40799 research outputs found
Sort by
PENGARUH KECEPATAN PERGERAKAN DROPLET TERHADAP JARAK PERAMBATAN API (FLAME) PADA MOVING DROPLET ARRANGEMENT
ABSTRAK Wahyu Rahmadi, K2514069. PENGARUH KECEPATAN PERGERAKAN DROPLET TERHADAP JARAK PERAMBATAN API (FLAME) PADA MOVING DROPLET ARRANGMENT. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2018. Dalam kemajuan teknologi, mesin konversi energi dituntut untuk menghasilkan efesiensi termal yang tinggi. Salah satunya yaitu dengan mempelajari perilaku pembakaran yang terjadi di spray combustion pada mesin konversi energi. Pada dasarnya spray combustion merupakan proses pembakaran antar atom bahan bakar yang terjadi secara mikroskopis di kondisi microgravity. Pemahaman tersebut menjadi dasar untuk mengetahui bagaimana proses pembakaran yang sempurna terjadi dengan mengetahui jarak perambatan dan kecepatan maksimal pergerakan droplet. Tujuan dari penelitian ini adalah : mengetahui pengaruh variasi kecepatan terhadap jarak perambatan api dan jarak maksimal penyebaran api/flame bahan bakar biosolar pada moving droplet arrangement pada kondisi microgravity. Kondisi microgravity dilakukan dengan cara menjatuhkan pembakaran bahan bakar dari atas menara dengan alat uji/box uji, tujuannya untuk mengurangi efek daya apung api sehingga mendekati kondisi sebenarnya pada spray combustion. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variasi kecepatan droplet (V_d) dengan variasi 5 mm/s, 11 mm/s, 13 mm/s dan 15 mm/s. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah jarak perambatan api/flame. Pengambilan data dilakukan secara langsung melalui analisa video untuk mengetahui jarak perambatan (S/d_o) dan laju perambatan api (V_f). Uji eksperimen dilakukan di Menara Drop Tower PTM, Kampus V UNS. Hasil penelitian ini adalah : (1) Kecepatan droplet (V_d) berbanding lurus dengan jarak perambatan flame, semakin besar kecepatan droplet maka semakin besar pula jarak perambatan flame. (2) Batas kecepatan droplet (V_d) maksimal sebesar 13 mm/s. (3) Batas jarak perambatan droplet maksimal sebesar S/d_0 =6,5 yaitu pada pengujian kecepatan droplet (V_d) 13 mm/s. (4) Jarak perambatan terendah diperoleh dari pengujian kecepatan droplet (V_d) 5 mm/s dengan jarak perambatan S/d_0 =4,2 dan S/d_0 =4. (4) Jarak perambatan tertinggi diperoleh dari pengujian kecepatan droplet (V_d) 13 mm/s dengan jarak perambatan S/d_0 =6,5. Penelitian tersebut dapat dikembangkan dengan penambahan variabel misalnya jenis bahan bakar dan tekanan ruangan sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam perancangan injector pada spray combustion pada mesin konversi energi. Kata Kunci : Microgravity, Moving Droplet Arrangement, Biosolar, Jarak Perambatan Maksimal (Spread Limit Distance
Peningkatan Rasa Percaya Diri Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Metode Show And Tell (Penelitian Tindakan Kelas TK Al-Firdausy Sukoharjo Tahun Ajaran 2017 / 2018/)
Historika Ditawati. K8114030. PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI METODE SHOW AND TELL (Penelitian Tindakan Kelas Tk Al-Firdausy Sukoharjo Tahun 2017/2018). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemapuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun TK Al-Firdausy Sukoharjo tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun TK Al-Firdausy Sukoahrjo tahun ajaran 2017/2018 dengan jumlah anak 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes unjuk kerja, observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif dan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri anak pada setiap siklus. Ketuntasan pada prasiklus yaitu 7 anak mempu menunjukkan rasa percaya sendiri sedangkan sebanyak 14 anak belum mampu menunjukkan keberaniannya. Selanjutnya indikator reaksi emosi tenang diperoleh data 16 sebanyak anak yang belum mencapai indikator tersebut. Sementara Indikator Inisiatif diperoleh data sebanyak 14 anak belum mampu menujukkan rasa inisiatifnya. Siklus I mengalami peningkatan menjadi sebanyak 12 anak secara klasikal. Sedangkan sebanyak 7 anak belum mampu menunjukkan keberaniannya. Selanjutnya indikator reaksi emosi tenang diperoleh data 6 sebanyak anak yang belum mencapai indikator tersebut. Sementara Indikator Inisiatif diperoleh data sebanyak 8 anak belum mampu menujukkan rasa inisiatifnya. Kemudian ketuntasan klasikal siklus II yaitu sebanyak 16 anak. Sedangkan sebanyak 2 anak belum mampu menunjukkan keberaniannya. Selanjutnya indikator reaksi emosi tenang diperoleh data 5 sebanyak anak yang belum mencapai indikator tersebut. Sementara Indikator Inisiatif diperoleh data sebanyak 3 anak belum mampu menujukkan rasa inisiatifnya. Peningkatan ketuntasan klasikal dari pra siklus ke siklus I sebanyak 7 anak dan dari siklus I ke siklus II sebanyak 4 anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah show and tell dapat meningkatkan rasa percaya diri anak usia 4-5 tahun TK Al-Firdausy Sukoharjo tahun ajaran 2017/2018. Kata kunci: Rasa percaya diri, Show and tell, Anak usia din
A CONTENT ANALYSIS ON THE EXERCISES IN THE ENGLISH TEXTBOOK
Abstract: The objectives of this study are to analyze (1) the emphasis of language functions and (2) the grammar focus presented in the exercises in the textbook "Forward: An English Course for Vocational School Students Grade X". This study is a content analysis using descriptive qualitative. The research results show that (1) the textbook gives emphasis on language functions in its exercises and covers certain language functions in every unit. (2) The textbook presents grammar focus through contextual activities which helps students to improve their grammatical accuracy in meaningful ways. The tasks are learner-centered and the students are also required to have interaction with their partners in accomplishing the collaborative works. It is in line with the Curriculum 2013 which shows CLT characteristics (learner-centered, interactive way of teaching, autonomous learner, and group work). Keywords: content analysis, communicative language teaching, language functions, grammar focus, textbook
Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Wonorejo Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar Tahun 2018
ABSTRAK Sifaul Arief. K5414049. ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA WONOREJO KECAMATAN JATIYOSO KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2018. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persebaran objek wisata yang ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. (2) potensi objek wisata yang ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. (3) partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata yang ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. (4) karakteristik pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karangayar. (5) analisis pengembangan desa wisata Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. (6) implementasi tema kajian partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata Wonorejo Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar bagi pembelajaran Geografi Kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh objek wisata dan masyarakat Desa Wonorejo. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan accidental sampling. Pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dan analisis dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif (Miles-Huberman) dan pengklasifikasian potensi wisata sesuai dengan analisis A4, tangga partisipasi Arnstein, karakteristik pariwisata berbasis masyarakat dan SWOT. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) persebaran objek wisata di Desa Wonorejo berada di bagian tengah. (2) potensi objek wisata di Desa Wonorejo terdapat pada kelas yang potensial. (3) tingkat partisipasi masyarakat di Desa Wonorejo berada pada tingkat tinggi yaitu pada tingkat pendelegasian kekuasaan dan kontrol masyarakat. (4) Pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wonorejo berjalan dengan baik, dilihat dari keikutsertaan warga yang tinggi, distribusi manfaat yang merata, memiliki tokoh penggerak, terdapat hubungan baik dengan pemerintah daerah, serta mempertahankan pariwisata dengan mengedepankan nilai budaya (kearifan lokal) serta lingkungan.. (5) arahan pengembangan desa wisata dengan meningkatkan kualitas SDM, atraksi dan kearifan lokal. (6) implementasi pembelajaran Geografi melalui pembuatan bahan ajar. Kata Kunci : Pariwisata, Potensi Wisata, Partisipasi Masyarakat, CBT, SWOT, Desa Wisata
Analisis Performa Pendinginan Celup (Immersion Cooling) Terhadap Data Center dengan Variasi Cairan Pendingin
ABSTRACT Awibi Muhamad Yusuf. K2514012. THE ANALYSIS OF IMMERSION COOLING TO DATA CENTER WITH COOLING LIQUID VARIATIONS. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University, November 2018. Heavy use of computer makes Central Processing Unit (CPU) produce an excess temperature or overheating. In this case, conventional cooling methods are no longer able to compensate the heat produced in CPU. This study discusses the analysis of immersion cooling performance on the data center with cooling liquid variations. The purpose of this study is to find out the best coolant in the immersion cooling method to reduce the heat of the CPU. The research method used is experimental research. Computers with conventional cooling are designed to be an immersion cooling. Motherboard and power supply are then dipped into a container filled with dielectric fluid. The dielectric liquid types are mineral oil and Virgin Coconut Oil (VCO). Submersible pumps are used to circulate the dielectric fluid from the container through the radiator, then re-enter the container. Retrieving temperature data of inlet, outlet, and wet bulb is using thermocouple device. Meanwhile, for taking CPU temperature data, the researcher uses SpeedFan software. To make the computer works optimally, the researcher uses LinX software. Data collection is carried out for 24 hours. In every minute, the gauge records the inlet, outlet temperature as well as the CPU temperature. The test results obtain that the immersion cooling is better than the conventional cooling. CPU temperature which is using conventional cooling is at 60C while the one using immersion cooling is at 48C. In further research, the performance of immersion cooling with mineral oil coolant is significantly better than immersion cooling using VCO coolant. This proves that the maximum CPU temperature produced when using mineral oil coolant is only 48C. This temperature is lower than the VCO which is at 51C. The maximum temperatures of the mineral oil coolant inlet and outlet channels are 35.5C and 33.8C while the ones with virgin coconut oil are 37.4C and 35C. Keywords: Immersion cooling, dielectric fluid, mineral oil, virgin coconut oil, the effectiveness of immersion cooling
Pengembangan E-Vocational sebagai Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Rencana Anggaran Biaya Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Sebelas Maret
PENGEMBANGAN E-VOCATIONAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) UNIVERSITAS SEBELAS MARET Alvian Noviasari1, Ida Nugroho Saputro2, Abdul Haris Setiawan2 Email: [email protected] ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan e-vocational sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Rencana Anggaran Biaya (RAB); 2) mengetahui kelayakan e-vocational sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Rencana Anggaran Biaya (RAB). Penelitian pengembangan e-vocational ini menggunakan prosedur Borg & Gall yang dimodifikasi yang terdiri dari 8 tahap yaitu: 1) studi pendahuluan; 2) pembuatan desain media; 3) validasi desain 4) revisi desain; 5) uji kelompok kecil; 6) revisi produk; 7) uji kelompok luas; 8) evaluasi dan penyempurnaan. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Sebelas Maret angkatan 2014 dan 2015 yang telah lulus pada mata kuliah Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pengumpulan data validasi desain dan uji coba dilaksanakan menggunakan teknik angket. Analisis data yang digunakan selama pengembangan adalah analisis deskriptif, analisis kelayakan e-vocational berdasarkan skor kriteria likert modifikasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) E-Vocational sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Rencana Anggaran Biaya (RAB) telah berhasil dikembangkan melalui tiga tahap yaitu tahap pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap pengujian. 2) E-vocational yang dikembangkan termasuk dalam kategori layak dengan presentase penilaian pengguna sebesar 80,42% ditinjau dari aspek umum, komunikasi visual, rekayasa perangkat lunak, substansi materi, dan desain pembelajaran, Kata kunci: E,vocational, media pembelajaran, Rencana Anggaran Biaya (RAB
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH MATERIAL DAN DIMENSI PIPA PENGHUBUNG REAKTOR DAN KONDENSOR PADA PROSES PIROLISIS TERHADAP KUANTITAS HASIL LIQUID SMOKE
Energi merupakan bagian kebutuhan manusia yang tidak dapat dipisahkan. Pemanfaatan energi dari pengolahan limbah dengan proses pirolisis adalah langkah untuk mengurangi polusi tanah dan energi yang mulai langka. Eksperimen yang dilakukan menggunakan variabel kontrol yaitu proses pirolisis cepat, suhu pemanasan 400°C, lama pengujian 60 menit, jenis biomassa limbah padat aren, dan berat biomassa 200 gram. Hasil pengambilan data dari banyaknya volume asap cair setiap pipa dibandingkan dengan efisiensi alat pirolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pipa stainless steel dan Galvanis diameter 3/4 inch 0,5 meter memiliki nilai kuantitas 88 ml dan 87 ml. Pada penelitian ini menunjukkan diameter pipa mempengaruhi hasil dari kuantitas asap cair. Perbandingan dengan diameter 1/4 inch lebih sedikit dibandingkan 3/4 inch dengan hasil 66 ml dan 88 ml. Panjang pipa mempengaruhi hasil asap cair dengan perbandingan panjang 1 meter dan 0,5 meter, panjang 1 meter memiliki kuantitas 84 ml dan 88 ml. Variasi jenis material pipa stainless steel dibandingkan dengan material galvanis memiliki kuantitas 88 ml dan 86 ml. Dari semua data yang diperoleh, menunjukkan bahwa pipa stainless steel diameter 3/4 inch x 0,5 meter memiliki hasil terbaik dengan proses pirolisis cepat
TEKNIK KONTRAK PERILAKU UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR DI RUMAH PADA SISWA SMP NEGERI 1 SIDOHARJO, KABUPATEN WONOGIRI
Rosyida Nufzatussaniya. K3114044. TEKNIK KONTRAK PERILAKU UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR DI RUMAH PADA SISWA SMP NEGERI 1 SIDOHARJO, KABUPATEN WONOGIRI. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Oktober 2018 Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan teknik kontrak perilaku untuk meningkatkan disiplin belajar di rumah pada siswa SMP Negeri 1 Sidoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek penelitian untuk masing-masing kelompok berjumlah delapan orang yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket disiplin belajar di rumah. Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney dengan aplikasi SPSS versi 20. Berdasarkan hasil analisis Uji Mann-Whitney diketahui ada perbedaan skor posttest antara kedua kelompok karena nilai asymp. sig (2-tailed) sebesar 0,001<0,05. Sehingga dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari skor hasil posttest disiplin belajar di rumah antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya treatment untuk kelompok eksperimen berupa teknik kontrak perilaku. Simpulan yang dapat diambil dari hasil analisis yaitu teknik kontrak perilaku efektif untuk meningkatkan disiplin belajar di rumah pada siswa SMP Negeri 1 Sidoharjo. Kata Kunci: kontrak perilaku, disiplin, belaja
Hubungan Intensitas Mengikuti Ekstrakurikuler Teater dan Keaktifan Belajar dengan Kemandirian Anggota Teater Citra Mandiri SMA N 2 Surakarta
ABSTRAK Setya Oscar Riyanto. K8414047. HUBUNGAN INTENSITAS MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER TEATER DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN ANGGOTA TEATER CITRA MANDIRI SMA NEGERI 2 SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara: (1) intensitas mengikuti ekstrakurikuler teater dengan kemandirian belajar siswa; (2) keaktifan belajar dengan kemandirian belajar siswa; (3) intensitas mengikuti ekstrakurikuler teater dan keaktifan belajar dengan kemandirian belajar siswa. Teori yang digunakan adalah teori sosialisasi oleh James W. Vander Zanden yaitu tentang proses sosialisasi dapat mempengaruhi perilaku dan kepribadian siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Teater Citra Mandiri SMA N 2 Surakarta Tahun Ajaran 2018 / 2019 dengan jumlah 52 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 52 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan menggunakan model sampling jenuh/sensus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis korelasi dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas mengikuti ekstrakurikuler teater dengan kemandirian belajar siswa. Dengan demikian semakin siswa intens dalam mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler teater maka kemandiriannya dalam belajar juga akan semakin meningkat; (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara keaktifan belajar dengan kemandirian belajar siswa. Semakin siswa aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas maka kemandirian belajar yang dimiliki siswa juga meningkat; (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas mengikuti ekstrakurikuler teater dan keaktifan belajar dengan kemandirian belajar siswa. Semakin siswa berpartisipasi serta intens untuk mengikuti berbagai kegiatan latihan dalam ekstrakurikuler teater dan selalu aktif dalam proses pembelajaran di kelas maka kemandirian yang dimiliki siswa juga akan semakin meningkat. Kata Kunci: Intensitas Ekstrakurikuler Teater, Keaktifan Belajar, Kemandirian Belajar. ABSTRACT Setya Oscar Riyanto. K8414047. THE CORRELATION BETWEEN THE INTENSITY IN JOINING THEATRE EXTRACURRICULAR ACTIVITY AND LEARNING ACTIVENESS WITH LEARNING INDEPENDENCE OF THE MEMBERS OF CITRA MANDIRI THEATRE SMA N 2 SURAKARTA. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty Sebelas Maret University Surakarta, November 2018. This research aims to identify the correlation between: (1) the intensity in joining theatre extracurricular activitywith students’ learning independence; (2) the students’ learning activeness with students’ learning independence; (3) the intensity in joining theatre extracurricular activity and learning activeness with students’ learning independence. The theory used is the theory of socialization by James W. Vander about the socialization process that can affect the personality and behavior of student. The population of this research was the members of Citra Mandiri Theatre SMA N 2 Surakarta in the academic year of 2018/2019 which consist of 52 students. The sample was 52 students taken by Non-Probability sampling technique using census model. The method used in this research was descriptive with quantitative correlation analysis. The data were collected through a questionnaire method. The techniques for analyzing the data were correlation analysis technique and multiple regression correlation. According to the result of this research, it can be concluded that: (1) there is a positive and significant correlation between the intensity in joining theatre extracurricular activitywith students’ learning independence. When a student is more intents in joining theatre extracurricular activity, his learning independence will also be increased; (2) there is a positive and significant correlation between the students’ learning activeness with students’ learning independence. By being active in teaching and learning process in the classroom, the students’ learning independence can be increased; (3) there is a positive and significant correlation between the intensity in joining theatre extracurricular activity and learning activeness with students’ learning independence. When the students are more intents in participating in every exercise activity in the theatre extracurricular and always be actively participate in the teaching and learning process in the classroom, thus, their learning independence will be increased. Keywords: Intensity Theatre Extracurricular Activity, Learning Activeness, Learning Independence
Perilaku Antisosial, Faktor Penyebab dan Alternatif Pengatasannya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 19 Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019
ABSTRAK Dwi Yunita Sari. K3114013. Perilaku Antisosial, Faktor Penyebab Dan Alternatif Pengatasannya di SMP Negeri 19 Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan bentuk perilaku antisosial di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 19 Surakarta; (2) Merumuskan faktor-faktor penyebab perilaku antisosial pada peserta didik tersebut; (3) Merumuskan alternatif pengatasan perilaku antisosial pada peserta didik tersebut Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu tiga peserta didik SMP Negeri 19 Surakarta yang melakukan perilaku antisosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku antisosial yang dominan muncul pada peserta didik SMP Negeri 19 Surakarta adalah melanggar peraturan di sekolah, melakukan penyerangan fisik terhadap teman, melakukan pengerusakan fasilitas sekolah maupun barang orang lain, melakukan tindakan menarik diri dari lingkungan. Faktor yang mempengaruhi perilaku antisosial tersebut yaitu faktor pribadi, faktor keluarga, faktor berkaitan dengan sekolah, dan faktor sosial. Sedangkan alternatif pengatasan antisosial yaitu melalui pembinaan berulang kali oleh guru BK, konseling, bimbingan klasikal melalui video ,dukungan dari teman-teman, guru BK berkolaborasi dengan orang tua, wali kelas, guru kelas, dan pihak yang terkait, serta penggunaan metode hadiah (rewards) dan hukuman (punishment). Kata Kunci : Antisosial, faktor penyebab, alternatif pengatasa