PENS Repository
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Implementasi Clarke-Wright Saving Method Pada Layanan Taksi Wisata Berbasis VOIP
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika saat ini semakin mempermudah manusia dalam mengakses informasi. Termasuk layanan hiburan untuk masyarakat seperti perencanaan wisata. Pada penelitian ini akan dibuat sistim layanan call centre taksi wisata dengan implementasi metode penghematan Clarke-wright untuk mempermudah masyarakat dalam berwisata. Dari hasil pengujian algoritma saving diperoleh hasil bahwa semakin banyak node tujuan maka waktu komputasi yang dibutuhkan juga semakin banyak, misal node tujuan sebanyak 5, waktu komputasi adalah 0.186 s dan untuk 10 node waktunya adalah 0.332 s, hal ini dikarenakan semakin banyak node maka proses perulangan juga semakin banyak. Jika dibandingkan dengan algoritma greedy yang waktu komputasinya hanya 0.034 s dan 0.075 s untuk 5 dan 10 titik. Bisa dikatakan bahwa waktu komputasi algoritma saving lambat. Sementara untuk jarak yang ditempuh saving untuk 5 titik dalam kota ialah 48 Km dan greedy sejauh 54 Km, hal ini menunjukkan bahwa jarak tempuh saving lebih optimal. Rata-rata prosentase pengguna 80% menganggap sistem ini membantu dalam merencanakan wisata terutama dalam hal biaya
Analisa Pengiriman Citra Terkompresi SPIHT dengan Teknik Spread Spectrum Direct Sequence (DS-SS)
In this information technology era, the demand for multimedia communications needs continue to increase. Website on the internet made it interesting by including a visualization of image or video that can be played. Image (image) as one of the multimedia component hold a very important role as a form of visual information. This image file has a capacity large enough, and to access it takes a long time, so it takes a data compression technique, with the aim to reduce the redundancy of the data contained in the image file, so that the image files can be stored or transmitted efficiently. In this case the image files will be compressed using the algorithm SPIHT (Set Partitioning In Hierarchical Trees), SPIHT image compression algorithm that is capable of achieving high compression ratios. By way of coding wavelet transforms coefficients gradually. Due to the compressed data stream is very vulnerable to channel interference. In the process of transmission technique was used Direct Sequence Spread Spectrum (DS-SS). Results obtained after simulation, reconstruction of the images measured by an objective assessment parameters based on the value Peak Signal to Noise Ratio. Objective assessment of efficient reconstruction image quality with the rate 2bpp (bit/pixel) 46,834 dB PSNR are values obtained Keywords: SPIHT, wavelet, DSSS, rate, PSN
Perbandingan Kinerja LDPC (Low Density Parity Check) Dengan Metode Decoding Log Domain Sum Product Pada Kanal AWGN Dan Multipath Fading
As an effect of the globalization era, telecomunication technology, especially in wireless comunication system is forced to prepare high data rate with reliable Quality of Services (QOS) with Low Bit Error Rate (BER) and very small power. The problem in mobile comunication is AWGN and multipath fading, which affected the rising of error data receive on receiver side. This final project simulates the coding tehnique�s Low Density Parity Check Code (LDPC) on AWGN and multipath fading. Encoding on transmitter with sparse matrx method based on Approximation Lower Triangular in rate ½.While decoding apply with decoding sum product log domain. The simulation result is analyzed With a different matrix size, the result of LDPC isn�t to variably in LDPC performance. At different iteration, more iteration influence LDPC with the result that good. BER acquired 10-3 in AWGN channel acquired at average values Eb/No = 2,06 dB. Whereas in multipath fading EbNo = 6.05 dB. Keywords : Low Density Parity Check Code, sparse matriks based on Approximation Lower Triangular, AWGN, Multipath Fading , decoding sum product log domain, BE
APLIKASI TATA KELOLA DAN AUDIT SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT
Information technology (IT) has evolved into a technology that is very helpful and even determine the level of performance of an organization. With the help of IT, work processes or business processes that occur in the organization can be done quickly and efficiently. This research attempts to provide an assessment of an IT governance model for EEPIS-ITS with reference to the standard COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology). COBIT is an IT Governance standard model that has gained widespread recognition. COBIT standard is used because it has a pretty good compromise in management scope and its detail processes compared to other standards. This study focused on two main domains of COBIT, the Plan and Organize (PO) and Acquire and implement (AI). Methodology of research carried out by literature study and identification of IT management EEPIS-ITS, a form of identification management awareness of the functions of its IT assets in support of the achievement of the vision and mission of the organization, and analysis of current conditions of governance, which is obtained through questionnaires. From both these data, we can see the target maturity (expected maturity level) that is suitable for EEPIS-ITS. IT Management which accompanied the planning and establishment of clear measures from the beginning as it is formed by using the COBIT standard will ensure an effective and efficient management, and making IT assets owned by the primary support of the vision and mission of EEPIS-ITS has been determined
PERAMALAN HARGA SAHAM MENGGUNAKAN RECURRENT NEURAL NETWORK DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION THROUGH TIME (BPTT)
In this final project will be made an application to stock price forecasting using RNN - BPTT. In this final project modeling the input data is the Close Price of shares on the Indonesia Stock Exchange (BEI). Then the data Close Price shares - these shares will be forecasting time series with neural network algorithms recurrent network that BPTT algorithm where the network architecture used is Jordan's RNN. Backpropagation Through Time (BPTT) is a fairly popular training algorithm for recurrent neural network. In recurrent neural network there are several feedback loops in the connection graph. The main concept of the BPTT is to spread the network to the time by putting the same copy of the recurrent neural network and manage network connections back to get the connection between the next set. To produce an accurate forecasting, the parameters in the RNN will be tested, such as learning rate, number of neurons and the number of data. We make this final project is expected to help investors to predict stock price fluctuations so they are able to determine the investment policy of the future with good results. Keywords: Forecasting Time Series, Close Price, Recurrent Neural Network, Backpropagation Through Tim
PLAYLIST CHOICE WITH FACE EXPRESSION RECOGNIZE USING NEURAL NETWORK BACKPROPAGATION
Pada Proyek Akhir ini dilakukan pengenalan ekspresi wajah yang diaplikasikan sebagai indikator untuk menjalankan playlist musik. Dimana sistem pengenalan ekspresi wajah berasal dari inputan data seseorang saat itu yang diambil secara offline , dengan posisi terdekat dengan kamera, dimana posisi wajah tidak boleh miring Prosesnya adalah dengan pengambilan citra wajah secara offline yang dikenali
dengan kombinasi warna, dan mengekstrak fitur penting dari wajah berdasarkan lokasi alis , mata dan bentuk mulut kemudian mengenali ekspresi wajah pengguna menggunakan neural network (JST). Hasil pengenalan ekspresi wajah secara otomatis akan diindikasikan dengan menjalankan playlist musik , sehingga musik akan berubah mengikuti
perubahan ekspresi wajah seseorang .
Keyword : ekspresi wajah , neural network, backpropagation, neural network backpropagation, playlist music indicator usingn face expression recognition
PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BREAKDANCE DENGAN MENGGUNAKAN MOTION GRAPHIC DAN ARTIFICIAL LIGHTING
Akhir – akhir ini semakin marak breakdance yang muncul di televisi dalam ajang pencarian bakat. Banyak penonton yang mengagumi tarian jalanan ini dan tidak sedikit pula mereka yang merelakan untuk mempelajari breakdance agar bisa seperti idola mereka di televisi. Pada dasarnya, untuk mempelajari breakdance haruslah mengikuti kursus disebuah sanggar tari agar dapat mempelajarinya dengan tepat. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak bisa meluangkan waktunya untuk datang ke sebuah sanggar tari demi mengikuti kursus tersebut. Oleh karena itu, untuk mereka yang tidak bisa mengikuti kursus di sanggar tari, dibutuhkan sebuah metode pembelajaran dengan menggunakan video yang bisa dipelajari sendiri dirumah tanpa harus datang ke sebuah sanggar tari.
Dalam Proyek akhir ini akan dibuat video pembelajaran breakdance dengan penggunaan efek artificial lighting dan motion graphic. Proyek Akhir ini dititikberatkan pada proses editing video. Dimana efek – efek tersebut digunakan saat opening, processing, dan ending. Pada opening dan ending digunakan efek light streaks, light swirl, dan reel motion graphic agar video terkesan lebih menarik. Sedangkan pada proses pembelajaran breakdance dititikberatkan pada penggunaan motion graphic dengan menggunakan efek slowmotion agar gerakan – gerakan mudah dipelajari dan dipahami. Karena dalam pembelajaran breakdance tidak mudah jika hanya melihat real video tanpa bantuan efek slowmotion, terutama bagi pemula.
Diharapkan dari Tugas Akhir ini masyarakat dapat memahami breakdance agar mengurangi kekhawatiran akan resiko breakdance melalui edukasi yang tepat. Dan dengan tampilan efek artificial lighting dan motion graphic untuk membuat video menjadi lebih menarik dan interaktif
PEMBUATAN VIDEO ANIMASI 3D SAFETY DRIVING (CHARACTER MODELING, RIGGING AND SKINNING, ANIMATING)
Abstrak - Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memperhatikan tata tertib berlalu lintas, merupakan salah satu faktor meningkatnya angka kecelakaan disaat berkendara. Khususnya para pengendara roda empat atau lebih. Hal ini dikarenakan masih banyaknya pengendara yang tidak melakukan atau melanggar peraturan lalu lintas. Oleh karena itu, faktor inilah yang menjadikan alasan dibuatnya proyek akhir yang bertemakan tentang layanan masyarakat tentang tata tertib berlalu lintas.
Dalam proyek akhir ini, akan menitikberatkan pada proses pembuatan video iklan layanan masyarakat yang divisualisasikan dalam bentuk animasi 3D. Proses yang dikerjakan dalam proyek akhir ini antara lain pembuatan modeling (character model), pemberian rigging dan skinning, dan proses animating.
Proyek akhir ini diharapkan mampu menghasilkan animasi 3D yang sesuai dengan struktur atau elemen-elemen penting yang akan diterapkan dalam pembuatan animasi 3D yang sekaligus dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tata tertib berlalu lintas khususnya kendaraan beroda empat.
Kata kunci: Animasi 3D, modeling, rigging and skinning, animatin
Analisa Pathloss Exponent Pada Daerah Urban dan Suburban
Pada kanal nirkabel, path loss exponen memberi pengaruh yang kuat untuk menentukan kualitas jaringan, oleh karena itu, hal ini harus di perhitungkan secara akurat untuk efisiensi perancangan dan kinerja pada jaringan nirkabel.
Path loss dapat timbul disebabkan oleh banyak faktor, seperti kontur tanah, lingkungan yang berbeda, medium propagasi (udara yang kering atau lembab), jarak antara antena pemancar dengan penerima, lokasi dan tinggi antena.
Pada tugas akhir ini akan membandingkan dan menganalisa path loss exponent yang terdapat pada daerah Urban dan Suburban.
Dimana dalam pengambilan data, dilakukan dengan metode drive test menggunakan handphone Sony Erricsson K790i yang telah terintegrasi dengan software TEMS. Dari hasil data pengukuran diolah untuk mendapatkan nilai pathloss exponent fungsi jarak dan kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi level daya pemancar. Hasil penelitian ini berupa nilai pathloss exponent pada daerah urban dan suburban untuk membantu para praktisi telekomunikasi atau provider sebagai acuan menentukan letak dan coverage area dari BTS.
Kata Kunci : Path Loss Eksponen, Outdoor Radio Propagation Channel, drive test
IMPLEMENTASI PUSH CONTENT WIDGET UNTUK SISTEM INFORMASI JADWAL BIOSKOP PADA PLATFORM ANDROID
Menonton film di bioskop merupakan salah satu kebutuhan akan hiburan masyarakat saat ini, namun informasi film terbaru hanya didapat melalui koran terbaru ataupun website. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem informasi yang mengambil data secara otomatis dari website sumber dan kemudian ditampilkan pada ponsel berbasis Android.
Kenapa memilih Android sebagai platform yang digunakan, hal ini disebabkan maraknya penggunaan ponsel dengan sistem operasi tersebut. Dalam proses pembuatan aplikasi ini digunakan pemrograman berbasis java khusus untuk platform Android dengan didukung oleh SDK Android dan Eclipse sebagai development environment, selain itu Android juga mendapatkan dukungan penuh dari pemiliknya, yakni google sehingga memudahkan para pengembang aplikasi untuk membuat aplikasi Android.
Dari sistem yang telah dibuat dihasilkan suatu aplikasi yang dapat menampilkan informasi film yang akan ditayangkan, lokasi teater, jadwal film serta film yang sedang ditayangkan. Semua informasi diperoleh dari www.blitzmegaplex.com, dari aplikasi yang dijalankan diketahui bahwa kecepatan data dengan SAX Parser memiliki kecepatan akses sebesar 5.04 detik dan htmlcleaner sebesar 11 detik. Pemilihan sistem parsing yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi yang ada, sehingga didapat keluaran yang optimal