Sebelas Maret University

Sebelas Maret Institutional Repository
Not a member yet
    40799 research outputs found

    Multikulturalisme dalam Wayang Orang Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Tahun 1957-2000 dan Relevansinya dengan Materi Ajar Sejarah Kebudayaan

    Get PDF
    ABSTRAK Indriyani. K4414023. MULTIKULTURALISME DALAM WAYANG ORANG PERKUMPULAN MASYARAKAT SURAKARTA (PMS) TAHUN 1957-2000 DAN RELEVANSINYA DENGAN MATERI AJAR SEJARAH KEBUDAYAAN. Skripsi: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2018. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui eksistensi Wayang Orang PMS tahun 1957-2000, (2) Menganalisis nilai-nilai multikulturalisme dalam Wayang Orang PMS tahun 1957-2000, (3) Mencermati relevansi nilai-nilai multikulturalisme dalam Wayang Orang PMS tahun 1957-2000 dengan materi ajar Sejarah Kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode historis. Sumber yang digunakan yaitu sumber primer dan sekunder berupa arsip foto, poster pentas, catatan kesan pesan penonton, surat kabar, majalah, dan informasi dari narasumber. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan teknik studi pustaka dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis historis dengan pendekatan teori kebudayaan. Prosedur penelitian dilaksanakan meliputi tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Wayang Orang PMS memiliki visi misi untuk melestarikan kebudayaan Jawa dan mendukung program asimilasi pemerintah. Wayang Orang PMS mengalami pasang surut dari segi kualitas maupun kuantitas pentas. (2) Nilai-nilai multikulturalisme dalam Wayang Orang PMS tampak dari adanya pembauran etnis Tionghoa dan Jawa dalam segi formasi pemain, pelatih, dan tujuan pentas. (3) Kajian multikulturalisme dalam Wayang Orang PMS yang menitikberatkan pembahasan mengenai dinamika kultural dan nilai-nilai yang terkandung dalam suatu kebudayaan relevan dengan materi ajar Sejarah Kebudayaan, khususnya materi Kebudayaan Jawa. Kata Kunci: multikulturalisme, wayang orang, sejarah kebudayaa

    PERBANDINGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR DI TINJAU DARI MINAT PESERTA DIDIK KELAS X

    Get PDF
    ABSTRAK Ineza Ghaisani Mayzura. K3512032. PERBANDINGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR DI TINJAU DARI MINAT PESERTA DIDIK KELAS X. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah terdapat perbedaan pengaruh antara penerapan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) dengan model konvensional terhadap hasil belajar siswa; (2) apakah terdapat pengaruh minat terhadap hasil belajar siswa; (3) apakah terdapat iteraksi antara model pembelajaran dengan minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Sampel yang terpilih adalah 72 peserta didik kelas X tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Analisis variansi dua arah dengan sel tak sama. Hasil penelitian yang diperoleh menjelaskan bahwa (1) pembelajaran dengan pendekatan NHT dan konvensional menghasilkan hasil belajar yang sama pada materi kelas maya (2) Minat belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran NHT lebih tinggi dibandingkan dengan minat belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada materi bahasan kelas maya (3) Tidak ada interaksi yang signifikan antara pendekatan pembelajaran dan minat belajar siswa terhadap hasil belajar pada pelajaran kelas maya. Siswa, yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan NHT mempunyai haisil belajar yang sama dengan siswa yang mengkuti pelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Siswa lebih memliki minat tinggi untuk pelajaran bahasan kelas maya dengan model pembelajaran NHT. Kata Kunci: orientasi hasil belajar, minat belajar, simulasi digital, kelas maya, numbered heads together, konvensiona

    Pengaruh Model Pembelajaran Picture And Picture dan Minat Baca terhadap Keterampilan Menulis Puisi (Penelitian Eksperimen Kelas V SD Se-Kecamatan Laweyan Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018)

    Get PDF
    ABSTRAK Resti Audina. K7114138 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DAN MINAT BACA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI (Penelitian Eksperimen Kelas V SD Se-Kecamatan Laweyan Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018). Skripsi Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juli 2018. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan keterampilan menulis puisi antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran picture and picture dan model pembelajaran concept sentence; 2) mengetahui perbedaan keterampilan menulis puisi antara siswa yang memiliki minat baca tinggi dan minat baca rendah; dan 3) mengetahui interaksi model pembelajaran dan minat baca terhadap keterampilan menulis puisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimental desain 2 x 2 faktorial. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri se-kecamatan Laweyan Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Sampel diambil menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Sampel yang terpilih dan digunakan dalam penelitian ini adalah SD Sondakan sebagai kelompok eksperimen, SD Mangkuyudan sebagai kelompok kontrol, dan SD Bratan II sebagai kelompok uji coba. Teknik pengumpulan data keterampilan menulis puisi menggunakan teknik tes dalam bentuk soal esai mengarang puisi dan minat baca menggunakan teknik non tes berupa angket minat baca. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Variansi Dua Jalan dan uji pasca Anava (Metode Scheffe) dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa 1) ada perbedaan keterampilan menulis puisi antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Picture and Picture dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Concept Sentence, ditunjukkan dengan FA = 22,38 > F0,05;1,57 = 4,01; 2) ada perbedaan keterampilan menulis puisi antara siswa yang memiliki minat baca tinggi dengan siswa yang memiliki minat baca rendah, ditunjukkan dengan FB = 44,07 > F0,05;1,57 = 4,01; dan 3) ada interaksi antara model pembelajaran dan minat baca terhadap keterampilan menulis puisi, ditunjukkan dengan FAB = 4,14 > F0,05;1,57 = 4,01. Hasil uji lanjut menunjukkan Kata kunci: picture and picture, concept centence, minat baca, keterampilan menulis puis

    MODEL KELEMBAGAAN KONSERVASI HUTAN DAN LAHAN BERPERSPEKTIF GENDER DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (Studi di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Hulu Jawa Tengah)

    Get PDF
    ABSTRAK TRISNI UTAMI. T631108008. Model Kelembagaan Konservasi Hutan dan Lahan Berperspektif Gender dalam Mendukung Pengelolaan Lingkungan Daerah Aliran Sungai (Studi di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Hulu Jawa Tengah). Promotor: Prof. Dr. Ir. Suntoro, M.S., Ko-promotor: Dr. Prabang Setyono, M.Si., dan Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti N., M.Si. Disertasi Program Doktor Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2018. Konservasi hutan dan lahan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu merupakan hal penting dalam pengelolaan DAS tersebut; kelembagaan konservasi hutan dan lahan merupakan aspek penting. Hutan dan lahan di kawasan hutan merupakan satu kesatuan ekosistem yang perlu mendapatkan perhatian dari aspek lingkungan karena hutan memiliki fungsi sebagai pengatur tata air, fungsi tata tanah, dan tata udara, dan berfungsi sebagai antisipasi terhadap perubahan Iklim. Kerusakan hutan, terutama di daerah hulu, akan berdampak serius tarhadap penurunan fungsi DAS. Penurunan daya dukung lingkungan di wilayah DAS ini menyebabkan lahan kritis semakin luas, terjadi pendangkalan waduk dan sungai lebih cepat, sering terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Penerapan tata kelola kelembagaan yang baik dapat meningkatkan keberhasilan program konservasi hutan dan lahan. Tujuan penelitian desertasi ini adalah mengembangkan Model Kelembagaan Konservasi Hutan dan Lahan Berperspektif Gender dalam Mendukung Pengelolaan Lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya di daerah DAS Bengawan Solo hulu. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian adalah: (1) Bagaimanakah kelembagaan yang selama ini berperan dalam konservasi hutan dan lahan untuk mendukung pengelolaan lingkungan DAS Bengawan Solo Hulu?; (2) Apakah kelembagaan yang ada sudah berperspektif gender dilihat dari aspek kesetaraan, pembagian peran dan proses hubungan sosial terjadi?; (3) Bagaimanakah model kelembagaan konservasi hutan dan lahan yang berperspektif gender? Penelitian ini dilakukan di wilayah DAS Bengawan Solo Hulu, yakni: wilayah hutan sosial Jatisrono Kabupaten Wonogiri dan wilayah hutan lindung Segorogunung Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kooperatif (cooperative inquiry) dengan menerapkan metode Rapid Rural Appraisal (RRA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan Focussed Group Discussion (FGD). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasar pada kriteria terkait konservasi hutan dan lahan. Analisis SWOT dilakukan untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi perempuan dalam konservasi hutan dan lahan; hasil analisis SWOT berguna untuk menyusun strategi dan rencana aksi. Analisis stakeholders dilakukan untuk mengkaji unsur-unsur (pihak) yang terlibat dalam konservasi hutan dan lahan, selanjutnya mengkaji posisi, peran, dan kekuatan pengaruh masing-masing pihak tersebut. Analisis gender dilakukan untuk mengkaji masalah ketimpangan gender dan cara intervensi untuk mengatasi masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan konservasi hutan dan lahan di wilayah DAS Bengawan Solo Hulu belum optimal; Kelompok Tani Konservasi sebagai pelaku utama konservasi belum dapat berperan secara maksimal. Kelembagaan konservasi hutan dan lahan di wilayah DAS Bengawan Solo Hulu yang telah terbangun selama ini melibatkan berbagai pihak (kelembagaan stakeholders), yakni: Kelompok Tani Konservasi (sebagai pelaku utama konservasi), Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDAS-HL), Badan Perencanaan Daerah, Dinas Perkebunan dan Kehutanan (DISBUNHUT) / Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM); masing-masing pihak masih bekerja sendiri-sendiri (bersifat sektoral). Posisi Kelompok Tani Konservasi sebagai pelaku utama konservasi masih lemah, cenderung diposisikan sebagai obyek dan belum sebagai subyek, sehingga Kelompok Tani Konservasi belum bisa berperan secara maksimal dalam konservasi. Posisi dan peran perempuan dalam kegiatan konservasi hutan dan lahan masih lemah, baik dalam kepengurusan kelembagaan maupun dalam proses pengambilan keputusan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi yang besar dalam konservasi hutan dan lahan dilihat dari sifat ketelatenan, sifat memelihara, peran pengolahan dan pemasaran hasil hutan, serta edukasi peduli lingkungan. Namun, perempuan masih menghadapi kendala untuk terlibat secara optimal dalam konservasi hutan dan lahan disebabkan padatnya kegiatan-kegiatan di ranah domestik. Kelembagaan konservasi hutan dan lahan di wilayah DAS Bengawan Solo hulu belum sepenuhnya berperspektif gender dilihat dari keterlibatan dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Pengembangan model kelembagaan konservasi hutan dan lahan di Wilayah DAS Bengawan Solo Hulu dilakukan dengan memperkuat peran dan posisi kelompok tani (sebagai pelaku utama konservasi) pada kelembagaan stakeholders konservasi hutan dan lahan. Kelompok Tani Konservasi sebagai pelaku utama dalam konservasi hutan dan lahan lebih diperkuat posisi tawarnya (bargaining position) dan lebih ditingkatkan perannya, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, maupun monitoring sehingga terbangun Kelompok Tani Konservasi sebagai komunitas basis peduli lingkungan (Community Base Environment) yang kuat. Penguatan Kelompok Tani Konservasi ini didasarkan pada pengembangan nilai-nilai partisipatif, kemandirian, kesetaraan gender, dan sikap peduli dan berbagi (care-share holder). Model Kelembagaan ini memposisikan pihak-pihak: Pemerintah, Perguruan Tinggi, LSM, dan Pihak Swasta sebagai fasilitator dalam kerjasama antarpihak (stakeholders) untuk memperkuat Kelompok Tani Konservasi. Melalui Kelompok Tani Konservasi yang kuat, peran kelembagaan berperspektif gender dalam program konservasi hutan dan lahan akan lebih berkelanjutan (sustainable). Kata kunci: kelembagaan, konservasi hutan dan lahan, gender, pengelolaan DAS

    Pengaruh Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) Terhadap Histopatologi Pankreas Tikus Putih (Rattus novergicus) Model Diabetes Melitus

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara berkembang. Ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) berpotensi sebagai antioksidan yang dapat mengurangi kerusakan oksidatif pada diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) terhadap histopatologi pankreas tikus putih (Rattus novergicus) model diabetes melitus. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only with Control Group Design. Subjek penelitian berupa tikus putih jantan, galur Wistar, usia 2-3 bulan, dan berat badan 200-250 gram. Sampel berjumlah 24 ekor tikus putih yang dibagi secara random ke dalam 4 kelompok (KKn, KK(-), KP1, dan KP2), masing-masing terdiri dari 6 ekor. Kelompok kontrol normal (KKn) tidak dibuat model diabetes melitus serta tidak diberi ekstrak daun kenikir. Pada KK(-), KP1, dan KP2 dibuat model diabetes melitus melalui induksi streptozotocin dan nicotinamide pada hari ke-8. Ekstrak daun kenikir diberikan kepada KP1 dan KP2 dengan dosis masing-masing 200 mg/kgBB/hari dan 400 mg/kgBB/hari selama 28 hari. Terminasi dilakukan pada hari ke-40, dilanjutkan pengambilan organ pankreas untuk dibuat preparat pengecatan HE. Pengamatan terhadap preparat dilakukan untuk melihat luas pulau Langerhans pankreas dengan menggunakan mikroskop cahaya. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Mann Whitney (α= 0,05). Hasil penelitian: Rerata luas pulau Langerhans terbesar terdapat pada KKn dan yang terkecil terdapat pada KK(-). Rerata luas pulau Langerhans meningkat pada KP1 dan KP2 dibandingkan dengan KK(-). Uji Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan di antara empat kelompok perlakuan (p=<0,001). Uji Post Hoc Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan di antara semua pasangan kelompok (p=<0,001) kecuali pada KP1 dan KP2 menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan dengan nilai p=0,395. Simpulan: Ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) dapat memperbaiki gambaran histopatologi pankreas dengan meningkatkan ukuran luas pulau Langerhans pankreas tikus putih (Rattus novergicus) model diabetes melitus. Kata Kunci: Ekstrak daun kenikir, pankreas, tikus putih, histopatologi pankreas

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA “BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG” UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN SIKAP BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SD NEGERI KARTASURA 01

    Get PDF
    Nita Nirwana. K3512048. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA “BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG” UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN SIKAP BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SD NEGERI KARTASUA 01. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. November 2018. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu sarana pendidikan yang mendukung proses pembelajaran yang dibentuk menjadi sebuah media belajar. Media pembelajaran interaktif merupakan salah satu aspek pembelajaran efektif yang dapat meningkatkan prestasi dan sikap belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan terhadap prestasi dan sikap belajar siswa antara media buku dengan media pembelajaran interaktif “Bangun Datar dan Bangun Ruang”. Partisipan penelitian sebanyak 44 siswa kelas 5 dari Sekolah Dasar Negeri Kartasura 01 yang terletak di Jl.Slamet Riyadi No.250. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, tidak terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara media buku dengan media pembelajaran interaktif “Bangun Datar dan Bangun Ruang”. Kedua, terdapat perbedaan sikap belajar siswa antara media buku dengan media pembelajaran interaktif “Bangun Datar dan Bangun Ruang”. Ketiga, terdapat peningkatan prestasi belajar siswa antara media buku dengan media pembelajaran interaktif “Bangun Datar dan Bangun Ruang”. Keempat, terdapat peningkatan sikap belajar siswa antara media buku dengan media pembelajaran interaktif “Bangun Datar dan Bangun Ruang”. Saran dari penelitian ini adalah lebih baik dilakukan lebih dari dua kali frekuensi penelitian serta menyediakan 1 perangkat unuk 1 kelompok agar siswa dapat mencoba secara merata. Kata Kunci: media pembelajaran interaktif, prestasi belajar, sikap belajar vi

    Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Lingkar Kepala dengan Perkembangan Motorik Bayi Usia 6-12 Bulan di Surakarta Jenis Dokumen

    Get PDF
    Pendahuluan: Perkembangan motorik perlu diperhatikan untuk mendeteksi ada tidaknya keterlambatan dalam perkembangan bayi yang dapat berpengaruh terhadap potensinya di masa mendatang. Perkembangan motorik dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu pemberian ASI eksklusif dan lingkar kepala. Laktosa, taurin, asam dokosaheksaenoat, dan asam arakidonat yang banyak terdapat dalam ASI berperan penting dalam perkembangan motorik bayi. Lingkar kepala berkaitan dengan perkembangan otak yang merupakan salah satu organ pengendali motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan lingkar kepala dengan perkembangan motorik bayi usia 6-12 bulan di Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Subjek penelitian adalah bayi berusia 6-12 bulan di Wilayah Puskesmas Gajahan dan Puskesmas Ngoresan Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan dengan mengolah data wawancara, pengukuran lingkar kepala, dan penilaian perkembangan motorik. Sampel penelitian berjumlah 84 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemberian ASI eksklusif (p<0,001; OR=9,88) dengan perkembangan motorik bayi usia 6-12 bulan. Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara lingkar kepala (p=0,208; OR=5,35), pemberian MPASI (p=0,242; OR=0,52), jenis kelamin (p=0,400; OR=1,59), dan usia (p=0,432; OR=0,65) dengan perkembangan motorik bayi usia 6-12 bulan. Kesimpulan: Bayi berusia 6-12 bulan yang diberi ASI eksklusif dan memiliki ukuran lingkar kepala normal berpeluang lebih besar untuk mengalami perkembangan motorik sesuai umur. Kata Kunci: ASI eksklusif, lingkar kepala, perkembangan motorik bayi

    Realisasi Leksikogramatika Genre Perkuliahan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing: Pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tahapan genre perkuliahan bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia dalam mencapai tujuan sosialnya, realisasi leksikogramatika makna metafungsional (yang mencakup makna eksperiensial, makna interpersonal, dan makna tekstual) pada genre perkuliahan bahasa Inggris, dan hubungan antara realisasi leksikogramatika makna metafungsional dengan tahapan genre perkuliahan bahasa Inggris dalam mencapai tujuan sosialnya. Data penelitian ini adalah tiga genre perkuliahan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang dilakukan di tiga program studi bahasa Inggris berakreditasi A dari BAN-PT Kemristekdikti, pada tiga perguruan tinggi yang ada di Kota Semarang. Data diambil pada tahun akademik 2015 – 2016. Sumber data penelitian ini meliputi kegiatan perkuliahan bahasa Inggris, dosen pengampu dan mahasiswa peserta perkuliahan, dan dokumen yang terkait dengan kegiatan perkuliahan. Data dianalisis dengan menggunakan kerangka analisis genre dalam perspektif Linguistik Sistemik Fungsional (Sydney School), khususnya model genre Martin (1992) dan realisasi makna metafungsional Halliday & Matthiessen (2004). Tahapan analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis etnografis Spradley (1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan genre perkuliahan bahasa Inggris dalam mencapai tujuan sosialnya, yaitu membuat mahasiswa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap berkenaan dengan materi perkuliahan, meliputi Tahap Orientasi ^ Tahap Diskusi ^ Tahap Penutup. Tahap Orientasi dilakukan melalui beberapa langkah kegiatan perkuliahan secara berurutan, yaitu Salam Pembuka ^ Membangun Relasi Sosial dengan Mahasiswa ^ Pemeriksaan Administrasi Perkuliahan ^ Tinjauan Mata Kuliah Sebelumnya ^ Penentuan Rencana Kegiatan Perkuliahan ^ Pemeriksaan Tugas Pertemuan Sebelumnya ^ Kesimpulan Tugas ^ Pernyataan Kegiatan Perkuliahan ^ Pernyataan Tujuan Perkuliahan. Selanjutnya Tahap Diskusi dilakukan melalui beberapa langkah kegiatan perkuliahan secara berurutan, yaitu: Penjelasan Konsep/Teori ^ Pemberian Contoh ^ Pemeriksaan Pemahaman Mahasiswa ^ Kesimpulan Konsep/Teori ^ Pemberian Latihan ^ Pengerjaan Latihan ^ Monitoring Latihan ^ Pemeriksaan Latihan ^ Kesimpulan Pokok Perkuliahan. Dan Tahap Penutup dilakukan melalui beberapa langkah kegiatan perkuliahan secara berurutan, yaitu: Rangkuman ^ Umpan Balik ^ Pemberian Tugas ^ Tindak Lanjut ^ Salam Penutup. Realisasi leksikogramatika makna metafungsional pada GPBI adalah sebagai berikut: (1) secara eksperiensial, proses yang digambarkan pada GPBI didominasi oleh proses relasional, proses material, dan proses mental, dengan melibatkan partisipan manusia (dosen dan mahasiswa) dan partisipan non-manusia (konsep, teori, fakta yang dibahas), serta sirkumstansi tempat dan waktu; (2) secara interpersonal, klausa yang digunakan pada GPBI didominasi oleh klausa Deklaratif, klausa Interogatif, dan klausa Imperatif; dan (3) secara tekstual, Tema yang digunakan pada GPBI didominasi oleh Tema Topikal Takbermarkah, Tema Interpersonal Kata Tanya Wh-, dan Tema Tekstual Struktural. Alasan terjadinya realisasi leksikogramatika makna eksperiensial, makna interpersonal, dan makna tekstual pada GPBI adalah sebagai berikut: (1) dominasi penggunaan proses relasional pada GPBI karena pokok pembahasan GPBI adalah materi keilmuaan bahasa Inggris yang secara Transitivitas digambarkan sebagai relasi antara suatu konsep/teori/fakta dengan definisi atau penjelasannya. Selain itu, proses material juga digunakan untuk menggambarkan aktivitas fisik yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan, dan proses mental digunakan untuk menggambarkan aktivitas pikir mahasiswa dalam memahami konsep atau teori yang menjadi pokok pembahasan perkuliahan; (2) dominasi penggunaan klausa Deklaratif pada GPBI karena perkuliahan menggunakan metode pembelajaran yang berpusat kepada dosen (teacher-centered learning), yang menempatkan dosen sebagai orang ahli (expert) dan mahasiswa sebagai orang baru (novice), sehingga dosen lebih dominan dalam memberi informasi tentang konsep/teori/fakta yang menjadi pokok materi perkuliahan. Klausa Interogatif juga digunakan untuk mengetahui apakah konsep/teori yang dipelajari dalam perkuliahan dipahami oleh mahasiswa. Klausa Imperatif digunakan untuk meminta mahasiswa melakukan suatu tindakan dalam rangka memahami materi perkuliahan; dan (3) dominasi Tema Topikal Takbermarkah pada GPBI karena dalam penjelasan materi perkuliahan, konsep/teori/fakta yang menjadi pokok materi perkuliahan difungsikan sebagai Subjek klausa agar mudah dipahami. Disamping itu, Tema Interpersonal Kata Tanya Wh- juga sering digunakan dalam klausa Interogatif untuk meyakinkan bahwa mahasiswa memahami materi perkuliahan. Tema Tekstual Struktural digunakan agar klausa-klausa yang dipakai untuk menjelaskan materi perkuliahan memiliki kohesi dengan klausa lainnya sehingga mahasiswa lebih mudah memahaminya. GPBI yang dikaji dalam penelitian ini merupakan genre makro perkuliahan yang terbentuk dari beberapa genre mikro, yang termasuk dalam genre faktual, yang terdiri dari genre mikro: Rekon, Laporan, Deskripsi, Eksplanasi, Eksposisi, dan Prosedur. Kata Kunci: genre perkuliahan bahasa Inggris, struktur skematik, makna metafungsional, wacana pedagogis, linguistik sistemik fungsiona

    Pengembangan Trainer Netcube untuk Media Belajar Praktik Addressing dan Routing Jaringan Komputer

    Get PDF
    Wahyu Ardian Dwi Prasetyo. PENGEMBANGAN TRAINER NETCUBE UNTUK MEDIA BELAJAR PRAKTIK ADDRESSING DAN ROUTING JARINGAN KOMPUTER. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. November 2018. Addressing dan routing dalam pelajaran jaringan komputer mempelajari tentang metode pengalamatan IP dan protokol routing. Selain memahami konsep pengalamatan dan routing, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan mengoperasikan perangkat jaringan yang riil. Penggunaan aplikasi simulator sebagai media dalam belajar pengalamatan IP dan routing saat ini membuat mahasiswa kurang mendapatkaan pengalaman mengoperasikan perangkat jaringan riil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan trainer jaringan komputer bernama NETCUBE. NETCUBE memiliki spesifikasi yang menyesuaikan kebutuhan dalam praktik addressing dan routing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terbagi dalam 5 tahap meliputi Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat kelayakan dari trainer NETCUBE sebagai media instruksional praktik. Tingkat kelayakan yang diukur meliputi kelayakan materi dengan skor 86,6%, kelayakan media dengan skor 86%, dan kepuasan pengguna dengan skor 85%. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Trainer, Addressing, Routing, Jaringan Kompute

    PERBANDINGAN HASIL IDENTIFIKASI YEAST DENGAN MENGGUNAKAN BIOKIMIA OTOMATIS (VITEK® 2) DAN MALDI-TOF MS (VITEK® MS)

    Get PDF
    ABSTRAK Aliya Wardhani, G.0015017, 2018. Perbandingan Hasil Identifikasi Yeast dengan menggunakan Biokimia Otomatis (VITEK® 2) dan MALDI-TOF MS (VITEK® MS). Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang. VITEK® 2 merupakan alat dengan prinsip biokimia otomatis yang digunakan untuk identifikasi bakteri dan yeast. Namun berdasarkan beberapa studi, VITEK® 2 dilaporkan mengalami kesalahan identifikasi pada beberapa spesies yeast karena memiliki profil biokimia yang sama. VITEK MS menggunakan metode MALDI-TOF MS (Matrix-assisted laser desorption ionization–time of flight mass spectrometry) yang dipercaya sebagai metode identifikasi yang cepat dan cost-effective. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi yeast dengan meggunakan biokimia otomatis (VITEK® 2) dan MALDI- TOF MS (VITEK® MS). Metode. Penelitian ini bersifat eksperimental analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berupa kultur yeast di Saborraud agar yang masuk pada bulan Mei hingga bulan Oktober 2018 sebanyak 30 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Consequtive Sampling. Teknik ini merupakan jenis non-probability sampling, dimana semua sampel pasien yang datang secara berurutan dan memenuhi kriteria pemilihan atau kriteria inklusi dimasukkan dalam penelitian. Sampel kemudian dibuat menjadi isolat kemudian diujikan pad kedua alat yaitu VITEK® 2 dan VITEK® MS. Pembacaan hasil akan dilakukan di komputer yang sudah terhubung di kedua alat tersebut. Kemudian hasil identifikasi dari kedua alat tersebut akan dibandingkan. Data kemudian diolah menggunakan uji Koefisien Cohen’s Kappa pada aplikasi SPSS 16.00. Hasil. Dari hasil pemeriksaan, VITEK® MS dan VITEK® 2 mampu mengidentifikasi 28 sampel dengan hasil yang sama namun terjadi perbedaan pada 2 sampel. Sebanyak 1 sampel mengalami perbedaan nama spesies dan 1 sampel tidak dapat teridentifikasi oleh VITEK® 2. Dari hasil tes statistik didapatkan nilai signifikansi ¬p-value < 0.05 dan k-value adalah 0.651 yang artinya terdapat kesesuaian yang kuat dari kedua alat. Simpulan. Terdapat perbedaan hasil identifikasi yeast menggunakan metode biokimia otomatis (VITEK® 2) dan MALDI-TOF MS (VITEK® MS) yang ditinjau dari hasil identifikasi, efektivitas waktu dan biaya yang dibutuhkan. Kata kunci: Yeast, Biokimia Otomatis, MALDI-TOF MS, VITEK® 2, VITEK® MS

    40,495

    full texts

    40,799

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sebelas Maret Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇