Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
PENERAPAN ISPS CODE DI MT.B OCEAN SAAT KAPAL MELEWATI AREA FREETOWN AFRIKA
Pembajakan menjadi ancaman serius bagi pengiriman
muatan melalui kapal di perairan luas, khususnya di kawasan
seperti Freetown, Afrika, yang merupakan jalur jalur maritim
penting. Aksi pembajakan dapat menimbulkan kerugian besar
bagi crew dan perusahaan pengiriman, serta mengancam
keselamatan dan keamanan seluruh awak. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji peran penting ISPS Code dalam
mencegah pembajakan, terutama pada kapal MT B Ocean saat
beroperasi di perairan Freetown.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode triangulasi untuk pengumpulan data, yang
meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang
diperoleh dianalisis untuk mengevaluasi implementasi ISPS
Code pada kapal MT B Ocean, termasuk penerapan Ship
Security Plan (SSP) dan peran Ship Security Officer (SSO)
dalam upaya pencegahan pembajakan.
Hasil pembahasan penelitian ini yaitu International Ship
and Port Facility Security Code (ISPS Code) dapat mengurangi
resiko pembajakan di kapal MT B Ocean dengan menerapkan
prosedur keamanan yang sesuai dengan Ship Security Plan
(SSP) yang dikembangkan oleh Ship Security Officer (SSO).
Kapal yang mengikuti prosedur keamanan sesuai dengan ISPS
Code dapat menurunkan risiko pembajakan dan memperkecil
kemungkinan terjadinya pembajakan. Upaya pencegahan
pembajakan mencakup penambahan personel keamanan di
kapal, peningkatan kesadaran dan latihan pencegahan
pembajakan, serta pemantauan dan pengawasan rutin. Selain itu,
kemampuan komunikasi darurat ditingkatkan, dan perlindungan
fisik diperkuat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi dengan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan
mengenai pencegahan pembajakan, baik bagi awak kapal,
pelaut, maupun masyarakat umum, khususnya saat kapal
beroperasi di Freetown Afrika
ANALISIS PROSES DE-BALLASTING TERHADAP PERSIAPAN LOADING CARGO DI MV C VISION
ABSTRAKSI
Viky Tata, Sunjaya. NIT. 572011137900 N, 2024, “Analisi Pengaruh Proses De-
Ballasting Terhadap Persiapan Loading Cargo Di MV C VISION”, Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Capt. Dian Kurnianing Sari, S.ST., M.M.,
Pembimbing II: Fatimah, S.Pd., M.Pd
Pengoperasian sistem ballast merupakan suatu proses dimana air laut
dimasukkan ke dalam kapal atau air laut dikeluarkan dari kapal. Pada saat
melaksanakan praktek laut di MV C VISION pada tanggal 29 Juli 2023 saat di Laut
Solomon, peneliti menemukan beberapa masalah yang menjadi perhatian khusus
peneliti. Masalah tersebut adalah pada saat MV C VISION melaksanakan kegiatan
pengoperasian ballast, yaitu proses de-ballasting. Pada saat proses de-ballasting
berlangsung komponen actuator valve DST No.6 dan DBT No. 9 Portside
mengalami kendala berupa bocornya hydraulic oil pada badan actuator yang
mengakibatkan driving shaft tidak berputar karena kurangnya tekanan pada piston
sehingga menyebabkan tidak optimalnya proses pengoperasian ballast.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk
menentukan faktor yang menyebabkan terhambatnya proses de-ballasting.
Mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh terhambatnya proses de-ballasting, dan
upaya untuk mengatasi dan mencegah faktor-faktor yang menghambat proses de-
ballasting.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memberikan gambaran
menyeluruh tentang hal yang diteliti. Pendekatan yang melibatkan pengumpulan
data yang telah dikumpulkan dan diperiksa, yang kemudian dihubungkan dengan
ide-ide yang ada untuk menghasilkan kesimpulan yang logis. Teknik pengumpulan
data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik
analisis data yakni menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini, diketahui faktor terhabatnya proses de-ballasting
yaitu rusaknya actuator valve DST No.6 dan DBT No.9 Portside di MV C VISION.
Dampak dari terhambatnya proses de-ballasting terhadap persiapan loading cargo
yaitu proses de-ballasting tidak optimal, perubahan pre-stowage plan,
berkurangnya jumlah muatan yang seharusnya dikirim (cargo shortage), dan
pemberhentian tugas Chief Officer. Upaya untuk mengatasi dan mencegah
terhambatnya proses de-ballasting yaitu menggunakan portable hand pump, dan
melepas actuator valve
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN PROSES BONGKAR PADA MUATAN MADURA CRUDE OIL JENIS CONDENSATE DI MT. PROJECT LINK
ABSTRAKSI
Skripsi ini membahas analisis penyebab keterlambatan proses bongkar pada
muatan madura crude oil jenis condensate Di MT. Project Link. Proses bongkar
pada muatan kapal menjadi krusial, terutama pada muatan minyak mentah.
Keterlambatan bongkar pada muatan dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti
prosedur bongkar, cargo pump, karakteristik muatan, dan konstruksi kapal. Selain
itu, keterlambatan bongkar pada muatan juga menimbulkan dampak, yaitu sisa
muatan yang tidak dapat dibongkar. Sehingga hal ini mengakibatkan kerugian
terhadap Perusahaan pemilik kapal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada
prosedur yang dilakukan untuk kegiatan proses bongkar pada muatan madura crude
oil jenis condensate, penyebab dari keterlambatan bongkar, dampak selain
keterlambatan bongkar, dan Upaya yang dilakukan agar tidak terjadi keterlambatan
bongkar. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini
menganalisis penyebab keterlambatan proses bongkar pada muatan madura crude
oil jenis condensate dan dampak yang ditimbulkan selain keterlambatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan
keterlambatan proses bongkar pada muatan Madura Crude oil Jenis Condensate,
dampak apa yang ditimbulkan selain keterlambatan, dan upaya yang dapat
dilakukan untuk proses bongkar muatan tersebut agar berjalan lebih baik. Hasil
penelitian diharapkan dapat memperkaya konsep keilmuan di industri pelayaran
dan memberikan masukan praktis bagi perusahaan pelayaran, khususnya kapal
tanker crude oil yang memuat muatan crude oil jenis condensate. Disamping itu,
penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami prosedur
bongkar pada muatan madura crude oil jenis condensate
ANALISIS TERJADINYA HIGH PRESSURE TANK PADA SAAT LOADING DI KAPAL LPG/C CIPTA DIAMOND
Abstraksi - LPG/C Cipta Diamond merupakan salah satu
jenis kapal fully pressrurized yang membawa muatan LPG
MIX yang mana didesain dengan tangki tipe C untuk
tekanan kerja kurang dari 5-7 bar. Pada saat proses memuat
memperhatikan kondisi tekanan dan suhu pada tangki
sangat diperlukan dikarenakan kenaikan temperatur
berlebih saat proses memuat dapat menjadi faktor
penghambat pelaksanaan pemuatan, sehingga diperlukan
penanganan khusus dari crew deck yang bertugas dalam
penanganan muatan guna menghindari terjadinya bahaya
seperti ledakan yang disebabkan dari terlepasnya relieve
valve, terjadinya pencemaran polusi, serta ancaman
keselamatan jiwa di kapal. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya high
pressure tank pada saat loading dan upaya yang dilakukan
untuk mengatasi high pressure tank pada saat loading.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif.
Sumber data penelitian diperoleh melalui data primer dan
data sekunder, yang dimana didapatkan data dari Kapal
LPG/C Cipta Diamond melalui observasi secara langsung di
atas kapal, wawancara dengan Chief Officer & Bosun juga
didukung dengan studi pustaka selama penelitian di LPG/C
Cipta Diamond.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang
menyebabkan terjadinya high pressure tank pada saat
loading di kapal LPG/C Cipta Diamond adalah karena faktor
cuaca di sekitar kapal yang panas dan proses pemuatan yang
terlalu cepat. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi high
pressure tank pada saat loading di kapal LPG/C Cipta
Diamond adalah dengan menerapkan cara cooling tank dan
sirkulasi vapour menggunakan compressor. Serta
menerapkan loading plan sehingga nantinya tidak terjadi
kekeliruan dan dengan cepat melaporkan kepada perwira
jaga yang memiliki tanggung jawab bilamana terjadi
permasalahan di cargo tank
Penanganan Over Heat Pada Tangki Muatan Saat Cargo Operation di MT. Cipta Diamond
Abstrak - Penanganan muatan membutuhkan perhatian
dan keahlian khusus dari kru kapal guna mencegah
kemungkinan hambatan selama proses bongkar muatan.
Selain resiko meledak, high pressure juga menimbulkan
hambatan pada proses bongkar muat. Selama peneliti
melaksanakan praktik laut, penanganan pelaksanaan
bongkar muat di kapal MT CIPTA DIAMOND sering
mengalami masalah tekanan tangki yang naik secara drastis
atau biasa disebut high pressure.Tujuan penelitian ini yaitu
untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan over heat
pada tangki muatan saat cargo operation, Untuk mengetahui
dampak apabila terjadi over heat pada tangki muatan, dan
Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam penanganan
over heat pada tangki muatan saat cargo operation.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif.
Sumber data penelitian diperoleh melalui observasi secara
langsung di atas kapal, wawancara dengan beberapa kru
kapal juga didukung dengan studi dokumentasi dan studi
pustaka selama melakukan penelitian di MT Cipta Diamond.
Data yang terkumpul lalu dianalisis secara kualitatif untuk
menjadi rumusan masalah.
Faktor yang menyebabkan terjadinya over heat pada
tangki muatan saat cargo operation di MT Cipta Diamond
adalah pengaruh suhu pada lingkungan tempat pelaksanaan
cargo operation,dan tingginya loadig rate hour pada saat
pelaksanaan cargo operation. Dampak apabila terjadi over
heat pada tangki muatan yaitu penyusutan muatan VCM,
dan dapat menimbulkan resiko ledakan Upaya penanganan
yang dilakukan untuk mengatasi over heat pada tangki
muatan saat cargo operation adalah menurunkan suhu
tangki muatan menggunakan sea water sprinkler dan
menggunakan cargo compressor
ANALISIS RENDAHNYA TEKANAN UDARA SEWAGE TREATMENT PLANT YANG MENGHAMBAT PROSES PENGURAIAN DI MT SEA SENOR
ABSTRAKSI
Yuliano, Achsya Fadhil. 2024. “ANALISIS RENDAHNYA TEKANAN
UDARA SEWAGE TREATMENT PLANT YANG MENGHAMBAT PROSES
PENGURAIAN DI MT SEA SENOR”. Skripsi Program Diploma IV, Program
Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Darul
Prayogo, M.Pd, Pembimbing II: Imam Safi’i, S.Si.T., M.Si
Sewage treatment plant adalah permesinan atau instalasi yang berfungsi untuk
mengolah limbah dimana proses penguraiannya tersebut dibantu dengan supply
udara bertekanan yang dihasilkan oleh blower. Berdasarkan pengalaman peneliti
pada saat melakukan praktek laut, terjadi masalah ketika tekanan udara yang
memasok udara ke aeration tank mengalami penurunan dibawah tekanan normal,
atau hanya sebesar 0,2 bar, yang seharusnya tekanannya adalah sebesar 0,6 bar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, dampak serta
upaya untuk mengatasi rendahnya tekanan udara pada aeration blower tersebut.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data
menggunakan fishbone diagram analysis untuk menemukan akar penyebab dari
permasalahan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tekanan udara yang rendah disebabkan
oleh carbon blade yang telah aus sehingga blower tidak dapat menghisap dan
mendorong udara dengan kuat. Faktor lain yang menyebabkan ialah kebocoran
pada sistem saluran udara yang menuju ke tangki karena fitting yang bocor.
Dampak yang ditimbulkan adalah terhambatnya proses penguraian pada sewage
treatment plant. Upaya penanganan yang dilakukan terhadap rendahnya tekanan
udara pada sewage treatment plant adalah dengan mengganti carbon blade
dengan suku cadang baru dan penggantian dan perbaikan fitting saluran udara
OPTIMALISASI SISTEM KERJA PENDINGIN (RELIQUEFACTION) SAAT PROSES PEMUATAN UNTUK MENGURANGI TEKANAN PADA MT. GAS KOMODO
ABSTRAKSI
Widagda, Gede Agansa Pradnya. 2024. “OPTIMALISASI SISTEM KERJA
PENDINGIN (RELIQUEFACTION) SAAT PROSES PEMUATAN UNTUK
MENGURANGI TEKANAN PADA MT. GAS KOMODO”. Skripsi Program
Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Dr. Yustina Sapan, S.Si.T, M.M, Pembimbing II: Pranyoto, S.pi,
M.AP
LPG merupakan gas cair yang komponen utamanya adalah propana (C3H8)
dan butana (C4H10), diperoleh dengan cara mengolah gas alam atau minyak bumi.
Setiap muatan diatas kapal memiliki kapasitas 22.000 metrik ton. Dalam penelitian
ini peneliti membahas tentang faktor faktor yang dapat mengurangi tekanan pada
tangki kapal. Agar menghindari tekanan tangki mencapai titik maksimum selama
proses pemuatan kapal LPG/C bermuatan LPG wajib menjalankan reliquefaction
system. Untuk memastikan tekanan tangki tetap berada pada batas yang diterima,
sebaiknya untuk menurunkan ke tingkat dibawah maksimum sekitar 0,4 bar.
Penelitian berikut bertujuan untuk mengoptimalisasi faktor dan upaya yang dapat
menyebabkan meningkatnya tekanan tangki pada saat proses pemuatan diatas kapal
LPG/C Gas Komodo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan
yang dijelaskan secara desktiptif. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari
data primer dan data sekunder, yang dimana beberapa data diambil dari data kapal
LPG/C Gas Komodo dengan melaksanakan observasi langsung pada saat
pelaksanaan praktek laut diatas kapal dan melaksanakan wawancara langsung
dengan Mualim 1, dan Gas Engineer yang memberikan gambaran tentang hal yang
akan diteliti. Penelitian kali ini juga didukung dengan studi pustaka selama
penelitian diatas kapal LPG/C Gas Komodo.
Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah muatan yang diberikan
terminal memiliki suhu yang tinggi dan menyebabkan muatan di dalam tangki
menguap dengan cepat, dan berdampak dengan tidak stabilnya suhu muatan dan
tekanan yang ada di dalam tangki, reliquefaction system diatas kapal yang
seharusnya digunakan untuk mengstabilkan suhu dan tekanan tangki diatas kapal
tidak berfungsi dengan baik karena banyak masalah, memberikan sosialisasi dan
pengetahuan kepada crew, peningkatan efisiensi operasional selama proses
pemuatan LPG, peningkatan protocol keselamatan, upaya apa yang dapat dilakukan
untuk mengurangi peningkatan tekanan tangki saat proses pemuatan diatas kapal
sebelum dan selama proses pemuatan, sangat penting untuk memastikan bahwa
tangki dalam kondisi yang dingin. Mendinginkan tangki sebelum proses pemuatan
berfungsi agar mengurangi tekanan da suhu tangki ke tingkat tertentu, agar saat
proses pemuatan tangki dalam keadaan siap menerima muatan
ANALISA BLIND SECTOR RADAR UNTUK KESELAMATAN BERNAVIGASI DI MV AL LUQTA
ABSTRAK
Ibrahim, Ahamed Daud 012361150010. N, 2024, “Analisa Blind Sector Radar
untuk Keselamatan Bernavigasi di MV Al Luqta", “Skripsi, Program Diploma
IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing
I: Capt. Dian Kurnianing Sari., S.Si.T., M.M. M.Mar, Pembimbing II: Desy
Yuli Aryani, S.Si.T., M.T.
Sistem navigasi merupakan komponen vital dalam operasi kapal yang
memungkinkan deteksi objek di sekitarnya. Tantangan muncul dengan adanya
Blind Sector Radar, yaitu area di mana radar tidak dapat mendeteksi objek akibat
terhalang oleh struktur kapal. Hal ini terjadi pada MV Al Luqta yang dapat
meningkatkan risiko tabrakan dan mengurangi efektivitas navigasi. Penelitian ini
dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya blind sector radar, mengetahui dampak yang diakibatkan oleh blind
sector radar, serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk meminimalisir
blind sector radar guna meningkatkan keselamatan bernavigasi di MV Al Luqta.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bertujuan
untuk menjelaskan fenomena serta mengumpulkan data secara mendalam. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data
yang diperoleh dianalisis menggunakan tiga komponen utama: reduksi data,
penyajian data, kemudian perbandingan dengan metode USG serta penarikan
kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dalam penelitian ini dijamin melalui
metode triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa blind sector radar di kapal MV Al Luqta
disebabkan oleh posisi antena radar yang terhalang oleh struktur kapal, cuaca buruk,
konstruksi kapal, ketrampilan mualim, kondisi magnetron radar, serta gangguan
elektromagnetik. Dampak dari blind sector ini meningkatkan risiko tabrakan karena
area yang tidak terpantau dan memaksa mualim untuk lebih mengandalkan
pengamatan visual, yang menambah beban kerja serta mengurangi efisiensi
operasional kapal. Upaya untuk mengatasi masalah ini meliputi penyesuaian posisi
antena, penggunaan radar tambahan, familiarisasi mualim, serta penerapan
teknologi anti-interferensi guna meningkatkan keselamatan navigasi. Simpulan dari
hasil penelitian menunjukan bahwa blind sector radar menimbulkan dampak
signifikan dalam operasional kapal terutama karena adanya area yang tidak
terpantau sehingga menimbulkan bahaya navigasi, upaya yang dilakukan untuk
mengatasi masalah ini yaitu melakukan pelatihan intensif bagi mualim,
menyesuaikan posisi antenna radar, serta penerapan teknologi anti-interferensi
untuk meningkatkan kinerja radar dan meningkatkan keselamatan navigasi
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KURANG OPTIMALNYA PENGABUTAN INJECTOR PADA MESIN INDUK MV. TELUK BERAU
ABSTRAKSI
Nugroho, Asep Setyawan, NIT. 572011217622 T, 2024, “Analisis Faktor
Penyebab Kurang Optimalnya Pengabutan Injector Pada Mesin Induk
Mv. Teluk Berau”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.
Muh. Harliman Saleh, M.Pd, Pembimbing II: Kresno Yuntoro,
S.ST,M.M.
Injektor aldallalh sallalh saltu komponen utalmal dallalm system balhaln balkal r diesel.
Injektor berfungsi untuk menghalntalrkaln balhaln balkalr diesel dal ri injection
pump ke dallalm silinder paldal setialp alkhir lalngkalh kompresi dimalnal toralk
(piston) mendekalti posisi TMAL. Injektor diralncal ng untuk menerimal tekal naln
balhaln balkalr dalri injection pump yalng bertekalnaln tinggi untuk membentuk
kalbut yalng bertekalnaln, Tekalnaln ini mengal kibaltkaln peningkaltaln suhu
pembalkalraln di dallalm silinder. Penulis dalam melakukan penelitian ini
mendapatkan dua rumusan masalah yang berhubungan dengan judul tersebut,
yang pertama “Falktor alpal saljal yalng menyebalbkaln kuralng optimallnyal
pengalbutaln balhaln balkalr paldal injector?” yang kedua “Dalmpalk alpal saljal yalng
ditimbulkaln oleh kerjal injector yalng tidalk optimall?”. Dalam penelitian ini
penulis menggunakan metode kualitatif dan SHEL, sumber data yang diperoleh
dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Penguji keabsahan data
dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa
faktor penyebab kurang optimalnya kinerja pada injector adalah ditemukannya
keralk paldal ujung nozzle, Running hourse paldal injector sudalh melewalti bal tals,
Kuralngnyal spa
lre pa
lrt dialtals kalpall, ALdalnyal kaldungaln kotoran paldal balhaln
balkalr, Tekalnaln pompal injeksi turun. Dalmpalk yang ditimbulkan akibat kuralng
optimallnyal injector paldal mesin induk yaitu aLsalp menjadi hitalm, Mesin susalh
hidup salalt pertalmal kalli sta
lrt, Suhu gals bualng tinggi. Upaya perawatan yang
dilakukan pergalntialn segeral paldal nozzle daln spring yalng rusalk, Melalkukaln
peralwaltaln daln perbalikaln injector mesin induk secalral berkallal sesuali jalm kerjal,
Lalkukaln penceraltaln paldal talnki settling malupun service untuk mengural ngi
kalndungaln kotoran
IDENTIFIKASI KEGAGALAN PEMBUKAAN KATUP EXHAUST VALVE PADA MAIN ENGINE MAN B&W DI MV. EVER CLEAR
ABSTRAKSI
Muarif, Rizal Nurdin, 2024, 572011237705 T, “Identifikasi Kegagalan
Pembukaan Katup Exhaust Valve Pada Main Engine MAN B&W Di MV. Ever
Clear”, Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Amad Narto, M.Pd, M.Mar.E
Pembimbing II: Ir.Fitri Kensiwi, M.Pd
Exhaust valve merupakan komponen dari mesin induk yang berfungsi
sebagai jalur keluarnya gas atau karbon yang didorong oleh torak dari dalam
ruang bakar. Berdasarkan pengalaman peneliti selama praktik laut, terjadi
masalah ketika exhaust valve pada main engine tidak dapat membuka secara
normal yang disebabkan oleh menurunya tekanan oli pada exhaust valve
tersebut. Pada pembukaan exhaust valve, tekanan oli sangat berpengaruh dalam
proses tersebut sehingga harus dijaga tekanannya.
Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data pada
penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder dengan melakukan
wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka kepada informan yang
berpengalaman dan terlibat langsung dalam proses penelitian. Teknik analisis
data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis fishbone diagram yang
berfungsi untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab dari suatu
permasalahan. Tahapan analisis data dapat dilakukan dengan mengelompokkan
penyebab permasalahan yang ada lalu mengelompokkannya ke dalam faktor
faktor seperti Method dan Machine.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pembukaan exhaust valve
yang tidak normal disebabkan oleh kurangnya tekanan oli pada hidrolik
cylinder pada exhaust valve dikarenakan keausan o-ring pada bagian hidrolik
cylinder tersebut. Faktor lain yang menyebabkan tidak normalnya pembukaan
exhaust valve adalah pelumasan yang tidak memadai pada sistem hidrolik di
exhaust valve. Dampak yang disebabkan dari tidak normalnya pembukaan
exhaust valve pada main engine adalah penumpukan sisa gas buang dari
pembakaran sehingga kinerja dari mesin induk menurun. Upaya penanganan
yang dilakukan terhadap tidak normalnya pembukaan exhaust valve ialah
dengan mengganti hidrolik cylinder pada exhaust valve dan juga melakukan
evaluasi terhadap sistem hidrolik pada exhaust valve