PENS Repository
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
Pemodelan Sebaran Api Kebakaran Hutan Berdasarkan Jenis dan Lokasi Bahan Pembakar
Populasi hutan di dunia semakin menurun. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya kerusakan hutan dan perubahan iklim di dunia. Sebagian besar kerusakan hutan disebabkan oleh kebakaran hutan, terutama di Indonesia. Untuk itu, dirancanglah sebuah sistem WSN (Wireless Sensor Network) guna memantau terjadinya kebakaran hutan secara nirkabel. Sensor-sensor disebar sesuai dengan kondisi hutan. Jika ada sumber api yang muncul maka sensor yang paling dekat dengan sumber api tersebut akan mengirimkan data secara nirkabel menuju server. Untuk efisiensi biaya dan energy, penempatan sensor sebaiknya mengikuti model sebaran api yang dihasilkan oleh pembakar berdasarkan klasifikasi bahan pembakar di hutan. Dengan asumsi bahwa kebakaran terjadi di hutan tropis Indonesia dimana parameter bahannya adalah jenis pepohonan hutan tropis dan bahan lain penyebab kebakaran, pada penelitian ini dibuat estimasi karakteristik sebaran api kebakaran hutan tropis. Estimasi meliputi penghitungan ROS dan flame length dari bahan penyebab kebakaran hutan. Pemodelan dengan regresi linier dipilih sesuai dengan karakteristik data yang didapat dari simulasi kebakaran bahan pembakar. Analisa hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemodelan ROS dan flame length, dihasilkan data dengan tingkat kesalahan < 15% dari nilai ROS sesungguhnya. Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada instansi yang berhubungan dengan penanggulangan bencana, khususnya kebakaran untuk dapat memperkirakan dampak kebakaran dan melakukan evakuasi secepat mungkin untuk menghindari dampak yang meluas
Analisis Efisiensi Daya Pada Transmisi Daya Optik Lewat Bundel Serat Optik
Salah satu aplikasi dari serat optic dalam bidang instrumentasi dan kedokteran adalah sensor optic. Sensor optic dibagi dalam dua kategori dasar, yaitu sensor modulasi intensitas dan sensor modulasi fasa. Dibandingkan sensor modulasi fasa, sensor modulasi intensitas lebih banyak membutuhkan cahaya. Hal ini mengakibatkan sensor modulasi intensitas menggunakan inti serat moda jamak yang besar (bundle serat optic). Pada penelitian yang dilakukan oleh Heri Suyanto dkk14 telah dilakukan penelitian tentangpengaruh ukuran diameter gukungan dan jumlah lilitan fiber optic terhadap efisiensi dan rugi-rugi (atenuasi)transmisi daya laser dalam serat optic moda jamak. Penelitian efiensi ini lebih menekankan pada pengaruh lilitan dan diameternya hanya pada serat tunggal. Pada penelitian ini, analisis efisiensi daya pada transmisi daya optic lewat dilakukan pada bundle serat optic moda jamak. Eksperimen dilakukan dengan melewatkan cahaya pada bundle serat optic dengan bahan plastic yang berdiameter inti (core) 120μm dan diameter selubung (cladding) 510μmpada tiga proses, yaitu proses transmisi, proses transmisi-refleksi dan proses transmisi-refleksi-transmisi. Pada proses transmisi, cahaya dengan panjang gelombang 630 nm dari sumber optic dilewatkan kolimator dan diterima oleh bundle transmisi. Keluaran bundle transmisi diterima oleh detector. Pada proses transmisi-refleksi, keluaran dari bundle transmisi diarahkan ke reflector. Cahaya yang terpantul dari reflector diterima oleh detector. Pada proses transmisi-refleksi-transmisi, keluaran dari bundle transmisi diarahkan ke reflector dan cahaya yang terpantul dari reflector diterima oleh bundle penerima. Daya keluaran dari bundle penerima diterima detector dan ditunjukkan oleh power meter digital. Faktor-faktor yang berpengaruh pada hasil efisiensi daya optic pada ketiga proses tersebut adalah jumlah serat dalam bundle, susunan geometris serat dalam bundle dan penggandengan antara sumber dengan bundle. Area aktif dengan susunan geometris dan penggandengan yang memenuhi sudut penerimaan maksimum atau aperture numeric (NA) akan meningkatkan kemampuan bundle menerima daya optic. Dari hasil eksperimen, pada proses transmisi dicapai efisiensi daya optic sebesar η = -24,84 dB, pada proses transmisi-refleksi sebesar η = -37,30 dB dan pada proses transmisi-refleksi-transmisi sebesar η = -46,20 dB. Secara teoritis, pada transmisi dicapai hasil sebesar η = -11,5 dB, pada proses transmisi-refleksi sebesar η = -20,77 dB dan pada proses transmisi- refleksi-transmisi η = -32,33 dB
Rancang Bangun Catu Daya Tenaga Surya Untuk Perangkat Audio Mobil
Perangkat audio mobil membutuhkan catu daya, dan selama ini catu daya audio mobil diperoleh dari accu pada mobil. Akibat kelebihan beban, accu mobil menjadi drop dan sulit untuk menghidupkan mesin mobil. Hal ini merupakan salah satu kerugian apabila memasang audio mobil dan catu dayanya langsung dari
accu mobil. Salah satu solusi masalah tersebut adalah
dengan membuat catu daya yang dayanya berasal dari
energy alternative, salah satunya dengan mengkonversikan energi cahaya matahari menjadi energi listrik, maka energi listrik yang dihasilkan dapat
digunakan untuk mengisi batere. Pada Penelitian ini
akan memanfaatkan solar cell sebagai pengubah energi
cahaya matahari menjadi energi listrik dengan kapasitas
sel surya yang digunakan sebesar 10 watt-peak sebanyak
dua yang dipasang paralel untuk memperbesar arus
keluarannya. Tegangan keluaran dari solar cell perlu
diturunkan atau dinaikkan mencapai 14,5 Volt dengan
menggunakan rangkaian Buck-boost Converter. Kontrol
duty cycle PWM pada buck-boost converter adalah salah
satu metode yang dapat digunakan untuk pengaturan
tegangan. Output converter terlebih dahulu dibaca oleh
ADC pada mikrokontroler, kemudian mikrokontroler
menentukan hasil berupa duty cycle yang harus
dibangkitkan sampai mencapai set point tegangan
dengan program kontrol oleh mikrokontroler untuk
membangkitkan sinyal PWM
Analisis Performansi Routing AODV pada Jaringan VANet
Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang, diperlukan suatu jenis atau tipe jaringan khusus yang mampu melibatkan banyak orang atau peralatan komunikasi tanpa ketergantungan terhadap suatu infrastruktur. Jaringan yang bisa digunakan adalah VANet(Vehicular Ad-hoc Network) dengan metoderoutingAODV(Ad-hoc On demand Distance Vector). VANet adalah sebuah jaringan wirelessyang menggunakan sistem berbasisad hoc network. Sedangkan Metode AODV yaitu routing data yang berdasarkan pada jaraknya. Pada penelitian ini akan disimulasikan bagaimana cara kerja dari metode AODV terhadapmobile nodepada trafik kendaraan.Mobile node disini
diumpamakan sebagai kendaraan,dan disetiap area akan dibangun access point untuk mencakup satu network dalam
jangkauan access point tersebut. Untuk membuat simulasi jaringan VANet digunakan network simulator(NS). Dari hasil
penelitian terlihat bahwa performansi routing AODV pada jaringan VANet lebih baik dari pada performansi routing DSDV
(Destination Sequenced Distance Vector) dan DSR (Dynamic Source Routing)karena dari data yang diperoleh routing
AODV memiliki PDF (Probability Density Function) dan throughput yang lebih besar, serta delay yang lebih kecil
SISTEM PENGAMAN MOTOR INDUKSI 3 PHASA TERHADAP GANGGUAN UNBALANCE VOLTAGE DAN OVERLOAD
The 3 phase induction motor is a motor type most often used in production processes in industry. This is because the induction motor has several advantages that are not owned by a DC motor, but often also occur among other disturbance Unbalance Voltage and Overload in the 3 phase induction motor. The disturbance has a very harmful impact if allowed to drag on due to a very large current flows thereby increasing the temperature and can lead to 3 phase induction motor burn. To overcome the interference, we need a system that can secure from Unbalance Voltage according to the standard ANSI Std C84.1- 1989 and Overload Protection Relay Overcurrent with name plate CKR Series. The security system works by comparing the value setpoin and voltage and current parameters of the outtakes from the 3 phase induction motor as load. From testing the security system Unbalance Voltage and Overload that works by comparing the current value of setpoin between 1.5 Amperes to 5 Amperes then obtained an average percentage error 3.44 % for the time trip on security contactors Overload and voltage between 360 Volts to 380 Volts with a percentage Unbalance Voltage between 0 % to 10.95 % in Unbalance Voltage safety
APLIKASI MULTIPLAYER MOBILE GAME OTHELLO DENGAN MENGGUNAKAN BLUETOOTH SEBAGAI MEDIA KONEKSI
Cell phone is not a luxurious thing anymore. Someone can enjoy any kind of entertainment, such as MP3 player, internet, and game using that thing. The most popular application is game. Game is one of the entertainment media which is cheap and interesting enough. Many kind of game with an interesting user interface and the levels make it become a popular application. In order that, a game for mobile device will be build in this final project. Mobile device application which will be build is othello game with single player mode and multiplayer mode (max. 2 player). In single player mode, user will playing with the system. There are 3 (three) levels in single player mode, they are easy, medium, and hard. And in multiplayer mode, user will playing with the other user using bluetooth as the connection media. So before start playing, both of them must be connected to each other using bluetooth on their cell phone. Key Word : game, mobile device, othello, bluetooth
Perencanaan dan Pembuatan Aplikasi Game Tebak Nada pada OS Android
Kepekaan terhadap suara nada – nada dari tangga nada – tangga nada dasar dirasa kurang dalam realita kehidupan saat ini. Lebih cenderung mendengarkan daripada mempelajari nada – nada apa yang membuat suatu lagu dapat diputar merupakan tradisi yang dibudayakan. Karenanya mendengarkan dan memahami nada – nada perlu dijadikan satu kemasan yang baik dan tepat sasaran.
Dalam mendukung kemasan yang tepat sasaran, perlu dikembangkan suatu aplikasi yang mampu membungkus kemasan tersebut menjadi menarik. Android merupakan salah satu target dalam menembak pemasaran aplikasi ini. Pemrograman yang digunakan yaitu pemrograman dengan berkiblatkan pemrograman java dengan didukung oleh SDK Android sebagai emulator dan Eclipse sebagai java development tool. Nada – nada yang dimainkan berupa file midi yang mana file midi lebih jernih didengar dan lebih kecil dari sisi ukuran file dibandingkan lainnya.
Aplikasi ini pada awal mulanya pemain diminta dan mendengarkan dan menekan karakter yang ditampilakan. Disisi lain terdapat pengenalan terhadap nada – nada dasar.
Dari sistem yang dibuat menghasilkan aplikasi yang mampu memainkan nada – nada midi dengan keberhasilan 100% dan mendapatkan suatu nilai frame per seconds (fps) sehingga menghasilkan suatu kecocokan nilai frame per seconds 30fps sampai 40fps yang rata- ratanya sebesar 4,305 detik.
Kata kunci : Java Sound, Tone Generator dan Synthesizer Library
PEMBUATAN VIDEO ANIMASI 3D SAFETY DRIVING (NON-CHARACTER MODELING, TEXTURING, SOUND EFFECTS)
Abstrak – Salah satu penyebab semakin meningkatnya prosentase angka kecelakaan di dalam berkendara adalah kurangnya memperhatikan peraturan dalam berlalu lintas khususnya kendaraan beroda empat. Di mulai dari tidak mengenakan sabuk pengaman, kesalahan dalam penggunaan lajur, kurangnya konsentrasi dalam berkendara sehinggga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mentaati peraturan berlalu lintas inilah yang menjadi alasan dibuatnya Proyek Akhir ini.
Proyek Akhir ini menitik-beratkan pada proses pembuatan video layanan masyarakat yang divisualisasikan dalam bentuk animasi 3D. Dalam Proyek Akhir ini dilakukan proses non-character modeling, texturing dan sound effects. Dimana, non-character modeling merupakan proses membuat karakter, dalam hal ini karakter pendukung. Texturing memberikan tekstur pada karakter. Sound Effects proses memberikan efek-efek suara.
Diharapkan dari Proyek Akhir ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tata tertib berlalu lintas khususnya kendaraan beroda empat. Dengan tampilan animasi 3D dapat ditanamkan kepatuhan untuk mentaati tata tertib lalu lintas sejak dini.
Kata kunci: Animasi 3D, Non-character Modeling, Texturing, Sound Effect
Rancang Bangun Sistem Layanan Antrian Rumah Sakit Berbasis Java
Saat ini, masih banyak instansi / perusahaan yang belum memanfaatkan teknologi untuk memberikan kemudahan bagi para pemakainya. Kesadaran masyarakat tentang keteraturan dan ketertiban juga masih jauh dari sempurna. Hidup antri dapat diterapkan di lingkungan instansi / perusahaan seperti rumah sakit yang memiliki banyak pasien. Banyak pasien yang merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik sebab sistem antrian yang masih konvensional.
Pada tugas akhir telah dibuat sistem antrian yang baik dan efektif sehingga memberikan kemudahan bagi pasien. Simulasi antrian menggunakan bahasa pemrograman java, dimana sistem yang akan dibuat meliputi sistem registrasi,mesin pencetak nomor antrian,mesin antrian serta sms gateway.
Dari hasil pengujian terlihat bahwa sistem antrian yang dibuat sudah berhasil dengan baik, dimana rata-rata waktu eksekusi yang dibutuhkan untuk registrasi sebesar 51.16 detik. Sedangkan rata - rata waktu eksekusi untuk mendapat nomor antrian via java lebih cepat 46.42 detik dibandingkan via sms dan rata - rata waktu yang diperlukan untuk koneksi server ke printer adalah 1 menit 27.47 detik. Dari hasil survey pada karyawan rumah sakit dan pasien rumah sakit dapat dikatakan bahwa sistem antrian pada rumah sakit berbasis JAVA memiliki penilaian dengan kategori bermanfaat. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase sebesar 85 % karyawan rumah sakit dan 90 % pasien rumah sakit menyatakan sistem antrian ini bermanfaat
ANALISA INTERFERENSI CO-CHANNEL PADA SISTEM KOMUNIKASI LOCAL MULTIPOINT DISTRIBUTION SERVICE(LMDS)
LMDS (Local Multipoint Distribution
Service) adalah teknologi Broadband Wireless
Access yang menggunakan sinyal microwave
yang beroperasi antara 20 – 40 GHz. Penggunaan
gelombang millimeter dengan frekuensi diatas 10
GHz sangat rentan terhadap gangguan terutama
redaman hujan Selain itu, masalah interferensi
dari base station lain juga mempengaruhi kinerja
LMDS
Dalam analisis ini, dampak dari curah
hujan, kerimbunan dedaunan dan polarisasi sangat
diperhitungkan pada LMDS yang menggunakan
sel persegi dengan arsitektur polarisasi tunggal
dan arsitektur polarisasi interleaving pada antena
base station sehingga didapatkan perbandingan
rata-rata sinyal terhadap rata-rata interferensi (Ŝ/Î)
yang merupakan variasi skala besar dari sinyal
yang direpresentasikan dari distribusi lognormal
dan nilai rata-rata aturan model power law.
Prosentase probabilitas rata-rata sinyal
terhadap rata-rata interferensi atau Ŝ/Î (dB) 0,01%
pada arsitektur polarisasi tunggal horisontal ketika
berada pada kerimbunan pepohonan tingkat
rendah hingga tinggi (m dari 4 hingga 6)
diperoleh saat m=4 sebesar -15 dB, m=5 sebesar -
10 dB, dan m=6 sebesar -5 dB. Untuk polarisasi
interleaving , nilai prosentase probabilitas ratarata
sinyal terhadap rata-rata interferensi atau Ŝ/Î
(dB) 0,01% diperoleh ketika m=4 sebesar 23 dB,
m=5 sebesar 30 dB, dan m=6 sebesar 37 dB.
Didapatkan nilai Ŝ/Î yang lebih baik ketika
menggunakan arsitektur seluler interleaving
karena polarisasi yang berbeda mengurangi
interferensi sehingga mengoptimasi kesediaan
bandwidth.
Kata Kunci: Redaman Hujan, Interferensi Co-
Channel, Local Multipoint Distribution Service
(LMDS), Perbandingan Rata-rata Sinyal terhadap
Rata-rata Interferensi (Ŝ/Î