40799 research outputs found
Sort by
Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah Terintegrasi Nilai-Nilai Dharma Gita Melalui Contextual Teaching and Learning Untuk Meningkatkan Sikap Toleransi Siswa di SMA Negeri 2 Denpasar
ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan model pembelajaran sejarah yang selama ini digunakan di SMA Negeri 2 Denpasar, (2) mendeskripsikan pengembangan model pembelajaran sejarah terintegrasi nilai-nilai Dharma Gita, (3) mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran sejarah terintegrasi nilai-nilai Dharma Gita. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini dilaksanakan untuk menghasilkan dan menguji keefektivitasan produk model pembelajaran yang menitegrasikan pembelajaran sejarah dengan nilai-nilai Dharma Gita melalui contectual teaching and learning. Dalam penelitian ini menggunakan pengembangan model Borg and Gall dengan sepuluh tahapannya. Namun, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada, sepuluh tahapan tersebut disederhanakan menjadi tiga tahapan yaitu, studi pendahuluan, pengembangan model pembelajaran dan tahap evaluasi. Analisis data pada pendahuluan dan pengembangan model dilakukan dengan pendekatan value clarification tehnique, sedangkan pada tahap uji efektivitas dilakukan dengan kuasi eksperimen. Sumber data berasal dari guru, siswa dan proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis dengan SPSS tipe 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru masih mendominasi dalam proses pembelajaran, sehingga siswa minim mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan materi dan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Denpasar juga membutuhkan model pembelaran yang inofatif, (2) Model pembelajaran sejarah terintegrasi nilai-nilai Dharma Gita melalui contectual teaching and learning dengan pendekatan value clarification tehnique untuk meningkatkan sikap toleransi siswa berhasil dikembangkan sesuai dengan pendidikan karakter dan dimasukkan dalam sintak pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 , (3) Uji efektifitas sikap toleransi diperoleh nilai 72,90 dengan taraf signifikan 0,000. Artinya lebih kecil dari 0,025, maka Ho ditolak sehingga rerata sebelum dan sesudah perlakuan kelas eksperimen tidak sama. Sedangkan hasil belajar siswa dari uji statistik dengan program SPSS tipe 19 dadipat signifikansi sebesar 0,000. Artinya lebih kecil dari 0,025. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan model pembelajaran sejarah terintegrasi nilai-nilai Dharma Gita melalui contectual teaching and learning untuk meningkatkan sikap toleransi siswa. Kata Kunci: Nilai-nilai Dharma Gita, Model Pembelajaran Sejarah, Hasil Belajar dan Sikap Tolerans
PERENCANAAN STRUKTUR BENDUNGAN BANDUNGHARJO DESA BANDUNGHARJO KECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN
Abstrak Kabupaten Grobogan adalah penghasil padi dan jagung. Untuk menunjang dan meningkatkan produksi pangan tersebut diperlukan ketersediaan air irigasi yang cukup. Khususnya di Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh merupakan daerah dengan ketersediaan air yang relatif sedikit. Sebagai pemenuhan kebutuhan air irigasi dan air baku di daerah tersebut, diperlukan adanya manajemen air. Salah satu penyelesaian teknisnya adalah pembangunan Bendungan. Desa Bandungharjo terletak pada 110°15’BT-111°25’BT dan 7°LS-7°30’LS mempunyai kondisi kontur (cekungan) yang cukup dan dialiri oleh Sungai Glugu yang memiliki luas daerah pengalirannya sebesar 14,4365 km2. Dalam perencanaan Bendungan Bandungharjo dilakukan analisis data hujan terlebih dahulu sehingga didapatkan Debit Banjir untuk periode ulang 50 tahun adalah 414,263 m3/detik dan Debit Pengambilan sebesar 0,375 m3/detik serta dengan Kapasitas Total Bendungan sebesar 17735790,9254 m3. Bendungan Bandungharjo direncanakan dengan spesifikasi Bendungan Urugan Zonal dengan Inti Kedap Air Tegak dengan tinggi Bendungan 38 m. Material penyusunnya terdiri dari lempung (inti), tanah urugan, pasir, rip-rap. Pada kontrol kestabilan bendungan ini dilakukan kontrol terhadap longsoran dengan menggunakan Metode Irisan Bidang Luncur Bundar pada kondisi bendungan selesai dibangun, saat muka air banjir dan saat penurunan mendadak (rapid drawdown) didapatkan FSkritis = 2,151 > 1,2 (pada kondisi muka air banjir). Serta kontrol terhadap rembesan (filtrasi) didapatkan Qf = 98,152 m3/hari = 0,00114 m3/detik. Sedangkan Daya Dukung Tanahnya menggunakan metode Terzaghi pada kondisi keruntuhan geser lokal didapatkan SF = 3,425 > 3
PENGARUH MEDIA FLIP FOLD TERHADAP KEMAMPUAN MENGURUS DIRI PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS IV DI SLB PANCA BAKTI MULIA SURAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019
ABSTRAK Azka Amalina. K5115011. PENGARUH MEDIA FLIP FOLD TERHADAP KEMAMPUAN MENGURUS DIRI PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS IV DI SLB PANCA BAKTI MULIA SURAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media flip fold terhadap kemampuan mengurus diri pada anak tunagrahita kelas IV di SLB Panca Bakti Mulia Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek tunggal (single subject research) dengan desain A-B-A yaitu dimulai dengan pengukuran baseline-1 (A1) hingga data stabil, kemudian dilanjutkan dengan intervensi (B) hingga data stabil, dan langkah terakhir pengukuran baseline-2 (A2). Subjek dalam penelitian ini adalah anak tunagrahita kelas IV di SLB Panca Bakti Mulia Surakarta berjumlah 1 anak. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes perbuatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dalam kondisi dan antar kondisi yang disajikan dengan grafik. Hasil analisis penelitian diperoleh nilai rata-rata 52,5 pada baseline-1 tanpa adanya tindakan dan setelah diberi intervensi berupa media flip fold nilai rata-rata meningkat menjadi 82,5. Pada baseline-2 tanpa adanya tindakan memperoleh nilai rata-rata 92,5. Adapun hasil analisis yang sudah dilakukan dari data yang telah diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengurus diri anak tunagrahita kelas IV dengan kestabilan 100% (stabil) ke 100% (stabil). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media flip fold berpengaruh meningkatkan kemampuan mengurus diri anak tunagrahita kelas IV di SLB Panca Bakti Mulia Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Kata kunci: Pengaruh, Media Flip Fold, Mengurus Diri, Anak Tunagrahita
Pengembangan E-Modul Berbasis Software LCDS (Learning Content Development System) untuk Siswa SMA/MA Kelas X pada Materi Vektor
ABSTRAK Wanda Galuh Saputri Rahayu. K2315062. PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS SOFTWARE LCDS (LEARNING CONTENT DEVELOPMENT SYSTEM) UNTUK SISWA SMA/MA KELAS X PADA MATERI VEKTOR. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2019. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan karakteristik modul pembelajaran Fisika yang dikembangkan; (2) menjelaskan cara mengembangkan modul agar memenuhi kriteria baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung data kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE, namun hanya sampai pada tahap ketiga yaitu tahap development. Prosedur penelitian ini berupa analysis, design, dan development. Tahap analysis (analisis) terdiri dari analisis masalah dan analisis kebutuhan dari modul elektronik. Tahap design (perancangan) terdiri dari penentuan software, pengumpulan konten, dan pembuatan desain awal modul. Tahap yang selanjutnya adalah development (pengembangan) yang terdiri dari validasi modul dan uji coba modul. Hasil penelitian diperoleh dari validator yang terdiri dari 2 dosen ahli dan responden yang terdiri dari 3 siswa dari 3 SMA yang mengikuti uji coba one to one, 9 siswa dari 3 SMA yang mengikuti uji coba kelompok kecil, dan 90 siswa serta 3 guru dari 3 SMA yang mengikuti uji coba lapangan. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) karakteristik modul elektronik yang dikembangkan adalah menggunakan software LCDS sebagai software utamanya. Modul elektronik yang dikembangkan mendukung pembelajaran yang bersifat interaktif. Hal ini dikarenakan siswa tidak langsung disajikan konsep dan persamaan-persamaan matematis dari materi Vektor, namun siswa diminta untuk mendiskusikannya. Selain itu, modul elektronik yang dikembangkan mendukung pembelajaran mandiri maupun klasikal di dalam kelas. Dibuktikan dengan adanya menu rambu-rambu LKPD untuk mengklarifikasi hasil pekerjaan siswa dan menu pembahasan soal untuk membantu siswa ketika bingung pada saat mengerjakan; (2) berdasarkan data validasi dari dua dosen ahli, diperoleh skor total penilaian modul sebesar 149 dengan kriteria sangat baik, dimana skor pada aspek relevansi materi sebesar 74, aspek tampilan media sebesar 36 dan aspek bahasa sebesar 39. Prosedur pengembangan modul pembelajaran elektronik ini meliputi: (a) tahap persiapan, yaitu menyiapkan bahan-bahan inti dalam modul pembelajaran, seperti software, aplikasi pendukung, peta konsep, peta kompetensi dan uraian materi yang akan dibahas pada modul yang dibuat; (b) tahap pembuatan, yang meliputi pembuatan konten-konten yang dimasukkan ke dalam modul menggunakan aplikasi-aplikasi pendukung dan membuat modul baru pada software LCDS serta memasukkan konten-konten yang telah dibuat pada template yang ada pada LCDS; (c) tahap penyelesaian yang meliputi validasi ahli dan melakukan publish file ke dalam format HTML (.htm) agar modul elektronik dapat dibuka di semua laptop tanpa harus menginstal software LCDS. Kata kunci: modul pembelajaran elektronik, LCDS, vektor
Evaluasi Prosedur Pemberian Kredit dan Cara Penagihan Kredit Yang Macet Pada PD. BPR BKK Tasikmadu Karanganyar
ABSTRAK EVALUASI PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT DAN CARA PENAGIHAN KREDIT MACET PADA PD. BPR BKK TASIKMADU KARANGANYAR YUNINDA NAISYAPURI NIM F3416064 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi prosedur pemberian kredit umum dan cara penagihan kredit macet pada PD. BPR BKK Tasikmadu Karanganyar. Prosedur pemberian kredit umum pada PD. BKK Tasikmadu Karanganyar terdiri dari prosedur permohonan kredit, prosedur analisa kredit, dan prosedur pencairan/ pengadministrasian kredit. Cara penagihan kredit macet dilakukan secara administratif dan lelang. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, penulis menemukan kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya antara lain sudah terdapat pemisahan fungsi secara tegas dan dokumen yang digunakan sudah memadai. Sedangkan kelemahannya ini adalah bagian customer service melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan bagian kredit, pekerjaan ini sudah tertera pada standar operasional prosedur. Dari temuan tersebut maka penulis dapat menyimpulkan bahwa prosedur pemberian kredit umum dan cara penagihan kredit telah dilaksanakan sesuai aturan dengan terperinci dan jelas. Sedangkan rekomendasi yang diberikan adalah pada bagian customer service harus konsisten melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan job description pegawai. Kata kunci : prosedur pemberian kredit, evaluasi, kredit mace
Pengembangan Model Pembelajaran Holistik Untuk Peningkatan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah SMA
Nur Ahyani. T811208005. 2018. Pengembangan Model Pembelajaran Holistik Untuk Peningkatkan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah. Disertasi. Promotor Prof. Dr. Soetarno Joyoatmojo, M.Pd, Co Promotor 1 Prof. Dr. Muhammad Akhyar, M.Pd, Co Promotor 2 Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Program Doktor Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk: (1) mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran sejarah dan pendidikan karakter siswa SMA se-Kota Palembang; (2) mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan dan mengetahui tingkat validitas model pembelajaran holistik untuk peningkatan karakter dalam pembelajaran sejarah yang valid di SMA se-Kota Palembang; (4) mengetahui tingkat keefektifan model pembelajaran holistik untuk peningkatan karakter dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D), prosedur penelitian terdiri dari tiga langkah, yaitu studi pendahuluan, pengembangan model, dan keefektifan model. Responden adalah guru dan siswa SMA se-Kota Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes, dan angket. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data hasil studi pendahuluan. Analisis data pada uji coba terbatas dan uji coba luas digunakan analisis gain ternormalisasi pada hasil belajar dan skor karakter. Keefektifan model digunakan analisis uji beda t-tes dan satatistik non parametrik dengan uji Mann-Whitney U (SPSS), untuk mengetahui keefektifan model dengan membandingkan postes kelas eksperimen dengan postes kelas kontrol, baik pada hasil belajar maupun skor karakter. Sampel penelitian berasal dari SMA Negeri 11 Palembang, SMA Negeri 13 Palembang, SMA Negeri 15 Palembang, SMA Negeri 22 Palembang, SMA Muhammadiyah 2 Palembang, SMA PGRI 2 Palembang, dan SMA Nurul Iman Palembang. Hasil Penelitian menunjukkan: (1) pelaksanaan pembelajaran sejarah dan pendidikan karakter belum efektif dan inovatif; (2) langkah pengembangan: (a) tahap pendahuluan meliputi studi literatur, studi lapangan, dan merumuskan draf awal model, (b) tahap pengembangan meliputi validasi ahli, uji coba terbatas, dan uji coba luas, (c) keefektifan model; Validitas model: (a) validitas ahli terdiri dari ahli model pembelajaran rata-rata 78% (layak), ahli pembelajaran (silabus) 78% (layak), (RPP) 79,16% (layak), ahli materi 83,78% (layak), ahli pendidikan karakter 75,11% (layak), buku guru 78,83% (layak), dan buku siswa 75,11% (layak). Hasil pengembangan model, pada uji terbatas terbukti memenuhi keterlaksanaan model, pada uji coba luas terbukti memenuhi keterterapan model; (4) Model pembelajaran holistik efektif untuk meningkatkan karakter siswa dalam pembelajaran sejarah, dibuktikan pada hasil uji-t baik pada hasil belajar sejarah maupun skor karakter yang menunjukkan bahwa Sig. (2-tailed) 0,00<0,05. Kata Kunci: Pengembangan model Holistik, Pembelajaran Sejarah, Karakter. Nur Ahyani. T811208005. 2018. Development of the Holistic Learning Model to Improve the Character in Historical Learning. Dissertation. Promoter Prof. Dr. Soetarno Joyoatmojo, M.Pd, Co Promoter 1 Prof. Dr. Muhammad Akhyar, M.Pd, Co-Promoter 2 Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Doctoral Program of Education Science Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta. Abstract The purpose of this research and development is to: (1) get an overview of how the implementation of historical learning and character education of high school students throughout Palembang City; (2) describe the development steps and determine the level of validity of the holistic learning model for character improvement in valid historical learning in high schools throughout Palembang; (3) knowing the effectiveness of holistic learning models in improving character in history learning. The research is a research development (R & D), this research procedure consists of three steps, namely preliminary study, model development, and model effectiveness. Respondents from the study were high school teachers and students throughout Palembang. Data coleection techniques used intervie, observation, tesis, and questionnaires. Descriptive analysis is used to analyze data from preliminary studies. Data analysis in limited trials and extensive trials used normalized gain analysis on learning outcomes and character scores. The effectiveness of the model used a different tes analysis of the non parametric statistic test using the Mann-Whitney U test (SPSS), to determine the effectiveness of the model by comparing the experimental class posstest whith the control class posstest, both on learning outcomes and character scores. The sample of the research came from State high school number 11 Palembang, State high school number 13 Palembang, State high school number 15 Palembang, State high school number 22 Palembang, Muhammadiyah high school number 2 Palembang, PGRI high school number 2 Palembang, and Nurul Iman high school Palembang. The results of the study show that: (1) the implementation of historical learning and character education has not been effective and innovative; (2) development steps: (a) preliminary stage includes literature study, field study, and formulating the initial draft on the model, (b) the developmentstage includes expert validation, limited trials, and extensive trials, (c) model effectiveness; model validity: (a) expert validity consist do expert learning models on average 78% (feasible), expert learning (syllabus) 78% (feasible), (RPP) 79,16% (feasible), material expert 83,78% (feasible), character education expert 75,11 (eligible). The result of the model development, in the limmited test proved to fulfill the models’s implementation, in the broad trial it was proven to fulfill the applicability of the model; (4) holistic learning models are effective to improve improve the character of students in historical learning, evidenced by the result of t-test both on historical learning outcomes and character scores that indicated that Sig. (2 –tailed) 0,05. Keywords: Holistic model development, history learning, character
Pengaruh Teknik Shaping Terhadap Kemampuan Merawat Diri Anak Tunagrahita Kelas I C1 di SLB Negeri Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik shaping terhadap kemampuan merawat diri anak tunagrahita kelass I C1 di SLB Negeri Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimen dengan subjek tunggal (single subject research) dengan desain A-B-A yaitu dimulai dengan pengukuran baseline-1 (A1) hingga data stabil, dan dilanjutkan dengan intervensi (B), langkah terakhir adalah pengukuran baseline-2 (A2). Subjek dalam penelitian ini adalah anak tunagrahita kelas I di SLB Negeri Surakarta berjumlah 1 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes perbuatan untuk mengukur kemampuan merawat diri anak tunagrahita. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dalam kondisi dan antar kondisi. Validitas instrumen dalam penelitian menggunakan validitas isi. Reliabilitas instrumen menggunakan reliabilitas interrater yang didukung oleh intraclass correlation menggunakan SPSS 23. Hasil analisis penelitian ini diperoleh rata-rata skor subjek dalam tiga fase yaitu, fase baseline-1, fase intervensi dan fase baseline-2. Dalam fase baseline-1, subjek mendapat skor 27. Pada fase intervensi subjek mendapat skor 37,37. Pada fase baseline-2 subjek mendapat skor 42. Adapun hasil analisis yang sudah dilakukan dari data yang telah diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kemampuan merawat diri anak tunagrahita kelas I dengan kestabilan 100% (stabil) ke 100% (stabil). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa teknik shaping berpengaruh terhadap kemampuan merawat diri anak tunagrahita kelas I C1 di SLB Negeri Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Kata kunci: teknik shaping, kemampuan merawat diri, anak tunagrahita
EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN KERJA PADA PENGGUNAAN SCAFFOLDING JENIS MAIN FRAME SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT. ACSET INDONUSA TBK.– WOH HUP (PRIVATE) LIMITED. JOINT OPERATION JAKARTA PUSAT
Latar Belakang : Scaffolding jenis main frame merupakan salah satu komponen terpenting dalam proses pembangunan gedung dari awal hingga selesai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerapan dari penggunaan scaffolding jenis main frame berdasarkan AS/NZS 4576:1995 tentang Pedoman bagi Scaffolding dan Singapore Standard S.518/2011 tentang Workplace Safety and Health (Scaffolds) Regulations 2011 pada penggunaan scaffolding jenis main frame di PT. ACSET INDONUSA TBK – WOH HUP (PRIVATE) LIMITED Joint Operation, Jakarta Pusat. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yakni menggambarkan penerapan keselamatan kerja pada penggunaan scaffolding jenis main frame di PT. ACSET INDONUSA TBK – WOH HUP (PRIVATE) LIMITED Joint Operation, Jakarta Pusat. Hasil : Perusahaan telah menerapkan keselamatan kerja pada pemasangan, penggunaan dan pembongkaran scaffolding jenis main frame melalui segi people, equipment, material dan environment (PEME) melalui program-program keselamatan kerja yang telah dilakukan berdasarkan evaluasi penerapan keselamatan kerja pada penggunaan scaffolding jenis main frame. Simpulan : Perusahaan telah berkomitmen dalam menerapkan keselamatan kerja pada penggunaan scaffolding jenis main frame melalui pemenuhan standar sesuai dengan AS/NZS 4576:1995 tentang Pedoman bagi Scaffolding dan Singapore Standard S.518/2011 tentang Workplace Safety and Helth (Scaffolds) Regulations 2011 pada penggunaan scaffolding jenis main frame. Kata Kunci : Scaffolding Main Frame, Teori Domin
STRATEGI KOMUNIKASI SATLANTAS POLRES KLATEN (Studi Deskriptif tentang Strategi Komunikasi dalam Penyampaian Pesan Tertib Lalu Lintas pada Generasi Milenial di Kabupaten Klaten)
ABSTRACT Sekar Candrayuni. D0215093. “COMMUNICATION STRATEGY BY TRAFFIC UNIT POLICE RESORT KLATEN (A Descriptive Study of Communication Strategies in Content Delivery of Traffic in the Millennial Generations in Klaten)”. Undergraduate Thesis. Department of Communication Science. Faculty of Social and Political Sciences, Sebelas Maret University Surakarta. The community has an obligation to maintain security and order, but not all community members can carry out these obligations properly. There are still many people who violate the regulations set by the government, violating the rules of conduct is one proof that the public has not been able to fully carry out the obligation to maintain security and order. Violations of traffic regulations can be detrimental to the driver himself and other drivers around him. Not infrequently the behavior of violating traffic rules results in traffic accidents. The accident rate that occurred in Indonesia increased during the last quarter, namely at the end of 2018, and Central Java Province occupied the second level with the highest number of accidents and casualties among other provinces in Indonesia at the end of 2018, in addition to the number of accidents occurring in the millennial generation in Klaten district increased by the end of 2018. Therefore, the delivery of orderly traffic messages to the community, especially in the millennial generation needs attention and improvement. Submission of messages in a communication activity requires the right strategy so that the communication target can receive the message delivered. This is important to do so that the message delivery activities can run well and the purpose of delivering the message can be achieved. This study aims to find out how the communication strategy of the Traffic Unit Police Resort Klaten in delivering orderly traffic messages to the millennial generation in Klaten district. The theory used in this study is the theory of communication strategy by Cangara (2013) regarding the determination of communication strategies, supported by the theory from Gibson (2003) regarding the formulation of strategies, and the theory of Arifin (2005) regarding communication strategies. This study uses qualitative research methods with a type of descriptive research that aims to describe, tell, and analyze existing data in depth. Data collection techniques are carried out by interview, observation and documentation. While the sampling used in this study is Purposive Sampling by determining the informants who fit certain criteria, namely the head or members of the Traffic Unit Police Resort Klaten, mastering the material regarding orderly traffic, having the main duties of the function and also the responsibility in delivering orderly traffic messages. Based on these criteria, the researchers selected 5 informants from the Traffic Unit Police Resort Klaten, namely the Chief of Engineering and Education Traffic Unit Police Resort Klaten (IPDA Satya Dhira Anggara Arrya Nugraha, S.Tr. K), Engineering and Education Traffic Unit Police Resort Klaten (Brigarir M. Nuur Addin), Member of MIN Traffic Police OPS Klaten (Brigadir Aris Prastya), Member of MIN OPS / KAUR MINTU Traffic Unit Police Resort Klaten (AIPDA Juni Sandi Laviani), KBO Traffic Unit Police Resort Klaten (IPTU Sarwoko). In addition, the researcher also selected 5 supporting informants with the criteria of informants who were millennial generation (16-35 years old), and had or were following the orderly traffic message activities held by the Klaten Police. Then to test the validity of the data is done by source triangulation. The data analysis technique used in this study is the interactive analysis technique of Miles and Huberman. Based on the results of the study, it is known that the communication strategy carried out by the Police Resort Klaten in delivering orderly traffic messages to the millennial generation is done by arranging a strategic plan, namely by setting communicators, setting targets, arranging messages, and choosing media or communication channels. In orderly delivery of traffic to the millennial generation, the Police Resort Klaten establishes a communicator, namely the leader of each unit at the Traffic Unit Police Resort Klaten. The target is determined based on data on the number of violations and accidents that occurred in Klaten district. The message chosen to be delivered is a message that is informative, educational, persuasive. Then the delivery of messages directly, and the delivery of messages using social media is considered an effective way to be used by the Klaten Regional Police Unit in delivering orderly traffic messages to the millennial generation, but observations show that Instagram (@tmcpolresklaten) and Twitter social media accounts (@tmcpolresklaten) does not contain many things about the delivery of orderly traffic messages, and most of them only contain photos of activities carried out by the Traffic Unit Police Resort Klaten, besides that, the Facebook account (KTMC Klaten Police) is currently blocked. Submission of orderly traffic messages directly through Millennial Road Safety Festival activities, based on interviews with activity participants (millennial generation) and observations shows that these activities are dominated by entertainment treats when compared to the delivery of orderly traffic messages. Keywords: Communication Strategy, Content Delivery, Traffic, Millennia
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN LEARNING START WITH A QUESTION (LSQ) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR IPS (Penelitian Tindakan Kelas pada Peserta Didik Kelas V SD Negeri 1 Karanggayam Kebumen Tahun Ajaran 2016/2017)
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar IPS melalui strategi pembelajaran Learning Start with a Question pada peserta didik kelas V SD Negeri 1 Karanggayam tahun ajaran 2016/2017. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelakasanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri 1 karanggayam yang berjumlah 20 peserta didik. Sumber data yang digunakan berasal dari guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan review informan. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Learning Start with a Question dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas V SD Negeri 1 Karanggayam tahun ajaran 2016/2017. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan keaktifan belajar peserta didik setiap siklusnya. Pada pratindakan terdapat 5 peserta didik yang masuk dalam kategori baik atau 25%. Pada siklus I terdapat 12 peserta didik yang masuk kedalam kategori baik atau 60% . Pada siklus II terdapat 18 peserta didik atau 90% masuk ke dalam kategori baik. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan strategi pembelajaran Learning Start with a Question dapat meningkatkan keaktifan belajar IPS pada peserta didik kelas V SD Negeri 1 Karanggayan tahun ajaran 2016/2017. Kata kunci: Strategi Pembelajaran Learning Start with a Question, Keaktifan Belajar IP