193 research outputs found

    Analisis Locus of Control (LoC) terhadap Daya Saing Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Pangkalpinang

    No full text
    The reality shows that Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a very important role in economic growth. Even MSMEs are the only micro institutions that have not been shaken by the monetary crisis that began in 1988. However, as one of the mainstay sectors of society, especially the lower-middle-class economic community, the role of MSMEs has not been maximized, so they have not been able to compete fully and, even worse, many MSMEs have gone out of business or are inactive. Many factors cause the inability of SMEs to compete, among others, due to low innovation and competitiveness, so they have not been able to win competition both in the national and international spheres. The decrease in the number of MSMEs from active to inactive is because these MSMEs are less able to survive in an increasingly fierce competition arena. Only MSMEs that survive are MSMEs that have creations and innovations according to the community’s needs. The inability to create creations and innovations is suspected that most MSME actors have a personality that lacks confidence due to their low managerial ability. If MSME actors have an Internal Locus of Control and high managerial abilities, MSME actors will be more creative and innovative. This research uses a qualitative and quantitative descriptive approach descriptively and inferentially to analyze the LoC on the competitiveness of micro, small and medium enterprises (MSMEs) in Pangkalpinang City with a total sample of 50 MSMEs. The analytical tool used in this research is to use a Likert scale scoring. Multiple linear regression is performed with the competitiveness of MSMEs as the dependent variable and LoC as the independent variable. The research results stated that the Internal Locus of Control (ILoC) of MSME actors in Pangkalpinang City was higher than External Locus of Control (ELoC) and Locus of Control had a significant and positive influence on the competitiveness of MSMEs in Pangkalpinang City.Kenyataan menunjukkan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi. Bahkan UMKM merupakan satu-satunya lembaga mikro yang tidak terguncang oleh krisis moneter yang dimulai pada tahun 1988. Namun, sebagai salah satu sektor andalan masyarakat, khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah, peran UMKM belum maksimal, sehingga belum mampu bersaing secara penuh dan lebih parah lagi, banyak UMKM yang gulung tikar atau tidak aktif. Banyak faktor yang menyebabkan UMKM tidak mampu bersaing antara lain karena rendahnya inovasi dan daya saing, sehingga belum mampu memenangkan persaingan baik di kancah nasional maupun internasional. Menurunnya jumlah UMKM dari yang aktif menjadi tidak aktif disebabkan karena UMKM tersebut kurang mampu bertahan dalam kancah persaingan yang semakin ketat. Hanya UMKM yang bertahan adalah UMKM yang memiliki kreasi dan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat. Ketidakmampuan untuk berkreasi dan berinovasi diduga sebagian besar pelaku UMKM memiliki kepribadian yang kurang percaya diri karena kemampuan manajerial yang rendah. Jika pelaku UMKM memiliki Internal Locus of Control dan kemampuan manajerial yang tinggi, maka pelaku UMKM akan lebih kreatif dan inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif secara deskriptif dan inferensial untuk menganalisis LoC terhadap daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pangkalpinang dengan sampel sebanyak 50 UMKM. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penilaian skala Likert. Regresi linier berganda dilakukan dengan daya saing UMKM sebagai variabel dependen dan LoC sebagai variabel independen. Hasil penelitian menyatakan bahwa Internal Locus of Control (ILoC) pelaku UMKM di Kota Pangkalpinang lebih tinggi dari External Locus of Control (ELoC) dan Locus of Control berpengaruh signifikan dan positif terhadap daya saing UMKM di Kota Pangkalpinang

    Intellectual Capital dalam Persepsi Nasabah pada Perbankan Syariah di PangkalpinangIntellectual Capital dalam Persepsi Nasabah pada Perbankan Syariah di Pangkalpinang

    Full text link
    This study investigates the influence of intellectual capital with the dimensions of Human Assets (HC), Structural Capital (SC), and Relationships (RC) on banking performance in the perceptions of customers on Syariah Bank in Pangkalpinang. The choice of method in this research is quantitative with the target of five Sharia banks in Pangkalpinang, namely Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, Bank SumselBabel Syariah, and Bank Muamalat. There were 20 questionnaires distributed in each Sharia bank. The measuring instrument used to calculate the variables is Structure Equation Modeling (SEM). The path coefficient value data processing or path coefficient bootstrapping analysis with the direction of the relationship obtained the human asset variable (HC) results, showing a positive number of 0.361. The structural capital variable (SC) shows a positive number of 0.436, the human asset variable (HC), and the capital variable structural (SC) has a positive effect on banking performance. For the relation variable (RC), the original value showed a positive number of 0.076. The t-statistic value was smaller than the t-value, 0.704 <1.96 so that the relationship variable had no positive effect on banking performance.Penelitian ini mengkaji pengaruh modal intelektual dengan dimensi Human Assets (HC), Structural Capital (SC), dan Relationships (RC) terhadap kinerja perbankan dalam persepsi nasabah pada Bank Syariah di Pangkalpinang. Pemilihan metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan target lima bank syariah di Pangkalpinang, yaitu Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, Bank SumselBabel Syariah, dan Bank Muamalat. Ada 20 kuesioner yang dibagikan di setiap bank syariah. Alat ukur yang digunakan untuk menghitung variabel adalah Structure Equation Modeling (SEM). Pemrosesan data koefisien jalur atau analisis bootstrapping koefisien jalur dengan arah hubungan yang diperoleh hasil human asset variable (HC), menunjukkan angka positif 0,361. Variabel modal struktural (SC) menunjukkan angka positif sebesar 0,436, variabel aset manusia (HC), dan variabel modal struktural (SC) berpengaruh positif terhadap kinerja perbankan. Untuk variabel relasi (RC), nilai original menunjukkan angka positif sebesar 0,076. Nilai t-statistik lebih kecil dari t-value 0,704 <1,96, sehingga variabel hubungan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja perbankan

    Kelapa Sawit dan Bencana Alam: Makna Sosiologis Diskursus Dampak Ekologis Ekspansi Sawit

    Full text link
    Since its inception and until now, oil palm plantations have been controversial in Indonesia. Although there is ample evidence presented by proponents proving that oil palm expansion has made an important contribution to the Indonesian economy, from an ecological point of view, it is claimed by critics to have negative impacts on the environment, one of which is the cause of natural disasters. The link between oil palm expansion and natural disasters is debated between critics and supporters of oil palm expansion. This study examines the theme of criticism of oil palm expansion as a cause of natural disasters and counter-discourse of supporting oil palm expansion. By using literature study methods and an environmental, sociological perspective, it is found that the discourse on the impact of oil palm plantation expansion shows a contradiction between the views of the New Ecological Paradigm (Paradigma Ekologi Baru or PEB) and the Human Exemptionalism Paradigm (Paradigma Keterpisahan Manusia or HEP). The Indonesian government is building a counter-discourse of ecological modernization to maintain and develop oil palm plantations expansion.Sejak awal dan hingga saat ini, perkebunan kelapa sawit menjadi kontroversi di Indonesia. Meskipun banyak bukti yang disajikan oleh para pendukung yang membuktikan bahwa ekspansi kelapa sawit telah memberikan kontribusi penting bagi perekonomian Indonesia, dari sudut pandang ekologis, hal tersebut diklaim oleh para kritikus memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, salah satunya adalah penyebab bencana alam. Kaitan antara ekspansi kelapa sawit dan bencana alam, kemudian, menjadi perdebatan antara kritikus dan pendukung ekspansi kelapa sawit. Penelitian ini mengkaji tema wacana kritik ekspansi sawit sebagai penyebab bencana alam dan kontra wacana pendukung ekspansi sawit. Dengan menggunakan metode studi literatur dan perspektif sosiologi lingkungan, diperoleh hasil bahwa diskursus tentang dampak perluasan perkebunan kelapa sawit menunjukkan adanya kontradiksi antara pandangan Paradigma Ekologi Baru (PEB) dan Paradigma Keterpisahan Manusia (PKM). Pemerintah Indonesia membangun diskursus tandingan yang modernisasi ekologis untuk mempertahankan dan mengembangkan ekspansi perkebunan kelapa sawit

    Relasi Elite, Sub-Elite, dan Masyarakat Desa dalam Mempertahankan Dinasti Keluarga Masra di Desa Gapurana Kabupaten Sumenep: Studi pada Rezim H. Andiwarto Tahun 2013-2019

    No full text
    This research focuses on the relation of elite H. Andiwarto with sub-elite and village community in maintaining Masra family dynasty for village head position. Masra family dynasty has run for a long time. For 150 years, Masra family descendants occupy the village head position. The survival of Masra family dynasty in the Gapurana Village Government is studied in the relation of H. Andiwarto, who is Masra descendant with sub-elite and village community to maintain Masra family descendant dynasty as a village head. This research used a qualitative method with descriptive research type. The elite theory proposed by Suzanne Keller was used to analyze the relation of elite, sub-elite, and the community. This theory has 4 (four) indicators: the governing elite, the ruling elite, the not ruling elite, and the community. Based on these indicators and the results of this research, the relation built by H. Andiwarto in maintaining Masra family dynasti consists of three relations: relation with the political elite, relation with economic elite, and relation with the social elite. The political elite’s relationship is vital in maintaining the Masra family descendant dynasty. In contrast, the relation between the economic elite and the social elite supports relations for keeping the legitimacy of the village community towards Masra descendants.Penelitian ini berfokus pada relasi elite H. Andiwarto dengan sub-elite dan masyarakat desa dalam mempertahankan dinasti keluarga Masra untuk jabatan kepala desa. Dinasti keluarga Masra sudah berjalan sejak lama. Selama 150 tahun, keturunan keluarga Masra menduduki posisi kepala desa. Kelangsungan hidup dinasti keluarga Masra dalam Pemerintahan Desa Gapurana dikaji dalam relasi H. Andiwarto yang merupakan keturunan Masra dengan sub-elite dan masyarakat desa untuk mempertahankan dinasti keturunan keluarga Masra sebagai kepala desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teori elite yang dikemukakan oleh Suzanne Keller digunakan untuk menganalisis relasi elite, sub-elite, dan masyarakat. Teori ini memiliki 4 (empat) indikator yaitu elite yang memerintah, elite yang berkuasa, elite yang tidak berkuasa, dan masyarakat. Berdasarkan indikator tersebut dan hasil penelitian, maka relasi yang dibangun oleh H. Andiwarto dalam mempertahankan dinasti keluarga Masra terdiri dari tiga relasi yaitu relasi dengan elite politik, relasi dengan elite ekonomi, dan relasi dengan elite sosial. Relasi elite politik merupakan relasi yang paling vital dalam mempertahankan dinasti keturunan keluarga Masra. Sebaliknya, relasi elite ekonomi dan elite sosial mendukung relasi untuk menjaga legitimasi masyarakat desa terhadap keturunan Masra

    Kemampuan Kolaborasi Jaringan Pemasaran dalam Meningkatkan Kinerja UKM di Kota Ternate

    No full text
    This research aims to bridge the gaps in the relationship of entrepreneurial orientation to marketing performance, as some research yielded contradictory results. This research used a survey method distributing questionnaires with open and closed-ended statements to small and medium industries. Also, convenience sampling was applied with a sample size of 100 respondents from representatives of small and medium industries in the city of Ternate. The analytical method was aided with Smart PLS. The results show that the quality of social networks has no significant effect on the performance of SMEs and that the marketing network collaboration capability has no significant effect on the performance of SMEs. This implies that business operators of conventional businesses in certain areas have not reached the markets outside Ternate City by using social media, which is a remarkably effective medium.Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan dalam hubungan orientasi kewirausahaan dengan kinerja pemasaran, karena beberapa penelitian menghasilkan hasil yang kontradiktif. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner dengan pernyataan terbuka dan tertutup kepada industri kecil dan menengah. Selain itu, convenience sampling diterapkan dengan jumlah sampel 100 responden dari perwakilan industri kecil dan menengah di kota Ternate. Metode analisis dibantu dengan Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas jaringan sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UKM dan kemampuan kolaborasi jaringan pemasaran tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UKM. Artinya pelaku usaha konvensional di daerah tertentu belum menjangkau pasar di luar Kota Ternate dengan menggunakan media sosial yang merupakan media yang sangat efektif

    Proses Perencanaan dan Penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah: Studi Konsistensi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2018-2022

    Full text link
    The consistency between planning and budgeting is important because it is a marker for local governments in assessing the performance of all government programs and activities, whether they are running well and according to the goals set. The difference in consistency in the Pangkalpinang City Government occurs from year to year. Still, there is a commitment from the Regional Head to build consistency between planning and budgeting to realize community welfare. This research has a purpose: to find out and analyze how the consistency between planning and budgeting in the 2018 to 2020 fiscal year is through an analysis of the planning process and the budgeting process to see what factors support this consistency. The research method used uses a qualitative approach and analysis through the Interactive Model of Miles and Huberman. The results obtained from the research are planning and budgeting process in the Pangkalpinang City Government is still not consistent. The research locus is at the Regional Development Planning and Research Agency of the Pangkalpinang City, Regional Finance Agency of Pangkalpinang City, and Regional House of Representatives Budget Agency of Pangkalpinang City. Each year, the consistency that occurs is different in the Regional Government Work Plan (Rencana Kerja Pemerintah Daerah or RKPD). The highest consistency is found at the end of the Regional Medium-Term Development Plan (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah or RPJMD), which in this research falls on the 2018 Regional Government Work Plan (RKPD).Konsistensi yang terjadi antara perencanaan dan penganggaran menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena menjadi penanda bagi pemerintah daerah dalam menilai kinerja seluruh program dan kegiatan pemerintah, apakah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Perbedaan konsistensi di Pemerintah Kota Pangkalpinang terjadi dari tahun ke tahun. Namun tetap ada komitmen dari Kepala Daerah untuk membangun konsistensi antara perencanaan dan penganggaran untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan: untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana konsistensi antara perencanaan dan penganggaran pada tahun anggaran 2018 hingga 2020 melalui analisis proses perencanaan dan proses penganggaran untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mendukung konsistensi tersebut. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis melalui Model Interaktif Miles dan Huberman. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah proses  dan penganggaran di Pemerintah Kota Pangkalpinang masih belum konsisten. Lokus penelitian berada di Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Kota Pangkalpinang, Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang dan Badan Anggaran DPRD Kota Pangkalpinang. Konsistensi yang terjadi berbeda pada setiap tahun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Konsistensi tertinggi terdapat pada bagian akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dalam penelitian ini jatuh pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2018

    Literasi Keuangan, Toleransi Risiko, dan Pengelolaan Keuangan Pelaku Usaha Mikro

    Full text link
    Micro-enterprises have a significant role in the country’s economy. However, business owners must face various problems to develop their business. One of the problems is the limited funding for micro-enterprises due to the low financial literacy of business owners. In addition, the business owner’s tolerance for risk is also expected to affect the financial management of micro-enterprises. This study aims to determine the level of financial literacy and tolerance of business owners and the financial management of micro-enterprises. This research method uses a questionnaire distributed to micro-enterprise owners in Central Java Province and Yogyakarta Special Region. The results showed that the level of financial literacy of micro-enterprise owners was in the medium category. Micro-enterprise owners have a neutral attitude towards risk and are not individuals who dare to take risks but do not avoid risk. Financial management carried out by business owners is still in the poor category. Improvement of financial literacy, understanding of risks, and financial management of micro-enterprises still need to be done.Usaha mikro memiliki peran besar dalam perekonomian negara. Namun, pemilik usaha harus menghadapi berbagai masalah untuk mengembangkan usahanya. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan dana bagi usaha mikro karena rendahnya literasi keuangan pemilik usaha. Selain itu, toleransi pemilik usaha terhadap risiko juga diperkirakan akan mempengaruhi pengelolaan keuangan usaha mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi dan toleransi keuangan pemilik usaha dan pengelolaan keuangan usaha mikro. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada pemilik usaha mikro di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan pemilik usaha mikro berada pada kategori sedang. Pemilik usaha mikro memiliki sikap netral terhadap risiko dan bukan individu yang berani mengambil risiko tetapi tidak menghindari risiko. Pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh pemilik usaha masih dalam kategori kurang baik. Peningkatan literasi keuangan, pemahaman risiko, dan pengelolaan keuangan usaha mikro masih perlu dilakukan

    Mendefinisikan Pengelolaan Keuangan Dalam Keluarga Sakinah

    Full text link
    Secularism has been entering every aspect of life, including a micro-level of financial management of a family. This study sheds light on how religious views can be used to minimize the influence of secularism. This study was mainly aimed at demonstrating how sacred goals in Muslim families, through Sakeenah values, can be used as an antidote to secularism practices in managing family finance. Thirteen contextual characteristics of financial management in eight Muslim families were identified using the Grounded Theory method. These characteristics were used to verify main concepts—basic financial management, family structure, Sakeenah elements, and a form of secularism—usury. Using the Grounded Theory method was also the other aim of this study that demonstrated its use to deepen the interrelation between those four main concepts and those characteristics contextually. Several limitations surfaced after the analyses, and this allowed recommendations for future studies.Sekularisme telah memasuki setiap aspek kehidupan, termasuk pengelolaan keuangan tingkat mikro sebuah keluarga. Studi ini menyoroti bagaimana pandangan agama dapat digunakan untuk meminimalkan pengaruh sekularisme. Penelitian ini terutama bertujuan untuk menunjukkan bagaimana tujuan suci dalam keluarga Muslim, melalui nilai-nilai Sakinah, dapat digunakan sebagai penangkal praktik sekularisme dalam mengelola keuangan keluarga. Tiga belas karakteristik kontekstual manajemen keuangan di delapan keluarga Muslim diidentifikasi menggunakan metode Grounded Theory. Ciri-ciri ini digunakan untuk memverifikasi konsep utama—pengelolaan keuangan dasar, struktur keluarga, elemen Sakinah, dan bentuk sekularisme—riba. Penggunaan metode Grounded Theory juga merupakan tujuan lain dari penelitian ini yang menunjukkan kegunaannya untuk memperdalam keterkaitan antara keempat konsep utama dan karakteristik tersebut secara kontekstual. Beberapa keterbatasan muncul setelah analisis, dan ini memungkinkan rekomendasi untuk studi masa depan

    Dampak Pandemi COVID-19 dan Kebijakan Work From Home Terhadap Masyarakat Miskin dan Perempuan di Perdesaan

    No full text
    The COVID-19 outbreak has brought multiple profound effects on the economic sector worldwide. This study aims to determine the socio-economic impact caused by the COVID-19. Considering Indonesian lower-classes, this study used a quantitative method with a descriptive approach and collected 274 respondents. Data were obtained from questionnaire interviews with poor women in rural East Java. The data source was selected using a random sampling technique. Literature studies were carried out to collect data related to research. The results show that the pandemic in Indonesia has caused a tremendous impact on the socio-economic sector of society and women from the lower classes in rural areas. They suffer from huge losses ranging from reduced income to loss of work. This study also highlights the Work From Home (WFH) policy, which cannot be implemented on the lower classes because many of them are laid off, and some employees who continue to work are at risk of disease exposure. Likewise, the COVID-19 pandemic and Work From Home (WFH) policy evoke several problems for women. The household responsibility of women is proven to increase during the pandemic. The women who do WFH seem to be preoccupied in two roles, first, as a worker, second, as a housewife who assists the household. Specifically, it means women are required to do domestic and public work. Therefore, gender awareness is needed to minimize women’s disadvantages in this case.Wabah COVID-19 telah membawa banyak efek mendalam pada sektor ekonomi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh COVID-19. Dengan mempertimbangkan masyarakat Indonesia kelas bawah, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan mengumpulkan 274 responden. Data diperoleh dari wawancara kuesioner dengan perempuan miskin di pedesaan Jawa Timur. Sumber data dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi di Indonesia telah menimbulkan dampak yang luar biasa pada sektor sosial ekonomi masyarakat dan perempuan dari kelas bawah di pedesaan. Mereka menderita kerugian besar mulai dari berkurangnya pendapatan hingga kehilangan pekerjaan. Penelitian ini juga menyoroti kebijakan Work From Home (WFH) yang tidak bisa diterapkan pada masyarakat kelas bawah karena banyak yang terkena PHK, dan beberapa karyawan yang tetap bekerja berisiko terpapar penyakit. Begitu pula dengan kebijakan pandemi COVID-19 dan Work From Home (WFH) menimbulkan beberapa masalah bagi perempuan. Tanggung jawab rumah tangga perempuan terbukti meningkat di masa pandemi. Perempuan yang melakukan WFH tampaknya disibukkan dengan dua peran, pertama sebagai pekerja, kedua sebagai ibu rumah tangga yang membantu rumah tangga. Secara khusus, itu berarti perempuan dituntut untuk melakukan pekerjaan domestik dan publik. Oleh karena itu, kesadaran gender diperlukan untuk meminimalisir kerugian perempuan dalam hal ini

    Kepuasan Seleksi dan Atribut Perguruan Tinggi: Mediasi Kepuasan Informasi

    Full text link
    This study aimed to examine the satisfaction of information availability in mediating the relationship between attributes of and satisfaction in choosing higher education institutions for Universitas Khairun and IAIN Ternate. A total of 252 students from both institutions were involved in this survey, with an effective rate of return of 70%. A hierarchical regression analysis was run by using IBM SPSS version 24. The results showed that for Universitas Khairun, information satisfaction fully mediates the relationship between attributes and satisfaction in choosing a university. In contrast, for IAIN Ternate, information satisfaction is only an independent variable. The implications and suggestions for further research are also discussed in this study.Penelitian ini bertujuan untuk menguji kepuasan ketersediaan informasi dalam memediasi hubungan antara atribut dan kepuasan dalam memilih perguruan tinggi bagi Universitas Khairun dan IAIN Ternate. Sebanyak 252 mahasiswa dari kedua institusi terlibat dalam survei ini, dengan tingkat pengembalian efektif 70%. Analisis regresi hierarkis dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk Universitas Khairun, kepuasan informasi sepenuhnya memediasi hubungan antara atribut dan kepuasan dalam memilih universitas. Sebaliknya, bagi IAIN Ternate, kepuasan informasi hanya merupakan variabel bebas. Implikasi dan saran untuk penelitian selanjutnya juga dibahas dalam penelitian ini

    156

    full texts

    193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇