PENS Repository
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN SUATU SISTEM PEMANFAATAN SUMBER ENERGI TENAGA SURYA SEBAGAI PENDUKUNG SUMBER PLN UNTUK RUMAH TANGGA BERBASIS MIKROKONTROLER (HARDWARE)
Energi cahaya dari matahari dapat berubah menjadi energi listrik menggunakan panel surya. Tegangan yang dihasilkan oleh panel surya 50 watt-peak sebanyak 4 (empat) 17,6V-8V .Panel surya dipasang secara paralel dengan maksud membesarkan arus keluar. Tegangan keluar panel surya perlu diturunkan atau dinaikkan sehingga tegangan keluar mencapai 14.5 volt. Naik atau turun tegangan keluar dari panel surya akan diatur oleh buck boost converter. . Pengaturan tegangan keluar buck-boost converter menggunakan mikrokontroler dengan pengaturan penyulutan duty cycle MOSFET IRFP460. Kemudian tegangan keluar buck boost akan difungsikan untuk pengisian arus accumulator 45AH. Tegangan yang semula DC dijadikan AC oleh inverter dengan tegangan keluar 220Volt digunakan untuk memikul beban rumah tangga. Beban rumah tangga akan disupply energi listrik oleh PLN pada pagi hari hingga sore hari dan accumulator akan diisi arus oleh panel surya. Saat tegangan panel surya dibawah tegangan yang tidak dapat dinaikkan buck boost converter maka proses pengisian arus pada accumulator berhenti dan accumulator akan memberi tegangan masuk pada inverter . Tegangan keluar inverter akan memikul sebagian beban rumah tangga. Perpindahan PLN menuju inverter akan diatur oleh pembacaan tegangan panel surya oleh sensor tegangan yang akan dikirim menuju mikrokontroler. Pembacaan tegangan tersebut akan dijadikan nilai dimana mikrokontroler akan memindahkan saklar dari PLN menuju inverter. Daya yang dapat dipikul inverter dalam satu hari sebesar 308WH.
Kata kunci: panel surya, buck-boost converter, accumulator, Inverter, sensor teganga
RANCANG BANGUN BECAK LISTRIK TENAGA HYBRID DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL PI-FUZZY
Keberadaan kendaraan becak saat ini mulai berkurang seiring dengan kemajuan teknologi di bidang transportasi. Hal ini sangat disayangkan karena becak merupakan alat transportasi traditional yang nyaman digunakan terutama untuk jarak dekat, selain itu becak merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap kendaraan yang menimbulkan polusi udara.
Untuk tetap menjaga keberadaan becak, penulis akan merancang becak listrik yang bertenaga hybrid sebagai sumber tenaganya. Dengan memanfaatkan solar sell, cahaya matahari diubah menjadi energy listrik. Keluaran energi listrik dari solar sell diinputkan ke rangkaian boost converter,output dari boost converter kemudian digunakan untuk mencharger akumulator untuk mensuplai motor dc. Selain itu dapat menggunakan sumber dari PLN secara langsung untuk mencharger akumulator. Kecepatan putaran motor diatur menggunakan kontrol PI-Fuzzy. Dengan terciptanya becak listrik tenaga hybrid ini diharapkan dapat menjaga keberadaan becak sebagai alat transportasi
Tracking Arah Gerakan Telunjuk Jari Berbasis Webcam Menggunakan Metode Optical Flow
Deteksi gerakan merupakan subyek penting
dalam bidang computer vision yang digunakan oleh
banyak sistem pada aplikasi video pengawas
(Surveillance System), monitoring traffik, kompresi
video, perhitungan kecepatan dan lain-lain.
Gerakan adalah suatu pusat perhatian yang
digunakan manusia ataupun hewan untuk mengenali
suatu obyek dari suatu latar yang tidak teratur. Dalam
aplikasi pencitraan, gerakan muncul dari perpindahan
tempat antara sistem pendeteksi dan lingkungan yang
sedang dilihat, seperti aplikasi robotika, navigasi
otomatis, dan analisis lingkungan dinamis.
Pada penelitian ini dijelaskan tentang deteksi
gerakan dengan melakukan tracking arah gerakan
telunjuk jari berbasis webcam dengan menggunakan
Metode Optical Flow.
Webcam terhubung dengan komputer server
untuk melakukan proses capture kondisi ruangan atau
pengambilan gambar dan disimpan dalam file .jpg
pada periode waktu tertentu. Dengan menggunakan
metode Optical Flow, webcam akan mendeteksi dan
mentracking jika ada arah gerakan telunjuk jari.
Berdasarkan hasil penelitian, dari 120 percobaan
yang telah dilakukan 117 diantaranya dinyatakan baik
sehingga dapat diambil nilai keberhasilan penelitian
sebesar 97,5%
Perancangan Perangkat Lunak Otomatisasi Pembangkitan Dokumentasi Model Data Konseptual dan Model Data Fisik
CASE Tool merupakan alat bantu dalam perancangan basis data yang memungkinkan untuk melakukan konversi antarmodel data secara otomatis. Kebanyakan CASE Tool komersial hanya menyediakan pilihan menu konversi otomatis antarmodel data. Namun, pada CASE Tool tersebut belum terdapat fitur yang memudahkan pengguna dalam melakukan dokumentasi rancangan basis data yang telah dibuat. CASE Tool yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki fitur dokumentasi yang akan menghasilkan keluaran berupa dokumen yang berisi diagram keseluruhan model data dan keterangan dari masing-masing objek model data. Keluaran dokumentasi ini dapat memudahkan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan racangan basis data tersebut. Makalah ini membahas mengenai tahapan perancangan perangkat lunak dari pengembangan fitur pembangkitan dokumentasi model data konseptual dan model data fisik yang meliputi perencanaan kebutuhan perangkat lunak dan metodemetode yang digunakan dalam pembangunan perangkat lunak
Constructing Fuzzy for Socio Economic Urban Growth Dynamic In Surabaya Based on GIS
Urban modeling is an important tool for efficient policy designing in a big city. Surabaya, a big city are now recognized as complex systems through which nonlinear and dynamic processes occur. The paper present a methodological framework for urban modeling from socio economic point of view, which suggested framework incorporates a set of fuzzy systems. In this case, the variable consist of manufacture, hospital, school and shopping centre. Combining with spatial analysis in GIS, the result is a dynamic model was shown to be capable of replicating the trends and characteristics of an urban environment, in this case the city of Surabaya
Fault Tolerant Air Bubble Sensor using Triple Modular Redundancy Method
Detection of air bubbles in the blood is important for various medical treatments that use Extracorporeal Blood Circuits (ECBC), such as hemodialysis, hemofiltration and cardio-pulmonary bypass. Therefore a reliable air bubble detector is needed. In this study designed a fault tolerant air bubble detector. Triple Modular Redundancy (TMR) method is used on the sensor section. A voter circuit of the TMR will choose one of three sensor output to be processed further. Application of TMR will prevent errors in the detection of air bubbles, especially if the sensor fails to work
Deteksi Kelainan Parenkim Paru Berdasarkan Power Spectra Density Suara Paru Dengan Metode Welch
Teknik auskultasi adalah salah satu cara yang digunakan dokter untuk mendiagnosa paru-paru dengan cara mendengar suara paru dengan menggunakan stetoskop. Pada beberapa kasus penyakit paru, suara paru yang dihasilkan menunjukkan adanya pola tertentu yang dapat dikenal. Berdasarkan pitch, intensitas, lokasi, rasio inspirasi, dan ekspirasi, suara paru dibagi menjadi 3 katagori yaitu suara normal, suara abnormal, dan suara tambahan. Pada makalah ini akan dideteksi kelainan parenkim paru berdasarkan power spectrum density suara paru dengan metode Welch. Suara paru yang didengar dengan menggunakan stetoskop dan microphone piezzo electric akan dikuatkan dan dilewatkan rangkaian low pass filter dengan frekuensi cutoff 5 KHz. Kemudian dengan menggunakan metode Welch, sinyal suara paru dibagi menjadi 3 segmen. Setiap segmen diwindowing, ditransformasi ke domain frekuensi dengan metode FFT (Fast Fourier Transform) dan dihitung power spektrumnya untuk di identifikasi sehingga hasilnya dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan parenkim paru. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa suara paru normal memiliki frekuensi 750 Hz dengan power spectrum sinyal sebesar 30 dB/Hz sampai 42 dB/Hz. Sedangkan suara paru yang memiliki kelainan parenkim paru memiliki frekuensi antara 300 sampai 340 Hz dengan power spectrum sinyal antara 20 dB/Hz sampai 26 dB/Hz
Tongue Image Analysis for Diabetes Mellitus Diagnosis Based on SOM Kohonen
Tongue diagnosis is an important diagnostic method for
evaluating the condition of internal organ by looking at
the image of tongue . However, due to its qualitative, subjective and experience-based nature, traditional tongue diagnosis has a very limited application in clinical medicine. Moreover, traditional tongue diagnosis is always concerned with the identification of syndromes rather than with the connection between tongue abnormal appearances and diseases. This is not well understood in Western medicine, thus greatly obstruct its wider use in the world. In this paper, we present a novel computerized tongue inspection method aiming to address these problems. First, two kinds of quantitative features, chromatic and textural measures, are extracted from tongue images by using popular
digital image processing techniques. Then, SOM
Kohonen are employed to model the relationship
between these quantitative features and diseases. The
effectiveness of the method is tested on 35 patients affected by Diabetes Mellitus as well as other 30 healthy volunteers, and the diagnostic results predicted by the previously trained SOM Kohonen classifiers are compared with the HOMA-B
A Multi-hop Topology Control Based on Inter-node Range Measurement for Wireless Sensor Networks Node Localization
In centralized range-based localization techniques, sufficiency of inter-node range information received by the base station strongly affects node position estimation results. Successful data aggregation is influenced by link stability of each connection of routes, especially in a multi-hop topology model. In general, measuring the inter-node range is only performed for position determination purposes. This research introduces the use of inter-node range measurement information for link selection in a multi-hop route composition in order to increase the rate of data aggregation. Due to irregularity problems of wireless media, two areas of node communication have been considered. The regular communication area is the area in which other nodes are able to perform symmetrical communication to the node without failure. The irregular area is the area in which other nodes are seldom able to communicate. Due to its instability, some existing methods tried to avoid the irregular area completely. The proposed method, named Virtual Boundaries (VBs) prioritizes these areas. The regular communication area’s nodes have high priority to be selected as link vertices; however, when there is no link candidate inside this area, nodes within the irregular area will be selected with respect to their range to the parent node. This technique resulted in a more robust multi-hop topology that can reduce isolated node numbers and increase the percentage of data collected by the base station accordingly
OTENTIKASI PEMAKAIAN PROGRAM APLIKASI LABORATORIUM BERDASARKAN JADWAL KULIAH
Remote jaringan adalah hal sering di lakukan seluruh dunia yang digunakan untuk mengontrol aktifitas yang dilakukan oleh komputer client salah satu progam yang digunakan untuk mem buatnya yaitu Aplikasi Program VB, di dalam bidang bisnis, dalam bidang kemasyarakatan sudah banyak diimplementasikan dan terbukti memberi manfaat untuk masyarakat. Program VB yang dapat membuat beberapa program yang kini sudah melirik potensi pada jaringan komputer. Berdasarkan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan akses layanan publik yang praktis dan efisien, lahirlah konsep membuat program VB sebagai jawaban atas tuntutan tersebut. Tujuan dari pembuatan proyek akhir ini adalah untuk mendapatkan susunan perangkat lunak (software) dari sistem yang akan dibangun, mengembangkan aplikasi Visual Basic 6.0 untuk Otentikasi pemakaian program aplikasi laboratorium berdasarkan jadwal kuliah Berbasis Program Visual Basic 6.0. Metode yang digunakan dalam membangun pemakaian program aplikasi Terjadwal Berbasis Program Visual Basic 6.0 ini menggunakan metode rancang bangun yang terdiri dari beberapa tahap yaitu: (1) Identifikasi kebutuhan, (2) Analisis kebutuhan, (3) Konsep rancangan, (4) Pembuatan dan (5) Pengujian. membangun pemakaian program aplikasi Terjadwal Berbasis Program Visual Basic 6.0 terdiri dari (1) Program VB digunakan untuk membuat program itu sendiri, (2) Program Ms. Acces digunakan untuk menyimpan data (data base) yang di pakai oleh program VB. aplikasi jaringan atau teknologi lain yang berkaitan dengan pemakaian program aplikasi Terjadwal yang bertujuan untuk meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari proses belajar mengajar