Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    ANALISIS KEGAGALAN START ENGINE PADA ENGINE LIFEBOAT DI MT.QUEEN PROTOCOL

    Get PDF
    ABSTRAKSI Erlando Andrianto, 2023, 561911227266.T, “Analisis Kegagalan Start Engine Pada Engine Lifeboat Di MT. QUEEN PROTOCOL ”, Skripsi Program Studi Teknika, Diploma IV Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Ali Muktar Sitompul Sitompul, M. T.,M.Mar.E dan Pembimbing II : Anicitus Agung Nugroho, S.Si.T.,M.Si. Lifeboat adalah suatu alat keselamatan yang berada di atas kapal yang mempunyai fungsi untuk tempat menyelamatkan diri seluruh awak kapal apabila terjadi kecelakaan di atas kapal. Lifeboat engine adalah komponen mesin yang digunakan untuk menjalankan skoci penolong dengan penyalaan kompresi diatur dengan sedemikian rupa sehingga lifeboat dapat bekerja dengan baik. Berdasarkan permasalahan dan kendala yang dialami peneliti sewaktu melaksanakan praktek laut selama kurang lebih 1 tahun di kapal MT.Queen Protokol tepatnya pada tanggal 05 Februari 2022. Di dapat pada kegiatan setiap 1 minggu sekali yaitu Saturday routine, kegiatan tersebut mengarah pada seluruh alarm, resque boat dan lifeboat. Setelah seluruh alarm dan resque boat telah dilakukan pengecekan, maka selanjutnya yaitu pengecekan pada lifeboat. Pada saat lifeboat hendak dilakukan pengecekan ternyata engine lifeboat tidak dapat di start. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan karena lifeboat harus dapat di start kapan saja dan dimana saja karena perannya sangat penting sebagai penolong dikeadaan darurat untuk para awak kapal dan penumpang kapal. Metode penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dan desain penelitian deskriptif. Sumber data penelitian yang diambil adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan riset lapangan yang meliputi pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi akar masalah atau penyebab utama suatu masalah. Teknik analisa data menggunakan Metode Root Cause Analysis (Analisis Akar Penyebab). Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penyebab dari kegagalan start engine lifeboat dikarenakan tidak adanya pengisian daya pada baterai lifeboat.Dari faktor penyebab tersebut mengakibatkan tidak dapatnya mesin pada lifeboat untuk di start serta penahanan masuk Pelabuhan . Upaya yang dilakukan untuk menangani kegagalan start engine lifeboat adalah dengan melakukan pengecessan (charge) pada baterai lifeboat, dan diantaranya adalah dengan melakukan perawatan yang sesuai prosedur tiap minggu atau Saturday Routine Test terhadap lifeboat dan melakukan perbaikan dan perawatan sesuai Plan Maintenance System yang sudah terjadwal

    ANALISA TERJADINYA BLOW BY PADA SCAVING AIR CYLINDER NOMOR 1 DI MV. VERIZON

    Get PDF
    ABSTRAK Hakim, Isna Lutfi Al. 561911237373. 2024. “Analisa terjadinya Blow By pada Scaving Air Cylinder Nomor. 1 di MV. Verizon”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Mustholiq M.M, M.Mar.E, Pembimbing II: Retno Hariyanti, S.Pd, M.M. Blow by Mesin diesel tipe 2 tak, umumnya memiliki beberapa kelemahan terkait konsumsi bahan bakar dan tingginya tingkat polusi yang dihasilkan. Salah satu penyebab utama adalah proses pergantian gas buang dari pembakaran dengan udara segar, yang dikenal sebagai scaving air. Dengan adanya penyebab kejadian tersebut, maka peneliti ingin mencari tahu mengenai faktor yang menyebabkan terjadinya blow by pada scaving air cylinder nomor1, dampak yang ditimbulkan blow by pada scaving air cylinder nomor1 dan upaya yang dilakukan untuk menangani blow by pada scaving air cylinder nomor 1. Untuk memperkecil lingkup penelitian peneliti hanya menggunakan satu subjek yaitu di MV Verizon sebagai subjek penelitian. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Fishbone dan menggunakan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Dengan metode ini peneliti dapat mengaitkan hasil dari data penelitian dan teori�teori yang ada sehingga peneliti dapat menghasilkan jawaban penelitian. Berdasarkan dari hasil penelitian mengenai terjadinya blow by pada scaving air cylinder nomor 1 di MV. Verizon adalah terdapat beberapa faktor penyebabnya antara lain Putusnya ring piston pada cylinder nomor 1, Kurangnya perawatan pada scaving air trunk, Keausan cylinder liner. Dampak yang disebabkan antara lain Cylinder liner aus, Terjadinya kerugian kompresi, Suhu scaving air panas, Ring piston aus. Upaya yang dilakukan dalam mengatasinya adalah mengganti ring piston dan cylinder liner dengan yang baru, Melakukan pengecekan dan perawatan pada scaving air, Pengecekan dan perawatan pada minyak lumas , Pengoptimalan pada sistem pelumas dan pendinginan ring piston

    RANCANG BANGUN BUNKERING OPERATION SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI PIP SEMARANG

    Get PDF
    ABSTRAK Mohammad Bagus Fitra Widhiarto, 2024, 561911237319.T, “Rancang Bangun Bunkering Operation Sebagai Media Pembelajaran Di PIP Semarang”, Skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Amad Narto, M.Pd, M.Mar.E, dan Pembimbing II : Kresno Yuntoro, S.ST, M.M. Bunkering adalah proses pengisian bahan bakar (biasanya minyak bakar) ke kapal, dan operasi ini memiliki banyak aspek teknis dan keselamatan yang perlu dipahami oleh para pelaku industri perkapalan. Penulisan tentang rancang bangun bunkering operation dapat mencakup aspek teknis, keamanan, efisiensi energy, dan inovasi dalam sistem pengisian bahan bakar kapal untuk meningkatkan industri pelayaran global. Rancang bangun bunkering operation adalah sebuah inovasi media pembelajaran berbasis prototype dengan bunkering operation sebagai topic pembahasan pelajaran. Penulis disini menggunakan metode RnD, penulis memulai membuat kerangka fikir untuk membuat rancang bangun bunkering operation, setelah itu penulis melakukan pembuatan desain, dan melakukan rancangan mekanik dan elektronik. Penulis juga melakukan tes alat mekanik maupun elektronik. Rancang bangun bunkering operation sebagai media pembelajaran menggabungkan prinsip-prinsip pembelajaran interaktif dengan pemahaman tentang operasi bunkering dalam industri perkapalan. Selanjutnya dilakukan uji validasi oleh validator ahli melalui kuisioner serta lembar validasi untuk dilakukan beberapa tahapan pengujian, sekaligus penyempurnaan produk. Setelah uji validasi dan dinyatakan layak, berikutnya tahapan akhir penulisan dengan pemaparan hasil penulisan kepada penguji. Model rancang bangun yang dibuat dapat dijadikan sebagai media pembelajaran oleh Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dalam belajar mengenai bunkering operation yang telah dibuat. Tempat penulisan saat melakukan praktek laut sehingga dapat dijadikan sebagai media pelajaran untuk mengenal bagaimana proses bunkering operation yang ada di kapal sebelum Taruna melaksanakan praktek laut di kapal

    ANALISIS KERJA LUBRICAN OIL COOLER PADA MAIN ENGINE DI KM. VERTIKA

    Get PDF
    ABSTRAK Ogie andriansah, 561911237323 T, 2024, “Analisis Kerja Lubrican Oil Cooler Pada Main Engine Di Km. Vertikal”, Program Diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I : H. MUSTHOLIQ, MM, M.Mar.E dan Pembimbing II : MOHAMMAD SAPTA HERIYAWAN, S.Kom., M.Si. Pelumasan c merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan mengingat bahwa bila sampai terjadi suatu kelambatan dalam pelumasan atau pelumasan yang tidak sempurna makan akan mengakibatkan kerusakan pada bagian-bagian yang bergesekkan, rendahnya tekanan minyak lumas merupakan salah satu faktor penyebab tidak sempurnanya pelumasan pada mesin. Guna pelumasan bagi kinerja mesin induk yaitu untuk mengurangi gesekan antar komponen mesin induk yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk me n g e t a h u i d a n menentukan penyebab dari menurunnya kinerja Lubricant Oil cooler pada main engine di KM. Vertikal, Untuk mengidentifikasi dampak dari menurunnya kinerja Lubricant Oil cooler pada main engine di KM. Vertikal, Untuk menemukan solusi yang dilakukan untuk meningkatkan kerjadari Lubricant Oil cooler main engine di KM. Vertikal. Penelitian ini dilaksanakan di KM. Vertikal, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif dengan Teknik SHEL. Adapun responden adalah KKM dan Masinis II, Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ada beberapa faktor yang menyebabkan kurang optimalnya lubrication oil cooler pada mesin induk yaitu faktor mesin meliputi kerusakan pada gasket, faktor manusia yaitu kurangnya pemahaman masinis tentang lo cooler, faktor metode pengoperasian dan perawatan yaitu ketidaksesuain dalam melaksanakan PMS (Plan Maintenance System) serta faktor lingkungan yaitu kotornya filter sea chest. Dampak yang terjadi adalah menurunnya kinerja operasional mesin induk, kinerja lo cooler menjadi tidak maksimal, meningkatnya suhu minyak lumas pada motor induk dan naiknya pressure jacket cooling

    PENANGGULANGAN TERJADINYA KECELAKAAN KERJA AWAK KAPAL BAGIAN MESIN DI MT. SERANG JAYA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Firdaus, Frida Arjuna El. 2024, 561911237333.T, “Penanggulangan Terjadinya Kecelakaan Kerja Awak Kapal Bagian Mesin Di MT. Serang Jaya”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Darul Prayogo, M.Pd. dan Pembimbing II : Irma Shinta Dewi, M.Pd. Keselamatan kerja adalah melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam melaksanakan tugasnya dengan melakukan upaya pengendalian terhadap segala bentuk potensi bahaya yang ada di lingkungan tempat kerjanya. Penulis mengamati keadaan di mana kecelakaan sering terjadi akibat adanya awak kapal bagian mesin yang teledor atau kesalahan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, untuk mendapatkan pemahaman mengenai dampak yang terjadi akibat kecelakaan, serta mengetahui upaya-upaya yang dilaksanakan dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja di kamar mesin. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi, teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SWOT yaitu teknik perencanaan strategis yang mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) pada suatu obyek penelitian. Hasil penelitian dari pembahasan masalah mengenai faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja di kamar mesin yaitu faktor manusia, faktor alat, serta kurangnya pengawasan. Dampak jika terjadi kecelakaan kerja di kamar mesin yaitu kerugian diri sendiri, kerugian bagi pihak perusahaan. Dan upaya untuk menegah terjadinya kecelakaan kerja di kamar mesin yaitu memberikan pengenalan dan pencegahan risiko bahaya pada saat kerja, menambah pengetahuan tentang keselamatan kerja, meningkatkan koordinasi antar kru, memberikan motivasi dan sanksi

    ANALISIS TERJADINYA OVERFLOW WATER MIST CATCHER PADA SISTEM EXHAUST GAS RECIRCULATION DI MT JS INEOS MARLIN

    Get PDF
    ABSTRAKSI Mahendra, Sevilla Zidan. NIT. 561911237343 T, 2024, “Analisis Terjadinya Overflow Water Mist Catcher Pada Exhaust Gas Recirculation Di MT. JS Ineos Marlin”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T,M.Mar., Pembimbing II: Ria Hermina Sari, SS., M.Sc Exhaust Gas Recirculation (EGR) adalah sistem yang mengalirkan kembali sejumlah kecil gas buang dari main engine ke dalam ruang bakar dengan sistem penyemprotan pada gas buang sebelum masuk keruang bakar untuk mengurangi kandungan zat berbahaya yang terkandung dalam gas buang. Gas buang dari main engine kapal mengandung berbagai zat berbahaya, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan. Dan peneliti mendapati adanya kesalahan dalam sistem Exhaust Gas Recirculation saat beroprasi, yaitu terjadinya overflow pada Water Mist Catcher (WMC). Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Root Cause Analysis (RCA). Pengujian keabsahaan data dengan menggunakan metode triangulasi serta melakukan penelitian menggunakan rumusan masalah, apakah faktor penyebab terjadinya overflow WMC pada EGR, apakah dampak terjadinya overflow WMC pada EGR, dan bagaimana upaya untuk mencegah overflow WMC pada EGR. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor penyebab overflow pada Water Mist Catcher (WMC) pada sistem EGR adalah tekanan pada circulation pump yang rendah yang disebabkan oleh mekanikal seal circulation pump yang rusak, dan impeller set circulation pump rusak, selain itu bocornya tube pada EGR intercooler yang disebabkan karena tube korosi dan terdapat keretakan pada beberapa tube. Dampak overflow di Water Mist catcher (WMC) pada sistem EGR adalah sistem EGR tidak beroperasi secara optimal, menurunnya kinerja main engine, pencemaran udara, meningkatnya volume sludge pada EGR sludge, dan kerusakan pada beberapa komponen sistem EGR

    FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TUBRUKAN ANTARA MV. CURUG MAS DENGAN DERMAGA MERAUKE SAAT OLAH GERAK SANDAR

    Get PDF
    ABSTRAKSI Gus Yusuf, 561911137180.N, 2023. “Faktor penyebab terjadinya benturan antara MV. Curug Mas dengan Demaga Merauke saat olah gerak sandar ”, Diploma IV, Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I : Capt. Suherman, M.Si., M.Mar, dan Pembimbing II : M. Choeroni, S.ST.Pel,M.T Tubrukan adalah terjadinya benturan atau sentuhan kapal satu dengan kapal lainya atau dengan dermaga. Adanya insiden tubrukan antara MV. Curug Mas dengan Dermaga Merauke akan mempengaruhi proses bongkar muat barang yang menjadi terhambat dan mengakibatkan kerugian karena adanya kerusakan yang terjadi, untuk itu perlu mencari faktor penyebab dan cara untuk mencegah insiden benturan antara kapal dengan dermaga saat proses olah gerak sandar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya benturan antar MV. Curug Mas dengan Dermaga Merauke saat olah gerak sandar dan upaya untuk mecegah terjadinya benturan antara kapal dengan dermaga saat olah gerak sandar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis data shel dan diagram fishbone. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode pengumpulan data yang dilakukan dari berbagai kegiatan diataranya melakukan pengamatan secara langsung saat proses olah gerak kapal sandar, hasil wawancara dengan Nahkoda, dan Masinis dua, mengumpulkan hasil dokumentasi, dan membaca beberapa buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk menguji keabsahan data, peneliti kemudian melakukan metode triangulasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, penyebab terjadinya tubrukan antara MV. Curug Mas dengan Dermaga Merauke adalah terjadinya kerusakan telegraph sehingga pembacaan telegraph berbeda antar anjungan dengan kamar mesin. Upaya yang dilakukan untuk mecegah terjadinya tubrukan dengan dermaga saat proses olah gerak sandar adalah dengan melakukan perawatan pada telegraph dan melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan pada telegraph

    Analisis Insiden Tabrakan MT. B. Atlantic dan MT. Althea saat Melakukan Ship-to-Ship Transfer di Nouadhibou

    No full text
    Abstrak - Dalam pengalaman penulis saat praktek laut di MT. B. Atlantic yang yang mendistribusikan bahan bakar minyak dengan cara ship to ship (STS). Saat akan melaksanakan STS di Nouadhibou pada tanggal 08 mei 2023 kapal mengalami tubrukan. MT. B. Atlantic sebagai kapal yang berolah gerak untuk sandar menabrak MT. ALTHEA pada bagian buritan kanan. Metode penelitian digunakan adalah kualitatif. Dalam pengumpulan data, Penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi secara langsung. Data yang diperoleh di analisis dengan : Reduksi data, Penyajian data, menarik Kesimpulan. Hasil Penelitian penulis menunjukkan bahwa terjadinya disebabkan : Kurangnya kesiagaan kru dalam menghadapi cuaca buruk, Pelaksanaan standar operasional prosedur recommended maneuvering approach yang belum terlaksana dengan maksimal. Tubrukan berdampak terlambatnya bongkar muat, lambung kiri penyok, railing patah, crew mengalami kelelahan dan stress psikologi. Tindakan mencegah tubrukan saat akan STS adalah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang disepakati yaitu recommended maneuvering approach dengan maksimal, safety meeting

    ANALISIS KEBOCORAN ECONOMIZER SIDE PADA COMPOSITE BOILER DI MT. GAMKONORA

    Get PDF
    ABSTRAKSI NIYAN DANEAL S, 2024, 02361250005 T, “Analisis Kebocoran Economizer Side Pada Composite Boiler Di MT. Gamkonora”, Skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T., M.T dan Pembimbing II: Imam Safi’I, S.Si.T., M.S Economizer di composite boiler adalah suatu pesawat bantu di atas kapal yang berfungsi untuk memproduksi uap panas dengan tekanan lebih dari 1 bar atau 1 atmosfir yang digunakan untuk media pemanas air ketel, minyak lumas dan akomodasi lainnya di atas kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kebocoran pada economizer side di composite boiler, dampak dari faktor penyebab kebocoran pada economizer side di composite boiler type dan upaya yang dilakukan untuk mencegah faktor penyebab kebocoran pada economizer side di composite boiler MT.Gamkonora. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode SHELL untuk mempermudah dalam teknik analisis data. Penulis juga menggunakan metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara untuk memperkuat dalam analisis data. Berdasarkan hasil penelitian penulis, faktor penyebab utama terjadinya kebocoran economizer side pada composite boiler di MT. Gamkonora adalah keadaan air yang keruh/kotor, tingginya kandungan chloride/klorida, rendahnya nilai pH air economizer boiler sehingga mengakibatkan adanya kerak/scale yang menumpuk di economizer boiler. Faktor kedua adalah reaksi udara yang mengandung oksigen yang mengakibatkan terjadi korosi pada economizer boiler, lamanya usia pipa economizer dan tekanan uap berlebih dengan suhu tinggi. Dampak yang ditimbulkan adalah endapan kotoran pada economizer, lemahnya konstruksi economizer boiler akibat adanya pressure stress bersuhu tinggi. Untuk mencegah kebocoran economizer upaya yang harus dilakukan adalah dengan penggantian cascade filter, pemberian BWT (Boiler Water Treatment), Chemical treatment dan melakukan blowdown sesuai jadwal, dan memperhatikan pengoperasian dan tekanan uap kerja pada economizer boiler

    SIDANG TERBUKA GURU BESAR - Dr. A. Agus Tjahjono, M.M., M.Mar.E

    No full text

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇