193 research outputs found

    Implementasi Strategi Quick on the Draw dalam Pembelajaran Memahami Informasi Teks Deskripsi

    Get PDF
    This classroom action research aimed to improve the seventh-grade students of SMP Negeri 4 Tondano (Public Middle School) in understanding the information of a descriptive text. This research was conducted in two cycles. The research subjects were 28 students of class VII-A. The results showed that implementing the Quick on the Draw strategy in learning to understand descriptive text information created a learning atmosphere that excites students. It allows all students to play active roles during the learning as the nine steps of Quick on the Draw place students as the subject. Students use their potentials to think independently, solve problems jointly, and obtain additional information not provided by the teachers. The final test results showed that from 28 students, 27 students (96.42%) scored above 75, and 1 student (3.58%) below the standard. The ability of students to understand classical descriptive text information was 83, beyond the Minimum Learning Mastery Standard.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tondano dalam memahami informasi dalam teks deskriptif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas VII-A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Quick on the Draw dalam pembelajaran memahami informasi teks deskriptif menciptakan suasana belajar yang menggairahkan siswa. Dengan demikian memungkinkan semua siswa untuk berperan aktif selama pembelajaran karena sembilan langkah Quick on the Draw menempatkan siswa sebagai subjek. Siswa menggunakan potensinya untuk berpikir secara mandiri, memecahkan masalah bersama, dan memperoleh informasi tambahan yang tidak diberikan oleh guru. Hasil tes akhir menunjukkan bahwa dari 28 siswa, 27 siswa (96,42%) mendapat nilai di atas 75, dan 1 siswa (3,58%) di bawah standar. Kemampuan pemahaman siswa dalam memahami teks deskriptif klasikal sebesar 83, melampaui Standar Ketuntasan Belajar Minimal

    Urbanisasi dan Perkembangan Pariwisata di Kota Bogor

    Get PDF
    This study examines the impact of urbanization on tourism development in Bogor City as part of the Jakarta Metropolitan Area (JMA). Previous studies examined the impact of urbanization based on an analysis of urbanization indicators. Inter-city relations in JMA lead to capital and population flows in the form of inter-city migration, development of residential and industrial areas. This study examines the impact of urbanization on tourism development in cities around Jakarta. The argument put forward, urbanization can build a form of city tourism. The study was conducted in Bogor City, a part of JMA, which has experienced urbanization since the royal era and has a variety of tourism services. In contrast to previous research, this study examines urbanization indicator data and the relationship between urbanization history and urbanization indicator data with the development of tourism facilities. The study found that urbanization encourages the development of hotel and restaurant tourism facilities in Bogor City. This is not related to the historical urbanization of the city, other tourism developments, and the relative position of Bogor City among JMA cities. Urbanization encourages the development of tourism facilities through inter-city tourist activity. The research proposes to study the development of tourism facilities as a new perspective on urbanization studies at JMA.Penelitian ini mengkaji dampak urbanisasi terhadap perkembangan pariwisata di Kota Bogor sebagai bagian dari Jakarta Metropolitan Area (JMA). Studi sebelumnya mengkaji dampak urbanisasi berdasarkan analisis indikator urbanisasi. Hubungan antar kota di JMA menyebabkan arus modal dan penduduk berupa migrasi antar kota, pengembangan kawasan pemukiman dan industri. Penelitian ini mengkaji dampak urbanisasi terhadap perkembangan pariwisata di kota-kota sekitar Jakarta. Argumentasi yang dikemukakan, urbanisasi dapat membangun suatu bentuk pariwisata kota. Penelitian dilakukan di Kota Bogor yang merupakan bagian dari JMA yang telah mengalami urbanisasi sejak zaman kerajaan dan memiliki beragam layanan pariwisata. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini mengkaji data indikator urbanisasi dan hubungan antara historis urbanisasi dan data indikator urbanisasi dengan perkembangan fasilitas pariwisata. Kajian menemukan bahwa urbanisasi mendorong berkembangnya fasilitas pariwisata hotel dan restoran di Kota Bogor. Hal ini tidak terkait dengan historis urbanisasi kota, perkembangan pariwisata lainnya, dan posisi relatif Kota Bogor di antara kota-kota JMA. Urbanisasi mendorong berkembangnya fasilitas pariwisata melalui kegiatan wisata antar kota. Penelitian ini mengusulkan untuk mengkaji pengembangan fasilitas pariwisata sebagai perspektif baru dalam studi urbanisasi di JMA

    Analisis Pengaruh Integritas dan Kepuasan terhadap Loyalitas Guru di Kupang

    Get PDF
    Kupang is a city where teacher competence is still low. The government has disbursed quite a lot of funds for teacher development in Kupang. It is unfortunate if the teachers who have been fostered do not have high loyalty to move to other schools or leave the area. It is suspected that loyalty is influenced by teacher satisfaction and integrity. Satisfaction can include satisfaction with salary, workload, leadership, co-workers, awards, regulations, and facilities. If the components influence of satisfaction and integrity on teacher loyalty in Kupang can be found, then policies to increase loyalty can be pursued. This research aims to analyze the distribution of teachers in Kupang based on their loyalty, analyze the distribution of teachers in Kupang based on their general satisfaction, the distribution of teachers in Kupang based on their integrity, and the effect of integrity and satisfaction on teacher loyalty in Kupang. This research was conducted based on 141 teachers in Kupang who were selected by purposive sampling. The method used for data analysis is Partial Least Square (PLS) and Distribution Table. The data analysis found that 39% of respondents had low loyalty, and 61% had high loyalty; 48.2% of respondents had low general satisfaction and 51.8% had high satisfaction, 44% had low integrity, and 56% had high integrity. Variables that influence loyalty are integrity, satisfaction with salary, school rules, and co-workers. The higher the integrity and satisfaction component of salaries, regulations, and co-workers, the higher the loyalty of teachers in Kupang.Kupang merupakan kota yang kompetensi gurunya masih rendah. Pemerintah mengucurkan dana yang cukup besar untuk pengembangan guru di Kupang. Sangat disayangkan jika para guru yang telah dibina tidak memiliki loyalitas yang tinggi untuk pindah ke sekolah lain atau keluar daerah. Diduga loyalitas dipengaruhi oleh kepuasan dan integritas guru. Kepuasan dapat mencakup kepuasan terhadap gaji, beban kerja, kepemimpinan, rekan kerja, penghargaan, peraturan, dan fasilitas. Jika komponen pengaruh kepuasan dan integritas terhadap loyalitas guru di Kupang dapat ditemukan, maka kebijakan untuk meningkatkan loyalitas dapat diupayakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran guru di Kupang berdasarkan loyalitasnya, menganalisis sebaran guru di Kupang berdasarkan kepuasan secara umum, sebaran guru di Kupang berdasarkan integritasnya, serta pengaruh integritas dan kepuasan terhadap loyalitas guru di Kupang. Penelitian ini dilakukan terhadap 141 guru di Kupang yang dipilih secara purposive sampling. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah Partial Least Square (PLS) dan Tabel Distribusi. Analisis data menemukan bahwa 39% responden memiliki loyalitas rendah, dan 61% memiliki loyalitas tinggi; 48,2% responden memiliki kepuasan umum rendah dan 51,8% memiliki kepuasan tinggi, 44% memiliki integritas rendah, dan 56% memiliki integritas tinggi. Variabel yang mempengaruhi loyalitas adalah integritas, kepuasan terhadap gaji, peraturan sekolah, dan rekan kerja. Semakin tinggi komponen integritas dan kepuasan gaji, peraturan, dan rekan kerja, maka semakin tinggi pula loyalitas guru di Kupang

    Perangkap Agama dan Etnik: Melatarbelakangi Niat Memilih Pemilih Milenial

    No full text
    Millennial voters are a potential community that is a strategic target for pairs of candidates for regional election contestation to reap the coffers of votes. The campaign approach using religious and ethnic sentiments is an alternative strategy. This study looks at religion and ethnicity influencing millennial voters’ voting intentions. The research method uses quantitative methods with multiple linear regression. The research sample was drawn randomly according to the criteria so that the answers to 280 respondents were analyzed. The study results found that religion significantly influenced millennial voter intentions, while ethnicity did not affect millennial voter intentions. Millennial voters tend not to be interested in practical politics.Pemilih milenial merupakan komunitas potensial yang menjadi sasaran strategis bagi pasangan calon kontestasi pemilukada untuk meraup pundi-pundi suara. Pendekatan kampanye yang menggunakan sentimen agama dan etnis merupakan strategi alternatif. Penelitian ini melihat agama dan etnisitas yang mempengaruhi niat memilih pemilih milenial. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan regresi linier berganda. Sampel penelitian diambil secara acak sesuai kriteria sehingga dianalisis jawaban dari 280 responden. Hasil penelitian menemukan bahwa agama berpengaruh signifikan terhadap niat pemilih milenial, sedangkan etnisitas tidak mempengaruhi niat pemilih milenial. Pemilih milenial cenderung tidak tertarik pada politik praktis

    Analisis Perilaku Brand Loyalist dan Brand Switcher pada Jasa Akomodasi Bintang 5 di Kota Medan

    Get PDF
    A brand is a fundamental part of the marketing strategy in influencing purchase interest. A person’s buying ability will influence a customer to choose the product they want. In addition, higher competitiveness among hotels will create more awareness to maintain customer satisfaction and turn it into customer loyalty as the main target of their marketing. In connection with achieving customer loyalty, hotels must study the factors influencing customers to become loyal or switch from the hotel brand. A brand can be measured through brand equity which consists of a set of assets and liabilities of the Brand associated with the name and symbol of the Brand that can be given to consumers. Important and measurable components in forming brand equity include brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty. This study examines the variables that make the difference between loyalists and customers who switch hotel brands. The data used were taken from 42 respondents spread across the International Departure Terminal of Kualanamu Airport. The research method used is descriptive with a quantitative approach. The data were analyzed using the discriminant analysis method through the SPSS 12.0 program. And other limitations for this research are 5-Star Hotels and Chain International in Medan. Discriminant analysis shows that one factor requiring search variation distinguishes between brand loyalists and brand switchers. The Brand switching matrices show that all hotels serving consumers in Medan have low customer loyalty. The ratio between brand loyalists and brand switchers was 1:9, which means that only one person is loyal to one brand out of 10 consumers of accommodation services. The rest are types of consumers who like to switch to other brands.Merek (Brand) merupakan bagian fundamental dari strategi pemasaran dalam mempengaruhi minat beli. Kemampuan membeli seseorang akan mempengaruhi konsumen untuk memilih produk yang diinginkan. Selain itu, semakin tingginya daya saing antar hotel akan semakin menciptakan kesadaran untuk menjaga kepuasan pelanggan dan menjadikannya loyalitas pelanggan sebagai sasaran utama pemasaran mereka. Terkait pencapaian loyalitas pelanggan, hotel harus mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggan menjadi loyal atau beralih dari merek hotel. Suatu merek dapat diukur melalui brand equity yang terdiri dari sekumpulan aset dan kewajiban merek yang dikaitkan dengan nama dan lambang merek yang dapat diberikan kepada konsumen. Komponen penting dan terukur dalam membentuk ekuitas merek antara lain brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand loyalty. Penelitian ini menguji variabel-variabel yang membuat perbedaan antara loyalis dan pelanggan yang berganti merek hotel. Data yang digunakan diambil dari 42 responden yang tersebar di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Kualanamu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data menggunakan metode analisis diskriminan melalui program SPSS 12.0. Batasan lain dalam penelitian ini adalah Hotel Bintang 5 dan Chain International di Medan. Analisis diskriminan menunjukkan bahwa salah satu faktor yang membutuhkan variasi pencarian adalah yang paling membedakan antara loyalis merek (brand loyalist) dan pengalih merek (brand switcher). Matriks peralihan merek menunjukkan bahwa semua hotel yang melayani konsumen di Medan memiliki loyalitas pelanggan yang rendah. Rasio antara loyalis merek dan pengalih merek adalah 1: 9, artinya dari 10 konsumen jasa akomodasi hanya ada satu orang yang loyal pada satu merek. Selebihnya adalah tipe konsumen yang suka beralih ke merek lain

    Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Komitmen Kerja Karyawan di Rumah Sakit Umum Bethesda Kota Tomohon

    No full text
    The provision of incentives is one stimulus to encourage someone’s loyalty, and better work performance as the incentives are paid based on one’s work commitment. This research was conducted at Bethesda General Hospital, Tomohon City, and aims to determine the effect of incentives on its employee work commitment. The results of the correlation coefficient analysis of r = 0.84 indicated that there is a close and positive relationship between incentives and employee work commitment. The correlation analysis also produced the coefficient of determination r² = 0.71 or 71%, implying that the provision of incentives influences 71% of employee work commitment, and other factors beyond this research influence the remaining 29%. In addition, the t-test analysis shows that t count = 8.23 is greater than t table = 1.70 indicating a highly significant relationship between the provision of incentives and employee work commitment.Pemberian insentif merupakan salah satu stimulus untuk mendorong loyalitas seseorang, dan kinerja yang lebih baik karena insentif dibayarkan berdasarkan komitmen kerja seseorang. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Bethesda Kota Tomohon, dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian insentif terhadap komitmen kerja karyawannya. Hasil analisis koefisien korelasi r = 0,84 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat dan positif antara insentif dengan komitmen kerja karyawan. Analisis korelasi juga menghasilkan koefisien determinasi r² = 0,71 atau 71%, yang menyiratkan bahwa pemberian insentif mempengaruhi 71% terhadap komitmen kerja karyawan, dan faktor lain di luar penelitian ini mempengaruhi sisanya sebesar 29%. Selain itu, analisis uji-t menunjukkan bahwa t hitung = 8,23 lebih besar dari t tabel = 1,70 yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara pemberian insentif dengan komitmen kerja karyawan

    Persepsi Sosial Generasi Milenial di Saat Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Sulawesi Utara

    No full text
    In the current era of adapting new habits (abbreviated as Adaptasi Kebiasaan Baru or AKB), it is an opportunity for the millennial generation to get out of their ‘cage’ and do activities outside the home. This study aims to describe the perception of the millennial generation on the application of adopting new habits during the COVID-19 pandemic. This research was conducted using a survey research method with descriptive analysis techniques to obtain this description. In this research, millennials are represented by state university students in North Sulawesi Province. The sample of this study was 400 active student respondents. The data was collected through research instruments sent online with the Google Forms application. The study results indicate that millennials are worried when implementing new habit adaptations when they are active outside the home. The research results also show that the first thing they want to do is go to a house of worship. Millennials in North Sulawesi also perceive an excellent level of trust in local and central governments in dealing with the COVID-19 pandemic. It can be concluded that millennials in North Sulawesi are optimistic about their future sustainability.Di era adaptasi kebiasaan baru (disingkat AKB) saat ini, menjadi peluang bagi generasi milenial untuk keluar dari ‘sangkar’ dan beraktivitas di luar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi generasi milenial terhadap penerapan kebiasaan baru di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian survei dengan teknik analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran tersebut. Dalam penelitian ini, milenial diwakili oleh mahasiswa perguruan tinggi negeri di Provinsi Sulawesi Utara. Sampel penelitian ini sebanyak 400 responden mahasiswa aktif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen penelitian yang dikirimkan secara online dengan aplikasi Google Forms. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial merasa khawatir ketika menerapkan adaptasi kebiasaan baru ketika mereka aktif di luar rumah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hal pertama yang ingin mereka lakukan adalah pergi ke rumah ibadah. Milenial di Sulawesi Utara juga merasakan tingkat kepercayaan yang sangat baik kepada pemerintah daerah dan pusat dalam menghadapi pandemi COVID-19. Dapat disimpulkan bahwa generasi milenial di Sulawesi Utara optimis dengan keberlanjutan masa depan mereka

    Orientasi Kewirausahaan dan Pasar sebagai Determinan Faktor Pascapanen Lada Muntok oleh Petani

    Get PDF
    The problem of Muntok Pepper business performance continues to decline due to the inability of farmers to face price uncertainty, recognize and understand market conditions. The fact is that the number of business actors continues to grow. Competing to face changes in the business environment is necessary, so entrepreneurial farmers are needed. This study aims to look at the postharvest process carried out by Muntok Pepper farmers and analyze whether entrepreneurial orientation and market orientation are determinant factors that affect the postharvest handling process. The research method used a survey method involving 60 farmers. Using Structural Equation Modeling (SEM), data analysis was carried out using smart Partial Least Squares (PLS). The results showed that the postharvest handling process was significantly influenced by entrepreneurial orientation and market orientation, but entrepreneurial orientation influence was greater than market orientation. Farmers carry out postharvest handling of Muntok Pepper in two stages. 50% of farmers carry out threshing, soaking, and drying processes. 50% of farmers do not do the sorting, grading, and milling process. Farmers’ decisions in postharvest handling are more influenced by the influence of the entrepreneurial orientation of farmers. Farmers who are motivated to excel, dare to take risks, and are willing to innovate by using new production methods tend to carry out a good postharvest handling process, not only threshing, soaking, and drying but also sort and process pepper derivative products.Permasalahan kinerja usaha Lada Muntok terus menurun akibat ketidakmampuan petani menghadapi ketidakpastian harga, mengenali dan memahami kondisi pasar. Faktanya, jumlah pelaku usaha terus bertambah. Bersaing untuk menghadapi perubahan lingkungan bisnis sangat diperlukan, sehingga diperlukan petani wirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pascapanen yang dilakukan oleh petani Lada Muntok dan menganalisis apakah orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar merupakan faktor determinan yang mempengaruhi proses penanganan pascapanen. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan melibatkan 60 petani. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM), menggunakan Smart Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penanganan pascapanen dipengaruhi secara signifikan oleh orientasi kewirausahaan dan orientasi pasar, namun pengaruh orientasi kewirausahaan lebih besar daripada orientasi pasar. Petani melakukan penanganan pascapanen Lada Muntok dalam dua tahap. 50% petani melakukan proses perontokan, perendaman dan pengeringan. 50% petani tidak melakukan proses sortasi, grading, dan milling. Keputusan petani dalam penanganan pascapanen lebih banyak dipengaruhi oleh pengaruh orientasi kewirausahaan petani. Petani yang termotivasi untuk unggul, berani mengambil risiko, dan mau berinovasi dengan menggunakan metode produksi baru cenderung melakukan proses penanganan pascapanen yang baik, tidak hanya perontokan, perendaman, dan pengeringan tetapi juga pemilahan dan pengolahan produk turunan lada

    Transparansi Pengelolaan Keuangan Desa Kabupaten Pulau Morotai

    Get PDF
    This study aims to provide an overview of the transparency of village financial management in Pulau Morotai Regency, North Maluku Province, Indonesia. The sample in this study was taken by using a purposive sampling method, involving 440 respondents, and spread in 88 villages in Pulau Morotai Regency. Data processing techniques used descriptive statistics with a class interval approach. The results show that the indicators of clarity of roles and responsibilities, implementation of government affairs are still dominated by the head of the village who has the authority for village financial management. Indicators of budget disclosure show relatively the same as indicators of clarity of roles and responsibilities. The indicators of information availability indicate that the accessibility of public information in villages located in the subdistrict capital is relatively good. In contrast, the last indicator, integrity assurance, shows that data validity still being a problem in the village planning process. This study also discusses the implications as well as suggestions for future studies.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang transparansi pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan melibatkan 440 responden, dan tersebar di 88 desa di Kabupaten Pulau Morotai. Teknik pengolahan data menggunakan statistik deskriptif dengan pendekatan interval kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kejelasan peran dan tanggung jawab, pelaksanaan urusan pemerintahan masih didominasi oleh kepala desa yang memiliki kewenangan pengelolaan keuangan desa. Indikator pengungkapan anggaran menunjukkan relatif sama dengan indikator kejelasan peran dan tanggung jawab. Indikator ketersediaan informasi menunjukkan bahwa aksesibilitas informasi publik di desa-desa yang berada di ibukota kecamatan relatif baik. Sebaliknya, indikator terakhir, jaminan integritas, menunjukkan bahwa validitas data masih menjadi masalah dalam proses perencanaan desa. Penelitian ini juga membahas implikasi serta saran untuk penelitian selanjutnya

    Strategi Kampanye dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2019 melalui Media Sosial

    Get PDF
    Social media has changed the ways of the political campaign to win their candidates. The media has been prepared for disseminating vision and mission of political candidates since social media has been a promising strategy campaign. This study aims to analyze the campaign strategy of the 2019 Presidential and Vice-Presidential elections on Social Media. The method used was descriptive qualitative. The Data sources were obtained through the winning team accounts of Jokowi and Prabowo on Twitter. Data analysis techniques used Nvivo 12 plus through the crosstab feature. The results of the study found that the two winning team accounts on Twitter @BK52bersamaJKW and @PrabowoSandi_ID were very enthusiastic during the campaign. However, in the consistency level of Twitter account @BK52bersama JKW from February to April was not stable during the campaign process. Meanwhile, the Twitter account @PrabowoSandi_ID Twitter from November to December was inactive and it increased in January. Between the two winning teams; the Prabowo team was more enthusiastic in disseminating the candidate by using the hashtag where the percentage level is higher than the winning team of Jokowi.Media sosial telah banyak mengubah cara dalam strategi pemenangan kandidat politik. Secara khusus, para kandidat politik telah mempersiapkan media sebagai strategi yang menjanjikan untuk menyampaikan visi dan misi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2019 melalui Media Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan akun Twitter Tim Pemenangan Jokowi dan Prabowo sebagai sumber data. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan Nvivo 12 plus melalui fitur crosstab. Hasil penelitian menemukan bahwa dua akun Twitter, @BK52bersamaJKW dan @PrabowoSandi_ID, sangat antusias dalam strategi pemenangan selama kampanye. Akan tetapi, selama kampanye, tingkat konsistensi akun Twitter @BK52bersamaJKW mengalami ketidakstabilan pada bulan Februari hingga April. Sementara akun Twitter @PrabowoSandi_ID tidak aktif pada bulan November dan Desember tetapi mengalami peningkatan pada bulan Januari. Antara tim pemenangan Jokowi dan Prabowo, tim Prabowo lebih antusias dalam penyebaran informasi dalam berkampanye politik melalui hashtag dan memiliki tingkat persentase yang lebih tinggi daripada pada tim pemenangan Jokowi

    156

    full texts

    193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇