Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    ANALISIS KINERJA GAS BUANG PADA MESIN DIESEL PENGGERAK GENERATOR MT.MERAUKE

    Get PDF
    ABSTRAKSI Wijanarko, Ari. 2023. NIT: 551811236950T, “Analisis Kinerja Gas buang Mesin Diesel Penggerak Generator . MT. MERAUKE”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. A Agus Tjahjono, M.M, M.Mar. E, Pembimbing II: Irma Shinta Dewi Mesin diesel induk adalah mesin yang digunakan untuk menggerakkan kapal dengan pembakaran dalam (internal combustion engine) sebagai sumber tenaga. Tenaga tersebut berasal dari pembakaran bahan bakar dan udara didalam ruang bakar yaitu ruangan yang dibatasi oleh dinding silinder, kepala torak dan kepala silinder. Gas pembakaran yang terjadi itu mampu menggerakkan torak yang selanjutnya memutar poros engkol. Hal yang menunjukan kurang sempurnanya proses pembakaran dalam mesin biasanya diketahui dengan adanya asap gas buang dari cerobong berwarna kehitam - hitaman, perbedaan pemakaian bahan bakar, tenaga yang dihasilkan menurun bila dibandingkan dengan keadaan - keadaan sebelumnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: apa saja faktor penyebab, dampak apa saja yang terjadi serta upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan kerusakan auxiliary engine terhadap kinerja mesin penggerak utama. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuisioner dan studi pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data SWOT. Dapat disimpulkan dari hasil diagram tersebut menunjukan ke Quadrant I yaitu S-O Strategi diantara sumbu x dan sumbu y. sumbu x mengarah ke strength (kekuatan) dan sumbu y mengarah ke opportunity (peluang).1).Kru mesin memiliki keahlian yang memadai disertai suku cadang yang cukup, 2).Melakukan perawatan sesuai jadwal rutin PMS, pengawasan secara berkala oleh superintender, 3).Tanggung jawab masinis dan kru mesin memastikan suku cadang sesuai permintaan, 4).Melakukan pengecekan sesuai jam kerja dan memastikan suku cadang dalam keadaan baik

    Implementasi Manajemen Waktu Istirahat (Rest Hour Management) Guna Meningkatkan Kinerja Crew Kapal MV. Habco Carina

    No full text
    Abstrak - Rest hour managament merupakan pengaturan tentang bagaimana membuat waktu istirahat crew kapal sesuai dengan ketentuan MLC 2006. Penerapan rest hour management yang tidak sesuai dengan peraturan dapat menyebabkan kecelakaan. Maka dibuat skripsi yang berjudul “Implementasi Manajemen Waktu Istirahat (Rest Hour Management) Guna Meningkatkan Kinerja Crew Kapal MV. Habco Carina”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen waktu istirahat di atas kapal MV. Habco Carina, dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja crew dengan rest hour management. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data utama berasal dari data primer dan data sekunder. Proses pengumpulan data melibatkan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Adapun Teknik analisis data melibatkan langkah-langkah seperti pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Metode triangulasi digunakan sebagai pendekatan tambahan untuk memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen waktu istirahat di MV. Habco Carina tidak sesuai dengan ketentuan MLC 2006 tentang rest hour management. Oleh karena itu perlu dilaksanakannya pengorganisasian jam kerja, dan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan. Upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan kinerja crew diatas kapal ialah dengan ditingkatkan lagi pengawasan dan pelaksanaannya agar rest hour management dapat diterapkan dengan baik oleh crew, dan untuk perusahaan yang bekerja dalam bidang pelayaran agar lebih memperhatikan tentang manajemen waktu istirahat crew karena dengan waktu istirahat yang baik akan menjadikan tubuh crew menjadi lebih prima sehingga dapat bekerja dengan maksimal

    Analisis Persiapan Ruang Muat Oleh Residu Muatan Gipsum di MV Manalagi Samba Berdasarkan IMSBC Code

    No full text
    Abstrak - Pembersihan palka merupakan salah satu tindakan persiapan ruang muat di kapal curah yang sangat penting guna menunjang keberhasilan kegiatan bongkar muat, hal ini bertujuan agar residu muatan dari muatan sebelumnya tidak mengkontaminasi muatan selanjutnya yang akan dimuat di atas kapal. Pelaksanaan prosedur pembersihan palka harus dilaksanakan dengan tepat menyesuaikan dari karakteristik residu muatan yang hendak dibersihkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dimana peneliti hendak mendeskripsikan faktor penyebab tersumbatnya got palka dan upaya penanganan tersumbatnya got palka di MV Manalagi Samba. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi yaitu dengan mengkombinasikan studi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penyebab tersumbatnya got palka di MV Manalagi Samba disebabkan oleh ketidaksesuaian prosedur pencucian palka No. 5 dan ketidakpahaman kru mengenai karakteristik muatan gipsum yang sulit dibersihkan jika terkena air berdasarkan aturan IMSBC Code. Hal ini mengakibatkan palka No. 5 MV Manalagi Samba banjir oleh air sisa pencucian palka dikarenakan air tidak dapat disedot oleh pompa melalui got polka No. 5 dikarenakan tersumbat oleh residu muatan gipsum. Upaya penanganan tersumbatnya got palka di MV Manalagi Samba yaitu dengan melakukan pengurasan air sisa cuci palka yang membanjiri palka No. 5, selanjutnya dilakukan pembersihan residu muatan gipsum yang menyumbat got palka, dan pencucian ulang palka No. 5

    Proses Tank Cleaning Dengan Deck Compressor dan Wilden Pump Guna Meningkatkan Efisiensi Operasional di Kapal Mt. Pancaran Infinity

    No full text
    Abstrak - Proses tank cleaning adalah hal yang sangat penting dalam operasional kapal tanker. Proses tank cleaning dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti metode konvensional dan metode yang berbantuan mesin. Perbedaan metode dalam proses tank cleaning ini menyebabkan perbedaan hasil yang didapat baik dari segi efektivitas maupun efisiensinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah fishbone analysis dengan model alur analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi proses pembersihan tangki adalah mesin, proses, manusia, dan manajemen. Proses pembersihan tangki dengan bantuan deck compressor lebih efektif, efisien dan bersih. Hal tersebut terlihat dari waktu dan tenaga yang dapat dimaksimalkan, tidak terdapat perbedaan biaya, dan bersih karena dapat menjangkau sudut-sudut terkecil

    ANALISIS MENURUNNYA PRESSURE HYDRAULYC PUMP PADA HATCH COVER CARGO HOLD DI MV. ORIENTAL NAVIGATOR

    No full text
    Abstrak - menurunnya pressure hydraulic pump pada hatch cover cargo hold. Berawal ketika kapal siap untuk unloading, hydraulic pump pada hatch cover tidak dapat mengangkat panel hatch cover saat dioperasikan. Tekanan oli hidrolik hanya 14 MPa, sedangkan normalnya adalah 20-23 MPa dan suhu minyak lumas naik mencapai 60°C, sementara normalnya adalah 20°C�45°C. Akibatnya tutup palka (hatch cover) tidak dapat terbuka dan menyebabkan proses unloading muatan tertunda. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor, dampak, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi turunnya pressure hydraulic pump pada hatch cover cargo hold. Metode penelitian yang diterapkan yaitu metode kualitatif. Chief Officer, 2 nd Engineer, dan Boatswain adalah responden dalam penelitian ini. Observasi, wawancara dan studi pustaka dikumpulkan melalui metode Miles and Huberman dan dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) faktor penyebab turunnya pressure hydraulic pump yaitu kotornya filter pump karena maintenance yang tidak sesuai, terdapatnya brum dalam tanki, kurang pahamnya crew dalam proses operasi hydraulic pump, kotornya tangki hydraulic pump. (2) dampak yang terjadi yaitu kerusakan terhadap mesin, adanya endapan kotoran, kenaikan suhu, dan tidak sesuainya pengoperasian hydraulic pump. (3) upaya yang dilakukan yaitu menjalankan PMS secara terjadwal, melakukan safety meeting, melakukan pembersihan pada tangki hydraulic pump. Diharapkan kepada Engineers untuk memaksimalkan PMS sesuai manual book, meningkatkan skill pada setiap crew serta memperhatikan faktor penyebab hydraulic pump tidak berjalan dengan maksimal

    ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN PEMBAKARAN PADA BOILER MISSIONTM OL MODEL 12000 DI KAPAL MT. PANCARAN INFINITY

    No full text
    Abstrak - Boiler merupakan sebuah bejana tertutup di kamar mesin yang memiliki fungsi penting dalam memenuhi kebutuhan uap bertekanan di atas kapal. Uap yang diproduksi oleh boiler memiliki tekanan lebih dari 1 atmosfer dengan menguapkan air tawar yang ada di dalam water drum boiler menggunakan gas panas dari proses pembakaran bahan bakar di dalam furnace dan gas hasil pembakaran (exhaust gas) mesin induk. Karena bahan bakar yang digunakan di kapal MT. Pancaran Infinity adalah High Sulphur Fuel Oil untuk main engine, diesel generator dan boiler, maka pengoperasian boiler saat kapal berlabuh dan sandar sangat penting sehingga boiler harus menghasilkan steam dengan baik. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Miles and Huberman. Pengujian keabsahaan data dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor penyebab kegagalan pembakaran pada boiler di kapal MT. Pancaran Infinity adalah rendahnya tekanan bahan bakar yang masuk ke dalam furnace, kotornya filter bahan bakar di FO boiler supply pump, penyumbatan pada nozzle main burner, dan kerusakan relay. Dampak kegagalan pembakaran pada boiler adalah tidak tercapainya suhu dan tekanan kerja untuk pemanasan. Saran dari peneliti yaitu melakukan adjust pada FO regulator valve, segera melakukan change over pada salah satu filter FO boiler supply pump, menyediakan suku cadang nozzle main burner lainnya yang sudah dalam keadaan bersih dan melakukan penggantian relay

    OPTIMALISASI PELAKSANAAN SATURDAY ROUTINE DALAM MENUNJANG KESELAMATAN CREW DI ATAS KAPAL MV. NADHIF

    Get PDF
    ABSTRAKSI Febrianto, Nova 561911237379 T” Optimalisasi Pelaksanaan Saturday Routine Dalam Menunjang Keselamatan Crew Di Atas Kapal MV. Nadhif” Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi,Teknika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Mustholiq, MM, M.Mar.E. Pembimbing II: Mohammad Sapta Heriyawan, S.Kom., M.Si. Transportasi laut memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung perdagangan nasional dan internasional. Pesatnya perkembangan di bidang pelayaran dan pengetahuan membuat banyak pedagang beralih ke angkutan laut untuk kegiatan usaha mereka. Keselamatan menjadi aspek utama dalam dunia maritim, dengan pemilik kapal menetapkan instruksi rutin pada hari Sabtu, yang mencakup pengujian mesin dan kontrol untuk memastikan perlengkapan keselamatan di kapal berfungsi optimal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Wawancara dengan masinis mengungkapkan kebutuhan penyesuaian jadwal pekerjaan dan Saturday Routine Test, sementara observasi praktik memberikan pemahaman lebih dalam tentang gangguan yang mungkin terjadi, seperti cuaca buruk dan pekerjaan berlebih. Studi pustaka dari log book menyoroti keterlambatan rutin dalam pelaksanaan Saturday Routine Test. Berdasarkan hasil analisis dengan metode fishbone, penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor seperti cuaca buruk, aktivitas berlebih, campur aduknya kegiatan bunkering dan ship store, serta kegiatan tidak terjadwal menjadi penyebab utama ketidak konsistenan Saturday Routine Test. Dampaknya mencakup keselamatan awak kapal, waktu perawatan, keterhambatan kegiatan, dan keterlambatan spare part. Solusi yang diajukan melibatkan penjadwalan ulang, penanganan masalah perbaikan mesin, penundaan Saturday Routine Test, dan pengaturan ulang tugas-tugas agar aktivitas tersebut dapat terkoordinasi dengan baik

    OPTIMALISASI PERAWATAN SMOKE, FLAME DAN HEAT DETECTOR DI MV. PAN MUTIARA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Febrian, Nicholas, 2023, NIT: 56191113187 N, “OPTIMALIASI PERAWATAN SMOKE, FLAME DAN HEAT DETECTOR DI MV PAN MUTIARA”, Skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Iskandar, SH, MT., Pembimbing II: Awel Suryadi, S.Si.T., M.Si. Menjalankan sebuah perusahaan pelayaran bukanlah hal yang bebas dari resiko. Resiko dari faktor internal seperti kebakaran yang merusak kapal merupakan suatu hal yang dapat dihindari. Untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran, peneliti berfokus pada fixed fire protection system (meliputi smoke, flame dan heat detector). Pada penelitian ini peneliti merumuskan masalah penelitian yang meliputi mengapa optimalisasi perawatan smoke, flame, dan heat detector perlu dilakukan di MV. Pan Mutiara, bagaimana cara melakukan optimalisasi perawatan smoke, flame, dan heat detector di MV. Pan Mutiara, dan apa saja kendala dalam melakukan optimalisasi perawatan smoke, flame, dan heat detector di MV. Pan Mutiara. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sumber data primer yang didapat melalui catatan hasil wawancara, hasil observasi lapangan, dokumentasi berupa foto serta data sekunder yang diperoleh dari berbagai literasi. Penelitian ini dilaksanakan dan bertempat di MV. Pan Mutiara sebagai tempat peneliti melaksanakan praktik laut selama 12 bulan. Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa optimalisasi perawatan smoke, flame, dan heat detector perlu dilakukan di MV. Pan Mutiara agar detektor dapat bekerja dengan baik, karena jika detektor mengalami kerusakan maka yang seharusnya sistem ini menjadi salah satu indikator bahwa adanya kebakaran di atas kapal justru dapat menjadi penyebab kebakaran tidak dapat dikendalikan. Lalu optimalisasi perawatan smoke, flame, dan heat detector dilakukan dengan membuat sebuah jadwal khusus dan mengikuti jadwal perawatan tersebut yang dibuktikan dengan hasil wawancara dimana menurut Mualim 3, jadwal perawatan dibuat dengan cara membagi total jumlah detektor di atas kapal dengan jangka waktu 6 bulan, jangka waktu ini diambil dengan pertimbangan pekerjaan Mualim 3 di perusahaan POS SM yang lebih banyak dengan perusahaan lain. Terakhir, kendala yang dihadapi dalam melakukan optimalisasi perawatan smoke, flame dan heat detector di atas kapal MV. Pan Mutiara adalah jadwal kapal yang tidak menentu, kapal MV. Pan Mutiara adalah kapal tramper, artinya, waktu untuk melaksanakan perawatan hanya sedikit dan juga tidak tersedianya cadangan untuk alat pengetesan flame detector yang dapat menghambat proses perawatan detektor

    IDENTIFIKASI KERUSAKAN INERT GAS GENERATOR DI MT. PETROSAMUDRA

    Get PDF
    ABSTRAK Joel Ronan Hamonangan. 2024.“Identifikasi Kerusakan Inert gas generator di MT. Petrosamudra”. Skripsi Program Diploma IV, Progam Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr.Andy Wahyu hermanto, S.T.,M.T dan Pembimbing II: Kresno Yuntoro,S.ST,M.M Inert Gas Generator merupakan pesawat bantu yang penting dalam pengoprasian kapal saat melakukan proses bongkar muat.Inert Gas Generator berfungsi untuk menekan oksigen konten di dalam tangki muat kargo.kadar oksigen konten yang aman di dalam tangki muat kargo kurang dari lima persen, yang terjadi di MT. Petrosamudra kadar oksigen melebihi lima persen. Indikasi tersebut yang akan diteliti dengan tujuan penelitian untuk mengetahui faktor dan dampak kerusakan inert gas generator di MT.Petrosamudra. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan diagram Fishbone untuk memperoleh informasi mengenai kondisi tempat penelitian pada diagram kausal menggambarkan hubungan antara faktor penyebab dan dampaknya. Diagram faktor penyebab digunakan dalam statistik pengendalian proses untuk memvisualisasikan faktor-faktor penyebab dan akibat yang berasal dari berbagai elemen yang mengakibatkan masalah. Berdasarkan analisis diagram Fishbone, dapat diidentifikasi faktor yang menyebabkan masalah korosi pada burner cone di inert gas generatordi kapal MT. Petrosamudra. Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan inert gas generator di MT. Petrosamudra mencakup bocornya sea water spray, keterbatasan spare part, penggunaan material yang tidak sesuai requisition, kurangnya kegiatan pengecekan dan perawatan berkala pada Inert Gas Generator (IGG). Dampak kebocoran sea water spray, penundaan perbaikan yang memperburuk kerusakan, rendahnya efektivitas perlindungan akibat minimnya suku cadang, mudah rusak dan korosifnya burner cone, risiko keselamatan awak kapal, kegagalan sistem keamanan, dan ketidakstabilan oksigen konten dalam lingkungan kapal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terkait masalah ini dan mengidentifikasi solusi untuk meningkatkan efisiensi serta keselamatan operasional kapal

    KEBOCORAN SEATING EXHAUST VALVE NO.2 BERPENGARUH TERHADAP PENGOPRASIAN AUXILIARI ENGINE NO.1 DI MV. DIAN PROSPERITY

    Get PDF
    ABSTRAK REPI ANDILAH KUSWITO, 2024, 561911227276 T,“ Kebocoran Seating Exhaus Valve No.2 Berpengaruh Terhadap Pengoprasian Auxiliary Engine No.1 Di Kapal MV. Dian Prosperity”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : H. Rahyono, SP.1, M.M, M.Mar.E. Pembimbing II: Kristin Anita Indriyani, S.ST, M.M. Fresh water jacket cooling di peruntukan untuk mendinginkan komponen�komponen salah satunya cylinder head. Ketika dilakukan turning gear diesel generator secara, di temukan adanya air tawar di dalam ruang bakar yang keluar dari kran indikator dan diketahui adanya kebocoran seating exhaus valve pada cylinder head Maka dari itu peneliti menyusun penelitian dengan judul “ Kebocoran Seating Exhaus Valve No.2 Berpengaruh Terhadap Pengoprasian Auxiliary Engine No.1 Di Kapal MV. Dian Prosperity”. Peneliti menentukan ada tiga rumusan masalah dalam penelitian ini, yang pertama “Bagaimana kesalahan pemasangan O-ring menimbulkan kebocoran seating exhaus valve pada auxiliary engine?” yang kedua “Bagaimana kerusakan seating exhaus valve dapat menimbulkan kebocoran seating exhaus valve pada auxiliary engine?” dan yang ketiga “Bagaimana perawatan yang tidak sesuai manual book menimbulkan kebocoran seating exhaus valve pada auxiliary engine?” Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan SHEL. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasai, studi pustaka, dokumentasi, serta wawancara. Peneliti dapat memberi kesimpulan yang pertama, pemasangan O-ring yang keluar dapat menimbulkan kebocoran melalui celah pada pipa penghubung jacket cooling dan upaya yang dilakukan harus melakukan pemasangan ulang sesuai dengan manual book, yang kedua pemasangan seating valve yang miring dapat menyebabkan O-ring rusak dan upaya yang dilakukan dengan mengganti seating valve dengan yang baru, dan yang ketiga perawatan yang melewati batas akan membuat material rusak dan upaya yang harus dilakukan yaitu perawatan tepat waktu. Untuk itu saran yang dapat dilakukan yaitu melakukan perawatan dan perbaikan sesuai dengan manual book

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇