Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
    5701 research outputs found

    OPTIMALISASI PENERAPAN CREW CHANGE KAPAL TERHADAP KESESUAIAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) DI PT BINTANG SAMUDRA UTAMA

    Get PDF
    ABSTRAK Amrulloh, Muhammad Iqbal. 2024. “Optimalisasi Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Crew Change Kapal di PT Bintang Samudra Utama”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Okvita Wahyuni, S.ST., M.M. Pembimbing II: Indah Nurhidayati., M.Si. Optimalisasi pelaksanaan crew change terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) Jetty pada Perusahaan PT Bintang Samudra Utama. Pergantian kru merupakan kegiatan pergantian awak kapal antara kru kapal lama dengan kru kapal yang baru yang dilaksanakan di jetty atau dermaga, Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) PT Bintang Samudra Utama yang bertujuan untuk mengoptimalisasikan kegiatan crew change supaya lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) PT Bintang Samudra Utama pada pergantian awak kapal, faktor penghambat kegiatan crew change dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kelancaran penerapan SOP terhadap pelaksanaan crew change. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Peneliti melakukan wawancara kepada 2 informan yaitu kepala operasional PT Bintang Samudra Utama dan Staf Operasional PT Bintang Samudra Utama. Keabsahan data diuji melalui triangulasi pada sumber dan teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pengawasan crew change dengan melakukan penerapan SOP Perusahaan PT Bintang Samudra Utama sudah cukup lengkap dan terstruktur, bertujuan untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan kru dengan menerapkan SOP dari perusahaan. Namun, faktor utama yang menghambat kegiatan crew change meliputi kekurangan dokumen perijinan, keterbatasan personil agensi, dan rendahnya kesadaran kru terkait dengan penerapan SOP perusahaan. Untuk mengatasi faktor penghambat tersebut, upaya dilakukan melalui optimalisasi penerapan SOP perusahaan, pengevaluasian jumlah personil dan infrastruktur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Penelitian ini memberikan evaluasi penting terhadap PT Bintang Samudra Utama dalam meningkatkan penerapan SOP, yang bertujuan untuk kru di dermaga dapat mempersiapkan semua dokumen, sehubungan dengan tidak lancarnya kegiatan pelaksanaan crew change yang tertahan oleh PFSO dan bertujuan Upaya penanganan agar pelaksanaan kegiatan crew change dapat berjalan dengan optimal

    Optimalisasi Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Crew Change Kapal di PT Bintang Samudra Utama

    No full text
    Abstrak - Optimalisasi pelaksanaan crew change terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) Jetty pada Perusahaan PT Bintang Samudra Utama. Pergantian kru merupakan kegiatan pergantian awak kapal antara kru kapal lama dengan kru kapal yang baru yang dilaksanakan di jetty atau dermaga, Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) PT Bintang Samudra Utama yang bertujuan untuk mengoptimalisasikan kegiatan crew change supaya lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) PT Bintang Samudra Utama pada pergantian awak kapal, faktor penghambat kegiatan crew change dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kelancaran penerapan SOP terhadap pelaksanaan crew change. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Peneliti melakukan wawancara kepada 2 informan yaitu kepala operasional PT Bintang Samudra Utama dan Staf Operasional PT Bintang Samudra Utama. Keabsahan data diuji melalui triangulasi pada sumber dan teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pengawasan crew change dengan melakukan penerapan SOP Perusahaan PT Bintang Samudra Utama sudah cukup lengkap dan terstruktur, bertujuan untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan kru dengan menerapkan SOP dari perusahaan. Namun, faktor utama yang menghambat kegiatan crew change meliputi kekurangan dokumen perijinan, keterbatasan personil agensi, dan rendahnya kesadaran kru terkait dengan penerapan SOP perusahaan. Untuk mengatasi faktor penghambat tersebut, upaya dilakukan melalui optimalisasi penerapan SOP perusahaan, pengevaluasian jumlah personil dan infrastruktur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Penelitian ini memberikan evaluasi penting terhadap PT Bintang Samudra Utama dalam meningkatkan penerapan SOP, yang bertujuan untuk kru di dermaga dapat mempersiapkan semua dokumen, sehubungan dengan tidak lancarnya kegiatan pelaksanaan crew change yang tertahan oleh PFSO dan bertujuan Upaya penanganan agar pelaksanaan kegiatan crew change dapat berjalan dengan optimal

    OPTIMALISASI PENANGANAN MUATAN LPG PADA SAAT MEMUAT GUNA MENCEGAH TERJADINYA KENAIKAN PRESSURE DI TANGKI YANG BERLEBIH STUDI KASUS KAPAL GAS KALIMANTAN

    No full text
    Abstrak - Hal yang melatarbelakangi dalam penelitian ini yaitu terkait peranan sarana transportasi laut sangatlah penting di Indonesia karena merupakan Negara kepulauan, sarana transportasi laut tidak hanya memperlancar hubungan antar pulau atau daerah, tetapi juga akan membuka sumber-sumber kehidupan masyarakat yang lebih luas dan lebih merata di seluruh wilayah. Kelancaran sarana transportasi laut membantu mencapai sasaran pembangunan nasional melalui pengembangan potensial ekonomi yang ada. Kelancaran sarana transportasi laut membantu mencapai sasaran pembangunan nasional melalui pengembangan potensial ekonomi yang ada. Sarana transportasi laut sangat berperan penting pada kemajuan perekonomian. Oleh sebab itu, keselamatan pelayaran menjadi salah satu faktor yang nyata sehingga kapal bisa beroperasi dengan seharusnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah dalam pelaksanaan distribusi muatan LPG dari kapal VLGC ke kapal-kapal penerima muatan sering dijumpai suatu hambatan dan kendala. Seperti kasus yang pernah terjadi pada kapal Gas Kalimantan, yaitu saat sedang proses memuat di Pangkalan susu dengan VLGC Pertamina Patra II / Rubra sebagai mothership dan MT. Gas Kalimantan sebagai shuttle ship, mengalami kenaikan tekanan mencapai 7,4 barg dan terus menaik secara perlahan. Kejadian ini mengakibatkan transfer rate terhambat dan apabila tidak diatasi dengan cepat, maka akan membahayakan bagi keselamatan seluruh krew di kapal baik kapal mothership maupun shuttle ship. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana data yang didapatkan dari kapal MT. Gas Kalimantan melalui observasi dan dokumentasi di atas kapal. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan dan hasil temuan atau data yang didapatkan peneliti di atas kapal, maka dapat disimpulkan bahwa High pressure tank saat proses pemuatan LPG terjadi kenaikan tekanan / suhu, dimana proses pemindahan muatan dari mother ship ke shuttle ship. Muatan yang diterima oleh shuttle ship sudah tinggi tekanannya, serta cuaca ekstrim yang panas sehungga meningkatkan suhu permukaan tangk

    UPAYA PENANGANAN MUATAN AGAR TIDAK BASAH DI IN HOLD PADA MV. ARMADA SENADA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Syahputra, Reza Aziz, 561911127127. “Upaya Penanganan Muatan Agar Tidak Basah Di In Hold Pada MV. Armada Senada”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Capt. Anugrah Prasetyo., M.Si Pembimbing II: M. Choeroni, S.Tr.Pel, M.T Di zaman modern ini, mengangkut barang dalam jumlah banyak sudah menjadi hal yang lumrah. Ketika sistem pengiriman menjadi semakin maju, orang- orang mulai mengembangkan perangkat penyimpanan yang dirancang untuk membuat pengiriman lebih aman dan mudah. Dalam hal ini barang disimpan dalam wadah. Pemantauan dan pemeliharaan kargo merupakan elemen kunci agar lancar dan aman. Berdasar fakta tersebut maka peneliti tertarik untuk membuat skripsi dengan judul “Upaya Penanganan Muatan Agar Tidak Basah Di In Hold Pada MV. Armada Senada” Dalam penanganan peti kemas yang basah, permasalahan yang dihadapi oleh adalah faktor dan penyebab muatan basah serta upaya menjaga muatan tetap kering. Karena adanya kendala dalam pelaksanaan pemeliharaan dan pemantauan terhadap pencegahan muatan basah dalam peti kemas,Peneliti menemukan jawaban awal atas masalah yang dikemukakan, sebagai berikut: Tersumbatnya salurat got dikarenakan sampah di dasar palka, kebocoran ballast, hujan lebat. Oleh karena itu, maka pihak kapal melakukan pemantauan kondisi muatan dalam palka untuk mencegah adanya mutan basah. Selain itu, perawatan pompa hisap dan sensor alarm palka harus dilakukan secara rutin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang bersifat observasi yaitu mengamati kegiatan yang ada, dan metode wawancara yaitu mewawancarai secara langsung para awak kapal tentang pencegahan dan pemeliharaan. Berdasarkan analisa bahwa terjadinya muatan basah di dalam kontainer dapat terjadi karena kelalaian manusia dalam menjalankan tanggung jawabnya, dapat disimpulkan bahwa perawatan terhadap karet tutup palka dan serta pengawasan terhadap muatan kontainer dan kondisi got palka harus dilakaksanakan dengan baik. Dengan caramelakukan pengecekan karet tutup palka secara rutin serta seluruh crew deck wajib mengetahui dan melakukan pengawasan pemuatan kontainer ke dalam palka agar tidak terjadi penataan muat yang salah

    ANALISIS PENURUNAN KINERJA SISTEM HIDROLIK TERHADAP HATCH COVER GUNA KELANCARAN SAAT PENGOPERASIAN DI MV. GLOVIS DESIRE

    Get PDF
    ABSTRAKSI Affandi, Bangkit Nur. 2024. “Analisis Penurunan Kinerja Sistem Hidrolik Terhadap Hatch Cover Guna Kelancaran Saat Pengoperasian Di MV. GLOVIS DESIRE”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T., M.Mar.E., Pembimbing II : Kresno Yuntoro, M.M., M.Mar.E. Hydraulic berasal dari bahasa Inggris yang artinya cairan atau minyak. Prinsip kerja peralatan hidrolik menggunakan konsep tekanan. Pada saat melakukan pengoperasian sistem hidrolik, pressure gauge menunjukan bahwa tekanan oli sebesar 150 bar dan tekanan oli sebesar 150 bar mengakibatkan tidak mampu untuk mengangkat piston yang membutuhkan tekanan 250 bar. Penulisan skripsi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,yaitu dengan memaparkan serta menggambarkan objek yang akan diteliti, dan dalam teknik identifikasi masalah menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis) sebagai teknik analisis data. Dapat disimpulkan bahwa metode penelitian adalah metode ilmiah untuk memperoleh tujuan tertentu dan informasi yang berguna. Jadi, ketika malakukan penyusunan, peneliti menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis). Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data RCA (Root Cause Analysis). Peneliti menarik kesimpulan mengenai perumusan masalah yaitu berdasarkan faktor penyebab penurunan kinerja sistem hidrolik terhadap hatch cover, dampak dari penurunan kinerja sistem hidrolik terhadap hatch cover adalah kebocoran pada tanki hidrolik, kebocoran pada pipa hidrolik, power unit mati sehingga pengoperasian bongkar muat terganggu, oil level is low alarm dan tekanan terlalu rendah sehingga tidak mampu mengangkat hatch cover

    Optimalisasi Kegiatan Bongkar Muat LPG MIX Di Liquefied Petroleum Gas Carrier Gas Ambalat

    No full text
    Abstrak – LPG MIX merupakan senyawa hidrokarbon berupa Propane (C3H8), Butane (C4H10), dan campuran keduanya. Rentan terjadi kebocoran membuat penanganan muatan ini berbeda dengan muatan yang lainnya. Tujuan penelitian untuk memecahkan masalah dalam proses keterlambatan proses bongkar muat. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif guna menggambarkan dan menguraikan objek yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang ditemukan adanya masalah dalam kegiatan pemuatan dan pembongkaran LPG MIX yaitu keterlambatan proses bongkar muat yang diakibatkan oleh komunikasi yang tidak baik antara kru kapal dan petugas pelabuhan. Pentingnya kesadaran untuk melakukan pengecekan ulang terhadap alat-alat yang akan digunakan untuk cargo operation agar dapat mengetahui jika terdapat kerusakan pada alat tersebut. Dalam hal ini disimpulkan bahwa kurangnya kesadaran kru kapal tentang pengecekan ulang terhadap alat-alat yang akan digunakan untuk cargo operation, dan kurangnya komunikasi yang baik antara kru kapal dengan petugas pelabuhan menjadi penyebab keterlambatan proses bongkar muat di kapal LPG/C GAS AMBALAT

    Penerapan Rest Hours Di MT. B Sun Menurut Aturan Maritime Labour Convention (MLC)

    No full text
    Abstrak - Rest hour adalah jumlah minimum jam istirahat yang harus dimiliki oleh setiap pelaut dalam melakukan aktivitas pekerjaan diatas kapal dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam aturan. Permasalahan yang ditemui di kapal MT. B SUN yaitu adanya overtime sehingga menyebabkan kualitas jam untuk istirahat berkurang. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rest hour terhadap kinerja awak kapal dan untuk mengetahui penerapan aturan MLC 2006 di atas kapal. Dalam hal ini penulis menggunakan metode dekriptif kualitatif untuk menggambarkan dan menguraikan objek yang diteliti. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang telah diperoleh dan dianalisa untuk dihubungkan dengan teori-teori yang ada untuk diambil kesimpulan yang logis. Permasalahan-permasalahan yang terjadi diuraikan, dipaparkan dan diidentifikasi penyebabnya, kemudian dianalisa pemecahan masalahnya. Berdasarkan hasil penulisan dan pembahasan masalah, pengaruh rest hour tehadap kinerja awak kapal yaitu kinerja awak kapal akan menurun, keselamatan kerja awak kapal akan terancam, dan kesehatan awak kapal akan menurun. Sedangkan penerapan aturan MLC 2006 tentang rest hour diatas kapal yaitu dilaksanakannya pengorganisasian jam kerja, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, dibuatnya jurnal kerja harian awak kapal, dibuatnya jadwal kerja harian, dibuatnya prosedur kerja harian, dibuatnya jurnal kecelakaan kerja, dibuatnya daftar overtim

    ANALISIS TERBAKARNYA MOTOR LISTRIK PADA BLOWER BANTU MESIN INDUK DI MV. ABDUL HAMID

    Get PDF
    ABSTRAKSI Husein Abdullah, 2024, NIT: 572011217609 T, “Analisis Terbakarnya Motor Listrik Pada Blower bantu Mesin induk Di MV.Abdul Hamid”, Skripsi, Progam Diploma IV, Program studi Teknika, PoliteknikIlmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T., M.Mar.E, Pembimbing II: Sri Purwantini, SE, S.Pd, MM. Motor Listrik adalah perangkat elektromagnetik yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik atau gerak. Dalam sistem kinerja blower bantu, motor listrik sangat dibutuhkan karena permesinan ini termasuk elemen kompenen penting sebagai penggerak blower. Permasalahan yang terjadi pada motor listrik diskripsi ini yaitu terbakarnya pada permesinan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami faktor penyebab terbakarnya motor listrik pada blower bantu mesin induk di MV. Abdul Hamid, mengetahui dampak dari terbakarnya motor listrik pada blower bantu mesin induk di MV. Abdul Hamid serta untuk mengetahui upaya mengatasi terbakarnya motor listrik yang baik agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan seperti terbakarnya motor listrik yang sejenisdengan motor blower bantu mesin induk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan mengunakan metode teknik analisis data RCA (Root Cause Analysize), di mana pemecahan masalah menggunakan analisis data RCA untuk mengidentifikasi akar penyebab motor listrik yang terbakar pada blower bantu mesininduk. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber untuk uji keabsahaan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor apa saja yang menyebabkan terbakarnya motor listrik pada blower bantu mesin induk di MV. Abdul Hamid adalah: terjadi keausan bearing pada motor listrik), batas masa kerja dari tahanan isolasi yang sudah mencapai batas. Dampak dari terbakarnya motor listrik pada blower bantu mesin induk adalah: getaran yang tinggi yang mengakibatkan putaran motor tidak simetris dan terjadi gesekan yang tinggi yang menyebabkan overheating pada motor listri, melemahnya tahanan isolasi yang menyebabkan tahanan isolasi menjadi rusak dan menyebabkan konsleting pada motor listrik dan terjadi overheating yang menyebabkan terbakarnya motor lisstrik. Untuk mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan terbakarnya motor listrik pada blower bantu mesin induk, upaya yang harus dilakukan adalah: melakukan pergantian terhadap bearing motor listrik, melakukan penggantian terhadap gulungan stator dan rotor yang mengalami kebakaran

    PENERAPAN RANCANG BANGUN GANTRY CRANE UNTUK BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI DERMAGA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Nugroho, Eko Prasetiyo Agung. NIT. 561911237313T, 2024, “Penerapan Rancang Bangun Gantry Crane Untuk Bongkar Muat Peti Kemas di Dermaga”. Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Amad Narto, M. Pd., M.Mar.E, Pembimbing II: Mohammad Sapta Heriyawan, S.Kom., M.Si. Pada industri pelayaran, crane memiliki peran penting dalam mengangkat, memuat, dan menurunkan muatan di atas kapal cargo countener. Operasi crane kapal melibatkan risiko kecelakaan yang signifikan yang dapat membahayakan kru kapal dan menyebabkan kerugian finansial yang besar. Oleh karena itu, penerapan langkah-langkah keamanan yang efektif sangat penting dalam operasi crane di kapal cargo countener. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan alat peraga yaitu rancang bangun gantry crane. Untuk mencapai hasil yang diinginkan atau optimal dalam penelitian ini, diperlukan sejumlah langkah dan tahapan yang harus dijalani. Berikut beberapa tahapan penelitian yang dilakukan yaitu fase analisis, fase pembuatan alat, fase perancangan alat, fase pemrogaman, tahap pengujian dan tahap evaluasi. Penelitian ini menggunakan dua tahap metode penelitian yaitu metode penelitian tahap I (research) mencangkup metode kualitatif, objek penelitian, sumber data penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, perencanaan desain produk serta validasi desain. Pada metode penelitian tahap II (development) menjelaskan desain uji produk, peserta penelitian, metode pengumpulan data, alat pengumpul data dan teknik analisis data. Penerapan rancang bangun gantry crane ini yaitu, menerapkan tentang cara kerja dari gantry crane yang sesungguhnya, jadi alat ini dibuat sedemikian rupa agar gantry crane ini juga memberikan gambaran khususnya pada crew engine yang akan terlibat langsung pada tempat kejadian di dermaga maupun di kapal. Tujuan dan manfaat dari pembuatan model rancang bangun alat peraga gantry crane yaitu untuk menambah sarana dari suatu pembelajaran di kampus PIP Semarang, dan dapat menjadi suatu karya yang menginovasikan para taruna muda untuk membuat karya yang lebih baik

    “PERHITUNGAN UPAH TENAGA KERJA BONGKAR MUAT KARENA KETERLAMBATAN KEDATANGAN CARGO PADA MV YIN NIAN DI PT KUTAI TRANS MARITIM SAMARINDA”

    Get PDF
    ABSTRAKSI Maulana, Dzulfikar Faathin. 572011337548 K. 2024. “Perhitungan Upah Tenaga Kerja Bongkar Muat karena Keterlambatan Kedatangan Cargo pada MV. Yin Nian di PT. Kutai Trans Maritim Samarinda”. Skripsi. Program Diploma IV , Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Fajar Transelasi ,S.Tr.,M.A.P., Pembimbing II : Imam Safi’I, S.Si.T., M.Si. Pada saat kegiatan bongkar muat berlangsung, terdapat kendala kendala yang mempengaruhi keterlambatan proses bongkar muat batu bara dari tongkang ke motor vessel, sehingga mengakibatkan keterlambatan kedatangan cargo karena faktor cuaca yang tidak menentu, adanya kerusakan alat conveyor di jetty, dan kurangnya koordinasi antara shipper jetty dengan shipper on board sehingga kedatangan tongkang di loading point tidak sesuai jadwal dengan estimasi proses bongkar muat yang sudah tersusun secara berurutan dan berpasangan dalam barge line-up. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upah tambahan tenaga kerja bongkar muat akibat keterlambatan kedatangan cargo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terjadi keterlambatan waktu bongkar muat batu bara dari tongkang ke MV. Yin Nian dengan GT 29.644 akibat keterlambatan kedatangan cargo selama 8 hari, sehingga 25 orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) harus menunggu kedatangan cargo tersebut dan timbulnya perhitungan upah tambahan untuk Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Upah tambahan akibat keterlambatan cargo di MV. Yin Nian selama 110 jam adalah sebesar RP. 6.075.000,00 untuk unit pertama dan RP. 6.300.000,00 untuk unit kedua, dimulai dari waktu tunggu dan jumlah tenaga kerja yang ada di atas kapal. Hal tersebut berdampak merugikan pihak shipper (pemilik cargo) karena harus membayar upah tambahan atas keterlambatan cargo

    3,148

    full texts

    5,701

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇