ditemukan bahwa penyebab utama kerusakan
ARTG adalah faktor usia, kondisi cuaca, serta masalah teknis.
Dampak kerusakan ARTG terhadap alur kegiatan Receiving
dan Delivery di Terminal Petikemas adalah terjadinya
kemacetan panjang di jalan baru sebagai alur kegiatan
Receiving dan Delivery. Selain itu, kerusakan ARTG juga
berdampak pada penurunan produktivitas dan efisiensi
terminal secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan
rekomendasi untuk memperbaiki manajemen pemeliharaan
alat, termasuk peningkatan frekuensi dan kualitas
pemeliharaan rutin, serta pelatihan bagi teknisi untuk
penanganan dan pencegahan kerusakan. Dengan mengatasi
penyebab utama kerusakan ARTG dan meningkatkan
pemeliharaan serta manajemen operasional, diharapkan
Terminal Peti Kemas Semarang dapat meningkatkan efisiensi
operasional, mengurangi waktu tunggu kapal, dan
meningkatkan kepuasan pelanggan
Analisis Program Scholarship Junior Officer Guna Menunjang Kompetasi Officer di PT. Jasindo Duta Segara
Abstrak - Perekruktan pelaut di Indonesia didukung
oleh program pelatihan dan peningkatan berkelanjutan,
dengan upaya memastikan awak kapal sepenuhnya
memenuhi syarat standar perkapalan terkini dan seterusnya,
serta memiliki banyak prospek untuk kemajuan karir. Guna
menunjang Junior Officer yang kompeten dan berkualitas,
Ship Owner memiliki suatu program untuk memperbanyak
Junior Officer yaitu Scholarship. Scholarship adalah beasiswa
yang diberikan dari Ship Owner kepada Ex Cadet saat
praktik dikapal laut memiliki value baik, tetapi dalam
pelaksanaan praktik darat peneliti mengamati terjadi
beberapa kasus pada Cadet hingga sudah bertugas dikapal
menjadi Junior Officer yang mengakibatkan kerugian pada
perusahaan, dibuatnya skripsi ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana prosedur Scholarship Junior Officer
guna menunjang Officer kompeten di PT. Jasindo Duta
Segara, hambatan yang terjadi dalam program Scholarship
Junior Officer guna menunjang Officer kompeten dan upaya
apa yang harus dilakukan untuk menghadapi hambatan
prosedur Scholarship Junior Officer guna menunjang Officer
kompeten di PT. Jasindo Duta Segara.
Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif
Deskripsi, dengan langkah-langkah observasi partisipatif
selama peneliti melaksanakan praktik laut, wawancara
mendalam dengan crew kapal sebagai informan juga melaui
studi dokumentasi, dan dilanjut studi pustaka sebagai
langkah awal yang ditentukan dalam proses penelitian Data
yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis diagram
fishbone, untuk selanjutnya data diuji keabsahannya
menggunakan metode trianggulasi untuk meningkatkan
kredibilitas serta keakuratan penelitian dengan digabungkan,
dibandingkan dan menyebrangkan data dari berbagai
sumber.
Penelitian yang telah dilakukan ini mendapatkan hasil
bahwa faktor-faktor permasalahan disebabkan oleh
peralihan antara pengalaman dikapal dan kembali ke
lingkungan akademis dapat menimbulkan tantangan ketika
kembali ke lingkungan kerja Junior officer harus kembali
beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Akan lebih baik
apabila cadet memelihara pengalaman selama praktek layar
dengan mengikuti seminar atau workshop yang terkait
dengan industri maritim, menjaga hubungan baik dengan
awak kapal lain maupun karyawan perusahaan, dan
persiapan mental agar dapat mudah beradaptasi pada
lingkungan kapal yang berasal dari berbagai budaya yang
berbeda
PEMAKSIMALAN PENGGUNAAN SHIP’S CRANE PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT CONTAINER DI DAERAH WINI PADA KAPAL MV. MERATUS PEMATANG SIANTAR
Abstrak- Crane kapal adalah perangkat mekanis
yang dipasang pada kapal untuk mengangkat dan
memindahkan kargo atau muatan lainnya. Crane kapal
memainkan peran penting dalam operasi bongkar muat di
pelabuhan, terutama ketika fasilitas pelabuhan tidak
dilengkapi dengan peralatan bongkar muat yang memadai.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor
yang dapat mempengaruhi kegiatan bongkar muat container
saat menggunakan ship’s crane , dampak apa yang terjadi
atas ketidak pahaman Shore Gang atau buruh dalam
membantu proses bongkar muat container menggunakan
ship’s crane , dan upaya yang akan dilakukan ketika terjadi
sebuah masalah yang mengakibatkan kegiatan bongkar muat
container tidak berjalan optimal. Metode penelitian ini
menggunakan kualitatif deskriptif, dengan teknik
pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, studi
dokumentasi, dan studi pustaka. Data dianalisa dengan
menggunakan analisis deskriptif dan Fault Tree Analysis
(FTA) dengan teknik keabsahan data menggunakan
triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah beberapa hal
yang mempengaruhi kegiatan bongkar muat yaitu kurangnya
pemaksimalan terutama perawatan objek seperti ship’s crane
, dan kurangnya pengetahuan dan keterampilan dari buruh
atau SHORE GANG yang ada di pelabuhan daeraah Wini,
serta kurang lengkapnya fasilitas penunjang di Pelabuhan
Wini. Dampak yang diakibatkan yaitu keterlambatan
departure atau keberangkatan kapal serta
operasionalnya,dan juga biaya yang dikeluarkan akan
bertambah. Upaya yang dilakukan agar proses bongkar muat
container berjalan optimal adalah melakukan perawatan
crane kapal secara rutin sesuai PMS (Plan Management
System), penambahan fasilitas pelabuhan yang menunjang
proses bongkar muat seperti Crane darat / Crane CC, dan
melakukan safety meeting kepada seluruh buruh / SHORE
GANG sebelum melaksanakan proses bongkar muat, serta
menggunakan safety equipment yang sesuai dengan kondisi
cuaca, baik oleh crew darat dan crew kapal
OPTIMALISASI PROSES TANK CLEANING MUATAN CRUDE OIL (FAME) DI MT. SINAR SRIKANDI
ABSTRAKSI
Ar Rasyid, Muhamad. 2024“Optimalisasi Proses Tank Cleaning Muatan Crude Oil
(FAME) di MT. Sinar Srikandi”, Skripsi Program Studi Nautika, Program
Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Janny
Adriani Djari., S.ST., M.M dan Pembimbing II: Ely Sulistyowati, S.ST, M.M
Kapal MT. Sinar Srikandi merupakan kapal tipe chemical tanker yang sering
melakukan kegiatan tank cleaning, dalam kegiatan tersebut ada beberapa hal yang
harus diperhatikan salah satunya adalah peralatan yang digunakan seperti
Butterworth dan Hose. Kerusakan yang terjadi pada Butterworth dan Hose saat
kegiatan tank cleaning yang mengakibatkan proses tank cleaning tidak optimal,
maka dari itu perlu adanya pembahasan sebagai bentuk upaya dalam pengoptimalan
proses tank cleaning di MT. Sinar Srikandi.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dan teknik
pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan terhadap observasi, wawancara
dan dokumentasi mengenai penanganan pada peralatan tank cleaning yang tidak
berfungsi dengan baik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif
guna menjawab permasalahan dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, peneliti mengungkap
bahwa kerusakan pada Butterworth dan Hose mengakibatkan terhambatnya proses
tank cleaning selama 2 jam, tertundanya proses bongkar muat, serta kru harus
melakukan pembersihan ulang pada tangki muatan. Upaya yang dilakukan untuk
menangani kerusakan pada Butterworth dan Hose yaitu dengan cara melakukan
penggantian dengan spare yang baru. Hal ini dapat dihindari dengan melakukan
perawatan secara rutin terhadap Butterworth dan Hose yang digunakan
ANALISIS PENANGANAN MUATAN STEEL COIL GUNA MENGHINDARI KERUSAKAN CARGO DI MV. ORIENT KING
ABSTRAKSI
Priyadi, Wahyu Bagus. 2024 ” Analisis Penanganan Muatan Steel Coil Guna
Menghindari Kerusakan Cargo di MV. Orient King” Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Manungku Trinata Pramudhita., S.Si.T.,
M.Pd. Pembimbing II: Purwantono, S.Psi, M.Pd.
Pada saat melaksanakan ekspor dan impor cargo of steel coil,
cuaca buruk terjadi sehingga mengakibatkan ombak dan alun menjadi
tinggi. MV. Orient King harus berlindung di Lingayen Pangasinan,
Filipina guna memastikan cargo tetap aman. Melanjutkan pelayaran
dikhawatirkan akan terjadi putusnya lashing of cargo yang dapat merusak
cargo of steel coil, bahkan dapat merusak palka kapal.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk
mengumpulkan data deskriptif di atas kapal MV. Orient King, yang
digunakan untuk ekspor dan impor muatan steel coil. Data primer
diperoleh melalui wawancara dengan captain, chief officer, dan bosun,
serta observasi dan dokumentasi.
Faktor utama penyebab kerusakan muatan steel coil di MV. Orient
King meliputi cuaca buruk dan ombak tinggi, kurang pahamnya crew
terhadap SOP, kurangnya persiapan yang matang sebelum proses loading,
kurangnya monitoring muatan, lashing cargo, dan cargo temperature,
kurang berhati-hati saat proses bongkar muat. Untuk menghindari
kerusakan muatan, perlu dilakukan peningkatan SOP, perawatan rutin alat
bantu muatan dan penataan stowage yang optimal, monitoring rutin
muatan, lashing cargo, cargo temperature, pengawasan saat bongkar
muat, kejelian crew dalam mengambil tindakan, rutinitas briefing, safety
meeting atau toolbox meeting. Kendala dalam penanganan dapat
menyebabkan kerusakan muatan, risiko cedera pada crew, penurunan
reputasi bahkan potensi kehilangan pekerjaan, tertundanya pekerjaan lain
di kapal, berkurangnya waktu istirahat crew dan waktu untuk kegiatan
lain