40799 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN DENGAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO
Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara (1)Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan Kinerja Guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo; (2) Untuk mengetahui hubungan antara kesejateraan dengan kinerja guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo; dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan kesejateraan dengan kinerja guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Sampel yang diambil sebanyak 72 guru dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan angket sebagai data primer, dokumentasi dan wawancara sebagai data sekunder untuk mendukung penelitian. Analisis data menggunakan analisis uji korelasi dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, ada hubungan positif dan signifikan antara variabel motivasi kerja (X1) dengan kinerja guru (Y) di SMA Negeri 2 Sukoharjo, hasil uji analisis korelasi, dimana nilai r Pearson sebesar 0,792 dengan signifikansi 0,000. Kemudian, berdasarkan hasil uji analisis korelasi, diperoleh persamaan regresi : Y=18,870+0,534X1. Kedua, kesejahteraan dengan kinerja guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo memiliki hubungan yang positif dan signifikan, dengan hasil ujian analisis korelasi yang diperoleh r Pearson sebesar 0,405 dengan signifikansi 0,000. Kemudian, hasil uji analisis korelasi diperoleh persamaan regresi : Y=18,870+0,324X2. Ketiga, berdasarkan hasil uji analisis korelasi diperoleh F sebesar 41,378 dan nilai signifikansi 0,00 maka, hubungan motivasi kerja dan kesejahteraan dengan kinerja guru pada guru SMA Negeri 2 Sukoharjo memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Kemudian, hasil uji analisis korelasi diperoleh persamaan regresi : Y=18,870 + 0,534X1 + 0,324X2
Strategi Komunikasi Media Sosial pada Kegiatan Crowdfunding di Indonesia (studi kasus campaign kirana bantu korban gempa lombok)
Nisa Nur Hafidza, D1216045. STRATEGI KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL PADA KEGIATAN CROWDFUNDING (Studi Kasus Campaign Kirana Bantu Korban Gempa Lombok), Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2018. Gotong royong adalah salah satu bentuk kearifan lokal yang dimiliki Indonesia. Dengan berkembangnya zaman, teknologi membawa gotong-royong ini kepada bentuk yang baru yaitu crowdfunding online. Crowdfunding merupakan sebuah metode baru dalam kegiatan penggalangan dana yang berbasis online. Terlebih tingkat penetrasi media sosial kepada masyarakat yang semakin tinggi. Hal ini membuat para pegiat sosial dan akademisi menyadari bahwa penting untuk mempelajari strategi komunikasi media sosial pada kegiatan crowdfunding. Adanya dorongan untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan crowdfunding di media sosial tersebut, maka penulis melakukan penelitian tentang “Strategi Komunikasi Media Sosial pada Kegiatan Crowdfunding” melalui studi kasus campaign kirana Bantu Korban Gempa Lombok yang sukses mencapai target. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yakni mengambil sampel berdasarkan karateristik yang telah dibuat sehingga sampel yang dipilih mampu memberikan informasi sesuai dengan maksud penelitian. Informan dalam penelitian ini yaitu Retno Hening (campaigner ), donator, dan media sosial spesialis. Sedangkan analisa data yang digunakan diawalai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam merumuskan strategi komunikasi crowdfunding ini penulis mengacu pada pendapat Cangara yang merangkum beberapa teori yang telah ada untuk memudahkan pada praktek kegiatannya yakni ada 14 hal yang perlu diperhatikan, pemilihan konunikator, menetapkan khalayak, penyusunan konten, pemilihan media, pengguanaan telepon seluler, produksi media, uji awal materi, penyebarluasan informasi, menganilis efek komunikasi, memobilisasi kelompok berpengaruh, menentukan tim kerja, perancangan anggaran dana, penjadwalan waktu, hingga evaluasi. Hasil penelitian yang didapat penulis adalah bahwa strategi yang digunakan pada crowdfunding Kirana Bantu Korban Gempa Lombok sejalan dengan strategi komunikasi yang dikemukakan Cangara, kecuali SMS. Karena crowdfunding dilakukan melalui media sosial instagram maka faktor yang paling menentukan pada crowdfunding ini adalah penggerakan opini oleh selebgram, yakni Retno Hening. Crowdfunding ini sukses mencapai target karena adanya strategy tersebut
Peran Pemerintah dalam Mengupayakan Hak Atas Upah yang Layak Bagi Pekerja (Studi pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Persepsi pekerja, pengusaha, dan pemerintah mengenai upah yang layak; 2) Peran pemerintah yaitu Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta dalam mengupayakan hak atas upah yang layak; 3) Hambatan dan solusi pemerintah dalam mengupayakan upah yang layak bagi pekerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengujian validitas data menggunakan trianggulasi sumber data dan trianggulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan persepsi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah mengenai upah yang layak. Pekerja beranggapan bahwa upah yang layak adalah upah yang sesuai dengan kebutuhan pekerja. Menurut pengusaha, upah yang layak adalah upah yang disetujui oleh kedua belah pihak. Sedangkan menurut pemerintah, upah yang layak adalah upah yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan perhitungan KHL. 2) Peran Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta mengenai kebijakan upah minimum adalah: a) perhitungan upah minimum, b) mengusulkan ke Bupati/Walikota, c) melakukan pengawasan, d) memberikan sanksi. Sedangkan dalam kebijakan struktur dan skala upah yaitu: a) memberikan pelatihan dan sosialisasi, b) melakukan pemantauan dan monitoring, c) memberikan sanksi. 3) Hambatan: a) Terdapat perbedaan persepsi antara pekerja dan pengusaha mengenai upah yang layak; b) kurangnya pemahaman pengusaha mengenai struktur dan skala upah, c) ada pengusaha yang merasa terbebani dan tidak menyusun struktur dan skala upah. Solusi: a) memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada pengusaha, b) memberikan sanksi administratif kepada pengusaha yang tidak menyusun struktur dan skala upah, c) melakukan sosialisasi mengenai norma hubungan kerja
Rancangan Trigger Camera Trap Berbasis Arduino
Trigger camera trap adalah untuk memfasilitasi peneliti yang bergerak dibidang konservasi maupun penelitian mengenai satwa liar yang tidak bisa kontak langsung dengan manusia, Trigger camera trap merupakan pemanfaatan shutter release dari fitur yang dimiliki kamera DSLR dan SLR yang dikombinasikan dengan beberapa sensor dan microprosesor sebagai timer untuk sirkuit trigger. Untuk trigger camera trap ini menggunakan sensor ultrasonik SR-HC04 sebagai trigger sirkuit prosesor untuk memulai proses pengambilan gambar atau video. Pada penelitian ini mengggunakan arduino uno R3 untuk pemrosesan dari pembacaan sensor sampai switching pada optocopler untuk on/off kamera, fokus, dan shutter kamera. Untuk prototipe ini kamera yang digunakan dalam pengambil gambar dapat dirubah sesuai kebutuhan, bisa menggunakan kamera DSLR, kamera Hand Phone, maupun kamera digital yang dimodifikasi jalurnya(jumper) dari on/off, fokus, dan shutter kamera. Untuk pengaturan jarak picu sensor SR-HC04 diambil jarak 150 cm, sehinga pada jarak 150 cm ke bawah kamera akan mengambil gambar. Untuk delay pengaktifan fokus kamera diatur2000 ms dan untuk delaytriggershutter diatur pada 200 ms. Untuk on/off kamera pada prototipe ini menggunakan sensor PIR (Passive Infrared Receiver) dengan jangkauan pembacaan simpangan lurus 3,5 meter. Serta dengan penambahan timer otomatis yang akan mematikan kamera dalam waktu 10 menit sejak kamera mulai standby, sehingga akan secara otomatis off untuk menghemat daya baterai
Hubungan antara Faktor Risiko Food-borne dan Water-borne Diseases dengan Kejadian Isosporiasis pada Penduduk Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedog, Mlati, Sleman, DIY
ABSTRAK Annisa Solechah Sesatrayane, G0015025, 2018. Hubungan antara Faktor Risiko Food-borne dan Water-borne Diseases dengan Kejadian Isosporiasis pada Penduduk Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedog, Mlati, Sleman, DIY Latar belakang: Isospora belli adalah parasit protozoa yang dapat menyebabkan penyakit bernama isosporiasis dimana parasit ini dapat menyerang saluran pencernaan manusia. Isosporiasis dapat menjadi faktor risiko terhadap manusia melalui food - borne dan water - borne. Food - borne dan water - borne pada isosporiasis dikaitkan dengan konsumsi makanan mentah dan air mentah yang terkontaminasi oleh ookista Isospora belli yang telah mengalami sporulasi. Penelitian mengenai isosporiasis yang dikaitkan dengan food - borne dan water - borne disease masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor risiko food - borne dan water - borne disease dengan kejadian isosporiasis di DAS Bedog Mlati, Sleman, DIY. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Responden penelitian dipilih secara simple random sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Penelitian ini dilakukan di DAS Bedog, Mlati, Sleman, DIY. Variabel bebas adalah faktor risiko food-borne dan waterborne diseases. Variabel terikat adalah angka kejadian isosporiasis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan sampel feses menggunakan pengecatan Modified Ziehl Neelsen. Hasil penelitian: Tidak ditemukan infeksi isosporiasis pada responden penelitian. Faktor risiko food-borne dan water-borne diasease tidak berpengaruh terhadap kejadian isosporiasis. Simpulan penelitian: Tidak ditemukan hubungan antara faktor risiko foodborne dan water-borne diseases dengan kejadian isosporiasis pada penduduk DAS Bedog, Mlati, Sleman, DIY. Kata kunci: isosporiasis, Isospora belli, daerah aliran sungai, food-borne disease, water-borne disease ABSTRACT Annisa Solechah Sesatrayane, G0015025, 2018. The Relationship between Food-borne and Water-borne Diseases Risk Factors with the Incidence of Isosporiasis in Residents of Watersheds Bedog, Mlati, Sleman, DIY Background: Isospora belli is parasitic protozoan that can cause a disease called isosporiasis which can infect human gastrointestinal tract. Isosporiasis can be a risk factor to human through food - borne and water - borne. Food - borne and water - borne disease in isosporiasis can be associated with consuming raw food and raw water that has been contaminated by sporulated oocyst of Isospora belli. Research about isosporiasis that associated with food - borne and water - borne disease still seldom to conduct. This study aims to identify the risk factors of food - borne and water - borne disease associated with the incidence of isosporiasis in residents of Watersheds Bedog, Mlati, Sleman, DIY. Methods: This research is a qualitative research. The respondents of this study were selected by simple random sampling according to the inclusion and exclusion criteria that has been established. This research is conduct in watershed Bedog, Mlati, Sleman, DIY. The independent variable is food – borne and water – borne diseases risk factors, whereas the dependent variable is the incidence of isosporiasis. The data was collected by answer the questionnaire and examine of fecal samples using Modified Ziehl Neelsen staining. Result: There was no infection with isosporiasis among respondents. Factors of food-borne and water-borne diaseases do not affect with the occurrence of isosporiasis. Conclusion: There is no relationship between food-borne risk factors and waterborne diseases with the incidence of isosporiasis in residents of Watersheds Bedog, Mlati, Sleman, DIY. Keywords: isosporiasis, Isospora belli, watersheds, food-borne disease, waterborne diseas
Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya Dan Motivasi Belajar Terhadap Kreativitas Belajar Sosiologi Siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura
iyah Ayu Endarti. K8414014. PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XII IPS SMA NEGERI 1 KARTASURA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, September 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap kreativitas belajar Sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura, (2) pengaruh motivasi belajar terhadap kreativitas belajar Sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura, dan (3) pengaruh pergaulan teman sebaya dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap kreativitas belajar Sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura, yang berjumlah 173 siswa. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel populasi dengan jumlah 40 siswa dan diambil dengan teknik random sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi ganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) terdapat pengaruh positif dalam pergaulan teman sebaya terhadap kreativitas belajar Sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura, (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan dalam motivasi belajar terhadap kreativitas belajar Sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura, dan (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan dalam pergaulan teman sebaya dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap terhadap kreativitas belajar Sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura. Variabel pergaulan teman sebaya, motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 46,1% (yang dapat dilihat dari nilai R sebesar 0,461) terhadap kreativitas belajar Sosiologi. Kata Kunci: pergaulan teman sebaya, motivasi belajar, kreativitas belajar sosiolog
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMA KELAS X MENGGUNAKAN E-DIAGNOSTIC TEST FOUR-TIER PADA MATERI USAHA DAN ENERGI
enelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami siswa SMA kelas X dalam pembelajaran Fisika pada materi Usaha dan Energi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Identifikasi miskonsepsi didahului dengan pembuatan media e-diagnostic test four-tier kemudian dilakukan pengambilan data di lapangan. Data diperoleh menggunakan tes diagnostik empat tahap berbasis web yang terdiri dari 15 soal. Tahap pertama berupa pertanyaan pilihan ganda, tahap kedua yaitu tingkat keyakinan jawaban, tahap ketiga yaitu alasan dari pilihan jawaban tahap pertama, dan tahap keempat yaitu tingkat keyakinan terhadap alasan yang dipilih. Soal tes diagnostik mencakup empat subkonsep dalam materi Usaha dan Energi, yaitu konsep usaha, konsep energi, hubungan antara usaha dan energi, serta hukum kekekalan energi mekanik. Data tersebut didukung dengan hasil wawancara semi terstruktur terhadap sampel yang telah ditentukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, sebanyak 28,47 % dari 91 siswa kelas X yang diambil dari tiga sekolah, yaitu SMA N 3 Surakarta, SMA N 5 Surakarta, dan SMA N 8 Surakarta telah memahami konsep materi Usaha dan Energi. Sedangkan siswa yang kurang memahami konsep sebanyak 29,87 %. Adapun yang mengalami false positive sebanyak 4,92 %. Selain itu, sebanyak 36,74 % siswa mengalami miskonsepsi di subkonsep yang berbeda-beda, diantaranya: usaha sebanyak 47, 80 %, energi sebanyak 16,76 %, hubungan usaha dan energi sebanyak 36,99 %, serta hukum kekekalan energi mekanik sebanyak 47,25 %. Berdasarkan analisis tiap-tiap subkonsep ditemukan profil miskonsepsi yang dialami oleh siswa, yaitu: (1) benda yang berpindah namun kembali ke tempat semula perpindahannya nol, sehingga usahanya nol, (2) Energi potensial awal benda sama dengan energi kinetik benda saat menumbuk tanah karena energi mekaniknya tetap, (3) Energi kinetik besar jika lintasan lebih pendek. Kata kunci: Miskonsepsi, Usaha dan Energi, Four-Tier Tes
Rancang Bangun Kalorimeter Berbasis Mikrokontroler
Rancang Bangun Kalorimeter Berbasis Mikrokontroler Barep Fredy Prakoso Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret (UNS), Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan, Surakarta 57126 ABSTRAK Penelitian mengenai rancang bangun kalorimeter berbasis mikrokontroler ini telah berhasil dilaksanakan. Penelitian ini mempunyai tujuan membuat suatu rancang bangun alat kalorimeter dengan sensor LM35, Loadcell serta Arduino UNO sebagai mikrokontrolernya untuk mengetahui besar kalor jenis bahan. Alat ini terdiri dari sebuah bejana logam yang terdapat dua buah bagian yang dipisahkan dengan udara. Salah satu keunggulan dari alat ini adalah dapat melakukan pengukuran secara cepat dan real time. Pengujian sensor suhu LM35 dilakukan dengan membandingkan pengukuran suhu terhadap thermometer pada suhu 32℃ sampai 37℃ dengan tingkat linieritas 97,32 %. Pengujian Loadcell dengan modul HX711 pada beban 5 gram sampai 30 gram dilakukan perbandingan hasil pengukuran massa dengan timbangan digital diperoleh tingkat linieritas 96,12%. Dari hasil pengujian tersebut dirancanglah sebuah alat kalorimeter berbasis mikrokontroler untuk mengukur besarnya kalor jenis suatu bahan. Hasil pengukuran kalor jenis kalorimeter sebesar 0,088±0,007 kal/g℃ sedangkan untuk bahan tembaga sebesar 0,109±0,024 kal/g℃ dengan nilai kalor jenis tembaga pada literarur adalah 0,0924 kal/g℃. Kata kunci : kalorimeter, LM35, Loadcell, kalorjenis
Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) dan Numbered Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pengantar Ekonomi dan Bisnis di Kelas X AP 2 SMKN 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015
ABSTRAK Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatan hasil belajar siswa kelas X Administrasi Perkantoran 2 pada mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis di SMK Negeri 1 Surakarta melalui penerapan kolaborasi model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) dan Numbered Head Together (NHT). Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus, yang pada tiap siklus terdiri dari empat tahap; (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran 2 di SMK Negeri 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu: (1) observasi, (2) wawancara, (3) tes, (4) dokumentasi. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi data dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan kolaborasi model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) dan Numbered Head Together (NHT) hasil belajar siswa meningkat pada mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis. Total peningkatan hasil belajar siswa pada tiga aspek, yaitu aspek kognitif sebesar 51,62%, aspek afektif sebesar 48,38%, dan aspek psikomotor sebesar 45,21%. Ketuntasan hasil belajar aspek kognitif pra siklus sebesar 35,48% menjadi 64,52% pada siklus I dan 87,10% pada siklus II. Aspek afektif ketuntasan pra siklus sebesar 41,94% menjadi 67,74% pada siklus I dan 90,32% pada siklus II. Aspek psikomotor persentase ketercapaian pra siklus 45,16% menjadi 74,19% pada siklus I dan 90,32% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan kolaborasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dan Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis kelas X Administrasi Perkantoran 2 SMK Negeri 1 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015. Kata Kunci: Team Assisted Individualization (TAI) dan Numbered Head Together (NHT), Hasil Belaja
ANALISIS BUKU AJAR BIOLOGI KELAS X SEMESTER GANJIL BERDASARKAN KATEGORI LITERASI SAINS CHIAPPETTA DAN FILLMAN
Nurul Laili Fitriyani. K4312047. ANALISIS BUKU AJAR BIOLOGI KELAS X SEMESTER GANJIL BERDASARKAN KATEGORI LITERASI SAINS CHIAPPETTA DAN FILLMAN. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Oktober 2018. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil analisis Buku Ajar Biologi untuk SMA Kelas X Semester Ganjil berdasarkan kategori literasi sains Chiappetta dan Fillman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis is (content analysis). Objek penelitian adalah dua buku teks biologi kelas X dari dua penerbit berbeda dengan mengambil unit teks pada bab semester ganjil. Teknik pengambilan objek penelitian dengan menggunakan sampel bertujuan (purposive sampling). Pengumpulan data melalui analisis oleh petugas koding secara mandiri pada unit-unit buku teks biologi kelas X. Reliabilitas data menggunakan indeks kesepakatan Kappa. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan empat dimensi literasi sains pada kedua buku teks biologi kelas x yang dianalisis memiliki perbandingan sebaran tidak merata, dengan dominasi kategori sains sebagai batang tubuh pengetahuan. Hasil analisis literasi sains Buku A yaitu: sains sebagai batang tubuh pengetahuan sebesar 90,77 persen; sains sebagai jalan penyelidikan sebesar 5,56 persen; sains sebagai cara berpikir sebesar 3,1 persen; serta interaksi sains dengan teknologi dan masyarakat sebesar 0,53 persen. Hasil analisis literasi sains Buku B yaitu: sains sebagai batang tubuh pengetahuan sebesar 69,70 persen; sains sebagai jalan penyelidikan sebesar 12,47 persen; sains sebagai cara berpikir sebesar 2,78 persen; serta interaksi sains dengan teknologi dan masyarakat sebesar 15,05 persen. Kata kunci: analisis isi, literasi sains, buku teks biologi