Society
Not a member yet
193 research outputs found
Sort by
Penerapan Word of Mouth dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat dan Brand Image Universitas pada Keputusan Pemilihan UPBJJ-UT Ternate
This study examines the application of word of mouth to build community trust and university brand image on the community selection decision for UPBJJ-UT Ternate. The samples were obtained from eight regencies in North Maluku Province through a survey method aided with Smart PLS 3.8 analysis. In addition to the insignificant effect of university image on community selection decision, the findings indicated that (1) university image has a significant effect on word of mouth, (2) community trust has a significant effect on word of mouth, (3) community trust has a significant effect on selection decision, and (4) word of mouth has a significant effect on community selection decision.Penelitian ini mengkaji penerapan word of mouth untuk membangun kepercayaan publik dan brand image universitas terhadap keputusan pemilihan masyarakat terhadap UPBJJ-UT Ternate. Sampel diperoleh dari delapan kabupaten di Provinsi Maluku Utara melalui metode survei dengan bantuan analisis Smart PLS 3.8. Selain pengaruh yang tidak signifikan pada brand universitas terhadap keputusan pemilihan masyarakat, temuan menunjukkan bahwa (1) brand universitas berpengaruh signifikan terhadap word of mouth, (2) kepercayaan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap word of mouth, (3) kepercayaan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan, dan (4) word of mouth berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan masyarakat
Tipologi Tindakan Sosial Petani Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan
Traditional farming communities are synonymous with subsistence culture, whereas modern society is a commercial economy. Economic action in sociology is called social action, which has different motives and orientations depending on the actor concerned. This research aims to analyze the socio-economic actions of farming communities in Kalampadu Village, Muara Kuang Sub-district, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province. This research uses a qualitative method. Informants in this research are rainfed rice farmers and stakeholders in Kalampadu Village and collect data using observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The results showed that farmer actors in the village of Kalampadu carried out a dualism of economic action, both subsistence economics and commercial economics. Weber’s social action is not practiced partially. Some of these concepts of social action can be used simultaneously or separately. There are three models of social action in the socio-economic behavior of farmers, namely traditional social action (subsistence economy), traditional social action of rational instrumental integration (secondary subsistence economy), and rational social action (commercial economy).Masyarakat pertanian tradisional identik dengan budaya subsistensi, sedangkan masyarakat modern dikenal dengan ekonomi komersial. Tindakan ekonomi dalam sosiologi disebut tindakan sosial, yang memiliki motif dan orientasi yang berbeda tergantung pada aktor yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan sosial ekonomi masyarakat petani di Desa Kalampadu, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah petani padi sawah tadah hujan dan pemangku kepentingan di Desa Kalampadu dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor petani di Desa Kalampadu melakukan dualisme tindakan ekonomi, baik ekonomi subsistensi maupun ekonomi komersial. Tindakan sosial Weber tidak mutlak dilakukan secara parsial. Beberapa dari konsep tindakan sosial ini dapat digunakan secara bersamaan atau terpisah. Ada tiga model tindakan sosial dalam perilaku sosial ekonomi petani, yaitu tindakan sosial tradisional (ekonomi subsistensi), tindakan sosial tradisional integrasi rasional instrumental (ekonomi subsistensi sekunder), dan tindakan sosial rasional (ekonomi komersial)
Eksistensi Peran Perempuan di Masa Pandemi COVID-19: Studi Kasus 3 Perempuan di Yogyakarta
The COVID-19 pandemic has erased the stereotype of the domestication of women with the status of women as housewives and career women, which has an impact on women’s double burden, namely doing domestic work and public work. This article aims to prove that the domestic sector has strengthened the existence of women. This research is descriptive qualitative by interviewing three career women in Yogyakarta. They were selected by direct pointing because these women can provide relevant information in this study. Indirect observations were carried out to explore information that was not conveyed at the time of the interview. Information from journals, websites, and newspapers was used to strengthen the data. The results showed that women’s ability to manage the household had an effect during the COVID-19 pandemic, namely the Work From Home (WFH) policy. Women’s domestic roles include women’s managerial abilities in utilizing home facilities such as the living room, family room, workspace, and even the kitchen room and mastery of home facilities such as Wi-Fi, laptops, and cellphones used by other family members. It also provides ample opportunity for women to demonstrate their ability to carry out domestic sector jobs such as cooking, protecting family members, and doing public work such as seminars, teaching, selling services, business, and forming social groups to help disaster victims. In line with that, the role of women in the domestic sector and public sector is balanced, thereby strengthening women’s existence during the COVID-19 pandemic.Pandemi COVID-19 telah menghapus stereotip domestikasi perempuan dengan status perempuan sebagai ibu rumah tangga dan wanita karir, yang berdampak pada beban ganda perempuan, yaitu melakukan pekerjaan domestik dan pekerjaan publik. Artikel ini bertujuan untuk membuktikan bahwa sektor domestik telah memperkuat eksistensi perempuan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan mewawancarai 3 wanita karir di Yogyakarta yang dipilih secara langsung karena dianggap mampu memberikan informasi yang relevan dalam penelitian ini. Observasi tidak langsung dilakukan untuk menggali informasi yang tidak tersampaikan pada saat wawancara. Informasi dari jurnal, website, dan surat kabar digunakan untuk memperkuat data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan perempuan dalam mengelola rumah tangga berpengaruh di masa pandemi COVID-19, yaitu kebijakan Work From Home (WFH). Peran domestik perempuan meliputi kemampuan manajerial perempuan dalam memanfaatkan fasilitas rumah seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang kerja, bahkan ruang dapur dan penguasaan fasilitas rumah seperti Wi-Fi, laptop, dan ponsel yang digunakan oleh anggota keluarga lainnya. Hal ini juga memberikan kesempatan yang luas bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuannya dalam melakukan pekerjaan sektor domestik seperti memasak, melindungi anggota keluarga, dan melakukan pekerjaan publik seperti seminar, mengajar, menjual jasa, bisnis, dan membentuk kelompok sosial untuk membantu korban bencana. Sejalan dengan itu, peran perempuan di sektor domestik dan sektor publik seimbang, sehingga memperkuat eksistensi perempuan di masa pandemi COVID-19
Relationship Pattern of Fatherless Impacts to Internet Addiction, Suicidal Tendencies and Learning Difficulties for Students at SMAN ABC Jakarta
Fatherless is the absence of a father figure. Some impacts of fatherlessness are loneliness, openness, depression, self-control, and self-esteem. These factors can influence internet addiction and suicidal tendencies. It also can cause difficulty in the learning process for students. This study aims to determine the significant impacts caused by fatherlessness and the relation to internet addiction, suicidal tendencies, and learning difficulties. The method used is Partial Least Square. The results showed that the significant impacts caused by fatherlessness are loneliness, depression, and self-esteem. The impacts of fatherless that influence internet addiction are loneliness and depression. The impact of fatherlessness that influences suicidal tendencies is depression. Internet addiction and suicidal tendencies influence learning difficulties.Fatherless adalah ketiadaan figur ayah. Beberapa dampak dari ketiadaan figur ayah adalah kesepian, keterbukaan, depresi, pengendalian diri, dan harga diri. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi kecanduan internet dan kecenderungan untuk bunuh diri. Hal ini juga dapat menyebabkan kesulitan dalam proses belajar bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak signifikan yang ditimbulkan oleh ketiadaan figur ayah dan hubungannya dengan kecanduan internet, kecenderungan bunuh diri, dan kesulitan belajar. Metode yang digunakan adalah Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak signifikan yang ditimbulkan oleh ketiadaan figur ayah adalah kesepian, depresi, dan harga diri. Dampak dari ketiadaan figur ayah yang mempengaruhi kecanduan internet adalah kesepian dan depresi. Dampak dari ketiadaan figur ayah yang mempengaruhi kecenderungan bunuh diri adalah depresi. Kecanduan internet dan kecenderungan bunuh diri mempengaruhi kesulitan belajar
Implementasi Kebijakan Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Indonesia
One of the efforts to obtain and increase village revenue was by running a business through a village-owned enterprise (VOEs). A policy was needed for utilizing village resources in establishing a village-owned enterprise. The Musi Rawas Regency Government had made a policy, namely Musi Rawas Regency Regional Regulation Number 10 of 2013, concerning Guidelines for the Establishment and Management of Village-Owned Enterprises (VOEs). Villages of Musi Rawas Regency had implemented this regulation. This research aimed to evaluate the implementation of this regional regulation. This research method is descriptive quantitative comprises a sample survey and descriptive analysis indicators resulting from the sample survey. The population of this research was 174 Village-Owned Enterprises (VOEs/BUMDes) in Musi Rawas Regency. At the same time, the sample was 64 VOEs which was taken by referring to the Slovin formula. There were primary data and secondary ones. Primary data came mainly from the questionnaire and field observation. Meanwhile, secondary data were sourced from documents, such as archives and reports. Data were analyzed by descriptive technique. The descriptive technique was done by displaying data, assessing them, delivering argument, quoting theory for justification and confirmation, and concluding. Implementing the Regional Regulation concerning Guidelines for the Establishment and Management of Village-Owned Enterprises (VOEs) was successful. This could be seen from several indicators, refers to Ripley & Franklin (1986), namely: 1) There existed compliance of policy implementers towards the content of the regional regulation. The degree of compliance was high and was in a good category. 2) The establishment and management of VOEs (the smoothness of routine functions) were also high and classified as good, and 3) The performance of the management of VOEs was also good. The impact of policy implementation (regional regulation of Musi Rawas Regency) was positive (good).Salah satu upaya untuk memperoleh dan meningkatkan pendapatan desa adalah dengan menjalankan usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Diperlukan kebijakan pemanfaatan sumber daya desa dalam mendirikan BUMDes. Pemerintah Kabupaten Musi Rawas telah membuat kebijakan yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Nomor 10 Tahun 2013 tentang Pedoman Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Desa-desa di Kabupaten Musi Rawas telah menerapkan peraturan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan peraturan daerah ini. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang terdiri dari sampel survei dan indikator analisis deskriptif yang dihasilkan dari sampel survei. Populasi dalam penelitian ini adalah 174 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Musi Rawas. Sedangkan sampel sebanyak 64 BUMDes yang diambil dengan mengacu pada rumus Slovin. Ada data primer dan data sekunder. Data primer terutama berasal dari kuesioner dan observasi lapangan. Sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen, seperti arsip dan laporan. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Teknik deskriptif dilakukan dengan cara menampilkan data, menilainya, menyampaikan argumentasi, mengutip teori untuk pembenaran dan konfirmasi, dan menyimpulkan. Implementasi Peraturan Daerah tentang Pedoman Tata Cara Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berjalan sukses. Hal ini terlihat dari beberapa indikator, mengacu pada Ripley & Franklin (1986), yaitu: 1) Adanya kepatuhan pelaksana kebijakan terhadap isi peraturan daerah. Tingkat kepatuhan tergolong tinggi dan berada pada kategori baik. 2) Pembentukan dan pengelolaan BUMDes (kelancaran fungsi rutin) juga tinggi dan tergolong baik, dan 3) Kinerja kepengurusan BUMDes juga baik. Dampak implementasi kebijakan (Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas) adalah positif (baik)
Pengaruh Sumber Pembiayaan Pendidikan terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa di SMA Negeri 7 Manado
This research aims to determine the source of education funding and the magnitude of the influence of these sources of educational funding on student learning outcomes. The expected benefits from this research include practical benefits, which can serve as a reference for readers and become a means for this research to explore economic education theories, and theoretical benefits as inputs for Education Office. This research used a descriptive method with correlational techniques, in which the data collected were analyzed with a correlation formula. The population was all students who received BKM (Bantuan Keluarga Miskin or Poor Family Assistance) scholarships, and the sample was taken from the entire population. The research results showed that students’ average potential was satisfactory, and education funding significantly influenced student achievement. Apart from the education funding factors, learning achievement is also determined by other factors, such as student perseverance.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber dana pendidikan dan besarnya pengaruh sumber dana pendidikan tersebut terhadap hasil belajar siswa. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain manfaat praktis, yang dapat menjadi referensi bagi pembaca dan menjadi sarana penelitian ini untuk menggali teori-teori pendidikan ekonomi, dan manfaat teoritis sebagai masukan bagi Dinas Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik korelasional, dimana data yang terkumpul dianalisis dengan rumus korelasi. Populasi adalah seluruh siswa penerima beasiswa BKM (Bantuan Keluarga Miskin), dan sampel diambil dari seluruh populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata potensi siswa cukup memuaskan, dan dana pendidikan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Selain faktor dana pendidikan, prestasi belajar juga ditentukan oleh faktor lain, seperti ketekunan siswa
Problematika Penegakan Hukum Pertambangan Timah Ilegal dalam Mewujudkan Restorative Justice: Studi di Kepolisian Resor Bangka
Law enforcement against criminal acts without a permit (illegal mining) must be carried out for the sake of social justice for all Indonesian people. The Bangka Resort Police, as one of the institutions of the Indonesian National Police, has duties and obligations in realizing ideal conditions both in law enforcement efforts and other persuasive efforts, must be fast and responsive in tackling illegal mining. In this regard, this research aims to examine law enforcement problems of illegal tin mining in realizing restorative justice with the locus of study, namely the Bangka Resort Police. The formulation of the problem studied in this research is as follows. First, what are the legal issues to realizing restorative justice in the enforcement of illegal tin mining crimes by the Bangka Resort Police? Second, how are the efforts of the Bangka Resort Police to overcome the obstacles in law enforcement against the criminal act of illegal tin mining? The legal problems that occur involve various dimensions, namely the dimensions of competence, personnel commitment, supporting facilities and infrastructure, and issues from the social environment of the community. Multiple efforts have been carried out by the Bangka Resort Police in the internal aspect and implementing progressive actions as a form of dedication by law enforcement officials.Penegakan hukum terhadap tindak pidana tanpa izin (penambangan ilegal) harus dilakukan demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kepolisian Resor Bangka sebagai salah satu institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia mempunyai tugas dan kewajiban dalam mewujudkan kondisi ideal baik dalam upaya penegakan hukum maupun upaya persuasif lainnya, harus cepat dan tanggap dalam menanggulangi penambangan ilegal. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan penegakan hukum penambangan timah ilegal dalam mewujudkan keadilan restoratif (restorative justice) dengan lokus studi yaitu Kepolisian Resor Bangka. Rumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, apa permasalahan hukum untuk mewujudkan restorative justice dalam penegakan tindak pidana penambangan timah ilegal oleh Polres Bangka? Kedua, bagaimana upaya Polres Bangka dalam mengatasi kendala penegakan hukum terhadap tindak pidana penambangan timah ilegal? Permasalahan hukum yang terjadi melibatkan berbagai dimensi, yaitu dimensi kompetensi, komitmen personel, sarana dan prasarana pendukung, dan isu dari lingkungan sosial masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Polres Bangka dalam aspek internal dan melaksanakan tindakan progresif sebagai bentuk pengabdian aparat penegak hukum
Totem: Soa dan Peranannya dalam Kehidupan Masyarakat Adat Negeri Hutumuri - Maluku
Soa is a combination of several genealogically territorial eyes of the house. Each Soa usually has a symbol in the form of Totem, which is the identity of each Soa. Soa is still maintained until now. Even every symbol or Totem is still present in implementing traditional ceremonies. This study aimed to discover Soa and its role based on Totem in Negeri Hutumuri, South Leitimur Sub-district, Ambon City. This research is qualitative. The data source was obtained by purposive sampling. The Soa heads and traditional elders were used as informants. Data collection techniques through interviews, participatory observation, and documentation. The results of the study show: 1) Soa in the life of the people of Negeri Hutumuri consists of 5 Soa, namely Soa Pattihutung, Soa Mokihutung, Soa Tutupasar, Soa Lapaut, and Soa Puasel. 2) The role of each Soa is based on the Totem: 1. Soa Pattihutung, with the symbol of the Soa pigeon is role as an honest leader in leadership (King); 2. Soa Mokihutung symbolizes the Soa Mangole bird in charge of maintaining maritime security (Kewang sea/marine police). 3. Soa Tutupasar with the symbol of Soa, namely Soa-Soa, in charge of maintaining forest security (Kewang land/forest police). 4. Soa Lapaut, with the symbol of the Soa snake, is in charge of maintaining security and order (police/soldiers). 5. Soa Puasel, with the symbol of the Soa frog maintaining the cleanliness of water and art in the Negeri Hutumuri.Soa adalah gabungan dari beberapa mata rumah secara teritorial genealogis. Setiap Soa biasanya memiliki lambang berupa Totem yang menjadi identitas masing-masing Soa. Soa masih dipertahankan sampai sekarang. Bahkan setiap lambang atau Totem tetap ada dalam pelaksanaan upacara adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Soa dan perannya berdasarkan Totem di Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data diperoleh secara purposive sampling. Para kepala suku Soa dan tetua adat dijadikan sebagai informan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Soa dalam kehidupan masyarakat Negeri Hutumuri terdiri dari 5 Soa, yaitu Soa Pattihutung, Soa Mokihutung, Soa Tutupasar, Soa Lapaut, dan Soa Puasel. 2) Peran masing-masing Soa berdasarkan Totem: 1. Soa Pattihutung yang dilambangkan dengan Soa Merpati berperan sebagai pemimpin yang jujur dalam kepemimpinan (Raja); 2. Soa Mokihutung dengan lambang burung Soa Mangole yang bertugas menjaga keamanan laut (Kewang laut/polisi laut). 3. Soa Tutupasar dengan lambang Soa yaitu Soa-Soa, bertugas menjaga keamanan hutan (Kewang darat/polisi hutan). 4. Soa Lapaut yang dilambangkan dengan Soa Ular bertugas menjaga keamanan dan ketertiban (polisi/tentara). 5. Soa Puasel, dengan lambang Soa Katak menjaga kebersihan air dan kesenian di Negeri Hutumuri
“Ocean Grabbing!”: Perampasan Hak-Hak Nelayan atau Hak-Hak Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Kelautan
The state is obliged to strive for the realization of justice for traditional fishing communities. Traditional communities are fishing communities whose traditional rights are still recognized in carrying out fishing activities or other legal activities in certain areas located in archipelagic waters following the international law of the sea. Coastal space areas and small islands that indigenous/traditional communities have managed from the obligation to have location permits and management take national interests and laws and regulations into account. Article 26 A of the Republic of Indonesia Number 1 of 2014 makes it easy for outsiders to control small islands that regulate the use of small islands and surrounding coasts through investment forms based on a ministerial permit that must prioritize the national interest. Positive law must protect traditional fishing communities and indigenous peoples. This research aims to analyze the regulation of fishermen’s protection from deprivation of their rights in earning a living and livelihood. The research method used is normative research, meaning the implementation of legal provisions in the form of legislation in activities for certain legal events in the community, especially the fishing community. Normative research refers to and examines laws and regulations related to the research being conducted. The research locations cover coastal areas throughout Indonesia, especially Banda Aceh, Padang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Manado, Kupang, Ternate, and Mataram. The state can provide knowledge, guidance, and protection for fishermen from various actions of deprivation of their rights to earn a living and protection such as piracy, the practice of fishing theft, abuse of trawling, transshipment activities, threats, and violence by foreign parties to Indonesian fishers. The central government and local governments are obliged to provide facilities for guaranteeing fishing areas or fishing coverage areas that are safe and do not overlap with other fields.Negara berkewajiban mengupayakan terwujudnya keadilan bagi masyarakat nelayan tradisional. Masyarakat tradisional adalah masyarakat perikanan yang masih diakui hak tradisionalnya dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan atau kegiatan lainnya yang sah di wilayah tertentu yang berada di perairan kepulauan mengikuti hukum laut internasional. Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang dikelola masyarakat adat/tradisional dari kewajiban izin lokasi dan pengelolaannya memperhatikan kepentingan nasional dan peraturan perundang-undangan. Pasal 26 A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 memberikan kemudahan bagi pihak luar untuk menguasai pulau-pulau kecil yang mengatur pemanfaatan pulau-pulau kecil dan pesisir sekitarnya melalui bentuk penanaman modal berdasarkan izin menteri yang harus mengutamakan kepentingan nasional. Hukum positif harus melindungi masyarakat nelayan tradisional dan masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peraturan perlindungan nelayan dari perampasan haknya dalam mencari nafkah dan penghidupan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif, artinya penerapan ketentuan hukum berupa peraturan perundang-undangan dalam kegiatan untuk peristiwa hukum tertentu dalam masyarakat, khususnya masyarakat nelayan. Penelitian normatif mengacu pada dan mengkaji peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penelitian yang dilakukan. Lokasi penelitian meliputi wilayah pesisir di seluruh Indonesia, khususnya Banda Aceh, Padang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Manado, Kupang, Ternate, dan Mataram. Negara dapat memberikan pengetahuan, pembinaan, dan perlindungan bagi nelayan dari berbagai tindakan perampasan hak untuk mencari nafkah dan perlindungan seperti perompakan, praktik pencurian ikan, penyalahgunaan trawl, kegiatan transshipment, pengancaman, dan kekerasan oleh pihak asing kepada nelayan Indonesia. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib menyediakan fasilitas untuk menjamin wilayah penangkapan ikan atau wilayah jangkauan penangkapan ikan yang aman dan tidak tumpang tindih dengan bidang lain
Peran Modal Sosial Terhadap Strategi Livelihood Masyarakat Pengkalen Batu, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan
This research is one of the studies that refer to the socio-economic conditions of the Bangka community, especially in Pengkalen Batu Hamlet, in carrying out livelihood strategies. This research aims to explain the livelihood strategies the people of Pengkalen Batu Hamlet implemented in carrying out their lives amid limited access away from the village, which makes the community have to survive. This is based on the variety of natural potentials owned by the community and can be utilized in carrying out life amidst the limitations possessed by the community. Conditions during limited access and far from rural and urban settlements encourage people to be more active and creative in managing nature wisely and wisely. The condition of assets owned by the community varies from natural, physical, financial, social, and human capital. This research uses descriptive qualitative research methods and purposive sampling data collection techniques. Based on the results of the research, the Pengkalen Batu community carried out several livelihood strategies, including life engineering, job diversification strategies from the various natural potentials they had, then migration engineering strategies carried out by the local community. The three strategies carried out do not just appear. Still, there is a push for access to social capital that makes people think and move creatively and innovatively in developing their natural potential.Penelitian ini merupakan salah satu penelitian yang mengacu pada kondisi sosial ekonomi masyarakat Bangka khususnya di Dusun Pengkalen Batu dalam menjalankan strategi penghidupan (livelihood strategy). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi penghidupan yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Pengkalen Batu dalam keberlangsungan hidup di tengah keterbatasan akses yang jauh dari desa, yang membuat masyarakat harus bertahan hidup (survive). Hal ini didasarkan pada keragaman potensi alam yang dimiliki masyarakat dan dapat dimanfaatkan dalam melangsungkan kehidupan di tengah keterbatasan yang dimiliki masyarakat. Kondisi akses yang terbatas dan jauh dari pemukiman pedesaan dan perkotaan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan kreatif dalam mengelola alam secara arif dan bijaksana. Kondisi aset yang dimiliki masyarakat bervariasi mulai dari modal alam, fisik, keuangan, sosial, dan manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat Pengkalen Batu melakukan beberapa strategi penghidupan antara lain rekayasa kehidupan, strategi diversifikasi pekerjaan dari berbagai potensi alam yang dimiliki, kemudian strategi rekayasa migrasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Ketiga strategi yang dilakukan tidak muncul begitu saja. Namun, ada dorongan untuk mengakses modal sosial yang membuat masyarakat berpikir dan bergerak secara kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi alam yang dimiliki