Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    ANALISIS PENURUNAN TEKANAN KOMPRESI PADA KOMPRESOR UDARA DI MT. BINTANG FORTUNA

    No full text
    Abstraksi - Penelitian yang dilakukan mengenai penurunan tekanan kompresi pada kompresor udara berawal pada saat bekerja terjadi beberapa masalah pada kompresor udara yaitu adanya kebocoran pada katup isap dan tekan, adanya keausan pada ring piston dan juga kurangnya perawatan pada lube oil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini untuk mengetahui faktor, pengaruh dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi penurunan tekanan kompresi pada kompresor udara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) faktor yang menyebabkan penurunan tekanan kompresi pada kompresor udara adalah adanya kebocoran pada katup isap dan tekan, adanya keausan pada ring piston dan juga kurangnya perawatan pada lube oil.(2) pengaruh atau dampak yang terjadi adalah adanya kerusakan terhadap mesin, katup hisap dan katup tekan terbuka gesekan ring piston dengan dinding silinder (3) upaya yang dilakukan dengan membersihkan katup, melakukan pengukuran kelonggaran pada ring piston, dan melakukan pengecekan secara rutin terhadap kapasitas minyak lumas dan memeriksa tingkat kekentalan pada minyak lumas

    “ANALISIS PENYEBAB KERUSAKAN CYLINDER LINER PADA DIESEL GENERATOR DI MV. FRANCISCA”

    Get PDF
    ABSTRAKSI Sidabalok, Arga Parjoro. NIT. 572011217621 T, 2024, “Analisis Penyebab Kerusakan Cylinder Ciner pada Diesel Generator di MV. Francisca”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Andy Wahyu Hermanto, S. T., M. T., Pembimbing II: Ely Sulistiyowati, S.ST., M.M. Diesel Generator berfungsi untuk mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik. Tenaga listrik tersebut diperoleh melalui induksi elektromagnetik dimana rotor dapat bergerak melalui putaran crankshaft yang terjadi melalui proses pembakaran didalam cylinder liner yang melibatkan piston dan cylinder head. Ditemukan permasalahan pada ruang pembakaran mesin diesel generator no. 2 di kapal MV. Francisca yaitu cylinder liner no. 2 dan 5 mengalami kerusakan saat dioperasikan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja penyebab kerusakan cylinder liner pada diesel generator di MV. Francisca , untuk mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan dari kerusakan cylinder liner di MV. Francisca, dan untuk mengetahui bagaimana upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan cylinder liner pada diesel generator di MV. Francisca. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang berasal dari metode observasi, metode wawancara, dan penilaian kepustakaan. Informan dalam penelitian ini adalah chief engineer dan watch keeping engineer MV. Francisca. Teknik analisa data yang digunakan adalah metode fishbone. Faktor penyebab kerusakan cylinder liner pada diesel generator di MV. Francisca yaitu korosi pada cylinder liner, keretakan pada cylinder liner, kenaikan suhu pada fresh water cooler, dan metode perawatan yang pelaksanaanya dilakukan ketika terdapat masalah. Hal tersebut mengakibatkan tenaga yang dihasilkan dari mesin diesel kurang maksimal akibat pembakaran yang tidak sempurna, merusak viscosity minyak lumas, hubungan antar crew engine ketika bekerja, dan spare part yang tidak tersedia. Upaya yang dilakukan adalah tes kualitas air pada fresh water cooler, komunikasi yang baik antar crew engine, penggunaan metode perawatan dengan yang lebih teratur, dan pembuatan tempat penyimpanan chemical yang lebih layak pakai

    ANALISIS PROSES PEMUATAN LPG MIX PADA MT GAS INDONESIA II

    Get PDF
    ABSTRAKSI Ariyanto, Favian R. 2024. “Analisis Proses Pemuatan Lpg Mix Pada Mt Gas Indonesia II”, Skripsi. Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Anugrah Nur Prasetyo., M.Si. Pembimbing II: Imam Safi’i, S.Si.T.,M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemuatan LPG mix pada kapal tanker MT Gas Indonesia II guna memastikan efisiensi operasional dan keselamatan kerja. Pemuatan LPG merupakan proses krusial dalam distribusi gas cair yang memerlukan pengawasan ketat terhadap parameter teknis dan prosedur keselamatan. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis terhadap data operasional, prosedur pemuatan, serta evaluasi potensi risiko yang terjadi selama proses pemuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor utama seperti tekanan dan suhu tangki, kecepatan aliran gas, serta koordinasi antara pihak terminal dan kapal sangat mempengaruhi kelancaran pemuatan. Selain itu, penerapan standar keselamatan internasional dan pemenuhan SOP (Standard Operating Procedure) merupakan aspek penting untuk mengurangi risiko terjadinya kebocoran atau kecelakaan kerja. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala teknis dan operasional yang dapat dioptimalkan melalui peningkatan sistem monitoring dan pelatihan awak kapal. Dengan adanya analisis ini, diharapkan proses pemuatan LPG mix di kapal MT Gas Indonesia II dapat berjalan lebih efektif dan aman, sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan terhadap aspek operasional yang ditemukan

    ANALISIS KETIADAAN DETEKSI KAPAL MT. LIN JING DI KAPAL MT. NUSA MERDEKA PADA SAAT VOY 001/L/2023 DI LAUT CHINA SELATAN

    Get PDF
    ABSTRAKSI Efendi, Romi. NIT. 572011137865 N, 2024, ”Analisis Ketiadaan Deteksi Kapal MT. Lin Jing di Kapal MT. Nusa Merdeka Pada Saat Voy 001/L/2023 di Laut China Selatan”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Wahju Wibowo, S.Sos., M.Psi., M.Mar Pembimbing II : Fitri Zuhriyah, S.Psi., M.Sc. Radar merupakan salah satu alat navigasi terpenting di atas kapal untuk mendeteksi benda-benda di sekitar kapal dan memudahkan officer di atas kapal untuk mengetahui kapal-kapal lain yang mendekat dan benda-benda di sekitar kapal pada saat cuaca di sekitar kapal sedang tidak mendukung atau berkabut untuk menghindari kejadian tubrukan ataupun marabahaya lain yang dapat menyebabkan kapal rusak dan membahayakan semua kru di atas kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab radar kapal yang tidak bekerja secara optimal untuk mendeteksi benda-benda di sekitar kapal. Jenis metode penelitian yang digunakan peneliti dalam menyusun penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang peneliti lakukan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperkuat dalam menganalisa data. Hasil pembahasan penelitian ini adalah tidak sesuainya hasil akhir dengan rencana muat yang telah ditetapkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa yang menjadi penyebab ketiadaan deteksi kapal MT. Lin Jing di kapal MT. Nusa Merdeka adalah kurangnya perawatan terhadap radar di kapal MT. Nusa Merdeka yang mengakibatkan kurang optimalnya radar untuk mendeteksi kapal dan benda-benda di sekitar kapal. Upaya yang dilakukan untuk mencegah kurangnya kinerja radar di kapal yaitu rutin melakukan perawatan dan pergantian magnetron radar kapal sesuai dengan manual book yang ada

    BONGKAR MUATAN FAME (FATTY ACID METHYL ESTER) PADA SAAT SHIP TO SHIP DI KAPAL MT. GEBANG

    No full text
    Abstraksi – Kegiatan bongkar muatan pada saat ship to ship adalah kegiatan kapal untuk membongkar atau memuat dimana kedua kapal diposisikan berdekatan bersama-sama. Pelaksanaan bongkar muatan pada saat ship to ship seringkali ditemukan adanya kendala-kendala pada saat bongkar muatan ship to ship berlangsung. Maka dari itu untuk mengetahui upaya apa yang harus dilakukan agar proses bongkar muatan agar berjalan dengan lancar di kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pola deskriptif. Sumber data penelitian diperoleh melalui data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data didapat melalui observasi, wawancara dengan narasumber terkait, dan dokumentasi yang telah dikumpulkan peneliti selama melaksanakan praktik laut di MT. Gebang. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode dari Miles dan Hubberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan, bahwa proses bongkar muatan pada saat ship to ship disebabkan oleh faktor manusia dimana kurang pemahaman, pengetahuan dan kesadaran dari para crew kapal. Kemudian disebabkan oleh yang kedua faktor alat kurangnya perawatan alat-alat bongkar muatan pada saat digunakan dan jarang sekali diadakan pengecekkan. Yang ketiga faktor prosedur pada saat kapal akan melaksanakan sandar ke kapal lain untuk melaksanakan ship to ship pemasangan fender pada kapal tidak sesuai standar. Yang terakhir disebakan oleh faktor alam karena cuaca buruk menghalangi jarak pandang bongkar muatan tidak efektif. Upaya yang dilakukan untuk mencegah bongkar muatan ship to ship di MT. Gebang adalah memberikan familiarization dan pelatihan kepada crew, melakukan perawatan terhadap alat-alat bongkar muat secara rutin, dan pemasangan fender pada kapal sesuai standar yang berlaku

    TINGGINYA TEKANAN FILTER BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM BERPENGARUH PADA PROSES BONGKAR MUAT DI MV. FEDERAL OAK

    Get PDF
    ABSTRAK Rinaldi, Deny, 2024, NIT: 561911237368 T, “Tingginya Tekanan Filter Ballast Water Treatment System Berpengaruh Pada Proses Bongkar Muat Di MV. Federal Oak”, Program Diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing l : Rahyono, SP.1,MM, M.Mar.E dan Pembimbing ll : Purwantono, S.Psi, M.Pd. Ballast water treatment systems (BWTS) merupakan sistem yang dirancang untuk mengelola atau membersihkan air ballast yang digunakan oleh kapal untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan selama pelayaran. Sistem ini diperlukan untuk mencegah transfer organisme laut berbahaya atau invasif yang dapat ada dalam air ballast, seperti bakteri, virus, plankton, larva ikan, dan spesies lainnya, yang dapat merugikan ekosistem laut di lokasi penerima. Beberapa teknologi yang digunakan dalam BWTS menggunakan pemfiltran, ultraviolet treatment, dan bahan kimia. Pada saat peneliti melakukan penelitian terjadi tingginya perbedaan tekanan yaitu 1.98 bar pada filter ballast water treatment system dan normalnya tekanan yaitu dibawah 1.5 bar. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi Pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SHEL. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor penyebab tingginya perbedaan tekanan filter ballast water treatment system berpengaruh pada proses bongkar muat di MV. Federal Oak adalah kotornya filter ballast water treatment system, adanya kerak di filter ballast water treatment system dan adanya lumpur di filter ballast water treatment system. Dampak kotornya filter ballast water trestment system adalah kotoran yang menumpuk pada filter dapat menyebabkan penyumbatan, menghambat aliran air ballast yang masuk ke dalam sistem sehingga menyebabkan tingginya perbedaan tekanan filter sehingga proses bongkar muatan terhenti. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi tingginya perbedaan tekanan adalah melakukan backflushing dan pembersihan filter ballast water treatment system, menggunakan chemical untuk pembersihan filter ballast water treatment system, melakukan back flushing sampai tekanannya normal

    ANALISIS KERUSAKAN CAMSHAFT PADA DIESEL GENERATOR DI KAPAL MV. KARTINI SAMUDRA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Putra, Thoriq Hanif Hidayat Anto. NIT. 561911237363 T, 2024, “Analisis Kerusakan Camshaft Pada Diesel Generator di Kapal MV. Kartini Samudra”. Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Didik Dwi Suharso, S.Si.T.M.Pd, Pembimbing II: Wahju Wibowo,S.Sos.,M.Psi.,M.Mar. Pada saat MV. Kartini Samudra melakukan anchorage di kalimantan untuk melakukan proses muat, terdengar suara tidak normal pada diesel generator no. 3, diambil tindakan untuk melakukan pengecekan berkala pada camshaft diesel generator no. 3, ditemukan kerusakan pada camshaft yang mengalami pengikisan, diputuskan untuk memindahkan beban kerja ke diesel generator ke no. 2 untuk melakukan pengecekan lebih lanjut camshaft diesel generator no. 3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan camshaft diesel generator, dampak yang terjadi, upaya yang harus dilakukan, menggunakan metode kualitatif dengan analisa studi kasus. Data hasil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi diperoleh berupa perbandingan gas buang secara visual, temprature jacket cooling, dan diolah dengan teknik triangulasi. Data tersebut dianalisis menggunakan metode fishbone dan 5w. Hasil dari penelitian, kerusakan camshaft pada diesel generator adalah kondisi celah katup yang sudah melebihi 1,5mm, minyak lumas terdapat banyak gram besi dan sudah melebihi running hours. gas buang hitam pekat, jacket cooling 55℃ kurang dari 70℃. berdampak pada kerusakan di camshaft diesel generator, upaya yang dilakukan untuk mencegah kerusakan adalah melakukan pengecekan dan penyetelan katup antara 0,6mm-1,0mm, dan penggantian oli sesuai dengan planned maintenance system

    Identifikasi Putusnya Mooring Line MV. Manalagi Prita Saat Melakukan Sandar di Pelabuhan PLTU Tanjung Jati Jepara

    No full text
    Abstrak - Berdasarkan adanya tragedi putusnya mooring line maka dapat menyebabkan beberapa kerugian seperti terkenanya mooring line kepada crew sehingga menyebabkan kecelakaan kerja dan menghambat proses bongkar muat dikarenakan kapal tidak dapat sandar. Pada putusnya breast line juga memiliki penyebab yang dapat membuat breast line putus. Setelah mengetahui apa saja penyebabnya maka peneliti dapat melakukan pencegahan agar tidak terjadinya kembali putusnya breast line. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pola deskrptif. Sumber data berasal dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Obeservasi peneliti akan lebih fokus terhadap kondisi mooring line, jenis mooring line yang digunakan dan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya putusnya breast line. Kemudian ditinjau juga dengan wawancara para narasumber dan saksi kejadian putusnya breast line. Dokumentasi adalah data sekunder dokumentasi adalah data yang sangat kuat untuk digunakan sebagai bukti dan alat pembantu menjawab pertanyaan peneliti. Faktor internal adalah kondisi mooring line dan juga kurang optimalnya komunikasi crew kapal disaat proses sandar. Faktor eksternal adalah cuaca buruk, ombak yang tinggi serta arus dan angin yang kencang, Kemudian bantuan dari tugboat yang tidak optimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya putusnya breast line disaat proses sandar jika tidak memungkinkan untuk melakukan pergantian pada mooring line dapat melakukan pergantian posisi mooring line pada ujung mooring line menjadi pangkal mooring line; adanya cuaca yang tidak mendukung maka dapat dicegah dengan melakukan penundaan sandar dan juga agar tugboat dapat membantu dengan optimal, maka dapat memberikan tugboat ataupun fender yang sesuai dengan kebutuhan setiap kapal

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇