PENS Repository
Not a member yet
    1406 research outputs found

    PENENTUAN LOKASI PEMBUKAAN CABANG BARU LBB DENGAN METODE AHP - GIS

    No full text
    There many LBB emerge to help elementary, junior high and senior high student study now. Due to the fact that many LBB branch will emerge, it will increase competition between LBB in attracting students. LBB branch location is the key to increase the value of new LBB branch. Since many LBB branch didn't consider consumer's distribution, their patron rate is not as high as the main branch. Geographic Information System is an information system that able to visualize consumer's distribution pattern wich will be analyzed. AHP is a method used to make a multi-criteria and multi- alternate decisions. The criteria used in system are distance with main road, distance with housing, amount of nearby school and presence of other LBB. Using GIS imbued with AHP, LBB will be able to create a visualization of consumer's distribution that will recommend the best location to establish next branch. Hierarchical decision, criterias and priorities rank will affect the system recommendation to establish new LBB branch location

    Grid Tie Inverter in Photovoltaic System for Residential Application

    No full text
    This paper presents a grid tie inverter (GTI) in photovoltaic, PV system for residential application. The proposed GTI will be switched with a combination switching strategy of square wave and the sinusoidal pulse width modulation, SPWM. The combination switching strategy will be discussed and the performance of the inverter also will be simulated under grid tie condition in SIMULINK. Moreover, the strategy of sending power into the grid also will be discussed

    ANALISA UNJUK KERJA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN IPv6 BERBASIS MPLS

    No full text
    Multi Protocol Label Switching (MPLS) adalah Teknologi yang relatif baru di dunia jaringan telekomunikasi. Teknologi MPLS memungkinkan paket berada dalam sistem dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan jaringan IP, karena pada jaringan MPLS tiap paket diberi label yang kemudian digunakan sebagai informasi untuk proses switching menggantikan IP header pada proses routing. Pada paper ini akan dibahas konvergensi dari VoIP dan MPLS sebagai backbone jaringannya. Selain hal tersebut, telah dilakukan perancangan system dengan menggunakan testbed jaringan dan sebuah simulasi menggunakan software simulasi Network Simulator-2. Pengujian dilakukan untuk untuk mengetahui performansi QoS pada VoIP yang berbasis MPLS. Dalam implementasi system baik menggunakan testbed maupun simulasi akan dibandingkan performansi jaringan dengan menggunakan MPLS dan tanpa menggunakan MPLS. Adapun parameter untuk pengambilan data antara lain delay, jitter, packet loss dan throughput. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah VoIP MPLS dapat diimplementasikan dengan baik dan QoS yang dihasilkan sudah sesuai dengan standar dari ITU yaitu jitter yang dihasilkan adalah 14.84932ms, delay 19.996313ms, dan throughput 171.9kbps serta paket loss 0%

    Kinerja dan Performa Algoritma Kompressi Lossless Terhadap Objek Citra Digital

    No full text
    Kompresi pada citra digital berfungsi untuk memampatkan data agar dapat menghemat tempat penyimpanan dengan atau tanpa mengurangi kualitas dari citra. Dalam teknik pengolahan citra untuk mendapatkan citra dengan kualitas tinggi dibutuhkan memori penyimpanan yang tidak sedikit sehingga kebutuhan akan penggunaan memori penyimpanan dirasakan sangat tinggi. Oleh karena itu diterapkanlah metode kompresi terhadap berbagai objek data guna mengurangi beban memori yang dimiliki, dalam hal ini adalah citra digital, tanpa harus mengurangi informasi data tersebut saat dilakukan proses pengembalian data atau dekompresi. Ini berarti metode yang digunakan bersifat lossless. Paper ini mencoba menganalisa untuk mengetahui kinerja dan performa dari beberapa algoritma kompresi untuk objek citra digital yang terbagi menjadi dua jenis yaitu citra berwarna dan grayscale dengan format *.jpg, *.bmp, *.tif, Algoritma yang akan diuji adalah Algoritma Huffman, LZW dan RLE yang merupakan metode kompresi lossless. Setiap algoritma kompresi memiliki kompleksitas yang berbeda – beda, baik dari segi kinerja pengkompresian ataupun performa dalam hal ini kecepatan melakukan kompresi dan dekompresi. Algoritma Huffman secara keseluruhan dapat di nilai baik karena memiliki kompabilitas tinggi untuk dapat mengkompresi format objek citra. Algoritma LZW menghasilkan performa waktu kompresi dan dekompresi yang kurang baik tetapi algoritma ini memiliki kinerja kompresi yang tinggi. Algoritma RLE, memiliki kompabilitas kemampuan yang tidak cukup bagus dari kedua algoritma sebelumnya. Untuk menguji algoritma kompresi lossless pada citra digital ini, dibuat modul program menggunakan bahasa C++, guna menguji objek citra digital

    Optimasi Training pada Jaringan Syaraf Tiruan menggunakan Algoritma Extended Kalman Filter

    No full text
    Proses training pada jaringan syaraf tiruan (JST) feedforward menggunakan algoritma konvensiona, seperti algoritma backpropagation mempunyai kelemahan dalam mencari bobot-bobot yang konvergen, yaitu kekonvergenan berjalan dengan lambat dan dilakukan cara coba-coba dalam menentukan parameter-parameter yang sesuai. Penentuan parameter-parameter yang sesuai dapat menghambat pekerjaan dan tidak praktis dalam memperoleh hasil yang cepat. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan menggunakan teknik optimasi nonlinear sehingga didapatkan bobot-bobot yang konvergen dengan cepat (fast learning). Salah satunya adalah metode extended Kalman filter. Penerapan algoritma extended Kalman filter sebagai metode training JST dapat dilakukan dengan memformulasikan JST sebagai konsep state space yang mirip dengan sistem dinamik nonlinear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma EKF memiliki kecepatan konvergensi yang lebih cepat dibandingkan dengan algoritma pembanding, dalam hal ini adalah algoritma bavkpropagation

    Simulasi Eliminasi Harmonisa Menggunakan Teori Daya Sesaat p q Pada Jaringan Power Sistem Beban Tidak Seimbang Dengan Matlab Simulink

    Get PDF
    Pada suatu power system, Idealnya bentuk gelombang tegangan dan arus yang dibangkitkan berbentuk sinusoidal yang mulus (smooth sine wave).Akan tetapi,fakta di lapangan menunjukkan bahwa bentuk gelombang tegangan maupun arus tidak semulus yang diinginkan. Penyimpangan dari bentuk gelombang yang ideal tersebut sering dinyatakan sebagai THD (Total Harmonic Distortion). Atau THD bisa dipergunakan untuk menyatakan besar harmonisa yang terkandung dalam gelombang tersebut.Paper ini membicarakan masalah kualitas power system yang terjadi akibat pergeseran sifat beban dalam kuantitas besar, yaitu dari beban linier ke beban nonlinier telah menimbulkan berbagai masalah yang berkaitan dengan introduksi harmonisa, yaitu inkompatibilitas peralatan, peningkatan rugi-rugi dan penurunan efisiensi sistem, penyimpangan sistem pengukuran dan analisis sistem tenaga, penurunan keandalan serta masalah policy/tanggung jawab. Arus harmonisa ini lebih suka mengalir pada impedansi rendah, misalkan pada kapasitor , karena kapasitor memiliki impedansi rendah untuk frekuensi tinggi. Harmonisa sendiri terdiri dari 2 komponen harmonisa layaknya listrik pada umumnya. Yaitu harmonisa tegangan dan harmonisa arus, harmonisa tegangan lebih berbahaya dibandingkan harmonisa arus. Secara garis besar, penelitian ini mengulas masalah pembangkitan harmonisa, masalah yang ditimbulkannya, serta solusi yang dapat diambil, baik secara teknis maupun kebijaksanaan. Sebuah metode digunakan untuk mengliminasi arus harmonik pada sisi pelanggan. Paper juga ini mengevaluasi metode pada perhitungan kompensasi arus yang digunakan untuk mengkompensasi system tiga fasa dengan beban tak seimbang. Kata Kunci : Actif Filter, Kompensasi Harmonisa, Beban Tak Seimban

    Perbandingan Metode Ant Colony Optimization dan Dijkstra untuk Pengembangan Sistem Pengiriman Barang di Kantor Pos Area Surabaya Timur Berbasis J2ME

    No full text
    Kantor pos memiliki berbagai layanan pada masyarakat, salah satunya adalah layanan pengiriman barang. Layanan ini menuntut pegawai pos untuk mengetahui kondisi wilayah Surabaya dengan baik agar bisa menghemat waktu dan biaya pengiriman. Pada penelitian ini dibuat pengembangan sistem mengenai rute pengiriman barang dengan jarak terpendek yang memudahkan pegawai kantor pos untuk mendistribusikan barang (paket) ke alamat yang dituju sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan kantor pos. Penelitian ini bekerja sama dengan PT. Kantor Pos Jemur Sari dalam mendapatkan data wilayah pelanggan di area Surabaya Timur. Algoritma yang dipilih adalah Ant Colony Optimization (ACO), dimana dengan metode tersebut pencarian jalur terpendek menjadi lebih singkat walaupun menggunakan data yang banyak sekalipun. Urutan rute jalan yang dihasilkan oleh algoritma tersebut kemudian dapat diakses oleh pegawai pengirim paket melalui handphone berbasis Java 2 Micro Edition (J2ME). Sebagai pembanding, disertakan algoritma Dijkstra untuk menguji performa ACO. Dari hasil pengujian didapatkan jarak terpendek yang sama. Namun, ACO membutuhkan waktu rata-rata 16,326 detik untuk mendapatkan jarak terpendek daripada waktu rata-rata Dijkstra yaitu 0,036 detik karena parameter yang digunakan Ant Colony lebih banyak dibandingkan dengan Dijkstra. Parameter ACO yang paling mempengaruhi jalannya eksekusi program adalah banyaknya siklus dan jumlah semut serta total node yang digunakan. Untuk interaksi handphone client dengan server, kecepatan mengakses informasi tergantung dari throughput yang diterima yaitu rata-rata 27,88 kbps. Login membutuhkan waktu lebih lama, rata-rata 14,57 detik sedangkan untuk mendapatkan rute membutuhkan waktu rata-rata 4,9 detik

    Pembuatan Aplikasi Konversi Metadata Menggunakan Standar Open Archive untuk Koleksi Artikel Elektronik

    No full text
    Makalah ini akan memaparkan proses pembuatan aplikasi konversi metadata sesuai dengan standar Open Archive agar dapat dibagikan melalui internet. Konversi metadata dilakukan dengan cara menambahkan field-field yang belum terdapat di dalam database yang lama dan dimasukkan ke dalam database yang baru. Apabila field yang dibutuhkan sesuai aturan Dublin Core telah ditemukan, maka field tersebut akan digunakan tanpa dilakukan proses entry secara manual. Hasil yang didapatkan dari pembuatan aplikasi ini adalah sistem konversi metadata berbasis web sebagai aplikasi utama untuk menggabungkan field-field yang sesuai dengan standar Open Archive kedalam tabel yang baru dan ditambahkan field-field lain yang sesuai dengan aturan Dublin Core. Hasil pengujian memperlihatkan aplikasi ini mampu melakukan proses konversi dan edit metadata dengan baik. Lebih lanjut, hasil konversi metadata berhasil di harvest oleh aplikasi harvester. Kata kunci : Open Archive, Konversi Metadata, Artikel Elektroni

    Deteksi Malicious Code JavaScript Pada Browser Internet

    No full text
    In a common web page web site in which there is the JavaScript code contained a variety of functions from that script. It can not be denied that the JavaScript code is more flexible and attractive. But in Java Script, there are codes of good to beautify the view, so convenient web interface, good, interesting things to see and there are also bad code (Malicious Code) which is used for evil to steal a small example of useful data on the web visitors Malicious code is inserted. Besides that, it is no less importance is the still low level of public awareness of the security of sensitive data they have. This is what is often exploited by cyber criminals to do the hacking. This was not only often befall the ordinary user (non-IT), but also often occurs in IT community. Based on the background of problems above, we want to build an application that functions as a detector of a web of Malicious Code, so that with the help of the application helps the user to determine the existence of Malicious Code at the web application user This Final Project expected able to give added value for media medium to get a accurate information. optimal Ambulatory but a mobile device

    DESIGN AND REALIZATION OF A HAPTIC CRANE FORCE CONTROL FOR APPLICATION OF MATERIAL HANDLING BY USING ACTIVE FORCE CONTROL (AFC)

    No full text
    The final project highlights a method for controlling a haptic crane and hoist model based on an Active Force Control (AFC) strategy. It is a disturbance rejection control technique in which AFC is employed to control accurately and robustly the trolley part of the crane along a desired path, compensating at the same time the payload sway at the end of the traversed motion. AFC is designed and implemented using a two degree-of-freedom controller-the outer classic Proportional-Integral- Derivative (PID) control loop provides the commanded signal while the internal AFC loop accommodates the known and unknown disturbances present in the crane and hoist system. Results from the simulation clearly show that the crane can perform its predefined task faster with a minimum payload sway angle compared to the PID control method. Result from experiment on the plant is difficult to differentiate which control method is better since both of them show the same swing angle and time to reach the reference position. This is due to the pulse generated by the microcontroller is the same between two controllers, but AFC control shows better result in accuracy of reaching the reference position with smaller error than PID control. Keywords: active force control (AFC), disturbance rejection, PID control, haptic crane and hois

    1,129

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PENS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇