193 research outputs found

    Partisipasi Perempuan dalam Aktivitas Pariwisata: Studi Kasus Suku Baduy

    Get PDF
    This research aims to analyze women’s participation in tourism activities in the Outer Baduy tribe, according to the tourism components consisting of attraction, amenity, accessibility, and ancillary (supporting factors). This research uses a qualitative research method, in which data collected through interviews, observations, and documentation. This research involved 18 informants from several stakeholders, such as the tourism awareness group, handicraft producers, homestay and restaurant owners, government officers, and tourists who have visited the destination. Informants’ selection uses a purposive sampling technique. According to the tourism components, the research results show women’s participation in tourism activities in the Outer Baduy tribe, only two of four tourism components: attraction and amenity. In the attraction component, women possess more or less the same level of participation as men. However, in the amenity component, women may have a higher level of participation than men may. In the accessibility and ancillary (supporting factors) components, only men participation existed. The limited level of women’s participation is rooted deep and taken for granted in their culture. The women themselves do not dispute inequality and disparity because they consider their role as women in the domestic sector and not in the public sector.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji partisipasi perempuan dalam aktivitas pariwisata di Suku Baduy Luar, menurut komponen pariwisata yang terdiri dari atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan penunjang (faktor pendukung). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan 18 informan dari beberapa stakeholders, seperti kelompok kesadaran pariwisata (Pokdarwis), pembuat kerajinan tangan, pemilik homestay dan restoran, aparat pemerintah, dan wisatawan yang pernah mengunjungi destinasi tersebut. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan komponen pariwisata, hasil penelitian menunjukkan partisipasi perempuan dalam aktivitas pariwisata di Suku Baduy Luar hanya dua dari empat komponen pariwisata yaitu atraksi dan amenitas. Dalam komponen atraksi, perempuan memiliki tingkat partisipasi yang kurang lebih sama dengan laki-laki. Namun, dalam komponen amenitas, perempuan mungkin memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi daripada laki-laki. Dalam komponen aksesibilitas dan penunjang (faktor pendukung), hanya ada partisipasi laki-laki. Tingkat partisipasi perempuan yang terbatas telah mengakar dalam dan diterima begitu saja dalam budaya mereka. Perempuan sendiri tidak mempermasalahkan ketimpangan dan disparitas karena menganggap peran mereka sebagai perempuan di sektor domestik dan bukan di sektor publik

    Pengaruh Karakteristik Personal terhadap Kinerja melalui Perilaku Kewirausahaan Petani Lada Muntok

    Get PDF
    Currently, the performance of the pepper Muntok business continues to decline from time to time. This condition needs to be supported by studying the characteristics of farmers as human resources who carry out business planning and decision-making faced with various threats, challenges, and uncertainties. This study aims to 1) determine personal characteristics; 2) analyze the effect of personal characteristics on entrepreneurial behavior, 3) analyze the effect of personal characteristics and entrepreneurial behavior of farmers on business performance; and 4) analyze the effect of entrepreneurial behavior on business performance. The research method uses a survey method involving 90 farmers. Data analysis was carried out using Structural Equation Modeling (SEM) through Smart Partial Least squares (PLS). The results showed that the personal characteristics of the dominant farmer were strongly reflected by indicators of ethnic origin, experience, and age. Personal characteristics positively and significantly contribute to entrepreneurial behavior, and positive entrepreneurial behavior significantly influences business performance. The study results did not directly influence personal characteristics on business performance but through entrepreneurial behavior. Furthermore, the indicator variables of ethnic origin, experience, and age affect discipline, persistence, perseverance, interest in seeking and increasing knowledge, and mastery of technical skills, which can ultimately determine the level of business productivity and the desire to grow through business expansion. Before and during the COVID-19 pandemic, the entrepreneurial behavior of farmers was still strongly shaped by cognitive and affective variables. It is necessary to increase the skills of farmers through training and entrepreneurship development that pays attention to personal characteristics to improve business performance. This study can recommend the Agriculture Office of the Bangka Belitung Islands Province in formulating policies to increase the productivity of pepper plants and the welfare of pepper farmers in the future.Saat ini, kinerja usaha lada Muntok terus menurun dari waktu ke waktu. Kondisi ini perlu didukung dengan mempelajari karakteristik petani sebagai sumber daya manusia yang melakukan perencanaan bisnis dan pengambilan keputusan menghadapi berbagai ancaman, tantangan dan ketidakpastian. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui karakteristik personal; 2) menganalisis pengaruh karakteristik personal terhadap perilaku kewirausahaan, 3) menganalisis pengaruh karakteristik personal dan perilaku kewirausahaan petani terhadap kinerja usaha; dan 4) menganalisis pengaruh perilaku kewirausahaan terhadap kinerja usaha. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan melibatkan 90 petani. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui Smart Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik personal petani dominan sangat dicerminkan oleh indikator asal suku, pengalaman dan usia. Karakteristik personal terbukti berpengaruh positif dan signifikan dalam mempengaruhi perilaku kewirausahaan, dan perilaku kewirausahaan positif berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha. Hasil penelitian tidak menemukan pengaruh langsung karakteristik personal terhadap kinerja bisnis tetapi melalui perilaku kewirausahaan. Selanjutnya, variabel indikator asal suku, pengalaman dan usia mempengaruhi kedisiplinan, ketekunan, ketekunan, minat mencari dan meningkatkan pengetahuan, dan penguasaan keterampilan teknis, yang pada akhirnya dapat menentukan tingkat produktivitas usaha dan keinginan untuk berkembang melalui perluasan usaha. Sebelum dan selama pandemi COVID-19, perilaku wirausaha petani masih sangat dipengaruhi oleh variabel kognitif dan afektif. Perlu peningkatan keterampilan petani melalui pelatihan dan pengembangan kewirausahaan yang memperhatikan karakteristik personal untuk meningkatkan kinerja usaha. Penelitian ini dapat merekomendasikan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman lada dan kesejahteraan petani lada di masa yang akan datang

    The Role of Alternative Education in Tackling Students Dropout

    Get PDF
    Angka putus sekolah di Surakarta masih tergolong tinggi. Banyak anak yang tidak mengenyam pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surakarta. Faktor penyebabnya adalah faktor ekonomi yang memaksa anak bekerja untuk kebutuhan sehari-hari dan lingkungan sosial yang kurang mendukung kegiatan belajar. Pendidikan alternatif merupakan salah satu cara agar masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi dapat memperoleh layanan pendidikan yang dibutuhkan. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pendidikan alternatif menurunkan angka siswa putus sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi program pendidikan alternatif untuk menemukan metode yang efektif dalam menurunkan angka siswa putus sekolah di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Pelangi Sangkrah Surakarta. Teori yang digunakan adalah Teori Konsientisasi Paulo Freire. Metode yang digunakan adalah model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, and Product) Daniel Stufflebeam dengan pendekatan penelitian kualitatif dan melakukan wawancara mendalam dengan beberapa informan dan sumber data sekunder dari instansi terkait. Kajian evaluasi ini, salah satunya dalam konteks Rumah Pelangi Sangkrah menjadi salah satu lembaga yang menangani siswa putus sekolah karena kesadaran kritis para pelaku pendidikan dan meningkatnya kesadaran siswa putus sekolah. Strateginya adalah menyadari pentingnya pendidikan dengan pendekatan personal kepada siswa putus sekolah dan orang tua. Dari segi input, ketersediaan tutor sudah mencukupi, namun perlu untuk meningkatkan kesejahteraan tutor karena biaya operasional sehari-hari sudah cukup baik. Proses pembelajaran dan kurikulum jam pembelajaran yang diterapkan sangat sesuai dengan kondisi siswa. Bahkan ada metode alternatif dalam pembelajaran online bagi siswa jika mereka tidak dapat menghadiri kelas. Dari sisi output, melalui program yang sedang berjalan, Rumah Pelangi Sangkrah telah mampu meluluskan siswanya melalui Kelompok Belajar (Kejar) Paket C Program Pendidikan Kesetaran untuk masuk ke beberapa Perguruan Tinggi Negeri dengan menggunakan ijazah kesetaraan.The dropout rate is still relatively high in Surakarta. Many children cannot get an education from elementary to high school levels in Surakarta. The causative factors are economic that force children to work for daily needs and social environment that does not support learning activities. Alternatives education is one way to make economically disadvantaged people can get the education services needed. This study’s problem formulation is how alternative education reduces student dropout rates. This study aims to analyze and evaluate the alternative education programs to find effective methods to reduce student dropout rates at the Community Learning Center of Rumah Pelangi Sangkrah in Surakarta, Central Java Province, Indonesia. The theory used is Paulo Freire’s Conscientization Theory. The method used is Daniel Stufflebeam’s CIPP (Context, Input, Process, and Product) evaluation model with a qualitative research approach and conducting in-depth interviews with several informants and secondary data sources from related institutions. This evaluation study, one of which, in the context of Rumah Pelangi Sangkrah, it becomes one of the agencies that tackle students’ dropout due to the critical awareness of education actors and increased awareness of dropping out students. The strategy is to realize the importance of education with a personal approach to students’ dropout and parents. In terms of input, tutors’ availability is sufficient, but it is necessary to improve tutors’ welfare because the daily operational costs are already quite good. The learning process and the learning hour curriculum applied are very suited to the students’ condition. There are even alternative methods in online learning for students if they cannot attend class. In terms of output, through the ongoing program, Rumah Pelangi Sangkrah has been able to graduate the students through Package C Study Group of Equivalency Education Program to entrance several state universities using certificate equivalency

    Paradiplomasi Pemerintah Jakarta Barat terhadap Publik Global dalam Isu Pengungsi di Kalideres

    Get PDF
    This research analyzes international refugees’ presence in Indonesia, which gives local challenges for the Indonesian subnational Government as a transit location. This research uses a paradiplomacy perspective to analyze the West Jakarta Government’s response to the foreign refugees in its territory. West Jakarta is one of the Administrative Cities in the Special Capital Region of Jakarta. This research uses a qualitative research method. The research data sources were collected and analyzed from literature studies, current news, and socio-political theories. This research found that West Jakarta Government’s paradiplomacy occurs due to differences in regulations applies. Moreover, this process can be parallel alongside the Central Government (Indonesian Government) in handling refugees in their territory following a local-regional wisdom approach. The West Jakarta Government’s paradiplomacy carried out by coordinating the distribution of aid to refugees, working with stakeholders in handling international and national refugee issues, and managing refugee handling policies in transit locations where refugees live, especially in Kalideres, West Jakarta, Indonesia. These handling efforts aim to prevent horizontal conflicts between refugees and local people and achieve subnational interests in the form of support materially, financially, and politically.Penelitian ini menganalisis keberadaan pengungsi internasional di Indonesia yang memberikan tantangan lokal bagi Pemerintah subnasional Indonesia sebagai lokasi transit. Penelitian ini menggunakan perspektif paradiplomasi untuk menganalisis respon Pemerintah Jakarta Barat terhadap pengungsi asing di wilayahnya. Jakarta Barat merupakan salah satu Kota Administratif di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian dikumpulkan dan dianalisis dari studi literatur, berita terkini, dan teori-teori sosial politik. Hasil penelitian menemukan bahwa paradiplomasi Pemerintah Jakarta Barat terjadi karena adanya perbedaan regulasi yang berlaku. Apalagi, proses ini bisa paralel dengan Pemerintah Pusat (Pemerintah Indonesia) dalam menangani pengungsi di wilayahnya dengan pendekatan kearifan lokal-regional. Paradiplomasi Pemerintah Jakarta Barat dilakukan dengan mengkoordinasikan penyaluran bantuan kepada pengungsi, bekerja sama dengan pemangku kepentingan (stakeholders) dalam penanganan permasalahan pengungsi internasional dan nasional, serta mengelola kebijakan penanganan pengungsi di lokasi transit tempat tinggal pengungsi, khususnya di Kalideres, Jakarta Barat. Upaya penanganan ini bertujuan untuk mencegah konflik horizontal antara pengungsi dan masyarakat lokal serta mencapai kepentingan subnasional dalam bentuk dukungan material, finansial, dan politik

    Advokasi Grup Publik Facebook “Info Cegatan Jogja” dalam Pencegahan Aksi Premanisme “Klitih” di Yogyakarta, Indonesia

    Get PDF
    “Info Cegatan Jogja” is a popular public group on Facebook in informing social issues around Yogyakarta city, Indonesia. The information of netizens who get the most comments and responses is the gangsterism action known as “Klitih” in Yogyakarta. The term Klitih has been a street violence phenomenon that deeply disturbs the life of social, economic, education, and tourism in Yogyakarta. This study describes the role of the Facebook group “Info Cegatan Jogja” in advocating for the prevention of Klitih gangsterism in Yogyakarta. The analytical technique used was the mix method approach in the form of discourse analysis to capture the news dynamics and netizen responses to the phenomenon. The results of this study found that Facebook public group “Info Cegatan Jogja” can mobilize civilian awareness to participate and communicate intensively to encourage law enforcement officials to take firm action against their actions. The Facebook group “Info Cegatan Jogja” has become an important channel for community solidarity education in facing street violence “Klitih” in Yogyakarta.“Info Cegatan Jogja” adalah grup publik yang populer di Facebook dalam memberikan informasi perihal isu-isu sosial yang terjadi di sekitar kota Yogyakarta, Indonesia. Informasi dari netizen yang mendapat komentar dan tanggapan terbanyak adalah aksi premanisme yang dikenal dengan “Klitih” di Yogyakarta. Istilah Klitih telah menjadi fenomena kekerasan jalanan yang sangat meresahkan kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di Yogyakarta. Penelitian ini mendeskripsikan tentang peran grup Facebook “Info Cegatan Jogja” dalam mengadvokasi pencegahan aksi premanisme Klitih di Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan adalah pendekatan metode campuran (mixed-method) berupa analisis wacana untuk menangkap dinamika pemberitaan dan tanggapan netizen terhadap fenomena tersebut. Hasil penelitian ini menemukan bahwa grup publik Facebook “Info Cegatan Jogja” dapat memobilisasi kesadaran masyarakat sipil untuk berpartisipasi dan berkomunikasi secara intensif untuk mendorong aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap aksi Klitih. Grup Facebook “Info Cegatan Jogja” telah menjadi saluran penting bagi pendidikan solidaritas masyarakat dalam menghadapi premanisme jalanan “Klitih” di Yogyakarta

    Space and Culture of Exclusive Gigolo Experience in Surabaya

    Get PDF
    Keberadaan mahasiswa di masyarakat seharusnya berperan sebagai konseptor, dinamisator, dan evaluator berbagai perubahan sosial. Sesuatu yang berdampak positif pada masyarakat. Tetapi beberapa dari mereka melakukan yang sebaliknya, memiliki dampak negatif pada masyarakat, seperti bertindak sebagai gigolo, yang dikenal sebagai ‘gigolo eksklusif’. Penelitian ini menyajikan serangkaian tindakan bermakna yang dilakukan oleh gigolo eksklusif untuk menarik simpati dan berbagai tindakan dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Tindakan-tindakan ini dicermati dari perspektif Teori Tikdakan Sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori Weber. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang bekerja sebagai gigolo, mulai dari gigolo freelance hingga gigolo simpanan. Informan dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Analisis data dan teknik interpretasi dilakukan dengan pemahaman yang lebih mendalam (verstehen). Terdapat serangkaian tindakan sosial gigolo, dalam kerangka nilai-nilai norma, yang menjadi blueprint perilaku masyarakat. Pertama, integrasi antara tindakan rasional dan tindakan rasional instrumental. Tindakan ini ditemukan dalam kegiatan, diantaranya: (1) Gigolo membangun citra diri: mulai dari kepiawaian diri hingga kecerdasan dalam memilih model pemasaran; (2) Mengabaikan perasaan malu sebagai penguatan diri dalam menghadapi berbagai situasi; (3) Tindakan pelayanan pelanggan: mulai dari berpegangan tangan hingga aktivitas seksual. Kedua, integrasi antara tindakan rasional dan tindakan afektif. Prestasi tertinggi bagi gigolo adalah menjadi gigolo simpanan. Intensitas dan hubungan yang dekat antara gigolo dan pelanggan mampu membuat keduanya saling jatuh cinta, layaknya cinta yang sesungguhnya. Dalam konteks ini, gigolo menempatkan uang sebagai tujuan utamanya. Disisi lain, gigolo menyadari bahwa wanita yang menjadi pelanggannya itu telah berkeluarga, sehingga tidak mungkin memiliki cinta dari wanita itu dengan seutuhnya. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa: (1) Implementasi Teori Tindakan Sosial Max Weber dalam tindakan-tindakan sosial gigolo ini terintegrasi dalam satu tindakan dengan tindakan yang lain, dan; (2) Gigolo tidak melakukan tindakan tradisional pada tindakan-tindakan yang telah dilakukan.The existence of students in the community should play a role as a drafter, dynamist, and evaluator of various social changes. Something that has a positive impact on the community. But some of them do the opposite, having a negative impact on the community, such as acting as a gigolo, known as ‘exclusive gigolo’. This research presents the meaningful actions carried out by exclusive gigolo to attract sympathy and various actions in providing excellent service to clients. These actions were examined from the perspective of Max Weber's Theory of Social Action. This research used a qualitative approach with the perspective of Weber's theory. The research subjects were students who worked as gigolos, ranging from freelance to a lover (manstress). The informants were selected using the snowball sampling technique. Meanwhile, the data collection technique used is in-depth interviews. Data analysis and interpretation techniques are carried out with a deeper understanding (verstehen). There are gigolo social actions, within the framework of norm values, which become the blueprint of community behavior. First, the integration between rationality actions and instrumental rationality actions. These actions were found in activities, including: (1) Gigolo built his self-image: from self-expertise to intelligence in choosing marketing models; (2) Ignoring the feeling of shame as self-strengthening in facing various situations; (3) Client service actions: from holding hands to sexual activity. Second, the integration between rationality action and affective action. The highest achievement for gigolo is to become a lover (manstress). The intensity and the close relationship between a gigolo and the client can make both of them fall in love, like real love. In this context, the gigolo puts money as its main goal. On the other hand, gigolo realizes that the woman who is his client has a family, so it is impossible to have the love of the woman completely. This research concluded that: (1) The implementation of Max Weber's Theory of Social Action in gigolo social actions is integrated into one action with another, and; (2) Gigolo does not take traditional actions on the actions that have been taken

    The Determination of Concentration and Type of Ownership on Bank Performance and Risks in Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji penentuan konsentrasi dan tipe kepemilikan pada kinerja dan risiko bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2000-2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi data panel. Karakteristik utama dari analisis regresi data panel adalah penggunaan uji Hausman. Data diperoleh dan dikolaborasikan dari beberapa penyedia data seperti Osiris, Bloomberg, dan situs web Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data sekunder dikumpulkan dari 42 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan teknik purposive sampling. Data diproses menggunakan perangkat lunak Stata: Software for Statistics and Data Science. Konsentrasi kepemilikan diukur menggunakan Herfindahl-Hirschman Index (HHI) dan kepemilikan asing dan domestik sebagai proksi dengan menggunakan variabel dummy. Untuk mengukur kinerja bank, penelitian ini menggunakan proksi ROA dan ROE sedangkan standar deviasi pengembalian digunakan untuk mengukur risiko bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh konsentrasi kepemilikan terhadap kinerja bank. Selain itu, kepemilikan domestik memiliki efek positif pada kinerja bank. Dalam hal risiko, konsentrasi kepemilikan memiliki efek positif pada risiko bank. Semakin terkonsentrasi kepemilikan bank, maka bank akan semakin berisiko. Selain itu, kepemilikan asing dan domestik berdampak pada risiko bank. Kepemilikan asing berpengaruh positif terhadap risiko bank. Tingkat kepemilikan asing terhadap bank berpengaruh pada risiko bank. Kepemilikan asing yang tinggi menempatkan bank dalam risiko.This research aims to examine the determination of concentration and type of ownership on the performance and risks of banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2000-2018. This research was quantitative research using panel data regression analysis methods. The main characteristic of panel data regression analysis is the use of the Hausman test. Data were obtained and collaborated from several data providers such as Osiris, Bloomberg, and the Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan or OJK) website. Secondary data were collected from 42 banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) using a purposive sampling technique. The data was processed using Stata software. The ownership concentration was measured using the Herfindahl-Hirschman Index (HHI) and foreign and domestic ownership as the proxy using the dummy variable. To measure bank performance, this research was used ROA and ROE proxy while the standard deviation of returns was used to measure bank risks. The results of the research showed that there was no effect of ownership concentration on bank performance. Also, domestic ownership has a positive effect on bank performance. In terms of risks, ownership concentration has a positive effect on bank risks. The more concentrated the ownership of the bank, the bank will more at risks. Besides, foreign and domestic ownership affects bank risks. Foreign ownership has a positive effect on bank risks. The level of foreign ownership of the bank affects bank risks. High foreign ownership puts the bank at risk

    The Political Orientation of Extra-Campus Student Organizations in the 2019 Presidential Election

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi politik organisasi kemahasiswaan ekstra kampus dalam pemilihan presiden tahun 2019 di kota Makassar dengan menggunakan pendekatan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan studi pustaka. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya faktor internal yang berhubungan dengan kondisi internal organisasi kemahasiswaan ekstra kampus pada Pilpres 2019 di kota Makassar. Kondisi internal tersebut antara lain mendorong kadernya agar matang secara politik dan demokratis, menjaga netralitas dan idealisme kader, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara. Selain itu, mereka mengawasi pemerintah dengan melakukan dialog dan diskusi. Pada saat yang sama, mereka mengimplikasikan bahwa agenda politik Pilpres 2019 adalah ajang pembelajaran dan menolak politik praktis serta mengawasi visi misi dan setiap kebijakan pemerintah dengan melakukan kajian. Faktor eksternal berkaitan dengan pengaruh dari luar organisasi kemahasiswaan ekstra kampus yaitu organisasi alumni. Kedelapan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus yang terdiri dari HMI, PMKRI, GMKI, GMNI, PMII, IMM, KAMMI, dan GEMA Pembebasan menyatakan tidak ada intervensi untuk memilih satu pasangan calon pada Pilpres 2019 di kota Makassar berdasarkan arahan organisasi alumni. Terdapat tiga orientasi politik dalam organisasi kemahasiswaan ekstra kampus di kota Makassar: pertama, orientasi politik kognitif, kedua, orientasi politik afektif, dan ketiga, orientasi politik evaluatif.This research aims to analyze extra-campus student organizations' political orientation in the 2019 presidential election in Makassar city using the qualitative descriptive research methods approach. Data collection methods use in-depth interviews and literature studies. Informants selection using purposive sampling techniques. This research indicates that internal factors relate to the extra-campus student organization's internal conditions in the 2019 presidential election in Makassar city. These internal conditions include encouraging their cadres to mature politically and democratically, maintaining the neutrality and idealism of cadres, and keeping the nation and state integrity. Besides, they supervise the government by conducting dialogue and discussion. At the same time, they imply that the 2019 presidential election's political agenda is a learning arena and rejects practical politics and oversees the candidate's vision and mission and every government policy by conducting studies. External factors are related to the influence from outside the extra-campus student organization, namely the alumni organization. The eight extra-campus student organizations consisting of HMI, PMKRI, GMKI, GMNI, PMII, IMM, KAMMI, and GEMA Pembebasan stated no intervention to select one candidate pair in the 2019 presidential election in Makassar city based on alumni's organizational instructions. There are three political orientations in the extra-campus student organizations in Makassar city: first, cognitive political orientation, second, affective political orientation, and third, evaluative political orientation

    Pengembangan Sektor Pariwisata di Kabupaten Belitung: Persepsi Wisatawan

    Get PDF
    Tourism has the potential to be developed into a leading sector in Belitung Regency. The development of tourism is indicated by the increasing number of tourists, both domestic and foreign tourists from 2015 to 2018 by 85.9% over 4 years. This research aims to determine the gap between the level of satisfaction and the importance of supporting components of tourism to tourists who visited tourist destinations in Belitung Regency. This research was quantitative research using Importance Performance Analysis. Primary data obtained by interview through the Likert scale questions. The subjects in this research were 400 domestic tourists and 400 foreign tourists. The subjects were selected using Slovin's Formula sampling techniques. Tourism support components consisting of prices, physical facilities (infrastructures), and guarantees (services) were used to determine tourist perceptions about the level of satisfaction and importance. The results of the research showed that domestic tourists were dissatisfied with component 1) guarantees (services) consisting of cultural attractions, public communication and services officers, as well as 2) physical facilities (infrastructures) consisting of souvenir galleries, toilets, environmental cleanliness, restaurant cleanliness, and safety facilities. While foreign tourists have a low level of satisfaction with the service of the officers and the public in terms of communicating in foreign languages, cultural attractions, and environmental cleanliness.Pariwisata memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sektor unggulan di Kabupaten Belitung. Perkembangan pariwisata ditunjukkan dari meningkatnya jumlah wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara pada tahun 2015-2018 sebesar 85,9% selama periode 4 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan antara tingkat kepuasan dan pentingnya komponen pendukung pariwisata terhadap wisatawan yang mengunjungi tujuan wisata di Kabupaten Belitung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan Importance Performance Analysis. Data primer diperoleh dengan wawancara melalui pertanyaan skala Likert. Subjek dalam penelitian ini adalah 400 wisatawan domestik dan 400 wisatawan mancanegara. Subjek dipilih menggunakan teknik sampling Rumus Slovin. Komponen pendukung pariwisata yang terdiri harga, fasilitas fisik (infrastruktur) dan jaminan (layanan) digunakan untuk mengetahui persepsi wisatawan tentang kepuasan dan kepentingannya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa wisatawan domestik merasa tidak puas terhadap komponen 1) jaminan (pelayanan) yang terdiri dari atraksi budaya, komunikasi masyarakat dan petugas pariwisata, serta 2) fasilitas fisik (infrastruktur) yang terdiri dari galeri souvenir, toilet, kebersihan lingkungan, kebersihan restoran, dan fasilitas keselamatan. Sedangkan wisatawan mancanegara memiliki tingkat kepuasan yang rendah terhadap pelayanan dari petugas dan masyarakat dalam hal berkomunikasi dalam bahasa asing, atraksi budaya dan kebersihan lingkungan

    Konstruksi Sosial Pendidikan Seksual pada Orangtua dalam Keluarga Bugis-Makassar

    Get PDF
    False interpretations of sex make sex education less prioritized by parents in educating their children. This condition is considered as the cause of increased child abuse, violence, and sex crimes. This research aims to reveal the social construction of parents’ sexual education Bugis-Makassar families. The research used a qualitative approach with the paradigm of constructivism. The analysis model was conducted through the interpretation and understanding of data collected through interviews and observations. The informants were selected using a purposive sampling technique with the informants' criteria were the parents in Bugis-Makassar families and have children between the ages of 13-25 years old and also live in the city of Makassar. Data verification was conducted through the persistence of observation and triangulation of time. The data obtained were analyzed through three stages, which consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed different construction of each parent according to the level of information and experience they had. Construction occurs simultaneously in three stages, which consist of externalization, objectification, and internalization. The most prominent stage is the objectification stage, which then forms four constructions, which consist of 1) sexual education is teaching about genitals; 2) teaching of sexual intercourse procedures; 3) the distinction of male and female roles, and; 4) the process of teaching manners to associate with the opposite gender. In its implementation, the internalization stage is not maximal due to parental experience, false understanding of sex, fear of parents, child misinterpret the information provided, and lack of knowledge about sexual education.Pemaknaan yang keliru tentang seks membuat pendidikan seks kurang diprioritaskan orangtua dalam mendidik anak. Kondisi ini dianggap sebagai penyebab maraknya pelecehan, kekerasan, dan kejahatan seks pada anak. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan konstruksi sosial pendidikan seksual pada orangtua dalam keluarga Bugis-Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Model analisis dilakukan melalui penafsiran dan pemahaman dari data yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria informan merupakan orangtua dari keluarga suku Bugis-Makassar dan memiliki anak usia 13-25 tahun serta berdomisili di Kota Makassar. Verifikasi data dilakukan dengan cara ketekunan pengamatan dan triangulasi waktu. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya konstruksi yang berbeda dari setiap orangtua sesuai dengan tingkatan informasi dan pengalaman yang dimiliki. Konstruksi berlangsung secara simultan dalam tiga tahap yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Tahap yang paling menonjol adalah tahap objektivasi dan kemudian membentuk empat konstruksi yaitu 1) pendidikan seksual adalah pengajaran mengenai alat kelamin; 2) pengajaran prosedur hubungan seksual; 3) pembedaan peran laki-laki dan perempuan, dan; 4) proses mengajarkan adab bergaul dengan lawan jenis. Dalam pelaksanaannya, tahap internalisasi kurang maksimal karena pengalaman pola asuh dari orangtua, anggapan atau pemahaman yang keliru tentang seks, adanya ketakutan pada diri orangtua, anak memaknai salah pada informasi yang diberikan, serta kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seksual yang baik dan benar

    156

    full texts

    193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇