Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
ANALISIS TERJADINYA PENURUNAN DAYA LISTRIK PADA GENERATOR SELAMA PENGOPERASIAN CRANE DALAM KEGIATAN BONGKAR MUAT (STUDI KASUS DI ATAS KAPAL MV ORIENTAL SILVER)
ABSTRAKSI
Wildhan, Al Fikri Tri Pramdiko 561911237344 T, 2024, “Analisis
Terjadinya
Penurunan Daya Listrik Pada Generator Selama
Pengoperasian Crane Dalam Kegiatan Bongkar Muat (Studi Kasus Di Atas
Kapal MV.Oriental Silver)”, Program Diploma IV, Program Studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I : Didik Dwi
Suharso, S. Si.T.,M.Pd. Pembimbing II : Mohammad Sapta Heriyawan,
S.Kom, M.Si
Saat kapal MV. Oriental Silver beroperasi di wilayah Indonesia timur,
kapal sering menggunakan crane kapal untuk kegiatan bongkar muat, hal
tersebut dikarenakan Pelabuhan di papua belum banyak yang menggunakan
crane darat, penggunaan crane kapal tidak didukung dengan performa
generator, penurunan performa ini diakibatkan kinerja dari diesel generator,
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor, dampak, serta
upaya apa yang dilakukan saat terjadi penurunan daya listrik pada generator.
Metode penelitian yang digunakan peneliti ini melibatkan wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul akan dianalis
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fishbone analysis dan
keabsahan data menggunakan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukan overload merupakan penyebab
kegagalan daya listrik pada generator, komponen banyak mengalami
keausan yaitu, piston, ring piston, dan liner sehingga dikatakan kurang
perawatan, penggunaan 2 crane sekaligus dengan daya 850-900 KW, suplai
generator yang tidak mencukupi dengan daya 700 KW, dampak terhadap
operasional kapal berakibat berhentinya bongkar muat menggunakan ship
crane, bertambahnya biaya untuk opersional bongkar muat, tertundanya
kegiatan bongkar muat akibat crane tidak bisa di swing, dan perawatan yang
telah dilakukan adalah melakukan running test, pembersihan filter bahan
bakar yang kotor, pembagian jam kerja diesel generator, pengecekan sistem
pelumasan, peneliti menyarankan perawatan sesuai PMS, melakukan
pemeriksaan dan pengecekan sesuai dengan mannual book dan SOP di
kapal
Lambatnya Proses Hatch Cover Type Folding Terhadap Bongkar Muat Pada Kapal MV DK 02
Abstrak - Pada saat kapal MV. DK 02 akan
melaksanakan proses muat di Balikpapan Terminal Coal
hatch cover pada nomor 4 sulit untuk dibuka. setelah
melakukan perbaikan dan menyebabkan penundaan muat
pada palka tersebut, Sehingga dilakukan membuka hatch
cover secara manual supaya proses muat tidak tertunda lebih
lama.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode
kualitatif dengan pola deskriptif. Sumber data pada
penelitian ini bersumber dari observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Pada observasi, penulis berfokus terhadap
faktor penyebab terjadinya hatch cover lambat saat dibuka.
Kemudian ditinjau dengan wawancara terhadap narasumber
yang bertanggung jawab hal tersebut. Dokumentasi
digunakan untuk barang bukti penulis dan alat bantu untuk
menjawab pernyataan yang di tulis oleh peneliti.
Faktor teknis meliputi dari sumber daya manusia pada
kapal yang merujuk pada peran dan elemen manusia yang
terlibat di atas kapal atau yang bertanggung jawab pada
proses controlling servicing and evaluating dalam penggunaan
hatch cover. Faktor mekanis dalam penyebab terkendalanya
meliputi komponen pendukung kapal yaitu kondisi peralatan
pada kapal yang menjadi kendala permasalahan dalam
penelitian dan dari pihak Perusahaan apabila terjadi
kendala. Upaya yang dilakukan dengan melakukan
pengecekan oil hydraulic secara berkala dan melakukan
pembersihan filter pompa hatch cover. Serta mengganti o’ring
control valve yang sudah rusak serta mengganti mengganti
coupling penghubung pompa dengan elektronik motor
supaya pompa dapat bekerja secara maksimal
PERSEPSI DIKLAT KETERAMPILAN DAN PEMAHAMAN ISM CODE TERHADAP KESELAMATAN DI ATAS KAPAL
ABSTRAKSI
Rahmana, Hendy Wahyu, 2024, NIT: 572011117744.N, “Persepsi Diklat
Keterampilan dan Pemahaman ISM Code Terhadap Keselamatan di Atas
Kapal“, Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Moh. Zaenal Arifin., S.Si.T., M.M.,
M.Mar, Pembimbing II: Dr. Darul Prayogo, M.Pd.
Keselamatan di lingkungan maritim merupakan aspek yang tidak dapat
diabaikan. Diklat keterampilan dan pemahaman ISM Code menjadi penting
untuk memastikan implementasi yang efektif dan kepatuhan terhadap standar
keselamatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif,
peneliti melakukan penelitian di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang kepada
taruna-taruni program studi nautika dan teknika semester 7 dan 8 karena
pernah melaksanakan praktik laut dan memiliki sertifikat keterampilan dan
memahami ISM Code. Peniliti menggunakan aplikasi SPSS versi 26 dengan
teknik analisis regresei linier berganda. Dengan hubungan variabel ganda
dengan dua variabel independen (X1 dan X2) dan satu variabel dependen (Y).
Tujuan penelitian: a) untuk melihat apakah diklat keterampilan dan ISM
Code berpengaruh terhadap keselamatan, b) untuk mengukur seberapa besar
diklat keterampilan dan pemahaman ISM Code terhadap keselamatan, c)
untuk mengukur faktor dominan diklat keterampilan dan pemahaman ISM
Code terhadap keselamatan kemudian memberikan solusi dan
perbaikan.Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda maka dapat
disimpulkan bahwa koefisien variabel X1 terhadap Y berpengaruh secara
signifikan dan positif sebesar 56,8% dan koefisien variabel X2 terhadap Y
berpengaruh secara positif dan signifikan sebesar 61,9%. Berdasarkan hasil
uji koefisien determinasi nilai adjusted R Square sebesar 0,837. Hal ini
menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh variabel (X1) dan (X2) terhadap
variabel (Y) adalah sebesar 83,7% sisanya sebesar 16,3% dipengaruhi oleh
variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa hubungan linear positif yang moderat antar variabel
independen dan dependen
TERKIKISNYA CRANK PIN BEARING BERPENGARUH TERHADAP PENGOPERASIAN DIESEL GENERATOR NO. 1 MV. JML ABADI
ABSTRAKSI
Hermanto,Jodi 2024” Terkikisnya Crank pin bearing Berpengaruh Terhadap
Pengoperasian Diesel Generator No. 1 MV. Jml Abadi”Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi,Teknika Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I:, H. Rahyono, SP.1., M.M., M.Mar.E Pembimbing II : Imam
Safi’i S.Si.T., M.Si
Diesel generator adalah perangkat pendukung listrik kapal, menyediakan
daya untuk peralatan mesin, pencahayaan, sistem komunikasi, navigasi, AC, dan
lainnya. Saat praktek laut di MV.Jml Abadi, terjadi kerusakan pada Crank pin
bearing, mempengaruhi kinerja generator. Perawatan preventif, termasuk
pemantauan tekanan minyak dan jam operasional bearing, sangat penting untuk
mencegah kerusakan lebih lanjut.
Dalam latar belakang, masalah teridentifikasi termasuk kerusakan Crank
pin bearing, jam operasional berlebih, dan perawatan rutin yang tidak terjadwal.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis SWOT dan SHELL
untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi masalah tersebut.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terkikisnya Crank pin bearing pada
diesel generator No.1 di MV.Jml Abadi disebabkan oleh penurunan tekanan minyak
lumas akibat keterlambatan penggantian bearing, putaran mesin terlalu tinggi, dan
lube oil filter yang kotor. Pencegahan melibatkan pemantauan, perawatan rutin,
penggantian tepat waktu, dan pelatihan operator. Penelitian ini secara mendalam
mengenai terkikisnya Crank pin bearing di MV.Jml Abadi, menekankan
dampaknya terhadap kinerja mesin. Identifikasi faktor penyebab seperti penurunan
tekanan minyak, putaran mesin tinggi, dan lube oil filter kotor menjadi landasan
untuk upaya pencegahan, termasuk perawatan rutin dan pelatihan operator
UPAYA PENANGGULANGAN KEBOCORAN CARGO PIPE DALAM TANGKI SLOP KANAN DI KAPAL MT. SERANG JAYA
ABSTRAK
Askiya, Giswa Bitarae Arsy. 2024.“Upaya Penanggulangan Kebocoran Cargo
Pipe Dalam Tanki Slop Kanan Di Kapal MT. Serang Jaya”. Skripsi.
Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. Capt. Samsul Huda, M.M., M.Mar.,
Pembimbing II: Retno Harianti, S.Pd., M.M.
Cargo Pipe adalah jalur pipa muatan yang digunakan untuk menyalurkan
muatan ke manifold. Pada tanggal 10 April 2023 kapal MT. Serang Jaya Selesai
melakukan pembuangan got kamar mesin ke tanki slop kanan kapal dan dilakukan
pengukuran muatan di dalam tangki slop tersebut oleh pihak kapal. Loading Master
dan Surveyor menemukan adanya minyak B35 pada tangki slop kanan yang
sebelum adanya pembuangan got volume slop masih kecil dan setelah pembuangan
volumenya bertambah sangat signifikan, minyak berasal dari kebocoran cargo pipe
di dalam tangki slop kanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor
penyebab kebocoran cargo pipe dalam tangki slop kanan di kapal MT Serang Jaya
serta untuk mengetahui cara menanggulangi kebocoran cargo pipe di dalam tangki
slop kanan kapal MT Serang Jaya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Obyek dan tempat penelitian
dalam skripsi ini adalah pipa kargo di dalam tangki slop kanan kapal MT Serang
Jaya. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan
data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi.Teknik analisis
data dengan metode triangulasi.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor utama penyebab kebocoran
cargo pipe di dalam tangki slop kanan di kapal MT Serang Jaya adalah kurangnya
perawatan rutin pada pipa kargo di dalam tangki slop kanan, usia pipa kargo yang
sudah tua sehingga timbul karat yang membuat ketahanan berkurang dan tidak
dilakukanya sounding rutin pada tangki slop setiap akan melaksanakan bongkar
muat. Upaya menanggulangi kebocoran cargo pipe di dalam tangki slop kanan
kapal MT Serang Jaya adalah dengan cara melakukan pemeriksaan dan perawatan
secara berkala, menambal sementara pipa yang bocor dan menggantinya dengan
pipa baru saat kapal melaksanakan dry docking
Bongkar Muatan Crude Oil (Studi Kasus di MT. Seaborne Petro)
Abstract: Indonesia memiliki sejumlah kilang penghasil crude oil yang tersebar di berbagai
wilayah perairan Nusantara, salah satunya Dumai crude oil. Dumai crude oil digolongkan sebagai
heavy crude oil karena memiliki tingkat kekentalan yang tinggi sehingga membutuhkan
penanganan khusus agar proses bongkar tidak mengalami keterlambatan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya keterlambatan dan upaya pencegahan
terjadinya pembekuan Dumai crude oil, yang disebabkan oleh adanya peristiwa keterlambatan
pada proses bongkar Dumai crude oil. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif,
dimana data yang telah dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi, serta penyajian data. Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan, terjadi keterlambatan proses bongkar Dumai crude oil di Kapal MT.
Seaborne Petro yang diakibatkan oleh adanya pembekuan Dumai crude oil, dimana terjadi
kerusakan boiler sehingga pipa heating mengalami pengeroposan yang dapat mengganggu
pendistribusian uap panas guna mengencerkan Dumai crude oil, serta pipa hidrolik yang
mengalami kebocoran. Untuk mengatasi agar Dumai crude oil tidak mengalami pembekuan yang
berujung pada keterlambatan proses bongkar maka yang perlu dilakukan yaitu pemeliharaan
komponen boiler hal ini karena mesin boiler memiliki peran vital dalam mengatasi pembekuan
Dumai crude oil, selain itu perlu dilakukan pelapisan anti karat pada pipa heating karena pipa
yang keropos menyebabkan pendistribusian uap tidak maksimal, penggunaan hydraulic oil cooler
untuk mencegah kebocoran pipa hidrolik, dan perawatan dan pemeliharaan boiler secara berkala
PENANGANAN PETI KEMAS IMPOR DI PT GRATING FORTUNE LOGISTIK
Abstraksi - Depo adalah tempat peti kemas yang akan
dimasukkan ke dalam kapal atau telah dibongkar dari kapal.
Penumpukan peti kemas di depo (tier) dapat dilakukan antara
dua sampai lima tingkat. Pada saat peti kemas masuk depo
setelah dipergunakan untuk kegiatan impor seringkali terjadi
kerusakan yang memerlukan perhatian serius. Masalah ini
mengakibatkan peti kemas harus diperbaiki terlebih dahulu
sebelum digunakan kembali, perbaikan peti kemas
membutuhkan waktu dan biaya. Surveyor peti kemas memiliki
peran penting dalam mengamati dan mengevaluasi setiap
tingkat kerusakan yang terjadi pada peti kemas. Tujuan dari
penelitian ini untuk menjelaskan proses penanganan peti
kemas impor dan mengetahui upaya yang dilakukan agar peti
kemas impor siap digunakan kembali. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan
menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara,
observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan
dengan cara triangulasi sumber, triangulasi teknik dan
triangulasi waktu. Analisis data menggunakan Miles dan
Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
penanganan peti kemas impor di depo PT Greating Fortune
Logistik pada alur masuk peti kemas impor di depo PT
Greating Fortune logisik yaitu kedatangan peti kemas impor di
depo, proses input data, proses survei peti kemas impor di
depo, proses pencucian peti kemas impor, dan peletakan peti
kemas impor. Pada saat alur keluar peti kemas impor di depo
PT Greating Fortune logisik yaitu pemuatan input data dari
pihak pelayaran, pembayaran lift on, dan survei peti kemas
impor di depo. Upaya yang dilakukan peti kemas impor
mengalami kerusakan agar siap digunakan kembali yaitu
pemuatan dokumen repaired, pembayaran biaya dan proses
perbaikan, pembersihan peti kemas, pembaruan dokumen peti
kemas, dan peti kemas impor siap digunakan kembali. Untuk
itu
PT Greating Fortune Logistik sebaiknya lebih
meningkatkan dalam pelayanan baik pada peti kemas impor,
sistem serta melakukan maintenance peti kemas impor serta
melakukan sosialisasi kepada staf pegawai untuk
meningkatkan kinerja pada penanganan peti kemas impor
ANALISIS KERUSAKAN EXPANSION VALVE PADA MESIN PENDINGIN REFRIGERATOR DI MT. GAS ONE
ABSTRAKSI
Saputro, Ervin Bayu. NIT. 572011217602 T, 2024, ”Analisis Kerusakan
Expansion Valve Pada Mesin Pendingin Refrigerator di MT. Gas One”,
Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Dosen Pembimbing I : H. MUSTHOLIQ, MM, M.Mar.E
Pembimbing II : Anicitus Agung Nugroho, S.SiT. M.Si.
Mesin pendingin refrigerator adalah suatu permesinan bantu yang bekerja
untuk menghasilkan suhu yang digunakan sebagai pendingin pada bahan
makanan, salah satu komponen pada mesin pendingin yaitu expansion valve,
yang berfungsi untuk mengubah cairan pendingin menjadi gas pendingin
melalui proses penguapan. Mesin pendingin ini memiliki peranan yang cukup
penting yaitu untuk mengawetkan bahan makanan supaya kualitas bahan
makanan tetap terjaga dan bertahan lama.
Jenis metode penelitian yang digunakan peneliti dalam menyusun skripsi ini
menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan SHEL untuk
mempermudah dalam teknik analisa data. Metode pengumpulan data yang
peneliti lakukan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi
untuk memperkuat dalam menganalisa data. Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan expansion valve pada mesin
pendingin refrigerator, dampak yang dapat ditimbulkan dari kerusakan
expansion valve pada mesin pendingin refrigerator, dan upaya yang dilakukan
untuk menangani kerusakan expansion valve pada mesin pendingin refrigerator
di MT. Gas One.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dapat disimpulkan
bahwa faktor penyebab kerusakan expansion valve pada mesin pendingin
refrigerator di MT. Gas One adalah sistem perawatan dan perbaikan yang
belum optimal sesuai dengan planned maintenance system (PMS) dan
instruction manual book, running hours yang sudah melampaui jam kerja.
Dampak yang ditimbulkan adalah kerusakan yang terjadi pada expansion valve
secara mendadak, terjadinya kenaikan suhu pada refrigerated chamber. Upaya
yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan perawatan dan perbaikan
sesuai dengan planned maintenance system (PMS) dan instruction manual
book, melakukan pergantian expansion valve dengan yang baru
OPTIMALISASI PERAWATAN SEATING & SPINDLE EXHAUST VALVE MAIN ENGINE PADA MV. LUMOSO PRATAMA
ABSTRAK
Nurhidayat, Wahyu K. 2024. “Optimalisasi Perawatan Seating & Spindle
Exhaust Valve Main Engine Pada Mv. Lumoso Pratama”. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: H. Mustholiq, M.M, M.Mar.E., Pembimbing II Riyadini
Utari, M.Si.
Main engine adalah permesinan induk diatas kapal yang menjadi penggerak
tenaga utama guna menggerakan kapal yang harus diperhatikan kinerja dan
perawatannya. Exhaust valve sebagai komponen mesin yang memiliki fungsi
sebagai media keluarnya gas buang sisa pembakaran bahan bakar atau exhaust gas
yang diteruskan menu cerobong atau ke exhaust gas economiser. Sebagai
komponen utama dalam mesin induk yang harus dijaga performa dan melaksanakan
perawatan yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Karena seating exhaust
valve dan spindle exhaust valve komponen yang selalu bersentuhan, membuat
kedua komponen ini memerlukan perawatan dan perhatian yang lebih agar dapat
menunjang proses kerja mesin induk.
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
kualitatif. Sumber data penelitian yang diperoleh peneliti berasal dari observasi,
wawancara, dan dokumentasi serta didukung metode diagram fishbone dan SHEL
untuk menganalisis faktor yang menyebabkan masalah pada rumusan masalah.
Selanjutnya dianalisa sehingga menjadi sebuah temuan yang diberikan pemecahan
masalahnya dan menjadi sebuah tulisan penelitian.
Faktor penyebab kerusakan seating dan spindle exhaust valve terdapat
berbagai indikasi yang ditemukan peneliti sesuai dengan unsur metode analisis
fishbone dan SHEL yaitu faktor pemeliharaan atau pekerjaaan yang selalu ditunda
tunda, sparepart yang tidak orisinil, pengukuran kelonggaran guide bushing, ring
piston minyak silinder melebihi running hour, faktor udara kamar mesin, serta
kesalahan dalam pemasangan dan upaya perawatan yang dilakukan pada seating
dan spindle exhaust valve yaitu melaksanakan PMS yang sesuai pada manual book,
menggunakan sparepart yang orisinil, pengukuran pada diameter guide bushing,
check running hours ring piston minyak silinder, pemasangan filter udara kamar
mesin serta komunikasi antar masinis agar tidak terjadi kesalahan dalam
pemasangan komponen exhaust valve
KEGAGALAN PENGOPERASIAN GRAB BUCKET DI MV. LUMOSO ALAM
ABSTRAKSI
Zhefara, Daffa Muhammad. NIT. 572011217599 T, 2024, “Kegagalan
Pengoperasian Grab Bucket Di MV. Lumoso Alam”, Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. Dwi Prasetyo, M.M.,M. Mar. E,
Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, M.Pd.
Transportasi laut sangat penting dalam perdagangan dunia salah satu
transportasinya adalah kapal curah. Kapal curah sendiri mengangkut berbagai
muatan padat. Dalam pengoperasiannya yaitu saat proses bongkar muat kapal
curah bergantung pada grab bucket untuk mengambil dan membokar muatan
dari kapal ke dermaga atau sebaliknya. Grab bucket adalah pesawat bantu yang
digunakan unuk mengambil dan membongkar muatan dari kapal ke dermaga.
Karena MV. Lumoso Alam mengangkut batu bara dan nikel maka diperlukan
grab bucket dengan kondisi baik dan maksimal.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Faktor apakah yang
menyebabkan kegagalan pengoperasian grab bucket?, (2) Dampak apa yang
ditimbulkan akibat kegagalan pengoperasian grab bucket?, (3) Bagaimana
upaya yang dilakukan untuk mencegah atau memperbaiki kegagalan
pengoperasian grab bucket?. Dalam penelitian ini menggunakan metode
kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari pengumpulan data primer dan
sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara,
dokumentasi dan studi Pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode SHEL. Pengujian keabsahan data dengan metode
tringulasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa penyebab kegagalan pengoperasian
grab bucket adalah kerusakan pada lifting cylinder dibagian o-ring piston dan
piston tergores serta linier yang mengalami keretakan, umur grab bucket yang
sudah tua, rusaknya axial piston pump, tidak tersedianya spare part yang baru
serta korosi pada konstruksi grab bucket. Dampak kegagalan pengoperasian
grab bucket saat proses bongkar muat dapat mengakibatkan terhambatnya
proses bongkar muat yang sudah terjadwalkan, kerugian finansial bagi
Perusahaan serta kerugian waktu untuk perbaikan grab bucket. Tindakan yang
dilakukan untuk mengatasi terjadinya kegagalan pengoperasian grab bucket
saat proses bongkar muat adalah dengan melakukan identifikasi kerusakan,
melakukan peggantian komponen grab bucket yang rusak, penggantian oil
hydraulic dengan yang baru, perbaikan komponen, perawatan serta pengecekan
secara berkala, pemberian sosialisasi dan bekal ilmu kepada crew kapal,
memaksimalkan maintenance pada grab bucket