40799 research outputs found
Sort by
TELEVISI DAN MASYARAKAT PERKOTAAN (Studi tentang Hubungan Latar Belakang Sosial dengan Motivasi dan Pola Menonton Televisi di Kalangan Masyarakat Komplek Perumahan Srondol Bumi Indah Semarang, Jawa Tengah
ABSTRAK TAMIMI SYAHPUTRI. D0213094. TELEVISI DAN MASYARAKAT PERKOTAAN (Study tentang Hubungan Latar Belakang Sosial dengan Motivasi dan Pola Menonton Televisi Dikalangan Masyarakat Komplek Perumahan Srondol Bumi Indah Semarang Jawa Tengah). Skripsi (S-1). Program Studi Ilmu Komunikasi. FISIP. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2018. Kegiatan menonton televisi telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari masyarakat Indonesia, tidak peduli di desa maupun kota, kalangan menengah atas dan bawah, tua dan muda, seolah mereka sudah memiliki acara favorit sesuai dengan kondisi sosial dan budaya mereka. Tingkat konsumsi media (televisi), individu dipengaruhi oleh motif yang melekat dalam diri individu. Latar belakang sosial seseorang juga bisa menjadi salah satu penyebab berbedanya kebutuhan informasi (hiburan) dengan yang lainnya, seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui adanya hubungan antara latar belakang sosial dengan motivasi menonton televisi, 2) untuk mengetahui adanya hubungan antara motivasi menonton dengan pola menonton televisi dikalangan masyarakat perkotaan. 3) untuk mengetahui adanya hubungan antara latar belakang sosial dengan pola menonton televisi dikalangan masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi Penelitian ini adalah kawasan komplek perumahan Srondol Bumi Indah Semarang. Adapun sampel dari penelitian ini berjumlah 90 responden dengan populasi keseluruhan 892 orang. Responden dipilih dengan menggunakan metode Sampling Insidental. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrument untuk mengambil data. Analisis data menggunakan Spearman’s Rank dan Crosstab dengan analisis Chi-Square. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara latar belakang sosial dengan motivasi menonton ditemukan variabel yang memunyai hubungan yang signifikan yaitu variabel pendapatan dengan motivasi diversi. Dalam hubungan antara motivasi menonton dengan pola menonton ditemukan variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan, yaitu motivasi kognitif dengan acara favorit berita, dan motivasi diversi dengan waktu menonton di sore hari dan acara favorit gameshow. Dalam hubungan antara latar belakang sosial dengan pola menonton ditemukan semua variabelnya memiliki hubungan yang signifikan dengan pola menonton, diantaranya variabel usia dengan waktu menonton di malam hari, durasi menonton, dan acara favorit berita; variabel pendapatan dengan acara favorit berita; variabel pendidikan dengan frekuensi menonton; variabel jenis kelamin dengan waktu menonton di pagi hari, intensitas menonton, dan acara favorit gameshow; variabel pekerjaan dengan waktu menonton di pagi hari dan intensitas menonton. Kata Kunci: Uses and Gratification, Latar Belakang Sosial, Motivasi, Pola Menonton, Masyarakat Perkotaan
Studi Komparasi Hasil Belajar Akuntansi Siswa Reguler dan Siswa yang Mengikuti Bimbingan Belajar di Luar Sekolah SMA Negeri 1 Surakarta
ABSTRAK Yuli Wulan Handayani. Studi Komparasi Hasil Belajar Akuntansi Siswa Reguler dan Siswa yang Mengikuti Bimbingan Belajar di Luar Sekolah Kelas XII IPS SMA Negeri 1 Surakarta. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Juli 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar akuntansi antara siswa regular yang tidak mengikuti bimbingan belajar dengan siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah pada siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Surakarta sebanyak 73 siswa. Jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah sebanyak 42 siswa, sementara sebanyak 31 siswa tidak mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket dan dokumentasi nilai hasil belajar akuntansi siswa. Teknik analisis data menggunakan independent sample t test. Berdasarkan analisis nilai hasil belajar akuntansi siswa dengan uji t, menunjukkan perbandingan antara thitung dengan ttabel = 2.888>2.646 (thitung > ttabel), dan perbandingan nilai probabilitas signifikansi (Pvalue) dengan taraf signifikansi α/2= 0.005<0,05/2 (Pvalue<α/2). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah dengan siswa regular yang tidak mengikuti bimbingan belajar. Dari interpretasi angket siswa yang mengikuti bimbingan belajar menyatakan setuju bahwa bimbel memiliki peran yang penting terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Surakarta. Kata kunci: Hasil Belajar Akuntansi, Bimbingan Belajar.
PenerapanmModel Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share disertai Media Powerpoint untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SMA N 3 Sragen pada Mata Pelajaran Ekonomi Tahun Ajaran 2017/2018
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melaluipmodel pembelajaran kooperatif dengan tipe Think Pair Share disertai media Powerpoint pada mata pelajaranpEkonomi kelas X IPS 4 di SMA Negeri 3 Sragen. Penelitianpini merupakanpPenelitian Tindakan Kelas. Penelitianpdilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiripdaripperencanaan, pelaksanaan, observasi, danprefleksi. Subyekppenelitian adalah siswa kelas X IPS 4 di SMA Negeri 3 Sragen yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi aspek afektif, wawancara, tes hasil kognitif, danpdokumentasi. Validitas data dengan teknik triangulasi sumber datapdan triangulasi metode. Teknik analisis data dengan analisis data kuantitatif, kualitatif dan deskriptif komparatif. Berdasarkan hasil analisis terjadi peningkatanpyangpsignifikan dari prestasi belajar siswa dari prasikluspke siklus I menuju sikluspII. Hal ini dapat dilihat padaphasil dari penilaian pra siklus dengan rata-rata prestasi belajar siswa 71 dan presentase ketuntasan sebesar 58%. Pada siklus I saat diterapkan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share disertai media Powerpoint prestasi belajar siswa meningkat 75 dan presentase ketuntasan sebesar 72%. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan padaphasil prestasi belajar siswapmenjadi 80 dan presentase ketuntasan 81%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share disertai media Powerpoint siswa lebih berani mengemukakan pendapat ketika berdiskusi, menyenangkan dan prestasi belajar mengalami peningkatan sehingga penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share disertai media Powerpoint dapat meningkatkan meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X IPS 4 di SMA N 3 Sragen pada mata pelajaran Ekonomi tahun ajaran 2017/201
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL POLA MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH X JATEN TAHUN AJARAN 2017/2018
ABSTRAK Nurriska Setyaningtyas. K8114049. PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL POLA MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH X JATEN TAHUN AJARAN 2017/2018. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Agustus 2018. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal pola matematika pada anak kelompok B TK Aisyiyah X Jaten melalui model pembelajaran course revie horay. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu meniru pola, menemukan pola selanjutnya, melanjutkan pola, dan membuat pola sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitaif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus. Subyek dalam penelitin ini adalah anak didik kelompok B TK Aisyiyah X Jaten tahun ajaran 2017/2018. Jumlah anak di kelas B TK Aisyiyah X jaten adalah 18 anak, 9 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan mengenal pola matematika melalui model pembelarajan CRH, yaitu persentase ketuntasan pada pratindakan sebesar 27,78%, peningkatan kemampuan mengenal pola siklus I sebesar 44,44%, dan peningkatan kemampuan mengenal pola matematika siklus II mencapai 83,33%. Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan mengenal pola pada anak antara lain meniru pola, menemukan pola selanjutnya, melanjutkan pola, dan membuat pola sendiri. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah melallu model pembelajaran course review horay dapa meningkatkan kemampuan mengenal pola matematika pada anak kelompok B TK Aisyiyah X Jaten tahun ajaran 2017/2018. Kata kunci: pola matematika, course review horay, anak usia 5-6 tahu
HUBUNGAN SIBLING RIVALRY DENGAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA 4-6 TAHUN
ABSTRAK Hafitzha Zahra Nabila. K8114026. HUBUNGAN SIBLING RIVALRY DENGAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA 4-6 TAHUN. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sibling rivalry dengan perilaku prososial anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis korelasi. Populasi penelitian adalah 120 anak berusia 4-6 tahun yang memiliki dan tinggal dengan saudara kandung yang bersekolah di gugus 7 Gladiol Laweyan Surakarta. Sampel penelitian adalah 60 anak yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria jarak usia antar saudara 2-4 tahun. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada orang tua murid segugus 7 gladiol dan checklist perilaku yang dibagikan kepada guru kelas segugus 7 Gladiol. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman rho untuk mengetahui apakah sibling rivalry berhubungan dengan perilaku prososial anak usia 4-6 tahun. Hasil analisis didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sibling rivalry dengan perilaku prososial anak usia 4-6 tahun. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan berdasarkan perhitungan dengan Spearman Rho sebesar -0,998. Nilai tersebut tergolong dalam kategori sangat kuat yaitu antara 0,80-1,00, artinya hubungan sibling rivalry dengan perilaku prososial pada anak usia 4-6 tahun memiliki hubungan yang sangat kuat. Selain itu, arah hubungan menunjukkan tanda negatif (-) yang artinya arah hubungan berlawanan arah. Apabila sibling rivalry tinggi maka perilaku prososial rendah, begitu juga sebaliknya apabila sibling rivalry rendah maka perilaku prososial tinggi. Kata Kunci : Sibling Rivalry, Perilaku Prososial, Anak usia 4-6 tahun
Pengembangan Modul Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains pada Materi Termokimia Kelas XI MIPA
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas XI MIPA pada materi termokimia; 2) mengetahui kelayakan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada materi termokimia; 3) mengetahui efektivitas modul kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa di SMAN 1 Sambas, SMAN 1 Tebas dan SMAN 2 Sambas. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model pengembangan Thiagarajan yang terdiri dari empat langkah yang dikenal dengan 4D. Adapun langkah pengembangannya yaitu: 1) Define; 2) Design; 3) Develop; dan 4) Disseminate. Analisis yang dilakukan selama pengembangan adalah analisis deskriptif, analisis kelayakan modul berdasarkan skor kriteria, analisis tes keterampilan proses sains berdasarkan uji-t, dan analisis observasi keterampilan proses sains berdasarkan skor kriteria. Hasil penelitian disimpulkan bahwa 1) telah berhasil dikembangkan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi termokimia melalui tahapan pendefinisian, perancangan dan pengembangan; 2) hasil validasi oleh validator menyatakan bahwa modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi termokimia untuk meningkatkan keterampilan proses sains layak digunakan sebagai sumber belajar dengan nilai validasi Aiken sebesar 0,91 dan tergolong dalam kategori baik ditinjau dari kelayakan aspek isi, bahasa, penyajian dan kegrafisan setelah melalui proses validasi, dan diuji lapangan; 3) Modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi termokimia yang dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa terlihat dari analisis hasil uji-t yang menyimpulkan bahwa rata-rata nilai siswa sesudah menggunakan modul lebih tinggi dibanding rata-rata nilai siswa yang tidak menggunakan modul. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan keterampilan proses sains siswa di kegiatan belajar pada semua indikator
PENERAPAN COMPUTATIONAL THINKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X MIA 9 SMA NEGERI 1 SURAKARTA PADA MATERI USAHA DAN ENERGI
Kunthi Ratna Kawuri. K2314022. PENERAPAN COMPUTATIONAL THINKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X MIA 9 SMA NEGERI 1 SURAKARTA PADA MATERI USAHA DAN ENERGI. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November, 2018. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MIA 9 SMA Negeri 1 Surakarta tahun ajaran 2017/2018 melalui penerapan pendekatan Computational Thinking pada materi Usaha dan Energi . Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Mc. Taggart, dan model kolaboratif yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 9 SMA Negeri 1 Surakarta tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 33 siswa, dan objek penelitian adalah kemampuan berpikir kritis siswa. Indikator kemampuan berpikir kritis yang diteliti adalah, 1)menganalisis tujuan dari setiap permasalahan , 2)mengungkapkan permasalahan pada suatu kasus, 3) mengumpulkan, menggunakan atau memuat informasi yang cukup kredibel dan relevan , 4)mengidentifikasi sudut pandang atau pendapat , 5)mengungkapkan asumsi atau pendapat, 6) menyelesaikan dan menggunakan konsep yang relevan , 7) menyimpulkan data berdasarkan data eksperiment atau data nyata, 8) mengindentifikasi implikasi dan konsekuensi yang paling signifikan dari suatu permasalahan. Indikator ketercapaian yaitu minimal skor 75 dengan peningkatan kategori sedang. Data penelitian diperoleh dari hasil tes, angket dan wawancara. Validasi data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa penerapan Computational Thinking dengan menggunakan lima langkah pendekatan yaitu thingkering, creating, debugging, persevering and collaborating. dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MIA 9 SMA Negeri 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Hal tersebut dilihat dari Siklus 1 yang menunjukan bahwa dari 8 indikator kemampuan berpikir kritis masih terdapat satu indikator kemampuan berpikir kritis yang belum mencapai target yaitu pada indikator mengidentifikasi implikasi dan konsekuensi yang paling signifikan dari suatu permasalahan, sedangkan pada siklus II semua indikator berhasil mencapat target yaitu capaian siswa minimal skor 75 dengan peningkatan kategori sedang. Lima langkah pendekataran tersebut aspek yang paling menonjol dan menunjukan peningkatan terbesar yaitu pada tahapan collaborating, pada tahapan tersebut mampu meningkatan aspek kesimpulan dengan n-gain sebesar 0,78 dengan kategori peningkatan tinggi pada siklus ke dua. Kata kunci: computational thinking, berpikir kriti
Strategi Pemenuhan Hak Warga Negara Menyampaikan Pendapat dalam Rangka Digital Citizenship (Studi pada Unit Layanan Aduan Surakarta)
ABSTRAK Lestyo Mawarti. K6414035. STRATEGI PEMENUHAN HAK WARGA NEGARA MENYAMPAIKAN PENDAPAT DALAM RANGKA DIGITAL CITIZENSHIP (STUDI PADA UNIT LAYANAN ADUAN SURAKARTA). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Agustus 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Partisipasi warga negara dalam menyampaikan aduan melalui ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta); 2)Strategi pemenuhan hak warga negara menyampaikan pendapat dalam rangka digital citizenship melalui ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta); 3) Hambatan pemenuhan hak warga negara menyampaikan pendapat dalam rangka digital citizenship melalui ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan penelitian deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan adalah purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi data dan metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini meliputi: 1) ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta) sebagai wadah masyarakat Kota Surakarta untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan aduan pelayanan publik. Secara kuantitas, masyarakat yang berpartisipasi melalui ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta) semakin meningkat. Namun, secara kualitas masih terdapat masyarakat yang kurang memiliki tanggung jawab dalam penggunakan media digital, sehingga mempengaruhi efisiensi dan efektivitas ULAS; 2) Strategi pemenuhan hak menyampaikan pendapat dalam rangka digital citizenship oleh ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta) meliputi: a)penyediaan website, yang dilengkapi dengan penyediaan admin di setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah); b) sosialisasi, untuk memberitahu masyarakat mengenai ULAS; c)adanya fasilitasi kelurahan, dengan menyediakan admin di setiap kelurahan; d) tersedianya formulir elektronik bagi pengadu setiap akan menyampaikan aduan; e) penutupan aduan, oleh super admin untuk aduan yang kurang jelas. Strategi yang dilaksanakan sudah mewujudkan hak masyarakat dalam berpartisipasi menyampaikan pendapat menggunakan media digital. Namun masih perlu peningkatan dalam pembentukan tanggung jawab masyarakat ketika agar lebih efetif dan efisien; 3) Hambatan pemenuhan hak menyampaikan pendapat yang dilaksanakan oleh ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta) meliputi: a) hambatan internal yaitu masih terdapat sistem manual pada sistem digital, sehingga super admin meneliti aduan dengan jeli setiap hari untuk meminimalisir kesalahan dalam penutupan aduan dan masih adanya admin OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang belum fasih menggunakan teknologi, sehingga dilaksanakannya evaluasi triwulan bagi para admin; b) hambatan eksternal meliputi terbatasnya anggaran dan terhentinya sosialisasi, sehingga sosialisasi dilaksanakan dengan hanya mengundang tokoh yang dekat dengan masyarakat agar dapat menyampaikan kembali kepada masyarakat yang lain serta menyisipkan materi mengenai ULAS (Unit Layanan Aduan Surakarta) di setiap kegiatan instansi pemerintah. Kata kunci: Strategi, digital citizenship, partisipas
Efektivitas Teknik Self Regulated Learning untuk Meningkatkan Perencanaan Karier Pada Peserta Didik Kelas XI SMK Negeri 1 Miri Sragen
ABSTRACT Singgih Harits Pratama (K3114045). THE EFFECTIVENESS OF SELF REGULATED LEARNING TECHNIQUE TO IMPROVE CAREER PLANNING OF THE XI CLASS STUDENTS OF SMK NEGERI 1 MIRI. Thesis. Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University. October. 2018 The purpose of the research was to test the effectiveness of self regulated learning technique to improve the career planning of XI Class students of SMK Negeri 1 Miri. This research was Quasi Experimental Design Research with the plan of Non Equivalent Control Group Design; which consists of experiment group and control group. The research subjects of each Experiment Group and Control Group amounted to 15 students chosen by purposive sampling technique. The data collecting technique used career planning questionnaire. The data analysis conducted in the research was used mann whitney with the help of SPSS20. Based on analysis result, it could be concluded that Mann Whitney U test result was 40.500 with the significance of 0,003. The significance value was below 0,05, so there are difference about career planning between experiment group and control group after being given the treatment. Therefore, it could be concluded that that self regulated learning technique was effective to improve the career planning of XI Class students of SMK Negeri 1 Miri. The conclusion of the research is that self regulated learning technique was effective to improve the career planning of XI Class students of SMK Negeri 1 Miri. Key words : self regulated learning, career, plannin
Pengembangan Media Pembelajaran Modul Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan dan Teknik Pengukuran Tanah Berbasis E-Publication untuk SMK Berdasarkan Gaya Belajar Siswa
ABSTRAK Fitri Dwi Astutik. K1514032. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL DASAR-DASAR KONSTRUKSI BANGUNAN DAN TEKNIK PENGUKURAN TANAH BERBASIS E-PUBLICATION UNTUK SMK BERDASARKAN GAYA BELAJAR SISWA. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pengembangan media pembelajaran modul Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan dan Teknik Pengukuran Tanah berbasis e-publication untuk SMK berdasarkan gaya belajar siswa dan (2) tingkat kelayakan pengembangan media pembelajaran modul Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan dan Teknik Pengukuran Tanah berbasis e-publication untuk SMK berdasarkan gaya belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Pengembangan (Research and Development) yang dilaksanakan dengan menggunakan model pengembangan media pembelajaran MDLC (Multimedia Development Life Cycle). Diantara tahap-tahap MDLC adalah (1) Concept, menentukan tujuan dan siapa pengguna program. (2) Design, yaitu tahap pembuatan mengenai program, tampilan, dan kebutuhan material untuk program. (3) Material Collecting, yaitu tahap pengumpulan bahan sesuai dengan kebutuhan bahan yang dikerjakan.(4) Assembly, yaitu tahap pembuatan multimedia. (5)Testing, yaitu tahap pengujian program dan pengujian kepada ahli materi serta ahli media. (6) Distribution, yaitu tahap evaluasi produk kepada subyek. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X BKP SMKN 2 Surakarta pada mata pelajaran Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan dan Teknik Pengukuran Tanah. Data diperoleh dari observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa calon pengguna media pembelajaran memiliha gaya belajar read sehingga modul yang dikembangkan berupa teks. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa smartphone dengan RAM 512 MB dapat digunakan. Hasil validasi ahli materi dan media diperoleh rata-rata prosentase sebesar 80,12 % dan termasuk dalam kategori sangat baik. Respon dari guru pengampu mata pelajaran dan siswa diperoleh ratarata prosentase sebesar 91,30% dan merupakan dalam kategori sangat baik. Dengan demikian media pembelajaran berbasis e-publication yang telah dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan. Kata Kunci : Pengembangan, media pembelajaran, e-publication, MDLC ABSTRACT Fitri Dwi Astutik. K1514032. DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA BASIC MODULES OF BUILDING CONSTRUCTION BASICS AND SOIL MEASUREMENT TECHNIQUES BASED ON E-PUBLICATION FOR VOCATIONAL BASED ON STUDENT LEARNING STYLES. Thesis, Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University Surakarta, October 2018. This research aims to determine (1) The process of media development learning modules of Building Construction Basics and Soil Measurement Techniques based on e-publication for Vocational based on student learning styles and (2) Level of feasibility of media development learning modules of Building Construction Basics and Soil Measurement Techniques based on epublication for SMK based on student learning styles. This kind of investigation is Research and Development that implemented using the MDLC (Multimedia Development Life Cycle) learning media development model. The MDLC stages is (1) Concept, determine goals and who uses the program, (2) Design, it’s stage of program making, display and material needs for the program, (3) Material Collecting, it’s stage of collection materials according to the needs of the material being worked on, (4) Assembling, it’s stage of media creation, (5) Testing, it’s stage of program testing to material experts and media experts, (6) Distribution, which is the product evaluation stage to the subject. The subject of this research were students of class X BKP SMKN 2 Surakarta in the subjects of Building Construction Basics and Soil Measurement Techniques. Data obtained from observation, documentation and questionnaire. Data analysis techniques used qualitative descriptive. The result of this research showed that most of the prospective students of learning media users choosed learning styles to read so that the modules developed were in the form text. The yield of sytem testing indicated that a smartphone with 512MB RAM can be used. The result of the experts material and media validation obtained an average of 80.12% and included in the excellent category. The response of subject teachers and students were obtained by an average percentage of 91.30% and was in very good category. Thus e-publication based learning media that have been developed were declared feasible to use. Keywords : Development, learning media, e-publication, MDL