40799 research outputs found
Sort by
Pengaruh Panjang Sambungan Kayu Menggunakan Alat Sambung Limbah Botol Plastik Pada Kekuatan Lentur Sambungan Limbah Kayu (Suplemen Mata Kuliah Struktur Kayu Pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Sebelas Maret Surakarta)
ABSTRAK Mesiyar. PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN KAYU MENGGUNAKAN ALAT SAMBUNG LIMBAH BOTOL PLASTIK PADA KEKUATAN LENTUR SAMBUNGAN LIMBAH KAYU (SUPLEMEN MATA KULIAH STRUKTUR KAYU PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. April 2018. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh panjang sambungan kayu terhadap kuat lentur balok sederhana bentang tunggal yang menggunakan alat sambung botol plastik, (2) mengetahui pengaruh panjang sambungan kayu terhadap kuat lentur balok kantilever yang menggunakan alat sambung botol plastik, (3) mengetahui panjang sambungan kayu yang menghasilkan nilai kekuatan lentur terbesar pada balok sederhana bentang tunggal dan (4) mengetahui panjang sambungan kayu yang menghasilkan nilai kekuatan lentur terbesar pada balok kantilever. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen penuh. Pengumpulan data diperoleh dari semua sampel sambungan kayu dengan plastik. Setelah data diperoleh kemudian dilakukan pengujian lentur. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana. Benda uji mempunyai bentuk penampang kayu bujur sangkar dengan ukuran 5 cm x 5 cm. Panjang sambungan untuk balok sederhana bentang tunggal 76 cm sebanyak 30 sampel. Panjang sambungan untuk baok kantilever 45 cm sebanyak 30 sampel. Variabel bebas yang digunakan adalah panjang botol plastik 5 cm, 10 cm, 15 cm, 20 cm dan 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan pada nilai kuat lentur sambungan kayu balok sederhana bentang tunggal yang menggunakan alat sambung botol plastik, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan pada nilai kuat lentur sambungan kayu kantilever yang menggunakan alat sambung botol plastik, (3) Nilai kuat lentur terbesar sambungan kayu balok sederhana bentang tunggal 7,58 % dibandingkan dengan nilai kuat lentur tanpa sambungan terdapat pada panjang sambungan 20 cm dan (4) Nilai kuat lentur terbesar sambungan kayu kantilever 19,87 % dibandingkan dengan nilai kuat lentur tanpa sambungan terdapat pada panjang sambungan 20 cm. Kata Kunci : kuat lentur, balok sederhana bentang tunggal, balok kantilever, panjang sambungan botol plastik ABSTRACT Mesiyar. THE EFFECT OF THE LENGTH OF THE WOOD CONNECTION USING A CONNECTOR PLASTIC BOTTLE WASTE ON THE BENDING STRENGTH OF WOOD WASTE CONNECTION (SUPPLEMENTS OF WOOD STRUCTURAL COURCE IN BUILDING ENGINEERING EDUCATION SEBELAS MARET UNIVERSITY). Thesis, Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University, Surakarta. April 2018. The purpose of this research were to: (1) Investigate the effect of the length of wood connection to the bending strength of simple single-span beam using plastic botltles connector tool, (2) Investigate the effect of the length of wood connection to the bending strength of cantilever beam using plastic bottles connector tool, (3) Investigate of the length of wood connection that resulting a bending strength value maximum on simple single-span beam and (4) Investigate of the length of wood connection that resulting a bending strength value maximum on cantilever beam. This research uses full experimental method. Data collection is obtained from the all sample of wood with plastic connections. After the data obtained then be tested bending. Test result data were analyzed using simple linear regression analysis. The tes specimen has a square cross-secional shape of 5 cm x 5 cm. The length of the connection for simple single-span beam The results of the research were: (1) there was significant influence on the value of bending strength of simple single-span beam wood joints using connection tool plastic bottles, (2) there was significant influence on the value of bending strength of cantilever beam wood joints using connection tool plastic bottles, (3) The maximum bending strength value of wood connection simple single-span beam was 7.58% compared to the bending strength value without the connection contained on 20 cm connection length and (4) The maximum bending strength value of wood connection cantilever beam was 19.87% compared to the bending strength value without the connection contained on 20 cm connection length. Keywords: bending strength, single span simple beam, cantilever beam, length of plastic bottle connectio
Prarancangan Pabrik Hidrogen Peroksida Melalui Proses Autooksidasi 2-Etil Tetrahidro Antrakuinon dengan Katalis Paladium Kapasitas 47.000 Ton/Tahun
Hidrogen peroksida adalah salah satu oksidator kuat dan larut sempurna dalam air menjadi oksigen dan air. Hidrogen peroksida dihasilkan dari reaksi hidrogenasi 2-etil tetrahidro antrakuinon (THEAQ) dan reaksi oksidasi 2-etil tetrahidro antrahidrokuinon (THEAQH2). Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka dirancang pabrik hidrogen peroksida dengan kapasitas 47.000 ton/tahun dengan bahan baku hidrogen 1.961 ton/tahun, udara 166.112 ton/tahun dan air 14.100 ton/tahun. Luaran pabrik yang dihasilkan yaitu hidrogen 26 ton/tahun, oksigen 7.741 ton/tahun dan nitrogen 127.407 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik berada di Cilegon, Banten karena pertimbangan utama yaitu dekat dengan bahan baku, pasar dan utilitas. Reaktor yang digunakan dalam proses terdiri dari reaktor hidrogenasi dengan jenis reaktor gelembung (konversi 65%) dan reaktor oksidasi dengan jenis reaktor alir tangki berpengaduk (konversi 92,81%). Keduanya beroperasi pada temperatur 50oC dan tekanan 1 bar. THEAQ berfase padat dilarutkan terlebih dahulu dalam pelarut sebelum masuk reaktor hidrogenasi kemudian bereaksi dengan hidrogen menghasilkan THEAQH2. THEAQH2 kemudian masuk ke reaktor oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida, THEAQ dan sisa THEAQH2. Hidrogen peroksida dipisahkan dari THEAQ, sisa THEAQH2 dan pelarutnya menggunakan mixer dan dekanter dengan bantuan air. Keluaran dekanter fraksi ringan berupa THEAQ, sisa THEAQH2 dan pelarut yang diumpankan kembali menjadi reaktan di reaktor hidrogenasi serta fraksi berat berupa hidrogen peroksida dan air yang kemudian dimurnikan menggunakan menara distilasi. Hasil atas menara distilasi diumpankan ke mixer dan hasil bawah menjadi produk hidrogen peroksida dengan kemurnian 70%. Utilitas terdiri dari unit penyediaan air sebanyak 4.726.778 ton/tahun, udara tekan pada tekanan 6,713 bar sebanyak 1.425.600 m3/tahun, tenaga listrik 5.334 MWh, bahan bakar batu bara untuk kebutuhan steam 20.672 ton/tahun dan pengolahan limbah. Terdapat tiga buah laboratorium, yaitu laboratorium pengamatan, laboratorium analitik, serta laboratorium penelitian dan pengembangan. Bentuk perusahaan adalah PT (Perseroan Terbatas). Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan nonshift. Pabrik beroperasi selama 24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 223 orang. Hasil analisa ekonomi terhadap prarancangan pabrik hidrogen peroksida diperoleh total investasi Rp366.075.900.875/tahun dan total biaya produksi Rp 390.269.615.642/tahun. Hasil analisa kelayakan menunjukkan ROI sebelum pajak 46,64% dan setelah pajak 37,31%. POT sebelum pajak 21 bulan dan setelah pajak 25 bulan, BEP 41,12%, SDP 23,45%, dan DCF sebesar 32,52%. Berdasarkan analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik hidrogen peroksida dengan kapasitas 47.000 ton/tahun layak dipertimbangkan untuk direalisasikan pembangunannya
PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL PESERTA DIDIK KELAS X OTOMATISASI DAN TATA KELOLA PERKANTORAN SMK NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital peserta didik kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 1 Surakarta. (2) pengaruh kemandirian belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital peserta didik kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 1 Surakarta. (3) pengaruh fasilitas belajar dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar peserta didik mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital peserta didik kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 1 Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019 sebanyak 107 peserta didik. Sampel diambil dengan teknik proportional random sampling sebanyak 86 peserta didik. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket/kuesioner dan juga metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunaka regresi berganda dengan bantuan SPSS v.23.0. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh positif dan signfikan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital peserta didik kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 1 Surakarta. Hal ini berdasarkan nilai t_(hitung )> t_(tabel ) yaitu 2,021> 1,989 pada taraf signifikansi 5%. (2) terdapat pengaruh positif dan signfikan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital peserta didik kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 1 Surakarta. Hal ini berdasarkan t_(hitung )> t_(tabel ) yaitu 2,921 > 1,989 pada signifikansi 5%. (3) terdapat pengaruh positif dan signfikan fasilitas belajar dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital peserta didik kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 1 Surakarta. Hal ini berdasarkan F_hitung> F_tabel yaitu 7,067 > 3,11 pada signifikansi 5%. Besarnya sumbangan relatif fasilitas belajar sebesar 34,25%. Sumbangan relatif kemandirian belajar peserta didik sebesar 65,75%. Sumbangan efektif fasilitas belajar sebesar 5%. Sumbangan efektif kemandirian belajar sebesar 9,6%. Kata Kunci: Fasilitas Belajar, Kemandirian Belajar Peserta Didik, Prestasi Belajar
Optimalisasi Proses Penyelesaian Masalah Siswa Akademik Atas dan Bawah Kelas XII SMA Negeri 1 Boyolali pada Materi Pewarisan Sifat Komplementer dengan Scaffolding
ABSTRAK Pujiastuti K4315046. OPTIMALISASI PROSES PENYELESAIAN MASALAH SISWA AKADEMIK ATAS DAN BAWAH KELAS XII SMA NEGERI 1 BOYOLALI PADA MATERI PEWARISAN SIFAT KOMPLEMENTER DENGAN SCAFFOLDING. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2019. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan proses penyelesaian masalah siswa akademik atas dan akademik bawah kelas XII pada materi pewarisan sifat komplementer sebelum scaffolding; (2) mendeskripsikan level scaffolding yang dibutuhkan pada siswa akademik atas dan akademik bawah kelas XII dalam penyelesaian masalah materi pewarisan sifat komplementer; (3)mendeskripsikan proses penyelesaian masalah siswa akademik atas dan akademik bawah kelas XII pada materi pewarisan sifat komplementer sesudah scaffolding; (4) mendeskripsikan perbedaan waktu scaffolding yang dibutuhkan oleh siswa akademik atas dengan siswa akademik bawah kelas XII dalam penyelesaian masalah materi pewarisan sifat komplementer. Penentuan subjek penelitian menggunakan purposive random sampling pada kelas XII yang sudah menempuh pembelajaran materi hereditas. Subjek penelitian dipilih secara random yang terdiri dari 3 siswa dengan kemampuan akademik atas dan 3 siswa dengan kemampuan akademik bawah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif. Data dan sumber data penelitian berupa hasil penelitian meliputi hasil jawaban tertulis dan transkrip Think Aloud Protocol (TAP) setiap subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian soal, Think Aloud, dan wawancara. Validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan berdasarkan analisis kualitatif eksploratif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) proses penyelesaian sebelum scaffolding siswa akademik bawah lebih banyak mengalami kesalahan dibanding siswa akademik atas; (2) level scaffolding yang dibutuhkan siswa akademik bawah lebih tinggi dibandingkan dengan siswa akademik atas; (3) proses penyelesaian masalah setelah scaffolding baik pada siswa akademik atas dan bawah mengalami peningkatan; (4)waktu yang dibutuhkan subjek akademik atas maupun bawah dalam menyelesaikan soal kedua lebih cepat dengan hasil benar. Kata Kunci : genetika, pewarisan sifat komplementer, proses penyelesaian masalah, kemampuan akademik, scaffolding, ZPD (The Zone of Proximal Development)
Dunia Fantasi Anak
ABSTRAK Muhammad Tahta Gilang Anfasya Nasution. C. 0613035. 2013. Dunia Fantasi Anak Pengantar Karya Tugas Akhir (S-1). Program Studi Seni Rupa Murni. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tugas Akhir ini merupakan hasil menggagas pengalaman, dan pengkajian dari beberapa referensi sebagai wujud interpretasi kehidupan masa kecil dalam dunia fantasi anak. Kemudian diolah dan dikreasikan dalam bentuk karya seni. Rumusan masalah dalam Tugas Akhir ini yaitu; 1) Bagaimana bentuk “dunia fantasi anak” berdasarkan aktivitas kehidupan anak-anak, 2) Apa saja nilai-nilai yang dapat disampaikan melalui konsep penulisan “dunia fantasi anak, dan 3) Bagaimana manifestasi “dunia fantasi anak” ke dalam karya seni. Masa kecil adalah masa yang menentukan kepribadian diri seseorang untuk masa selanjutnya, berawal dari sebuah pengalaman dan pencarian masa kecil yang membentuk karakter, proses imajinatif dalam kehidupan mereka membentuk dunia fantasi yang menarik untuk dimaknai. Secara tidak langsung pengalaman estetik itu sangat penting dalam pembentukan subuah proses kreatif. Dimana setiap pengalaman yang pernah dialami pada masa kecil adalah sebuah tahapan melatih perasaan, ego, dalam mengenal diri. Mengolah peristiwa yang pernah diabadikan dalam sebuah sebuah arsip berwujud foto pada masa kecil, sebagai subjek sebuah rujukan. Dilukis dengan berbagai macam suasana dengan teknik goresan garis. Gagasan mengenai kehidupan masa kecil ini diwujudkan dalam karya lukis menggunakan cat akrilik fluorescent, fosfor dan spidol di atas kanvas, dan karya instalasi. Dengan merealisasikan ide tentang pengalaman masa kecil diharapkan karya seni tersebut dapat dinikmati oleh pengamat seni. Kata kunci: Anak, Fantasi, Kehidupan, Seni lukis
Tugas Content Creator Dalam Memproduksi Iklan Media Sosial di Divisi Kreatif Gitani Corporate Yogyakarta
Laporan tugas akhir ini memuat penjelasan tentang tugas content creator dalam memproduksi iklan media sosial. Menjadi seorang content creator, diajarkan cara membuat konten iklan yang bisa menarik perhatian khalayak. Penulis melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Media (KKM) sebagai seoranng content creator pada divisi kreatif di Gitani Corporate Yogyakarta. Penulis ingin memperoleh ilmu dan pengalamanan sebagai content creator dalam dunia kerja yang sebenarnya. Penulis mengkaji Tugas Akhir dengan beberapa aspek teori yaitu periklanan, media sosial, dan content creator. Hasil yang diperoleh selalma kegiatan KKM berlangsung, yaitu ilmu pengetahuan mengenai konten iklan dan pengalamanan merasakan menjadi seorang content creator dalam dunia kerja yang sebenarnya. Setelah melaksanakan kegiatan KKM di Gitani Corporate Yogyakarta, penulis dapat menarik kesimpulan mengenai “Tugas Content Creator Dalam Memproduksi Iklan Media Sosial di Divisi Kreatif Gitani Corporate Yogyakarta” yaitu promomsi merupakan pilihan utama untuk memasarkan sebuah produk. Media sosial menjadi salah satu media yang cocok untuk melakukan kegiatan promosi. Iklan merupakan salah satu cara untuk promosi. Sebagai seorang content creator dalam memproduksi iklan dibutuhkan kerja sama tim yang baik, manajemen waktu yang baik, dan memiliki ide – ide yang kreatif dan inovatif. Tugas menjadi seorang content creator tidaklah mudah karena tugas sebagai content creator harus memikirkan ide dan konsep sebuah iklan. Namun, tidak hanya memikirkan konsep iklan yang akan diproduksi tetapi juga memiliki tugas sebagai seorang copywriter juga. Karena seorang content creator juga harus memikirkan semua komponen yang ada dalam iklan tersebut termasuk copy dalam iklan tersebut. Kata kunci : Content creator, media sosial, ikla
ANALISIS WASTE TIME DENGAN PENDEKATAN VALUE STREAM MAPPING DALAM RANGKA IMPOR PADA PT BAHARI CAHAYA RAYA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas yang bersifat waste time pada departemen impor di PT Bahari Cahaya Raya. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah lean service dengan pendekatan value stream mapping (VSM). Metode ini akan memudahkan dalam mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang bersifat waste time melalui current state mapping, menentukan poin-poin perbaikan dan mengusulkan perbaikan dengan menggambarkan value stream mapping. Hasil penelitian ini adalah menentukan Process Cycle Efficiency (PCE) sebagai ukuran kinerja dari suatu kondisi saat ini yang nilainya sebesar 4,83% dan kondisi yang diusulkan sebesar 30,21%. Usulan ini dilakukan dengan mereduksi dan menghilangkan beberapa time lag process sepanjang value stream. Adanya perbaikan proses tersebut menjadikan nilai PCE naik cukup signifikan dan telah memenuhi standart nilai PCE yang berlaku. Kata kunci : Waste time, Impor, Value Stream Mappin
KOMPARASI METODE PEMBUATAN KATODA LiFePO4/C UNTUK BATERAI ION LITIUM
Kebutuhan energi listrik di era jaman sekarang meningkat pesat. Hal ini selaras dengan peningkatan media penyimpanan energi listrik yang bersifat portabel yaitu baterai. Di pasaran internasional, baterai yang banyak diminati salah satunya adalah baterai ion litium. Jenis baterai ion litium yang paling ramah lingkungan yaitu baterai LiFePO4. Selain itu baterai LiFePO4 memiliki keunggulan yaitu stabilitas termal tinggi, harga bahan baku murah dibandingkan dengan material lain dan tidak mudah meledak. Material LiFePO4 dapat dibuat dengan metode co-precipitation dan metode solid state. Metode co-precipitation adalah metode fase cair-cair yang mereaksikan bahan baku menjadi produk dengan bantuan oksidator agar reaksi berjalan lebih cepat. Metode solid state adalah fase padat-padat yang direaksikan pada suhu tinggi dan tanpa pelarut. Pada penelitian ini kami membandingkan dua metode tersebut dalam membuat baterai LiFePO4. Berdasarkan analisa XRD puncak-puncak LiFePO4 telah terbentuk sesuai dengan JCPDS Card 083-2092, namun masih terbentuk Fe2O3 sebagai senyawa pengotor. Berdasarkan analisa SEM ukuran partikel LiFePO4 dengan metode co-precipitation berada pada rentang 0,32-1,32 μm dengan persebaran partikel paling banyak pada kelas 0,61 μm. Sedangkan hasil uji SEM metode solid state berada pada rentang 0,72-4,92 μm dengan persebaran partikel paling banyak pada kelas 0,72 μm. Berdasarkan uji analisa FTIR terbentuk ikatan H2O dan PO43- yang membuktikan bahwa material LiFePO4 telah terbentuk. Berdasarkan uji elektrokimia kapasitas keluaran awal metode co-precipitation lebih besar dibandingkan metode solid state dengan nilai 9,3 mAh/gram dan 2,5 mAh/gram
Lilin Aromaterapi dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis)
Buah Jeruk merupakan buah lokal yang sering ditemukan di Indonesia, khusunya kota Surakarta. Selama ini kulit jeruk manis (Citrus sinensis) belum sepenuhnya termanfaatkan dan menjadi limbah yang dibuang begitu saja. Sementara kulit dari buah jeruk manis memiliki kandungan yang bermanfaat seperti minyak atsiri. Metode yang digunakan dalam pengambilan minyak atsiri pada kulit jeruk manis yaitu metode distilasi uap cair. Proses distilasi dilakukan selama 3 jam. Distilat hasil distilasi dipisahkan antara campuran air dan minyak atsiri. Hasil yang diperoleh dari distilasi pada penelitian ini didapatkan volume minyak atsiri sebanyak 2,3 mL dengan berat sebesar 1,957 gram. Rendemen yang didapatkan sebesar 0,97 % dan densitas 0,771. Minyak atsiri kulit jeruk manis yang didapat ditambahkan pada lilin aromaterapi. Pembuatan lilin aromaterapi dari minyak atsiri kulit jeruk manis (Citrus sinensis) dengan bahan yaitu asam stearat dan parafin dengan perbandingan 1:3 sebanyak 25 gram dan 75 gram. Campuran asam stearat dan parafin diukur 40 mL kemudian ditambahkan pewarna orange 0,1 gram dan aroma minyak atsiri sebanyak 3 mL untuk sampel 1 dan 5 mL untuk sampel 2. Pegujian yang telah dilakukan meliputi pengujian tahan lama nyala lilin aromaterapi dan pengujian penerimaa produk dimasyarakat. Pada pengujian tahan lama nyala lilin, sampel 1 menyala selama 5 jam 20 menit sedangkan sampel 2 menyala selama 5 jam 55 menit. Pada pengujian penerimaan produk dimasyarakat dengan parameter uji aroma lebih banyak yang menyukai sampel 2 dikarenakan aroma minyak atsiri jeruk lebih menyengat dan terasa. Parameter uji bentuk dan warna nilai yang didapatkan lebih banyak yang menyukai karena membuat lilin aromaterapi tahan lama dan lebih menarik. Kulit jeruk manis (Citrus sinensis) mengandung minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan menjadi tambahan dalam pembuatan lilin aromaterapi karena memiliki aroma yang menyegarkan dan mempunyai aroma khas buah jeruk
ANALISIS PENGARUH KESADARAN FONOLOGI TERHADAP PENGENALAN HURUF MELALUI KARTU GAMBAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran fonologi terhadap pengenalan huruf melalui kartu gambar pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi experimental design dengan bentuk nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelompok A Taman Kanak-kanak pada gugus Aster. Sampel penelitian ini adalah kelompok A TK Warga yang terdiri dari 17 anak sebagai kelompok eksperimen sedangkan kelompok A TK Al Islam 7 yang terdiri dari 18 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengukur kemampuan mengenal huruf anak dan dokumentasi. Uji validitas instrumen menggunakan Validitas isi yang dihitung menggunakan Corrected Item- Total Correlation dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach’s dengan bantuan SPSS 15 for windows. Teknik analisis data menggunakan independent sample t test dan paired sample t test. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh dari kesadaran fonologi terhadap pengenalan huruf melalui kartu gambar pada anak usia 4-5 tahun. Media kartu gambar dapat meningkatkan kesadaran fonologi yang dimiliki oleh anak dalam pengenalan huruf sehingga anak dapat mengenali bunyi, nama serta bentuk huruf meliputi huruf b, c, d, j, t, dan p. Hasil analisis pada data pretest kelompok eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 15,18, sedangkan pada data posttest perolehan nilai rata-rata sebesar 20,88 sehingga memperoleh peningkatan sebesar 5,7. Hasil uji independent sample t test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal tersebut didasarkan pengambilan keputusan bahwa nilai signifikan ρ < 0,05 yang memiliki arti bahwa terdapat pengaruh yang dalam penggunaan kartu gambar dalam meningkatkan kesadaran fonologi terhadap pengenalan huruf pada anak usia 4-5 tahun. Kata Kunci : kesadaran fonologi, pengenalan huruf anak usia 4-5 tahun, kartu gamba