40799 research outputs found
Sort by
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecerdasan Emosi Anak Usia 5-6 Tahun
ABSTRAK Arsiana Vevi Ekawati. K8114009.HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KECERDASAN EMOSI ANAK USIA 5-6 TAHUN. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kecerdasan emosi anak usia 5-6 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling berjumlah 78 orang tua dan anak usia 5-6 tahun di Kelurahan Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.Data dalam penelitian ini diperoleh dari kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara semua tipe pola asuh yaitu otoriter, demokratis dan permisif dengan kecerdasan emosi anak usia 5-6 tahun. Hubungan antara pola asuh demokratis dengan kecerdasan emosi anak usia 5-6 tahun memiliki hubungan yang paling baik diantara tipe pola asuh yang lain. Dimana semakin sering dan konsisten menerapkan pola asuh demokratis maka kecerdasan emosi anak semakin tinggi. Saran yang dapat direkomendasikan, bagi orang tua dalam memilih pola asuh memiliki kecenderungan dari masing-masing tipe pola asuh baik otoriter, demokratis dan permisif. Orang tua dengan pola asuh yang demokratis akan berdampak pada anak yang memiliki kecerdasan emosi yang lebih tinggi. Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Kecerdasan Emosi, Anak Usia Din
Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi Lisan Melalui Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Training Peserta Didik Kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berkomunikasi lisan peserta didik melalui penerapan model pembelajaran inquiry training. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XI MIPA 4 SMA N 5 Surakarta tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 12 peserta didik laki-laki dan 20 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi untuk mengukur kemampuan berkomunikasi lisan, hasil belajar afektif dan psikomotor, tes evaluasi untuk mengukur hasil belajar kognitif, dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif meliputi tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Target penelitian yaitu kemampuan berkomunikasi lisan peserta didik meningkat menjadi 61% pada akhir siklus penelitian. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan pada setiap indikator kemampuan berkomunikasi lisan peserta didik dari Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II, berturut-turut dengan rata-rata sebesar 47,91%; 58,55%; dan 70,81%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan berkomunikasi lisan peserta didik sebesar 22,9% melalui penerapan model pembelajaran inquiry training
Pengaruh Ketakutan Akan Kegagalan dan Konformitas Teman Sebaya Terhadap Tindak Kecurangan Akademik Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Sebelas Maret Surakarta
Santi Pambudi Utami. PENGARUH KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP TINDAK KECURANGAN AKADEMIK MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya (1) pengaruh yang positif dan signifikan antara ketakutan akan kegagalan terhadap tindak kecurangan akademik mahasiswa Pendidikan Akuntansi UNS; (2) pengaruh yang positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya terhadap tindak kecurangan akademik mahasiswa Pendidikan Akuntansi UNS; (3) pengaruh yang positif dan signifikan antara ketakutan akan kegagalan dan konformitas teman sebaya terhadap tindak kecurangan akademik mahasiswa Pendidikan Akuntansi UNS. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Akuntansi UNS angkatan tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017 yaitu sebanyak 256 mahasiswa. Sampel yang terpilih dengan teknik pengambilan sampel proportional stratified random sampling yaitu sebanyak 156 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang ketakutan akan kegagalan, konformitas teman sebaya dan kecurangan akademik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda dengan taraf signifikansi 0,05 data yang diolah dengan bantuan program pengolahan data Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 23 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara ketakutan akan kegagalan terhadap tindak kecurangan akademik mahasiswa Pendidikan Akuntansi UNS. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,000 (p < 0,05). Kedua, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya terhadap tindak kecurangan akademik mahasiswa Pendidikan Akuntansi UNS. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,002 (p < 0,05). Ketiga, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara ketakutan akan kegagalan dan konformitas teman sebaya terhadap tindak kecurangan akademik mahasiswa Pendidikan Akuntansi UNS. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi pada uji F 0,000 (p < 0,05) Kata Kunci : Ketakutan akan kegagalan, konformitas teman sebaya, kecurangan akademi
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELUKIS KELAS VISION DI EKO NUGROHO ART CLASS
ABSTRAK Latif Fitriarso Nugroho. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELUKIS KELAS VISION DI EKO NUGROHO ART CLASS. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran melukis kelas Vision di Eko Nugroho Art Class. Proses pembelajaran yang dikaji meliputi (1) pelaksanaan pembelajaran pembelajaran melukis Kelas Vision di Eko Nugroho Art Class (2) karya lukis Kelas Vision di Eko Nugroho Art Class ditinjau dari prinsip-prinsip seni rupa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan. Sumber data yang digunakan: informan, tempat dan peristiwa, dokumentasi dan arsip. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data dan review informant. Analisis data yang digunakan analisis model mengalir (flow model analysis). Hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Pelaksanaan pembelajaran kelas melukis yang diselenggarakan di Eko Nugroho Art class pada kelas Vision berjalan dengan baik Pemilihan materi disesuaikan dengan kebutuhan dari peserta didik. Pendidik tidak hanya memberikan demonstrasi didepan kelas,pendidik juga memberikan penjelasan materi secara individu. Untuk hasil pembelajaran juga cukup memuaskan, hal ini dapat dilihat dari ketercapaian tujuan pembelajaran. (2) Karya yang dihasilkan oleh peserta didik memiliki kualitas yang berbeda-beda, dipengaruhi karna faktor keinginan kondisi dan kemampuan dari masing-masing peserta didik peserta didik Kata kunci: seni lukis, proses pembelajaran, pendidikan non forma
Pengaruh media pendingin pada pengelasan baja s45c menggunakan metode pengelasan gas metal arc welding terhadap kekerasan dan struktur mikro
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pendingin terhadap struktur mikro dan nilai kekerasan pada paduan baja S45C sebelum (raw material) dan sesudah pengelasan menggunakan metode las Gas metal arc welding (GMAW). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data yang digunakan yaitu deskriptif komparatif. Alat yang digunakan untuk uji struktur mikro adalah Olympus Metallurgycal Microscope dan uji kekerasan menggunakan Vickers Hardness Tester. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil struktur mikro menunjukan peningkatan struktur perlit setelah pengelasan. Pada raw material, struktur ferit terlihat merata akan tetapi pada hasil pengelasan GMAW yang telah melakukan pendinginan dengan mengguakan media pendingin air, udara, dan oli menunjukan bahwa ferit berkurang pada masing-masing spesimen, sehingga struktur perlit sangat mendominasi. Nilai kekerasan dan struktur mikro pada hasil pengelasan dengan menggunakan media pendingin air, oli dan udara menunjukan perbedaan tingkat kekerasan dan struktur mikronya. Spesimen dengan media pendingin air di posisi titik uji Heat Affected Zone (HAZ) mempunyai tingkat kekerasan yang lebih tinggi yaitu 315.4 VHN jika dibandingkan dengan spesimen yang menggunakan media pendingin oli sebesar 268.7 VHN dan media pendingin udara sebesar 177.4 VHN. Spesimen dengan media pendingin Air struktur mikronya di bagian Heat Affected Zone (HAZ) terlihat lebih banyak perlit yang merata di bandingkan dengan spesimen yang menggunakan media pendingin lain, atau bisa disimpulkan semakin menjauh dari daerah Las dan HAZ maka kandungan perlit semakin mengecil. Penelitian ini menunjukan bahwa pengelasan menggunakan variasi media pendingin merubah struktur mikro dan berpengaruh kepada nilai kekerasan pada paduan baja S45C. Kata Kunci : Pengelasan Gas metal arc welding (GMAW), paduan Baja S45C, struktur mikro, kekerasan
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI KINEMATIKA GERAK LURUS PADA SISWA KELAS X SMA DI SURAKARTA
Pratiwi Kusumawardhani. K2314035. IDENTIFIKASI MISKONSEPSI KINEMATIKA GERAK LURUS PADA SISWA KELAS X SMA DI SURAKARTA. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada materi Kinematika Gerak Lurus yang dialami oleh siswa SMA kelas X di Surakarta menggunakan tes diagnostik empat tahap dengan alasan terbuka. Data diperoleh melalui tes diagnostik empat tahap. Tahap pertama yaitu pertanyaan yang berbentuk pilihan ganda dengan dua pilihan. Tahap kedua dan tahap keempat yaitu tahap untuk mengidentifikasi tingkat kepercayaan diri. Tahap ketiga yaitu alasan dari soal tahap pertama. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitiatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebanyak 33,2 % siswa SMA kelas X di Surakarta mengalami miskonsepsi dalam materi Kinematika Gerak Lurus. Sedangkan siswa yang sudah paham konsep hanya sebesar 31,7 %. Selain itu, juga terdapat 29 % siswa yang kurang paham konsep dan 4,1 % siswa yang masih error dalam mengerjakan tes diagnostik miskonsepsi tersebut. Dari instrumen yang telah diujikan dan wawancara yang telah dilakukan, didapatkan 33 profil miskonsepsi, dengan satu profil termasuk kategori tinggi (78,6 %, yaitu M13: benda yang massanya lebih besar, waktu jatuh bebasnya lebih cepat), 11 profil termasuk dalam kategori sedang, dan 21 profil termasuk dalam kategori rendah. Profil miskonsepsi yang dianggap berarti adalah profil-profil yang masuk dalam kategori sedang dan tinggi, yaitu: 1). Benda yang waktu kedatangannya lebih akhir waktu tempuhnya lebih lama; 2) Pada posisi sejajar dua benda yang bergerak searah selalu memiliki kelajuan yang sama; 3) Kelajuan sama dengan kecepatan; 4) Kelajuan dan besarnya percepatan dipengaruhi oleh jarak tempuh; 5) Jika percepatan benda nol, maka benda diam, sehingga kecepatannya juga nol; 6) Kecepatan dan percepatan selalu memiliki arah yang sama; 7) Benda yang kecepatan sesaatnya nol tidak mengalami percepatan; 8) Benda yang dilempar ke atas pada titik tertinggi percepatannya nol, karena kecepatannya nol; 9) Pada grafik x-t bila kurvanya mendatar maka benda bergerak lurus sesuai dengan nilai x; 10) Bentuk grafik posisi terhadap waktu suatu benda yang bergerak sama seperti bentuk lintasannya; 11) Gradien yang bernilai positif dari suatu grafik kecepatan selalu menunjukkan benda dipercepat. Kata Kunci: miskonsepsi, Kinematika Gerak Lurus, tes empat tahap, alasan terbuka, Surakart
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING DENGAN MEDIA PAPAN VARIABEL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 JATEN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2018/ 2019
Anita Kusumaningsih. K1314007. EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING DENGAN MEDIA PAPAN VARIABEL TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 JATEN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2018/ 2019. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Januari 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) model pembelajaran yang lebih baik diterapkan antara model pembelajaran TAPPS dengan media papan variabel atau model pembelajaran langsung pada materi SPLDV; (2) kreativitas siswa yang menghasilkan prestasi lebih baik antara kategori tinggi, sedang, atau rendah; (3) pada model pembelajaran TAPPS dengan media papan variabel atau model pembelajaran langsung yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik antara siswa dengan kreativitas tinggi, sedang atau rendah pada materi SPLDV; (4) pada kreativitas tinggi, sedang dan rendah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang memperoleh model pembelajaran TAPPS dengan media papan variabel atau dengan model pembelajaran langsung pada materi SPLDV. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Jaten Karanganyar tahun pelajaran 2018/2019, yang terdiri dari 220 siswa yang terbagi kedalam tujuh kelas. Sampel yang digunakan yaitu dua kelas dengan jumlah total sebesar 63 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMP Negeri 1 Colomadu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa, metode angket untuk data kreativitas siswa, dan metode dokumentasi untuk mengumpulkan data yang berupa data nilai Ulangan Tengah Semester. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut pasca anava yaitu uji komparasi ganda dengan metode Scheffe. Untuk persyaratan analisis, yaitu populasi berdistribusi normal menggunakan uji Lilliefors dan populasi mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan metode Bartlett. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) model pembelajaran TAPPS dengan media papan variabel menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung; (2) siswa dengan kreativitas tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih baik dari siswa dengan kreativitas sedang maupun rendah, sedangkan siswa dengan kreativitas sedang memiliki prestasi belajar yang lebih baik dari siswa dengan kreativias rendah pada materi SPLDV; (3) pada masing-masing model pembelajaran, siswa dengan kreativitas tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa dengan kreativitas sedang maupun rendah serta siswa dengan kreativitas sedang memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa dengan kreativitas rendah; (4) pada masing-masing kreativitas siswa, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TAPPS dengan media papan variabel menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Kata kunci : Thinking Aloud Pair Problem Solving, prestasi belajar, kreativitas siswa, media papan variabel
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PPKn TENTANG TEMA SEHAT ITU PENTING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 6 PANJER TAHUN AJARAN 2018/2019
Eka Setya Septiningrum. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PPKn TENTANG TEMA SEHAT ITU PENTING PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 6 PANJER TAHUN AJARAN 2018/2019. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2019. Tujuan penelitian ini yaitu untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dalam peningkatan pembelajaran PPKn tentang tema Sehat itu Penting, (2) meningkatkan pembelajaran PPKn tentang tema Sehat itu Penting, serta (3) mendeskripsikan kendala dan solusi penerapan penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dalam peningkatan pembelajaran PPKn tentang tema Sehat itu Penting. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri 6 Panjer tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 28 siswa. Data yang digunakan berupa data kualitatif yaitu penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dan data kuantitatif yaitu nilai sikap tanggung jawab dan pengetahuan muatan PPKn tentang tema Sehat itu Penting. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan angket. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dalam peningkatan pembelajaran PPKn tentang tema Sehat itu Penting pada siswa kelas V SD Negeri 6 Panjer tahun ajaran 2018/2019 dilaksanakan dengan langkah-langkah: (a) eksposisi, (b) penyajian dilema atau stimulus, (c) penentuan argumen, (d) pengujian argumen dan klarifikasi nilai, (e) penyimpulan, (f) evaluasi; (2) model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dapat meningkatkan pembelajaran PPKn tentang tema Sehat itu Penting pada siswa kelas V SD Negeri 6 Panjer tahun ajaran 2018/2019 yang dibuktikan dengan peningkatan persentase ketuntasan nilai sikap tanggung jawab dari 90,36% pada siklus I dan 96,48% pada siklus II serta peningkatan persentase ketuntasan nilai pengetahuan dari 87,96 pada siklus I dan 96,40% pada siklus II; serta (3) kendala yang terjadi yaitu: (a) materi kurang luas, (b) stimulus kurang menjangkau seluruh kelas, (c) pengaturan waktu kurang efektif, serta (d) siswa kurang aktif berpendapat; adapun solusinya yaitu: (a) mengembangkan materi, (b) stimulus diperbesar, (c) pengaturan waktu yang efektif, (d) memotivasi siswa untuk percaya diri, Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dapat meningkatkan pembelajaran PPKn tentang tema Sehat itu Penting pada siswa kelas V SD Negeri 6 Panjer tahun ajaran 2018/2019
Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Pada Mata Pelajaran Sosiologi Lintas Minat Kelas X IPA 4 SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018
Gilang Satritama Nugraha. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI LINTAS MINATAKELAS X IPA 4 SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, September 2018. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 8 Surakarta, yang berfokus pada mata pelajaran Sosiologi Lintas Minat, dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping. Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dimana Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan rincian tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 4, guru, dan proses belajar mengajar mata pelajaran Sosiologi Lintas Minat yang ada di SMA Negeri 8 Surakarta. Data yang diperoleh berasal dari informan, dokumen, arsip, tempat, dan peristiwa. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Pengujian data menggunakan teknik triangulasi metode. Prosedur penelitian menggunakan model PTK Siklus yang dikembangkan oleh Suharsimi Arikunto (Planning, Action, Observing, Reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memahami skema model pembelajaran Mind Mapping dan mampu mengaplikasikannya dengan baik. Siswa kelas X IPA 4 mampu memahami model pembelajaran Mind Mapping dan telah terbukit model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi dalam mata pelajaran Sosiologi Lintas Minat, ditandai dengan meningkatnya hasil tes yang dilaksanakan secara progresif, yang telah dilaksanakan pada bulan Januari-April 2018. Dari penelitian terseut didapatkan hasil belajar yang meningkat, Dimana pada tahap pra tindakan setelah melakukan penerapan model pembelajaran dan melakukan tes, siswa kelas X IPA 4 memperoleh hasil belajar dengan 24,13% meningkat pada siklus 1 mencapai 44,82%, hingga peningkatan yang mencapai indikator pada siklus 2 yaitu sebanyak 79,31%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping terbukti efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 8 Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Kata kunci: pembelajaran sosiologi lintas minat, model pembelajaran Mind Mapping
Tinjauan Poskolonial Pada Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer, Nilai Pendidikan Karakter, Dan Relevansinya Dengan Materi Ajar Di Perguruan Tinggi
Novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer merupakan salah satu karya sastra yang merekam kondisi masyarakat sebagai akibat dari kolonialisasi. Sebagai hasil dari kolonialisasi yang terjadi 3,5 abad telah menghasilkan identitas-identitas baru dan identitas ganda bagi masyarakat negara terjajah. Munculnya identitas hibrid dan mimikri, juga perbedaan kelas sosial yang semakin tajam menjadi salah satu ciri masyarakat negara yang pernah terjajah. Hibriditas digunakan untuk menggambarkan bergabungnya dua bentuk yang memunculkan sifat-sifat tertentu dari masing-masing bentuk. Mimikri digunakan untuk mengggambarkan proses peniruan atau peminjaman berbagai elemen kebudayaan. Sebagai karya sastra, novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer merupakan sebuah cerminan dari kehidupan dan pembelajaran nilai pendidikan karakter. Serta relevansinya sebagai materi ajar di Perguruan Tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang dikaji berupa Novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini dilakukan untuk menguraikan fakta mengenai suatu gambaran dengan apa adannya atau alamiah dalam bentuk deskripsi, yaitu dengan kata-kata tertulis atau lisan dari subjek yang diteliti (content analisis). Data pada penelitian ini adalah dokumen tertulis berupa kata, kalimat, dan paragraf dalam novel Gadis Pantai yang mengandung wacana poskolonial. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya tiga aspek hibriditas diantarannya 1) gaya berpakaian, properti dan makanan, 2) bahasa, dan 3) sikap dan pola pikir. Pada aspek mimikri tokoh Gadis Pantai menjadi gambaran bahwa mimikri membuktikan yang terjajah tidak selalu diam dan kuasa untuk melawan dilakukan dengan cara meniru bagaimana seorang priyayi bertindak. Serta ada delapan nilai karakter dalam novel Gadis Pantai yaitu: kerja keras, religi, peduli sosial, jujur, peduli lingkungan, rasa ingin tahu, mandiri, dan tanggung jawab. Penelitian ini juga relevan dijadikan sebagai materi ajar sastra di Perguruan Tinggi