Sebelas Maret University

Sebelas Maret Institutional Repository
Not a member yet
    40799 research outputs found

    EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 33 PURWOREJO

    Get PDF
    Aksa Cai Nastiti. K1314006. EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 33 PURWOREJO. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. November 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) model pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa yang diberikan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dengan pendekatan Open-ended dengan model pembelajaran langsung pada materi sistem persamaan linear dua variabel, (2) Adversity Quotient (AQ) yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa dengan AQ tinggi, sedang atau rendah pada materi sistem persamaan linear dua variabel, (3) prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa dengan model pembelajaran Think Talk Write dengan pendekatan Open-ended atau model pembelajaran langsung pada materi sistem persamaan linear dua variabel pada masing-masing kategori AQ, (4) prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa dengan AQ tinggi, sedang atau rendah pada materi sistem persamaan linear dua variabel pada masing-masing model pembelajaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh sisa kelas VIII SMP Negeri 33 Purworejo tahun ajaran 2018/2019, yang terdiri dari tujuh kelas sebanyak 222 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling dan diperoleh dua kelas yaitu kelas VIIIA dan VIIIB. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMP Negeri 36 Purworejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi untuk mengumpulkan data yang berupa data nilai ulangan harian, metode angket untuk data AQ siswa, dan metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, kemudian dilanjutkan dengan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe. Persyaratan analisis dalam penelitian ini adalah populasi berdistribusi normal menggunakan uji Lilliefors dan populasi mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan metode Bartlett. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) model pembelajaran TTW dengan pendekatan open-ended menghasilkan prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung pada materi SPLDV, (2) siswa AQ tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa AQ sedang, siswa AQ sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa AQ rendah, dan siswa AQ tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dari siswa AQ rendah pada matei SPLDV, (3) pada masing-masing kategori AQ siswa, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TTW dengan pendekatan open-ended menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung pada materi SPLDV, dan (4) pada masing-masing model pembelajaran, siswa AQ tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa AQ sedang, siswa AQ sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan siswa AQ rendah, dan siswa AQ tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dari siswa AQ rendah pada materi SPLDV. Kata kunci : Think Talk Write, Open-ended, Adversity Quotient, prestasi belaja

    Hubungan Antara Latar Belakang Orang Tua Dan Fasilitas Belajar Di Rumah Dengan Kepercayaan Diri Siswa Di SMA Negeri 2 Boyolali Tahun Ajaran 2018/2019

    Get PDF
    Hubungan Antara Latar Belakang Orang Tua Dan Fasilitas Belajar Di Rumah Dengan Kepercayaan Diri Siswa Di SMA Negeri 2 Boyolali Tahun Ajaran 2018/201

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DISERTAI SCAFFOLDING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ILMIAH SISWA DI KAWASAN INDUSTRI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji: 1) pengaruh model pembelajaran CPS disertai scaffolding terhadap kemampuan berpikir ilmiah siswa; 2) pengaruh model pembelajaran CPS disertai scaffolding terhadap kemampuan berpikir ilmiah siswa di daerah industri dan 3) interaksi antara model CPS disertai scaffolding dan daerah industri terhadap kemampuan berpikir ilmiah siswa di daerah industri. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan populasi seluruh siswa SMA Negeri Kelas XI IPA di daerah industri DIY dengan jumlah sampel sebanyak 197 siswa yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Data diperoleh dengan membandingkan kemampuan berpikir ilmah siswa kelas ekperimen yang menggunakan model pembelajaran CPS disertai scaffolding dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran ekspositori pada materi KD 3.7 Sistem Pencernaan. Data diukur dengan menggunakan teknik tes dengan soal tes pilihan ganda yang meliputi empat aspek kemampuan berpikir ilmiah yaitu: inkuiri, analisis, inferensi dan argumentasi. Data dianalisis dengan statistik inferensial menggunakan two way anava dengan bantuan SPSS 21 yang terlebih dahulu data dihitung nilai N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi model CPS disertai scaffolding terhadap kemampuan berpikir ilmiah sebesar 0,000, model CPS disertai scaffolding terhadap kemampuan berpikir ilmiah di daerah industri sebesar 0,096 dan interaksi model pembelajaran CPS disertai scaffolding di daerah industri sebesar 0,610. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) ada pengaruh model pembelajaran CPS disertai scaffolding terhadap kemampuan berpikir ilmiah siswa; 2) tidak ada pengaruh model pembelajaran CPS disertai scaffolding terhadap kemampuan berpikir ilmiah siswa di daerah industri; dan 3) tidak ada interaksi antara model CPS disertai scaffolding dan daerah industri terhadap kemampuan berpikir ilmiah siswa di daerah industri

    Vocabulary Development Process of Hard-of-Hearing Student: Teaching English for Student with Special Needs A Case Study

    Get PDF
    ABSTRACT Avianita. 2018. S891408005.VOCABULARY DEVELOPMENT PROCESS OF HARD-OF-HEARING STUDENT: TEACHING ENGLISH FOR STUDENT WITH SPECIAL NEEDS. Thesis. Surakarta: English Education Department of Graduate Program of SebelasMaret University. Thesis Supervisor: 1. Dr. Abdul Asib, M.Pd; Thesis Supervisor II: Dr. NurArifahDrajati, M.Pd. This study aims at: (1) identifying the problems which the seventh grade hard-of-hearing student has in learning vocabulary. (2) finding out how the English teacher solves the problems of the seventh grade hard-of-hearing student in learning vocabulary.(3) finding out how the home-room teacher solves the problems of the seventh grade hard-of-hearing student in learning vocabulary.(4) finding out how the parents solve the problems of the seventh grade hard-of-hearing student in learning vocabulary.This study was conducted at special needs school in Indonesia in 2017/2018 academic year. It is a qualitative research in the form of case study. The subject of this study was a hard-of-hearing student. The primary data were taken from an interview. The findings show that: (1) The problems which the seventh grade hard-of-hearing student has in learning vocabulary involved three aspects of vocabulary. They were pronunciation and spelling, aspect of meaning: denotation and aspect of meaning: meaning relationships. (2) The English teacher had some solutions in solving the problems of the seventh grade hard-of-hearing student in learning vocabulary. They are: giving example how to pronounce English words by opening the mouth properly and pronounce them loudly and clearly, giving the meaning of English words in mother tongue, pointing the certain things in classroom or things at school, showing certain pictures from cell phone, giving modeling of certain occupation and using flash cards. (3)In solving the problems of the seventh grade hard-of-hearing student in learning vocabulary, the home-room teacher gives suggestions to the English teacher to give repetition in giving pronunciation practice to the student and spelling drilling more often. (4) In solving the problems of the seventh grade hard-of-hearing student in learning vocabulary, the parents tried to find an English course for her daughter. This study is expected to give some implications. The problems faced by the student will be taken into consideration by the teacher to determine an effective and appropriate teaching technique, strategies, method, approach and materials for hard-of-hearing students. The teacher’s solution in solving the student’s problems in vocabulary development in learning reading would make the teacher be able to know how to communicate effectively with the hard-of-hearing student. The home-room teacher’s solution and the parents’ solution in solving student’s problems in vocabulary learning will be able to improve the English learning specifically in vocabulary development. Keywords: English learning, hard-of-hearing student, vocabulary, student’s environmen

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL PESERTA DIDIK KELAS X IIS SMA NEGERI 3 SRAGEN TAHUN AJARAN 2017/2018 (Pokok Bahasan Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan)

    Get PDF
    ABSTRAK Herniyanti Ian Kuswari. K5414025. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL PESERTA DIDIK KELAS X IIS SMA NEGERI 3 SRAGEN TAHUN AJARAN 2017/2018 (Pokok Bahasan Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan). Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan media pembelajaran E-Learning berbasis multimedia interaktif (2) mengembangan media pembelajaran E-Learning berbasis multimedia interaktif pada materi dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan (3) mengetahui kelayakan media pembelajaran E-Learning berbasis multimedia interaktif yang dikembangkan (4) mengetahui efektivitas media pembelajaran E-Learning berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir spasial peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model pengembangan yang dikembangkan oleh Dick & Carey. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner/angket analisis kebutuhan, lembar validasi ahli materi, ahli media, pendidik, angket uji coba peserta didik, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) kebutuhan peserta didik dari hasil analisis kebutuhan didapatkan data bahwa sebagian besar peserta didik memiliki karakteristik gaya belajar visual, pengalaman/keterampilan dalam menggunakan media dengan kategori sering/terampil, peserta didik antusias dan setuju terhadap adanya pengembangan media, visualisasi warna media yaitu warna biru, dan visualisasi jenis huruf/font yaitu Comic Sans MS (2) pengembangan produk media pembelajaran E-Learning berbasis multimedia interaktif menggunakan program Adobe Flash yang dirancang dan dikemas interaktif (self service) dan dilengkapi dengan bahan pendukung materi berupa gambar, peta, video, teks (3) media pembelajaran E-Learning berbasis multimedia interaktif diyatakan layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media yang mendapatkan skor 5 (kategori sangat baik dalam skala Likert), serta penilaian dari pendidik dan uji coba peserta didik mendapatkan skor 4 (kategori baik dalam skala Likert) (4) media pembelajaran E-Learning berbasis multimedia interaktif lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir spasial peserta didik berdasarkan rerata kelasnya yang lebih tinggi pada hasil pretest dan posttest yaitu 65,8 menjadi 78,4 dibandingkan dengan media PowerPoint dimana rerata kelas hasil pretest yaitu 64,4 dan posttest mendapatkan 75,2 sedangkan kemampuan berpikir spasial peserta didik mengalami peningkatan terutama pada aspek region. Kata Kunci : Pengembangan Media, E-Learning, Multimedia Interaktif, Hasil Belajar, Kemampuan Berpikir Spasia

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF AKUNTANSI DI SMK

    Get PDF
    ABSTRAK Ika Wulandari. K7413080. PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF AKUNTANSI DI SMK. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, September 2018. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama yaitu untuk menguji: 1) pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan kognitif siswa pada pembelajaran akuntansi, (2) pengaruh model problem posing terhadap kemampuan kognitif siswa pada pembelajaran akuntansi, dan (3) perbedaan signifikan antara kemampuan kognitif akuntansi yang diajar dengan model pembelajaran problem based learning dan problem posing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental semu (quasi experimental research) dengan rancangan The Randomized Control Group Design Pretest-Posttest. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa Kelas XII Akuntansi SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar yang berjumlah 67 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan kognitif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh penerapan model problem based learning terhadap kemampuan kognitif akuntansi, dengan Sig. <0,05 (0,000<0,05), (2) terdapat pengaruh penerapan model problem posing terhadap kemampuan kognitif akuntansi, dengan Sig. <0,05 (0,000<0,05), (3) terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan kognitif akuntansi yang diajar dengan model pembelajaran problem based learning dan problem posing, dengan Sig. <0,05 (0,004<0,05). Dengan demikian kemampuan kognitif siswa yang diajar dengan model problem based learning lebih baik dibandingkan dengan yang diajar Problem Posing, karena siswa dilatih untuk aktif dan mandiri dalam memecahkan masalah. Hasil penelitian ini secara praktis dapat diterapkan pada proses pembelajaran karena model pembelajaran Probem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Kata Kunci: Problem Based Learning, Problem Posing, Kemampuan Kognitif

    Hubungan antara Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 dan Indeks Massa Tubuh dengan Penyakit Refluks Gastroesofageal di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta

    Get PDF
    Jemmy Haryadi Sima, G0015120, 2018. Hubungan antara Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 dan Indeks Massa Tubuh dengan Penyakit Refluks Gastroesofageal di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia karena terdapat kelainan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu keadaan di mana cairan asam lambung mengalami refluks ke arah esofagus dan menyebabkan gejala. Tingginya indeks massa tubuh (IMT) seseorang dan tingkat hiperglikemi serta meningkatnya risiko komplikasi DM yang berasosiasi dengan lama menderita DM dapat mengganggu mekanisme fisiologis lambung dan/atau esofagus yang memicu terjadinya GERD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe 2 dan indeks massa tubuh dengan penyakit refluks gastroesofageal di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam Subbagian Endokrin Gedung Wijaya Kusuma RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada Oktober – November 2018 dengan jumlah sampel 39 pasien DM tipe 2 yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner GERDQ serta pengukuran indeks massa tubuh pada responden lalu data dianalisis secara statistik dengan Uji korelasi pearson, spearman rho, dan regresi berganda. Hasil: Uji korelasi spearman rho antara lama menderita DM tipe 2 dengan GERD menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.331 (p = 0.039). Uji korelasi pearson antara IMT dengan GERD menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.408 (p = 0.010). Uji regresi berganda antara kedua variabel bebas dengan GERD menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0.073 (p = 0.036) untuk lama menderita DM tipe 2 dan 0.100 (p = 0.015) untuk IMT dengan Adjusted R² sebesar 0.223. Simpulan: Terdapat hubungan positif yang bermakna antara lama menderita DM tipe 2 dan/atau indeks massa tubuh dengan penyakit refluks gastroesofageal pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik RSUD Dr. Moewardi Surakarta

    Bentuk-Bentuk Pendidikan Multikultural di SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta

    Get PDF
    ABSTRAK Awal Saputra. BENTUK-BENTUK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMA N 2 KARANGANYAR DAN SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2019 Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk melihat bentuk-bentuk pendidikan multikultural yang digunakan oleh kedua sekolah, yaitu SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, mengingat begitu pentingnya pendidikan multikultural dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan teori pendidikan multikultural oleh M. Ainul Yaqin dalam analisisnya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti menganalisis bentuk-bentuk pendidikan multikultural yang ada di SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Selain itu penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, dengan mengamati kasus pendidikan multikultural yang ada di SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Data yang di peroleh dari penelitian ini berupa hasil wawancara, dokumen berupa buku sumber belajar, serta silabus yang digunakan dalam sekolah tersebut. Pengujian data dilaksanakan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta telah melakukan pendidikan multikultural. Pendidikan tersebut dilakukan oleh pihak guru dan sekolah oleh kedua sekolah tersebut. Pendidikan yang dilakukan oleh guru berupa nasihat, memberi contoh, serta melakukan perilaku-perilaku yang sesuai dengan pendidikan multikultural. Sedangkan sekolah melakukan pendidikan multikultural dengan mengadakan kegiatan kebudayaan, serta keagamaan, menanamkan perilaku multikultural pada siswa. Kata Kunci: Pendidikan, Multikultural, sekolah, gur

    SISTEM ZONASI BAGI SISWA DAN IMPLIKASINYA PADA PENINGKATAN CIVIC DISPOSITION (DIDIPLIN) PADA SISWA KELAS X SMA N 1 KARANGANOM KABUPATEN KLATEN TAHUN AJARAN 2017/2018

    Get PDF
    ABSTRAK Yhuma Vega Andina. K6414058. SISTEM ZONASI BAGI SISWA DAN IMPLIKASINYA PADA PENINGKATAN CIVIC DISPOSITION (DISIPLIN) PADA KELAS X SMA N 1 KARANGANOM KABUPATEN KLATEN TAHUN AJARAN 2017/2018. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Penerapan Sistem Zonasi di SMA N 1 Karanganom; 2) Peningkatan Civic Disposition (Disiplin) Siswa Kelas X atas diberlakukannya Sistem Zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru; 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin siswa kelas X SMA N 1 Karanganom tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang diperkuat dengan data kuantitatif dan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Simpulan hasil penelitian: 1) Penerapan Sistem Zonasi bagi Siswa di SMA N 1 Karanganom; Prosentase zona pada sistem zonasi di SMA N 1 Karanganom belum sesuai dengan Ketentuan Zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru. Data alamat siswa menunjukkan bahwa pembagian zona menjadi 3 zona di SMA N 1 Karanganom tidak dilaksanakan sesuai peraturan. Pada tahun ajaran 2017/2018 tercatat 65,93% masuk ke dalam zona 1, hal tersebut menunjukkan bahwa prosentase zona 1 tidak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya yaitu sebesar 50%. Zona 2 pada tahun ajaran 2017/2018 juga tidak sesuai dengan ketentuan karena menunjukkan prosentase 32,13% yang seharusnya sebesar 40% pada zona 2. Zona 3 pada tahun ajaran 2017/2018 juga tidak sesuai ketentuan karena prosentase tidak mencapai 10%, namun hanya sebesar 2,04%. 2) Implikasi Civic Disposition (Disiplin) Siswa SMA N 1 Karanganom memiliki kecenderungan sikap ‘Cukup’ pada implementasi adanya sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yakni dengan rincian 46% siswa memiliki kecenderungan sikap ‘baik’, 6% siswa memiliki kecenderungan sikap ‘terpuji’, dan sisanya 48% siswa memiliki kecenderungan sikap ‘cukup’. 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin, antara lain “Pengaruh kebiasaan yang sulit untuk diubah seperti kebiasaan bangun kesiangan, pemalas, menggampangkan sesuatu, harus mengantar adik atau orang tua ke suatu tempat, menjadi peniru kelakuan yang didapat dari lingkungan sekolah, masyarakat, dan keluarga”. Kata Kunci: Sistem Zonasi, Civic Disposition, Disiplin   ABSTRACT Yhuma Vega Andina. K6414058. ZONING SYSTEM FOR STUDENTS AND IMPLICATIONS FOR IMPROVING CIVIC DISPOSITION (DISCIPLINE) OF CLASS X SMA N 1 KARANGANOM KLATEN DISTRICT ACADEMIC YEAR 2017/2018.Thesis, Surakarta: Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret November 2018. This study aims to determine: 1) Application of zoning systems in SMA N 1 Karanganom; 2) Increasing the civic disposition (discipline) of clas X students SMA N 1 Karanganom on the enactment of a zoning system on the acceptance of new students; 3) Factors that influence student discipline of clas X SMA N 1 Karanganom Academic year 2017/2018. This study uses a qualitative approach reinforced with quantitative data and case study methods. Data collection using observation, interview, documentation, and questionnaire. Testing data validity using triangulation data and triangulation method. Data analysis using interactive analysis method. Conclusion of the results of the study: 1) The application of a zoning system for students of SMA N 1 Karanganom; The percentage of zones in the zoning system is not in accordance with the zoning provisions on new student admissions. Shows that the division of zones into 3 zones in SMA N 1 Karanganom is not implemented. In the 2017/2018 school year 65,93% was entered into zone 1, it shows that the percentage of zone 1 is not in accordance with the provisions that are equal to 50%. Zone 2 in the 2017/2018 school year is also not in accordance with the provisions because it shows a percentage of 32,13% which should be 40% in zone 2. Zone 3 in the 2017/2018 school year is also not in accordance with the provisions because the percentage does not reach 10%, but only at 2,04%. 2) Implications of civic disposition (discipline) Students of SMA N 1 Karanganom have a tendency to ‘Enough’ attitude towards the implementation of the zoning system on the acceptance of new students, namely with the details 46% of students have a tendency to ‘Good’ attitude, 6% of students have a tendency to ‘Commendable’ attitude, and the remaining 48% of students have a tendency to ‘Enough’ attitude. 3) Factors that influence discipline, among others, “The influence of habits that are difficult to change such as the habit of waking up late, lazy, something and so forth, such as having to take a younger sibling or parent to a place, become a copycat of the behaviors obtained from the school environment, community, and family . Keywords: Zoning System, Civic Disposition, Disciplin

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI IIS 2 SMAN 1 BANYUDONO TAHUN PELAJARAN 2017/2018

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media audio visual dalam pembelajaran sejarah; 2) meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media audio visual dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom on Research).Penelitian ini telah selesai dilaksanakan dalam dua siklus yang dalam setiap siklusnya terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 2 SMAN 1 Banyudono sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, observasi, dan wawancara. Validitas diuji dengan teknik triangulasi yang meliputi triangulasi data dan metode. Analisis data dilaksanakan dengan menggunakan model analisisis interaktif dan teknik deskriptif komparatif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media audio visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata prosentase pencapaian indikator motivasi belajar siswa dari 69,40% pada tahap prasiklus menjadi 76,03% pada siklus I dan 82.20% pada siklus II. Jumlah siswa dengan motivasi belajar kategori tinggi juga mengalami peningkatan dari 11 siswa (30,56%) pada tahap prasiklus, meningkat menjadi 20 siswa (55,56%) pada tahap siklus I dan 30 siswa (83,33%) pada tahap siklus II. Peningkatan tersebut telah mencapai target kinerja penelitian yang ditetapkan yaitu sebesar ≥80%. 2) Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media audio visual juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah kelas XI IIS 2 SMAN 1 Banyudono. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang dapat mencapai nilai KKM=75 dalam pembelajaran sejarah yaitu dari 14 siswa (38,89%) pada tahap prasiklus, meningkat menjadi 23 siswa (63,89%) pada tahap siklus I dan 33 siswa (91,67%) pada tahap siklus II. Peningkatan jumlah siswa yang dapat mencapai nilai KKM=75 pada tahap siklus II tersebut telah mencapai target kinerja penelitian yang ditetapkan yaitu sebesar ≥80%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa melalui penerapan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media audio visual dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah kelas XI IIS 2 SMAN 1 Banyudono tahun pelajaran 2017/2018. Kata Kunci : model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), media audio visual, motivasi belajar, prestasi belajar, pembelajaran sejara

    40,495

    full texts

    40,799

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sebelas Maret Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇