193 research outputs found

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kesiapan Era Industri 4.0 di Masa Pandemi COVID-19 pada Pegawai di DKI Jakarta

    Full text link
    This study analyses significant factors affecting the level of preparation for the industry 4.0 era related to anxiety about the COVID-19 pandemic on employees in DKI Jakarta. Apart from being influenced by the anxiety of the COVID-19 pandemic, the level of preparation for the industry 4.0 is also differentiated by gender, age, education, marital status, decreasing income, and loyalty. Therefore, companies can arrange the planning related to preparing the industry 4.0 during the COVID-19 pandemic if those factors have been figured out. This study used a quantitative method, and the population of this study is full-time employees in DKI Jakarta. The sample was selected by using the snowball sampling technique distributed to 12 companies in DKI Jakarta. The distribution was conducted through the WhatsApp application for a month, and it was gained 228 respondents.  Snowball sampling technique used in correlation with the implementation of large-scale social restrictions caused by COVID-19 pandemic. The data analysis used a multiple linear regression model. The results show that factors affecting the level of employees’ preparation in DKI Jakarta for industry 4.0 related to the anxiety of the COVID-19 pandemic are loyalty and a decrease in income.Penelitian ini menganalisis faktor signifikan yang mempengaruhi tingkat kesiapan menghadapi era industri 4.0 terkait kecemasan terhadap pandemi COVID-19 pada pegawai di DKI Jakarta. Selain dipengaruhi oleh kecemasan pandemi COVID-19, tingkat kesiapan menghadapi industri 4.0 juga dibedakan berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, status perkawinan, penurunan pendapatan, dan loyalitas. Oleh karena itu, perusahaan dapat menyusun perencanaan terkait persiapan industri 4.0 selama pandemi COVID-19 jika faktor-faktor tersebut telah diketahui. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan populasi penelitian ini adalah pegawai tetap di DKI Jakarta. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik snowball sampling yang didistribusikan ke 12 perusahaan di DKI Jakarta. Pendistribusian dilakukan melalui aplikasi WhatsApp selama sebulan, dan diperoleh 228 responden. Teknik snowball sampling digunakan dalam kaitannya dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar akibat pandemi COVID-19. Analisis data menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat kesiapan pegawai di DKI Jakarta untuk industri 4.0 terkait kecemasan terhadap pandemi COVID-19 adalah loyalitas dan penurunan pendapatan

    Strategi Bertahan Hidup Ibu Tunggal Mahasiswa Universitas Selama Pandemi COVID-19

    Full text link
    The COVID-19 pandemic impacted the social and economic sectors. Family, the smallest social unit, is experiencing the impact, particularly for the woman as single-parent. Being a single parent is either a choice, decision, or condition that must be accepted due to the spouse’s passing or other condition. Single parents carried numerous burdens alone, including earning a living and raising the children. These burdens have a significant impact on single parents. This study aims to reveal single-parent families’ survival mechanisms. The research applied a qualitative method by interviewing single mothers from university students in East Java Province, Indonesia. This study used the theory of survival mechanism proposed by James Scott. The study found that instabilities generated by the COVID-19 pandemic produced enormous diminishing income. Such ordeals faced by single parents are burdensome because they initially had to support the family amid the feeble economy. Income vulnerability becomes a deep concern for single mothers. Pandemic COVID-19 caused these mothers to empower themselves and develop various survival strategies. The mothers from middle-class families live frugally and selective when they buy something they need. While mothers from lower-class families did different survival mechanisms, range from careful spending, owe some money, and open a business using their ex-husband’s savings. Furthermore, they are also working overtime, empowering their children to help with the work, diversifying jobs by opening food stalls up to have an online shop. Therefore, it can be assumed that the COVID-19 pandemic has made single parents struggle even more to fulfil their family needs.Pandemi COVID-19 berdampak pada sektor sosial dan ekonomi. Keluarga, unit sosial terkecil, mengalami dampaknya, khususnya bagi perempuan sebagai orang tua tunggal. Menjadi orang tua tunggal adalah pilihan, keputusan, atau kondisi yang harus diterima karena meninggalnya pasangan atau kondisi lainnya. Orang tua tunggal memikul banyak beban sendirian, termasuk mencari nafkah dan membesarkan anak-anak. Beban ini berdampak signifikan pada orang tua tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mekanisme kelangsungan hidup keluarga dengan orang tua tunggal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai ibu tunggal dari mahasiswa di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori mekanisme bertahan hidup yang dikemukakan oleh James Scott. Studi tersebut menemukan bahwa ketidakstabilan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 menghasilkan penurunan pendapatan yang sangat besar. Cobaan berat yang dihadapi oleh orang tua tunggal ini memberatkan karena mereka awalnya harus menghidupi keluarga di tengah ekonomi yang lemah. Kerentanan pendapatan menjadi perhatian yang mendalam bagi ibu tunggal. Pandemi COVID-19 menyebabkan para ibu ini memberdayakan diri dan mengembangkan berbagai strategi bertahan hidup. Para ibu dari keluarga kelas menengah hidup hemat dan selektif saat membeli sesuatu yang mereka butuhkan. Sementara ibu dari keluarga kelas bawah melakukan mekanisme kelangsungan hidup yang berbeda, mulai dari pengeluaran yang cermat, berhutang, dan membuka usaha dengan menggunakan tabungan mantan suami mereka. Selain itu, mereka juga bekerja lembur, memberdayakan anak-anaknya untuk membantu pekerjaan, melakukan diversifikasi pekerjaan dengan membuka warung makan hingga memiliki toko online. Oleh karena itu, dapat diasumsikan bahwa pandemi COVID-19 semakin membuat orang tua tunggal semakin berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya

    Kepemilikan Psikologis dalam Organisasi: Peran Person-Organization Fit dan Konsekuensi terhadap Dukungan untuk Perubahan dan Perilaku Kewargaan Organisasional

    No full text
    This study examines the antecedent and consequences of psychological ownership, where employees develop possessive feelings towards the organization. Person-Organization Fit (PO-Fit) is required to increase psychological ownership through various organizational activities. Psychological ownership produces significant psychological, emotional, and behavioral consequences, including employees support for change and Organizational Citizenship Behavior (OCB). This study involved 210 staff from educational institutions. A total of 191 survey questionnaires were returned, and 121 were eligible. According to hierarchical regression analysis, the result indicated that PO-Fit had a positive effect on psychological ownership (β=0.42, t=4.81), psychological ownership had a positive effect on support for change (β=0.26, t=4.01) and OCB (β=0.21, t=3.12). The study concluded that psychological ownership is necessary to support positive organizational behavior.Penelitian ini mengkaji anteseden dan konsekuensi dari kepemilikan psikologis, di mana karyawan mengembangkan perasaan posesif terhadap organisasi. Person-Organization Fit (PO-Fit) diperlukan untuk meningkatkan kepemilikan psikologis melalui berbagai kegiatan organisasi. Kepemilikan psikologis menghasilkan konsekuensi psikologis, emosional, dan perilaku yang signifikan, termasuk dukungan karyawan untuk perubahan dan Perilaku Kewargaan Organisasional (PKO). Penelitian ini melibatkan 210 staf dari institusi pendidikan. Sebanyak 191 kuesioner survei dikembalikan, dan 121 memenuhi syarat. Berdasarkan analisis regresi hirarki, hasil penelitian menunjukkan bahwa PO-Fit berpengaruh positif terhadap kepemilikan psikologis (β=0,42, t=4,81), kepemilikan psikologis berpengaruh positif terhadap dukungan perubahan (β=0,26, t=4,01) dan PKO (β=0.21, t=3.12). Studi menyimpulkan bahwa kepemilikan psikologis diperlukan untuk mendukung perilaku organisasi yang positif

    Aspirasi Keluarga Nelayan Pantai Utara Jawa Terhadap Pendidikan Anak

    No full text
    So far, fishermen are associated with the poor with low education. This is due to the livelihood of fishermen who depend on the sea, which is very dynamic and uncertain. However, during the last 20 years, there has been a change in the perspective and aspirations of fishermen’s families towards their children’s education. The factors of fishermen’s livelihood, which are increasingly difficult and increasing accessibility, are expected to change the perspective on education. This research aims to explore the factors that change the aspirations of fishermen’s families towards education, both formal and informal education in Purworejo Village - Demak. The qualitative research method with ten informants conducted in-depth interviews, three focused discussions, and field observations to understand the existing phenomena. Focused discussions were conducted online and offline due to the COVID-19 pandemic situation in the research area. Data collection was carried out in July-August 2020 and March 2021. The results showed that the fishermen had seen the importance of their children getting a higher education. The increasing aspirations of fishermen’s parents towards education cannot be separated from the Family Hope Program (Program Keluarga Harapan or PKH), which can at least increase the school participation level of fishermen’s children. Parents expect their children to have a wider choice of jobs than those who live by profession as a fisherman, namely employee of the last resort.Selama ini nelayan diasosiasikan dengan masyarakat miskin yang berpendidikan rendah. Hal ini disebabkan mata pencaharian nelayan yang bergantung pada laut sangat dinamis dan tidak menentu. Namun, selama 20 tahun terakhir, terjadi perubahan cara pandang dan aspirasi keluarga nelayan terhadap pendidikan anak-anaknya. Faktor penghidupan nelayan yang semakin sulit dan aksesibilitas yang semakin meningkat diharapkan dapat mengubah cara pandang terhadap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami faktor-faktor yang mengubah aspirasi keluarga nelayan terhadap pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal di Desa Purworejo – Demak. Metode penelitian kualitatif dengan sepuluh informan dilakukan wawancara mendalam, tiga kali diskusi terpumpun, dan observasi lapangan untuk memahami fenomena yang ada. Diskusi terpumpun dilakukan secara online dan offline karena situasi pandemi COVID-19 di daerah penelitian. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020 dan Maret 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para nelayan telah melihat pentingnya anak-anaknya mengenyam pendidikan tinggi. Meningkatnya aspirasi orang tua nelayan terhadap pendidikan tidak lepas dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang setidaknya dapat meningkatkan tingkat partisipasi sekolah anak-anak nelayan. Orang tua mengharapkan anak-anaknya memiliki pilihan pekerjaan yang lebih luas dibandingkan dengan mereka yang berprofesi sebagai nelayan, yaitu employee of the last resort

    Pemberdayaan Buruh Migran melalui Program Desa Migran Produktif di Banyumas, Indonesia

    No full text
    This study explains empowering Indonesian Migrant Workers (IMW) through Productive Migrant Village Programs (PMVP) in the Banyumas Regency. PMVP is a program of the Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia held since 2016. The program aims are to empower, improve services and protection for IMWs starting from the village. The paradigm of the study is a constructivist paradigm by using a critical model. The research method used is a qualitative method with a phenomenological approach, which explores data to get the meaning of the basic and essential things of the empirical phenomena experienced by the research subject. The results of the research are 1). In providing information about the process of migrant workers faced with challenges from recruitment agencies/recruitment companies (Private Indonesian Migrant Worker Placement Agency). 2). In the stage of the production process, there are obstacles that the equipment provided by the Ministry cannot use. 3). The care of children of migrant workers is still individual only to their families. The community even still stigmatizes them as children who deserve problems since their parents abandoned them. 4). Late initiation of the migrant workers’ cooperatives. Procedures for establishing migrant workers cooperatives, mentoring, and guidance specifically related to migrant workers are needed.Penelitian ini menjelaskan tentang pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia melalui Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) di Kabupaten Banyumas. Desmigratif merupakan program Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang dilaksanakan sejak tahun 2016. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi pekerja migran dimulai dari desa. Paradigma penelitian ini adalah paradigma konstruktivis dengan menggunakan model kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yaitu menggali data untuk mendapatkan makna dari hal-hal yang mendasar dan esensial dari fenomena empiris yang dialami oleh subjek penelitian. Hasil penelitian adalah 1). Dalam memberikan informasi tentang proses pekerja migran menghadapi tantangan dari agen perekrutan/perusahaan perekrutan (Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta). 2). Dalam tahapan proses produksi, terdapat kendala peralatan yang disediakan Kementerian tidak bisa digunakan. 3). Pengasuhan anak BMI masih bersifat individual hanya kepada keluarganya. Masyarakat bahkan masih menstigmatisasi mereka sebagai anak yang pantas mendapat masalah karena ditinggalkan oleh orang tuanya. 4). Inisiasi pembentukan koperasi buruh migran yang terlambat. Diperlukan prosedur pembentukan koperasi pekerja migran, pendampingan, dan pembinaan khusus terkait pekerja migran

    Service-learning as a Strategy to Promote Global Citizenship in Indonesia

    Full text link
    Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kebermanfaatan service-learning sebagai strategi untuk mempromosikan global citizenship pada Perguruan Tinggi di Indonsia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif jenis fenomenologi. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang terlibat dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berasal dari delapan kampus yang berbeda di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hasil penelitian secara spesifik menunjukan dua temuan, 1) service-learning dalam organisasi kemahasiswaan dapat mempromosikan nilai-nilai global citizenship, dan 2) service-learning dalam organisasi kemahasiswaan dapat meningkatkan keterampilan industri. Penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi dapat menjadi tempat mempromosikan global citizenship dan meningkatkan keterampilan revolusi industri 4.0 di kalangan mahasiswa. Rekomendasi dalam penelitin ini adalah  agar peneliti selanjutnya melakukan penelitian dengan menekankan pada hasil belajar yang tidak hanya berfokus pada tataran angka, namun juga kesiapan dalam menghadapi revolusi indutri yang mencakup kemampuan adaptasi nilai dan hakikat sebagai masyarakat Indonesia dan sebagai warga dunia.The problem behind this research is service-learning usefulness as a strategy to promote global citizenship at universities in Indonesia. The methodology used in this research is a qualitative type of phenomenology. The research subjects were students involved in the Student Executive Board or Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) organization from eight different campuses in the Special Region of Yogyakarta or Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). The research results show two findings, 1) service-learning in student organizations can promote global citizenship values, and 2) service-learning in student organizations can improve industrial skills. Thus, this study concluded that student organizations in higher education could be a place to promote global citizenship and improve industrial revolution 4.0 skills among students. Therefore, the recommendation in this study is for further researchers to research by emphasizing learning outcomes that focus on the level of numbers and readiness to face the industrial revolution, which includes the ability to adopt values ​​and nature as Indonesian people and as citizens of the world

    Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan

    Full text link
    Employee performance has a contribution to the development of a company. The personal performance of an employee can influence by competency and work motivation factors. This research was arranged based on theoretical analysis as well as empirical studies. The research aims to define a structured thinking concept about the relationship between competency variables, work motivation, and employee performance. Worker performance is the result of efforts achieved by a person or group who work in a company. Then competence leads to the employee’s deep and inherent personality. Work motivation is the driving force that makes an employee use his/her abilities to complete the works. Further research can examine conceptual frameworks in business, manufacturing, and service organizations.Kinerja karyawan memiliki kontribusi terhadap perkembangan suatu perusahaan. Kinerja pribadi seorang karyawan dapat dipengaruhi oleh faktor kompetensi dan motivasi kerja. Penelitian ini disusun berdasarkan analisis teoritis serta kajian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan konsep berpikir terstruktur tentang hubungan antara variabel kompetensi, motivasi kerja, dan kinerja karyawan. Prestasi kerja merupakan hasil usaha yang dicapai oleh seseorang atau kelompok yang bekerja di suatu perusahaan. Kemudian kompetensi mengarah pada kepribadian karyawan yang dalam dan melekat. Motivasi kerja merupakan motor penggerak yang membuat seorang karyawan menggunakan kemampuannya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Penelitian lebih lanjut dapat memeriksa kerangka kerja konseptual dalam bisnis, manufaktur, dan organisasi jasa

    Kesadaran Tersamar Komunitas dalam Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Tengah Pandemi COVID-19

    No full text
    The development process of the Singhasari Special Economic Zone (SEZ) in heritage tourism has not paid attention to socialization to residents. On the other hand, the COVID-19 pandemic has also affected its development. With this situation, this research aims to identify the community’s readiness of cultural activists and tourism actors in the Singhasari Special Economic Zone (SEZ). Through the concept of community readiness by searching and analyzing qualitative data, this research finds two important things; first, the community of cultural and tourism activists is still in the readiness level of vague awareness. This model of awareness stems from the distribution of unclear information. The research findings suggest that these communities only get information from gossip among themselves. Second, the COVID-19 pandemic, which slows down the development process, is interpreted as a punishment from God for the SEZ organizers. This interpretation relates to the lack of disclosure of public information regarding the SEZ development process. These two results show that there are symptoms of a crisis in developing sustainable tourism industry.Proses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari pada wisata heritage belum memperhatikan sosialisasi kepada warga setempat. Di sisi lain, pandemi COVID-19 juga berdampak pada proses pembangunannya. Dengan situasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan masyarakat pegiat budaya dan pelaku pariwisata di kawasan KEK Singhasari. Melalui konsep kesiapan masyarakat dengan menelusuri dan menganalisis data kualitatif, penelitian ini menemukan dua hal penting; pertama, masyarakat pegiat budaya dan pariwisata masih dalam tingkat kesiapan kesadaran yang samar (vague awareness). Model kesadaran ini bermula dari penyebaran informasi yang tidak jelas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunitas ini hanya mendapatkan informasi dari gosip di antara mereka sendiri. Kedua, pandemi COVID-19 yang memperlambat proses pembangunan dimaknai sebagai hukuman Tuhan bagi penyelenggara KEK. Interpretasi ini berkaitan dengan kurangnya keterbukaan informasi publik mengenai proses pembangunan KEK. Kedua hasil ini menunjukkan bahwa ada gejala krisis dalam mengembangkan industri pariwisata yang berkelanjutan

    Runtuhnya Global Governance: Saat Keluarnya AS dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)

    No full text
    Global Governance encompasses the world’s political activities and the management of issues and phenomena that occurred on a nation-state, involving contributions from regional to the international environment. In the global security sector, there are numerous efforts carried out by a country to counter such external threats that can cause destabilization. Non-proliferation and nuclear developments for peace are such issues of the global defense-security concern. The attempts to control and ensure the use of nuclear has been carried out by enacting international law, resolutions, and multilateral agreements. The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) is one kind. Influencing the world’s security, politics, and economy, JCPOA began to be disrupted since the U.S. withdrawal as one of the parties that initially signed the agreement. This research aims to analyze The Collapse of Global Governance: When the U.S. Leaves the Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). This research used a qualitative method with analysis based on secondary data, validated by the triangulation technique in this qualitative study. The analytical procedure uses secondary data from journals, media, and literature related to the Iran nuclear agreement and previous analyses discussing the U.S. exit from the JCPOA agreement. The analysis technique performs by arranging the data sequence, organizing the data into a pattern, category, and basic description. This research has found that Global Governance has fundamental weaknesses in its application. Through an analysis of the U.S. exit from the Iran nuclear agreement, it can be said that the reins of control are in the hands of the U.S. The Trump administration’s policy on behalf of the U.S. to leave JCPOA to thwart the achievement of Global Governance and significantly affects the multi-national economic, political, and security order. The implementation of Global Governance and the issues also raised based on the interests of the superpowers.Global governance meliputi kegiatan politik dunia dan pengelolaan isu dan fenomena yang terjadi pada suatu negara kebangsaan, yang melibatkan kontribusi dari lingkungan regional hingga internasional. Di bidang keamanan global, banyak upaya yang dilakukan oleh suatu negara untuk melawan ancaman eksternal yang dapat menyebabkan destabilisasi. Non-proliferasi dan perkembangan nuklir untuk perdamaian adalah isu-isu yang menjadi perhatian pertahanan-keamanan global. Upaya pengendalian dan penjaminan penggunaan nuklir dilakukan melalui penetapan hukum internasional, resolusi, dan kesepakatan multilateral. The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) adalah salah satunya. Mempengaruhi keamanan, politik, dan ekonomi dunia, keberadaan JCPOA mulai terganggu sejak mundurnya Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu pihak yang awalnya menandatangani perjanjian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Runtuhnya Global Governance: Saat Keluarnya AS dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis berdasarkan data sekunder, divalidasi dengan teknik triangulasi dalam penelitian kualitatif ini. Prosedur analitis menggunakan data sekunder yang diambil dari jurnal, media, dan literatur terkait perjanjian nuklir Iran dan analisis sebelumnya yang membahas keluarnya AS dari perjanjian JCPOA. Teknik analisis dilakukan dengan menyusun urutan data, mengorganisasikan data ke dalam suatu pola, kategori, dan deskripsi dasar. Penelitian ini menemukan bahwa global governance memiliki kelemahan mendasar dalam penerapannya. Melalui analisis keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran, dapat dikatakan bahwa kendali kendali berada di tangan AS. Kebijakan pemerintahan Trump mengatasnamakan AS keluar dari JCPOA untuk menggagalkan pencapaian global governance dan secara signifikan mempengaruhi tatanan ekonomi, politik, dan keamanan multi-nasional. Implementasi global governance dan permasalahannya juga diangkat berdasarkan kepentingan negara adidaya

    Pengaruh Kepemimpinan Profetik dan Kepuasan Kerja terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO) pada Karyawan Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya di Medan

    Full text link
    This study aims to determine the influence of prophetic leadership and job satisfaction toward organizational citizenship behavior (OCB) on employees of Prof. Dr. H. Kadirun Yahya Foundation in Medan. The study used a survey model involving 64 employees of Prof. Dr. H. Kadirun Yahya Foundation in Medan. The data were analyzed using multiple linear regression. The results indicated that prophetic leadership and job satisfaction significantly positively influenced organizational citizenship behavior (OCB). The coefficient of the determinant (R²) of prophetic leadership and job satisfaction showed a value of 0.134, meaning that variation of organizational citizenship behavior is influenced by prophetic leadership and job satisfaction as much as 13.4%, and other factors influenced the rest.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan profetik dan kepuasan kerja terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO) / Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya di Medan. Penelitian menggunakan model survei yang melibatkan 64 karyawan Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya di Medan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan profetik dan kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO). Koefisien determinan (R²) kepemimpinan profetik dan kepuasan kerja menunjukkan nilai sebesar 0,134, artinya variasi perilaku kewargaan organisasi dipengaruhi oleh kepemimpinan profetik dan kepuasan kerja sebesar 13,4%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain

    156

    full texts

    193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Society
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇