PENS Repository
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Alat Ukur Resistivitas Tanah sebagai Alat bantu mengetahui indikator kualitas tanah untuk tanaman padi
Kualitas tanah sangat penting diketahui oleh petani sebelum melakukan
penanaman padi. Dikarenakan kualitas tanah akan berpengaruh pada
kesuburan tanaman padi dan kecocokan untuk menanam tanaman padi
di lahan pertanian itu. Namun saat ini para petani belum memiliki
indikator yang akurat dalam mengetahui tingkat kualitas tanah. Petani
hanya menggunakan metode kira-kira dan pengalaman saja dalam
proses penanaman padi.
Sehubungan dengan hal diatas maka dibuat alat yang dapat mengetahui
indikator tingkat kualitas tanah dengan menggunakan parameter
resistivitas tanah. Untuk mengetahui nilai resistivitas tanah, alat ini
memakai 4 buah sensor logam tembaga dirangkai dengan metode 4 titik
wenner. Saat pengukuran sepasang sensor logam tembaga terluar dialiri
sumber arus mengakibatkan terjadi beda potensial di sepasang sensor
logam tembaga yang terletak ditengah. Agar nilai beda potensial yang
diperoleh dapat dibaca oleh mikrokontroler maka dimasukkan ke
rangkaian amplifier instrumentasi yang berfungsi sebagai buffer.
Sedangkan untuk mengubah data dari sensor berupa data analog menjadi
data digital digunakan ADC (Analog Digital Converter) internal yang
terdapat didalam Atmega 32. Selanjutnya data digital tersebut diolah
oleh mikrokontroler Atmega 32.
Setelah diolah di mikrokontroler Atmega 32, data akan ditampilkan di
layar LCD 2X16. Data yang ditampilkan berupa nilai resistivitas tanah
(Ώ m), jenis tanah, tingkat kualitas tanah (bagus, sedang, dan jelek), dan
rekomendasi. Dari hasil pengujian diperoleh nilai resistivitas tanah
sawah dan tanah datosol dengan kadar air 20% sebesar 22,12 Ώ.m dan
214,59 Ώ.m. Rangkaian amplifier instumentasi dengan INA 114BP pada
pengujian diperoleh prosentase error sangat kecil dibawah 1,8 %.
Kata Kunci : Resistivitas tanah, Sensor, 4 titik wenner, Sumber Arus,
Beda Potensial, Amplifier Instrumentasi, Buffer, Mikrokontroler, ADC,
Atmega 32, LCD 2X16
RANCANG BANGUN SISTEM PENGATURAN PENERANGAN RUANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER
Sistem penerangan merupakan salah satu pemakaian energi listrik yang besar. Untuk itu perlu diupayakan penghematan energi pada sistem penerangan. Pada umumnya pengaturan penerangan menggunakan prinsip on-off dimana lampu hanya bekerja pada dua kondisi yaitu lampu menyala penuh ketika on atau off. Pengaturan penerangan dengan prinsip on-off hanya berdasarkan pada kondisi gelap terang ruangan tanpa menghiraukan kontribusi cahaya dari luar. Hal ini menyebabkan penggunaan energi listrik yang tidak efisien. Dari pemikiran tersebut maka diciptakan sistem pengaturan penerangan ruangan berbasis mikrokontroler agar lampu dapat menyesuaikan pencahayaannya sesuai dengan intensitas cahaya ruangan yang diinginkan atau set point dengan menggunakan kontroler proporsional integral. Sistem menggunakan lampu LED yang langsung dapat di suplai dengan sumber AC. Pada pengaturan pencahayaan lampu LED menggunakan pengatur tegangan AC yaitu TRIAC dan pengatur besar sudut penyulutan TRIAC menggunakan TCA 785. Besar kecilnya sudut penyulutan oleh TCA 785 ditentukan oleh tegangan kontrolnya yaitu dari rangkaian DAC R2R dimana tegangan keluaran DAC ditentukan oleh mikrokontroler yang sebelumnya telah mengolah data dari pembacaan iluminasi ruangan oleh sensor cahaya LDR. Dari hasil pengujian sistem yang telah dirancang, diperoleh bahwa lampu dapat menerang dan meredup dengan variasi tegangan antara 0,005 volt sampai 214,7 volt. Pemakaian daya dapat ditekan sampai 49,375 % yaitu pada saat set point 90 lux. Sedangkan pada set point 150 lux hanya dapat ditekan sebesar 4,231 % karena cahaya dari luar tidak lebih besar dari cahaya di dalam karena pengujian dilakukan di dalam gedung. Sistem pengaturan ini dapat mengatur dan atau mempertahankan cahaya ruangan yang diinginkan serta dapat membuat pemakaian energi listrik lebih efisien.
Kata kunci : kontrol proporsional integral, Pengatur tegangan AC, sensor cahaya LDR
IMPLEMENTASI METODE VIRTUAL FORCE FIELD (VFF) YANG DISEDERHANAKAN UNTUK KONTROL PERGERAKAN SOCCER ROBOT
Robot pemain sepak bola ( soccer robot ) merupakan sebuah entertainment robot yang dirancang untuk mampu bermain layaknya permainan sepak bola sehingga robot ini diharuskan mampu melakukan penjejakan ( tracking ) terhadap sebuah target yaitu bola serta mampu melakukan penghindaran terhadap halangan ( obstacle ) yang ada di sekitarnya, baik itu dinding maupun robot musuh. Untuk mengetahui target dan objek lain yang ada di sekitarnya , robot harus mempunyai sistem navigasi di mana dalam proyek akhir ini digunakan sistem navigasi global menggunakan kamera terpusat yang dipasang diatas lapangan permainan yang selanjutnya mampu memberikan data posisi masing-masing robot yang akan digerakkan, bola sebagai target, dan gawang sebagai tujuan akhir
Penggerak (actuator) terdiri dari motor servo kanan dan kiri yang bergerak berdasarkan data pwm yang dikirimkan oleh komputer ke robot secara wireless. Data pwm tersebut nantinya akan diolah oleh mikrokontroler sehingga motor mampu burputar untuk menggerakkan robot ke posisi yang dikehendaki. Pergerakan robot dibuat berdasarkan metode Virtual Force Field (VFF) yang disederhanakan yang mempunyai cukup kehandalan dalam melakukan obstacle avoidance dan target tracking. Pada metode Virtual Force Field (VFF) yang disederhanakan, adanya halangan pada soccer robot akan memberikan gaya tolak yang arahnya sebesar 180 o terhadap arah halangan dan adanya bola( target ) dianggap memberikan gaya tarik terhadap robot. Kemudian dari kedua gaya tersebut akan diperoleh resultan yang dijadikan robot sebagai referensi untuk melakukan penghindaran halangan ( obstacle avoidance ). Dengan metode ini, soccer robot dapat melakukan penghindaran halangan serta penjejakan bola dengan tingkat keberhasilan mencapai 96 %.
Kata Kunci : obstacle avoidance, tracking, VFF yang disederhanaka
OTOMATISASI SISTEM PENGOLAHAN AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR DENGAN PRINSIP “REVERSE OSMOSIS” BERBASIS MIKROKONTROLER ( Sub Judul : “Actuator, Buck Converter, Rectifier and Charger Control”)
ABSTRAK
Reverse Osmosis merupakan suatu sistem pengolahan air dari yang mempunyai konsentrasi tinggi menjadi air tawar yang mempunyai konsentrasi agak rendah (encer) dikarenakan adanya tekanan osmosis. Penerapan sistem ini lebih efisien dan dapat diandalkan karena air melewati membrane semipermiabel yang kerapatannya 0,0001 mikron. Teknologi ini menggunakan driver Buck Converter untuk mengontrol air masuk dan keluar. Kinerja dari sistem ini secara otomatis diproses oleh mikrokontroler ATMega 16.
Pada teknologi ini juga terdapat TDS meter, pH meter, sensor tegangan, sensor level air dan sensor tekanan air. Sensor-sensor yang ada dalam teknologi ini berfungsi untuk membantu keakuratan data yang diambil. Masing-masing sensor mempunyai fungsi sendiri-sendiri sebagai input mikrokontroler.
Sumber tenaga listrik alternatif juga diterapkan pada sistem ini yakni menggunakan Accumulator (AKI 12V) yang dilengkapi dengan peralatan Automatic Battery Charger. Keseluruhan komponen sistem tersebut akan dikombinasikan menjadi sebuah alat pengolahan air laut menjadi air tawar yang lebih bersih, sehat, dan efisien dalam penerapan teknologi tepat guna.
Kata Kunci : Atmega 16, Reverse Osmosis, Sensor, Battery Charger, Buck Converte
Verifikasi Citra Wajah Menggunakan Metode Discrete Cosine Transform Untuk Aplikasi Login
Sistem verifikasi menggunakan citra wajah merupakan
suatu proses pencocokan wajah yang dengan suatu wajah
yang telah diklaim oleh seorang user. Hasilnya adalah
suatu keputusan yang dapat menentukan apakah wajah
yang diuji milik pengguna sah (genuine user) atau tidak
sah (imposter user). Untuk mendapatkan hasil tersebut
dilakukan proses ekstraksi ciri dari citra wajah. Proses
ekstraksi ciri memegang peranan yang sangat penting
terhadap keberhasilan verifikasi. Pada penelitian ini, ciri
– ciri wajah akan diekstraksi dengan menggunakan
metode Discrete Cosine Transform yang dilakukan
secara Real - Time. Sedangkan proses pencocokan hasil
ekstraksi ciri dengan data training dilakukan dengan
menggunakan Eucledian Distance dan JST
Backpropagation. Pengujian pada penelitian ini
menggunakan 100 data training dan 50 data uji serta
menggunakan 8 hingga 64 koefisien DCT. Dari hasil
pengujian tersebut, menghasilkan tingkat akurasi sebesar
64% hingga 84% untuk euclidean distance dan 48%
hingga 90% untuk JST backpropagation. Pada pengujian
pencocokan wajah dengan jarak yang berbeda, tingkat
akurasi yang didapatkan pada jarak 50cm, 100cm, 150cm
dengan metode eucledian distance masing- masing
adalah 80%, 70% dan 50% sedangkan dengan metode
JST backpropagation masing adalah 90%, 90%, dan
100%. Hasil tersebut terlihat bahwa, semakin besar jarak
wajah terhadap kamera maka akan semakin menurun
tingkat akurasinya. Pada pengujian pencocokan wajah
dengan tingkat pencahayaan yang berbeda, tingkat
akurasi rata-rata pada metode eucledian distance adalah
36.67% dan 26.67% pada metode JST backpropagation.
Pada pengujian kecepatan sistem, metode JST
backpropagation berjalan lebih cepat yaitu 10fps hingga
12fps daripada menggunakan metode eucledian distance
yang berjalan pada kecepatan 9fps hingga 10fps
Sistem Kontrol Inverted Pendulum Pada Balancing Mobile Robot
Sistem kontrol merupakan suatu sistem yang menjadi pusat perhatian di bidang robotika. Dengan adanya sistem kontrol ini, robot bisa menjadi lebih cerdas dan canggih. Robot berpendulum ini akan berusaha menyetimbangkan sistemnya agar pendulum tetap tegak 900. Sebagai deteksi kemiringan antara robot dengan lantai digunakan sensor Sharp GP2D12 yang menghasilkan output tegangan analog. Data dari sensor ini akan diolah oleh Mikrokontroler ATMega 16, karena data yang dibawa oleh Sharp GP2D12 ini mempunyai noise, maka data harus difilter. Filter yang dipakai adalah Single Exponential Filtering yang bisa mereduksi noise secara optimal disamping juga mempunyai respon waktu yang cepat. Setelah selesai pemrosesan, hasil filter akan diolah dengan kontrol PID. Dengan sistem kontrol ini, robot mempunyai respon yang cepat untuk bergerak maju mundur searah dengan arah gerak jatuhnya pendulum. Prosentasi sistem keberhasilan PID ini adalah 90%
Developing A Bus Ticket Reservation Web Application At PT. Setia Jiwana Sakti
This paper describes the development of an online ticket reservation application that integrates and automates current business processes throughout multiple branches of a bus transportation service provider operating across the border of neighboring countries. Utilizing the versatility of the current web technology, the application also adds new values to the company’s business process; enabling it to provide customers with services that is not limited to physical boundaries such as location and time. The web application is developed using PHP and utilizes MySQL
Analisa Perbandingan Clustering Metode Manual Dan Metode Single Linkage Untuk Menentukan Kinerja Agent Pada Call Centre Berbasis Asterisk For Java
Pada penelitian ini, dibuat suatu sistem Call Centre menggunakan Asterisk for Java dengan menambahkan metode manual dan single linkage untuk pengelompokan agent. Dimana sistem yang dibuat digunakan untuk melakukan monitoring terhadap kinerja Agent. Pengelompokan manual dilakukan berdasar standarisasi yang telah ditetapkan, sedangkan pengelompokan menggunakan metode Single Linkage mengacu pada jarak terdekat antar parameter Agent. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa saat proses pengelompokan menggunakan metode manual dan metode Single Linkage, terdapat perbedaan dalam hal jumlah Agent dalam cluster, anggota pada masingmasing cluster, dan waktu eksekusi untuk melakukan cluster. Dalam hal waktu eksekusi untuk melakukan cluster 10 agent, metode Single Linkage lebih unggul dengan waktu 184.7 ms dibanding metode manual 352.8 ms. Dengan mencari nilai variance, didapat bahwa cluster yang terbentuk dari metode manual lebih ideal dibanding metode Single Linkage. Dimana nilai variance dari metode manual yaitu 1.4172645672185147 lebih kecil dibanding nilai variance metode Single Linkage yaitu 1.4568698006373213
Sistem Informasi Bencana Banjir (Akusisi Data Multiple Sensor)
Pada penelitian ini, akan dibuat sebuah alat yang berguna untuk mengkomunikasikan data data sensor yang telah ada, untuk diolah menjadi sistem informasi bencana banjir. Sensor yang dipakai disini adalah sensor curah hujan dan juga sensor ketinggian level air. Data dari sensor tersebut akan diambil sebuah master dengan komuniasi serial multidrop RS485, dan kemudian data yang diterima master akan dikirimakn ke computer server dengan menggunakan bantuan SMS. Di computer server, akan dilakukan recovery data dengan tujuan menghasilkan data buatan jika sms gagal diterima. Dari pengujian yang dilakukan, di dapat error pengiriman data RS422 sebanyak 0%, error sensor jarak dibawah 3%, error sensor suhu dibawah 1%, dan error sensor curah hujan di bawah 25
Pemanfaatan Harmonisa pada Beban Non Linier Sebagai Sumber Energi Menggunakan Full Bridge DC-DC Converter dan Inverter
Penggunaan beban non linier seperti VSD menimbulkan harmonisa yang besar. Dengan timbulnya harmonisa tersebut maka dilakukan pengurangan spektrum harmonisa dengan cara pemasangan filter pasif. Daya pada induktor pada filter dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi dengan cara mengganti induktor menjadi trafo. Sisi sekunder disearahkan dan dinaikkan menggunakan full bridge DC-DC converter kemudian diubah menggunakan inverter dengan harapan dapat menjadi sumber energi alternatif baru. Pemanfaatan dibatasi hanya pada daya trafo filter saja, sehingga tidak memperhatikan arus harmonisa. Full bridge DC-DC converter menggunakan metode phase shifted pada pengaturan tegangan DC-nya. Sedangkan inverter menggunakan metode Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM). Pada perencanaan terdiri dari baterai accu 36 V, full bridge DC-DC converter penaik tegangan DC menjadi 300V, SPWM inverter perubah tegangan DC 300V menjadi AC 220V, dan mikrokontroler ATmega16 sebagai
pembangkit pulsa PWM dan SPWM. Pada pengujian
keseluruhan sistem, dengan beban variasi (170 watt)
mampu menghasilkan tegangan AC 200 volt RMS
dengan arus 0.7 A. Kemudian setelah dilakukan
integrasi dengan trafo filter, menghasilkan tegangan AC
150 volt RMS dengan beban 18.4 watt. Dan THDi sistem
berubah dari 85.3% menjadi 52.89%. Ketika beban
ditambah sampai 300 watt, tegangan keluaran inverter
turun. Dengan demikian desain dari full bridge DC-DC
converter kurang bisa memenuhi perencanaan daya 450
VA