Repository Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Not a member yet
5701 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI PENERAPAN CREW CHANGE KAPAL TERHADAP KESESUAIAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) DI PT BINTANG SAMUDRA UTAMA
ABSTRAK
Amrulloh, Muhammad Iqbal. 2024. “Optimalisasi Penerapan Standar
Operasional Prosedur (SOP) Crew Change Kapal di PT Bintang Samudra
Utama”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana
Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Okvita Wahyuni, S.ST., M.M. Pembimbing II: Indah
Nurhidayati., M.Si.
Optimalisasi pelaksanaan crew change terhadap Standar Operasional
Prosedur (SOP) Jetty pada Perusahaan PT Bintang Samudra Utama.
Pergantian kru merupakan kegiatan pergantian awak kapal antara kru kapal
lama dengan kru kapal yang baru yang dilaksanakan di jetty atau dermaga,
Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP)
PT Bintang Samudra Utama yang bertujuan untuk mengoptimalisasikan
kegiatan crew change supaya lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) PT Bintang
Samudra Utama pada pergantian awak kapal, faktor penghambat kegiatan
crew change dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kelancaran
penerapan SOP terhadap pelaksanaan crew change.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen.
Peneliti melakukan wawancara kepada 2 informan yaitu kepala operasional
PT Bintang Samudra Utama dan Staf Operasional PT Bintang Samudra
Utama. Keabsahan data diuji melalui triangulasi pada sumber dan teknik
pengumpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pengawasan crew
change dengan melakukan penerapan SOP Perusahaan PT Bintang Samudra
Utama sudah cukup lengkap dan terstruktur, bertujuan untuk memastikan
kelancaran, keamanan, dan keselamatan kru dengan menerapkan SOP dari
perusahaan. Namun, faktor utama yang menghambat kegiatan crew change
meliputi kekurangan dokumen perijinan, keterbatasan personil agensi, dan
rendahnya kesadaran kru terkait dengan penerapan SOP perusahaan. Untuk
mengatasi faktor penghambat tersebut, upaya dilakukan melalui optimalisasi
penerapan SOP perusahaan, pengevaluasian jumlah personil dan
infrastruktur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Penelitian ini
memberikan evaluasi penting terhadap PT Bintang Samudra Utama dalam
meningkatkan penerapan SOP, yang bertujuan untuk kru di dermaga dapat
mempersiapkan semua dokumen, sehubungan dengan tidak lancarnya
kegiatan pelaksanaan crew change yang tertahan oleh PFSO dan bertujuan
Upaya penanganan agar pelaksanaan kegiatan crew change dapat berjalan
dengan optimal
Optimalisasi Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Crew Change Kapal di PT Bintang Samudra Utama
Abstrak - Optimalisasi pelaksanaan crew change
terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) Jetty pada
Perusahaan PT Bintang Samudra Utama. Pergantian kru
merupakan kegiatan pergantian awak kapal antara kru kapal
lama dengan kru kapal yang baru yang dilaksanakan di jetty
atau dermaga, Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Standar
Operasional Prosedur (SOP) PT Bintang Samudra Utama
yang bertujuan untuk mengoptimalisasikan kegiatan crew
change supaya lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP)
PT Bintang Samudra Utama pada pergantian awak kapal,
faktor penghambat kegiatan crew change dan upaya yang
dilakukan untuk meningkatkan kelancaran penerapan SOP
terhadap pelaksanaan crew change.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara,
observasi, dan studi dokumen. Peneliti melakukan wawancara
kepada 2 informan yaitu kepala operasional PT Bintang
Samudra Utama dan Staf Operasional PT Bintang Samudra
Utama. Keabsahan data diuji melalui triangulasi pada sumber
dan teknik pengumpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi
pengawasan crew change dengan melakukan penerapan SOP
Perusahaan PT Bintang Samudra Utama sudah cukup
lengkap dan terstruktur, bertujuan untuk memastikan
kelancaran, keamanan, dan keselamatan kru dengan
menerapkan SOP dari perusahaan. Namun, faktor utama
yang menghambat kegiatan crew change meliputi kekurangan
dokumen perijinan, keterbatasan personil agensi, dan
rendahnya kesadaran kru terkait dengan penerapan SOP
perusahaan. Untuk mengatasi faktor penghambat tersebut,
upaya dilakukan melalui optimalisasi penerapan SOP
perusahaan, pengevaluasian jumlah personil dan
infrastruktur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Penelitian ini memberikan evaluasi penting terhadap PT
Bintang Samudra Utama dalam meningkatkan penerapan
SOP, yang bertujuan untuk kru di dermaga dapat
mempersiapkan semua dokumen, sehubungan dengan tidak
lancarnya kegiatan pelaksanaan crew change yang tertahan
oleh PFSO dan bertujuan Upaya penanganan agar
pelaksanaan kegiatan crew change dapat berjalan dengan
optimal
OPTIMALISASI PENANGANAN MUATAN LPG PADA SAAT MEMUAT GUNA MENCEGAH TERJADINYA KENAIKAN PRESSURE DI TANGKI YANG BERLEBIH STUDI KASUS KAPAL GAS KALIMANTAN
Abstrak - Hal yang melatarbelakangi dalam penelitian ini yaitu
terkait peranan sarana transportasi laut sangatlah penting di
Indonesia karena merupakan Negara kepulauan, sarana
transportasi laut tidak hanya memperlancar hubungan antar
pulau atau daerah, tetapi juga akan membuka sumber-sumber
kehidupan masyarakat yang lebih luas dan lebih merata di
seluruh wilayah. Kelancaran sarana transportasi laut
membantu mencapai sasaran pembangunan nasional melalui
pengembangan potensial ekonomi yang ada. Kelancaran
sarana transportasi laut membantu mencapai sasaran
pembangunan nasional melalui pengembangan potensial
ekonomi yang ada. Sarana transportasi laut sangat berperan
penting pada kemajuan perekonomian. Oleh sebab itu,
keselamatan pelayaran menjadi salah satu faktor yang nyata
sehingga kapal bisa beroperasi dengan seharusnya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah dalam
pelaksanaan distribusi muatan LPG dari kapal VLGC ke
kapal-kapal penerima muatan sering dijumpai suatu
hambatan dan kendala. Seperti kasus yang pernah terjadi
pada kapal Gas Kalimantan, yaitu saat sedang proses memuat
di Pangkalan susu dengan VLGC Pertamina Patra II / Rubra
sebagai mothership dan MT. Gas Kalimantan sebagai shuttle
ship, mengalami kenaikan tekanan mencapai 7,4 barg dan
terus menaik secara perlahan. Kejadian ini mengakibatkan
transfer rate terhambat dan apabila tidak diatasi dengan cepat,
maka akan membahayakan bagi keselamatan seluruh krew di
kapal baik kapal mothership maupun shuttle ship.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,
dimana data yang didapatkan dari kapal MT. Gas Kalimantan
melalui observasi dan dokumentasi di atas kapal. Berdasarkan
penjelasan yang telah diuraikan dan hasil temuan atau data
yang didapatkan peneliti di atas kapal, maka dapat
disimpulkan bahwa High pressure tank saat proses pemuatan
LPG terjadi kenaikan tekanan / suhu, dimana proses
pemindahan muatan dari mother ship ke shuttle ship. Muatan
yang diterima oleh shuttle ship sudah tinggi tekanannya, serta
cuaca ekstrim yang panas sehungga meningkatkan suhu
permukaan tangk
UPAYA PENANGANAN MUATAN AGAR TIDAK BASAH DI IN HOLD PADA MV. ARMADA SENADA
ABSTRAKSI
Syahputra, Reza Aziz, 561911127127. “Upaya Penanganan Muatan Agar Tidak
Basah Di In Hold Pada MV. Armada Senada”. Skripsi. Program
Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang. Pembimbing I: Capt. Anugrah Prasetyo., M.Si Pembimbing
II: M. Choeroni, S.Tr.Pel, M.T
Di zaman modern ini, mengangkut barang dalam jumlah banyak sudah
menjadi hal yang lumrah. Ketika sistem pengiriman menjadi semakin maju, orang-
orang mulai mengembangkan perangkat penyimpanan yang dirancang untuk
membuat pengiriman lebih aman dan mudah. Dalam hal ini barang disimpan dalam
wadah. Pemantauan dan pemeliharaan kargo merupakan elemen kunci agar lancar
dan aman. Berdasar fakta tersebut maka peneliti tertarik untuk membuat skripsi
dengan judul “Upaya Penanganan Muatan Agar Tidak Basah Di In Hold Pada MV.
Armada Senada” Dalam penanganan peti kemas yang basah, permasalahan yang
dihadapi oleh adalah faktor dan penyebab muatan basah serta upaya menjaga
muatan tetap kering.
Karena adanya kendala dalam pelaksanaan pemeliharaan dan pemantauan
terhadap pencegahan muatan basah dalam peti kemas,Peneliti menemukan jawaban
awal atas masalah yang dikemukakan, sebagai berikut: Tersumbatnya salurat got
dikarenakan sampah di dasar palka, kebocoran ballast, hujan lebat. Oleh karena itu,
maka pihak kapal melakukan pemantauan kondisi muatan dalam palka untuk
mencegah adanya mutan basah. Selain itu, perawatan pompa hisap dan sensor alarm
palka harus dilakukan secara rutin.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang
bersifat observasi yaitu mengamati kegiatan yang ada, dan metode wawancara yaitu
mewawancarai secara langsung para awak kapal tentang pencegahan dan
pemeliharaan.
Berdasarkan analisa bahwa terjadinya muatan basah di dalam kontainer
dapat terjadi karena kelalaian manusia dalam menjalankan tanggung jawabnya,
dapat disimpulkan bahwa perawatan terhadap karet tutup palka dan serta
pengawasan terhadap muatan kontainer dan kondisi got palka harus dilakaksanakan
dengan baik. Dengan caramelakukan pengecekan karet tutup palka secara rutin
serta seluruh crew deck wajib mengetahui dan melakukan pengawasan pemuatan
kontainer ke dalam palka agar tidak terjadi penataan muat yang salah
ANALISIS PENURUNAN KINERJA SISTEM HIDROLIK TERHADAP HATCH COVER GUNA KELANCARAN SAAT PENGOPERASIAN DI MV. GLOVIS DESIRE
ABSTRAKSI
Affandi, Bangkit Nur. 2024. “Analisis Penurunan Kinerja Sistem Hidrolik
Terhadap Hatch Cover Guna Kelancaran Saat Pengoperasian Di MV.
GLOVIS DESIRE”, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Dr. Ali Muktar
Sitompul, M.T., M.Mar.E., Pembimbing II : Kresno Yuntoro, M.M.,
M.Mar.E.
Hydraulic berasal dari bahasa Inggris yang artinya cairan atau minyak.
Prinsip kerja peralatan hidrolik menggunakan konsep tekanan. Pada saat melakukan
pengoperasian sistem hidrolik, pressure gauge menunjukan bahwa tekanan oli
sebesar 150 bar dan tekanan oli sebesar 150 bar mengakibatkan tidak mampu untuk
mengangkat piston yang membutuhkan tekanan 250 bar.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,yaitu dengan
memaparkan serta menggambarkan objek yang akan diteliti, dan dalam teknik
identifikasi masalah menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis) sebagai
teknik analisis data. Dapat disimpulkan bahwa metode penelitian adalah metode
ilmiah untuk memperoleh tujuan tertentu dan informasi yang berguna. Jadi, ketika
malakukan penyusunan, peneliti menggunakan metode RCA (Root Cause
Analysis).
Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data RCA (Root Cause
Analysis). Peneliti menarik kesimpulan mengenai perumusan masalah yaitu
berdasarkan faktor penyebab penurunan kinerja sistem hidrolik terhadap hatch
cover, dampak dari penurunan kinerja sistem hidrolik terhadap hatch cover adalah
kebocoran pada tanki hidrolik, kebocoran pada pipa hidrolik, power unit mati
sehingga pengoperasian bongkar muat terganggu, oil level is low alarm dan tekanan
terlalu rendah sehingga tidak mampu mengangkat hatch cover
Optimalisasi Kegiatan Bongkar Muat LPG MIX Di Liquefied Petroleum Gas Carrier Gas Ambalat
Abstrak – LPG MIX merupakan senyawa hidrokarbon
berupa Propane (C3H8), Butane (C4H10), dan campuran
keduanya. Rentan terjadi kebocoran membuat penanganan
muatan ini berbeda dengan muatan yang lainnya. Tujuan
penelitian untuk memecahkan masalah dalam proses
keterlambatan proses bongkar muat. Metode penelitian
menggunakan metode kualitatif guna menggambarkan dan
menguraikan objek yang diteliti. Pengumpulan data
dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara
dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang ditemukan
adanya masalah dalam kegiatan pemuatan dan
pembongkaran LPG MIX yaitu keterlambatan proses
bongkar muat yang diakibatkan oleh komunikasi yang tidak
baik antara kru kapal dan petugas pelabuhan. Pentingnya
kesadaran untuk melakukan pengecekan ulang terhadap
alat-alat yang akan digunakan untuk cargo operation agar
dapat mengetahui jika terdapat kerusakan pada alat
tersebut. Dalam hal ini disimpulkan bahwa kurangnya
kesadaran kru kapal tentang pengecekan ulang terhadap
alat-alat yang akan digunakan untuk cargo operation, dan
kurangnya komunikasi yang baik antara kru kapal dengan
petugas pelabuhan menjadi penyebab keterlambatan proses
bongkar muat di kapal LPG/C GAS AMBALAT
Penerapan Rest Hours Di MT. B Sun Menurut Aturan Maritime Labour Convention (MLC)
Abstrak - Rest hour adalah jumlah minimum jam
istirahat yang harus dimiliki oleh setiap pelaut dalam
melakukan aktivitas pekerjaan diatas kapal dalam jangka
waktu yang telah ditetapkan dalam aturan. Permasalahan
yang ditemui di kapal MT. B SUN yaitu adanya overtime
sehingga menyebabkan kualitas jam untuk istirahat
berkurang. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh rest hour terhadap kinerja awak kapal dan untuk
mengetahui penerapan aturan MLC 2006 di atas kapal.
Dalam hal ini penulis menggunakan metode dekriptif
kualitatif untuk menggambarkan dan menguraikan objek
yang diteliti. Metode ini dilakukan dengan cara
mengumpulkan data yang telah diperoleh dan dianalisa
untuk dihubungkan dengan teori-teori yang ada untuk
diambil kesimpulan yang logis. Permasalahan-permasalahan
yang terjadi diuraikan, dipaparkan dan diidentifikasi
penyebabnya, kemudian dianalisa pemecahan masalahnya.
Berdasarkan hasil penulisan dan pembahasan masalah,
pengaruh rest hour tehadap kinerja awak kapal yaitu kinerja
awak kapal akan menurun, keselamatan kerja awak kapal
akan terancam, dan kesehatan awak kapal akan menurun.
Sedangkan penerapan aturan MLC 2006 tentang rest hour
diatas kapal yaitu dilaksanakannya pengorganisasian jam
kerja, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan,
dibuatnya jurnal kerja harian awak kapal, dibuatnya jadwal
kerja harian, dibuatnya prosedur kerja harian, dibuatnya
jurnal kecelakaan kerja, dibuatnya daftar overtim
ANALISIS TERBAKARNYA MOTOR LISTRIK PADA BLOWER BANTU MESIN INDUK DI MV. ABDUL HAMID
ABSTRAKSI
Husein Abdullah, 2024, NIT: 572011217609 T, “Analisis Terbakarnya
Motor Listrik Pada Blower bantu Mesin induk Di MV.Abdul Hamid”,
Skripsi, Progam Diploma IV, Program studi Teknika, PoliteknikIlmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Ali Muktar Sitompul, M.T.,
M.Mar.E, Pembimbing II: Sri Purwantini, SE, S.Pd, MM.
Motor Listrik adalah perangkat elektromagnetik yang merubah
energi listrik menjadi energi mekanik atau gerak. Dalam sistem kinerja
blower bantu, motor listrik sangat dibutuhkan karena permesinan ini
termasuk elemen kompenen penting sebagai penggerak blower.
Permasalahan yang terjadi pada motor listrik diskripsi ini yaitu terbakarnya
pada permesinan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
memahami faktor penyebab terbakarnya motor listrik pada blower bantu
mesin induk di MV. Abdul Hamid, mengetahui dampak dari terbakarnya
motor listrik pada blower bantu mesin induk di MV. Abdul Hamid serta
untuk mengetahui upaya mengatasi terbakarnya motor listrik yang baik agar
dikemudian hari tidak terjadi permasalahan seperti terbakarnya motor listrik
yang sejenisdengan motor blower bantu mesin induk.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan
mengunakan metode teknik analisis data RCA (Root Cause Analysize), di
mana pemecahan masalah menggunakan analisis data RCA untuk
mengidentifikasi akar penyebab motor listrik yang terbakar pada blower
bantu mesininduk. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber untuk uji
keabsahaan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor apa saja yang
menyebabkan terbakarnya motor listrik pada blower bantu mesin induk di
MV. Abdul Hamid adalah: terjadi keausan bearing pada motor listrik), batas
masa kerja dari tahanan isolasi yang sudah mencapai batas. Dampak dari
terbakarnya motor listrik pada blower bantu mesin induk adalah: getaran
yang tinggi yang mengakibatkan putaran motor tidak simetris dan terjadi
gesekan yang tinggi yang menyebabkan overheating pada motor listri,
melemahnya tahanan isolasi yang menyebabkan tahanan isolasi menjadi
rusak dan menyebabkan konsleting pada motor listrik dan terjadi
overheating yang menyebabkan terbakarnya motor lisstrik. Untuk
mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan terbakarnya motor listrik pada
blower bantu mesin induk, upaya yang harus dilakukan adalah: melakukan
pergantian terhadap bearing motor listrik, melakukan penggantian terhadap
gulungan stator dan rotor yang mengalami kebakaran
PENERAPAN RANCANG BANGUN GANTRY CRANE UNTUK BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI DERMAGA
ABSTRAKSI
Nugroho, Eko Prasetiyo Agung. NIT. 561911237313T, 2024, “Penerapan
Rancang Bangun Gantry Crane Untuk Bongkar Muat Peti Kemas di
Dermaga”. Skripsi Program Diploma IV, Program Studi Teknika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Amad Narto, M.
Pd., M.Mar.E, Pembimbing II: Mohammad Sapta Heriyawan, S.Kom.,
M.Si.
Pada industri pelayaran, crane memiliki peran penting dalam
mengangkat, memuat, dan menurunkan muatan di atas kapal cargo
countener. Operasi crane kapal melibatkan risiko kecelakaan yang
signifikan yang dapat membahayakan kru kapal dan menyebabkan
kerugian finansial yang besar. Oleh karena itu, penerapan langkah-langkah
keamanan yang efektif sangat penting dalam operasi crane di kapal cargo
countener. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan alat peraga yaitu
rancang bangun gantry crane.
Untuk mencapai hasil yang diinginkan atau optimal dalam penelitian
ini, diperlukan sejumlah langkah dan tahapan yang harus dijalani. Berikut
beberapa tahapan penelitian yang dilakukan yaitu fase analisis, fase
pembuatan alat, fase perancangan alat, fase pemrogaman, tahap pengujian
dan tahap evaluasi. Penelitian ini menggunakan dua tahap metode
penelitian yaitu metode penelitian tahap I (research) mencangkup metode
kualitatif, objek penelitian, sumber data penelitian, teknik pengumpulan
data, analisis data, perencanaan desain produk serta validasi desain. Pada
metode penelitian tahap II (development) menjelaskan desain uji produk,
peserta penelitian, metode pengumpulan data, alat pengumpul data dan
teknik analisis data.
Penerapan rancang bangun gantry crane ini yaitu, menerapkan tentang
cara kerja dari gantry crane yang sesungguhnya, jadi alat ini dibuat
sedemikian rupa agar gantry crane ini juga memberikan gambaran
khususnya pada crew engine yang akan terlibat langsung pada tempat
kejadian di dermaga maupun di kapal. Tujuan dan manfaat dari pembuatan
model rancang bangun alat peraga gantry crane yaitu untuk menambah
sarana dari suatu pembelajaran di kampus PIP Semarang, dan dapat
menjadi suatu karya yang menginovasikan para taruna muda untuk
membuat karya yang lebih baik
“PERHITUNGAN UPAH TENAGA KERJA BONGKAR MUAT KARENA KETERLAMBATAN KEDATANGAN CARGO PADA MV YIN NIAN DI PT KUTAI TRANS MARITIM SAMARINDA”
ABSTRAKSI
Maulana, Dzulfikar Faathin. 572011337548 K. 2024. “Perhitungan Upah Tenaga
Kerja Bongkar Muat karena Keterlambatan Kedatangan Cargo pada MV.
Yin Nian di PT. Kutai Trans Maritim Samarinda”. Skripsi. Program
Diploma IV , Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan
Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I :
Fajar Transelasi ,S.Tr.,M.A.P., Pembimbing II : Imam Safi’I, S.Si.T., M.Si.
Pada saat kegiatan bongkar muat berlangsung, terdapat kendala
kendala yang mempengaruhi keterlambatan proses bongkar muat batu bara
dari tongkang ke motor vessel, sehingga mengakibatkan keterlambatan
kedatangan cargo karena faktor cuaca yang tidak menentu, adanya
kerusakan alat conveyor di jetty, dan kurangnya koordinasi antara shipper
jetty dengan shipper on board sehingga kedatangan tongkang di loading
point tidak sesuai jadwal dengan estimasi proses bongkar muat yang sudah
tersusun secara berurutan dan berpasangan dalam barge line-up. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui upah tambahan tenaga kerja bongkar muat
akibat keterlambatan kedatangan cargo.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber
data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara.
Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terjadi keterlambatan
waktu bongkar muat batu bara dari tongkang ke MV. Yin Nian dengan GT
29.644 akibat keterlambatan kedatangan cargo selama 8 hari, sehingga 25
orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) harus menunggu kedatangan
cargo tersebut dan timbulnya perhitungan upah tambahan untuk Tenaga
Kerja Bongkar Muat (TKBM). Upah tambahan akibat keterlambatan
cargo di MV. Yin Nian selama 110 jam adalah sebesar RP. 6.075.000,00
untuk unit pertama dan RP. 6.300.000,00 untuk unit kedua, dimulai dari
waktu tunggu dan jumlah tenaga kerja yang ada di atas kapal. Hal tersebut
berdampak merugikan pihak shipper (pemilik cargo) karena harus
membayar upah tambahan atas keterlambatan cargo