40799 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS BERBASIS FOLKLORE LISAN UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN BUDAYA SISWA SMP
ABSTRAK Vidia Ulfa Mareta. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS BERBASIS FOLKLORE LISAN UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN BUDAYA SISWA SMP. Tesis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2019. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bahan ajar IPS berbasis folklore lisan yang digunakan di SMP. (2) untuk mengetahui kelayakan bahan ajar IPS berbasis folklore Lisan untuk Siswa SMP. (3) untuk mengetahui Sejauh mana efektivitas bahan ajar IPS berbassis folklore lisan Dapat meningkatkan kecerdasan budaya siswa SMP. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (RnD). Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga yaitu, Tahap Studi Pendahuluan, Tahap Pengembangan,dan Tahap Uji Coba dan Efektivitas. Tahap pengembangan menggunakan ADDIE, yang terdiri atas Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subyek penelitian adalah siswa kelas 7 di SMP N 8 Surakarta dan SMP N 20 Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan: 1) siswa dan guru memerlukan bahan ajar yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat yaitu bahan ajar IPS berbasis folklore Lisan. (2) uji kelayakan produk bahan ajar IPS dilakukan oleh ahli materi, ahli desain dan ahli bahasa. Rata-rata penilaian menunjukkan ketegori hasil layak digunakan setelah revisi. (3) efektivitas produk dilakukan di dua kelompok yang berbeda perlakuakn. Kelompok eksperimen kelompok yang menggukana produk bahan ajar memperoleh perbedaan rerata antara pretes dan postes sebesar 3.153. Kelompok kontrol mempunyai perbedaan rerata antara pretes dan postes sebesar 1.532. Hasil uji paired T tes menunjukkan signifikansi kelompok kontrol sebesar 0.89 > 0.05 dan signifikansi kelompok eksperimen sebesar 0.000 < 0.05. Simpulan dari penelitian ini adalah 1) Bahan ajar IPS berbasis folklore lisan efektif untuk meningkatkan kecerdasan budaya. Kata kunci: bahan ajar, IPS, Folklore Lisan, Kecerdasan buday
Ekspresi Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
Kurnia Cahyaning Putri. K1214030. EKSPRESI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP MUHAMMADIYAH GATAK. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Agustus 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan 1) bentuk kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Gatak, 2) penanda kesantunan berbahasa yang ada pada bentuk tindak tutur dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Gatak, 3) penanda ketidaksantunan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Gatak, dan (4) penyebab pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam tindak tutur selama pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Gatak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan yang terjadi selama pembelajaran bahasa Indonesia berlangsung di SMP Muhammadiyah Gatak, Sukoharjo. Teknik sampling penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi teori. Hasil penelitian ini adalah 1) Ditemukan 296 bentuk tuturan santun yang mematuhi maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan, 2) Ditemukan 48 bentuk tuturan tidak santun yang melanggar maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, dan maksim kesederhanaan, 3) Ditemukan penanda kesantunan berupa meminta dan memohon kepada mitra tutur tanpa paksaan dan tidak menyinggung; mempersilakan mitra tutur tanpa paksaan dan tidak me nyinggung; serta memberikan tanggapan positif terhadap mitra tutur, 4) Ditemukan penanda ketidaksantunan berupa mengkritik dengan diksi dan intonasi negatif serta tidak bisa mengendalikan emosi; berpendapat dengan menyinggung mitra tutur; dan memotong pembicaraan mitra tutur. Kata kunci: kesantunan, kesantunan berbahasa, pembelajaran bahasa Indonesia
HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI PADA SISWA KELAS XI JURUSAN AKUNTANSI DI SMK NEGERI JUMANTONO
ABSTRAK Mustika Zara Mawarni. HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI PADA SISWA KELAS XI JURUSAN AKUNTANSI DI SMK NEGERI JUMANTONO. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Desember 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi: (1) hubungan kecerdasan spiritual dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas XI Jurusan Akuntansi di SMK Negeri Jumantono; (2) hubungan antara lingkungan belajar di keluarga dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas XI Jurusan Akuntansi di SMK Negeri Jumantono; (3) hubungan antara lingkungan belajar di sekolah dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas XI Jurusan Akuntansi di SMK Negeri Jumantono; (4) hubungan antara kecerdasan spiritual, lingkungan belajar di keluarga dan lingkungan belajar di sekolah secara bersama-sama dengan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas XI Jurusan Akuntansi di SMK Negeri Jumantono. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitaif deskriptif ex-post facto. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMKN Jumantono jurusan akuntansi kelas XI akuntansi 1, 2, dan 3 sebanyak 101 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 81 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, kuesioner dan dokumentasi. Pengujian instrumen dilakukan dengan uji validitas isi dan Product Moment Pearson, sedangkan untuk uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data dilakukan dengan uji Korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan hasil belajar akuntansi hal ini ditunjukkan melalui r hitung > r tabel (0,415 > 0,220). Kedua, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar di keluarga dengan hasil belajar akuntansi hal ini ditunjukkan melalui r hitung > r tabel (0,367 > 0,220). Ketiga, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar di sekolah dengan hasil belajar akuntansi hal ini ditunjukkan melalui r hitung > r tabel (0,330 > 0,220). Keempat terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual, lingkungan belajar di keluarga, dan lingkungan belajar di sekolah secara bersama-sama dengan hasil belajar akuntansi hal ini ditunjukkan melalui uji korelasi ganda nilai sig. F change 0,000 dan r hitung > r tabel (0,579 > 0,220). Variabel didalam hasil belajar akuntansi ditentukan oleh kecerdasan spiritual, lingkungan belajar di keluarga dan lingkungan belajar di sekolah sebesar 33,5% sementara yang 66,5% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci: kecerdasan spiritual, lingkungan belajar di keluarga, lingkungan belajar di sekolah, hasil belajar akuntans
Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Melalui Strategi Menulis Terbimbing pada Siswa Kelas III SD Negeri Sidorejo Tahun Ajaran 2018/2019
Siti Zaenab. The Improvement of Essays Writing Skills through Multiple Writing Strategies in Grade III Students of SD Negeri Sidorejo in Academic Year 2018/2019. Thesis. Teacher Training and Education Faculty, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. March 2019. This study aimed: (1) to describe the steps of a guided writing strategy to improve essays writing skills for students; (2) to improve essays writing skills for students through guided writing strategies; and (3) to describe the constraints and solutions for the application of guided writing strategies to improve essay writing skills for third grade students of SD Negeri Sidorejo in Academic Year 2018/2019. This research is a collaborative classroom action research (CAR). The subjects of this study were third grade students of SD Negeri Sidorejo. The data sources of this study were teachers and students. Data collection techniques used test techniques, observation, and interviews. Data validity test used techniques of triangulation and source triangulation. The data analysis technique used quantitative and qualitative analysis techniques. The research was carried out for three cycles. The results indicated that: (1) the application of guided writing strategies was carried out by the following steps: (a) preparation, (b) drafting a rough draft, (c) improvement, (d) editing, and (e) publication; (2) the application of guided writing strategies could improve essay writing skills of third grade students at SD Negeri Sidorejo in Academic Year 2018/2019 with the percentage of students completing in the first cycle of 63.95%, in the second cycle increasing to 84.96%, and in cycle III increasing to 95.24%; (3) the constraints found during learning included: (a) lack of participation of all group members in discussions, (b) lack of confidence in students in publishing their essays, and (c) writing of grade III students which was not arranged well. Therefore, the solutions that the teachers can do include (a) when discussing the teacher emphasizes that all group members must participate to get the value, (b) the teacher increases the intensity of training and guidance to students in publishing their essays and provides responses, and (c) the teacher directs and explains the writing of letters and the right word. The conclusion of this study is a guided writing strategy could improve essays writing skills of third grade students of SD Negeri Sidorejo in Academic Year 2018/2019. Keywords: guided writing strategy; writing essays; third grade elementary schoo
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI BERBASIS POWTOON UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI DI PURBALINGGA
This study aims at developing a learning animation video media using the Powtoon to increase learning motivation in social study subject. This study used a research and development (R & D) method. The procedures in developing the learning video media were conducted through 1) The preliminary stage includes: literature study, interviews, observation, and data triangulation, 2) The development phase includes pre-production, production, and post-production, and 3) Evaluation phase. At this stage, test was applied to determine the effectiveness of video media that has been developed against student learning motivation in social study subject.The developed learning animation video media obtained a feasibility score for experts and students assessment of 4.23 with a very good category. Therefore, it is feasible to be used in the learning process. The results of this research show that: 1) there is a significant difference in the value of learning outcomes between the control class and the experimental class with the sig value. 0.002 and 2) there is a significant difference in the value of learning motivation between the control class and the experimental class with the sig value. 0.000. Based on the results of the effectiveness test, it can be concluded that the use of this Powtoon-based video learning media can significantly improve learning outcomes and learning motivation
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL DAWUK KARYA MAHFUD IKHWAN SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) bentuk kearifan lokal dalam novel Dawuk karya Mahfud Ikhwan; dan (2) relevansi novel Dawuk karya Mahfud Ihkwan sebagai materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra. Pendekatan antropologi sastra digunakan untuk menganalisis bentuk kearifan lokal dalam novel Dawuk. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis isi atau dokumen dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bentuk kearifan lokal dalam novel Dawuk meliputi peralatan kehidupan, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, dan sistem religi; dan (2) Novel Dawuk karya Mahfud Ikhwan relevan sebagai materi pembelajaran sastra di SMA untuk kelas XII dengan kompetensi dasar (KD) antara lain: (a) menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca; dan (b) menganalisis isi dan kebahasaan novel. Novel Dawuk juga relevan karena telah memenuhi tiga kriteria pemilihan novel, yaitu bahasa, psikologi siswa, dan latar belakang budaya siswa
Desain dan Analisis Tekno Ekonomi Pembangkit Hibrida untuk Pembangkit Alternatif di Indonesia
Seiring dengan tingginya konsumsi energi fossil sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan peningkatan emisi gas rumah kaca akibat pembangkitan energi listrik, pembangkit energi baru dan terbarukan adalah salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan. Namun permasalahan timbul karena pembangkit energi baru dan terbarukan memiliki ketergantungan yang tinggi dengan alam, sehingga mengakibatkan risiko ketidakstabilan suplai daya kepada beban. Oleh karena itu, penggabungan pembangkit-pembangkit energi baru dan terbarukan dengan teknologi penyimpanan merupakan penyelesaian masalah yang dapat diandalkan. Penelitian ini menekankan perancangan atau desain pembangkit yang ditunjukkan dalam komponen dan kapasitas pembangkit, melakukan analisis tekno ekonomi pembangkit, dan melakukan perbandingan dengan dan tanpa suplai grid. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai provinsi dengan nilai net present cost (NPC) terendah yakni berkisar pada angka Rp 8,628,760,000,000 untuk proyek dengan perencanaan selama 25 tahun pada harga jual energi listrik (COE / cost of energy) sebesar Rp 6.966/kWh. Adapun Perbandingan mencari nilai ekonomis antara pembangkit dalam sistem on grid dan off grid telah selesai dijalankan. Hasil yang diperoleh adalah selisih keuntungan nilai ekonomis sistem on grid dibandingkan dengan sistem off grid adalah sebesar Rp 5.505 dari segi harga jual energi listrik dalam Rp/kWh, dan sebesar Rp 6,817,760,000,000 dari segi NPC
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF GEOGRAFI BERBASIS ADOBE FLASH PROFESSIONAL CC UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL PESERTA DIDIK KELAS X IPS SMA N SRAGEN TAHUN 2017/2018
ABSTRAK Agustina Wijayanti. K5414004. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF GEOGRAFI BERBASIS ADOBE FLASH PROFESSIONAL CC UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL PESERTA DIDIK KELAS X IPS SMA N 2 SRAGEN TAHUN 2017/2018 (Materi Dinamika Atmosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret, Januari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kebutuhan peserta didik dan guru terhadap pengembangan media pembelajaran interaktif geografi untuk meningkatkan kemampuan spasial, (2) Mengetahui pengembangan media pembelajaran interaktif geografi berbasis Adobe Flash Profesional CC untuk meningkatkan kemampuan spasial peserta didik, (3) Mengetahui kelayakan media pembelajaran interaktif geografi untuk meningkatkan kemampuan spasial peserta didik, dan (4) Mengetahui efektivitas media pembelajaran interaktif geografi untuk meningkatkan kemampuan spasial peserta didik pada materi Dinamika Atmosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan di Kelas X SMAN 2 Sragen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan Dick and Carey yang telah dilakukan penyederhanaan dan penggabungan dari 9 langkah menjadi 4 langkah yaitu analisis instruksional, pengembangan produk, evaluasi formatif, dan evaluasi sumatif, yang menjadi parameter hasil pengembangan ini adalah peningkatan kemampuan spasial peserta didik yang dianalisis menggunakan uji T dengan taraf kepercayaan 5%. Sebelum dilakukan analisis uji T, dilakukan terlebih dahulu uji normalitas dan homogenitas terhadap kedua kelas yang digunakan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) kebutuhan peserta didik terhadap media pembelajaran geografi berbasis Adobe Flash Professional CC didapatkan dari data analisis kebutuhan berupa gaya belajar peserta didik, pengalaman menggunakan media, visualisasi huruf dan visualisasi warna, (2) pengembangan media pembelajaran dirancang berdasarkan hasil analisis kebutuhan basis Adobe Flash Professional CC dengan mengemas materi secara ringkas dan menarik, (3) kelayakan media pembelajaran geografi berbasis Adobe Flash Professional CC pada penelitian ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran dikarenakan dalam validasi ahli materi memperoleh modus 3 (kategori cukup dalam skala Likert), dan validasi media serta uji coba pada peserta didik memperoleh modes 4 (kategori baik dalam skala Likert), dan (4) efekivitas media pembelajaran interaktif geografi berbasis Adobe Flash Professional CC dinyatakan lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan spasial dibuktikan dengan hasil pretest dan posttest yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibanding dengan kelas kontrol yang menggunakan media Power Point. Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Adobe Flash Professional CC, Kemampuan Spasia
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ARIAS MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI PADA MATERI GETARAN HARMONIS DITINJAU DARI KERJASAMA SISWA KELAS X MAN 1 SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya (1) perbedaan pengaruh antara penggunaan model ARIAS melalui metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MAN 1 Surakarta pada materi Getaran Harmonis; (2) perbedaan pengaruh antara kerjasama siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MAN 1 Surakarta pada materi Getaran Harmonis; dan (3) interaksi pengaruh antara model pembelajaran ARIAS metode eksperimen dan demonstrasi dengan kerjasama siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MAN 1 Surakarta pada materi Getaran Harmonis. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 1 Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Sampel yang terpilih adalah kelas X-2 dan kelas X-3 dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x3. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik observasi untuk data kerjasama siswa dan teknik tes untuk data kemampuan kognitif siswa. Analisis data menggunakan uji ANAVA dua jalan dengan isi sel tak sama, kemudian dilakukan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe’ dan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan pengaruh antara penggunaan model pembelajaran ARIAS melalui metode Eksperimen dan Demonstrasi terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MAN 1 Surakarta pada materi Getaran Harmonis, di mana kemampuan kognitif Fisika siswa yang dibelajarkan melalui metode eksperimen lebih baik dibandingkan metode demonstrasi; (2) ada perbedaan pengaruh antara kerjasama siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MAN 1 Surakarta pada materi Getaran Harmonis, di mana siswa dengan kerjasama tinggi memiliki kemampuan kognitif Fisika lebih baik dibandingkan kerjasama rendah, dan (3) ada interaksi pengaruh antara penggunaan model pembelajaran ARIAS melalui metode eksperimen dan demonstrasi dengan kerjasama siswa kategori tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa kelas X MAN 1 Surakarta pada materi Getaran Harmonis, di mana pada metode eksperimen, kemampuan kognitif Fisika siswa yang kerjasamanya tinggi lebih baik dibandingkan rendah. Sementara itu, pada metode demonstrasi, siswa dengan kerjasama tinggi dan rendah memiliki kemampuan kognitif yang sama
Eksperimentasi Model Pembelajaran Circuit Learning dan Model Problem Posing Berbasis Higher Order Thinking Skill terhadap Kemampuan Penyelesaian Masalah Matematika dan Sikap Terhadap Matematika pada Materi Bangun Datar Ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis Siswa Kelas VII Kabupaten Sleman
The current study aims to: 1) knowing which model provides better mathematics problem solving skills, higher order thinking skills-based circuit learning model, higher order thinking skills-based problem posing model, or Direct Instructional, 2) acknowledging which of the mentioned models reflects on better attitudes towards mathematics, 3) knowing which model provides better problem solving skills between students with high, moderate, or low mathematical intelligence, 4) investigating which of the models results on better attitudes towards mathematics between students with high, moderate, or low mathematical logical intelligence, 5) exploring which model gives better attitudes towards mathematics at each level of mathematical logical intelligence, 6) knowing at each level of mathematical logical intelligence, which model provides better mathematics problem solving skills, higher order thinking skills-based circuit learning model, higher order thinking skills-based problem posing model, or Direct Instructional, 7) knowing on each learning (higher order thinking skills-based circuit learning model, higher order thinking skills-based problem posing model, and Direct Instructional), which one provides better problem solving skills, students with high, moderate, or low mathematical logical intelligence 8) knowing in each learning (higher order thinking skills- based circuit learning model, higher order thinking skills- based problem posing model, and Direct Instructional). Which one gives better attitudes towards mathematics, students with high, moderate, or low mathematical logical intelligence. This study is a quasi-experimental research, its population includes all seventh grade students of Sleman Regency State Junior high school, Yogyakarta in the academic year 2017/2018. The research sample consists of 273 students selected using the stratified cluster random sampling technique. The instruments used in data processing are problem solving ability tests and questionnaires on attitude towards mathematics. Testing the hypothesis using the two-way MANOVA unbalance cell to the 5% significance level. Based on the results of the study, the following can be concluded: 1) on the problem solving skills, CLH learning model provides similar problem solving skills as PPH instructional model, but CLH learning model provides better problem solving skills than Direct Instructional. PPH instructional model provides better problem solving skills than Direct Instructional, 2) on attitudes toward mathematics, CLH learning model gives similar attitudes towards mathematics as PPH instructional model. While, CLH learning model gives similar attitudes towards mathematics as Direct Instructional. PPH instructional model gives better attitudes towards mathematics than Direct Instructional, 3) the problem solving skills of students with high mathematical logical intelligence are better than those of students with moderate logical intelligence, and better than those of students with low mathematical logical intelligence. Students with moderate mathematical logical intelligence have similar problem solving skills as students with low mathematical logical intelligence, 4) on attitudes toward mathematics, students with high mathematical logical intelligence have better attitudes toward mathematics those with moderate logical intelligence, and better than those with low mathematical logical intelligence. Students with moderate mathematical logical intelligence possess similar attitudes towards mathematics as students with low mathematical logical intelligence, 5) in CLH, PPH, and Direct Instructional learning models, students with high mathematical logical intelligence have better problem solving skills than those with moderate and low mathematical logical intelligence, while students with moderate mathematical logical intelligence have similar problem solving skills as those with low mathematical logical intelligence, 6) in CLH, PPH, and Direct Instructional learning models, students with high mathematical logical intelligence have better attitudes towards mathematics than those with moderate and low mathematical logical intelligence, while students with moderate mathematical logical intelligence have similar attitudes towards mathematics as those with low logical intelligence, 7) at the levels of mathematical logical intelligence high, moderate, and low, CLH learning model provides problem solving skills as good as PPH learning model, but better than Direct Instructional, while PPH learning model provides better problem solving skills than Direct Instructional, 8) at the level of mathematical logical intelligence high, moderate, and low, CLH learning model provides same attitudes towards mathematics as PPH instructional model and Direct Instructional, while the PPH instructional model provides better attitudes towards mathematics than Direct Instructional