40799 research outputs found
Sort by
ANALISIS BUKU TEKS MATEMATIKA SISWA KELAS XI BERDASARKAN KURIKULUM 2013
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) kesesuaian materi bahan terhadap KI-KD yang ada di Permendikbud No.24 pada tahun 2016 antara BSE dan buku terbitan Intan Pariwara, (2) kelayakan isi (materi ajar) berdasarkan kriteria BSNP antara BSE dan buku terbitan Intan Pariwara, (3) sebaran soal latihan yang ditinjau dari Taksonomi Bloom antara BSE dan buku terbitan Intan Pariwara. Subjek penelitian adalah Buku Sekolah Elektronik (BSE) Matematika Kelas XI dan buku Matematika Kelas XI terbitan Intan Pariwara. Prosedur pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Validasi data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara keseluruhan materi dalam BSE sudah sesuai dengan KI-KD yang terdapat dalam Permendikbud No.24 pada tahun 2016, tetapi terdapat KD yang tidak sesuai yaitu KD 3.6 Materi Barisan dan Deret karena BSE tidak memuat materi tentang jumlah barisan aritmatika dan geometri. Materi dalam buku terbitan Intan Pariwara sudah sesuai dengan KI-KD yang terdapat dalam Permendikbud No.24 pada tahun 2016, (2) Kelayakan isi (materi ajar) BSE adalah 81,99% (kategori baik) sedangkan buku Intan Pariwara adalah 86,78% (kategori sangat baik), (3) sebaran soal latihan pada BSE sebesar 50,96% (LOTS) dan 49,04% (HOTS) sedangkan untuk buku terbitan Intan Pariwara sebesar 40,08% (LOTS) dan 59,92% (HOTS
Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) pada Materi Luas Permukaan dan Volume Bangun Ruang Prisma dan Limas Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Jaten Tahun Ajaran 2017/2018
ABSTRAK Diyah Istiqomah. K1313017. EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BANGUN RUANG PRISMA DAN LIMAS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 JATEN TAHUN AJARAN 2017/2018. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. November 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) model pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik di antara pembelajaran matematika dengan menggunakan model NHT atau langsung; (2) prestasi belajar yang lebih baik di antara siswa dengan gaya belajar visual, auditori atau kinestetik; (3) pada masing-masing model pembelajaran, yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik antara siswa dengan gaya belajar visual, auditori atau kinestetik; (4) pada masing-masing tipe gaya belajar, yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, model pembelajaran NHT atau langsung. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Jaten Tahun Ajaran 2017/2018. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMP Negeri 20 Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi untuk mengumpulkan data yang berupa data nilai UTS, metode angket untuk data gaya belajar dan metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa pada materi prisma dan limas. Teknik analisis data yang digunakan adalah anava dua jalan dengan sel tak sama, kemudian dilakukan uji lanjut pasca anava yaitu uji komparasi ganda dengan menggunakan metode Scheffe. Untuk persyaratan analisis, yaitu populasi berdistribusi normal menggunakan uji Liliefors untuk dan populasi mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan metode Bartlett. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut (1) model NHT menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model pembelajaran langsung (2) siswa dengan gaya belajar auditori mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar visual dan kinestetik, sedangkan siswa dengan gaya belajar visual mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dari pada siswa dengan gaya belajar kinestetik(3) pada masing-masing model, siswa dengangaya belajar auditori mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar visual dan kinestetik, sedangkan siswa dengan gaya belajar visual mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dari pada siswa dengan gaya belajar kinestetik (4) pada masing-masing gaya belajar, siswa yang dikenai model NHT memperoleh prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang dikenai model pembelajaran langsung. Kata Kunci: NHT, gaya belajar, prestasi belajar matematika. ABSTRACT Diyah Istiqomah. K1313013. EXPERIMENTATION STUDY OF COOPERATIVE LEARNING TYPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)ON SURFACE AREA AND VOLUME OF PRISM AND PYRAMID VIEWED FROM STUDENTS’ LEARNING STYLE OF AT 2ND GRADER OF JUNIOR HIGH SCHOOL STATE 2 JATEN IN ACADEMIC YEAR 2017/2018. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University. November 2018. The purposes of this research were to find out: (1) which one of learning model that produce better mathematics learning achievement between NHTmodeland or direct learning model; (2) which one of learning styles better mathematics learning achievement between among visual, auditory or kinesthetic learning styles (3) in each learning model, which had a better learning achievement (4) in each learning style, which model that had better learning achievement, NHT or direct learning model. This reseacrh used quasi experimental research. The population of the reseachis all of the students from 2nd grade in SMP Negeri 2 Jaten in the academic year of 2017/2018. The sampling technique is cluster random sampling. Instrument test is conducted in SMP Negeri 20 Surakarta. The technique use to collect the data documentation, questionnaire and test. Documentation is used to collect the student’s score from midterm semester test. Student are given a questionnare about student’s learning style to know their learning style. Test is used to know the student’s achievement in mathematics on surface area and volume of prism and pyramid. Technique used data analysis is variance analysis with unequal cell two ways, continued by post-test using post anava, with double comparison using Scheffe method. For analysis requirement, that is normal distribution population is using Lilliefors test. In addition, for the population which has homogenous variance is analyzed by using Bartlett method. Based on the result analysis in this research, it can be concluded that (1) NHT produced a better student’s achievement than the direct learning model (2) the students with auditory learning style have better learning achievement than students with visual and kinesthetic, while students with visual learning styles have a better learning achievement than students with kinesthetic learning styles; (3) in each learning model, the students with auditory learning style have better learning achievement than students with visual and kinesthetic, while students with visual learning styles have better learning achievement than student with kinesthetic; (4) in each category of student learning style that is visual, auditory and kinesthetic, cooperative learning style at type NHT produced a better student’s achievement in mathematics than the direct learning model. Keywords:NHT, Learning Style, Mathematic Learning Achievement
Analisis Butir dan Respon Siswa terhadap Soal NOSLit dalam Mengukur Kemampuan Literasi Sains Siswa MA Negeri 2 Surakarta Menggunakan Rasch Model
Tujuan penelitian adalah mengetahui hasil analisis butir dan respon siswa terhadap soal NOSLiT dalam mengukur kemampuan literasi sains siswa MA Negeri 2 Surakarta menggunakan Rasch Model. Penelitian ini berupa kuantitatif. Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 3 MA Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2018/2019. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, dan angket. Instrumen penelitian berupa soal tes yang terdiri dari 30 butir pilihan ganda yang dibuat berdasarkan instrumen NOSLiT, dan angket yang terdiri dari 20 item pernyataan terhadap soal tes NOSLiT. Selanjutnya data hasil soal tes dan angket dianalisis dengan menggunakan Rasch Model. Hasil analisis butir soal NOSLiT menunjukkan bahwa nilai item measure soal nomor 27 adalah +4,30 logit menunjukkan bahwa soal tersebut adalah soal yang paling susah dikerjakan oleh siswa, dan hanya ada satu orang saja yang dapat menjawabnya dengan benar, sedangkan soal nomor 20 dengan nilai -1,97 logit merupakan soal yang paling mudah dikerjakan oleh siswa. Selanjutnya data hasil analisis respon siswa terhadap soal NOSLiT diperoleh person measure +0,61 logit yang mengindikasikan kecenderungan siswa menyatakan setuju terhadap pernyataan di berbagai item. Item pernyataan nomor 5 dan 20 merupakan item yang paling sukar disetujui oleh siswa, sedangkan item pernyataan nomor 13 merupakan item yang paling mudah disetujui oleh siswa. Kata Kunci: Kemampuan Literasi Sains, NOSLiT, Rasch Mode
PENGARUH GUIDED INQUIRY DALAM PENGUASAAN KONSEP MATERI SISTEM IMUN PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO
ABSTRAK Monica Nandahayu I. K4313046. PENGARUH GUIDED INQUIRY DALAM PENGUASAAN KONSEP MATERI SISTEM IMUN PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, September 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran guided inquiry terhadap kemampuan penguasaan konsep pada Sistem Imun kelas XI di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen. Populasi dari penelitian ini terdiri dari seluruh warga di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Sampel penelitian diambil, yaitu 30 siswa untuk kelas kontrol dan 30 siswa untuk kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji t. Berdasarkan uji t-test diketahui nilai signifikansi Sig. (2-tailed) = 0,000. Karena nilai Sig. (0,000) < α (0,05) maka hipotesis penelitian diterima, artinya terdapat perbedaan penguasaan konsep IPA materi sistem imun antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran guided inquiry dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran direct learning. Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran guided inquiry berpengaruh terhadap kemampuan penguasaan konsep materi sistem imun pada siswa kelas XI. Kata kunci : Guided Inquiry, Mastery Concept, Immune Syste
CAMPUR KODE DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL ANAK RANTAU KARYA AHMAD FUADI DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN
Riyan Terna Kuswanto. 2018. Campur Kode Dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi Dan Relevansinya Dalam Pembelajaran. Tesis. Pembimbing: Dr. Muhammad Rohmadi, M. Hum. Kopembimbing: Dr. Slamet Supriyadi, M.Pd. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menjelaskan dan mendeskripsikan wujud campur kode dalam novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi; 2) Menjelaskan dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi; 3) Menjelaskan dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Anak Rantau Karya Ahmad Fuadi; 4) Menjelaskan dan mendeskripsikan relevasi campur kode dalam novel Anak Rantau dengan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah. Penelitian ini merupakan peneliian kualitatif dengan deskriptif kualitatif. Strategi penelitian menggunakan content analysis. Content analysis dalam peneilitian ini digunakan untuk mengidenifikasi campur kode masyarakat Minang dalam novel Anak Rantau. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi berupa kutipan teks. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar berupa teknik pustaka dan wawancara kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Validitas data yang digunakan menggunakan triangulasi teori dan triangulasi sumber. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah induktif dengan menggunakan prosedur fenomenologis. Campur kode yang terdapat dalam Novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi berupa: 1) penyisipan kata; 2) penyisipan frasa; 3) penyisipan klausa; 4) penyisipan idiom: 5) penyisipan pengulangan kata. Faktor penyebab terjadinya campur kode berupa: 1) tidak ada ungkapan yang tepat; 2) faktor kebiasaan; 3) faktor peranan; 4) adanya keinginan untuk menjelaskan. Karakter yang ada dalam penelitian ini ditemukan nilai pendidikan karakter religius, mandiri, rasa ingin tahu, gemar membaca, cinta tanah air, demokratis. Pembelajaran campur kode dapat diterapkan dalam pembelajaran pembuatan novel sesuai dengan KD 4.2 dan 4.3 di kelas XII. Kata kunci: campur kode, sosiolinguistik, karakter, relevansi, Anak Rantau
Hubungan Faktor Demografi dan Faktor Sosial Ekonomi Ibu dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dini di Indonesia. (Analisis Data Indonesia Family Life Survey Ke-5)
ABSTRAK Dwiana Kartikawati, G0015065, 2018. Hubungan Faktor Demografi dan Faktor Sosial Ekonomi dengan Pemberian MP-ASI Dini di Indonesia (Analisis Data Indonesia Family Life Survey ke 5).Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar belakang: Nutrisi yang memadai selama masa bayi dan awal masa kanak-kanak merupakan hal mendasar untuk mengembangkan potensi anak-anak secara penuh. UNICEF dan WHO merekomendasikan supaya ibu menyusui eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya, setelah umur 6 bulan bayi baru dapat diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan tetap memberikan ASI sampai anak berumur minimal 2 tahun. Ada banyak faktor yang mempengaruhi sikap ibu dalam memberikan MP-ASI dini kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor demografi dan sosial ekonomi ibu dalam pemberian MP-ASI dini di Indonesia dengan menggunakan data dari IFLS ke-5. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menganalisis data sekunder bersumber dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) ke 5 pada tahun 2014-2015. Besar subjek berjumlah 566 untuk subjek dengan variabel tempat tinggal dan pengetahuan tentang waktu pemberian ASI. Sedangkan subjek dengan variabel lama bekerja berjumlah 565 subjek. Subjek merupakan wanita usia 15-49 tahun yang dipilih melalui purposive sampling dan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data yang didapat diuji menggunakan analisis Mann Whitney (α < 0,05). Hasil: Berdasarkan uji Mann Whitney didapatkan hasil; tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara subjek yang tinggal di desa dan di kota saat memberikan MP-ASI dini (p=0.5466), tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara subjek memiliki pengetahuan tentang lama pemberian ASI eksklusif dan yang tidak memiliki pengetahuan tentang lama pemberian ASI eksklusif saat memberikan MP-ASI dini (p=0.3196), tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara subjek yang bekerja dalam durasi waktu normal dan overtime saat memberikan MP-ASI dini (p=0.1626). Simpulan penelitian: Tidak terdapat hubungan antara faktor demografi dan faktor sosial ekonomi dengan pemberian MP-ASI dini di Indonesia yang bermakna secara statistik. Kata kunci: MP-ASI dini, faktor demografi, faktor sosial ekonomi, Indonesia Family Life Survey
Pengembangan Instrumen Penilaian Computerized Two-Tier Multiple Choice (CTTMC) Untuk Mengukur Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Termokimia Kelas XI SMA/MA
Naili Hikmah. 2018. Pengembangan Instrumen Penilaian Computerized Two-Tier Multiple Choice (CTTMC) Untuk Mengukur Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Termokimia Kelas XI SMA/MA. Tesis. Pembimbing: Dr. Sri Yamtinah M.Pd .Kopembimbing Prof. Dr. Ashadi. Program Studi Magister Pendidikan Sains Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian Computerized Two-tier Multiple Choice (CTTMC) dengan validitas, realibilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan indeks pengecoh yang memenuhi kriteria sebagai suatu instrumen yang baik dan mengembangkan instrumen penilaian Computerized Two-tier Multiple Choice (CTTMC) pada materi Termokimia yang mampu mengukur keterampilan proses sains. Penelitian pengembangan instrumen penilaian Computerized Two-tier Multiple Choice (CTTMC) mengacu pada langkah-langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Akker (1999). Langkah-langkah yang digunakan dalam pengembangan produk terdiri dari 4 tahap yaitu: 1) pemeriksaan pendahuluan (preliminary investigation), 2) penyesuaian teoritis (theoretical embedding), 3) uji empiris (empirical testing), 4) proses dan hasil dokumentasi, analisa, dan refleksi (documentation,analysis, and reflection on process and outcome). Penelitian dilakukan terhadap 247 peserta didik dari SMAN 1 Surakarta, SMAN 5 Surakarta, dan SMAN 8 Surakarta. Analisis data yang digunakan dalam pegembangan adalah analisis kuantitatif deskriptif untuk kelayakan instrumen dan analisis keterampilan proses sains. Hasil penelitian dan penegembangan adalah Instrumen penilaian Computerized Two-tier Multiple Choice (CTTMC) yang dinyatakan layak digunakan dengan memenuhi kriteria sebagai instrumen yang baik berdasarkan validitas isi, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan indeks pengecoh. Hasil validitas isi menggunakan formula Aiken dengan 9 validator didapatkan seluruh butir soal memiliki angka validitas lebih dari 0,74 yang berarti valid. Reliabilitas dari uji coba skala luas diperoleh hasil 0,78 untuk tier 1 dan 0,73 untuk tier 2 yang berarti reliabilitas dalam kategori tinggi dan instrumen dapat dinyatakan reliabel. Daya pembeda soal dari analisis uji coba skala luas diperoleh 57,5% soal berkategori baik, 25 % kategori sedang, 15 % kategori cukup dan 2,5% kategori jelek. Tingkat kesukaran item soal dari uji coba skala luas diperoleh hasil 90% soal kategori sedang dan 10% soal kategori mudah. Indeks pengecoh dari hasil uji coba skala luas diperoleh hasil pengecoh berfungsi dengan baik pda 13 butir soal. Instrumen Computerized Two-tier Multiple Choice (CTTMC) dapat digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains berdasarkan indikator yang dikembangkan. Kata Kunci : instrumen penilaian, Computerized Two-tier Multiple Choice (CTTMC), keterampilan proses sains, termokimi
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN JASMANI DALAM INTERNATIONAL PRIMARY CURRICULUM DI SEKOLAH DASAR FOCUS INDEPENDENT SCHOOL SURAKARTA
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keterkaitan dan implementasi pendidikan jasmani dalam International Primary Curriculum (IPC) sebagai salah satu kurikulum internasional. Latar belakang penelitian adalah penerapan pendidikan jasmani dalam International Primary Curriculum sebagai wujud dari kesadaran global. Kurikulum pendidikan jasmani di sekolah dasar disebutkan bahwa, proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan direncanakan secara sistematik bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, sosial dan emosional. IPC adalah kurikulum yang komprehensif, tematik dan kreatif, serta membentuk pemikiran internasional dan untuk pribadi yang suka belajar. Pelaksanaan kurikulum yang terstruktur dan terencana membuat siswa mampu beradaptasi dengan tantangan global. Proses tersebut secara beruntun meliputi: (1) Perencanaan, (2) Pengorganisasian, (3) Pelaksanaan, (4) Pengawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi dengan informan meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru yang mengampu pelajaran IPC, guru pendidikan jasmani, komite sekolah dan siswa di Sekolah Dasar Focus Independent School Surakarta. Hasil penelitian, implementasi pendidikan jasmani dalam International Primary Curriculum sudah ditentukan oleh sekolah melalui implanted data yang dikirimkan kepada guru di setiap tahun pembelajaran dengan pembaharuan terbaru. Implanted data terdapat semua tema (unit of work) yang sudah dipilah dan dipilih oleh sekolah dari tema keseluruhan yang terdapat dalam International Primary Curriculum. Tema yang dipilih kemudian disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai sekolah, kultur budaya setempat, kondisi siswa dan sekolah. Satu tema dalam International Primary Curriculum terdapat learning goal (subject goals, personal goals, international goals), learning target dan a process of learning. Kesimpulan pendidikan jasmani merupakan bagian integral dalam IPC. Implementasi pendidikan jasmani dalam IPC dapat berjalan selaras untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai sekolah dengan menyesuaikan kultur budaya setempat, kondisi siswa dan sekolah. Implementasi pendidikan jasmani dalam IPC dengan international goals mampu menjawab tantangan pendidikan global dengan memberikan pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi, tradisi, budaya dan kebiasaan dari berbagai belahan dunia
SINTESIS MATERIAL IMPRINTED IONIC MENGGUNAKAN SILIKA DARI ABU SEKAM PADI UNTUK ADSORPSI ION LOGAM Ni(II)
Sintesis material imprinted ionic Ni(II) (SiO2-TMPDT-Ni-Imp) dengan menggunakan abu sekam padi sebagai sumber silika melalui proses sol gel telah berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan material adsorben yang bersifat selektif terhadap ion logam Ni(II). Proses sintesis diawali dengan pembuatan natrium silikat selanjutnya ditambahkan modifier trimetoksisilil propil dietilen triamin (TMPDT), ion logam Ni(II) dan HCl 6 M secara bertetes-tetes hingga terbentuk gel. Gel yang terbentuk dikeringkan pada suhu 70 0C hingga terbentuk padatan kering selanjutnya didesorpsi menggunakan EDTA 0,1 M dan HNO3 0,1 M untuk menghilangkan ion logam Ni(II) dari adsorben sehingga terbentuk cetakan (template) yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi ion logam Ni(II). Karakterisasi sintesis material SiO2-TMPDT-Ni-Imp menggunakan FTIR memiliki pola spektra yang hampir sama dengan material adsorben SiO2-TMPDT dan SiO2-TMPDT-Ni(II), hanya saja terdapat pergeseran serapan pada bilangan gelombang seperti bergesernya serapan 601 cm-1 yang merupakan vibrasi ikatan N-Ni. Karakterisasi menggunakan SAA menunjukkan material SiO2-TMPDT-Ni-Imp memiliki luas permukaan sebesar 18,091 m2/g, volume pori total sebesar 0,033 cc/g dan jari-jari pori rerata sebesar 16,739 Å. Karakterisasi menggunakan SEM-EDX menunjukkan perbedaan morfologi dan komposisi unsur pada material SiO2-TMPDT-Ni-Imp. Pengukuran konsentrasi ion logam Ni(II) dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Kondisi optimum adsorpsi ion logam Ni(II) oleh material SiO2-TMPDT-Ni-Imp berlangsung pada pH 4 dan waktu kontak 100 menit. Model kinetika adsorpsi yang sesuai untuk penyerapan ion logam Ni(II) yaitu pseudo orde dua dengan kapasitas adsorpsi 6,9003 mg/g. Kata kunci : Abu sekam padi, adsorpsi, Ni(II), material imprinted ionic, silika
MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA ASEAN MENGGUNAKAN DATA PANEL SPASIAL FIXED EFFECT DENGAN PEMBOBOT QUEEN CONTIGUITY
Pembangunan suatu negara sejalan dengan pertumbuhan ekonominya. Semakin besar persentase pertumbuhan ekonomi maka semakin besar pula pembangunan di negara tersebut, begitu juga sebaliknya. Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara yang berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Saat ini, pertumbuhan ekonomi dunia semakin menguat, termasuk pertumbuhan ekonomi di negara ASEAN. Penelitian ini membahas estimasi model pertumbuhan ekonomi negara ASEAN menggunakan data panel spasial fixed effect dengan pembobot queen contiguity. Model data panel adalah model regresi yang menggunakan data panel yaitu gabungan data time series dan cross-section. Penggunaan data panel bertujuan untuk mengurangi kolinearitas antar variabel independen. Efek spasial digunakan untuk menentukan ada atau tidaknya pengaruh letak wilayah antar negara ASEAN. Pembobot spasial yang digunakan yaitu queen contiguity, di mana negara ASEAN yang saling bersinggungan sisi-sudut diberi bobot w_ij=1, sedangkan untuk wilayah lainnya w_ij=0. Data penelitian ini terdiri dari beberapa indikator ekonomi dunia yang dikeluarkan oleh IMF di kawasan Asia Tenggara selama periode 2010 hingga 2017. Penerapan model data panel spasial fixed effect dengan pembobot queen contiguity menghasilkan kesimpulan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dalam model yaitu impor, ekspor, dan utang bruto dengan model terbaik yang didapat yaitu model data panel spasial lag (SAR) fixed effect dengan efek individu