PENS Repository
Not a member yet
1406 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI METODE SINGLE LINKAGE UNTUK MENENTUKAN KINERJA AGENT PADA CALL CENTRE BERBASIS ASTERISK FOR JAVA
ABSTRAK
Keberadaan suatu Call Centre pada tiap-tiap provider telepon sangatlah diperlukan. Hal ini menyangkut kepuasan pelanggan terhadap produk suatu provider. Call Centre sendiri difungsikan agar pelanggan suatu provider telepon bisa berbicara langsung dengan Agent (customer service) dari operator telepon tersebut. Untuk itu diperlukan suatu kinerja yang baik dari seorang Agent pada Call Centre.
Pada tugas akhir ini, dibuat suatu sistem Call Centre menggunakan Asterisk berbasis pemrograman Java. Dimana digunakan suatu program Java untuk melakukan monitoring terhadap kinerja Agent. Dari hasil monitoring didapat lalu dilakukan pengelompokan menggunakan dua metode yaitu perhitungan manual dan metode Single Linkage. Pengelompokan menual dilakukan berdasar standarisasi yang telah ditetapkan, sedangkan pengelompokan menggunakan metode Single Linkage mengacu pada jarak terdekat antar parameter Agent.
Dari hasil pengujian didapatkan bahwa sistem Call Centre untuk menentukan kinerja Agent berbasis Asterisk for Java telah berjalan dengan baik. Waktu eksekusi paling lama yang dibutuhkan untuk menyimpan data monitoring yaitu parameter Login Time dengan rata-rata waktu 2.2 milisekon. Sedangkan untuk waktu eksekusi program clustering manual, semakin banyak jumlah Agent maka waktu eksekusi program semakin lama, dimana saat dilakukan pengujian terhadap 10 Agent dibutuhkan waktu 352.8 milisekon. Saat proses pengelompokan menggunakan metode manual dan metode Single Linkage, terdapat perbedaan dalam hal jumlah Agent dalam cluster, anggota pada masing-masing cluster, dan waktu eksekusi untuk melakukan cluster. Dalam hal waktu eksekusi, metode Single Linkage lebih unggul dengan waktu 184.7 ms dibanding metode manual 352.8 ms dalam mengelompokkan 10 Agent. Dengan mencari nilai variance, didapat bahwa cluster yang terbentuk dari metode manual lebih ideal dibanding metode Single Linkage. Dimana nilai variance dari metode manual yaitu 1.4172645672185147 lebih kecil dibanding nilai variance metode Single Linkage yaitu 1.4568698006373213.
Kata kunci: Call Centre, Java, Agent, Database, monitoring, kinerja Agent, Single Linkage
PEMODELAN SEBARAN API BERDASARKAN BAHAN DAN LOKASI BAHAN PEMBAKAR
Populasi hutan di dunia semakin menurun. Hal ini dikarenakan meningkatnya kerusakan hutan dan perubahan iklim di dunia. Sebagian besar kerusakan hutan disebabkan oleh kebakaran hutan terutama di Indonesia. Dengan sering terjadinya kebakaran hutan, maka dirancanglah suatu sistem yang disebut dengan WSN (Wireless Sensor Network) untuk mengatasi masalah tersebut. Sistem ini digunakan untuk memantau terjadinya kebakaran hutan, dalam hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang lebih besar. Sensor-sensor akan tersebar sesuai dengan kondisi hutan. Jika ada sumber api yang muncul maka sensor yang paling dekat dengan sumber api tersebut akan mengirimkan data via wireless menuju ke server.
Namun disini terdapat permasalahan yaitu penempatan sensor tidak boleh sembarangan karena harus memperhatikan model sebaran api, maka dibuatlah “Pemodelan Sebaran Api Berdasarkan Bahan dan Lokasi Bahan Pembakar”. Disini akan dibuat simulasi untuk mengetahui rate of spread (ROS) dan flame length dari suatu bahan penyebab kebakaran hutan dengan memasukkan parameter-parameter yang telah ditentukan. Bahan bakar yang digunakan dalam proyek akhir ini adalah bahan penyebab kebakaran pada hutan tropis khususnya di Indonesia. Dengan menggunakan perangkat lunak GUI Matlab akan dibuat sebuah simulator untuk menampilkan grafik rate of spread dan flame length dari suatu bahan bakar tertentu.
Dari pengujian dan analisa diperoleh data-data sebaran api berupa ROS dari bahan pembakar berupa kertas, kayu serutan dan daun jati dengan 3 volume yang berbeda. Serta diperoleh persamaan ROS dari masing-masing bahan, dimana nilai ROS yang paling tinggi adalah kertas dan yang paling rendah adalah kayu serutan
Analisa Kinerja Kode Konvolusi Pada Sistem Successive Interference Cancellation Multiuser Detection CDMA dengan Modulasi QPSK Berbasis Perangkat lunak
Pada pembuatan proyek akhir ini dilakukan analisa kinerja kode konvolusi pada sistem Successive Interference Cancellation (SIC) Multi User Detection (MUD) CDMA berbasis perangkat lunak dengan modulasi QPSK. Encoder kode konvolusi yang digunakan pada sisi transmitter memiliki struktur (2,1,2) dengan rate ½. Sedangkan pada sisi receiver dilakukan dengan metode Successive Interference Cancellation (SIC) dan dilakukan proses dekoder menggunakan algoritma viterbi.
Hasilnya adalah berupa nilai bit error rate (BER) sebagai fungsi signal noise to ratio (SNR). Pada BER 10-3 kanal AWGN SIC stage 3 lebih baik 4 dB dari stage 2 dan 10,3 dB dari stage 1, untuk kanal Rayleigh fading stage 3 lebih baik 5 dB dibandingkan SIC stage 1 dan stage 2. Kinerja kode konvolusi pada sistem successive interference cancellation melalui kanal AWGN pada saat nilai 10-3 lebih baik 3,2 dB dibandingkan dengan tanpa kode konvolusi dan pada kanal Rayleigh fading pada saat SNR 15,33 dB, sedangkan sistem yang tidak menggunakan kode konvolusi belum mencapai nilai BER 10-3 sampai nilai SNR 30. Dan semakin sedikit jumlah user maka kinerja sistem akan semakin baik.
KATA KUNCI : CDMA, Kode Konvolusi, Successive Interference Cancellation, Algoritma Viterb
Aplikasi Transaksi Mobile Real Time dan Tracking Lokasi Berbasis J2ME dan GIS
Dewasa ini teknologi informasi dan telekomunikasi telah berkembang dengan sangat cepat seiring dengan penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi dan komunikasi. Hal tersebut menyebabkan beberapa bidang pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan proses yang panjang menjadi lebih cepat dan mudah.
Salah satu perusahaan yang belum sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi adalah perusahaan dalam bidang sales marketing. Selama ini proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh sales masih berlangsung secara manual. Begitu pula proses monitoring yang dilakukan perusahaan terhadap salesnya juga masih menggunakan media komunikasi radio untuk mengetahui dengan menanyakan kepada sales dimana posisinya. Pada proyek akhir ini, akan dibuat sebuah aplikasi J2ME pada handphone yang digunakan oleh sales untuk melakukan transaksi sehingga proses transaksi akan menjadi lebih cepat karena data akan langsung dikirim ke server melalui komunikasi General Radio Packet Switch (GPRS). Konfirmasi transaksi dapat langsung dicetak menggunakan mobile printer yang dibawa oleh sales. Selain itu, aplikasi J2ME juga dapat digunakan untuk mengakses GPS Receiver yang telah ada secara built-in pada handphone sales. Dengan memanfaatkan Geographic Information System (GIS), dapat diketahui posisi sales saat melakukan transaksi.
Dengan proyek akhir ini, akan terbentuk sebuah sistem yang dapat digunakan perusahaan marketing untuk transaksi secara online serta untuk memantau posisi sales yang sedang bertugas secara real time.
Kata kunci : J2ME, GPS Receiver, GPRS, GIS, Mobile Printe
KONVERSI NADA NADA AKUSTIK MENJADI CHORD MENGGUNAKAN PITCH CLASS PROFILE DAN NEURAL NETWORK BACKPROPAGATION
Chord recognition is a transcription of sound into chord, where audio input files will be classified according to different of provision level. Chord is several tones that sounded by musical instruments so that produce harmonic sounds. Chord which will be recognized in this application are major chord and minor chord. The process starts from wave sampling process. The next step is to divide the wave data into the frames (frame blocking). From frames are then transformed by Fast Fourier Transform (FFT). The process continued with the peak detection to retrieve peak values of the FFT. Frequency values that have peak amplitude are classified according to tune frequency use Pitch Class Profile (PCP). Results of PCP were used as input data on neural network backpropagation algorithm for training process. Keywords : Chord, Fast Fourier Transform, Pitch Class Profile, Backpropagatio
Penyelesaian Puzzle Sudoku Menggunakan Algoritma Genetika
Sudoku is a puzzle game in a 9x9 board which uses the digits 1 through 9. The target of the game is to complete the board by filling in the empty cells with a number so that in one row, column, and region (3x3 cells) no numbers are repeated. Therefore, in a Sudoku puzzle, there is only one valid solution. Completion of this game manually takes a while, until some researches try to solve the puzzle using multiple algorithms which process requires many iterations. With Genetic Algorithm, a solution of the Sudoku puzzle is represented in a chromosome or an individual with a particular structure. Chromosomes in a population will pass through several processes: selection, crossover, and mutation. Chromosome which passes is expected the best, which is a solution to the puzzle
Pengiriman Citra Dengan Teknik Multiple Description Berbasis Perangkat Lunak
Tingginya kerusakan dan kehilangan paket data pada pengiriman citra / video melalui kesalahan saluran yang rawan akibat karena penutupan saluran sementara dan adanya noise yang berakibat banyak terjadinya paket data yang hilang yang mengakibatkan kwalitas suatu citra menjadi rusak atau gambar yang dikirim banyak noisenya.
Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dengan memanfaatkan sebuah tekhnologi yang sedang berkembang saat ini.Pengkodean Multi Deskripsi (PMD) atau disebut dengan Multiple Description Coding (MDC) adalah teknik pengkodean sumber yang memisahkan deskripsi dari Pengkodean Deskripsi Tunggal (PDT) menjadi multi deskripsi. PMD mengatasi permasalahan transmisi pada PDT yang menggunakan protokol TCP ketika ada paket data PDT yang hilang.Pengkodean Multi Deskripsi (PMD) menggunakan Deskripsi Multiple Skalar Quantizer (MDSQ) untuk menghasilkan dua deskripsi dari suatu gambar yang akan dikirimkan dengan menggunakan lebih dari dua saluran transmisi. Jika hanya satu saluran transmisi yang bekerja dengan dengan baik dan optimal, maka informasi yang diterima PMD Decoding dari pengirim, maka hasil citra yang akan diproses dan diterima hasil yang didapatkan cukup untuk mencapai hasil minimum. Apabila jika kedua saluran berfungsi atau bekerja dengan baik dan optimal serta maksimal tanpa ada kendala dan masalah pada saluran transmisi, maka informasi yang diterima akan lebih maksimal. Pada proses PMD Decoding sendiri akan menggabungkan informasi dari kedua saluran tersebut untuk mencapai hasil kualitas citra yang lebih tinggi. Untuk PMD sendiri dengan prinsip Deskripsi Multiple Skalar Quantizer, maka masing-masing deskripsi informasi yang diterima akan menggabungkan dari kedua informasi pengiriman sehingga estimasi deskripsi yang hilang dapat dilakukan berdasarkan deskripsi yang diterima. Sehingga hasil yang didapatkan cukup untuk hasil yang diinginkan.
Kata Kunci : Kehilangan Data,Kanal AWGN,Transformasi kuantisasi,PMD(Pengkodean Multi Description), SDC (Pengkodean Deskripsi Tunggal
PEMETAAN DAN LOKALISASI SECARA SIMULTAN ROBOT iSRo MENGGUNAKAN MULTI-SENSOR
SLAM (Simultaneous Localization And Mapping) is a technique used by a mobile robot to build maps of the area being explored, where the area previously unknown forms of terrain. In SLAM, the robot will perform two tasks at once, which form the map and also able to determine the position of the robot in the map. In this final project, created a program visualization to describe the movement of a robot, either direction toward the robot, the distance the robot, the form of obstacles that have been detected by the robot. Package data transmitted by the robot contains data about the distance from obstacles ultrasonic sensors, direction toward robots that come from digital compass output CMPS03, and the distance the robot using data from the rotary encoder. Data packet will be sent to the software that was created by using serial communication continuously. Moreover, in this program, we also can know the position of the robot which is updated continuously. From the results of testing this final project, obtained data that the image distance between the process of updating the position-x with the-x-1 is still too far away or there is a gap so that the resulting picture is less subtle. In addition, the slip that occurred on the wheels also provide a level of reading error, because the slip will not be readable by the rotary sensor. Range compass sensor readings are still not detailed. Range of measurement will be changed every 100 course not every 10 thus affecting the level of subtlety of images produced when the mapping process. Keywords: SLAM, robot, ultrasonic sensors, digital compass, rotary encode
Proyek Kendaraan Listrik Bertenaga Bantu Sel Surya (KLBS-1) Subjudul : Sistem Penggerak Utama dan Kontrol untuk Kendaraan Tipe Ackermann dengan Sel Surya
Energy sources that exist in the world is widely used in everyday life. Without realizing over time that are not sources of renewable fuels will be exhausted. If that happens there will be a massive energy crisis that threatens human survival. Thus the need for an alternative energy to overcome energy shortages. In this case the use of solar cells as an alternative energy source. Solar cells will store power in batteries and can be used for our daily needs, such as household appliances, fuel sources from the car, sources of fuel and other motorcycles. Previously we use the power of magnets, but because during the research and the limited time it will be very unlikely to continue using the magnetic force so that the need for an alternative replacement of the solar cell. For this energy we call Vehicle Powered aids first-generation solar cells (KLBS-1). KLBS-1 is expected to become an alternative to the limitations and scarcity of energy. KLBS-1 has a prime mover in the form of brushless dc electric motor with 3 pole magnetic coil which is adopted from electric bicycle Yahonta Tiger. Motor is equipped with a driver that works on 48V and consumes flow of about 2 until 5 A. KLBS-1 is equipped with cruise control to optimize the motor force left and right motor in all speed. Keywords: an alternative Energy, Electric Vehicles powered aids first-generation solar cells (KLBS-1), cruise contro
SIMULASI SISTEM MODULASI DIGITAL DENGAN DSK TMS320C6713
The continued development of communication systems, particularly in the field of digital modulation requires the practitioners (students) who explore the field of telecommunications to understand more clearly the digital modulation. This final project created a prototype on-board (hardware simulation) digital modulation system using TMS320C6713 DSK board. Making the program using C language software Code Composer Studio (CCS) version 3 is used specifically for programming the TMS320C6713 DSK. Modulation technique that is used for simulation is a digital modulation technique using Binary Phase Shift Keying (BPSK). This final project through several stages that is, put the theories relating to digital modulation systems, created progam simulations than implemente to TMS320C6713 DSK board, and finally analyzed the results of the simulation. Keyword - DSK TMS320C6713, Digital Modulations, BPS