40799 research outputs found
Sort by
PRARANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI DISTILAT ASAM LEMAK MINYAK SAWIT (DALMS) DENGAN KATALIS ASAM SULFAT KAPASITAS 86.000 TON/ TAHUN
Anisa Raditya Nurohmah, Rosana Budi Setyawati, 2019, Prarancangan Pabrik Biodiesel dari Distilat Asam Lemak Minyak Sawit (DALMS) dengan Katalis Asam Sulfat Kapasitas 86.000 Ton/Tahun, Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta Fatty Acid Methyl Ester (FAME) merupakan komponen utama dalam biodiesel. Biodiesel dapat mengurangi jumlah bahan bakar fosil yang digunakan sehingga lebih ramah lingkungan. Bahan baku yang digunakan adalah Distilat Asam Lemak Minyak Sawit (DALMS) yang merupakan hasil samping proses pemurnian minyak sawit yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Pabrik didirikan di Simalungun, Sumatera Utara dengan pertimbangan sumber bahan baku, pasar, dan utilitas. Pabrik yang didirikan berkapasitas 86.000 ton/tahun yang membutuhkan bahan baku DALMS sebanyak 85.846 ton/tahun, methanol sebanyak 10.540 ton/tahun, asam sulfat sebanyak 1.833 ton/tahun, NaOH sebanyak 4892 ton/tahun, dan air sebanyak 52.823 ton/tahun. Limbah yang dihasilkan berupa air yang mengandung sabun dan garam sebanyak 69.815 ton/tahun. Produk FAME dihasilkan dari reaksi esterifikasi asam-asam lemak dan trigliserida dengan methanol menggunakan katalis asam sulfat. Bahan baku DALMS dilelehkan dalam melter sebelum disimpan. Reaktor yang digunakan adalah 3 buah reaktor alir tangki berpengaduk yang disusun seri yang beroperasi pada tekanan 1 bar dan temperatur 65oC dengan konversi akhir 94,4%. Produk keluar reaktor kemudian masuk ke dalam menara destilasi untuk memisahkan methanol dari senyawa lain. Produk atas menara distilasi yang merupakan methanol dengan impuritas air dialirkan kembali sebagai recycle umpan reaktor. Hasil bawah menara distilasi dialirkan ke netralizer untuk menetralkan asam sulfat dan sisa asam lemak. Hasil netralizer mengalami washing di dalam mixing tank. Kemudian keluaran mixing tank dialirkan ke dekanter untuk memisahkan produk FAME. Sementara, fraksi berat dari dekanter berupa campuran air, sisa methanol, Na2SO4, NaOH, RCOONa, dan gliserol akan diproses di Unit Pengolahan Limbah. Utilitas terdiri dari unit penyediaan air untuk konsumsi sebanyak 209.880 ton/tahun, saturated steam sebanyak 76.625 ton/tahun (P = 40 psi, T = 130oC), refrigerant sebanyak 788 ton/tahun, air pendingin sebanyak 2.907.066 ton/tahun, air proses sebanyak 52.853 ton/tahun, udara tekan sebanyak 1.354.320 m3/tahun, tenaga listrik sebesar 23.687,6 MWh, bahan bakar batubara sebanyak 10.723 ton/tahun, bahan bakar IDO sebanyak 409.968 L/tahun,dan unit pengolahan limbah. Terdapat tiga buah laboratorium, yaitu laboratorium fisik, laboratorium analitik, dan laboratorium penelitian dan pengembangan. Bentuk perusahaan adalah PT (Perseroan Terbatas), struktur organisasi adalah line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non shift. Pabrik beroperasi selama 24 jam per hari dan 300 hari per tahun. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 250 orang. Hasil analisa ekonomi terhadap prarancangan pabrik biodiesel diperoleh total investasi sebesar Rp 430.565.923.160,12/tahun dan total biaya produksi Rp 620.544.888.789,01/tahun dengan harga DALMS Rp 4.557.496,00/ton, methanol Rp 5.317.078,00/ton, H2SO4 Rp 1.519.165,00/ton, dan NaOH Rp 3.861.214,84/ton. Hasil analisa kelayakan menunjukkan ROI sebelum pajak 49,00% dan setelah pajak 39,20%. POT sebelum pajak 1, 7 tahun dan setelah pajak 2 tahun, BEP 45,55%, SDP 31,98%, dan DCF sebesar 23,42%. Berdasar analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik biodiesel dengan kapasitas 86.000 ton/tahun layak dipertimbangkan untuk direalisasikan pembangunannya
Perancangan Instalasi dan Iluminasi pada Gedung Diklat PT Jasa Raharja untuk Meningkatkan Kualitas Penerangan dan Efisiensi Energi
Membangun sebuah gedung diperlukan suplai daya listrik untuk mendukung peralatan-peralatan di dalam gedung tersebut. Daya pada bangunan gedung PT Jasa Raharja mencapai 564,363 kVA dengan menggunakan transformator dan generator set 400 kVA dengan back up 70%. Oleh karena itu, diperlukan pendistribusian yang sesuai ketentuan dimulai dari Gardu Tegangan Menengah PLN, Panel Tegangan Menengah Sisi Konsumen, Transformator Distribusi Step Down, Generator Set, Panel Utama Tegangan Rendah dan Panel Sub Distribusi. Penelitian ini dilakukan untuk memaksimalkan pemanfataan energi yang menganalisis khusus untuk kualitas sistem pencahayaan dengan studi kasus perencanaan gedung Diklat PT Jasa Raharja pada kamar tidur dan toilet kamar tidur yang memiliki penggunaan daya terbesar pada bangunan dengan metode perhitungan numeris dengan standar acuan studi Standar Nasional Indonesia (SNI), simulasi perencanaan PT Yodya Karya selaku konsultan kontruksi menggunakan software DIALux, dan simulasi rekomendasi menggunakan software DIALux. Berdasarkan hasil penelitian, nilai iluminasi rata-rata kamar tidur perencanaan dengan perhitungan numeris 86,66667 lux, dan simulasi 98,8 lux dengan nilai baku mutu SNI 185 lux. Nilai iluminasi rata-rata kamar tidur rekomendasi dengan perhitungan numeris 184,1666667 lux, dan simulasi 316 lux dengan nilai baku SNI 185 lux. Nilai iluminasi rata-rata toilet kamar tidur perencanaan dengan perhitungan numeris 67,6 lux, dan simulasi 55,5 lux dengan nilai baku mutu SNI 250 lux. Nilai iluminasi rata-rata toilet kamar tidur rekomendasi dengan perhitungan numeris 171,6 lux, dan simulasi 123 lux dengan nilai baku SNI 250 lux
Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Material Air Filter Berbahan Baku Ampas Aren, Kulit Durian, dan Sekam Padi Terhadap Emisi Gas Buang pada Selang Peredam Knalpot di Bengkel
Dana Miftahur Rosyad. K2514020. STUDI EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI MATERIAL AIR FILTER BERBAHAN BAKU AMPAS AREN, KULIT DURIAN DAN SEKAM PADI TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA SELANG PEREDAM KNALPOT DI BENGKEL. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Iilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya pengaruh penggunaan filter udara dengan bahan baku ampas aren, kulit durian dan sekam padi terhadap gas buang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Variasi jenis bahan filter yang digunakan adalah ampas aren, kulit durian dan sekam padi. Sampel penelitian ini adalah filter berbahan ampas aren, kulit durian, dan sekam padi yang diuji untuk menurunkan emisi gas buang motor Honda Supra X 125cc dengan sistem pembakaran karburator pada menit ke 5, 15, 30, 45, dan 60 menggunakan dengan alat ukur gas analyzer merk QROTECH tipe QRO-401. Pengumpulan data dilakukan dengan menghitung kemampuan rata-rata 3 filter tersebut untuk mereduksi emisi gas buang (CO, HC, CO₂, dan O₂). Analisis data menggunakan uji komparasi hasil emisi gas buang antar bahan filter. Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, apabila suhu mesin motor semakin tinggi pada kondisi tanpa filter maka emisi gas buang CO meningkat, HC menurun, CO₂ stagnan/ naik turun sedikit dan O₂ menurun. Kedua, filter ampas aren dapat mereduksi (menurunkan) emisi gas buang CO 2,8% tetapi tidak mereduksi (meningkatkan) emisi gas buang HC 6%, CO₂ 16%, O₂ 4,5%, dan penggunaan filter ini meningkatkan suhu mesin 0,22%. Ketiga,filter kulit durian dapat mereduksi (menurunkan) emisi gas buang HC 10%, O₂ 5,9%, CO₂ 2,18% tetapi tidak mereduksi (meningkatkan) emisi gas buang CO 13,27% dan penggunaan filter ini menurunkan suhu mesin 0,16%. Keempat, filter sekam padi dapat mereduksi (menurunkan) emisi gas buang CO 19,9%, CO₂ 5%, HC 2% tetapi dapat memperkaya emisi gas buang O₂ 5% dan penggunaan filter ini meningkatkan suhu mesin 1,13%. Kata kunci: filter udara, emisi gas buang, ampas aren, kulit durian dan sekam padi
Hubungan antara Kurangnya Perhatian Keluarga dan Bermain Game Online dengan Tingkat Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas XI SMA N 1 Purbalingga
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) hubungan antara kurangnya perhatian keluarga dengan kedisiplinan siswa, (2) hubungan antara bermain game online dengan kedisiplinan belajar siswa, (3) hubungan antara kurangnya perhatian keluarga dan bermain game online dengan kedisiplinan belajar siswa. Penelitian ini mengambil lokasi di SMA Negeri 1 Purbalingga. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan cluster sampling. Teknik analisi data yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear berganda. Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan hipotesis pertama “Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kurangnya perhatian keluarga dengan tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas XI SMA N 1 Purbalingga, diterima”. Hal ini dapat dilihat dari analisis data yang menunjukkan nilai (r) sebesar 0,972 dan (p) = 0,000. Hipotesis kedua “Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara bermain game online dengan tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas XI SMA N 1 Purbalingga, diterima”. Hal ini dapat dilihat dari analisis data yang menunjukkan nilai (r) sebesar 0,892 dan (p) = 0,000. Hipotesis ketiga “Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kurangnya perhatian keluarga dan bermain game online dengan tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas XI SMA N 1 Purbalingga, diterima”. Hal ini dapat dilihat dari analisis data yang menunjukkan nilai (p) = 0,000
Strategi Aisyiyah Pimpinan Cabang Karanganyar Dalam Pemberdayaan Perempuan Sebagai Usaha Pemenuhan Hak Ekonomi Warga Negara
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui Strategi Aisyiyah Pimpinan Cabang Karanganyar dalam pemberdayaan perempuan di Kabupaten Karanganyar sebagai usaha pemenuhan hak ekonomi warga negara (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat yang dialami Aisyiyah Pimpinan Cabang Karanganyar dalam pemberdayaan perempuan sebagai usaha menjalankan strategi pemenuhan hak ekonomi warga negara. Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti yaitu pendekatan deksriptif kualitatif dengan penelitian analisis dokumen/isi. Sumber data diperoleh dari informan, tempat, peristiwa dan dokumen. Pengambilan subjek penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Guna memperoleh validitas data digunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Sajian data,4) Pengambilan Kesimpulan. Adapun prosedur penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Persiapan, 2) pengumpulan data, 3) analisis data, 4) penyusunan laporan penelitian Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Strategi Aisyiyah Pimpinan Cabang Karanganyar dalam pemberdayaan perempuan sebagai usaha pemenuhan hak ekonomi perempuan pada anggotanya belum pada tingkat keberhasilan yang maximal. Pada indikator keberhasilan program masih terdapat kendala beberapa yang belum tercapai seperti keikutsertaan anggota yang masih kurang, tidak ikut sertanya anggota dalam kegiatan hingga rangkaian program selesai (2) Faktor pendukung strategi Aisyiyah pimpinan cabang Karanganyar yaitu adanya perhatian khusus tentang pemberdayaan terhadap perempuan guna terpenuhinya hak ekonomi perempuan, kerjasama atau hubungan baik dengan instansi lain dalam hal pemberdayaan perempuan. Adapun faktor penghambat dalam strategi Aisyiyah ini yaitu SDM yang belum siap, kurangnya jumlah pengurus yang aktif, dan belum ada sumber dana mandir
KAJIAN ATAS NOVUM DAN KEKHILAFAN ATAU KEKELIRUAN YANG NYATA SEBAGAI ALASAN PENINJAUAN KEMBALI YANG DIKABULKAN OLEH MAHKAMAH AGUNG (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 96 PK/pid/2016)
Peninjauan kembali adalah upaya hukum terakhir yang diajukan oleh terpidana atau ahli warisnya. Namun dalam praktik peradilan pidana di Indonesia, upaya hukum peninjauan kembali dapat diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Hal ini dikarenakan di dalam Pasal 263 ayat (1) KUHAP tidak mengatur larangan mengenai Jaksa Penuntut Umum untuk mengajukan peninjauan kembali. Dalam beberapa Putusan Mahkamah Agung diperbolehkan bagi Jaksa Penuntut Umum untuk mengajukan peninjauan kembali. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa alasan ahli waris yang didampingi penasihat hukum mengajukan peninjauan kembali atas putusan hukuman mati di Pengadilan Negeri Gunung Sitoli No.07/Pid.B/2013/PN.GS tanggal 21 Mei 2013. Penelitian ini dibuat berdasarkan penelitian normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan komparatif dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli waris yang didampingi penasihat hukum mengajukan peninjauan kembali dikarenakan adanya bukti baru yang menentukan (novum) terdapat kekhilafan hakim di Pengadilan Negeri Gunung Sitoli. Agar terjaminnya kepastian dan keadilan di dalam Hukum Acara Pidana, maka perlu memperhatikan hak-hak terpidana. Peninjauan kembali sepatutnya lebih mengutamakan kepentingan terpidana namun tanpa mengesampingkan kepentingan umum, oleh karena itu perlu diformulasikan peninjauan kembali demi hukum
Experimentation of Thinking Aloud Pairs Problem Solving, Two Stay Two Stray, and Discovery Learning Models in Matemathics Learning Achievement and Mathematics Disposition viewed by Adversity Quotient of Vocational High School Students in Gunungkidul Regency, Yogyakarta
This study aims to find out: (1) which results in better mathematics learning achievement, students who are subject to the TAPPS, TSTS or DL model, (2) which mathematics dispositions of students are better, students who are subject to the TAPPS, TSTS or DL models, (3 ) which learning achievement is better, AQ students climbers, campers, or quitters, (4) which student mathematics dispositions are better, AQ students climbers, campers, or quitters, (5) on each learning model, which learning achievement is better , AQ type climbers, campers, or quitters, (6) on each learning model, which mathematics dispositions are better students, students with AQ types of climbers, campers, or quitters, (7) in each AQ category, which learning achievement is better, the TAPPS, TSTS or DL model, (8) in each AQ category, which student disposition of mathematics is better, TAPPS, TSTS or DL models. This research is a Quasi experimental 3 × 3 factorial design. The population of this research is all students of class tenth Vocational High School in Gunungkidul Regency. The sampling technique in this study was stratified cluster random sampling resulting in three schools. Data collection techniques were carried out using the documentation method, mathematics learning achievement tests, mathematics disposition questionnaires and AQ. Data analysis techniques using MANOVA analysis of two cell paths are not the same. The next analysis was carried out further tests after MANOVA with two-way ANAVA cells not the same in each of the dependent variables. This study also carried out further post-ANAVA tests using the Scheffe method to find out which differences in the effect were significant on the dependent variable. Based on the results of the study, it was concluded that: (1) the TSTS model produced better mathematics learning achievement than the TAPPS and DL models, and the TAPPS model produced better learning achievement than the DL model. (2) The TSTS model produces mathematics dispositions as well as the TAPPS model. The TSTS model produces mathematics dispositions better than the DL model, and the TAPPS model produces mathematics dispositions as well as the DL model. (3) AQ climbers students have better mathematics learning achievement than AQ campers and quitters, and students with AQ campers have better learning achievement than AQ quitters students. (4) AQ climbers students produce mathematics dispositions as well as AQ campers. AQ climbers students produce mathematics dispositions better than AQ quitters students, and AQ campers students produce mathematics dispositions as well as AQ quitters. (5a) In the TSTS model, the learning achievement of AQ climbers students is as good as AQ campers and quitters. (5b) In the TAPPS model, the learning achievement of AQ climbers students is as good as AQ campers students, and the learning achievement of AQ climbers students is better than AQ quitters students, and AQ campers student achievement is as good as AQ quitters students. (5c) In the DL model, AQ climbers student achievement is as good as AQ campers students, and AQ climbers student achievement is better than AQ quitters students, and AQ campers student achievement is better than AQ quitters students. (6a) In the TSTS model, AQ climbers students have a mathematics disposition as well as AQ campers students. AQ climbers have better mathematics dispositions with AQ quitters students, and AQ campers students have a mathematics disposition as well as AQ quitters students. (6b) In the TAPPS model, AQ climbers students have a mathematics disposition as well as AQ campers students. AQ climbers have better mathematics dispositions with AQ quitters students, and AQ campers students have a mathematics disposition as well as AQ quitters students. (6c) In the DL model, AQ climbers students have a mathematics disposition as well as AQ campers students. AQ climbers have better mathematics dispositions with AQ quitters students, and AQ campers students have a mathematics disposition as well as AQ quitters students. (7a) In AQ climbers students, the TSTS model produces mathematics learning achievement as well as the TAPPS model. The TSTS model produces better learning achievement than the DL model, and the TAPPS model produces learning achievement as well as the DL model. (7b) In AQ campers students, the TSTS model produces math achievement as well as TAPPS and DL models. (7c) In AQ quitters students, the TSTS model produces mathematics learning achievement as well as the TAPPS model. The TSTS model produces better learning achievement than the DL model, and the TAPPS model produces learning achievement as well as the DL model. (8a) In AQ climbers students, the TSTS model produces mathematics dispositions as well as students subject to the TAPPS model. The TSTS model produces mathematics dispositions better than students subjected to the DL model, and the TAPPS model produces mathematics dispositions as well as students subject to the DL model. (8b) In AQ campers students, the TSTS model produces mathematics dispositions as well as students subject to the TAPPS model. The TSTS model produces mathematics dispositions better than students subject to the DL model, and the TAPPS model produces mathematics dispositions as well as students subject to the DL model. (8c) In AQ quitters students, the TSTS model produces mathematics dispositions as well as students subject to the TAPPS model. The TSTS model produces mathematics dispositions better than students subject to the DL model, and the TAPPS model produces mathematics dispositions as well as students subject to the DL model
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TATA TERTIB SEKOLAH TERINTEGRASI SMS GATEWAY DI SMK NEGERI 5 SURAKARTA
Mochammad Badru Zaman. K3513039. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TATA TERTIB SEKOLAH TERINTEGRASI SMS GATEWAY DI SMK NEGERI 5 SURAKARTA. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. January 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem informasi tata tertib sekolah terintegrasi SMS Gateway di SMK Negeri 5 Surakarta yang dapat digunakan untuk mengelola data catatan pelanggaran serta menguji kualitas menggunakan ISO 9126 berdasarkan aspek fungsionalitas dan usabilitas dari sistem informasi yang dikembangkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 5 Surakarta. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode dokumentasi, metode literature atau kepustakaan serta metode angket atau kuisioner. Hasil dari penelitian ini adalah Sistem Informasi Tata Tertib Sekolah Terintegrasi Sms Gateway yang dapat menyimpan data catatan pelanggaaran Siswa serta memberikan informasi kepada Wali Siswa. Selain itu sistem informasi ini juga dapat menghasilkan berkas dokumen catatan pelanggaran siswa dalam bentuk pdf yang dapat dijadikan acuan untuk memberikan nilai sikap siswa. Hasil pengujian sistem menunjukan bahwa produk Sistem Informasi Tata tertib Terintegrasi SMS Gateway berdasarkan aspek fungsionalitas dan usabilitas sistem melalui kuisioner yang dilakukan, didapatkan nilai akhir dari uji fungsionalitas sistem informasi sebesar 81,4%, yang didapatkan dari Ahli Sistem Informasi sebesar 83,7%, Ahli Substansi sebesar 80% , dari Penggua Guru BK & Kesiswaan sebesar 81,1%, dan dari pengguna Warga Sekolah sebesar 80,9% , sedangkan berdasarkan aspek usabilitas didapatkan nilai akhir sistem informasi sebesar 87,4%, yang didapatkan dari Ahli Sistem Informasi sebesar 96,6%, Ahli Substansi sebesar 85% , dari Penggua Guru BK & Kesiswaan sebesar 86,2%, dan dari pengguna Warga Sekolah sebesar 82,1%
Tanggapan Pembaca Terhadap Teks Drama Ahlul Kahfi Karya Taufik Al-Hakim
ABSTRAK Panggih Bestya Nadhira, C1012037, 2019. Tanggapan Pembaca Terhadap Teks Drama Ahlul Kahfi Karya Taufik Al- Hakim. Skripsi Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini membahas: (1) Analisis Struktural, (2) Tanggapan Pembaca Terhadap Teks Drama Ahlul Kahfi Karya Taufik Al-Hakim. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang disajikan secara deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan struktur yang membangun Teks Drama Ahlul Kahfi dan tanggapan pembaca terhadap isi dari Teks Drama Ahlul Kahfi. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan kesimpulan struktur yang membangun Teks Drama Ahlul-Kahfi ini sudah lengkap dimulai dari Al Fikrah Al Asasiyah (Ide/ Gagasan), Asy-Syakhisyyah (Aktor/ Aktris), Al-Charakah (Blocking), Al-Bina’ (Setting), Al-Chiwar (Dialog), dan Ash-shira’ (Konflik). Berkenaan dengan tanggapan pembaca, teks drama ini memiliki kelebihan keberanian untuk melakukan inovasi pada cerita terkenal Shahibu Kahfi yang terkenal dengan penambahan setting percintaan, adapun kelemahan dari Teks Drama ini adalah adanya peristiwa yang terasa meloncat dan dipaksakan untuk berpindah, penokohan yang kurang kuat serta masih adanya percakapan yang memiliki diksi dan gaya bahasa yang sama, walaupun dilakukan oleh tokoh yang berbeda staratanya Kata Kunci: Ahlul-Kahfi, Taufik Al-Hakim, Struktur, Respsi
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KETELADANAN KHULAFAURASYIDIN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI KELAS X IPS 1 MAN 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pemahaman guru Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X IPS 1 MAN 1 Surakarta terhadap nilai-nilai keteladanan Khulafaurasyidin, 2) Implementasi nilai-nilai keteladanan Khulafaurasyidin dalam perencanaan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X IPS 1 MAN 1 Surakarta, 3) Implementasi nilai-nilai keteladanan Khulafaurasyidin dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X IPS 1 MAN 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di kelas X IPS 1 MAN 1 Surakarta pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 dengan informan utama guru Sejarah Kebudayaan Islam dan peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data dan metode. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif yaitu interaksi antara tiga komponen analisis, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan secara siklus dengan pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keteladanan Khulafaurasyidin oleh Guru Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X IPS 1 MAN 1 Surakarta dipahami sebagai nilai-nilai yang dimiliki oleh para tokoh Khulafaurasyidin, diantaranya mencakup hal-hal yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin, memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama yang dianut, memiliki persaudaraan sesama muslim dan memiliki keberanian dalam menyampaikan kebenaran; (2) Implementasi nilai-nilai keteladanan Khulafaurasyidin dalam perencanaan pembelajaran SKI dituangkan dalam RPP dicantumkan secara tersirat yaitu nilai religius dan nilai moral, terletak pada tahap-tahap pembelajaran di bagian pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup; dan (3) Implementasi nilai-nilai keteladanan Khulafaurasyidin dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam melalui penjelasan guru saat pembelajaran di kelas tentang nilai-nilai yang dapat diambil dari materi Khulafaurasyidin, dengan cara diskusi kelompok, tugas mandiri dan presentasi. Untuk melihat keberhasilan implementasi nilai-nilai keteladanan Khulafaurasyidin diukur dengan aspek kognitif dilakukan ujian tertulis dalam bentuk soal uraian. Aspek afektif dilakukan pengamatan terhadap sikap peserta didik. Aspek psikomotorik melalui penilaian terhadap aktivitas diskusi dan presentasi peserta didik