Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    ANALISIS PENURUNAN KERJA MARINE GROWTH PREVENTION SYSTEM (MGPS) DI LPG/C NAVIGATOR GLOBAL

    No full text
    Abstrak-Marine Growth Prevention System (MGPS) adalah peralatan yang digunakan pada kapal dengan tujuan untuk mencegah pertumbuhan organisme laut serta korosi pada sistem perpipaan dan lambung kapal. Sistem ini berfungsi dengan metode elektrolisis, yaitu menggunakan arus listrik untuk memicu reaksi kimia yang tidak spontan. Terjadinya penurunan kerja Marine Growth Prevention System (MGPS) tentunya dapat mempercepat laju korosi baik pada pipa sistem pendingin maupun lambung kapal dan tumbuhnya organisme laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor, dampak, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan kerja marine growth prevention system di LPG/C Navigator Global. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dibantu dengan metode pendekatan Fishbone Analysis untuk mengetahui faktor, dampak, dan upaya yang dapat dilakukan. Teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kerja marine growth prevention system di LPG/C Navigator Global disebabkan oleh kurang tepatnya pengaturan tegangan output pada Marine Growth Prevention System (MGPS), serta penggunaan anoda yang sudah melebihi batas umur pemakaian, sehingga menyebabkan tumbuhnya biota- biota laut pada pipa sistem pendingin. Efek-efek ini termasuk kurang optimalnya proses elektrolisis, korosi pada sistem perpipaan, dan kerusakan pada sistem maupun komponen yang semuanya mengakibatkan peningkatan biaya pemeliharaan dan jangka waktu yang lebih lama. Direkomendasikan agar meningkatkan intensitas pengecekan pengaturan tegangan output, dengan tujuan agar tegangan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan lingkungan kapal sehingga dapat menghasilkan ion yang cukup pada proses elektrolisis. Selain itu tersedianya spare anoda dan katoda sehingga pada saat anoda dan katoda tidak bekerja secara normal ataupun sudah melebihi batas umur pemakaian dapat segera dilakukan penggantia

    ANALISIS TERCAMPUR NYA MINYAK LUMAS DAN AIR TAWAR DI DALAM CARTER AUXILIARY ENGINE NO 2 DI MV.TEMBAGA SEA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Pramudita, Rio Duta Rizqi. 2024. “Analisis tercampur nya minyak lumas dan air tawar di dalam carter auxiliary engine no 2 di MV. Tembaga Sea”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Andy Wahyu Hermanto, S.T,MT. pembimbing II: Mohammad Sapta H.S.Kom.M.Si Pengoperasian dengan efisiensi dan efektivitas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dapat sangat mengurangi risiko kerusakan yang tidak terduga pada kapal. Tanpa pelumasan yang tepat, gesekan antara bagian yang bergerak yang bersinggungan atau bergesekan satu sama lain dapat menyebabkan kerusakan parah, yang pada akhirnya menghambat operasi kapal. Pada saat peneliti melakukan praktek laut di MV.Tembaga Sea, 20 Februari 2023 dan kapal sedang melakukan anchorage di buih alfa Freeport Indonesia, Generator diesel mengalami masalah teknis yang menyebabkan penurunan tekanan oli pelumas secara tiba-tiba, sehingga mengakibatkan hilangnya daya di kapal selama 10 menit.Tujuan penelitian ini guna mengetahui faktor penyebab, dampak dari tercampurnya minyak lumas dan air tawar di dalam Carter, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why guna memperolah hasil akar penyebab dari penelitian yang dilakukan. Dengan menggunakan teknik pengujian keabsahan data triangulasi data.Penelitian ini menyatakan bahwa tercampurnya minyak lumas dan air tawar di dalam Carter disebabkan oleh cylinder liner berlubang dan terdapat kerusakan pada packing cylinder head. Masalah tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada piston dan crankshaft sehingga mengalami penurunan performa mesin dan mengalami overheating. Upaya untuk mengatasi tercampurnya minyak lumas dan air tawar di dalam carter yaitu melakukan pengantian cylinder liner yang berlubang dengan cylinder liner yang baru dan melakukan pergantian pada packing cylinder head. Untuk itu sebaiknya melakukan pemeriksaan dan perawatan auxiliary engine guna mencegah terjadinya kebocoran dan hal lain yang tidak diinginkan. Selain itu, mengganti komponen auxiliary engine yang sudah rusak dan diganti dengan komponen baru perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan kinerja mesi

    OPTIMALISASI IMPLEMENTASI ISM CODE DALAM LATIHAN KEADAAN DARURAT KEBAKARAN DI MV. DHARMA LAUTAN RUBY

    Get PDF
    ABSTRAK Hanan, Rekhan Autsar 2024. “Judul Optimalisasi Implementasi ISM Code Dalam Latihan Keadaan Darurat Kebakaran di MV. Dharma Lautan Ruby”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt Karolus Geleuk Sengadji.,MM. , Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, M.Pd. Penerapan pelaksanaan latihan kebakaran sesuai dengan standart ISM Code mengatur mengenai hal – hal yang berhubungan dengan keselamatan kapal, kru, pencegahan pencemaran laut serta keadaan darurat di atas kapal seperti kebakaran, dan sebagian pelaksanaan belum optimal dalam memahami dan melaksanakan aturan dan tugas dalam melaksanakan suatu sistem managemen keselamatan. Atas permasalahan tersebut maka peneliti melakukan penelitian dengan judul Optimalisasi Implementasi ISM Code Dalam Latihan Keadaan Darurat Kebakaran di MV. Dharma Lautan Ruby. Dibuatnya penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kru tentang tujuan ISM Code dalam pelaksanaan latihan kebakaran dan untuk mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan familiarisasi kepada kru kapal terhadap tempat – tempat di adakannya latihan untuk menghadapi bahaya kebakaran di kapal MV. Dharma Lautan Ruby. Penelitian ini menggunakan metode Deskripsi Kualitatif, dengan langkah- langkah observasi partisipatif selama peneliti melaksanakan praktek laut, wawancara mendalam dengan perwira diatas kapal sebagai informan juga melaui studi dokumentasi, dan akan diolah menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data dengan merangkum pokok substansi, pengajian data dengan penggolongan data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dengan metode tringulasi. Penelitian yang telah dilakukan ini mendapatkan hasil bahwa langkah pengoptimalan implementasi ISM Code dalam latihan keadaan darurat kebakaran di MV. Dharma Lautan Ruby adalah dengan memberi pemahaman kru terhadap tujuan ISM Code dalam pelaksanaan latihan kebakaran, mengoptimalkan familiarisasi kepada kru. Akan lebih baik jika menyelenggarakan sesi penyuluhan yang terfokus pada tujuan ISM Code dan meningkatkan kesadaran kru tentang lokasi dengan menyelenggarakan sesi familiarisasi yang lebih intensif dan terstruktur agar terciptanya komunikasi yang terbuka dan kerjasama tim dalam penanganan darurat keadaan kebakaran diatas MV. Dharma Lautan Ruby

    ANALISIS TERJADINYA KECELAKAAN KERJA SAAT CLEANING PALKA DI MV. MANALAGI TARA

    Get PDF
    ABSTRAK Rafie, Akma Irfan. 2024. “Analisis Terjadinya Kecelakaan Kerja Saat Cleaning Palka Di MV. Manalagi Tara”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Yustina Sapan, S.Si.T., M.M., Pembimbing II: Pranyoto., S.P1., M.AP. Pembersihan palka adalah suatu proses yang bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kelayakan palka. Proses pembersihan palka ini dilakukan setelah kapal selesai membongkar muatannya. Untuk memastikan proses pembersihan palka dapat berjalan lancar, kru kapal harus mempersiapkan perencanaan pelaksanaan dan peralatan yang akan digunakan. Akan tetapi, pada kenyataannya proses pembersihan palka dilaksanakan tanpa ada perencanaan kerja serta menggunakan peralatan seadanya sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja saat proses pembersihan palka berlangsung. Dengan adanya permasalahan tersebut, peneliti menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja saat pembersihan palka di MV. Manalagi Tara dan upaya pencegahan agar kecelakaan kerja saat pembersiahan palka tidak terulang kembali. Dalam skripsi ini metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang mengatur suatu metode penelitian dengan menggunakan beberapa aspek seperti pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan faktor yang paling menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja saat pembersihan palka 3 di MV. Manalagi Tara adalah kurang maksimalnya penerangan dalam palka ketika bekerja di malam hari. Minimnya penerangan dalam palka ini membuat pengelihatan kru dek menjadi terbatas dan membuat konsentrasi dan kewaspadaan kru dek menurun. Adapun upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja saat pembersihan palka adalah melaksanakan safety meeting sebelum pelaksanaan pembersihan palka, menambah serta memperbaiki kualitas peralatan pembersihan palka, melakukan pembersihan got palka secara rutin setelah proses bongkar muatan, serta meningkatkan penerangan dalam palka ketika bekerja di malam hari. Dengan melakukan upaya-upaya tersebut maka risiko kecelakaan kerja saat pembersihan palka akan terminimalisir

    MEMINIMALKAN CARGO LOSS MUATAN BAHAN BAKAR JENIS PERTALITE DAN B35 SOLAR DI KAPAL MT KLAWOTONG

    Get PDF
    ABSTRAK Ulum, Muh. Bahrul, NIT. 572011117748 N, 2024, “Meminimalkan Cargo loss Muatan Bahan Bakar Jenis Pertalite dan B35 Solar di kapal MT Klawotong”. Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Yustina Sapan, S.ST, MM Pembimbing II : Taruga Runadi, M.Si. Dalam kegiatan bongkar muat kapal tanker terdapat proses pengukuran dan perhitungan muatan yang dilakukan sebelumnya. Hasil pengukuran dan perhitungan muatan terkadang menimbulkan selisih yang menyebabkan cargo loss. Oleh karena itu pihak pertamina memberi batas toleransi susut muat sebesar -0.5%. Apabila terjadi selisih hasil perhitungan muatan yang melebihi toleransi maka itu termasuk cargo loss. Ditemukan cargo loss di MT Klawotong saat melakukan kegiatan muat di Pelabuhan pada voyage 11/L/IV/2023, 12/L/V/23, dan 17/L/V/23. Ditemukan selisih hasil perhitungan muatan yang melebihi toleransi dan menyebabkan terjadinya cargo loss. Maka perlu diselidiki penyebab yang menimbulakan selisih hasil perhtiungan yang menyebabkan cargo loss tersebut. Sehingga diidentifikasi mengenai faktor penyebab dan upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi perbedaan selisih angka muatan. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam memecahkan masalah yaitu metode kualitatif, menggunakan teknik analisis fishbone dan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data berupa data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data sekunder yang diperoleh melalui dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini menggunakan metode triangulasi metode. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terjadinya cargo loss karena adanya selisih hasil perhitungan muatan (discrepancy) yang melebihi batas toleransi sehingga menyebabkan cargo loss. Faktor yang menyebabkan cargo loss meliputi kesalahan crew kapal, alat ukur yang tidak standar, kondisi kapal yang sagging, dan cuaca buruk saat pengukuran dan perhitungan muatan. Upaya mencegah dan menanggulangi cargo loss di atas kapal MT Klawotong berdasarkan observasi yaitu dengan cara pengecekan ulang (double check), melakukan kalibrasi serta perawatan alat ukut secara rutin, melakukan simulasi trim kapal, dan menghindari pengukuran dan perhitungan muatan pada saat cuaca buru

    PENERAPAN SAFETY MANAGEMENT SAAT MEMASUKI RUANG TERTUTUP DI MV KARTINI SAMUDRA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Wijaya, Abrar Yusron Aditya. 2024. “PENERAPAN SAFETY MANAGEMENT SAAT MEMASUKI RUANG TERTUTUP DI MV KARTINI SAMUDRA”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Yustina Sapan., S.Si. T., M.M. Pembimbing II Ria Hermina Sari., S.S., M.Se. Penerapan manajemen keselamatan (safety management) oleh kru kapal sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Kecelakaan sering terjadi akibat kelalaian pekerja dalam menggunakan alat keselamatan, sikap meremehkan pentingnya alat keselamatan saat bekerja, serta kurangnya pengetahuan kru dalam menerapkan safety management. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan safety management guna mengurangi risiko kecelakaan kerja di kapal, serta mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan implementasi safety management demi meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang datanya dikumpulkan dari kapal MV Kartini Samudra melalui observasi di atas kapal, wawancara dengan narasumber, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Nakhoda, Mualim I, Mualim III, dan Bosun sebagai informan yang memberikan informasi mengenai pelaksanaan safety management di kapal. Untuk menguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi. Peneliti menerapkan triangulasi dengan tiga teknik, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta triangulasi sumber data, melibatkan Nakhoda, Mualim I, Mualim III, dan Bosun sebagai informan. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan dan data yang diperoleh, peneliti di kapal MV Kartini Samudra dapat menyimpulkan bahwa pelaksanaan safety management di kapal tersebut . Hal ini disebabkan oleh beberapa kru yang belum mematuhi prosedur yang benar dalam melaksanakan pekerjaan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja adalah dengan memberikan tekanan kepada kru dan familiarisasi terkait safety management untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman kru

    OPTIMALISASI CREW REPLACEMENT PADA PT SAMUDERA DAYA MARITIM

    Get PDF
    ABSTRAKSI Muhammad, Fidyan Fauzi. 2024. “Optimalisasi Crew Replacement Pada PT. Samudera Daya Maritim”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Andi Prasetiawan, S.ST, M.M Pembimbing II: Aryanti Fitrianingsih., S.T., M.T. Sumber daya manusia (sering disingkat SDM) adalah salah satu yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. Sumber daya manusia juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya keterlambatan rotasi awak kapal dan untuk mengetahui proses rotasi awak kapal di PT. Samudera Daya Maritim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan yaitu dengan fishbone, dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat proses pengumpulan data berlangsung. Kesimpulan dan hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Penyebab Keterlambatan Pergantian Awak Kapal dalam proses on board disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adanya dokumen yang kurang lengkap dan sertifikat yang belum direvalidasi, hasil MCU (Medical Check Up) yang kurang fit, proses PKL yang terlambat. PT Samudera Daya Maritim sebagai crew manning agency mengurus awak kapal mulai dari rekrutmen awak kapal belum sesuai dengan standar yang diberikan oleh perusahaan, proses sign on awak kapal (MCU, PKL, mutasi ,surat perintah dinas), training/pelatihan/diklat untuk awak kapal, rotasi awak kapal, dan proses sign off awak kapal

    ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN SHORE CRANE DAN SHIP CRANE TERHADAP DISCHARGE RATE PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT KARGO CURAH KERING DI PELABUHAN PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Prabowo, Pandu Annahar. 2024, NIT: 572011337559 K, “Analisis Perbandingan Penggunaan Shore Crane Dan Ship Crane Terhadap Discharge Rate Pada Kegiatan Bongkar Muat Kargo Curah Kering Di Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Yozar Firdaus Amrullah, S.S., M.Hum, Pembimbing II: Arya Widiatmaja., S.ST., M.Si. Dalam bongkar muat kargo terdapat hasil perhitungan pembongkaran (discharge rate) serta hasil dari pemuatan. Hasil discharge rate tergantung pada alat derek yang digunakan, di pelabuhan terdapat ship crane dan shore crane. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan memahami faktor yang mempengaruhi perhitungan discharge rate serta mengetahui dampak penggunaan ship crane dan shore crane terhadap perhitungan discharge rate. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi serta study pustaka dalam pengumpulan data. Peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji keabsahan data dengan mengecek melalui beberapa sumber data seperti melakukan wawancara dengan tiga narasumber yang berbeda. Peneliti melakukan teknis analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi discharge rate yaitu faktor peralatan bongkar muat dan sumber daya manusia (SDM). Penghitungan discharge rate dengan menggunakan ship crane dan shore crane dilakukan dengan dengan tiga tahap, tahap pencatatan pengambilan muatan, tahap pencatatan durasi pengisian muatan ke dalam truk, dan tahap mengkalkulasikan jumlah waktu dan tonase muatan per truk. Perbedaan dampak penggunaan ship crane dan shore crane dapat dilihat dari subjek kinerja, biaya, perawatan, serta aksesbilitas alat

    FAKTOR PENGHAMBAT JUMLAH KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN KAPAL YANG DIAGENI OLEH PT BAHARI LAJU ANUGERAH CABANG BUNATI

    Get PDF
    ABSTRAK Alfariz, Ahmad Firdaus. 2024. “Faktor Penghambat Jumlah Kedatangan Dan Keberangkatan Kapal Yang Diageni Oleh PT Bahari Laju Anugerah Cabang Bunati”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Sri Purwantini, S.E., S.Pd., M.M, Pembimbing II: Taruga Runadi, M.Si. Pengurusan dokumen kapal yang baik menjadi acuan dari kualitas pelayanan keagenan kapal. Menurunnya jumlah kedatangan dan keberangkatan kapal di PT Bahari Laju Anugerah cabang Bunati menjadi penilaian terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kurang baik. Sehingga jumlah kedatangan dan keberangkatan kapal menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat jumlah kedatangan dan keberangkatan kapal dan untuk mengetahui cara mengatasi hambatan dalam pelayanan kedatangan dan keberangkatan kapal di PT Bahari Laju Anugerah cabang Bunati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data didapatkan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik metode penelitian data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penghambat kedatangan dan keberangkatan kapal yaitu sarana dan prasarana kurang mendukung, kualitas karyawan yang kurang memahami tugasnya, terbatasnya karyawan operasional, jarak yang jauh dan waktu yang lama dari kantor PT Bahari Laju Anugerah cabang Bunati menuju ke kantor imigrasi, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas III Bunati, dan pelabuhan speedboat. Cara mengatasi beberapa faktor penghambat kedatangan dan keberangkatan kapal adalah menambah sarana dan prasarana, memberikan pelatihan kepada karyawan secara reguler, dan merekrut karyawan baru yang mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam pengelolaan dan pengurusan keagenan kapa

    PERANAN GOLDEN RULES DALAM MENGATASI PELANGGARAN CREW KAPAL DI AREA TRANSHIPMENT PT. BERAU COAL

    No full text
    Abstraksi - Golden Rules adalah aturan keselamatan yang diterapkan oleh PT. Berau Coal untuk meminimalisir kecelakaan di area transhipment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Golden Rules dalam mengatasi pelanggaran oleh crew kapal di area tersebut, mengidentifikasi pelanggaran yang terjadi, serta upaya pencegahannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Implementasi Golden Rules masih menemui kendala karena banyak crew yang belum mematuhi peraturan keselamatan, terutama karena kurangnya kesadaran akan pentingnya aturan tersebut di area kerja berisiko tinggi. PT. Berau Coal memberikan sanksi mulai dari surat peringatan terakhir hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pekerja yang melakukan kelalaian. Upaya pencegahan pelanggaran meliputi sosialisasi berkala, Regular Meeting, dan pelatihan tanggap darurat seperti fire drill, liferaft drill, dan man overboard drill

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇