40799 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika dengan Implementasi Problem Based Learning (Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII Semester II SMPIT Ibnu Abbas Klaten Tahun Ajaran 2017/2018)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika dengan implementasi Problem Based Learning, khususnya pada saat siswa melakukan investigasi kelompok. Kemampuan berpikir kreatif yang diukur pada penelitian ini adalah fluency, flexibility, dan originality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sebelum penelitian, peneliti melakukan observasi awal untuk menentukan subjek penelitian. Observasi penelitian dilakukan dengan cara mengobservasi siswa yang mempunyai ciri pribadi kreatif pada saat pembelajaran matematika dengan Problem Based Learning. Siswa dikatakan mempunyai ciri pribadi kreatif jika siswa memenuhi kriteria menjadi kebiasaan. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling yaitu siswa yang mempunyai ciri pribadi kreatif dari kelas VIII-B2. Pengambilan data dilakukan dengan observasi pada saat pembelajaran matematika dengan implementasi Problem Based Learning, Lembar Aktivitas Siswa dan wawancara. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan waktu, data valid dianalisa menurut Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada aspek fluency, siswa mengajukan pertanyaan ke guru dan ke teman sekelompoknya, siswa mengungkapkan gagasan-gagasanya untuk menyelesaikan Lembar Aktivitas Siswa secara lancar dan siswa menghasilkan jawaban lebih dari satu dari suatu masalah matematika yang terdapat di Lembar Aktivitas Siswa secara benar. Pada aspek flexibility, siswa menjelaskan percobaan yang harus dilakukan berdasarkan sudut pandangnya kepada teman sekelompoknya, siswa memberikan pertimbangan terkait suatu hal yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas, dan siswa menghasilkan jawaban dari suatu masalah matematika yang terdapat di Lembar Aktivitas Siswa secara benar dan beragam. Pada aspek originality, siswa membuat pengertian dengan bahasa sendiri dari suatu hal dan siswa menghasilkan jawaban dari suatu masalah matematika yang terdapat di Lembar Aktivitas Siswa dengan jawaban yang baru dan berbeda dengan yang lain. Kata kunci: kemampuan berpikir kreatif, fluency, flexibility, originality, pembelajaran matematika, problem based learning
Pengelolaan Arsip di Kejaksaan Negeri Surakarta
ABSTRACT Mariska Luluk Mudhiah. K7514036. ARCHIVAL MANAGEMENT IN STATE ATTORNEY OF SURAKARTA. Thesis, Surakarta : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret, December 2018. This research aims to find out: (1) Archival Management in State Attorney of Surakarta (2) The obstacles and the causes emerged in the archival management in State Attorney of Surakarta. (3) The efforts made to overcome the obstacles emerged in archival management in the State Attorney of Surakarta. This research was the descriptive qualitative study. The subject of the research was collected using purposive sampling and snowball sampling technique. The sources of data used were informant, place and event, archive, and document. The data collection techniques used were interview, observation, and documentation. The data trustworthiness was done using data triangulation and method triangulation. The data analysis technique was interactive model technique consisting of several stages: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Research findings show that the archival management activities in the State Attorney of Surakarta cover: planning, organizing, actuating, and controlling. These implementations are scrutinized based on 5 elements namely archive officer (man), the archives (material), archiving facilities (machines), archiving methods, and archiving fund. Obstacles found in archival management are such as the lack of human resources, inadequate facilities, and unclear archiving procedures. To deal with the difficulties, the following steps are done: recruiting officers, providing archiving facilities, and constructing clear procedures of archiving system in the State Attorney of Surakarta Keyword: archival management, archive, archival attorne
Misconception Analysis Viewed from Thinking Styles of Seventh-Grade Students of Junior High Schools and Remediation Efforts Using Concept Cartoons on Plant Photosynthesis and Respiration Topics
Maya Sih Hika Pamungkas. 2018. Misconception Analysis Viewed from Thinking Styles of Seventh-Grade Students of Junior High Schools and Remediation Efforts Using Concept Cartoons on Plant Photosynthesis and Respiration Topics. Thesis. Advisor: Prof. Sulistyo Saputro, M.Si, Ph.D. Co-Advisor: Dr.rer.nat. Sri Mulyani, M.Si. Master of Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University. ABSTRACT Misconception is one factor that can influence the students’ understanding of concept and their achievement. Students’ thinking styles are one factor that can cause misconception. This research aimed to find out: 1) the thinking styles of the seventh-grade junior high school students; 2) the misconception of the seventh-grade junior high school students with reflective, impulsive, quickly precise (QP), and slowly imprecise (SI) thinking styles; and 3) the effectiveness of concept cartoons to remediate the students’ misconception on plant photosynthesis and respiration topics. The research subjects were the students of 7.1 SMP A, the students of 7C SMP B, and the students of 7PK.1 SMP C in the even semester of 2017/2018 academic year. This research belongs to the mixed-method of qualitative and quantitative. The data were collected using tests. The instruments were Matching Familiar Figure Test (MFFT) (Warli, 2010) and four-tier. The data were analysed using qualitative and quantitative analysis. The results of the research show that 1) there are reflective, impulsive, and SI thinking styles in SMP A; there are reflective, impulsive, QP, and SI thinking styles in SMP B; and there are only reflective and SI thinking styles in SMP C; 2) the misconception percentage of reflective and QP students is lower than that of impulsive and SI students; and 3) concept cartoons can remediate the misconception of the seventh-grade students in the plant photosynthesis and respiration topics. Keywords: misconceptions, thinking style, four tier, remediation, concept cartoon
Perbaikan Tata Letak Fasilitas Stasiun Painting Unit Work Fabrication PT. ATMI Surakarta dengan Systematic Layout Planning
PT. ATMI Surakarta adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai macam peralatan perkantoran dan sekolah, laboratorium, bengkel, rumah tangga, dan sebagainya. Tata letak Stasiun Painting Unit Work Fabrication PT. ATMI Surakarta yang ada saat ini mengharuskan pekerja untuk memindah-mindahkan barang secara bolak-balik dalam jumlah yang banyak. Hal tersebut mengakibatkan terlalu banyaknya pemindahan material, membuat pekerja lebih lelah dalam proses pemindahan, dan menghabiskan lebih banyak biaya material handling. Alasan lain perbaikan tata letak perlu dilakukan adalah kurangnya alokasi area limbah powder sehingga limbah-limbah berlebih harus terpaksa ditaruh di tempat yang tidak semestinya. Dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP), dapat dibuat dua tata letak usulan. SLP merupakan prosedur yang telah banyak digunakan selama dekade terakhir dan telah terbukti menjadi teknik yang berguna bagi perusahaan baik secara akademis maupun praktis. Perbedaan jarak dan biaya dari kedua usulan akan muncul secara kuantitatif. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak usulan 1 mampu memberikan penghematan biaya material handling sebesar 6,2% atau Rp508.056,16 dan tata letak usulan 2 sebesar 7,28% atau Rp595.659,98
Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Cooperative Investigation (JCI) Terhadap Keterampilan Kerjasama dan Nilai Perkembangan Individu (NPI) Siswa
The purpose of this study is to investigated the effect of Jigsaw Cooperative Investigation learning design toward team work skill and individual improvement system of high school student. Quasi experimental research design with quantitative approach was employed for this study. The study was designed using posttest only control group design. The population of this study was grade XI students at SMA Negeri 4 Surakarta in academic year 2018/2019 consisting of seven classes. Two classes were chosen as a sample using cluster random sampling. Learning was carried out in two classes by applying the jigsaw cooperative investigation learning design in experiment class and conventional grup learning design in control class. Data collection techniques was done by using observation, writen test and document analysis. Normality and homogenity test were performed as a requirement of hypothesis test while the hypotheses it self were tested at 0.05 level of significance using Independent Sample t Test. Data analysis assisted with SPSS 17. The study procedure consists of three steps: planning, implementation and data analysis. The conclusion of this study show that the application of Jigsaw Cooperative Investigation learning design has significant effect toward team work skill and Individual Improvement System of high school student. It is indicated from p-value of team work skill 0.000 and Individual Improvement System 0.000 less than 0.05 significance level
Hubungan antara Pengetahuan tentang Pertolongan Dini Pada Kejang Demam Sederhana dengan Kecemasan Ibu di Posyandu Binaan Puskesmas Ngoresan Surakarta
ABSTRACT Habiba Nur Laili, G0015098, 2018. The Correlation between Knowledge about First Aid of Simple Febrile Seizure with Maternal Anxiety at Posyandu Developed by Puskesmas Ngoresan Surakarta. Mini Thesis. Faculty of Medicine, Sebelas Maret University, Surakarta. Background: Simple febrile seizure is one of the pediatric emergency associated by elevation of body temperature (>38oC) among children which can emotionally traumatized most parents especially mother. Prevalence of febrile seizure is 2% to 5% between 6 months and 5 years of age in worldwide. The purpose of this study is to analyze the correlation between knowledge about first aid of simple febrile seizure with maternal anxiety at Posyandu Developed by Puskesmas Ngoresan Surakarta and identify factors related with maternal anxiety for having children who suffered simple febrile seizure. Methods: The research used analytic observational with cross sectional approach. The subject was mothers that had children who suffered simple febrile seizure at Posyandu Developed by Puskesmas Ngoresan Surakarta obtained 36 mothers. Data were taken by purposive sampling technique using TMAS scale, parental knowledge, attitude, and practice regarding simple febrile seizure scale, and biodata. The data were analyzed using Pearson correlation test with SPSS 22.0 for windows. Results: The result showed moderate, negative, and statistically significant correlation between knowledge about first aid of simple febrile seizure with maternal anxiety at Posyandu Developed by Puskesmas Ngoresan Surakarta (p=0.003 and r=-0.488). The correlation of confounding variable on the dependent variable, there were no significant correlations of maternal anxiety seen from various maternal age ranges (p=0.328), children age ranges (p=0.065), maternal education level (p=0.474), and maternal occupation (p=0.297). Conclusions: There was moderate, negative, and statistically significant correlation between knowledge about first aid of simple febrile seizure with maternal anxiety at Posyandu Developed by Puskesmas Ngoresan Surakarta. The result had negative direction correlation which showed if parents more understood about knowledge to do first aid of simple febrile seizure than it could decrease maternal anxiety. Maternal ages, children ages, maternal education level, and maternal occupation factors did not have a significant correlation on maternal anxiety. Keywords: simple febrile seizure, knowledge, maternal anxiety, TMAS, childre
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA BASKET PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019
ABSTRAK Suciati. K4614088 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA BASKET PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar passing bola basket pada peserta didik kelas XI IPA 3 SMA Negeri 4 Surakarta tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dan setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah peserta didik kelas XI IPA 3 SMA Negeri 4 Surakarta berjumlah 34 peserta didik. Dengan rincian peserta didik putra 13 anak dan peserta didik putri 21 anak. Sumber data dari penelitian ini berasal dari peserta didik, peneliti dan guru yang bertindak sebagai kolabolator. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan teknik analisis deskripsi kualitatif. Hasil wawancara dengan kolabolator menyatakan bahwa untuk data penilaian KKM passing bola basket adalah 74. Data penilaian yang diperoleh dari kelas XI IPA 3 SMA Negeri 4 Surakarta yang berjumlah 43 peserta didik adalah sebagai berikut : Pada kondisi awal diperoleh hasil ketuntasan belajar yang masih kurang maksimal, yaitu 20 (59%) yang mencapai kriteria tuntas, dan 14 (41%) belum tuntas pada aspek pengetahuan sedangkan untuk aspek ketrampilan 16 (47%) yang mencapai kriteria tuntas, dan 18 (53%) belum tuntas. Pada akhir pembelajaran siklus I terdapat 27 (79%) mencapai kriteria tuntas dan 7 (21%) belum tuntas pada aspek pengetahuan, sedangkan untuk aspek ketrampilan 25 (74%) mencapai kriteria tuntas, dan 9 (26%) belum tuntas. Pada akhir pertemuan siklus II terdapat 31 (91%) mencapai kriteria tuntas, dan 3 (9%) belum tuntas pada aspek pengetahuan, sedangkan untuk aspek ketrampilan 30 (88%) mencapai kriteria tuntas, dan 4 (12%). Dari data awal sampai pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar sehingga target penelitian mencapai 80% . Berdasarkan hasil analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa: penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Game Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar passing bola basket pada peserta didik kelas XI IPA 3 SMA Negeri 4 Surakarta tahun ajaran 2018/2019. Kata Kunci: Hasil Belajar, Passing Bola Basket, TGT (Teams Games Tournament)
Studi Kasus tentang Orientasi Seksual pada Mahasiswa Homoseksual Pasif di Surakarta
ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) penyebab masalah orientasi seksual terhadap Mahasiswa Homoseksual Pasif, (2) dampak yang dirasakan bagi Mahasiswa Homoseksual Pasif, dan (5) alternatif pemecahan yang dapat diberikan kepada Mahasiswa Homoseksual Pasif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah dua orang mahasiswa yang memiliki orientasi seksual homoseksual pasif yang berlokasi di Surakarta. Penelitian juga dilakukan pada teman-teman subjek untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai subjek yang diteliti. Teknik pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik Snowball sampling agar mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sampai pada titik jenuh mengenai penelitian yang dilakukan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan uji validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini, orientasi seksual dari mahasiswa laki-laki homoseksual pasif ditunjukan melalui gaya berpakaian, aksesoris yang dikenakan, dan bahasa tubuhnya. Mahasiswa homoseksual pasif cenderung berbaur dengan orang-orang heteroseksual dan masih memiliki keinginan untuk berubah menjadi heteroseksual. Faktor yang mendorong mahasiswa menjadi homoseksual pasif yaitu lingkungan, perhatian lebih dari sesama jenis, pengalaman seksual yang menyenangkan dengan sesama jenis, kurangnya kedekatan dengan orang tua, dan penanaman nilai-nilai agama yang kurang. Sedangkan dampak yang dirasakan adalah khawatir dengan masa depan, tidak berani mengungkapkan pada orang tua, pandangan jijik dari lingkungan baru, selalu berada pada lingkungan yang dirasa memahami orientasi seksualnya, dan merasa nyaman dengan pasangan homoseksual. Alternatif pemecahan masalah yang dapat diberikan adalah melalui ministri transformasional dan konseling Client Centered untuk membangun konsep diri yang lebih positif pada diri mahasiswa homoseksual pasif. Kata Kunci: orientasi seksual, mahasiswa, homoseksual ABSTACK The aim of this research is to describe: (1) the causes of sexual orientation problem toward Passive Homosexual College Students, (2) the impact felt by Passive Homosexual College Students, and (3) alternative solutions that can be given to Passive Homosexual College Students. The method used in this research is qualitative method by using case study technique. The subjects of this research are two College Students who have passive homosexual orientation in Surakarta. This research is also done to the subjects’ friends to collect deeper information about the subjects. The sampling method used in this research is Snowball sampling in order to collect as much information as possible until the saturation point about the research done. The data collection methods used are observation, interview, and documentation with the data validity test by using source triangulation technique and triangulation method. The result of this research is passive homosexual college students’s sex orientation are shown through how they dressed, their accsesories, and their body language. Passive homosexual college students mostly hung out with heterosexual people and they still had desire to be heterosexual. The factors that encourage college students to be homosexual passive are that environment, extra attention from same-sex friends, blissful sexual experience with same-sex partners, lack of closeness with parents, and lack understanding of religion values. Meanwhile, the impacts felt by passive homosexual college students are anxiety toward their future life, fear of confessing to their parents, disgusted views from new environment, always being in the environment which understands their sexual orientation, and convenience with their homosexual partner. The alternative solutions that can be given is through the ministry transformational and counselling of Client Centered to build a more positive self-concept in passive homosexual college students. Keywords: sexual orientation, college students, homosexual
PENERAPAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH BOLAVOLI PADA PESERTA DIDIK KELAS VII D SMP NEGERI 1 KARTASURA SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2018/2019
ABSTRAK Penni Wulandari. K4614067. PENERAPAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH BOLAVOLI PADA PESERTA DIDIK KELAS VII D SMP NEGERI 1 KARTASURA SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2018/2019, Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2019. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar servis bawah bolavoli dengan penerapan alat bantu pembelajaran seperti bola spons, bola voli, cone, tali rafia, kapur, dan tapping dalam proses pembelajaran pada peserta didik kelas VII D SMP Negeri 1 Kartasura tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII D SMP Negeri 1 Kartasura Sukoharjo tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 peserta didik yang terdiri dari 12 peserta didik putra dan 20 peserta didik putri. Sumber data berasal dari peserta didik, guru, dan peneliti. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi atau arsip berupa foto. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dan teknik persentase. Prosedur penelitian adalah berupa siklus pembelajaran yang saling berkaitan. Berdasarkan hasil analisis data pada bab IV diperoleh peningkatan yang signifikan terjadi pada prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Pada prasiklus hasil belajar servis bawah bolavoli pada aspek pengetahuan jumlah peserta didik yang tuntas adalah 12 peserta didik dengan persentase 38%, sedangkan pada aspek keterampilan jumlah peserta didik yang tuntas adalah 12 peserta didik dengan persentase 38%. Pada siklus I hasil belajar servis bawah bolavoli pada aspek pengetahuan jumlah peserta didik yang tuntas adalah 24 peserta didik dengan persentase 75%, dan pada aspek keterampilan jumlah peserta didik yang tuntas adalah 21 peserta didik dengan persentase 66%. Sedangkan pada siklus II hasil belajar servis bawah bolavoli pada aspek pengetahuan jumlah peserta didik yang tuntas adalah 27 peserta didik dengan persentase 84%, dan pada aspek keterampilan jumlah peserta didik yang tuntas adalah 27 peserta didik dengan persentase 84%. Dalam penelitian ini hasil belajar servis bawah bolavoli telah mencapai target yaitu 80% pada siklus II. Simpulan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penerapan alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan servis bawah bolavoli pada peserta didik kelas VII D SMP Negeri 1 Kartasura tahun pelajaran 2018/2019. Kata Kunci : Hasil Belajar, Servis Bawah Bolavoli, Penerapan Alat Bantu .Pembelajaran
Pemanfaatan Kredit UMKM PD. BPR Bank Daerah Karanganyar Terhadap Perkembangan Usaha Debitur di Kabupaten Karanganyar
ABSTRAK PEMANFAATAN KREDIT UMKM PD. BPR BANK DAERAH KARANGANYAR TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA DEBITUR DI KABUPATEN KARANGANYAR Agna Putri Dania NIM. F3615007 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemberian kredit UMKM dan pemanfaatan kredit UMKM yang telah disalurkan oleh PD. BPR Bank Daerah Karanganyar terhadap perkembangan usaha debitur. Pemanfaatan ini bisa dilihat melalui perbedaan perkembangan usaha debitur sebelum dan sesudah memperoleh kredit UMKM. Perkembangan UMKM ini ditinjau dari jumlah modal usaha, jumlah omzet penjualan, jumlah laba usaha, dan jumlah tenaga kerja. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan populasi nasabah kredit UMKM PD. BPR Bank Daerah Karanganyar yang berjumlah 304. Sampel penelitian ini sebanyak 40 nasabah pelaku UMKM yang diambil dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu suatu mekanisme kerja penelitian yang mengandalkan uraian deskriptif kalimat yang disusun secara sistematis mulai dari menghimpun data hingga menafsirkan dan melaporkan hasil penelitian. Selain itu, penulis juga menggunakan referensi dari berbagai sumber yang terkait dengan permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prosedur pemberian kredit UMKM yang dilakukan oleh PD. BPR Bank Daerah Karanganyar sudah sesuai dengan SOP perkreditan yang ada dan pemberian kredit sudah dilakukan berdasarkan kontrol kredit yang benar. (2) Kredit yang telah disalurkan PD. BPR Bank Daerah Karanganyar sudah dimanfaatkan secara optimal oleh debitur untuk kegiatan produktif dalam mengembangkan usahanya. Hasil tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan yang cukup signifikan setelah menggunakan kredit di beberapa aspek ekonomis seperti modal usaha, omzet penjualan, laba usaha, dan tenaga kerja. Kata Kunci: UMKM, PD. BPR Bank Daerah Karanganyar, Modal Usaha, Omzet Penjualan, Laba Usaha, Tenaga Kerj