Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    ANALISIS TERJADINYA PENURUNAN DAYA LISTRIK PADA GENERATOR SELAMA PENGOPERASIAN CRANE DALAM KEGIATAN BONGKAR MUAT (STUDI KASUS DI ATAS KAPAL MV ORIENTAL SILVER)

    Get PDF
    ABSTRAKSI Wildhan, Al Fikri Tri Pramdiko 561911237344 T, 2024, “Analisis Terjadinya Penurunan Daya Listrik Pada Generator Selama Pengoperasian Crane Dalam Kegiatan Bongkar Muat (Studi Kasus Di Atas Kapal MV.Oriental Silver)”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Didik Dwi Suharso, S. Si.T.,M.Pd. Pembimbing II : Mohammad Sapta Heriyawan, S.Kom, M.Si Saat kapal MV. Oriental Silver beroperasi di wilayah Indonesia timur, kapal sering menggunakan crane kapal untuk kegiatan bongkar muat, hal tersebut dikarenakan Pelabuhan di papua belum banyak yang menggunakan crane darat, penggunaan crane kapal tidak didukung dengan performa generator, penurunan performa ini diakibatkan kinerja dari diesel generator, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor, dampak, serta upaya apa yang dilakukan saat terjadi penurunan daya listrik pada generator. Metode penelitian yang digunakan peneliti ini melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul akan dianalis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fishbone analysis dan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan overload merupakan penyebab kegagalan daya listrik pada generator, komponen banyak mengalami keausan yaitu, piston, ring piston, dan liner sehingga dikatakan kurang perawatan, penggunaan 2 crane sekaligus dengan daya 850-900 KW, suplai generator yang tidak mencukupi dengan daya 700 KW, dampak terhadap operasional kapal berakibat berhentinya bongkar muat menggunakan ship crane, bertambahnya biaya untuk opersional bongkar muat, tertundanya kegiatan bongkar muat akibat crane tidak bisa di swing, dan perawatan yang telah dilakukan adalah melakukan running test, pembersihan filter bahan bakar yang kotor, pembagian jam kerja diesel generator, pengecekan sistem pelumasan, peneliti menyarankan perawatan sesuai PMS, melakukan pemeriksaan dan pengecekan sesuai dengan mannual book dan SOP di kapal

    Lambatnya Proses Hatch Cover Type Folding Terhadap Bongkar Muat Pada Kapal MV DK 02

    No full text
    Abstrak - Pada saat kapal MV. DK 02 akan melaksanakan proses muat di Balikpapan Terminal Coal hatch cover pada nomor 4 sulit untuk dibuka. setelah melakukan perbaikan dan menyebabkan penundaan muat pada palka tersebut, Sehingga dilakukan membuka hatch cover secara manual supaya proses muat tidak tertunda lebih lama. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pola deskriptif. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada observasi, penulis berfokus terhadap faktor penyebab terjadinya hatch cover lambat saat dibuka. Kemudian ditinjau dengan wawancara terhadap narasumber yang bertanggung jawab hal tersebut. Dokumentasi digunakan untuk barang bukti penulis dan alat bantu untuk menjawab pernyataan yang di tulis oleh peneliti. Faktor teknis meliputi dari sumber daya manusia pada kapal yang merujuk pada peran dan elemen manusia yang terlibat di atas kapal atau yang bertanggung jawab pada proses controlling servicing and evaluating dalam penggunaan hatch cover. Faktor mekanis dalam penyebab terkendalanya meliputi komponen pendukung kapal yaitu kondisi peralatan pada kapal yang menjadi kendala permasalahan dalam penelitian dan dari pihak Perusahaan apabila terjadi kendala. Upaya yang dilakukan dengan melakukan pengecekan oil hydraulic secara berkala dan melakukan pembersihan filter pompa hatch cover. Serta mengganti o’ring control valve yang sudah rusak serta mengganti mengganti coupling penghubung pompa dengan elektronik motor supaya pompa dapat bekerja secara maksimal

    PERSEPSI DIKLAT KETERAMPILAN DAN PEMAHAMAN ISM CODE TERHADAP KESELAMATAN DI ATAS KAPAL

    Get PDF
    ABSTRAKSI Rahmana, Hendy Wahyu, 2024, NIT: 572011117744.N, “Persepsi Diklat Keterampilan dan Pemahaman ISM Code Terhadap Keselamatan di Atas Kapal“, Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Moh. Zaenal Arifin., S.Si.T., M.M., M.Mar, Pembimbing II: Dr. Darul Prayogo, M.Pd. Keselamatan di lingkungan maritim merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan. Diklat keterampilan dan pemahaman ISM Code menjadi penting untuk memastikan implementasi yang efektif dan kepatuhan terhadap standar keselamatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, peneliti melakukan penelitian di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang kepada taruna-taruni program studi nautika dan teknika semester 7 dan 8 karena pernah melaksanakan praktik laut dan memiliki sertifikat keterampilan dan memahami ISM Code. Peniliti menggunakan aplikasi SPSS versi 26 dengan teknik analisis regresei linier berganda. Dengan hubungan variabel ganda dengan dua variabel independen (X1 dan X2) dan satu variabel dependen (Y). Tujuan penelitian: a) untuk melihat apakah diklat keterampilan dan ISM Code berpengaruh terhadap keselamatan, b) untuk mengukur seberapa besar diklat keterampilan dan pemahaman ISM Code terhadap keselamatan, c) untuk mengukur faktor dominan diklat keterampilan dan pemahaman ISM Code terhadap keselamatan kemudian memberikan solusi dan perbaikan.Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda maka dapat disimpulkan bahwa koefisien variabel X1 terhadap Y berpengaruh secara signifikan dan positif sebesar 56,8% dan koefisien variabel X2 terhadap Y berpengaruh secara positif dan signifikan sebesar 61,9%. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi nilai adjusted R Square sebesar 0,837. Hal ini menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh variabel (X1) dan (X2) terhadap variabel (Y) adalah sebesar 83,7% sisanya sebesar 16,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan linear positif yang moderat antar variabel independen dan dependen

    TERKIKISNYA CRANK PIN BEARING BERPENGARUH TERHADAP PENGOPERASIAN DIESEL GENERATOR NO. 1 MV. JML ABADI

    Get PDF
    ABSTRAKSI Hermanto,Jodi 2024” Terkikisnya Crank pin bearing Berpengaruh Terhadap Pengoperasian Diesel Generator No. 1 MV. Jml Abadi”Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi,Teknika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:, H. Rahyono, SP.1., M.M., M.Mar.E Pembimbing II : Imam Safi’i S.Si.T., M.Si Diesel generator adalah perangkat pendukung listrik kapal, menyediakan daya untuk peralatan mesin, pencahayaan, sistem komunikasi, navigasi, AC, dan lainnya. Saat praktek laut di MV.Jml Abadi, terjadi kerusakan pada Crank pin bearing, mempengaruhi kinerja generator. Perawatan preventif, termasuk pemantauan tekanan minyak dan jam operasional bearing, sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Dalam latar belakang, masalah teridentifikasi termasuk kerusakan Crank pin bearing, jam operasional berlebih, dan perawatan rutin yang tidak terjadwal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis SWOT dan SHELL untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi masalah tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terkikisnya Crank pin bearing pada diesel generator No.1 di MV.Jml Abadi disebabkan oleh penurunan tekanan minyak lumas akibat keterlambatan penggantian bearing, putaran mesin terlalu tinggi, dan lube oil filter yang kotor. Pencegahan melibatkan pemantauan, perawatan rutin, penggantian tepat waktu, dan pelatihan operator. Penelitian ini secara mendalam mengenai terkikisnya Crank pin bearing di MV.Jml Abadi, menekankan dampaknya terhadap kinerja mesin. Identifikasi faktor penyebab seperti penurunan tekanan minyak, putaran mesin tinggi, dan lube oil filter kotor menjadi landasan untuk upaya pencegahan, termasuk perawatan rutin dan pelatihan operator

    UPAYA PENANGGULANGAN KEBOCORAN CARGO PIPE DALAM TANGKI SLOP KANAN DI KAPAL MT. SERANG JAYA

    Get PDF
    ABSTRAK Askiya, Giswa Bitarae Arsy. 2024.“Upaya Penanggulangan Kebocoran Cargo Pipe Dalam Tanki Slop Kanan Di Kapal MT. Serang Jaya”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Capt. Samsul Huda, M.M., M.Mar., Pembimbing II: Retno Harianti, S.Pd., M.M. Cargo Pipe adalah jalur pipa muatan yang digunakan untuk menyalurkan muatan ke manifold. Pada tanggal 10 April 2023 kapal MT. Serang Jaya Selesai melakukan pembuangan got kamar mesin ke tanki slop kanan kapal dan dilakukan pengukuran muatan di dalam tangki slop tersebut oleh pihak kapal. Loading Master dan Surveyor menemukan adanya minyak B35 pada tangki slop kanan yang sebelum adanya pembuangan got volume slop masih kecil dan setelah pembuangan volumenya bertambah sangat signifikan, minyak berasal dari kebocoran cargo pipe di dalam tangki slop kanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor penyebab kebocoran cargo pipe dalam tangki slop kanan di kapal MT Serang Jaya serta untuk mengetahui cara menanggulangi kebocoran cargo pipe di dalam tangki slop kanan kapal MT Serang Jaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Obyek dan tempat penelitian dalam skripsi ini adalah pipa kargo di dalam tangki slop kanan kapal MT Serang Jaya. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi.Teknik analisis data dengan metode triangulasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor utama penyebab kebocoran cargo pipe di dalam tangki slop kanan di kapal MT Serang Jaya adalah kurangnya perawatan rutin pada pipa kargo di dalam tangki slop kanan, usia pipa kargo yang sudah tua sehingga timbul karat yang membuat ketahanan berkurang dan tidak dilakukanya sounding rutin pada tangki slop setiap akan melaksanakan bongkar muat. Upaya menanggulangi kebocoran cargo pipe di dalam tangki slop kanan kapal MT Serang Jaya adalah dengan cara melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, menambal sementara pipa yang bocor dan menggantinya dengan pipa baru saat kapal melaksanakan dry docking

    Bongkar Muatan Crude Oil (Studi Kasus di MT. Seaborne Petro)

    No full text
    Abstract: Indonesia memiliki sejumlah kilang penghasil crude oil yang tersebar di berbagai wilayah perairan Nusantara, salah satunya Dumai crude oil. Dumai crude oil digolongkan sebagai heavy crude oil karena memiliki tingkat kekentalan yang tinggi sehingga membutuhkan penanganan khusus agar proses bongkar tidak mengalami keterlambatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya keterlambatan dan upaya pencegahan terjadinya pembekuan Dumai crude oil, yang disebabkan oleh adanya peristiwa keterlambatan pada proses bongkar Dumai crude oil. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dimana data yang telah dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi, serta penyajian data. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terjadi keterlambatan proses bongkar Dumai crude oil di Kapal MT. Seaborne Petro yang diakibatkan oleh adanya pembekuan Dumai crude oil, dimana terjadi kerusakan boiler sehingga pipa heating mengalami pengeroposan yang dapat mengganggu pendistribusian uap panas guna mengencerkan Dumai crude oil, serta pipa hidrolik yang mengalami kebocoran. Untuk mengatasi agar Dumai crude oil tidak mengalami pembekuan yang berujung pada keterlambatan proses bongkar maka yang perlu dilakukan yaitu pemeliharaan komponen boiler hal ini karena mesin boiler memiliki peran vital dalam mengatasi pembekuan Dumai crude oil, selain itu perlu dilakukan pelapisan anti karat pada pipa heating karena pipa yang keropos menyebabkan pendistribusian uap tidak maksimal, penggunaan hydraulic oil cooler untuk mencegah kebocoran pipa hidrolik, dan perawatan dan pemeliharaan boiler secara berkala

    PENANGANAN PETI KEMAS IMPOR DI PT GRATING FORTUNE LOGISTIK

    No full text
    Abstraksi - Depo adalah tempat peti kemas yang akan dimasukkan ke dalam kapal atau telah dibongkar dari kapal. Penumpukan peti kemas di depo (tier) dapat dilakukan antara dua sampai lima tingkat. Pada saat peti kemas masuk depo setelah dipergunakan untuk kegiatan impor seringkali terjadi kerusakan yang memerlukan perhatian serius. Masalah ini mengakibatkan peti kemas harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum digunakan kembali, perbaikan peti kemas membutuhkan waktu dan biaya. Surveyor peti kemas memiliki peran penting dalam mengamati dan mengevaluasi setiap tingkat kerusakan yang terjadi pada peti kemas. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan proses penanganan peti kemas impor dan mengetahui upaya yang dilakukan agar peti kemas impor siap digunakan kembali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan dengan cara triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan peti kemas impor di depo PT Greating Fortune Logistik pada alur masuk peti kemas impor di depo PT Greating Fortune logisik yaitu kedatangan peti kemas impor di depo, proses input data, proses survei peti kemas impor di depo, proses pencucian peti kemas impor, dan peletakan peti kemas impor. Pada saat alur keluar peti kemas impor di depo PT Greating Fortune logisik yaitu pemuatan input data dari pihak pelayaran, pembayaran lift on, dan survei peti kemas impor di depo. Upaya yang dilakukan peti kemas impor mengalami kerusakan agar siap digunakan kembali yaitu pemuatan dokumen repaired, pembayaran biaya dan proses perbaikan, pembersihan peti kemas, pembaruan dokumen peti kemas, dan peti kemas impor siap digunakan kembali. Untuk itu PT Greating Fortune Logistik sebaiknya lebih meningkatkan dalam pelayanan baik pada peti kemas impor, sistem serta melakukan maintenance peti kemas impor serta melakukan sosialisasi kepada staf pegawai untuk meningkatkan kinerja pada penanganan peti kemas impor

    ANALISIS KERUSAKAN EXPANSION VALVE PADA MESIN PENDINGIN REFRIGERATOR DI MT. GAS ONE

    Get PDF
    ABSTRAKSI Saputro, Ervin Bayu. NIT. 572011217602 T, 2024, ”Analisis Kerusakan Expansion Valve Pada Mesin Pendingin Refrigerator di MT. Gas One”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : H. MUSTHOLIQ, MM, M.Mar.E Pembimbing II : Anicitus Agung Nugroho, S.SiT. M.Si. Mesin pendingin refrigerator adalah suatu permesinan bantu yang bekerja untuk menghasilkan suhu yang digunakan sebagai pendingin pada bahan makanan, salah satu komponen pada mesin pendingin yaitu expansion valve, yang berfungsi untuk mengubah cairan pendingin menjadi gas pendingin melalui proses penguapan. Mesin pendingin ini memiliki peranan yang cukup penting yaitu untuk mengawetkan bahan makanan supaya kualitas bahan makanan tetap terjaga dan bertahan lama. Jenis metode penelitian yang digunakan peneliti dalam menyusun skripsi ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan SHEL untuk mempermudah dalam teknik analisa data. Metode pengumpulan data yang peneliti lakukan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperkuat dalam menganalisa data. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan expansion valve pada mesin pendingin refrigerator, dampak yang dapat ditimbulkan dari kerusakan expansion valve pada mesin pendingin refrigerator, dan upaya yang dilakukan untuk menangani kerusakan expansion valve pada mesin pendingin refrigerator di MT. Gas One. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kerusakan expansion valve pada mesin pendingin refrigerator di MT. Gas One adalah sistem perawatan dan perbaikan yang belum optimal sesuai dengan planned maintenance system (PMS) dan instruction manual book, running hours yang sudah melampaui jam kerja. Dampak yang ditimbulkan adalah kerusakan yang terjadi pada expansion valve secara mendadak, terjadinya kenaikan suhu pada refrigerated chamber. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan perawatan dan perbaikan sesuai dengan planned maintenance system (PMS) dan instruction manual book, melakukan pergantian expansion valve dengan yang baru

    OPTIMALISASI PERAWATAN SEATING & SPINDLE EXHAUST VALVE MAIN ENGINE PADA MV. LUMOSO PRATAMA

    Get PDF
    ABSTRAK Nurhidayat, Wahyu K. 2024. “Optimalisasi Perawatan Seating & Spindle Exhaust Valve Main Engine Pada Mv. Lumoso Pratama”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Mustholiq, M.M, M.Mar.E., Pembimbing II Riyadini Utari, M.Si. Main engine adalah permesinan induk diatas kapal yang menjadi penggerak tenaga utama guna menggerakan kapal yang harus diperhatikan kinerja dan perawatannya. Exhaust valve sebagai komponen mesin yang memiliki fungsi sebagai media keluarnya gas buang sisa pembakaran bahan bakar atau exhaust gas yang diteruskan menu cerobong atau ke exhaust gas economiser. Sebagai komponen utama dalam mesin induk yang harus dijaga performa dan melaksanakan perawatan yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Karena seating exhaust valve dan spindle exhaust valve komponen yang selalu bersentuhan, membuat kedua komponen ini memerlukan perawatan dan perhatian yang lebih agar dapat menunjang proses kerja mesin induk. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang diperoleh peneliti berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi serta didukung metode diagram fishbone dan SHEL untuk menganalisis faktor yang menyebabkan masalah pada rumusan masalah. Selanjutnya dianalisa sehingga menjadi sebuah temuan yang diberikan pemecahan masalahnya dan menjadi sebuah tulisan penelitian. Faktor penyebab kerusakan seating dan spindle exhaust valve terdapat berbagai indikasi yang ditemukan peneliti sesuai dengan unsur metode analisis fishbone dan SHEL yaitu faktor pemeliharaan atau pekerjaaan yang selalu ditunda tunda, sparepart yang tidak orisinil, pengukuran kelonggaran guide bushing, ring piston minyak silinder melebihi running hour, faktor udara kamar mesin, serta kesalahan dalam pemasangan dan upaya perawatan yang dilakukan pada seating dan spindle exhaust valve yaitu melaksanakan PMS yang sesuai pada manual book, menggunakan sparepart yang orisinil, pengukuran pada diameter guide bushing, check running hours ring piston minyak silinder, pemasangan filter udara kamar mesin serta komunikasi antar masinis agar tidak terjadi kesalahan dalam pemasangan komponen exhaust valve

    KEGAGALAN PENGOPERASIAN GRAB BUCKET DI MV. LUMOSO ALAM

    Get PDF
    ABSTRAKSI Zhefara, Daffa Muhammad. NIT. 572011217599 T, 2024, “Kegagalan Pengoperasian Grab Bucket Di MV. Lumoso Alam”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Dwi Prasetyo, M.M.,M. Mar. E, Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, M.Pd. Transportasi laut sangat penting dalam perdagangan dunia salah satu transportasinya adalah kapal curah. Kapal curah sendiri mengangkut berbagai muatan padat. Dalam pengoperasiannya yaitu saat proses bongkar muat kapal curah bergantung pada grab bucket untuk mengambil dan membokar muatan dari kapal ke dermaga atau sebaliknya. Grab bucket adalah pesawat bantu yang digunakan unuk mengambil dan membongkar muatan dari kapal ke dermaga. Karena MV. Lumoso Alam mengangkut batu bara dan nikel maka diperlukan grab bucket dengan kondisi baik dan maksimal. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Faktor apakah yang menyebabkan kegagalan pengoperasian grab bucket?, (2) Dampak apa yang ditimbulkan akibat kegagalan pengoperasian grab bucket?, (3) Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mencegah atau memperbaiki kegagalan pengoperasian grab bucket?. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi Pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SHEL. Pengujian keabsahan data dengan metode tringulasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa penyebab kegagalan pengoperasian grab bucket adalah kerusakan pada lifting cylinder dibagian o-ring piston dan piston tergores serta linier yang mengalami keretakan, umur grab bucket yang sudah tua, rusaknya axial piston pump, tidak tersedianya spare part yang baru serta korosi pada konstruksi grab bucket. Dampak kegagalan pengoperasian grab bucket saat proses bongkar muat dapat mengakibatkan terhambatnya proses bongkar muat yang sudah terjadwalkan, kerugian finansial bagi Perusahaan serta kerugian waktu untuk perbaikan grab bucket. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi terjadinya kegagalan pengoperasian grab bucket saat proses bongkar muat adalah dengan melakukan identifikasi kerusakan, melakukan peggantian komponen grab bucket yang rusak, penggantian oil hydraulic dengan yang baru, perbaikan komponen, perawatan serta pengecekan secara berkala, pemberian sosialisasi dan bekal ilmu kepada crew kapal, memaksimalkan maintenance pada grab bucket

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇