40799 research outputs found
Sort by
Analisis Kepadatan Penduduk dan Kualitas Permukiman di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Tahun 2017
Tujuan penelitian ini adalah : 1)Mengetahui persebaran kepadatan penduduk di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo tahun 2017. 2) Mengetahui kualitas permukiman di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 dan 3)Mengetahui pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Kualitas Permukiman di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo tahun 2017. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh permukiman yang ada di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Unit analisis adalah blok permukiman yang ada di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interpretasi citra IKONOS dan analisis data sekunder. Teknik analisis yang digunakan skoring dan overlay. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa : 1) Persebaran Kepadatan Penduduk di kecamatan Grogol : terdapat sembilan desa dengan kepadatan penduduk tinggi, tiga desa dengan kepadatan penduduk sedang dan dua desa dengan kepadatan penduduk rendah. 2) Kualitas permukiman di kecamatan Grogol : terdapat tujuh desa dengan kualitas permukiman sedang dan baik; empat desa dengan kualitas permukiman buruk, sedang, dan baik; dua desa dengan kualitas permukiman sedang; dan satu desa dengan kualitas permukiman baik. Secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa kualitas permukiman di Kecamatan Grogol didominasi oleh blok permukiman dengan kualitas sedang. 3) Tidak terdapat Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Kualitas permukiman. Karena tidak ditemukan kepadatan penduduk tinggi dengan kualitas permukiman buruk dan kepadatan penduduk rendah dengan kualitas permukiman baik. Dari 14 desa yang berada di Kecamatan Grogol terdapat tujuh desa yang memiliki kepadatan penduduk tinggi dengan kualitas permukiman sedang, dua desa yang memiliki kepadatan penduduk tinggi dengan kualitas permukiman baik, tiga desa yang memiliki kepadatan penduduk sedang dengan kualitas permukiman sedang, dan dua desa yang memiliki kepadatan penduduk rendah dengan kualitas permukiman sedang. Kata Kunci : kepadatan penduduk, kualitas permukiman, blok permmukima
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS TENTANG TEMA PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI LEREPKEBUMEN TAHUN AJARAN 2018/2019
Penerapan Pendekatan Saintifik dengan Multimedia untuk Meningkatkan Pembelajaran IPS tentang Tema Peristiwa dalam Kehidupan pada Siswa Kelas V SD Negeri Lerepkebumen Tahun Ajaran 2018/2019. tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatatkan pembelajaran IPS tentang tema Peristiwa dalam Kehidupan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesipulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan multimedia dapat menigkatkan pembelajaran IPS tentang tema Peristiwa dalam Kehidupan pada siswa kelas V SD Negeri Lerepkebumen. Kata Kunci: Pendekatan Saintifi, Multimedia, Ilmu Pengetahuan Sosial
DISCOURSE of RENEWAL PADA LEMBAGA PEMERINTAH (Studi Komunikasi Krisis Pada Kasus Korupsi di Kementerian Pertanian )
Pemberantasan korupsi adalah salah satu pr besar bagi lembaga pemerintah. Perubahan yang terjadi pada Kementerian Pertanian di era kepemimpinan Menteri Andi Amran Sulaiman termasuk pada komunikasi pasca krisisnya menarik untuk diteliti menggunakan teori baru komunikasi krisis yaitu Discourse of Renewal. Teori ini menarik karena tidak lagi memandang krisis sebagai sesuatu yang negative, tetapi memandang krisis sebagai sebuah peluang untuk maju. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian terkait kasus korupsi, faktor faktor yang menghambat dan dampak penggunaan strategi wacana pembaharuan dalam perbaikan citra lembaga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan pemahaman mendalam terkait komunikasi krisis yang dilakukan. Data penelitian dikumpulkan dari print out media cetak, media online, rekaman video, dan dari hasil wawancara mendalam dengan beberapa narasumber. Data tersebut berupa pernyataan jajaran pimpinan Kementerian Pertanian yang mengandung wacana pencegahan dan pemberantasan korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernyataan jajaran pimpinan terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi mengandung wacana pembaharuan dengan kecenderungan yang prospektif. Sedangkan faktor faktor penghambat pembaharuan antara lain adanya resistensi di intern organisasi, banyaknya peraturan yang tumpang tindih dengan lembaga lain dan pernyataan spontan pimpinan yang kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Meskipun demikian, penggunaan strategi wacana pembaharuan dianggap cukup berhasil, terbukti dengan banyaknya penghargaan yang diraih, respon positif dan apresiasi dari para stakeholder. Berdasarkan keterbatasan yang ada, peneliti menyarankan agar Kementerian Pertanian membuat SOP komunikasi krisis agar humas mempunyai pedoman dalam memilih strategi penanganan krisis dalam kondisi apapun. Kata kunci: Komunikasi Krisis, Korupsi, Discourse of Renewal, Komunikasi Organisasiix ABSTRACT Astri Wibawanti Putri. S231608007. DISCOURSE of RENEWAL IN GOVERNMENT INSTITUTIONS (Crisis Communication Study on Corruption Cases at the Ministry of Agriculture). Thesis. Supervisor I: Dr. Sutopo JK, M.S, Supervisor II: Dr. Andre N. Rahmanto, S.Sos, M.Si. Post Graduate Program Universitas Sebelas Maret Surakarta. Eradicating corruption is the big problem for government agencies. Changes that occurred in the Ministry of Agriculture in the era of Minister Andi Amran Sulaiman including post-crisis communication were interested to study using a new theory of crisis communication, namely the Discourse of Renewal. This theory is interesting because it no longer views the crisis as something negative, but views the crisis as an opportunity to move forward. This study seeks to find out how the crisis communication strategy carried out by the Ministry of Agriculture related to corruption cases, factors that hinder and impact the use of renewal discourse strategies in improving the image of the institution. This study used a qualitative method with a case study approach to gain an in-depth understanding of crisis communication. The research data was collected from print outs of print media, online media, video recordings, and from the results of in-depth interviews with several speakers. The data is in the form of a statement from the leadership of the Ministry of Agriculture which contains a discourse on prevention and eradication of corruption. The results of the study indicate that the statements of the leadership related to the prevention and eradication of corruption contain a discourse of renewal with prospective trends. While the factors that inhibit renewal include resistance in the organization, the number of regulations that overlap with other institutions and the spontaneous statement of the leadership that sometimes does not correspond to reality. Nevertheless, the use of the renewal discourse strategy is considered quite successful, as evidenced by the many awards achieved, positive responses and appreciation from stakeholders. Based on existing limitations, the researchers suggested that the Ministry of Agriculture establish a crisis communication SOP so that public relations had guidelines in choosing a strategy for handling crises under any conditions. Keyword : Communication Crisis, Corruption, Discourse of Renewal, Organizational Communicatio
PENERAPAN PEMBELAJARAN TIPE MEA (MEANS ENDS ANALYSIS) PADA MATERI USAHA DAN ENERGI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA SISWA KELAS X MIPA 4 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama siswa kelas X MIPA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 pada materi Usaha dan Energi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Means Ends Analysis. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap persiapan dilanjutkan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 sebanyak 32 siswa. Data hasil observasi, kajian dokumen, dan wawancara kerjasama siswa dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan dari hasil analisis data dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa: kerjasama siswa kelas X MIPA 4 SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 pada materi Usaha dan Energi mengalami peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Means Ends Analysis. Persentase ketuntasan siswa berdasarkan indikator kerjasama meningkat dari 0% pada prasiklus menjadi 42% pada Siklus I menjadi 84% pada Siklus II
SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN HAK TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KABUATEN PONOROGO
ABSTRAK Sistem informasi Pendaftaran Hak Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo Oleh : Bagas Andika Putra dan Kevin Andrean Kharisma Yog’s Pembangunan yang sangat pesat di indonesia tidak terlepas hubungannya dengan kepastian pendaftaran hak tanah. Pendaftaran sertifikat tanah sangat penting untuk pemilik tanah agar dapat menguasai tanah miliknya .ATR/BPN Kantor Pertanahan kabupaten Ponorogo adalah salah satu instansi yang menyediakan pelayanan jasa pembuatan sertifikat tanah harus diperhatikan. Sebelumnya pendaftaran hak tanah di instansi ini menggunakan pendataan secara manual. Cara ini kurang efektif untuk sebuah kantor instansi yang cukup besar seperti ATR/BPN Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo. Karena kemungkinan data hilang sangat besar karena sistem belum terkomputerisasi, Dari laporan yang telah diuraikan penulis membuat " Sistem Informasi Pendaftaran Hak Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Ponorogo " agar pendaftaran sertifikat tanah lebih efektif dan praktis untuk menunjang pelayanan di kantor instansi ini. Karena sistem ini sudah terkomputerisasi dan juga mudah digunakan untuk pendaftar hak tana
Keefektifan Flipped Classroom dan Discovery Learning Model terhadap Kemandirian Belajar di SMK Negeri 1 Surakarta
ABSTRAK Yindi Cardina. K7715057. KEEFEKTIFAN FLIPPED CLASSROOM DAN DISCOVERY LEARNING MODEL TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK NEGERI 1 SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan kemandirian belajar akuntansi peserta didik dengan menggunakan flipped classroom model dan discovery learning di SMK Negeri 1 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi-eksperimental research). Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X Akuntansi di SMK Negeri 1 Surakarta yang berjumlah 108 peserta didik. Sampel yang terpilih adalah kelas X AK 1 dan kelas X AK 2 masing-masing berjumlah 36 peserta didik dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial (uji t). Keabsahan data diperoleh melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemandirian belajar akuntansi peserta didik dengan menggunakan flipped classroom model dan discovery learning. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan nilai uji Independent Sample T-test sebesar t = 5,747 (p = 0,000). Peserta didik yang dibelajarkan menggunakan flipped classroom memiliki peningkatan kemandirian belajar lebih tinggi daripada peserta didik yang dibelajarkan menggunakan discovery learning. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan skor rata-rata kelas flipped classroom 0,38 dan kelas discovery learning 0,17. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan flipped classroom model meningkatan kemandirian belajar lebih tinggi dari discovery learning pada pembelajaran akuntansi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Surakarta. Kata Kunci: Flipped Classroom, Discovery Learning, Kemandirian Belaja
Kesantunan Berbahasa dalam Wacana Suara Publik pada Harian Merapi dan Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN (Sebuah Kajian Pragmatik)
Yekti Indriyani, NIM S841708020. Language Politeness of Suara Publik Discourse in Merapi Newspaper and Its Relevance with Indonesian Language Learning for Islamic Secondary School. THESIS. Consultant l: Prof. Sahid Teguh Widodo, M. Hum., Ph.D. Consultant II: Dr. Muhammad Rohmadi, M. Hum. Postgraduate Program of Indonesian Language Education. Faculty of Teacher Training and Education, University of Sebelas Maret Surakarta 2019. ABSTRACT The study aims to describe and explain: (1) the compliance and violation of the language politeness principles contained in Suara Publik discourse in Merapi newspaper based on Leech’s theory (1983); (2) the implicature and speech act functions of Suara Publik discourse in Merapi newspaper; and (3) the relevance of language politeness principles of Suara Publik discourse in Merapi newspaper with the Indonesian Language learning for Islamic Secondary School. The data included the discourse from a number of short messages sent to Suara Publik column of Merapi newspaper from April to December 2018. There were a total of 108 written messages as the data. It adopted a descriptive qualitative method. The study referred to a number of documents and involved informants as the data source. It also deployed a content analysis and in-depth interview as the data collecting technique. Meanwhile, the data validity utilized source and theoretical triangulation. At last, the Miles and Huberman interactive analysis model (1992) was adopted for the data analysis. The interactive analysis model consists of four stages, including data collection, data reduction, data display, and conclusion. The findings revealed (1) the forms of compliance and violation of the language politeness principles contained in Suara Publik discourse in Merapi newspaper based on Leech’s theory (1983), consisting of 36 data that represented the compliance to the language politeness principles as well as 40 data that reflected the violation to the language politeness principles, of which were classified into six maxims, including modesty maxim, agreement maxim, approbation maxim, sympathy maxim, tact maxim, and generosity maxim; (2) the forms of implicature and speech act functions of Suara Publik discourse in Merapi newspaper that consisted of insinuation, encouragement, persuasion, critics, and commands; and (3) the relevance of the language politeness principles of Suara Publik discourse in Merapi newspaper with the Indonesian Language learning for the 12th grade of the Islamic Secondary School. The study of language politeness principles is relevant with the first-semester syllabus of 12th grade within the boundary of Curriculum 2013. Keywords: compliance and violation to the language politeness principles, implicature and speech act function, relevance with the Indonesian Language learning
LITERASI MATEMATIKA MAHASISWA CALON GURU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNS TAHUN 2018/2019 DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIKA
ABSTRAK Faizah Azzahra. K1314024. LITERASI MATEMATIKA MAHASISWA CALON GURU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNS TAHUN 2018/2019 DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIKA. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik literasi matematika calon guru pendidikan matematika UNS tahun 2018/2019 pada disposisi tinggi (2) karakteristik literasi matematika calon guru pendidikan matematika UNS tahun 2018/2019 pada disposisi sedang (3) karakteristik literasi matematika calon guru pendidikan matematika UNS tahun 2018/2019 pada disposisi rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah calon guru, yaitu mahasiswa Pendidikan Matematika UNS Semester 6 ke atas yang berjumlah 30 orang. Penentuan subjek ditentukan dengan teknik sampel bertujuan sehingga dipilih 3 calon guru yang menjadi subjek penelitian, yakni 1 calon guru dari masing masing tingkatan disposisi matematika. Sumber data berasal dari calon guru. Teknik pengambilan data adalah tes, wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan tiga kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan simpulan. Validitas data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah calon guru dengan disposisi matematika tinggi (1) mampu memahami sebagian besar konteks yang ada pada soal. Calon guru mampu menangkap informasi matematis dan mampu memahami masalah. (2) Calon guru memahami konsep beberapa konten matematis yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah (3) Calon guru mampu mengidentifikasi sebagian besar informasi, dan mampu merumuskan bentuk matematis dan algoritma penyelesaian masalah (3a). Calon guru menggunakan konsep, fakta, dan prosedur matematis untuk menyelesaikan masalah. Namun, pada beberapa bagian proses calon guru tidak menyertakan argumen dan penalaran yang mendasari terapan matematis (3b). Calon guru cenderung mampu menafsirkan solusi matematis ke permasalahan dalam konteks. Calon guru menalar kecocokan solusi matematis dengan penyelesaian masalah. Namun, terdapat beberapa proses dimana calon guru menafsirkan solusi matematis secara intuitif tanpa disertai argumen yang lengkap (3c). Literasi matematika calon guru dengan disposisi matematika sedang adalah sebagai berikut (1) calon guru mampu memahami garis besar maksud soal. Calon guru mampu menangkap aspek matematis dan memahami masalah. (2) Calon guru memahami konsep beberapa konten matematis yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah. (3) Calon guru mampu mengidentifikasi beberapa informasi dalam konteks. calon guru mampu merumuskan bentuk matematis pada sebagian soal (3a). Calon guru menggunakan konsep, fakta dan prosedur matematis tanpa penalaran yang mendetail. Pada beberapa bagian proses, calon guru tidak menyertakan argumen dan penalaran yang mendasari terapan matematis. Calon guru cukup impulsif dan tidak merefleksi terapan matematis (3b). Calon guru menafsirkan solusi matematis ke permasalahan dalam konteks. Namun, terdapat beberapa bagian dimana calon guru melakukan kesalahan penafsiran. Calon guru kurang melakukan refleksi dan kurang mengevaluasi solusi matematis ke konteks dunia nyata. Calon guru kurang memahami algoritma penyelesaian masalah sehingga penafsiran cenderung muncul secara tiba-tiba tanpa penalaran dan argumen yang logis (3c). Literasi matematika calon guru dengan disposisi matematika rendah adalah sebagai berikut (1) calon guru kesulitan memahami maksud dan istilah pada sebagian soal. Calon guru mampu menangkap sebagian aspek matematis. (2) Calon guru mengingat dan memahami konsep serta prosedur beberapa konten matematis yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah. (3) Calon guru mampu mengidentifikasi beberapa informasi dalam konteks. Namun, calon guru masih kesulitan merumuskan bentuk atematis dan algoritma penyelesaian masalah (3a). Calon guru kesulitan menggunakan konsep, fakta, dan prosedur matematis untuk menyelesaikan masalah pada situasi baru. Calon guru menggunakan pemahaman intuitif dalam menentukan solusi masalah. pada sebagian besar proses tidak disertai argumen dan penalaran yang mendasari terapan matematis. Ketika Calon guru merasa soal sulit, Calon guru tidak berkutat lebih jauh dalam menggunakan pengetahuan matematis, maupun mencoba mencari berbagai kemungkinan penyelesaian masalah (3b). Calon guru menafsirkan solusi matematis ke permasalahan dalam konteks. Namun, terdapat beberapa bagian dimana calon guru melakukan kesalahan penafsiran. Calon guru kurang merefleksi dan mengevaluasi solusi matematis ke konteks dunia nyata. Calon guru kurang memahami algoritma penyelesaian masalah sehingga penafsiran cenderung muncul secara tiba-tiba tanpa penalaran dan argumen yang logis (3c). Hasil Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan literasi matematika pada tingkatan disposisi yang berbeda, meskipun perbedaan tersebut tidak siginifikan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi disposisi matematika, literasi matematika calon guru juga semakin tinggi. Oleh sebab itu, diharapkan calon guru memiliki pemahaman mengenai disposisi matematika peserta didik, dan mempertimbangkan tingkat disposisi matematika dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Literasi Matematika, Disposisi Matematika, Calon gur
STUDI KOMPARASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KETERAMPILANMENULIS KARANGAN DESKRIPSI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR (Penelitian Eksperimen pada Peserta Didik Kelas V SD N Se-Kecamatan Musuk Boyolali Tahun Pelajaran 2018/2019)
ABSTRACT Tyastiningsih K7115181. STUDI KOMPARASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR (Penelitian Eksperimen pada Peserta Didik Kelas V SD N Se-Kecamatan Musuk Boyolali Tahun Pelajaran 2018/2019). Skripsi Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2019. The research aims to know defferences of (1) Direct Instruction and Mind Mapping models”s influence towards student writing skill disciption text. (2) leraning motivastion influence in high and low category toward student writing skill disciption text, (3) the effect interaction of leraning-model implementation and leraning-motivastion toward writing skill description text. The population of the research was all of student grade V SD N in Kcamatan Musuk. Grade V SD N Musuk 1 and grade V SD N Sukorame 1 were selected as the sample through cluster random sampling.This research use experimental method with 2x2 factorial design. Data were collected by menas og questionnaire for students learning motivation data and test for the data of students writing skill description text. Those data were analyzed with two-way Anava test with different content of cell whit level of significance 0,05. The result showed that, frist there were significance difference between Dirct Instruction and Mind Mapping model’s toward students writing skill disciption text (FA = 9,85 > Ftabel = 2,8.). second, there were significance difference between learning motivation influence in high and low toward student writing skill description text (FB = 2,88 > Ftabel = 2,8. Third, there was no effect interaction of learning-model implementation and leraning-motivation toward writing skill description text (FAB = 0,02 < Ftabel = 2,8). Keywords: direct instruction, mind mapping, learning motivation, writing skill elementary schoo
Analisis Kepadatan Penduduk dan Kualitas Permukiman di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Tahun 2017
ABSTRAK Heno Dian Prakoso. K5413029. ANALISIS KEPADATAN PENDUDUK DAN KUALITAS PERMUKIMAN DI KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO 2017(Sebagai Tambahan Bahan Ajar Mata Pelajaran Geografi SMA Kelas XI Pada Kompetensi Dasar 3.4 Dinamika dan Masalah Kependudukan).Skripsi: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan universitas sebelas Maret. Maret 2019. Tujuan penelitian ini adalah : 1)Mengetahui persebaran kepadatan penduduk di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo tahun 2017. 2) Mengetahui kualitas permukiman di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 dan 3)Mengetahui pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Kualitas Permukiman di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo tahun 2017. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh permukiman yang ada di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Unit analisis adalah blok permukiman yang ada di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interpretasi citra IKONOS dan analisis data sekunder. Teknik analisis yang digunakan skoring dan overlay. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa : 1) Persebaran Kepadatan Penduduk di kecamatan Grogol : terdapat sembilan desa dengan kepadatan penduduk tinggi, tiga desa dengan kepadatan penduduk sedang dan dua desa dengan kepadatan penduduk rendah. 2) Kualitas permukiman di kecamatan Grogol : terdapat tujuh desa dengan kualitas permukiman sedang dan baik; empat desa dengan kualitas permukiman buruk, sedang, dan baik; dua desa dengan kualitas permukiman sedang; dan satu desa dengan kualitas permukiman baik. Secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa kualitas permukiman di Kecamatan Grogol didominasi oleh blok permukiman dengan kualitas sedang. 3) Tidak terdapat Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Kualitas permukiman. Karena tidak ditemukan kepadatan penduduk tinggi dengan kualitas permukiman buruk dan kepadatan penduduk rendah dengan kualitas permukiman baik. Dari 14 desa yang berada di Kecamatan Grogol terdapat tujuh desa yang memiliki kepadatan penduduk tinggi dengan kualitas permukiman sedang, dua desa yang memiliki kepadatan penduduk tinggi dengan kualitas permukiman baik, tiga desa yang memiliki kepadatan penduduk sedang dengan kualitas permukiman sedang, dan dua desa yang memiliki kepadatan penduduk rendah dengan kualitas permukiman sedang. Kata Kunci : kepadatan penduduk, kualitas permukiman, blok permmukima