Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENURUNAN KERJA MARINE GROWTH PREVENTION SYSTEM (MGPS) DI LPG/C NAVIGATOR GLOBAL
Abstrak-Marine Growth Prevention System (MGPS)
adalah peralatan yang digunakan pada kapal dengan tujuan
untuk mencegah pertumbuhan organisme laut serta korosi
pada sistem perpipaan dan lambung kapal. Sistem ini
berfungsi dengan metode elektrolisis, yaitu menggunakan
arus listrik untuk memicu reaksi kimia yang tidak spontan.
Terjadinya penurunan kerja Marine Growth Prevention
System (MGPS) tentunya dapat mempercepat laju korosi baik
pada pipa sistem pendingin maupun lambung kapal dan
tumbuhnya organisme laut. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui faktor, dampak, dan upaya yang dapat
dilakukan untuk mengatasi penurunan kerja marine growth
prevention system di LPG/C Navigator Global.
Metode pada penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif yang dibantu dengan metode pendekatan Fishbone
Analysis untuk mengetahui faktor, dampak, dan upaya yang
dapat dilakukan. Teknik pengumpulan datanya berupa
observasi, wawancara, dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan
kerja marine growth prevention system di LPG/C Navigator
Global disebabkan oleh kurang tepatnya pengaturan
tegangan output pada Marine Growth Prevention System
(MGPS), serta penggunaan anoda yang sudah melebihi batas
umur pemakaian, sehingga menyebabkan tumbuhnya biota-
biota laut pada pipa sistem pendingin. Efek-efek ini termasuk
kurang optimalnya proses elektrolisis, korosi pada sistem
perpipaan, dan kerusakan pada sistem maupun komponen
yang semuanya mengakibatkan peningkatan biaya
pemeliharaan dan jangka waktu yang lebih lama.
Direkomendasikan agar meningkatkan intensitas pengecekan
pengaturan tegangan output, dengan tujuan agar tegangan
yang diberikan sesuai dengan kondisi dan lingkungan kapal
sehingga dapat menghasilkan ion yang cukup pada proses
elektrolisis. Selain itu tersedianya spare anoda dan katoda
sehingga pada saat anoda dan katoda tidak bekerja secara
normal ataupun sudah melebihi batas umur pemakaian dapat
segera dilakukan penggantia
ANALISIS TERCAMPUR NYA MINYAK LUMAS DAN AIR TAWAR DI DALAM CARTER AUXILIARY ENGINE NO 2 DI MV.TEMBAGA SEA
ABSTRAKSI
Pramudita, Rio Duta Rizqi. 2024. “Analisis tercampur nya minyak lumas dan air
tawar di dalam carter auxiliary engine no 2 di MV. Tembaga Sea”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I : Dr. Andy Wahyu Hermanto, S.T,MT.
pembimbing II: Mohammad Sapta H.S.Kom.M.Si
Pengoperasian dengan efisiensi dan efektivitas sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan dapat sangat mengurangi risiko kerusakan yang tidak terduga pada
kapal. Tanpa pelumasan yang tepat, gesekan antara bagian yang bergerak yang
bersinggungan atau bergesekan satu sama lain dapat menyebabkan kerusakan
parah, yang pada akhirnya menghambat operasi kapal. Pada saat peneliti melakukan
praktek laut di MV.Tembaga Sea, 20 Februari 2023 dan kapal sedang melakukan
anchorage di buih alfa Freeport Indonesia, Generator diesel mengalami masalah
teknis yang menyebabkan penurunan tekanan oli pelumas secara tiba-tiba, sehingga
mengakibatkan hilangnya daya di kapal selama 10 menit.Tujuan penelitian ini
guna mengetahui faktor penyebab, dampak dari tercampurnya minyak lumas dan
air tawar di dalam Carter, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi
masalah tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why guna memperolah hasil akar
penyebab dari penelitian yang dilakukan. Dengan menggunakan teknik pengujian
keabsahan data triangulasi data.Penelitian ini menyatakan bahwa tercampurnya minyak
lumas dan air tawar di dalam Carter disebabkan oleh cylinder liner berlubang dan terdapat
kerusakan pada packing cylinder head. Masalah tersebut dapat menyebabkan kerusakan
pada piston dan crankshaft sehingga mengalami penurunan performa mesin dan mengalami
overheating. Upaya untuk mengatasi tercampurnya minyak lumas dan air tawar di dalam
carter yaitu melakukan pengantian cylinder liner yang berlubang dengan cylinder liner
yang baru dan melakukan pergantian pada packing cylinder head. Untuk itu sebaiknya
melakukan pemeriksaan dan perawatan auxiliary engine guna mencegah terjadinya
kebocoran dan hal lain yang tidak diinginkan. Selain itu, mengganti komponen auxiliary
engine yang sudah rusak dan diganti dengan komponen baru perlu dilakukan untuk
menjaga kestabilan kinerja mesi
OPTIMALISASI IMPLEMENTASI ISM CODE DALAM LATIHAN KEADAAN DARURAT KEBAKARAN DI MV. DHARMA LAUTAN RUBY
ABSTRAK
Hanan, Rekhan Autsar 2024. “Judul Optimalisasi Implementasi ISM Code Dalam
Latihan Keadaan Darurat Kebakaran di MV. Dharma Lautan Ruby”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Capt Karolus Geleuk Sengadji.,MM. ,
Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, M.Pd.
Penerapan pelaksanaan latihan kebakaran sesuai dengan standart ISM Code
mengatur mengenai hal – hal yang berhubungan dengan keselamatan kapal, kru,
pencegahan pencemaran laut serta keadaan darurat di atas kapal seperti kebakaran,
dan sebagian pelaksanaan belum optimal dalam memahami dan melaksanakan
aturan dan tugas dalam melaksanakan suatu sistem managemen keselamatan. Atas
permasalahan tersebut maka peneliti melakukan penelitian dengan judul
Optimalisasi Implementasi ISM Code Dalam Latihan Keadaan Darurat Kebakaran
di MV. Dharma Lautan Ruby. Dibuatnya penelitian ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman kru tentang tujuan ISM Code dalam pelaksanaan latihan
kebakaran dan untuk mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan familiarisasi
kepada kru kapal terhadap tempat – tempat di adakannya latihan untuk menghadapi
bahaya kebakaran di kapal MV. Dharma Lautan Ruby.
Penelitian ini menggunakan metode Deskripsi Kualitatif, dengan langkah-
langkah observasi partisipatif selama peneliti melaksanakan praktek laut,
wawancara mendalam dengan perwira diatas kapal sebagai informan juga melaui
studi dokumentasi, dan akan diolah menggunakan teknik analisis data kualitatif
yang meliputi reduksi data dengan merangkum pokok substansi, pengajian data
dengan penggolongan data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan. Pengujian
keabsahan data dengan metode tringulasi.
Penelitian yang telah dilakukan ini mendapatkan hasil bahwa langkah
pengoptimalan implementasi ISM Code dalam latihan keadaan darurat kebakaran
di MV. Dharma Lautan Ruby adalah dengan memberi pemahaman kru terhadap
tujuan ISM Code dalam pelaksanaan latihan kebakaran, mengoptimalkan
familiarisasi kepada kru. Akan lebih baik jika menyelenggarakan sesi penyuluhan
yang terfokus pada tujuan ISM Code dan meningkatkan kesadaran kru tentang
lokasi dengan menyelenggarakan sesi familiarisasi yang lebih intensif dan
terstruktur agar terciptanya komunikasi yang terbuka dan kerjasama tim dalam
penanganan darurat keadaan kebakaran diatas MV. Dharma Lautan Ruby
ANALISIS TERJADINYA KECELAKAAN KERJA SAAT CLEANING PALKA DI MV. MANALAGI TARA
ABSTRAK
Rafie, Akma Irfan. 2024. “Analisis Terjadinya Kecelakaan Kerja Saat
Cleaning Palka Di MV. Manalagi Tara”. Skripsi. Program Diploma IV,
Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Yustina Sapan, S.Si.T., M.M., Pembimbing II:
Pranyoto., S.P1., M.AP.
Pembersihan palka adalah suatu proses yang bertujuan untuk menjaga
kebersihan dan kelayakan palka. Proses pembersihan palka ini dilakukan
setelah kapal selesai membongkar muatannya. Untuk memastikan proses
pembersihan palka dapat berjalan lancar, kru kapal harus mempersiapkan
perencanaan pelaksanaan dan peralatan yang akan digunakan. Akan tetapi, pada
kenyataannya proses pembersihan palka dilaksanakan tanpa ada perencanaan
kerja serta menggunakan peralatan seadanya sehingga menyebabkan terjadinya
kecelakaan kerja saat proses pembersihan palka berlangsung. Dengan adanya
permasalahan tersebut, peneliti menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya kecelakaan kerja saat pembersihan palka di MV. Manalagi Tara dan
upaya pencegahan agar kecelakaan kerja saat pembersiahan palka tidak
terulang kembali.
Dalam skripsi ini metode penelitian yang digunakan adalah metode
penelitian deskriptif kualitatif yang mengatur suatu metode penelitian dengan
menggunakan beberapa aspek seperti pengumpulan data melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan faktor yang paling
menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja saat pembersihan palka 3 di MV.
Manalagi Tara adalah kurang maksimalnya penerangan dalam palka ketika
bekerja di malam hari. Minimnya penerangan dalam palka ini membuat
pengelihatan kru dek menjadi terbatas dan membuat konsentrasi dan
kewaspadaan kru dek menurun. Adapun upaya yang dilakukan untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja saat pembersihan palka adalah melaksanakan safety
meeting sebelum pelaksanaan pembersihan palka, menambah serta
memperbaiki kualitas peralatan pembersihan palka, melakukan pembersihan
got palka secara rutin setelah proses bongkar muatan, serta meningkatkan
penerangan dalam palka ketika bekerja di malam hari. Dengan melakukan
upaya-upaya tersebut maka risiko kecelakaan kerja saat pembersihan palka
akan terminimalisir
MEMINIMALKAN CARGO LOSS MUATAN BAHAN BAKAR JENIS PERTALITE DAN B35 SOLAR DI KAPAL MT KLAWOTONG
ABSTRAK
Ulum, Muh. Bahrul, NIT. 572011117748 N, 2024, “Meminimalkan Cargo loss
Muatan Bahan Bakar Jenis Pertalite dan B35 Solar di kapal MT
Klawotong”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Yustina Sapan, S.ST,
MM Pembimbing II : Taruga Runadi, M.Si.
Dalam kegiatan bongkar muat kapal tanker terdapat proses pengukuran dan
perhitungan muatan yang dilakukan sebelumnya. Hasil pengukuran dan
perhitungan muatan terkadang menimbulkan selisih yang menyebabkan cargo loss.
Oleh karena itu pihak pertamina memberi batas toleransi susut muat sebesar -0.5%.
Apabila terjadi selisih hasil perhitungan muatan yang melebihi toleransi maka itu
termasuk cargo loss. Ditemukan cargo loss di MT Klawotong saat melakukan
kegiatan muat di Pelabuhan pada voyage 11/L/IV/2023, 12/L/V/23, dan 17/L/V/23.
Ditemukan selisih hasil perhitungan muatan yang melebihi toleransi dan
menyebabkan terjadinya cargo loss. Maka perlu diselidiki penyebab yang
menimbulakan selisih hasil perhtiungan yang menyebabkan cargo loss tersebut.
Sehingga diidentifikasi mengenai faktor penyebab dan upaya yang harus dilakukan
untuk mengatasi perbedaan selisih angka muatan.
Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam memecahkan masalah
yaitu metode kualitatif, menggunakan teknik analisis fishbone dan deskriptif
kualitatif. Metode pengumpulan data berupa data primer yang diperoleh melalui
observasi dan wawancara. Data sekunder yang diperoleh melalui dokumentasi.
Hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini menggunakan metode
triangulasi metode.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terjadinya cargo loss karena adanya
selisih hasil perhitungan muatan (discrepancy) yang melebihi batas toleransi
sehingga menyebabkan cargo loss. Faktor yang menyebabkan cargo loss meliputi
kesalahan crew kapal, alat ukur yang tidak standar, kondisi kapal yang sagging, dan
cuaca buruk saat pengukuran dan perhitungan muatan. Upaya mencegah dan
menanggulangi cargo loss di atas kapal MT Klawotong berdasarkan observasi yaitu
dengan cara pengecekan ulang (double check), melakukan kalibrasi serta perawatan
alat ukut secara rutin, melakukan simulasi trim kapal, dan menghindari pengukuran
dan perhitungan muatan pada saat cuaca buru
PENERAPAN SAFETY MANAGEMENT SAAT MEMASUKI RUANG TERTUTUP DI MV KARTINI SAMUDRA
ABSTRAKSI
Wijaya, Abrar Yusron Aditya. 2024. “PENERAPAN SAFETY MANAGEMENT
SAAT MEMASUKI RUANG TERTUTUP DI MV KARTINI
SAMUDRA”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Yustina Sapan.,
S.Si. T., M.M. Pembimbing II Ria Hermina Sari., S.S., M.Se.
Penerapan manajemen keselamatan (safety management) oleh kru
kapal sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Kecelakaan sering terjadi akibat kelalaian pekerja dalam menggunakan
alat keselamatan, sikap meremehkan pentingnya alat keselamatan saat
bekerja, serta kurangnya pengetahuan kru dalam menerapkan safety
management. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan safety
management guna mengurangi risiko kecelakaan kerja di kapal, serta
mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan
implementasi safety management demi meminimalkan risiko kecelakaan
kerja.
Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang datanya
dikumpulkan dari kapal MV Kartini Samudra melalui observasi di atas
kapal, wawancara dengan narasumber, dan dokumentasi. Wawancara
dilakukan dengan Nakhoda, Mualim I, Mualim III, dan Bosun sebagai
informan yang memberikan informasi mengenai pelaksanaan safety
management di kapal. Untuk menguji keabsahan data, penelitian ini
menggunakan triangulasi. Peneliti menerapkan triangulasi dengan tiga
teknik, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta triangulasi
sumber data, melibatkan Nakhoda, Mualim I, Mualim III, dan Bosun
sebagai informan.
Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan dan data yang
diperoleh, peneliti di kapal MV Kartini Samudra dapat menyimpulkan
bahwa pelaksanaan safety management di kapal tersebut . Hal ini
disebabkan oleh beberapa kru yang belum mematuhi prosedur yang
benar dalam melaksanakan pekerjaan. Upaya yang dilakukan untuk
mengurangi risiko kecelakaan kerja adalah dengan memberikan tekanan
kepada kru dan familiarisasi terkait safety management untuk
meningkatkan kesadaran dan pemahaman kru
OPTIMALISASI CREW REPLACEMENT PADA PT SAMUDERA DAYA MARITIM
ABSTRAKSI
Muhammad, Fidyan Fauzi. 2024. “Optimalisasi Crew Replacement Pada PT.
Samudera Daya Maritim”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. Andi Prasetiawan, S.ST, M.M Pembimbing
II: Aryanti Fitrianingsih., S.T., M.T.
Sumber daya manusia (sering disingkat SDM) adalah salah satu
yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi,
baik institusi maupun perusahaan. Sumber daya manusia juga merupakan
kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya keterlambatan rotasi awak
kapal dan untuk mengetahui proses rotasi awak kapal di PT. Samudera Daya
Maritim.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif,
sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi
pustaka. Analisis data yang digunakan yaitu dengan fishbone, dalam
penelitian kualitatif dilakukan pada saat proses pengumpulan data
berlangsung.
Kesimpulan dan hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa
Penyebab Keterlambatan Pergantian Awak Kapal dalam proses on board
disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adanya dokumen yang kurang
lengkap dan sertifikat yang belum direvalidasi, hasil MCU (Medical Check
Up) yang kurang fit, proses PKL yang terlambat. PT Samudera Daya
Maritim sebagai crew manning agency mengurus awak kapal mulai dari
rekrutmen awak kapal belum sesuai dengan standar yang diberikan oleh
perusahaan, proses sign on awak kapal (MCU, PKL, mutasi ,surat perintah
dinas), training/pelatihan/diklat untuk awak kapal, rotasi awak kapal, dan
proses sign off awak kapal
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN SHORE CRANE DAN SHIP CRANE TERHADAP DISCHARGE RATE PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT KARGO CURAH KERING DI PELABUHAN PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA
ABSTRAKSI
Prabowo, Pandu Annahar. 2024, NIT: 572011337559 K, “Analisis Perbandingan
Penggunaan Shore Crane Dan Ship Crane Terhadap Discharge Rate Pada
Kegiatan Bongkar Muat Kargo Curah Kering Di Pelabuhan PT Krakatau
Bandar Samudera”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi
Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Yozar Firdaus Amrullah, S.S., M.Hum,
Pembimbing II: Arya Widiatmaja., S.ST., M.Si.
Dalam bongkar muat kargo terdapat hasil perhitungan pembongkaran
(discharge rate) serta hasil dari pemuatan. Hasil discharge rate tergantung pada alat
derek yang digunakan, di pelabuhan terdapat ship crane dan shore crane. Tujuan
dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan memahami faktor yang
mempengaruhi perhitungan discharge rate serta mengetahui dampak penggunaan
ship crane dan shore crane terhadap perhitungan discharge rate.
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Peneliti
menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi serta study pustaka dalam
pengumpulan data. Peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji keabsahan data
dengan mengecek melalui beberapa sumber data seperti melakukan wawancara
dengan tiga narasumber yang berbeda. Peneliti melakukan teknis analisis data
melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang
mempengaruhi discharge rate yaitu faktor peralatan bongkar muat dan sumber daya
manusia (SDM). Penghitungan discharge rate dengan menggunakan ship crane dan
shore crane dilakukan dengan dengan tiga tahap, tahap pencatatan pengambilan
muatan, tahap pencatatan durasi pengisian muatan ke dalam truk, dan tahap
mengkalkulasikan jumlah waktu dan tonase muatan per truk. Perbedaan dampak
penggunaan ship crane dan shore crane dapat dilihat dari subjek kinerja, biaya,
perawatan, serta aksesbilitas alat
FAKTOR PENGHAMBAT JUMLAH KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN KAPAL YANG DIAGENI OLEH PT BAHARI LAJU ANUGERAH CABANG BUNATI
ABSTRAK
Alfariz, Ahmad Firdaus. 2024. “Faktor Penghambat Jumlah Kedatangan Dan
Keberangkatan Kapal Yang Diageni Oleh PT Bahari Laju Anugerah Cabang
Bunati”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan
Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Sri Purwantini, S.E., S.Pd., M.M, Pembimbing II: Taruga Runadi, M.Si.
Pengurusan dokumen kapal yang baik menjadi acuan dari kualitas pelayanan
keagenan kapal. Menurunnya jumlah kedatangan dan keberangkatan kapal di PT
Bahari Laju Anugerah cabang Bunati menjadi penilaian terhadap kualitas
pelayanan yang diberikan kurang baik. Sehingga jumlah kedatangan dan
keberangkatan kapal menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
faktor penghambat jumlah kedatangan dan keberangkatan kapal dan untuk
mengetahui cara mengatasi hambatan dalam pelayanan kedatangan dan
keberangkatan kapal di PT Bahari Laju Anugerah cabang Bunati.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan
data didapatkan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka.
Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik metode
penelitian data menggunakan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penghambat kedatangan dan
keberangkatan kapal yaitu sarana dan prasarana kurang mendukung, kualitas
karyawan yang kurang memahami tugasnya, terbatasnya karyawan operasional,
jarak yang jauh dan waktu yang lama dari kantor PT Bahari Laju Anugerah cabang
Bunati menuju ke kantor imigrasi, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan
(KSOP) kelas III Bunati, dan pelabuhan speedboat. Cara mengatasi beberapa faktor
penghambat kedatangan dan keberangkatan kapal adalah menambah sarana dan
prasarana, memberikan pelatihan kepada karyawan secara reguler, dan merekrut
karyawan baru yang mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam pengelolaan
dan pengurusan keagenan kapa
PERANAN GOLDEN RULES DALAM MENGATASI PELANGGARAN CREW KAPAL DI AREA TRANSHIPMENT PT. BERAU COAL
Abstraksi - Golden Rules adalah aturan keselamatan yang
diterapkan oleh PT. Berau Coal untuk meminimalisir
kecelakaan di area transhipment. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui implementasi Golden Rules dalam
mengatasi pelanggaran oleh crew kapal di area tersebut,
mengidentifikasi pelanggaran yang terjadi, serta upaya
pencegahannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dan studi dokumentasi, serta pengujian
keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
Implementasi Golden Rules masih menemui kendala karena
banyak crew yang belum mematuhi peraturan keselamatan,
terutama karena kurangnya kesadaran akan pentingnya
aturan tersebut di area kerja berisiko tinggi. PT. Berau Coal
memberikan sanksi mulai dari surat peringatan terakhir
hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pekerja yang
melakukan kelalaian. Upaya pencegahan pelanggaran meliputi
sosialisasi berkala, Regular Meeting, dan pelatihan tanggap
darurat seperti fire drill, liferaft drill, dan man overboard drill