193 research outputs found

    Analisis Indikator Makro Ekonomi Terhadap Nilai Tukar Petani Maluku Utara: Studi Kasus Subsektor Perkebunan Rakyat

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of production, land area, and labor on the Farmer Exchange Rate of the smallholder plantation crops subsector individually or partially and the effect of production, land area, and labor simultaneously on the Farmer Exchange Rate in North Maluku Province in 2014 -2018. The object of this study was the farmers of North Maluku Province because the agricultural sector plays an important role and contributes greatly to the economy in North Maluku Province. This study was conducted in January-May 2020. The data collected and processed in this study are data within 5 years. The population in this study was all data on the Farmer Exchange Rate, agricultural production, agricultural land area, and labor in North Maluku Province in 2014-2018. The data used in this study were secondary data obtained from the Central Agency on Statistics of North Maluku Province in 2020 and other literature related to this study. The test tool used is multiple linear regression analysis, and the analytical tool used was IBM SPSS Statistics 16.0 software. The results showed that partially production did not affect the Farmer Exchange Rate of smallholder plantation crops in North Maluku province. Partially, land areas affect the Farmer Exchange Rate of smallholder plantation crops in North Maluku province. Individually or partially, the labor did not affect the Farmer Exchange Rate of smallholder plantation crops in North Maluku province. Simultaneously or overall, production, land area, and labor affect the Farmer Exchange Rate of smallholder plantation crops in North Maluku province, it can be said that it will affect the farmer welfare.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produksi, luas lahan, dan tenaga kerja terhadap Nilai Tukar Petani subsektor tanaman perkebunan rakyat secara individual maupun parsial dan pengaruh produksi, luas lahan, dan tenaga kerja secara simultan terhadap Nilai Tukar Petani di Provinsi Maluku Utara tahun 2014-2018. Objek penelitian ini adalah petani Provinsi Maluku Utara karena sektor pertanian memegang peranan penting dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian di Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Mei 2020. Data yang dikumpulkan dan diolah dalam penelitian ini adalah data dalam 5 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data Nilai Tukar Petani, produksi pertanian, luas lahan pertanian, dan tenaga kerja di Provinsi Maluku Utara tahun 2014-2018. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara pada tahun 2020 dan literatur lain yang terkait dengan penelitian ini. Alat uji yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dan alat analisis yang digunakan adalah perangkat lunak IBM SPSS Statistics 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial produksi tidak berpengaruh terhadap Nilai Tukar Petani tanaman perkebunan rakyat Provinsi Maluku Utara. Secara parsial luas lahan mempengaruhi Nilai Tukar Petani tanaman perkebunan rakyat Provinsi Maluku Utara. Secara individual maupun parsial, tenaga kerja tidak mempengaruhi Nilai Tukar Petani tanaman perkebunan rakyat di Provinsi Maluku Utara. Secara simultan atau keseluruhan, produksi, luas lahan, dan tenaga kerja mempengaruhi Nilai Tukar Petani tanaman perkebunan rakyat di Provinsi Maluku Utara

    Establishing School as a Dialogue Space: A Case Study at Kolese Gonzaga High School

    Get PDF
    Dialog adalah bagian penting dari penguatan demokratisasi. Namun, dialog belum sepenuhnya dipraktikkan dan diprioritaskan di sekolah. Penelitian ini membahas bagaimana SMA Kolese Gonzaga membangun sistem pembelajaran yang menyediakan ruang besar untuk berdialog. Dalam setiap kegiatan, sekolah mencoba mengembangkan keterampilan komunikasi, belajar untuk saling memahami, dan juga berkolaborasi dengan berbagai komunitas. Sekolah menjadi institusi penting untuk mempromosikan toleransi dan dialog dari berbagai tradisi atau latar belakang budaya. Memperkuat dialog adalah bagian penting dari penekanan pendekatan pendidikan humanis. Penelitian ini berfokus pada dua hal: (i) praktik menjadikan sekolah sebagai ruang dialog, dan (ii) bagaimana sekolah dapat mempromosikan dialog untuk perdamaian. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Kegiatan dialog diperkuat dalam berbagai kegiatan di sekolah. SMA Kolese Gonzaga membangun ruang dialog di berbagai bidang di sekolah seperti di ruang kelas, kegiatan sehari-hari, dan kegiatan di luar sekolah.Dialogue is an important part of strengthening democratization. However, dialogue has not been fully practiced and prioritized in schools. Schools become important institutions to promote tolerance and dialogue from various traditions or cultural backgrounds. Strengthening dialogue is an important part of the humanist education approach. This research discussed how Kolese Gonzaga High School established a learning system that provides a large space for dialogue. In each activity, the school tries to develop communication skills, learn to understand each other, and also collaborate with various communities. This research focused on two things: (i) the practice of establishing school as a space for dialogue, and (ii) how school can promote dialogue for peace. This research was qualitative research with a case study approach. Informants were selected using a purposive sampling technique. Meanwhile, the data collection techniques used are in-depth interviews, observation, and literature study. Interviews were conducted with school principals, teachers, students, and parents. Dialogue activities are strengthened in various activities at school. Kolese Gonzaga High School establishes dialogue spaces in various fields in the school such as in classrooms, daily activities, and activities outside of school

    Ngeloop Haga Puasa: Social and Cultural Practices to Welcoming Ramadan for Strengthening Muslim Identity

    Get PDF
    Praktik “Ngeloop” (mandi dan berendam di air laut) saat menyambut puasa Ramadan adalah tradisi suku Lampung Selatan. Namun dalam praktiknya, tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh suku Lampung Selatan, tetapi juga kelompok etnis lain yang beragama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan umat Islam di Lampung dalam menjalankan tradisi lokal “Ngeloop Haga Puasa”. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wawancara dan observasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Kalianda, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Indonesia. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa nilai agama yang mewajibkan umat Islam untuk berpuasa telah diinternalisasi yang dinyatakan dalam bentuk praktik ngeloop. Ekspresi dalam bentuk praktik budaya lokal adalah penguatan identitas Muslim di Lampung Selatan.The practice of “Ngeloop” (bathing and soaking in seawater) when welcoming Ramadan fasting is a tradition of the South Lampung ethnic group. But in practice, this tradition is not only carried out by the South Lampung ethnic group, but also other ethnic groups that are Muslim. This research aims to determine the actions of Muslims in Lampung in carrying out the local tradition of “Ngeloop Haga Puasa”. This research was a descriptive qualitative research with interview and observation methods. The informants were selected using the purposive sampling and snowball sampling technique. The location of the research was conducted in Kalianda, South Lampung District, Lampung Province, Indonesia. The results of the research concluded that the religious value which obliges Muslims to practice fasting has been internalized which is expressed in the form of the practice of ngeloop. Expression in the form of local cultural practices is a strengthening of Muslim identity in South Lampung

    Pemasaran Pariwisata Halal pada Era Disrupsi: Studi Kasus Pulau Penyengat di Provinsi Kepulauan Riau

    Get PDF
    The disruption era creates great opportunities for halal tourism development by using technology to market halal tourism products. As a pilot project for the halal tourism development, Penyengat Island in Riau Island Province faces the challenges in building its image as a leading halal tourism destination. This study aims to analyze the halal tourism marketing, in this case, digital marketing, on Penyengat Island in the disruption era. This research used descriptive qualitative methods through a literature study with data sources derived from related journal articles and other literature. The efforts of halal tourism marketing for Penyengat Island are not implemented digitally. To market tourism of Penyengat Island, the local government and stakeholders use mass media advertising, billboards, annual festivals, and digital channels such as social media, online booking sites, and e-book guides at halaltrip.com. Yet, the media does not inform tourism events or indicate Penyengat Island as a halal tourism destination. It proves that inadequate information about the concept of halal tourism and/or other available information on halal tourism travel guides for Muslim tourists on the digital platforms used. The efforts to promote Penyengat Island as halal tourism using digital channels are the relevant interesting contents in digital marketing channels, the availability of information on the need for halal services, and innovation on tourism attractions.Era disrupsi menciptakan peluang besar untuk pengembangan pariwisata halal dengan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk wisata. Sebagai pilot project pengembangan pariwisata halal di Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Penyengat menghadapi tantangan era disrupsi dalam membangun citra sebagai destinasi pariwisata halal unggulan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemasaran pariwisata halal di Pulau Penyengat pada era disrupsi, terutama dari aspek pemasaran digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan sumber data berasal dari artikel jurnal dan data literatur lainnya. Upaya pemasaran pariwisata halal di Pulau Penyengat secara digital belum dilakukan dengan maksimal. Pemasaran pariwisata cenderung menggunakan iklan media massa, baliho, dan festival tahunan. Saluran digital yang digunakan untuk mempromosikan pariwisata Pulau Penyengat terdiri dari media sosial, online booking site dan panduan e-book di halaltrip.com. Namun, penggunaannya masih terbatas pada informasi mengenai kegiatan pariwisata, dan belum memperkenalkan pariwisata halal secara riil. Hal ini terbukti belum optimalnya informasi mengenai konsep pariwisata halal dan belum tersedianya informasi tentang panduan perjalanan pariwisata halal bagi wisatawan Muslim di platform digital yang digunakan. Saran dalam upaya mempromosikan pariwisata halal Pulau Penyengat melalui saluran digital adalah pemilihan konten yang menarik di saluran pemasaran digital, ketersediaan informasi kebutuhan layanan halal, dan inovasi terhadap atraksi daya tarik wisata

    Conflict Analysis of PT Emas Mineral Murni in Nagan Raya and Central Aceh Regency

    Get PDF
    Studi ini mendeskripsikan bagaimana konflik pertambangan di Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah antara masyarakat sekitar dengan PT Emas Mineral Murni (PT EMM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi literatur dengan mencari literatur melalui halaman berita online di internet menggunakan kata kunci pencarian “Konflik Aceh PT EMM”. Analisis isi menggunakan prinsip logika pisau Occam untuk membaca dan menginterpretasikan data untuk menjelaskan gambaran lengkap situasi konflik tanpa melibatkan asumsi yang tidak perlu. Studi ini menemukan banyak pemangku kepentingan yang terlibat konflik selain masyarakat sekitar dan PT EMM. Selain itu, konflik difokuskan tidak hanya pada persaingan perebutan sumber daya alam tetapi juga pada tumpang tindih kewenangan hukum. Interaksi yang rendah antar pemangku kepentingan menyebabkan konflik tumbuh dan berkembang. Hasil akhir konflik tersebut adalah penyelesaian dalam bentuk petisi yang ditandatangani oleh Plt Gubernur. Ia menyatakan akan menggugat PT EMM dengan jaminan mundur dari jabatannya jika tidak bisa mewujudkan aspirasi mahasiswa Aceh.This research describes how the mining conflicts in Nagan Raya and Central Aceh Regency between the local community and PT Emas Mineral Murni (PT EMM). This research uses a descriptive qualitative method with a literature study as a data collection technique by searching literature through online news pages on the internet using the search keyword “Aceh Conflict PT EMM”. Content analysis uses Occam’s razor logical principle to read and interpret data to explain a complete picture of the conflict situation without involving unnecessary assumptions. This research found many stakeholders involved in the conflict aside from the local community and PT EMM. Besides, the conflict is focused not only on competition to seize natural resources but also on overlapping legal authority. Low interaction between stakeholders causes conflict to grow and develop. The conflict’s final result is a resolution in the form of a petition signed by the Acting Governor. He stated that he would sue PT EMM with a guarantee of resigning from the position if he cannot realize Acehnese students’ aspirations

    Penerapan Tanda Tangan Digital sebagai Bentuk Baru Penyelenggaraan Smart Governance

    Get PDF
    With the times, nothing is impossible with internet technology. One of the advantages of the internet is that it allows for developing it to support creativity and openness to the public, especially ICT-based governance or smart governance, by implementing digital signature, both in public services implementation and in correspondence and other documents. Most of the previous digital signature studies were limited to technical research on digital signature' patterns and design. This study aims to describe digital signature implementation as a new smart governance model. This study uses a qualitative research method and data sources consisting of reference data from various previous studies and data sourced from national online media news. Based on the analysis results using NVivo 12 Plus software, digital signature implementation is needed to anticipate cybercrime threats in effective, efficient, and accountable public services implementation as a new smart governance model.Dengan perkembangan zaman, tidak ada yang mustahil dengan teknologi internet. Salah satu kelebihan dari internet adalah memungkinkan untuk dikembangkan untuk mendukung kreativitas dan keterbukaan kepada publik, khususnya tata kelola pemerintahan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau smart governance, dengan penerapan tanda tangan digital, baik dalam penyelenggaraan pelayanan publik maupun dalam korespondensi dan dokumen lainnya. Sebagian besar studi tanda tangan digital sebelumnya terbatas pada penelitian teknis tentang pola dan desain tanda tangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan tanda tangan digital sebagai bentuk baru penyelenggaraan smart governance. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan sumber data yang terdiri dari data referensi dari berbagai penelitian sebelumnya dan data bersumber dari berita media online nasional. Berdasarkan hasil analisis menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus, diperlukan penerapan tanda tangan digital (digital signature) untuk mengantisipasi ancaman kejahatan dunia maya (cybercrime) dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan akuntabel sebagai bentuk baru penyelenggaraan smart governance

    Symbolic Violence in Children’s Stories: Content Analysis in Bobo Magazine

    Get PDF
    Kelas atas mendominasi berbagai ruang sosial di masyarakat, termasuk cerita anak-anak. Cerita anak sebagai sarana sosialisasi nilai juga turut serta dalam mensosialisasikan habitus kelas atas dalam jalan cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan habitus anak yang dinarasikan dalam cerita pendek (cerpen) yang diterbitkan oleh majalah Bobo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi kuantitatif dan analisis wacana kritis. Objek penelitian ini adalah sebanyak 174 cerpen yang diterbitkan di majalah Bobo dari Januari 2019 hingga Agustus 2020, dimana 110 cerita diambil secara acak sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar habitus anak yang dinarasikan dalam cerita merupakan habitus anak kelas atas, mencapai 87 atau 79,1% dari seluruh cerita. Sedangkan habitus anak kelas bawah ditemukan pada 30,9% dari seluruh cerita. Habitus anak-anak kelas atas yang ditampilkan dalam cerita terdiri dari bertamasya, hidup mewah, memiliki alat elektronik, memiliki barang mahal, memakai baju tidur, membaca, dan menulis. Di sisi lain, habitus anak-anak kelas bawah ditampilkan dalam cerita yang terdiri dari bermain permainan tradisional, hidup dalam kemiskinan, dan digambarkan sebagai pekerjaan kelas bawah. Kesimpulannya, habitus anak kelas atas lebih dominan muncul dalam cerita pendek di majalah Bobo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak-pihak yang terkait dengan publikasi cerita anak untuk menyajikan cerita yang lebih berimbang.The upper-class dominates various social spaces in society, including children’s stories. Children’s stories as a means of socializing values also participate in socializing upper-class habitus in the storyline. This study aims to describe the children’s habitus as narrated in short stories published in Bobo magazine. The method used in this study is the quantitative content analysis method and critical discourse analysis. This study’s object is about 174 short stories published in Bobo magazine from January 2019 to August 2020, of which 110 stories were taken randomly as samples. The results show that most of the children’s habitus narrated in the stories were upper-class children’s habitus, reaching out to 87 or 79.1% of all stories. Meanwhile, lower-class children’s habitus was found in 30.9% of all stories. The habitus of upper-class children featured in the story consisting of go on an excursion, luxury living, own electronic goods, own expensive good, wearing nightgowns, reading, and writing. On the other side, the habitus of lower-class children habitus featured in the story consisting of playing traditional games, living in poverty, and doing lower-class work. In conclusion, the upper-class children’s habitus appears more dominantly within short stories in Bobo magazine. This study’s results are expected as recommend to parties related to children’s stories publication to present more balanced stories

    Menuju Desa Cerdas: Studi Kasus Pembangunan Desa Genteng di Sumedang, Jawa Barat, Indonesia

    Get PDF
    This research aims to identify the prospects and challenges for implementing smart villages using a case study of Genteng Village in West Java, Indonesia, according to the sustainable development perspective and the enabler factors of socio-economic factors, village’s technology, and environmental aspects. This research uses a qualitative approach to assess the potencies and challenges from social, economic, environmental, and infrastructure perspectives. This research conducts a field survey with in-depth interviews and observation in Genteng Village, Sukasari Sub-district, Sumedang Regency, West Java Province to tap the information needed. Interviews with stakeholders were conducted with informants representing the rural stakeholders consisted of village official government, village local champion/leader, and farmer group representatives. Researcher involvement in nearly two years in regular visits and observations before this research has enriched and validated the information obtained. This research found prospective local social capital components and economic potencies to develop using the smart village framework. Environment and infrastructure are relatively still the challenges to be overcome towards the smart village. This research concludes that Genteng Village is on the right track, though early-stage to develop as a smart village. External factors, mainly information and communication technology, will be one of the main driving factors for optimism in implementing a smart village in Genteng Village.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prospek dan tantangan penerapan desa cerdas menggunakan studi kasus Desa Genteng di Jawa Barat, Indonesia, menurut perspektif pembangunan berkelanjutan dan faktor pendorong dari faktor sosial ekonomi, teknologi desa, dan aspek lingkungan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menilai potensi dan tantangan dari perspektif sosial, ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur. Penelitian ini melakukan survei lapangan dengan wawancara mendalam dan observasi di desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Wawancara dengan pemangku kepentingan dilakukan dengan informan yang mewakili pemangku kepentingan desa yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat desa, dan perwakilan kelompok tani. Keterlibatan peneliti selama hampir dua tahun dalam kunjungan rutin dan observasi sebelum penelitian ini telah memperkaya dan memvalidasi informasi yang diperoleh. Studi ini menemukan potensi komponen modal sosial lokal dan potensi ekonomi untuk dikembangkan dengan kerangka kerja desa cerdas. Lingkungan dan infrastruktur relatif masih menjadi tantangan yang harus diatasi menuju desa cerdas. Studi ini menyimpulkan bahwa desa Genteng berada pada jalur yang benar meskipun masih dalam tahap awal untuk berkembang menjadi desa cerdas. Faktor eksternal, terutama teknologi informasi dan komunikasi, akan menjadi salah satu pendorong utama optimisme penerapan desa cerdas di Desa Genteng

    The Readiness of Supporting Infrastructure for Tourism Destination in Achieving Sustainable Tourism Development

    Get PDF
    Infrastruktur pada sebuah destinasi wisata merupakan sumber daya alam dan sumber daya buatan manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan ketika melakukan perjalanan wisata di sebuah destinasi wisata sehingga diperlukan kajian secara detail tentang kesiapan infrastruktur sosial, ekonomi dan lingkungan yang ada pada destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan infrastruktur pendukung pada destinasi wisata dalam mewujudkan Sustainable Tourism Development di Pulau Bangka saat ini dan yang akan datang. Penelitian ini menggunakan model analisis IPA (Importance Performance Analysis) yang digunakan untuk mengukur tingkat kepentingan seseorang atas kinerja pihak lain. Kepentingan seseorang tersebut diukur dengan cara membandingkan tingkat harapannya dengan kinerja yang dilakukan dengan menggunakan skala Likert. Penelitian ini akan melihat sejauh mana pandangan para wisatawan terhadap kepentingan dan kepentingan atau harapan mengenai kesiapan infrastruktur pendukung pada destinasi wisata dalam mewujudkan Sustainable Tourism Development di Pulau Bangka. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 240 responden, yang tersebar di dua destinasi wisata pilihan untuk masing-masing Kabupaten di Pulau Bangka. Penelitian ini memberikan hasil bahwa jenis infrastruktur di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Selatan yang berada pada prioritas utama yakni infrastruktur dari sisi ekonomi dan sosial, sedangkan dari Kabupaten Bangka Tengah dengan infrastruktur yang menjadi prioritas utama antara lain infrastruktur ekonomi, sosial, dan infrastruktur lingkungan terutama dari sisi penanganan limbah.For tourism destinations, infrastructure is included as natural resources and man-made resources are natural resources and man-made resources that are needed by tourists when traveling to a tourist destination. This research focuses on the readiness of social, economic, and environmental infrastructures available in tourism destinations. This research aims to analyze the readiness of supporting infrastructure in tourism destinations to achieve Sustainable Tourism Development in Bangka Island for today and the future. This research used an analysis model of IPA (Importance Performance Analysis) to measure the level of one's importance for the performance of other parties. A person's interest was measured by comparing the level of expectation with the performance that carried out using a Likert scale. This research also discussed the extent of tourists' perceptions of the interests or expectations regarding the readiness of supporting infrastructure in the destinations to achieve Sustainable Tourism Development on Bangka Island.  a total sample of 240 respondents spread across two selected tourist destinations for each Regency on Bangka Island. This research provides results that the types of infrastructure in Bangka Regency and South Bangka Regency are the concentrate here, such as the economic and social infrastructures, whereas in Central Bangka Regency, the infrastructure that becomes the concentrate here including economic, social, and environmental infrastructures, especially from waste management

    Representasi Identitas Hibrida melalui Penampilan dan Simbol Perlawanan Santri Transgender di Pesantren Al-Fatah Yogyakarta, Indonesia

    No full text
    This research aims to analyze the process of constructing hybrid identity and symbol as the form of resistance to show off new identity as a transgender santri (student) at Al-Fatah Islamic Boarding School of Yogyakarta, Indonesia. This research was qualitative. The units of analysis and data sources used were santri, religious teachers (Ustaz), the staff of the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs in Special Region of Yogyakarta, representatives of religious organizations, and the community around the Al-Fatah Islamic Boarding School of Yogyakarta. Data collection techniques, which were used in this research, consisted of observation, in-depth interviews, and documentation. The triangulation method was used to validate data and then analyzed using the hybrid identity theory of Keri Lyall Smith with an interactive analysis model. The results showed that transgender santri changing their identity through the hybridity process. Mimicry process occurs in 'the third space' of Al-Fatah Islamic Boarding School, as negotiation space where the fight occurs between culture and identity; thus new identity is created without abandoning their genuine identity. Hybridity occurs in the presence of cultural identity resulting from the relationship between Islam culture, in this case, Islamic Boarding School and transgender culture. The presence of the transgender santri is the symbol of resistance against the dominant culture of Islam with various performances or symbols, which are used daily to show off new identity.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses pembentukan identitas dan simbol hibrida sebagai bentuk perlawanan untuk menunjukkan identitas baru sebagai santri waria di Pesantren Al-Fatah di Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Unit analisis dan sumber data yang digunakan adalah santri waria, ustaz, staf Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, perwakilan organisasi keagamaan, dan masyarakat di sekitar Pesantren Al-Fatah Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Metode triangulasi digunakan untuk memvalidasi data dan kemudian dianalisis menggunakan teori identitas hibrida dari Keri Lyall Smith dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri waria mengubah identitas mereka melalui proses hibriditas. Proses peniruan terjadi di 'ruang ketiga' Pesantren Al-Fatah, sebagai ruang negosiasi di mana pertarungan terjadi antara budaya dan identitas; dengan demikian identitas baru dibuat tanpa meninggalkan identitas asli mereka. Hibriditas terjadi di hadapan identitas budaya yang dihasilkan dari hubungan antara budaya agama Islam, dalam hal ini, Pesantren dan budaya waria. Kehadiran santri waria merupakan simbol perlawanan terhadap budaya dominan agama Islam dengan berbagai penampilan atau simbol, yang digunakan sehari-hari untuk menunjukkan identitas baru

    156

    full texts

    193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇