Publik (Jurnal Ilmu Administrasi)
Not a member yet
    223 research outputs found

    Kepercayaan Publik (Public Trust) Terhadap E-Government : Studi Kasus Penggunaan E-Mobile BPJS Kesehatan Di Kota Makassar

    Full text link
    The general objective of the study was to analyze the level of public trust (citizen trust) of e-government based health insurance services, namely the e-mobile National Health Insurance (JKN) BPJS in Makassar City.The design of this research is a quantitative descriptive type. The population in this study were people who used the National Health Insurance (JKN) e-mobile application with 167 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire instrument. Data analysis uses multiple linear regression.The results showed that first there was a high level of public trust in JKN e-mobile applications. This means that the application gives satisfaction to the community and is considered beneficial for them. Secondly, the level of public trust is high in the government, where the public considers the government to be serious in providing health insurance services.Tujuan umum penelitian adalah untuk menganalisis tingkat kepercayaan publik (citizen trust) terhadap pelayanan jaminan kesehatan berbasis e-government yaitu e-mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan di Kota Makassar. Desain penelitian ini adalah kuantitatif tipe deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan aplikasi e-mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan jumlah responden sebanyak 383 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama terdapat tingkat kepercayaan tinggi masyarakat terhadap aplikasi e-mobile JKN. Hal ini berarti aplikasi memberi kepuasan kepada masyarakat dan dianggap bermanfaat bagi mereka. Kedua tingkat kepercayaan publik tinggi terhadap pemerintah tinggi, dimana masyarakat menilai pemerintah serius dalam memberikan pelayanan jaminan kesehatan

    Analisis Peran ‘Aisyiyah Wilayah Gorontalo Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Full text link
    This study aims to analyze the policies of the Muhammadiyah women's organization, Aisyiyah, in Gorontalo region in the fields of education, economics, and health in empowering women and their involvement in the global issue of Sustainable Development Goals. The research method used in is descriptive qualitative by collecting the data through interview and documentation techniques. The data are analyzed using the theory of Miles and Huberman which includes three stages namely, data reduction, display and data verification. The respondentswere determined using purposive sampling technique. The researchers interviewed the head, the secretary, and the tresure of Aisyiyah Gorontalo. Besides,the chair of the Primary and Secondary Education Assembly, Chair of the Higher Education Assembly, Chair of the Economic and Employment Assembly, Chair of the Social Welfare Council, Chair of the Health Assembly and other parties are also interviewed  to strengthen the data. The results of this study indicate that the programs of Aisyiyah Gorontalo support the achievement of Sustainable Development Goals. The programs include activities to strengthen the field of public education, strengthening the economy and employment, and encourage creating health insurance for community and society.Artikel penelitian ini bertujuan menelaah kebijakan organisasi kewanitaan Muhammadiyah, Aisyiyah wilayah Gorontalo di bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan dalammelakukan pemberdayaan terhadap perempuan dan keterlibatannya terhadap isu global Sustainable Development Goals. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik wawancaradan dokumentasi. Pada tahapan analisis data, data ditelaah menggunakan teori dari Miles and Huberman yang meliputi tiga tahapan yaitu, reduksi data, display dan verifikasi data. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yakni teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini, pihak-pihak yang diwawancarai antara lain ketua dan sekretaris wilayah Aisyiyah Gorontalo, ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial, Ketua Majelis Kesehatan dan pihak lain yang dibutuhkan untuk memperkuat data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat program kerja Aisyiyah wilayah Gorontalo yang menunjang tercapainya Sustainable Development Goals. Program-program tersebut meliputi kegiatan penguatan bidang pendidikan masyarakat, penguatan ekonomi dan ketenagakerjaan, serta mendorong terbentuknya jaminan kesehatan bagi semua kalangan.

    Kepemimpinan Tranformasional: Faktor Determinan Kinerja Karyawan Restoran Pada Hotel Marcure Nexa Pettarani Kota Makassar

    Full text link
    Employee performance is an appearance of employee work both in quantity and high quality employee performance will support organizational productivity. This type of research used in this study is a quantitative approach. Quantitative research is used to examine a sample of the population with the analytical test method n = Number of Samples N = Number of population, and E = Precision determined or the percentage of non-precision looseness. With the results employees have problems with the transformational leadership style that is applied by the restaurant employee supervisor at the Makassar Marcure Hotel Nexa Pettarani. The relationship between transformational leadership and employee performance is strengthened from the results of the regression analysis. The regression test results showed significant results on the transformational leadership variable on performance by 0.104 smaller than the error tolerance α = 0.05.Kinerja karyawan merupakan penampilan hasil kerja karyawan baik secara kuantitas maupun kualitas kinerja karyawan yang tinggi akan mendukung produktivitas organisasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti suatu sampel dari populasi dengan metode uji analisis n = Jumlah Sampel N = Jumlah populasi, dan E = Persisi yang di tetapkan atau presentase kelonggaran ketidak telitian. Dengan hasil karyawan memiliki permasalahan dengan gaya kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh atasan karyawan Restoran Pada Hotel Marcure Makassar Nexa Pettarani. Keterkaitan antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan diperkuat dari hasil analisis regresi. Hasil uji regresi secara menunjukkan hasil yang signifikan pada variabel kepemimpinan transformasional terhadap kinerja sebesar 0,104 lebih kecil dari toleransi kesalahan α = 0,05

    Pelaksanaan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan I/II Provinsi Gorontalo Tahun 2018

    Full text link
    This research article aims to measure the participants' responses to the implementation of the basic training they attended. The research approach used is quantitative with the type of research used is descriptive survey. The results showed that the participants had a good perception of the implementation of the training related to the components of the training material, the organization of the training, facilities and lecturers / teaching staff that were shown with a very satisfying and satisfying percentage of more than 50%, and there were only less than 50% of the satisfactory scores. and unsatisfactory.Artikel Penelitian ini  bertujuan  untuk mengukur tanggapan  peserta  terhadap pelaksanaan pelatihan dasar yang mereka ikuti. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Survey dekriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta memiliki  persepsi baik  terhadap pelaksanaan pelatihan berkaitan dengan komponen materi pelatihan, penyelenggaraan pelatihan, sarana dan widyaiswara/tenaga pengajar yang ditunjukan dengan presentase nilai sangat memuaskan dan memuaskan lebih dari 50%, dan hanya terdapat kurang dari 50% nilai cukup memuaskan dan kurang memuaskan

    Analisis Implementasi Kebijakan Pengaturan Pengoperasian Kendaraan Bentor Sebagai Moda Transportasi Di Gorontalo

    Full text link
    Bentor is a modification between a rickshaw and a motorcycle which has become a characteristic of public transportation vehicles or modes of transportation for the people of Gorontalo. Bentor can operate from one place to another, it can even take passengers to household stairs, this cannot be done by other public transportation. This advantage makes most Gorontalo people choose it as the main transportation because it operates 24 hours. The purpose of this study is to conduct an analysis of the implementation of policies on the operation of bentor vehicles as a mode of transportation based on Gorontalo Provincial Regulation No. 6 of 2006. The research method used in this research is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results showed that (1) Compliance of Bentor riders with traffic regulations is still low, so it is necessary to take action by the relevant authorities; (2) Coordination between officers of the Transportation Service and the Police in carrying out their duties has not been well established, so that violations continue to occur; (3) The supervision of related offices of apparatus in the field in implementing regional regulations is still low, due to the lack of officers who will be assigned as field supervisors.Bentor merupakan modifikasi antara becak dan sepeda motor yang telah menjadi ciri khas kendaraan angkutan umum atau moda transportasi masyarakat Gorontalo. Bentor dapat beroperasi dari suatu tempat ke tempat lain, bahkan dapat mengantar penumpangnya hingga ke tangga rumah, hal ini tidak dapat dilakukan oleh kendaraan umum lainnya. Kelebihan ini yang membuat sebagian besar masyarakat Gorontalo memilihnya menjadi transportasi utama karena beroperasi selama 24 jam. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis mengenai Implementasi Kebijakan Pengaturan Pengoperasian Kendaraan Bentor Sebagai Moda Transportasi Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 6 Tahun 2006. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kepatuhan pengendara Bentor terhadap peraturan berlalu lintas masih rendah sehingga perlu dilakukan penindakan oleh aparat terkait; (2) Koordinasi antara petugas Dinas Perhubungan dengan Kepolisian dalam melaksakan tugas belum terjalin dengan baik, sehingga pelanggaran pun terus terjadi; (3) Pengawasan dinas terkait terhadap aparat di lapangan dalam menjalankan peraturan daerah masih rendah, karena minimnya petugas yang akan ditugaskan sebagai pengawas lapangan

    Inovasi Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pariaman

    Full text link
    This study aims to explain service innovations in the health sector that have been carried out by the Pariaman District General Hospital so that the services provided to the community are better. So far what has happened in the city is the presence of bad services performed by various existing hospitals in the regions so that there are people who complain about these health services. This study uses qualitative research methods with data collection techniques through interviews, observation and documentation. The informants came from the hospital and the community who performed the service. The results of this study indicate that the Pariaman Regional General Hospital has been innovating as a form of effort of the Pariaman Regional General Hospital in facilitating matters of service to the community, with the existence of innovations in the Pariaman Regional General Hospital since 2018, the quality of services has increased, things this is proven by the Community Satisfaction Index (IKM) in 2018 which is outstanding value. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan inovasi–inovasi pelayanan di bidang kesehatan yang telah dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat menjadi lebih baik. Selama ini yang terjadi di masyarakat adalah terdapatnya pelayanan buruk yang dilakukan oleh berbagai rumah sakit yang ada di daerah. Sehingga dengan demikian ada masyarakat yang mengeluhkan pelayanan kesehatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan berasal dari pihak rumah sakit dan masyarakat yang melakukan layanan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman telah melakukan inovasi sebagai bentuk upaya Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman dalam mempermudah urusan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya inovasi di Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman tersebut semenjak tahun 2018, kualitas pelayanan semakin meningkat, hal ini dibuktikan dengan Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) pada tahun 2018 yang bernilai sangat baik.

    Profesionalisme Pegawai Ditinjau Dari Aspek Pengorganisasian Dalam Pelayanan Publik

    Full text link
    This article aims to analyze: Employee professionalism in terms of organizational aspects in publik services. The method used in this article is a qualitative method. The results of the article show that the tendency of apparatus to be less professional in carrying out their duties and functions is partly due to the low motivation to make changes and innovate. The apparatus tends to be reluctant to make changes due to a lack of encouragement from the leadership. In realizing a professional, accountable, and transparent apparatus, it requires a leader role as a guide and has a visionary spirit and vision in the Gorontalo City One Stop Integrated Services and Investment Service. Concrete steps for leaders in creating a democratic climate where subordinates are included in every policy making related to improving organizational performance and building two-way communication in every activity will make subordinates feel that they are an important part of the organization. The attitude of the leader to foster a responsive spirit in every employee can improve the quality of licensing and non-licensing services in Gorontalo City. Efforts that can be made to foster the professionalism of the personnel are by making long-term, medium-term and short-term work programs and setting priority scales in every activity aimed at improving the quality of publik services.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tentang profesionalisme pegawai ditinjau dari aspek pengorganisasian dalam pelayanan publik. Metode yang digunakan dalam artikel ini yakni metode kualitatif. Hasil artikel menunjukan bahwa kecenderungan aparat kurang profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya antara lain disebabkan oleh rendahnya motivasi untuk melakukan perubahan dan berinovasi. Aparat cenderung enggan melakukan perubahan dikenakan kurangnya dorongan dari pimpinan. Dalam mewujudkan aparat yang profesional, akuntabel, dan transparan maka dibutuhkan peran pemimpin sebagai pengarah dan memiliki jiwa dan pandangan yang visioner pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Gorontalo. Langkah-langkah konkrit pemimpin dalam menciptakan iklim demokrasi dimana bawahan disertakan dalam setiap pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja organisasi serta membangun komunikasi dua arah dalam setiap kegiatan akan membuat bawahan merasa dirinya adalah bagian penting dalam organisasi. Sikap pemimpin untuk menumbuhkan jiwa responsif pada setiap pegawai dapat meningkatan kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan di Kota Gorontalo. Upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan profesionalisme aparatur adalah dengan membuat program kerja jangka Panjang, jangka menengah, dan jangka pendek serta menetapkan skala prioritas dalam setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik

    Adopsi Inovasi Layanan Antar Jemput Ijin Bermotor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta

    Full text link
    The phenomenon of the emergence of various innovations in the public sector gives a new color in the implementation of public services. The presence of licensing pick-up service known as AJIB  from the Jakarta Capital Investment and One Stop Integrated Service (DPMPTSP) is a breakthrough innovation as an effort to improve service quality. AJIB purpose is to make it easier for the public to cut time and costs in the licensing process, as well as to eliminate the practice of intermediaries / brokers. However, in practice, the level of public adoption of AJIB services is still low. This study aims to analyze the factors that influence the adoption of AJIB service innovations by the public. This research was conducted using a qualitative descriptive method using the theory of innovation adoption put forward by Jenifer Wisdom, et al (2013). The results of the study concluded that DPMPTSP organizational provide adequate support for this service, but there are several factors that still need to be corrected by the Jakarta Capital Investment and One Stop Integrated Service to increase the adoption of AJIB service innovations to the community, including improvements regulations that support the implementation of AJIB, increasing socialization about AJIB services to the public and improving online channels to access AJIB services.Fenomena munculnya berbagai inovasi di sektor publik memberi warna baru dalam implementasi layanan publik. Kehadiran layanan penjemputan perizinan sepeda motor (AJIB) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta merupakan terobosan inovasi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan, memudahkan masyarakat untuk memangkas waktu dan biaya dalam proses pengurusan perizinan, sekaligus untuk menghilangkan praktik perantara/calo perizinan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, tingkat  adopsi masyarakat terhadap layanan AJIB ini masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi layanan AJIB oleh masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori adopsi inovasi yang dikemukakan oleh Jenifer Wisdom, et al (2013).  Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa dukungan organisasi DPMPTSP DKI Jakarta atas layanan ini sudah cukup baik, akan tetapi terdapat beberapa faktor yang masih harus diperbaiki oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta guna meningkatkan adopsi inovasi layanan AJIB kepada masyarakat, antara lain perbaikan regulasi yang mendukung penyelenggaraan AJIB, peningkatan sosialisasi tentang layanan AJIB kepada publik serta perbaikan saluran online untuk mengakses layanan AJIB. 

    Analisis Roadmap Pengembangan Industri Jagung di Provinsi Gorontalo

    Full text link
    This research aims to: (1) The corn industry development roadmap in Gorontalo Province, (2) Supporting and inhibiting factors of the corn industry development in Gorontalo Province. This research uses a qualitative approach with data collection techniques is an interview. The results of this research are: 1) Gorontalo Province have the corn industry development roadmap which refers to the implementation of agribusiness as a whole and integrated starting from the operational policy, strategy, program, and its activities but its implementation is still not optimal; 2) Factors supporting the development of the Corn Industry in Gorontalo Province consists of provincial government policies, have an Image with a Brand “Jagung” and have the facilities to do export-scale marketing; and 3) Inhibiting factors in the development of the corn industry in Gorontalo Province among others: the ability of farmers to process corn products, unfair market price competition, and capital is still small at the level of IKM Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Roadmap Pengembangan Industri Jagung di Provinsi Gorontalo dan 2) Faktor Pendukung dan Penghambat Pengembangan Industri Jagung di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan teknik pengumpulan Datanya adalah Wawancara. Adapun hasil penelitian ini adalah: 1) Provinsi Gorontalo telah memiliki Roadmap Pengembangan Industri Jagung yang mengacu pada pelaksanaan agribisnis secara utuh dan terpadu mulai dari kebijakan operasionalnya, strategi, programnya dan kegiatannya akan tetapi implementasinya masih belum maksimal; 2) Faktor pendukung pengembangan Industri Jagung di Provinsi Gorontalo terdiri dari adanya kebijakan Pemprov, Miliki Citra dengan Brand “Jagung”, serta Memiliki sarana untuk melakukan pemasaran skala ekspor; dan 3) Faktor Penghambat pengembangan industry jagung di provinsi Gorontalo antara lain: kemampuan petani untuk mengolah hasil jagung, persaingan harga pasar yang tidak sehat dan Modal yang masih kecil di tataran IKM. 

    Advocacy Coalition Framework Dalam Tata Kelola Perkotaan Berbasis Ruang Terbuka Hijau Di Kota Makassar

    Full text link
    This study aims to describe the role of the government-private and role of the government-NGO coalition in Green Open Space Based Urban Governance in Makassar City. This type of research is qualitative, research conducted to systematically search for and compile all data obtained, both interview data, field notes and other data that support research. The results of this study indicate that the confidence of the private / private sector in the city government green open space policy is still low because the government's political will problem is that it does not involve all components in the private sector. One of the strategies is optimizing planters in RTR in strategic areas such as in the Untia region. The strategy that is pressed on the private sector is segmentation of activities that can increase green open space. Decisions taken by the private or private sector are based on the mission of the organization itself which has environmental concerns as outlined through CSR programs, the program is not intervened by the city government. Although there have been Regional Regulations Number 3 of 2014 concerning the arrangement and management of green open spaces but not yet assessed WALHI has provided significant progress for the addition of RTH in Makassar Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran koalisi pemerintah-swasta dan peran koalisi pemerintah-LSM Dalam Tata Kelola Perkotaan Berbasis Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, penelitian yang dilakukan untuk mencari dan menyusun secara sistematis seluruh data yang diperoleh baik itu data hasil wawancara, catatan lapangan dan data-data lain yang sifatnya menunjang penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keyakinan sektor swasta/privat terhadap kebijakan RTH pemerintah kota masih rendah karena persoalan political will dari pemerintah yang kurang melibatkan seluruh komponen pada sektor swasta. Salah satu strateginya adalah optimalisasi penanam pada RTR Kawasan strategis seperti di Kawasan Untia. Strategi yang ditekan pada pihak swasta adalah segmentasi pada kegiatan yang dapat meningkatkan ruang terbuka hijau. Keputusan yang diambil sektor privat atau swasta adalah berdasarkan misi dari organisasi itu sendiri yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang dituangkan melalui program CSR, program tersebut tidak mendapat intervensi oleh pemerintah kota. Meskipun telah ada Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2014 tentang penataan dan pengelolaan ruang terbuka hijau namun belum dinilai WALHI memberikan kemajuan berarti bagi penambahan RTH di Kota Makassa

    209

    full texts

    223

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Publik (Jurnal Ilmu Administrasi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇