Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    PELAKSANAAN INSPEKSI TB BINTANG 2003 SEBELUM KEGIATAN OPERASIONAL BATU BARA DI PT. BORNEO INDOBARA

    Get PDF
    ABSTRAK Maulana, Daffa Farhan, 2024. “Pelaksanaan Inspeksi TB Bintang 2003 Sebelum Kegiatan Operasional Batu Bara di PT. Borneo Indobara”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Fajar Transelasi, S.Tr., M.A.P., Pembimbing II: Ria Hermina Sari, S.S., M.Sc. Pemeriksaan kapal dilakukan sebelum perjanjian sewa ditandatangani, untuk memenuhi SOP yang berlaku di PT. Borneo Indobara sebelum memulai operasional. PT. Borneo Indobara harus memperhatikan aspek aspek penting yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan, dan kedisiplinan awak kapal. Masalah yang muncul pada kapal milik PT. Dian Ciptamas Agung, yaitu TB Bintang 2003 yang bertugas dalam operasional batu bara, menjadi fokus penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses inspeksi TB Bintang 2003 sebelum operasi, termasuk hambatan yang dihadapi dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi kemudian data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses inspeksi TB Bintang 2003 sebelum operasional melibatkan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, pelaporan, dan penerbitan sertifikat on hire. Terdapat beberapa kendala, seperti belum diterbitkannya sertifikat on hire karena masih ada alat pelindung diri di kapal yang tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, alat emergency yang telah expired serta dokumen kapal yang sudah habis masa berlakunya dan perlu diperbarui. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut mencakup penggantian dan pemusnahan APD yang tidak sesuai SOP, penggantian alat emergency yang telah expired serta memperpanjangan masa berlaku dokumen kapal di instansi terkait

    ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA KEBOCORAN CARGO PIPE LINE DALAM RUANG POMPA SEBELUM MASUK GALANGAN DI KAPAL MT. PANDERMAN

    No full text
    Kebocoran adalah keadaan suatu benda dimana terjadi kerusakan berupa lubang atau celah kecil maupun besar yang dapat menyebabkan keluarnya zat yang melewati benda tersebut keluar, baik itu memiliki wujud cair, padat maupun gas. Peneliti melakukan analisis terhadap kebocoran di antara pipa cargo dan valve yang terjadi di ruang pompa kapal MT. Panderman pada saat kapal sebelum masuk galangan kapal dan berada di Anchorage Area di Tanung Uncang, Batam. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mencari tahu faktor-faktor penyebab terjadinya kebocoran di cargo pipe line di dalam ruang pompa pada kapal MT. Panderman. Metode penelitian yang digunakan dalam menyusun penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data peneliti menggunakan strategi analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Dalam pengujian keabsahan data penelitian menggunakan metode triangualasi. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa penyebab terjadinya kebocoran antara cargo pipe line dan valve yang berada di ruang pompa kapal yang dilakukan pada saat kapal melakukan sludge removal dan menjadi titik fokus penyebab yaitu saat melakukan pembukaan bypass valve antara pompa stripping dan pipa kargo, tekanan dari pompa stripping yang digunakan untuk menekan sludge dari LSWR dan SLC di cargo line No. 3 yang memperburuk keadaan gasket antara valve dan pipa cargo yang sudah mengalami keausan atau malfunction. Dampak yang ditimbulkan dari kebocoran tersebut adalah tumpahnya minyak ke dinding sampai ke dasar ruang pompa dalam jumlah banyak. Upaya yang dilakukan adalah pembersihan dilakukan secara total pada ruang pompa sesuai standard operational procedure (SOP), pembersihan meliputi penyedotan dari sludge yang menggenang serta penggunaan peralatan SOPEP, penggantian gasket yang sudah mengalami malfungsi dan pelaksanaan pressure test setelah perbaikan

    OPTIMALISASI PERAWATAN KOMPRESOR MESIN PENDINGIN UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS BAHAN MAKANAN DI MT. PAPANDAYAN

    No full text
    Abstrak - Kompresor mesin pendingin merupakan salah satu permesinan di kapal yang membantu berjalannya proses pendinginan provision room atau yang biasa dikenal ruang penyimpanan bahan makanan. Kompresor di dalam sistem mesin pendingin berfungsi untuk menghisap zat refrigerant dari sisi tekanan rendah dan menekannya menuju sisi tekanan tinggi. Kompresor merupakan jantung dari mesin pendingin ruang penyimpanan bahan makanan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui dan menganalisis factor-faktor penyebab turunnya kinerja kompresor mesin pendingin di MT. Papandayan. 2) untuk mengetahui dan menganalisis dampak yang terjadi jika tidak optimalnya kinerja kompresor mesin pendingin di MT. Papandayan. 3) untuk mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan dalam rangka mengatasi turunya kinerja kompresor mesin pendingin di MT. Papandayan. Metode peelitian yang digunakan dalam menyusun penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data penulis menggunakan strategi analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Dalam pengujian keabsahan data penelitian menggunakan metode triangualasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor penyebab turunya kinerja kompresor mesin pendingin disebabkan kerusakan ring piston dan lubrication oil yang kotor. Hal ini berdampak kinerja kompresor semakin menurun dan suhu ruang penyimpanan mengalami kenaikan, sehingga bahan makanan di dalamnya mengalami kerusakan. Upaya mengatasi turunnya kinerja kompresor mesin pendingin antara lain, dengan melakukan pergantian ring piston dan lubrication oil yang baru, selain dilakukan pergantian juga dilakukan perawatan berkala pada ring piston maupun lubrication oil. Perawatan tersebut meliputi pembersihan kerak ataupun kotoran pada ring piston, pembersihana suction filter lubrication oil, sehingga kompresor dapat bekerja dengan optimal dan terjaganya temperatur ruang penyimpanan

    ANALISIS TERJADINYA OVERLOAD PADA MOTOR LISTRIK FO PURIFIER DI MV. ARMADA PERMATA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Armando, Akbar Fikron. 2024. “Analisis terjadinya Overload pada motor listrik FO Purifier di MV. Armada Permata”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : F Pambudi Widiatmaka S.T., M.T., M.Mar.E., Pembimbing II : Retno Hariyanti S.Pd., M.M. FO Purifier merupakan salah satu mesin bantu yang berperan untuk memisahkan Fuel Oil dari air, lumpur dan kotoran. Dalam pengoperasian kapal, diperlukan sejumlah besar bahan bakar. Oleh karena itu, digunakan jenis bahan bakar yang ekonomis agar dapat mengurangi biaya operasional. Salah satu contoh jenis bahan bakar yang mencerminkan karak teristik ini adalah Heavy Fuel Oil (HFO). Fuel Oil tidak dapat digunakan secara langsung pada mesin kapal karena memiliki tingkat viskositas (kekentalan) yang tinggi dan masih mengandung endapan seperti lumpur, pasir, dan air. Endapan ini dapat menyebabkan penyumbatan pada lubang nozzle injector. Untuk menghindari hal tersebut, bahan bakar harus dibersihkan dengan memisahkan endapan berupa lumpur, pasir, dan air. Proses ini dilakukan dengan menggunakan perangkat Purifier/Selfjektor, yang sering disebut sebagai separator oleh para awak kapal. Kejadian yang penulis alami di kapal MV. Armada Permata selama pelayaran dari Surabaya menuju Jakarta mencakup insiden di mana arus listrik FO Purifier, awalnya berada pada tingkat normal sekitar 9 ampere, tiba-tiba meningkat menjadi 15 ampere dan cuaca buruk. Sehingga mengakibatkan motor listrik Overload. Dari latar belakang di atas penulis tertarik memilih judul Analisis Terjadinya Overload pada motor listrik FO Purifier di MV. Armada Permata. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam skripsi ini adalah teknik analisis Fishbone. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penulisan skripsi di antaranya adalah : Untuk mengetahui faktor terjadinya Overload pada motor listrik FO Purifier di MV. Armada Permata, untuk mengetahui dampak yang di timbulkan akibat dari terjadinya Overload pada motor listrik FO Purifier di MV. Armada Permata, untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya Overload pada motor listrik FO Purifier di MV. Armada Permata. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis di kapal dapat disimpulkan bahwa terjadinya Overload pada motor listrik FO Purifier disebabkan oleh adanya keausan pada Spiral Gear. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi ausnya Spiral Gear adalah penggantian Spiral Gear yang aus dengan yang baru

    Analisis Kerusakan Fuel Oil (FO) Booster Pump Terhadap Kinerja Mesin Induk di Kapal MV. Red Resource

    No full text
    Abstrak - Fuel Oil (FO) Booster Pump merupakan komponen vital dalam operasi mesin induk. Mesin induk merupakan jenis mesin yang mengandalkan sistem pembakaran sebagai sumber utama tenaganya Mesin tersebut beroperasi secara optimal ketika Fo booster pump berfungsi dengan baik. Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada FO booster pump mesin induk, untuk mengetahui cara mengoptimalkan kinerja dari mesin induk MV Red Resource serta untuk mengetahui upaya perbaikan FO booster pump untuk menjaga kerja mesin induk. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengolahan data fishbone diagram untuk menggambarkan dan menjelaskan objek yang diteliti. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui observasi, dan wawancara, fishbone diagram adalah sebuah teknik pengolahan data yang digunakan untuk meningkatkan kualitas. Diagram ini menunjukan hubungan antara sebab dan akibat dari suatu permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan FO booster pump pada mesin induk disebabkan oleh kerusakan mechanic seal dan ketidaksesuaian pengukuran packing, yang seharusnya memiliki ketebalan 1 mm tetapi digunakan 3 mm, mengakibatkan kebocoran. Kerusakan ini mempengaruhi sistem bahan bakar pada mesin induk dengan mengurangi suplai bahan bakar, menyebabkan tekanan gas buang tidak sama rata, yaitu 260 bar pada cylinder 1, 300 bar pada cylinder 3, 310 bar pada cylinder 2, 315 bar pada cylinder 4, 320 bar pada cylinder 5, dan 325 bar pada cylinder 6, yang seharusnya bertekanan 400 bar, serta mengakibatkan penurunan RPM dari 450 menjadi 350 RPM dan penurunan performa mesin induk. Upaya perbaikan meliputi perawatan rutin yang sistematis, penggantian mechanic seal sesuai spesifikasi pompa, serta penggantian packing dengan ketebalan yang tepat, yaitu 1 mm, dan melakukan perawatan rutin pada komponen lainnya setiap dua minggu sekali agar FO booster pump dapat berjalan dengan optimal

    ANALISIS PENANGANAN INSIDEN PENUMPANG TERJATUH DI KAPAL KM. LEUSER DI PERAIRAN LAUT BANDA

    No full text
    Abstrak - Kecelakaan laut sering terjadi dalam bentuk kebakaran, kebocoran, tubrukan, kandas, dan Man Overboard. International Maritime Organization (IMO) menekankan keselamatan, keamanan, efisiensi, dan kebersihan laut. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian yang diperoleh penulis berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi di KM. Leuser. Hasil penelitian mengenai pencegahan insiden Man Overboard di KM. Leuser menunjukkan bahwa kurangnya pengawasan terhadap penumpang dengan gangguan mental menjadi penyebab utama, disebabkan oleh kurangnya keterbukaan dari pihak penumpang dan kapal. Langkah-langkah pencegahan yang telah diambil meliputi pemasangan tanda peringatan bahaya, penayangan video safety induction, dan pelaksanaan drill rutin dengan melibatkan penumpang. Penulis menyarankan beberapa langkah untuk meningkatkan pencegahan Man Overboard di KM. Leuser, yang mencakup: peningkatan pengawasan kru kapal dengan pemasangan kamera pengawas; mengimbau penumpang agar mematuhi keselamatan dan tanda peringatan; pelaksanaan safety campaign dan drill yang melibatkan penumpang; optimalisasi peran satpam dengan patroli rutin dan pemantauan CCTV

    ANALISIS TERJADINYA KEGAGALAN START PADA MESIN DIESEL GENERATOR NO. 2 DI KAPAL MT. FALCON 19

    Get PDF
    ABSTRAKSI Rohy, Marcelino. NIT. 572011217611 T, 2024, “Analisis Terjadinya Kegaglan Start Pada Mesin Diesel Generator No. 2 Di Kapal MT. Falcon 19”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T., M.Mar.E., Pembimbing II: Mohammad Sapta H, S.Kom., M.Si. Motor diesel adalah mesin pembakaran dalam yang merubah energi panas menjadi energi mekanik, dimana energi panas diperoleh dari proses pembakaran dalam ruang bakar motor diesel melalui proses kompresi udara dan pengabutan bahan bakar diesel yang menggerakan torak selanjutnya memutar poros engkol. Di kapal MT. Falcon 19 terdapat 2 mesin diesel generator yang digunakan secara bergantian selama 2 hari sekali. Pada tanggal 6 April 2023 pukul 13.00 kapal sedang berlabuh di anchorage area pelabuhan Wayame Ambon saat akan dilakukan proses change over generator nomor 1 ke generator nomor 2 ternyata mesin diesel generator nomor 2 mengalami gagal start saat sudah dicoba berulang kali. Hal ini membuat udara di dalam tabung angin menjadi habis sehingga proses start mesin diesel generator dinyatakan gagal atau bermasalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab, dampak dari kegagalan start mesin diesel generator, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis) 5 why guna memperoleh hasil akar penyebab dari penelitian yang dilakukan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegagalan start mesin diesel generator disebabkan oleh keretakan pada exhaust manifold dan keretakan pada cylinder head mesin. Kegagalan start dapat berdampak pada kebocoran air pendingin pada exhaust manifold adalah menyebabkan terdapatnya air pada ruang bakar mesin. Sehingga tekanan kompresi menjadi rendah yang juga dapat menyebabkan rendahnya temperatur di dalam ruang bakar mesin. Dampak keretakkan pada cylinder head mesin menyebabkan terjadinya kebocoran pada jacket cooling cylinder head yang masuk dan memenuhi ruang bakar mesin, sehingga tekanan kompresi menjadi rendah dan menyebabkan temperatur pada ruang bakar mesin menjadi terlalu rendah. Upaya yang dapat dilakukan adalah penggantian exhaust manifold mesin dengan yang baru dan penggantian cylinder head mesin dengan hasil rekondisi

    PENERAPAN PENGENDALIAN SERTIFIKAT KAPAL OLEH PT SINARMAS LDA MARITIME DENGAN SISTEM ERP PADA MT PETRO OCEAN XIX

    No full text
    Abstrak - Proses pengendalian dokumen sertifikat kapal oleh PT Sinarmas LDA Maritime dilakukan menggunakan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis web. Namun dalam penggunaan sistem ERP terdapat kendala yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan dampak pengendalian sertifikat kapal berbasis web serta upaya yang dilakukan dalam penggunaan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) di PT Sinarmas LDA Maritime. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dari Miles dan Huberman. Terdapat empat tahapan untuk melakukan analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dampak pada penerapan pengendalian sertifikat kapal pada sistem ERP dapat berpengaruh pada produktivitas karyawan dan memperlambat proses bisnis di perusahaan dikarenakan ketergantungan pada koneksi internet dan kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologi yang menyebabkan kesulitan dalam penggunaan sistem Enterprise Resources Planning (ERP) terhadap karyawan yang lanjut usia. Tetapi terdapat dampak yang positif dengan penggunaan sistem ERP karena membantu perusahaan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja perusahaan. PT Sinarmas LDA Maritime terus meningkatkan upaya dalam perawatan jaringan koneksi internet dan meningkatkan pelatihan terhadap seluruh karyawan

    “ANALISIS PENANGANAN DEADFREIGHT PADA MV. PETRUS OLEH PT. INDO DHARMA TRANSPORTASI”

    Get PDF
    ABSTAKSI Maritime, Ameerul Rasyid. 2024 “Analisis Penanganan Deadfreight Pada MV. PETRUS Oleh PT Indo Dharma Transportasi”, Skripsi. Program Studi TALK, program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Okvita Wahyuni, S.ST., M.M. Pembimbing II: Didik Dwi Suharso, S.Si.T., M.Pd Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya deadfreight sehingga dapat dilakukan analisis berupa upaya penanganannya pada MV. PETRUS oleh PT Indo Dharma Transportasi. Berdasarkan fakta yang ditemukan bahwa Ship owner meminta pertanggungjawaban atas kekurangan muatan di MV. PETRUS Penelitian ini disusun untuk mengetahui bagaimana faktor penyebab terjadinya deadfreight bongkar muat di MV. PETRUS dan upaya penanganan guna meminimalisir terjadinya deadfreight pada proses pemuatan batu bara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dilakukannya observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan saat melaksanakan praktik di PT Indo Dharma Transportasi cabang Satui pada saat MV. PETRUS berlabuh di Muara Satui Anchorage. Teknik analisis data yaitu dengan dilakukannya pengumpulan data, difokuskan pada reduksi data, dan dilakukan penyajian data dengan dideskripsikan dalam bentuk kalimat deskriptif. Setelah dilakukan analisis, hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab dikeluarkan laporan deadfreight yaitu kurangnya koordinasi dan pengawasan saat bongkar muat, grab yang tidak tertutup dengan sempurna, dan cuaca buruk. Kemudian, upaya untuk mengurangi terjadinya deadfreight pada proses pemuatan batu bara yaitu dengan manajemen pengawasan yang efektif, dan memastikan koordinasi yang baik dengan pihak kapal ketika grab crane tidak tertutup rapat. Disimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya deadfreight dikarenakan kurangnya koordinasi dan pengawasan ketat pada proses bongkar muat, dan upaya yang dapat meminimalisir terjadinya deadfreight yaitu adanya manajemen pengawasan dan koordinasi yang efektif dengan pihak kapal. Untuk itu, perlu adanya peningkatan pada koordinasi dan pengawasan saat proses bongkar muat terjadi, serta pengecekan kondisi grab sebelum dilakukan bongkar muat

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇