40799 research outputs found
Sort by
Proses Penyelesaian Masalah Soal Kriptomeri pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 3 Surakarta dan Optimalisasi Menggunakan Scaffolding
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan proses penyelesaian masalah Siswa Akademik Atas (SAA) dan Siswa Akademik Bawah (SAB) kelas XII SMA Negeri 3 Surakarta pada soal kriptomeri sebelum scaffolding, 2) mendeskripsikan level dan bentuk scaffolding yang dibutuhkan SAA dan SAB kelas XII SMA Negeri 3 Surakarta dalam penyelesaian masalah soal kriptomeri, 3) mendeskripsikan proses penyelesaian masalah SAA dan SAB kelas XII SMA Negeri 3 Surakarta pada soal kriptomeri setelah scaffolding, 4) mendeskripsikan perbedaan waktu scaffolding yang dibutuhkan SAA dengan SAB kelas XII SMA Negeri 3 Surakarta dalam penyelesaian masalah soal kriptomeri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif dengan menggunakan strategi think aloud. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Surakarta. Penentuan subjek penelitian menggunakan purposive sampling pada kelas XII yang sudah menempuh pembelajaran materi pewarisan sifat. Subjek penelitian dipilih secara random yang terdiri dari 3 siswa dengan kemampuan akademik atas (SAA) dan 3 siswa dengan kemampuan akademik bawah (SAB). Teknik analisis data diadaptasi dari Miles & Huberman meliputi pembuatan transkip, menelaah data dari semua sumber, mereduksi data, membuat satuan analisis dan pengkodean, uji validitas data dengan triangulasi, membuat skema struktur proses penyelesaian masalah sebelum dan sesudah scaffolding. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) SAA dan SAB sebelum scaffolding telah mampu menyelesaikan masalah kriptomeri tetapi masih terdapat kesalahan dan belum tepat, 2) level scaffolding yang dibutuhkan SAA yaitu level 2 dengan bentuk scaffolding berupa prompting and probing; looking, touching, and verbalizing; dan student explaining and justifying, sedangkan level scaffolding yang dibutuhkan SAB yaitu level 2 dengan bentuk scaffolding berupa prompting and probing; looking, touching, and verbalizing; student explaining and justifying; explaining; dan making connection, 3) SAA dan SAB setelah scaffolding dapat menyelesaikan masalah kriptomeri dengan baik dengan waktu lebih cepat daripada sebelum scaffolding, 4) waktu yang dibutuhkan siswa untuk menyelesaikan masalah sebelum diberi scaffolding berbeda-beda sesuai dengan kemampuan akademik, sedangkan setelah diberi scaffolding waktu penyelesaian masalah SAB hampir sejajar dengan SAA. Kata Kunci: genetika, kriptomeri, proses penyelesaian masalah, kemampuan akademik, scaffolding, ZPD (The Zone of Proximal Development)
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL URAIAN UNTUK MATERI USAHA DAN ENERGI DI KELAS X MIPA 3 SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI TAHUN AJARAN 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas X SMA N 1 Teras Boyolali dalam mengerjakan soal materi Usaha dan Energi. (2) Mendeskripsikan penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas X SMA N 1 Teras Boyolali dalam mengerjakan soal materi Usaha dan Energi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode desktiptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 35 siswa kelas X MIPA 3 SMA N 1 Teras semester genap Tahun Ajaran 2018/2019. Data utama dalam penelitian ini adalah jawaban tes tertulis siswa, sedangkan hasil kegiatan observasi dan wawancara merupakan sumber data pendukung. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dalam 3 teknik yaitu teknik tes, teknik observasi, dan teknik wawancara. Teknik validitas yang digunakan adalah triangulasi data dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan yang dilakukan siswa sesuai dengan Newman Error Analysis pada materi Usaha dan Energi. Jenis kesalahan yang paling dominan yaitu kesalahan Encoding Ability yang besarnya 72.57 %. Kemudian kesalahan Process skill sebesar 67.05%, kesalahan Transformation sebesar 48.86%, kesalahan Comprehension sebesar 16.57%, kesalahan Reading sebesar 1.14%. Simpulan dari penelitian ini adalah: (1) jenis kesalahan yang ditemukan pada siswa yaitu kesalahan Reading, kesalahan Comprehension, kesalahan Transformation, kesalahan Process skill, dan kesalahan Encoding. (2) Kesalahan tersebut terjadi karena beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal
PENGARUH VARIASI UKURAN DIAMETER LUBANG MAGIC RING PADA EXHAUST MANIFOLD TERHADAP TORSI DAN DAYA SEPEDA MOTOR YAMAHA VEGA RR TAHUN 2014
ABSTRAK Muhammad Mirwan Yazid. PENGARUH VARIASI UKURAN DIAMETER LUBANG MAGIC RING PADA EXHAUST MANIFOLD TERHADAP TORSI DAN DAYA SEPEDA MOTOR YAMAHA VEGA RR TAHUN 2014. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Juli, 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menyelidiki pengaruh penggunaan magic ring terhadap torsi yang dihasilkan sepeda motor Vega RR tahun 2014, (2) menyelidiki pengaruh penggunaan magic ring terhadap daya yang dihasilkan sepeda motor Vega RR tahun 2014, (3) menyelidiki torsi dan daya yang dihasilkan dari variasi diameter dalam magic ring pada sepeda motor Vega RR tahun 2014. Penelitian ini dilakukan di Bengkel Mototech Jogja dengan alamat Jl. Ringroad Selatan, Singosaren III, Singosaren, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55193. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan sampel sepeda motor Yamaha Vega RR tahun 2014 dengan nomor mesin 5D91958752. Teknik sampling yang digunakan adalah “Purposive sampling” dengan menguji variasi lubang diameter magic ring pada exhaust manifold. Pengujian dilakukan 5x dengan variasi magic ring 16 mm dan 18 mm untuk mendapatkan rata-rata torsi dan daya tertinggi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa: (1) Penggunaan magic ring dengan diameter dalam sebesar 16 mm dapat menghasilkan torsi sebesar 10,71 pada putaran mesin 4580 rpm, meningkat sebesar 0,74 N.m atau 7,42% dari kondisi kendaraan standar. Penggunaan magic ring dengan variasi diameter dalam sebesar 18 mm dapat menghasilkan torsi sebesaar 10,69 N.m pada putaran mesin yang sama, yaitu meningkat sebesar 0,72 N.m atau 7,12% dari kondisi kendaraan standar. (2) Penggunaan magic ring dengan diameter dalam sebesar 16 mm dapat menghasilkan daya 8,22 Hp dan hanya meningkat sebesar 0,02 Hp atau 0,24% dari kondisi standar dan tidak mempengaruhi performa dari kendaraan tersebut. Sedangkan penggunaan magic ring 18 mm mendapatkan hasil yang sama seperti keadaan standar atau sebesar 8,2 Hp. (3) Penggunaan variasi diameter dalam magic ring yang menghasilkan torsi dan daya yang maksimal adalah diameter dalam 16 mm. diameter tersebut menghasilkan torsi sebesar 10,71 N.m dan daya sebesar 8,22 Hp. Kata Kunci : Magic Ring, Torsi, Daya, Exhaust Manifol
SISTEM KEARSIPAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR STUDI KASUS : MIN BANCONG KECAMATAN WONOASRI
Heru Prastiyo. 2018. Sistem Kearsipan Surat Masuk dan Surat Keluar Studi Kasus di MIN Bancong Kecamatan Wonoasri Kabpaten Madiun. Tugas Akhir Program Studi Teknik Informatika K. Kab. Madiun PDD UNS. Pembimbing Darmawan Lahru Riatma, S.Kom, M.MT. Sistem Kearsipan Surat Masuk dan Surat Keluar adalah salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk pengelolaan data mengenai kegiatan penyimpanan surat. MIN Bancong Kecamatan Wonoasri selama ini masih manual dalam melakukan pengeloaan data surat menyurat. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat aplikasi surat masuk dan surat keluar berbasis web di MIN Bancong Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun sehingga dapat memudahkan admin untuk mengakses data. Pada tugas akhir ini telah dibuat suatu aplikasi yang memiliki fasilitas login, home, pegawai, input data surat masuk, input data surat keluar, disposisi. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemograman PHP, MySQL dan beberapa bahasa pemrograman pendukung diantaranya yaitu HTML dan CSS. Kata Kunci : Sistem Kearsipan Surat Masuk dan Surat Keluar, PHP, MySQL, Pengembangan Aplikasi
Reproduksi Wisata Budaya Kreatif (Studi Fenomenologi Reproduksi Wisata Budaya Tari oleh Sanggar Soerya Soemirat di Surakarta)
Rony Gilang Candra Saputra, NIM S251608025. 2019. Reproduksi Wisata Budaya Kreatif (Studi Fenomenologi Reproduksi Wisata Budaya Tari oleh Sanggar Soerya Sumirat di Surakarta). Pembimbing I: Dr. Supriyadi, SN, SU, Pembimbing II: Dr.Argyo Demartoto, M.Si. Program Magister Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Wisata budaya kreatif dibangkitkan oleh ide-ide yang terletak di persimpangan antara seni dan kreativitas artistik, bisnis, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pelaku wisata budaya kreatif, reproduksi wisata budaya kreatif di Sanggar Tari Soeryo Soemirat Mangkunegaran dan dimensi pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta. Informan dalam penelitian ini adalah ketua, administrator, dan orang tua siswa yang mengambil bagian dalam Studio Soerya Sumirat juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Untuk menguji validitas data yang dikumpulkan, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah peran pemerintah sebagai regulator, fasilitator dan promotor. Karakteristik pelaku wisata budaya kreatif terdiri dari pemerintah sebagai regulator dan penyedia prasana, sanggar tari sebagai pemelihara dan pengembangan tari tradisional, serta pihak swasta dan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan dan pelayanan. Reproduksi wisata budaya kreatif di sanggar tari mengajarkan tari Bajidor Kahot, Manuk Dadali, dan Bali In Java. Upaya pengembangan tari gaya Surakarta dengan cara pemadatan, perubahan dan penggarapan bentuk. Keraton Mangkunegaraan sebagai tempat latihan. Proses pengajaran tari tradisional dilakukan 2 kali dalam seminggu dan terlibat dalam beberapa event budaya di Surakarta. Kapasitas pelatih tari sebagai pengajar dan pelaku pengembangan tari tradisional Jawa. Bentuk ekspresi sang kreator tari yang direpresantasikan dalam berbagai motif dan makna gerak. Para murid diajarkan gerakan tari, irama lagu, makna filosofis tarian serta dibekali ajaran spiritual dan sopan santun. Faktor pendukung adalah ketersediaan anggaran, sarana dan prasarana, kemitraan, partisipasi masyarakat serta keunikan dan kreativitas sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, belum optimalnya promosi, kondisi masyarakat yang majemuk dan pengembangan wisata budaya kreatif pasif
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN IDE POKOK DALAM TEKS WACANA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR (Penelitian Tindakan Kelas pada Peserta Didik Kelas V SD Negeri Pelemrejo Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali Tahun Ajaran 2018/2019)
Muhammad Amien Prabowo. IMPROVING STUDENTS’ ABILITY IN FINDING MAIN IDEA IN A DISCOURSE TEXT THROUGH SURVEY QUESTION READ RECITE REVIEW (SQ3R) LEARNING MODEL AT ELEMENTARY SCHOOL (A Classroom Action Research in Fifth Grade of SD Negeri Pelemrejo, Andong, Boyolali 2018/2019 Academic Year). Thesis. Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University, July 2019. The objective of this thesis are to improve students’ ability in finding main idea in a discourse and to describe the implementation of SQ3R Learning Model that can improve the students’ ability in finding main idea in a discourse text in fifth grade students of elementary school at SD Negeri Pelemrejo, Boyolali 2018/2019 academic year. Based on the results of the pre-action test of the 17 students, there are 2 students whose ability to find the main idea is high. The results of the pre-action observations shows that the learning steps taken are less systematic so that students are less enthusiastic in learning. The results of the interview showed that students were still having difficulty distinguishing the main sentence from the main idea and the teacher had not applied an appropriate and innovative learning model. The subjects in this thesis were 17 students in fifth grade of SD Pelemrejo. This classroom action research was conducted in three cycles, in which two meetings were conducted in each cycle. The research data were collected using interview, observation, tests, and document analysis. The data obtained in this research consisted of quantitative data and qualitative data. The quantitative data were analyzed using descriptive comparative analysis techniques and the qualitative data were analyzed using interactive analysis techniques which consisted of data reduction, data display, and drawing conclusion. The data validity was tested by data source triangulation techniques and methodological triangulation technique. The research finding shows that the improvement of students’ ability in finding the main idea in the discourse text in fifth grade students of elementary school at SD Negeri Pelemrejo 2018/2019 academic year had improved when the SQ3R learning model was applied. The improvement was shown from the classical completeness results in pre-action of 11.76% with a class average of 58.91 increasing in the first cycle of classical completeness to 41.18% with a class average of 63.03. In the second cycle, compared to the previous cycle, the improvement has increased with classical completeness of 70.59% with a class average of 73.62. The improvement in the third cycle has increased again with classical completeness of 82.35% with a class average of 78.32. Based on the findings as presented above, it can be concluded that the students’ ability in finding main idea in discourse text in fifth grade students of elementary school at SD Negeri Pelemrejo 2018/2019 academic year can be improved through Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R) learning models
PENINGKATAN KEMAMPUAN KONSEP BILANGAN MELALUI OUTDOOR LEARNING PADA ANAK KELOMPOK A TK WIDYA PUTRA TAHUN AJARAN 2018/2019
ABSTRAK Asa Sumawardani. K8115010. 2019. PENINGKATAN KEMAMPUAN KONSEP BILANGAN MELALUI OUTDOOR LEARNING PADA ANAK KELOMPOK A TK WIDYA PUTRA TAHUN AJARAN 2018/2019. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Surakarta, Mei 2019. Tujuan penelitian dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan konsep bilangan melalui outdoor learning pada anak kelompok A TK Widya Putra tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 pertemuan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah anak kelompok A TK Widya Putra tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif statistik deskriptif dan analisis data kualitatif model analisis interaktif. Hasil penelitian tindakan kelas menyatakan bahwa penerapan outdoor learning dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak kelompok A TK Widya Putra tahun ajaran 2018/2019. Penerapan outdoor learning dalam pembelajaran dilaksanakan di luar kelas dan diluar sekolah. Outdoor learning dimanfaatkan sebagai metode pembelajaran yang dilaksanakan dalam berbagai kegiatan yang menyenangkan dan menumbuhkan minat belajar anak. Peningkatan terjadi dari pratindakan sebesar 41,7% atau 5 anak, siklus I sebesar 58,3% atau 7 anak, dan siklus II sebesar 83,3% atau 10 anak. Kata kunci: Konsep bilangan, outdoor learning, anak usia dini ABSTRACT Asa Sumawardani. K8115010. IMPROVING CONCEPT OF NUMBERS ABILITY THROUGH OUTDOOR LEARNING IN GROUP A CHILDREN WIDYA PUTRA KINDERGARTEN CLASS OF 2018/2019. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University, Mei 2019. The purpose of this study to improved concept of numbers ability through outdoor learning in group A children Widya Putra Kindergarten class of 2018/2019. This type of research was classroom action research with quantitative and qualitative approach. This study was conducted for two cycles, each cycles consist of four meetings. The subject of the study were group A children Widya Putra Kindergarten class of 2018/2019. Data collection technique conducted through observations, interviews, test, and documentation. The data analysis technique used was quantitative of descrpitive statistical analysis and qualitative analysis of interactive models. This study showed that practice of outdoor learning can improve the concept of numbers in group A children Widya Putra Kindergarten class of 2018/2019. Practice of outdoor learning in learning can be executed in setting of outside class and outside school. Outdoor learning is used as learning methods in the various activities in fun and improve interest of learning in children. Increased from pre-research by 41,7% or 2 children, the first cycle was 58,3% or 7 children, and the second cycle was 83,3% or 10 children. Keywords: The concept of numbers, outdoor learning, early childhoo
Sentra Industri Jamu Terpadu di Desa Nguter kabupaten Sukoharjo dengan Pendekatan Arsitektur Simbiosis
Sentra industri yang berjuluk “Kampung Jamu Nguter” ini secara kawasan tidak tampak identitas jamu sebagai karakter sentra. Karakter jamu yang kuat hanya terlihat pada Pasar Jamu sebagai pusat ekonomi, itu pun kondisinya cenderung sepi. Industri jamu tidak terekspos atau tertutup, hanya sebagian kecil saja yang melayani kunjungan edukasi dari pengunjung. Pada skala mikro, beberapa industri rumahan masih belum memenuhi standar ruang produksi dari BPOM. Zonasi ruang tidak jelas, sirkulasi simpang siur, dan gudang penyimpanan tidak memadai. Secara tampilan, tidak ada karakter khas yang berbeda dari rumah-rumah warga pada umumnya. Perancangan sentra industri jamu ini memperbaiki wadah produksi rumahan, mengembangkan wadah budidaya, wadah edukasi dan riset serta wadah pemasaran sebagai unit penjualan. Industri jamu rumahan menjadi objek prioritas dalam perancangan dengan memperbaiki program peruangan sesuai standar BPOM. Kebun jamu sebagai wadah budidaya tanaman jamu mewadahi proses pembibitan, penanaman hingga pascapanen tanaman jamu. Laboratorium uji bersama digunakan bagi industri rumahan sebagai wadah penunjang produksi dengan menjadi bagian dari wadah edukasi dan riset. Wadah pemasaran berupa unit usaha jamu gendong keliling dan warung jamu menunjang keberadaan Pasar Jamu Nguter sebagai pusat ekonomi. Semua wadah tesebut saling terhubung dalam wadah sirkulasi jalan yang akan menegaskan proses produksi jamu dari hulu ke hilir. Maka, arsitektur simbiosis diterapkan pada sentra untuk menghubungkan titik-titik potensi dan memberi dampak positif satu sama lain sehingga dapat menguatkan karakter jamu di dalam sentra. Hingga akhirnya perancangan sentra industri dapat meningkatkan perekonomian masyarakat bagi pelaku industri jamu dan memberikan edukasi bagi masyarakat tentang jamu
Eksperimentasi Model Pembelajaran Learning Cycle 7E dan Two Stay Two Stray terhadap Prestasi Belajar dan Kemampuan Komunikasi Matematis ditinjau dari Gaya Berpikir Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Nganjuk
This research aims : 1) to find out which one produces better learning achievement and mathematical communication ability between cooperative learning model LC7E, TSTS, or direct learning model on the subject matter of straight line equation; 2) to know which resulted in better learning achievement and mathematical communication ability between students with concrete sequential (SK) thinking style, abstract sequential (SA), concrete random (AK), or abstract random (AA) on the subject matter of straight line equation; 3) to know in each learning model, which students thinking styles produce better learning achievement and mathematical communication ability on the subject matter of straight line equation; 4) to know in each type of students thinking styles, which learning model that produces better learning achievement and mathematical communication ability on the subject matter of straight line equation. This research is a quasi-experimental research. The population of this research is all students of class VIII Public junior high school in Nganjuk Regency. The sample used is nine classes with the total number of eighth grade students is 272 students. This research uses stratified cluster random sampling. Instruments used to collect data are mathematical achievement test, mathematical communication ability test, and students thinking style questionnaire. The balance test uses multivariate variance analysis of one path with unequal cells. Data analysis technique used is multivariate variance analysis two ways with unequal cell. From this research it can be concluded that: (1) LC7E learning model produces better learning achievement and mathematical communication ability compared to direct learning model, TSTS learning model produces better learning achievement and mathematical communication ability compared to direct learning model, LC7E and TSTS learning model produce learning achievements that are just as good, and LC7E learning model produces mathematical communication ability that are better than TSTS learning models; (2) students with SK thinking styles have better learning achievement and mathematical communication ability than students with AK and AA thinking styles, students with SA thinking styles have better learning achievement and mathematical communication ability than students with AA thinking styles, while students with SK and SA thinking styles have learning achievements and mathematical communication ability that are just as good, students with SA and AK thinking styles have learning achievements and mathematical communication ability that are just as good, and students with AK and AA thinking styles have learning achievements and mathematical communication ability that are just as good; (3) on each learning model (LC7E, TSTS, and direct) the results showed that students with SK thinking styles had better learning achievement and mathematical communication ability than students with AK and AA thinking styles, students with SA thinking styles have better learning achievement and mathematical communication ability than students with AA thinking styles, students with SK and SA thinking styles have learning achievements and mathematical communication ability that are just as good, students with SA and AK thinking styles have learning achievements and mathematical communication ability that are just as good, and students with AK and AA thinking styles have learning achievements and mathematical communication ability that are just as good; and (4) on learning achievement for each thinking style (SK, SA, AK, and AA) the LC7E learning model produces better learning achievement than the direct learning model, the TSTS learning model produces better learning achievement than the direct learning model, and LC7E and TSTS learning models produce learning achievements that are just as good, then in mathematical communication ability, the LC7E learning model produces mathematical communication ability that are better than the direct learning model, the TSTS learning model produce mathematical communication ability that are better than direct learning model, and the LC7E learning model produce mathematical communication ability that are better than TSTS learning model
Analisis Penetapan Standar Waktu Pelayanan TRT (Truck Round Time) di PT Terminal Petikemas Surabaya
ABSTRAK ANALISIS PENETAPAN STANDAR WAKTU PELAYANAN TRT (TRUCK ROUND TIME) DI PT TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA NILNA AHLAKUL KARIMA F3116037 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja TRT tahun 2016 sampai 2018, mengidentifikasi penyebab serta dampak dari TRT yang melebihi standar waktu penetapan. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan mixed methods (kualitatif dan kuantitatif). Jenis data yang digunakan adalah jenis data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam angka dan kalimat yang mendukung pendapat penulis dalam menganalisis penelitian ini. Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi sumber data primer yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi maupun studi pustaka dan sumber data sekunder yang diperoleh dari data perusahaan berupa data troughtput, TRT tahun 2016 sampai 2018, buku cetak, jurnal dan internet. Hasil penelitian ini adalah kinerja TRT di PT Terminal Petikemas Surabaya baik karena pada tahun 2016 sampai 2018 jumlah truk dominan di TRT kurang dari 30 menit, meskipun dapat diindikasi adanya penurunan kinerja. Penurunan kinerja ini ditunjukan dengan adanya peningkatan jumlah truk pada tahun 2016 sampai 2018 di TRT lebih dari 30 menit. Penyebab dari TRT yang melebihi standar waktu penetapan yaitu faktor kepadatan di lapangan penumpukan, faktor alat (pelayanan dan ketersediaan), faktor sumber daya manusia serta faktor alam. Dampak negatif dari TRT yang melebihi standar waktu penetapan yaitu terganggunya aktivitas bongkar muat, kerugian internal perusahaan dan loyalitas pelanggan menurun. Saran yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan TRT (Truck Round Time) yaitu diperlukan koordinasi yang baik sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), improvisasi baik dari SDM, sistem dan peralatan serta yard planner melakukan berbagai inovasi plan dengan memperpendek slot supaya pergerakan RTG tidak terlalu panjang perpindahannya. Kata kunci : TRT, Standar waktu pelayanan dan Terminal petikemas