40799 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Vocational sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Program CAD 2D dengan Materi Mencetak Gambar
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan elearning yang mampu digunakan dalam pembelajaran pada mata kuliah program CAD 2D dengan materi mencetak gambar. Masalah yang terkait dengan topik penelitian adalah : Seberapa tingkat kelayakan dan keberterimaan elearning untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah program CAD 2D dengan materi mencetak gambar. Pengembangan ini dimaksudkan untuk membuat elearning yang kompatibel dan mampu digunakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Sugiyono. Penelitian ini dilakukan dalam waktu delapan bulan, dari bulan desember 2018 hingga September 2018. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, dilakukan pada mahasiswa semester 6 tahun akademik 2017/2018 dengan jumlah 60 mahasiswa. Pengumpulan data dengan menggunakan angket. Temuan penelitian menunjukan hasil penilaian ahli materi dengan presentase 94% (sangat layak), hasil penilaian ahli media dengan presentase 94.46% (sangat layak), hasil penilaian ahli pembelajaran dengan presentase 72% (layak), hasil penilaian uji coba terbatas dengan presentase 83% (layak) dan hasil uji coba kelas dengan presentase 81.67% (layak)
PENGARUH PROGRAM LATIHAN (PUT SUMMITT) TERHADAP HASIL SHOOTING FREE THROW PADA SISWA EKSTRAKULIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 3 DEMAK TAHUN AJARAN 2017/2018
ABSTRAK Niqku Bahtiar Papang. K4612111. PENGARUH PROGRAM LATIHAN SHOOTING (PAT SUMMITT) TERHADAP HASIL SHOOTING FREE THROW PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 3 DEMAK TAHUN AJARAN 2017/2018. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Novenber 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh program latihan shooting (pat summitt) terhadap hasil shooting free throw pada siswa ekstrakurikuler bola basket sma negeri 3 demak tahun ajaran 2017/2018. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 siswa ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Demak. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 siswa ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Matching Subjeck Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Pre Test, pelaksanaan latihan dan Post Test tembakan free throw. Teknik Analisis yang digunakan adalah (1) Teknik Uji Validitas dan (2) Reliabilitas Instrumen. Hasil penelitian ini bahwa ada perbedaan yang signifikan latihan shooting bola basket free throw pat summitt pada siswa ektrakulikuler SMA N 3 Demak tahun ajaran 2017/2018 dengan hasil awal kelompok eksperimen (pre test) rata-rata sebesar 15,80 dan nilai akhir ( post test) rata-rata 22 dengan prosentase peningktan kemampuan free throw sebesar 39,24%. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan latihan shooting free throw bola basket pat summitt pada siswa ektrakulikuler SMA N 3 Demak tahun ajaran 2017/2018. Kata Kunci : latihan shooting (pat summitt), free throw, hasil program latihan free throw pat summitt
KAJIAN SOSIOPRAGMATIK TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM WACANA AKADEMIK LISAN BERBAHASA INDONESIA: STRATEGI KOMUNIKASI PENGGUNAAN BAHASA LOKAL DI PERGURUAN TINGGI SULAWESI TENGAH
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan (1) penggunaan bentuk, fungsi, dan kekhasan tindak tutur direktif bahasa lokal yang digunakan dalam wacana akademik lisan di perguruan tinggi Sulawesi Tengah, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi adanya pilihan bahasa lokal dalam penggunaan tindak tutur direktif, (3) strategi penggunaan tindak direktif bahasa lokal dalam wacana akademik lisan di perguruan tinggi Sulawesi Tengah, dan (4) keefektifan komunikasi dalam bahasa Indonesia yang diwarnai dengan penggunaan bahasa lokal di perguruan tinggi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data dibagi menjadi dua yaitu jenis data dan wujud data. Jenis data dalam penelitian ini adalah data lisan. Wujud data adalah tuturan lisan dosen dan mahasiswa yang di dalamnya terkandung tindak tutur direktif bahasa lokal. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari tuturan dosen dan mahasiswa dengan mempertimbangkan konteks untuk menganaliss bentuk fungsi, dan strategi yang digunakan oleh setiap partisipan. Metode pengumpulan data dengan cara observasi (2) perekaman dan (3) pencatatan. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dimulai dengan (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Pada tahap analisis data digunakan teori pragmatik, khususnya pengklasifikasian tindak tutur direktif oleh Searle (1967), yang dipadupadankan dengan pendekatan sosiopragmatik dan etnografi. Pandangan etnografi komunikasi dari segi sosiolonguistik oleh Hymes dengan akronim SPEAKING yang digunakan terkait dengan komponen tutur yang muncul dalam komunikasi wacana akademik lisan. Temuan penelitian ini menunjukkan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif dalam bahasa lokal Kaili, Melayu Bugis, dan Melayu Manado yang ditemukan di lapangan terdiri atas (1) permintaan, (2) saran, (3) perintah, (4) penolakan, dan (5) larangan. Bentuk dan fungsi tindak tutur direktif tersebut ditandai dengan adanya penanda kesantunan tersebut ditandai dengan adanya honorifik sapaan keakraban dan kekerabatan dalam kata kita (anda) dan kata iyee’ (iya) yang merupakan cerminan rasa hormat dan bentuk persetujuan atas permintaan yang merupakan sistem leksikal yang memiliki makna kesantunan dan realisasi budaya mappasikaraja (saling menghargai) dan sipakalebbi (saling menghormati antarsesama), bentuk pronomina -ta (anda) dan enklitik -qi (kamu) menyuratkan kata yang sifatnya imperatif sebagai bentuk ekspresi linguistik kesantunan dalam bahasa Bugis, adanya sapaan kekerabatan dengan menggunakan kata ndi’ (adik) kepada orang yang usianya lebih muda dan kata ganti orang kedua jamak, idi’ (kamu) yang lebih halus daripada iko (kamu). Serta adanya penggunaan penegasan, permohonan dan permintaan dalam bentuk, ji (saja), ‘da (ya?), dan bela (ayolah) berdasarkan konteks yang melatari penggunaan masing-masing kata tersebut Dalam bahasa Kaili dengan ditandai kata iyo (iya), lea (ya) , dan mangkali (barangkali) dan bentuk larangan. Dalam bahasa Melayu Manado dengan ditandai oleh penggunaan kata nyanda’ (tidak) dan jang (jangan) dengan modalitas kase’ (berikan) dan penegasan dang (kan) dan fungsi penolakan dalam bahasa bugis dengan modalitas aii (tidak; penolakan) dan je’(saja). Kekhasan penggunaan bahasa lokal diwarnai dengan adanya penggunaan perubahan vokal, penghilangan vokal, dan penghilangan konsonan. (2) Faktor faktor yang memengaruhi adanya penggunaan bahasa lokal yakni usia, jenis kelamin, strata sosial, tingkat keakraban antarpartisipan, an latar belakang budaya yang sama. (3) Strategi yang digunakan oleh dosen dan mahasiswa adalah strategi langsungdan strategi tidak langsung dengan bentuk dan fungsinya masing-masing. (4) komunikasi berbahasa Indonesia yang diwarnai dengan penggunaan bahasa daerah menjadi lebih efektif ditandai dengan adanya kesesuaian respon ditunjukkan oleh mitra tutur terhadap strategi penggunaan tindak tutur yang disampaikan oleh penutur. Adapun penggunaan tindak tutur dalam bahasa lokal Sulawesi Tengah didominasi oleh bentuk direktif dengan sub-tindak tutur direktif berfungsi untuk memerintah. Kata Kunci: sosiopragmatik, tindak tutur direktif, bahasa lokal, wacana akademik lisa
PELAJARAN BAHASA MANDARIN DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA SISWA KELAS X UPW DI SMK SAHID SURAKARTA
ABSTRAK Putri Sentia Mardiani. C9614019. 2018. Pelajaran Bahasa Mandarin Dengan Strategi Pembelajaran Interaktif Pada Siswa Kelas X UPW Di SMK Sahid Surakarta. Program Studi Diploma III Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat siswa terhadap pelajaran Bahasa Mandarin melalui penerapan strategi pembelajaran interaktif, serta mengetahui hambatan dan solusi dalam penerapan strategi tersebut yang ditunjukkan melalui hasil belajar di kelas X UPW SMK Sahid Surakarta. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu metode observasi, metode wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari diterapkannya strategi pembelajaran interaktif yaitu 90% siswa mengalami peningkatan nilai diatas KKM. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar Bahasa Mandarin khusunya pada kompetensi membaca dan berbicara. Kata kunci: Pelajaran Bahasa Mandarin, Strategi Pembelajaran Interaktif, Sisw
Lesson Study dalam Mewujudkan Profesionalisme Guru Akuntansi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan implementasi lesson study dalam mengembangkan kompetensi guru akuntansi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; 2) mendeskripsikan kendala-kendala dalam implementasi lesson study pada program keahlian akuntansi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Latar penelitian di SMK Muhammadiyah Wonosari dan SMK YPKK 1 Sleman. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, ketua kompetensi keahlian akuntansi, guru akuntansi dan peserta didik akuntansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus tipe instrumental tunggal. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman/model interaktif. Teknik ini memiliki beberapa tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, paparan data, dan penarikan Kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa implementasi lesson study dalam mengembangkan kompetensi guru akuntansi dengan cara meningkatkan kerja sama. Guru belajar bersama dan bekerja secara kolaboratif. Pertama, proses pengembangan kompetensi pedagogik terlihat dari semakin siapnya guru dalam mempersiapkan pengajarannya, melaksanakan pengajaran sesuai kondisi dan karakteristik peserta didik dan melakukan evaluasi atas pengajaran yang telah dilakukan. Kedua, proses pengembangan kompetensi profesional juga tampak dari seriusnya mereka dalam mempersiapkan materi pelajaran yang relevan, aktual dan kontekstual, mengajarkannya dengan menghubungkan pada kehidupan sehari-hari, serta melakukan evaluasi agar tetap terjaga kualitas materinya. Ketiga, proses pengembangan kompetensi sosial terlatih dengan semakin seringnya mereka berkomunikasi secara efektif, baik dengan sesama guru dan dengan peserta didik. Komunikasi tersebut akan mendorong kecakapan sosial guru menjadi semakin baik. Keempat, proses pengembangan kompetensi kepribadian ditunjukkan dengan sikap guru yang semakin bijaksana dan berwibawa dalam mengelola kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal ini membuktikan bahwa lesson study memberikan banyak keuntungan bagi guru akuntansi, namun pelaksanaan lesson study juga tidak terlepas dari kendala-kendala. Terdapat enam macam kendala yang dihadapi guru. Kendala ini berkaitan dengan proses persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pelajaran dan pembelajaran. Selain itu, kendala juga muncul pada proses interaksi sosial. Kata kunci: siklus lesson study, kompetensi guru, pembinaan profesionalisme gur
Analisis Pembelajaran Sejarah di Kelas X Digital SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2016/2017
ABSTRAK Meganta Desy Puspitasari. K4411039. ANALISIS PEMBELAJARAN SEJARAH di KELAS X DIGITAL SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pembelajaran sejarah di Kelas X Digital SMA Negeri 6 Surakarta (2) kendala dan solusipembelajaransejarah di Kelas X Digital SMA Negeri 6 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 6 Surakarta, dengan subjek penelitian yaitu kelas X IPA Digital dan kelas X IPS Digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan tunggal terpancang. Sumber data dalam penelitian ini adalah (1) informan, meliputi guru sejarah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana, tim kelas digital dan siswa kelas digital; (2) tempat, peristiwa atau aktivitas, dan (3) dokumen atau arsip. Teknik Cuplikan yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) wawancara; (2) observasi, dan (3) analisis dokumen. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yakni triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif model interaktif yakni analisis data yang bergerak di antara tiga komponen yakni meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Pembuatan perencanaan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 6 Surakarta di Kelas X Digital berbasis kurikulum 2013 yang berpedoman pada silabus Kurikulum 2013. Pelaksanaan pembelajaran Sejarah di kelas X digital sudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru yang terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yang mencakup kegiatan 5M, dan kegiatan penutup. Guru dan siswa menggunakan laptop dan jaringan internet dalam pembelajaran. Evaluasi pembelajaran sejarah di kelas X digital SMA N 6 Surakarta meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.Guru melaksanakan evaluasi menggunakan edmodo untuk soal pilihan ganda dan soal uraian menggunakan kertas.(2) Kendala dan solusi di Kelas X digital yaitu koneksi internet yang sering mengalami gangguan solusinya siswa membawa modem sebagai alat penyedia sinyal internet ke laptop dan jika gangguan koneksi internet terjadi pada ssat evaluasi maka siswamengerjakan dengan kertas dan adanya kendala kerusakan LCD maka diatasi dengan memindahkan pelajaran ke kelas lain, laboratorium bahasa atau laboratorium komputer.Kendala yang ketiga, adanya penggunaan aplikasi edmodo untuk evaluasi yang belum optimal solusinya guru bertanya kepada tim kelas digital dan mengikuti pelatihan edmodo. Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Kelas Digital. ABSTRACT MegantaDesyPuspitasari. K4411039. HISTORY LEARNING ANALYSIS IN CLASS X DIGITAL OF SMA NEGERI 6 SURAKARTA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of SebelasMaret University, Surakarta, March 2018. This study aims to identify (1) history learning process in Class X Digital of SMA Negeri 6 Surakarta In Academic Year 2016/2017 (2) problems and solution of history learning process in Class X Digital of SMA Negeri 6 Surakarta In Academic Year 2016/2017. This study used descriptive qualitative method, was conducted in SMAN 6 Surakarta class X IPA Digital and class X IPS Digital. This research study used a single stuck approach. The sources of data in this research were informants, place and event or activity, documents or archives. Purposive sampling is used as the snippet technique. Data collection techniques which is used are interviews, observation, and document analysis. Data validation in this research used source and method triangulation. Interactive model is used as data analysis techniques that include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The results of this research show that (1) Making history learning plan in SMA Negeri 6 Surakarta in Class X Digital based on 2013 Curriculum. Implementation of learning History in digital class X at SMAN 6 Surakarta is in line with the implementation of learning implementation plan (RPP), consisting of three stages: preliminary activities, core activities including 5M and closing activities. Evaluation of history learning in digital class X of SMA N 6 Surakarta includes cognitive, affective, and psychomotor aspects dealing with the teacher evaluation in using Edmodo for the multiple choice question and paper for essay questions (2) Constraints and solutions in digital X Class are internet connections that often experience a disruption in the solution students bring modems as internet signal providers to laptops and if internet connection disruptions occur during evaluation, students work on paper and the LCD damage is overcome by moving the lesson to another class, language laboratory or computer laboratory. The third obstacle is the use of the Edmodo application for evaluation that has not been optimal. The solution is for the teacher to ask the digital class team and take part in edmodo training. . Keywords: History Learning, Digital Class
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BLOCK DIENES DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN TERHADAP ANAK TUNARUNGU KELAS IV SLB NEGERI SRAGENTAHUN AJARAN 2018/2019
Yustinizar Kusumaningtyas K5114054. “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Block Dienes dalam Meningkatkan Prestasi Pembelajaran Matematika Materi Operasi Hitung Campuran pada Siswa Tunarungu Kelas IV SLB Negeri SragenTahun Ajaran 2018/2019”. Skripsi, Surakata : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, September 2018. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaaan media pembelajaran block dienes dalam meningkatkan prestasi belajar matematika materi operasi hitung campuran pada anak tunarungu kelas IV SLB Negeri Sragen tahun pelajaran 2018/2019. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek yang digunakan dalam penelitian berjumlah lima anak tunarungu kelas IV di SLB Negeri Sragen. Pengumpulan data menggunakan obeservasi dan didukung oleh tes uraian sebagai data primer. Analisis data menggunakan statistik nonparametric uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan bantuan software SPSS 24. Hasil analisis data deskriptif diperoleh nilai rata- rata pretest untuk tes uraian sebesar 29 dan posttest sebesar 38 Hasil analisis statistic skala nonparametric dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh nilai skal
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI POKOK KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMA NEGERI 1 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Akhmad Zaenuddin Jazuli. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI POKOK KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMA NEGERI 1 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. November 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1) Pengaruh model pembelajaran Discovery Learning dan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan terhadap prestasi belajar siswa. (2) Pengaruh kemampuan berpikir logis tinggi dan kemampuan berpikir logis rendah siswa terhadap prestasi belajar. (3) Interaksi antara model pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning (PBL) dengan kemampuan berpikir logis yang dimiliki siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian desain faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini berasal dari seluruh siswa kelas XI MIPA semester genap SMA Negeri 1 Sragen tahun pelajaran 2017/2018. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pada kelas eksperimen I diterapkan model pembelajaran Discovery Learning dan kelas eksperimen II menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Teknik pengumpulan data adalah melalui teknik tes yang digunakan untuk mengambil data prestasi belajar pada aspek pengetahuan dan kemampuan berpikir logis dan teknik non tes digunakan untuk mengambil data pada aspek sikap dan aspek keterampilan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Analisis Variansi (ANAVA) dua jalan dengan sel tak sama digunakan untuk prestasi belajar aspek pengetahuan,dan uji statistik non parametrik Kruskal Wallis digunakan pada aspek sikap dan ketrampilan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan, (1) Penerapan model pembelajaran Discovery Learning dan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) tidak menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan baik dari aspek pengetahuan, aspek sikap, maupun, aspek ketrampilan. (2) Kemampuan berpikir logis siswa berpengaruh pada prestasi belajar aspek pengetahuan dan tidak berpengaruh pada prestasi belajar aspek sikap dan aspek ketrampilan pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. (3) Pada prestasi belajar siswa pada aspek sikap menunjukkan adanya interaksi antara model pembelajaran Discovery Learning dan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan kemampuan berpikir logis siswa. Akan tetapi pada aspek pengetahuan dan aspek ketrampilan tidak menunjukkan adanya interaksi antara model pembelajaran Discovery Learning dan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan kemampuan berpikir logis siswa. Kata Kunci : Discovery Learning, PBL, kemampuan berpikir logis, Kelarutan dan Hasil Kali Kelaruta
Identifikasi Miskonsepsi Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Empat Lapis (Four-Tier Multiple Choice) pada Materi Larutan Penyangga Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya miskonsepsi pada materi larutan penyangga pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Surakarta tahun ajaran 2017/2018 dan menentukan tingkat miskonsepsi pada materi larutan penyangga pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes diagnostik dan wawancara. Tes diagnostik yang digunakan adalah tes diagnostik pilihan ganda empat lapis (four-tier multiple choice) sejumlah 13 soal yang terdiri dari jawaban, tingkat keyakinan jawaban, alasan dan tingkat keyakinan alasan. Hasil penelitian didapatkan : (1) terdapat miskonsepsi pada materi larutan penyangga pada siswa kelas XI IPA 1 dan 2 SMA Negeri 1 Suarakarta tahun ajaran 2017/2018 yakni pada subkonsep komponen-komponen larutan penyangga dan sifat larutan penyangga. (2) tingkat miskonsepsi siswa tergolong pada level rendah yakni pada subkonsep komponen-komponen larutan peyangga dan sifat larutan penyangga berturut-turut sebesar 1,50% dan 13,66%. Kata Kunci : larutan penyangga, miskonsepsi, tes diagnostik miskonsepsi empat lapis
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) dengan Media Diagram V untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Hidrolisis Garam Kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Pelajaran 2017/2018
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) dengan media diagram V pada materi hidrolisis garam. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Banyudono tahun pelajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: sikap ilmiah dan prestasi belajar siswa dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) dengan media diagram V. Persentase ketercapaian sikap ilmiah siswa pada pra-siklus adalah 31,14%, pada siklis I meningkat menjadi 82,86%. Persentase ketuntasan siswa untuk aspek pengetahuan pada siklus I adalah 40%, kemudian meningkat menjadi 71% pada siklus II. Ketuntasan aspek sikap pada siklus I sebesar 91,43%, dan ketuntasan aspek keterampilan pada siklus I sebesar 85,71%. Kata Kunci: inkuiri terbimbing (Guided Inquiry), diagram V, sikap ilmiah, prestasi belajar, hidrolisis garam