Sebelas Maret University

Sebelas Maret Institutional Repository
Not a member yet
    40799 research outputs found

    APLIKASI TUGAS HARIAN GURU PIKET SD DI SDN SUMBERSARI 01 KEC. SARADAN KAB. MADIUN

    Get PDF
    Perkembangan teknologi telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman yang lebih maju dan modern. Dan perkembangannya bisa dimanfaatkan di berbagai bidang, salah satunya adalah di bidang pendidikan. Di bidang pendidikan, tidak dapat dipisahkan dengan nama pengajaran dan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan antara Siswa dan Guru serta Kepala Sekolah yang berfungsi sebagai manajerial. Piket merupakan salah satu tugas tambahan seorang guru, di samping tugas pokok yang diemban di sekolah. Penugasan piket kepada guru ditetapkan berdasarkan surat keputusan (SK) kepala sekolah. SK Ini di kemudian hari, dapat dijadikan sebagai bukti fisik sah untuk memperoleh angka kredit jabatan guru. Biasanya, surat penugasan piket ini berlaku selama satu tahun pelajaran.Piket yang ditunjuk kepala sekolah tidak sendiri. Biasanya terdiri dua orang atau lebih yang mendapat jatah piket dalam satu hari. Namun demikian mengenai jumlah ini tergantung pada kondisi dan kebutuhan sekolah. Sekolah yang banyak siswa membutuhkan guru piket harian yang lebih banyak lagi. Keberadaan guru piket sangat penting di sekolah. Tamu yang datang ke sekolah harus melapor ke guru piket terlebih dulu, bukan kepada kepala sekolah. Tentunya hal ini berlaku pada sekolah yang belum mempunyai petugas pengaman sekolah. Secara umum, piket harian berfungsi untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar di sekolah dan dapat disimpulkan bahwa tugas guru piket harian sangat penting artinya dalam menciptakan kelancaran proses pendidikan di sekolah. Berdasarkan hal tersebut, penulis membangun sistem pengolah Piket Harian Guru menggunakan bahasa pemrograman PHP yang dapat berjalan pada berbagai platform sistem operasi, sedangkan database yang digunakan adalah MySql. Untuk itu aplikasi apapun dapat dijalankan untuk mengolah data siswa, guru dan data lainnya dan diharapkan dapat memenuhi kriteria sebagai sistem informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Kata kunci: Aplikasi, Sistem Informasi, Pengolahan, Jadwal Piket gur

    Kajian Terjemahan Kolokasi Nontaksonomi Nuklir Eksperiensial Dalam Tiga Versi Terjemahan Novel Pride and Prejudice

    Get PDF
    Disertasi ini mengupas kolokasi nontaksonomi nuklir eksperiensial yang ada dalam novel Pride and Prejudice dan mengkaji terjemahannya dalam tiga novel terjemahan berbahasa Indonesia. Penelitian yang berorientasi pada produk terjemahan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan tipologi kolokasi nontaksonomi nuklir eksperiensial yang ada dalam novel Pride and Prejudice karya Jane Austen serta mendeskripsikan dan menjelaskan tipologi kolokasi terjemahannya dalam tiga versi terjemahan novel tersebut dalam bahasa Indonesia; (2) mendeskripsikan dan menjelaskan ikatan kohesif kolokasi nontaksonomi nuklir eksperiensial yang ada dalam novel tersebut serta mendeskripsikan dan menjelaskan ikatan kohesif kolokasi terjemahannya dalam tiga versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia; (3) mendeskripsikan dan menjelaskan teknik-teknik yang ditemukan dalam terjemahan kolokasi nontaksonomi node verba dalam tiga versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia; (4) menjabarkan dan menjelaskan kualitas terjemahannya baik dari segi keakuratan, keberterimaan, maupun tingkat keterbacaan; (5) menyebutkan dan menjelaskan dampak penerapan teknik-teknik tersebut terhadap kualitas terjemahan baik dari segi keakuratan, keberterimaan maupun tingkat keterbacaan. Penelitian ini adalah penelitian terpancang studi kasus ganda; metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah novel Pride and Prejudice dan tiga versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Sumber data penelitian meliputi kejadian-kejadian yang melibatkan partisipan yang ada di dalam novel Pride and Prejudice dan yang ada dalam ketiga novel terjemahannya dan sumber data yang kedua adalah rater. Data penelitian ini dibagi atas data linguistik dan data penerjemahan. Data linguistik berupa kolokasi nontaksonomi nuklir eksperiensial yang ada dalam teks bahasa sumber dan terjemahannya dalam teks bahasa sasaran, sedangkan data penerjemahannya adalah teknik penerjemahan, kualitas terjemahan dan dampak teknik penerjemahan terhadap kualitas terjemahan. Teknik cuplikan yang digunakan adalah teknik cuplikan bertujuan dan teknik cuplikan bola salju. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik analisis isi dan focus group discussion (FGD). Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi metode. Triangulasi sumber meliputi dokumen dan rater, sedangkan triangulasi metode mencakup analisis isi dan FGD. Dalam menganalisis data, teknik yang diterapkan adalah analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan empat tipologi kolokasi TSu (ekstensi klausal, ekstensi verbal, enhansi klausal dan enhansi verbal), yang berikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, dipadankan ke dalam sembilan jenis tipologi kolokasi, yakni (1) kolokasi ekstensi klausal ikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, (2) kolokasi ekstensi klausal ikatan kohesif nonkanonik kuat, (3) kolokasi ekstensi verbal ikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, (4) kolokasi ekstensi verbal ikatan kohesif nonkanonik kuat, (5) kolokasi enhansi klausal ikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, (6) kolokasi enhansi klausal ikatan kohesif nonkanonik kuat, (7) kolokasi enhansi verbal ikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, (8) kolokasi enhansi verbal ikatan kohesif nonkanonik kuat, dan (9) nonkolokasi node verba. Hasil pemadanan kolokasi ini disebabkan oleh pengaplikasian teknik penerjemahan. Lima belas teknik penerjemahan yang diaplikasikan meliputi teknik adaptasi, amplifikasi (adisi), amplifikasi (eksplisitasi), deletion, generalisasi, harfiah, kesepadanan lazim, kompensasi, kreasi diskursif, modulasi, partikularisasi, peminjaman murni, reduksi, transposisi, dan variasi. Teknik penerjemahan yang mengakibatkan pergeseran kolokasi dari kanonik menjadi nonkanonik adalah teknik kesepadanan lazim, teknik kreasi diskursif, teknik amplifikasi (eksplisitasi), teknik harfiah, dan teknik modulasi. Teknik penerjemahan yang mengakibatkan nilai 3 baik pada keakuratan, keberterimaan maupun pada keterbacaan terjemahan adalah teknik kesepadanan lazim, modulasi, amplifikasi (eksplisitasi), peminjaman murni, adaptasi, generalisasi, dan teknik transposisi. Sementara itu, teknik yang menghasilkan terjemahan yang kurang akurat atau tidak akurat, kurang berterima dan tingkat keterbacaan tinggi atau sedang adalah teknik kreasi diskursif, harfiah, reduksi, generalisasi, dan teknik amplifikasi (adisi). Di sisi lain, teknik deletion mengakibatkan terjemahan menjadi tidak akurat, tidak berterima dan tingkat keterbacaan rendah. Penerapan teknik penerjemahan tersebut berimplikasi pada rerata kualitas terjemahan. Rerata kualitas terjemahan kolokasi TSa1 dari aspek keakuratan 2,55; aspek keberterimaan 2,5; dan aspek keterbacaan 2,97. Rerata kualitas terjemahan kolokasi TSa2 dari aspek keakuratan 2,5; keberterimaan 2,93; dan keterbacaan 2,97. Sementara itu, rerata TSa3 dari aspek keakuratan 2,31; keberterimaan 2,97 dan keterbacaan 2,97. Berdasarkan rerata tersebut terjemahan yang paling akurat adalah TSa1, lalu TSa2 dan TSa3. Terjemahan yang paling berterima adalah TSa3 kemudian TSa2 dan TSa1. Ketiga TSa memiliki derajat keterbacaan yang sama tinggi. Jika ditilik dari ketiga aspek kualitas terjemahan rerata TSa1 adalah 2,75; rerata TSa2 adalah 2,72; dan rerata TSa3 adalah 2,64. Ini berarti kualitas terjemahan TSa1, TSa2, dan TSa3 adalah baik Kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian ini adalah penerapan teknik penerjemahan memengaruhi bukan hanya kualitas terjemahan tetapi juga pergeseran tipologi dan ikatan kohesif kolokasi. Penggunaan teknik penerjemahan yang tidak dinamis dan tidak sesuai dengan fungsi penerjemahan menghasilkan terjemahan yang bernilai 2 atau 1 pada tiga aspek kualitas terjemahan. Kemunculan kolokasi nonkanonik berpengaruh terhadap rendahnya keberterimaan dan tingkat keterbacaan terjemaha

    Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor Kelas XI dengan Model Cipp (Context, Input, Process, Product) di SMK Negeri Ngargoyoso

    Get PDF
    ABSTRAK Nina Intan Saputri. EVALUASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN SEPEDA MOTOR KELAS XI DENGAN MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT) DI SMK NEGERI NGARGOYOSO. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor di SMK Negeri Ngargoyoso. Evaluasi adalah suatu proses untuk mengumpulkan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Evaluasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu evaluasi model CIPP (context, input, process, product), yang meliputi: (1) Konteks: latar belakang pembelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor; (2) masukan: sumber daya manusia (guru dan siswa), kurikulum, bahan pembelajaran, dan sarana prasarana belajar; (3) proses: pelaksanaan pembelajaran di kelas dan praktik di bengkel,penggunaan media pembelajaran; (4) hasil: Nilai akhir siswa pada pembelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor kelas XI semester genap. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri Ngargoyoso. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif evaluatif. Sampel penelitian ini adalah kelas XI A, B, dan C yang berjumlah 97 siswa dan 4 guru pemeliharaan mesin sepeda motor. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas permukaan dimana validasi dilakukan oleh ahli. Uji coba instrumen penelitian dilakukan pada kelas XI D yang berjumlah 31 siswa, pengujian kuisioner menggunakan SPSS. Analisis data menggunakan perhitungan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan: (1) evaluasi terhadap context (konteks) pelaksanaan pembelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor kelas XI yang meliputi latar belakang program sudah tergolong baik; (2) evaluasi terhadap input (masukan) pelaksanaan pembelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor kelas XI tergolong baik, aspek masukan meliputi: sumber daya manusia, kurikulum, sumber pembelajaran, dan sarana prasarana; (3) evaluasi terhadap process (proses) pelaksanaan pembelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor kelas XI yang meliputi proses pelaksanaan pembelajaran di kelas dan bengkel sudah tergolong baik, namun pada aspek media pembelajaran yang digunakan tergolong cukup sehingga perlu ditingkatkan lagi. (4) Evaluasi product (produk) pelaksanaan pembelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor kelas XI tergolong baik, aspek produk yaitu nilai akhir siswa. Kata kunci: evaluasi, pemeliharaan mesin sepeda motor, model CIP

    Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kebakkramat Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Ela Ulfiana. 2019. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kebakkramat Tahun Pelajaran 2018/2019. Tesis. Pembimbing: Dr. Mardiyana, M.Si. Kopembimbing: Dr. Triyanto, M.Si. Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk: 1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari gaya belajar visual, auditori, kinestetik, dan gabungan dari kedua gaya belajar pada materi segitiga di SMP Negeri 2 Kebakkramat; 2) mengetahui faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa pada materi segitiga kelas VII SMP Negeri 2 Kebakkramat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri atas 10 siswa dari kelas VIII E SMP Negeri 2 Kebakkramat. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil tes angket gaya belajar. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode perekaman, observasi, tes, dan wawancara. Validasi data dilakukan dengan triangulasi metode, data valid dianalisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan berpikir kritis matematika siswa ditinjau dari gaya belajar pada materi bangun datar kelas VII SMP Negeri 2 Kebakkramat, yaitu siswa gaya belajar visual memenuhi kemampuan berpikir kritis matematika untuk permasalahan luas dan keliling segitiga mencapai lebih dari sama dengan indikator 5 siswa tidak kesulitan dalam menentukan strategi yang harus digunakan untuk menyelesaikan soal. Siswa gaya belajar auditorial memenuhi kemampuan berpikir kritis matematika untuk permasalahan luas segitiga mencapai lebih dari sama dengan indikator 5 siswa tidak kesulitan dalam menentukan strategi yang harus digunakan untuk menyelesaikan soal dan permasalahan keliling segitiga mencapai kurang dari indikator 5 siswa kesulitan dalam menentukan strategi yang harus digunakan untuk menyelesaikan soal. Siswa gaya belajar kinestetik memenuhi kemampuan berpikir kritis matematika untuk permasalahan luas dan keliling segitiga mencapai lebih dari sama dengan indikator 5 siswa tidak kesulitan dalam menentukan strategi yang harus digunakan untuk menyelesaikan soal. Siswa gaya belajar visual-kinestetik memenuhi kemampuan berpikir kritis matematika untuk permasalahan luas dan keliling segitiga mencapai kurang dari indikator 5 siswa kesulitan dalam menentukan strategi yang harus digunakan untuk menyelesaikan soal. siswa gaya belajar visual-auditorial memenuhi kemampuan berpikir kritis matematika untuk permasalahan luas segitiga mencapai lebih dari samadengan indikator 5 siswa tidak kesulitan dalam menentukan strategi yang harus digunakan untuk menyelesaikan soal dan permasalahan keliling segitiga mencapai kurang dari indikator 5 siswa kesulitan dalam menentukan strategi yang harus digunakan untuk menyelesaikan soal; 2) faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir kritis matematika siswa pada materi bangun datar kelas VII SMP Negeri 2 Kebakkramat, yaitu gaya belajar, siswa belum terbiasa menjumpai masalah yang memuat kemampuan berpikir kritis matematika, dan kurangnya mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematika dalam penyampaian materi di kelas oleh guru. Kata kunci : kemampuan berpikir kritis matematika, gaya belajar, bangun data

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON DI KELAS X MIPA 9 SMA NEGERI 1 SURAKARTA

    Get PDF
    Zainal Arifin. K2315067. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON DI KELAS X MIPA 9 SMA NEGERI 1 SURAKARTA . Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Maret 2019. Penelitian ini bertujuan untuk: meningkatkan kompetensi literasi sains siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 1 Surakarta Tahun Pelajaran pada materi hukum Newton melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 34 siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 1 Surakarta semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019. Data kompetensi literasi sains berupa aspek mengidentifikasi isu-isu ilmiah (identifying scientific issues), aspek menjelaskan fenomena ilmiah (explaining phenomena scientifically), dan aspek menggunakan bukti ilmiah (using scientific evidence) dikumpulkan dengan menggunakan observasi kompetensi literasi sains sementara data kognitif siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes. Tindakan dalam penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek kemampuan literasi sains siswa. Aspek mengidentifikasi isu-isu ilmiah pada prasiklus sebesar 19,85 %; siklus 1 sebesar 48,08 % dan siklus 2 sebesar 81,45 %. Hasil aspek menjelaskan fenomena ilmiah pada prasiklus sebesar 0 %; siklus 1 sebesar 54,67 %; dan siklus 2 sebesar 84,30 %. Hasil aspek menggunakan bukti ilmiah pada prasiklus sebesar 0 %; siklus 1 sebesar 47,24 %; dan siklus 2 sebesar 81,45 %. Sementara hasil kognitif siswa yang tuntas pada prasiklus sebesar 41,10 %; siklus 1 sebesar 70,60 %; dan siklus 2 sebesar 100 %. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Inkuiri Terbimbing pada pembelajaran Fisika dapat meningkatkan kompetensi literasi sains siswa. Kata kunci: Penelitian tindakan kelas, literasi sains, model Inkuiri Terbimbing

    TELAAH KEWENANGAN PENGUJIAN UNDANG UNDANG OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA DALAM MELAKUKAN PERLINDUNGAN HAK MEMILIH DAN DIPILIH DI INDONESIA (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA TERKAIT HAK MEMILIH DAN DIPILIH TAHUN 2003-2018)

    Get PDF
    Penelitian ini mendeskripsikan dan mengkaji permasalahan, pertama apa korelasi kewenangan pengujian undang-undang oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dengan perlindungan hak memilih dan dipilih. Kedua, bagaimana Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia melalui putusan-putusannya tahun 2003-2018 memberikan perlindungan terhadap hak memilih dan dipilih. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif bersifat preskriptif. Jenis bahan hukum yaitu primer, sekunder, tersier. Teknik pengumpulan Bahan hukum yang digunakan adalah studi kepustakaan, instrumen penelitian berupa Putusan Mahkamah Konstitusi yang dikabulkan Tahun 2003-2018 dan teori konstitusi dan perlindungan hak memilih dan dipilih, selanjutnya teknis analisis yang digunakan adalah metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan pengujian undang- undang terhadap Undang- Undang Dasar yang dimiliki oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia berkorelasi positif dengan hak memilih dan dipilih. Hak memilih dan dipilih sebagai bentuk konkret demokrasi prosedural yang dijamin oleh konstitusi harus mendapat perlindungan terutama oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang merupakan penjaga dan pengawal konstitusi serta nilai-nilai demokrasi. Putusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat erga omnes menjadi salah satu bentuk check and balances bagi berjalannya suatu pemerintahan, serta berimplikasi pada sifat kehati-hatian bagi legislatif. Putusan Mahkamah Konstitusi yang dikabulkan sejak tahun 2003-2018 menunjukkan eksistensi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang memberikan perlindungan terhadap hak memilih. Namun dalam konteks hak dipilih MK RI cenderung tidak memperhatikan kondisi demokrasi yang ada di indonesia dan memaknai sempit bentuk diskriminasi. Sehingga diharapkan Mahkamah Konstitusi konsisten untuk senantiasa melindungi hak memilih, dan menggunakkan pertimbangan demokrasi pada hak dipilih

    Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Terhadap Pekerja di PT Dan Liris Sukoharjo

    Get PDF
    Pelaksanaan dan hambatan yang dihadapi PT Dan Liris Sukoharjo dalam menyelenggarakan Program Jaminan Sosial oleh BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

    DETERMINAN PERILAKU SEKS YANG AMAN UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS DI KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    DETERMINAN PERILAKU SEKS YANG AMAN UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS DI KOTA SURAKARTA Syarifah1), Argyo Demartoto2), Ruben Dharmawan3) 1)Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret 2) Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sebelas Maret 3)Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang kini menjadi isu global karena menjadi pintu gerbang penularan HIV. Wanita pekerja seks (WPS) memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan IMS serta HIV/AIDS karena perilaku seks yang tidak aman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan perilaku seks yang aman untuk pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks di Kota Surakarta. Subjek dan Metode: Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota surakarta pada bulan Desember 2017 hingga Januari 2018. Besar sampel 105 subjek, dengan menggunakan fixed disease sampling. Variabel dependen yaitu perilaku seks yang aman. Variabel independen yaitu persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, persepsi ancaman, cues to action dan efikasi diri. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis jalur menggunakan SPPS AMOS 20. Hasil: Perilaku seks yang aman meningkat dengan persepsi ancaman yang kuat (b=0,191, SE=0.05, p=0.03), efikasi diri yang tinggi (b=0.35, SE=0.12, p <0.001), persepsi manfaat yang besar (b=0.29, SE= 0.05, p=0.002). Perilaku seks yang aman akan menurun dengan persepsi hambatan yang tinggi (b=-0.29, SE=0.06, p=0.002). Persepsi keseriusan, persepsi hambatan dan cues to action meningkatkan perilaku seks yang aman melalui persepsi ancaman. Kesimpulan: Perilaku seks yang aman dipengaruhi secara positif oleh persepsi manfaat, persepsi ancaman dan efikasi diri. Perilaku seks yang aman dipengaruhi secara negatif oleh persepsi hambatan. Persepsi keseriusan, persepsi hambatan dan cues to action mempengaruhi secara tidak langsung perilaku seks yang aman melalui persepsi ancaman. Kata Kunci: Perilaku Seks, Seks aman, IMS, WPS Correspondence: Syarifah. Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36 A, Surakarta 57126, Central Java. Email : [email protected]

    KONDISI SOSIAL PENYAIR DALAM TEKS SYAIR ١٩٩٩ KARYA ACHMAD MATHAR (KAJIAN STRATA NORMA ROMAN INGARDEN)

    Get PDF
    ABSTRAK Ikhti Nur Halimah. B0515016. Kondisi Sosial Penyair Dalam Teks Syair ١٩٩٩ Karya Achmad Mathar (Kajian Strata Norma Roman Ingarden). Skripsi: Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini membahas struktur teks dan kondisi sosial penyair dalam teks syair ١٩٩٩ karya Achmad Mathar, yang bertujuan untuk menguraikan, mendeskripsikan struktur teks, dan kondisi sosial penyair dalam teks syair tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menguraikan data-data berbentuk teks yang mengandung kata, frasa, maupun bait. Data-data tersebut dianalisis menggunakan teori strata norma Roman Ingarden dan teori solipsisme. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa struktur teks dalam teks syair ١٩٩٩ karya Achmad Mathar memiliki lima lapis yakni lapis bunyi, lapis arti, lapis hal-hal yang dikemukakan, lapis dunia, dan lapis metafisis. Kelima lapis strata tersebut menimbulkan kesan pembacaan dan makna mendalam yang dapat membangkitkan semangat juang untuk mencapai kemerdekaan. Adapun kondisi sosial penyair diungkapkan melalui dua fenomena yang saling berkaitan dengan penyair. Fenomena tersebut yakni: peristiwa hidup Saddam Hussein dan kartun Hanzhala karya Nājī al-‘Alī. Keduanya memiliki cita-cita mulia untuk membebaskan Timur Tengah dari pengaruh kepentingan dunia Barat dan sekutunya. Kata kunci: Syair Achmad Mathar, Teks Syair ١٩٩٩, Kondisi Sosial

    ANALISIS TINDAKAN SCORCHED-EARTH POLICY (TAKTIK BUMI HANGUS) OLEH JUNTA MILITER MYANMAR TERHADAP SUKU ROHINGYA DI RAKHINE MENURUT HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan taktik bumi hangus oleh Junta Militer Myanmar terhadap Suku Rohingya di Rakhine dalam kurun waktu September 2016-2017, dan akibat hukum dari penggunaan taktik tersebut berdasarkan Hukum Humaniter Internasional. Penelitian hukum ini termasuk dalam penelitian hukum normative bersifat preskriptif. Bahan hukum penelitian ini menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Bahan hukum tersebut dikumpulkan melalui metode studi kepustakaan dan dokumen, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik deduksi berdasarkan metode penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan taktik bumi hangus yang digunakan oleh Junta Militer Myanmar terhadap Suku Rohingya di Rakhine, merupakan suatu tindakan yang melanggar Hukum Humaniter Internasional. Pelanggaran pertama adalah bahwa Hukum Humaniter Internasional melarang penggunaan taktik bumi hangus saat konflik terjadi. Pelanggaran kedua adalah bahwa sasaran yang diserang oleh Junta Militer Myanmar merupakan penduduk sipil. Pelanggaran ketiga adalah bahwa dibalik tindakan taktik bumi hangus tersebut, ada indikasi kuat bahwa Junta Militer Myanmar juga melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap Suku Rohingnya, dugaan melakukan pengusiran atau deportasi paksa, pembunuhan secara sistematis, pemerkosaan atau penghamilan paksa telah dilakukan oleh Junta Militer Myanmar. Sehingga Myanmar melanggar dua ketentuan Hukum Humaniter Internasional, yaitu Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa 1977 dan Statuta Roma 1998, yang berakibat hukum Myanmar harus diadili oleh Mahkamah Pidana Internasional

    40,495

    full texts

    40,799

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sebelas Maret Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇