PENS Repository
Not a member yet
    1406 research outputs found

    IDENTIFIKASI WAJAH PADA SISTEM KEAMANAN BRANKAS MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS

    No full text
    Security becomes an inevitable requirement for users that require privacy. Is a distinguishing feature of biometric identity personally owned and have unique or special characteristics. Biometric characteristic can be used as a pointer of one's identity, especially the face. Facial recognition algorithms for computer-vision has been developed and widely applied. Principles component analysis has been shown to efficiently represent the state of human faces. In this final PCA method was applied as a method of face recognition to verify the user's control in a safe. From the activities carried out showed that the PCA as a method of face recognition for access control safes, properly used in environments with relatively fixed lighting conditions or no change with accuracy up to 79%. This method is still vulnerable to changes in lighting conditions so that the lighting environment in which the system operates need to be kept constant. Pose changes did not significantly affect the accuracy of face recognition with PCA method. As an access control method of PCA should be supported by setting the room lighting was kept constant. Keyword: PCA, Face Recognition

    Desain Keyboard Dengan Output Suara Sebagai Alat Bantu Pengenalan Huruf Braille

    No full text
    Nowadays, many shortcomings in learning system of introducting Braille for blind people still occurs. One of them, is the need of a role of normal teacher to introduce the motives and alphabets of Braille in learning session. He/She obligates to show the precise motives and alphabets of Braille being touched by the patience. This, absolutely, helps and supports the patient to learn the Braille, since they are unable to do it independently. To overcome this problem, a new system which can replace the role of teacher has been made, that is by attaching the Braille to the keyboard, so that when users push the button microcontroller will read data voice in SD Card through the communication of SPI. The Microcontroller will process data voice from SD Card using PWM-DAC together with a filter to produce a voice signal. The use of PWM-DAC is very important since the voice data saved in SD Card is still in a digital format. SD Card is used to keep voice databases in *.WAV format. PWM (Pulse Width Modulation) with 8KHz, 8bit and mono, as a sampling frequency, is used to transform a digital voice to the analogue signal. Keyword : Braille, keyboard, microcontroller, SD Card, SPI, PWMDA

    BASIS DATA TERDISTRIBUSI UNTUK APLIKASI KEPENDUDUKAN BERBASIS WEB

    No full text
    Distributed database technology has the sense that all computers are connected and each system has the right to process capability to serve local demand. Each system participating either in carrying out one or more requests. Oracle has replication technology to apply the concept of distributed databases such. Multimaster replication allows multiple sites, acting as masters of the same, to manage groups of replicated database objects. Each site in replication environments Multimaster is a master site, and each master site to communicate with other master site

    PENGUKURAN DAN PERHITUNGAN PATH LOSS EKSPONEN UNTUK CLUSTER RESIDENCES, CENTRAL BUSINESS DISTRIC (CBD), DAN PERKANTORAN DI DAERAH URBAN

    No full text
    Pathloss Eksponen merupakan parameter n pada pathloss yang berpengaruh kuat pada penurunan kualitas suatu link. Pathloss eksponen dipengaruhi oleh kontur medan dan kondisi lingkungan sekitar. Pada daerah urban seperti pada cluster Perumahan (Residences), Central Business District (CBD), dan perkantoran nilai pathloss eksponen sangat bervariasi. Untuk itulah diperlukan perkiraan rugi-rugi lintasan yang akurat untuk efisiensi disain dan pengoperasian jaringan nirkabel yang kuat. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran dan analisa terhadap nilai pathloss eksponen. Pengambilan data dilakukan dengan metode drive test menggunakan handphone Sony Ericsson K800 sebagai penerima sinyal yang telah terintegrasi dengan software TEMS. Hasil data pengukuran tersebut kemudian diolah menggunakan software Matlab 7.10 untuk mendapatkan nilai pathloss eksponen masing-masing cluster. Dari hasil pengolahan data kemudian dapat dianalisa bahwa kondisi lingkungan yang padat dapat mempengaruhi tingginya nilai pathloss eksponen serta coverage area dalam sistem komunikasi di daerah urban. Hasil penelitian ini berupa nilai pathloss eksponen sesuai dengan kondisi daerah dari masing-masing cluster yang diharapkan dapat membantu praktisi telekomunikasi/provider dalam menentukan letak strategis suatu BTS, link budget, serta dapat mengoptimalkan level daya dan coverage area pemancar agar sinyal dapat diterima dengan baik oleh user terutama yang berada di daerah urban. Kata kunci : pathloss eksponen, urban, Okumura Hata, drive test, coverage are

    IMPLEMENTASI ADVANCED CALL DISTRIBUTION PADA INBOUND CALL BERBASIS VOIP

    No full text
    Call Centre is a place of information that centralized is used to receiving incoming calls and provides related information to the customer. Call Centre typically run by companies that have information services that support the improvement of products and receive information from customers. Call Centre operated as a scope of work undertaken by a number of agent or costumer representative. Now many companies abroad to develop Call Centre associated with computers and LAN networks. This technology is called VoIP network (Voice over Internet Protocol). In this final project created a system that can distributes incoming call from a customer to call center. This system will accommodate all the incoming phone call into an IP PBX server. In the IP PBX IVR servers have features that will answer the call automatically and features advance call distributions that will distribute calls to active agents. From the result of this final project, IVR system has worked well, where average execution time in accessing a menu option is 4- 5 seconds. To access the information services provided takes 7-8 seconds. In the implementation of ACD system with four methods obtained the average execution time - the average for each method is Round Robin method at 7:45 seconds, Fewest Calls method amounting to 2.2 seconds, Round Robin Memor method for 6.8 seconds and the last method Least Recent for 2 seconds. Of the four methods of ACD, Least Recent method has the fastest execution time than the other methods. Test results obtained by 60% of respondents gave a good assessment for the system that has been built and as many as 30% of respondents choose Least Recent method as the best method it can be applied in Call Center. Keywords: Asterisk, IVR, ACD, Roundrobin, Fewest Calls, Round Robin Memory, Least Recen

    ANALISA SPACE TIME BLOCK CODING PADA SISTEM PARALLEL INTERFERENCE CANCELLATION MULTI PENGGUNA DETECTION CDMA DENGAN MENGGUNAKAN MODULASI BPSK BERBASIS PERANGKAT LUNAK

    No full text
    Proyek akhir ini dilakukan analisa kinerja Space Time Block Coding pada system Parallel Interference Cancellation Multi Pengguna Detection CDMA. Hasilnya berupa kurva nilai Bit Error Rate terhadap fungsi Signal Noise to Ratio. Dari hasil simulasi didapatkan kinerja STBC pada sistem PIC MUD CDMA untuk antena 2Tx-1Rx stage-2 memiliki kinerja sistem lebih baik 6 dB daripada stage-1. Untuk antena 2Tx-2Rx stage-2 kinerja sistemnya lebih baik 4 dB dibandingkan stage-1. Kinerja STBC pada sistem PIC MUD CDMA stage-2 dengan antena 2Tx-2Rx lebih baik 39 dB dibandingkan dengan kinerja tanpa STBC, dan lebih baik 3 dB dibandingkan dengan antena 2Tx-1Rx Untuk antena 2Tx-2Rx dengan 5 pengguna memiliki kinerja 5.3 dB lebih baik dibandingkan 10 pengguna. Untuk antena 2Tx- 2Rx dengan pembangkitan gold code lebih baik 8 dB dibandingkan dengan kasami code. Untuk antena 2Tx-2Rx dengan 63 chip memiliki kinerja 1 dB lebih baik dibandingkan 31 chip. Kata kunci : CDMA, Multiple Access Interference, Parallel Interference Cancellation, Multipath Fading, Space Time Block Coding, Rayleigh, Gold Code

    Implementasi Personal Assistance pada Platform Android

    No full text
    Pada era yang semakin modern, masyarakat yang kian disibukkan dengan kegiatan yang semakin padat. Sewajarnya masyarakat mendapatkan layanan yang dapat memudahkan dalam memanajemen waktu dan kegiatan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam manajemen waktu dan kegiatan diperlukan suatu aplikasi dimana sesorang dapat memanajemen waktu dan kegiatanya hanya dengan menuliskan dalam perangkat selularnya. Maka pada proyek akhir ini dibuat suatu aplikasi pada perangkat selular android. Pembuatan aplikasi ini bertujuan agar sesorang dapat dengan mudah dalam memanajemen waktu dan kegiatan hanya dengan menuliskan pada perangkat selularnya. Kelebihan dari aplikasi ini antara lain dapat menambahkan keterangan lokasi pada kegiatan berlangsungnya acara, informasi berupa kalender pun juga termasuk di dalam aplikasi ini. Begitu juga keterangan informasi jaringan internet yang digunakan dalam status aktif ataupun tidak aktif dapat diketahui. Semua layanan yang di tawarkan ini di ringkas di dalam satu aplikasi bernama Asdroid. Perangkat selular android dipilih karena, pada sistem operasinya menyediakan layanan open source. Dimana pengembang dapat dengan mudah memodifikasi sistem operasi maupun membuat aplikasi yang berjalan di dalamnya. Selain itu perangkat selular android juga menyediakan layanan data realtime yang sangat mendukung berjalannya aplikasi ini. Hasil akhir dari proyek akhir ini adalah sebuah aplikasi Asdroid yang dapat menampilkan lokasi berupa peta yang data lokasi dan keterangan pendukungnya dapat di simpan pada database SQLite dan ditampilkan kembali, kalender dan juga keterangan sistem jaringan internet dalam keadaan aktif atau tidak

    RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENANGANAN KOORDINASI MANAGEMENT JAMAAH HAJI DI TANAH SUCI

    No full text
    Pada proses pemberangkatan jamaah haji masih sering dijumpai jamaah haji yang tersesat saat melakukan proses ibadah ataupun saat berpergian di Tanah Suci. Hal ini terjadi karena sebagian besar jamaah haji tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa setempat ataupun bahasa Indonesia dan kurangnya kemampuan baca tulis yang dialami jamaah haji lanjut usia yang berasal dari daerah. Selain itu banyak jamaah haji lanjut usia sulit untuk mengoperasikan alat komunikasi (handphone). Dengan demikian, diperlukan suatu alat yang dapat dioperasikan dengan mudah dan diharapkan dapat digunakan untuk penanggulangan jamaah haji yang tersesat. Pada penelitian ini, dibuat sebuah sistem yang dapat menentukan posisi jamaah haji tersesat melalui informasi yang dikirim dari node-node yang terpasang di beberapa area di Tanah Suci menuju server via SMS, sehingga petugas sektor lebih mudah menemukan jamaah haji tersesat. Sistem database pada server akan diatur seefektif mungkin, yang nantinya diharapkan dapat mempercepat proses penanganan jamaah haji tersesat. Pada proyek akhir ini, komunikasi antar perangkat dilakukan via SMS. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa sistem penentu posisi jamaah haji tersesat telah berhasil diuji coba dengan baik. Rata-rata waktu propagasi pengiriman informasi tersesat dari server menuju handphone ketua kloter, ketua regu dan petugas sektor dibutuhkan waktu sebesar 9,1 detik, penerimaan informasi oleh server sebesar 8,3 detik, pelaporan dan konfirmasi jamaah tersesat antara 58-60 detik, dan untuk pengaksesan alamat makhtab 52 detik. Sedangkan dalam pengaksesan web server, semakin besar bandwidth yang disediakan server maka semakin cepat waktu pengaksesan. Kata kunci - Sistem Informasi, relasi database, SMS gatewa

    SISTEM ABSENSI MAHASISWA SECARA VISUAL MENGGUNAKAN WEBCAM DENGAN DYNAMIC TIMES WARPING

    No full text
    Sistem yang akan dibangun pada tugas akhir ini adalah berupa sistem yang akan melakukan absensi terhadap mahasiswa dan penghitung mahasiswa yang hadir dalam waktu perkuliahan. Pada aplikasinya, pengenalan wajah ini menggunakan sebuah webcam untuk menangkap suatu citra kondisi ruangan pada waktu tertentu yang kemudian akan mengidentifikasi wajah yang ada. Setelah itu, akan dilakukan pengenalan wajah sebagai sistem absensi dan menghitung jumlah mahasiswa yang hadir. Ada beberapa macam metode yang dapat digunakan dalam pengenalan wajah. Secara khusus dalam proposal ini, ekstraksi fitur akan menggunakan metode PCA atau Eigenface. Sedangkan untuk pengambilan keputusan, digunakan metode Dynamic Times Wrapping ( DTW ) dan Euclidean Distance. Pengujian menggunakan 90 data training dan 45 data uji. Kontribusi yang digunakan mulai dari 2 hingga 10 kontribusi PCA. Dari hasil pengujian, tingkat keberhasilan pengenalan menggunakan DTW sebesar 20% dan 40% hingga 82% untuk euclidean distance. Pada sistem ini, digunakan parameter jarak unutk mengukur tingkat keakurasiannya. Jarak yang digunakan adalah 50cm, 100cm, dan 150cm. Hasil pengenalan yang diperoleh masing-masing adalah 40%, 10%, dan 10%. Sedangkan apabila menggunakan metode pengenalan euclidean distance, masing-masing adalah 80%, 70%, dan 40%. Sistem ini akan melakukan pengenalan wajah dan mengenali semua wajah yang telah berhasil dideteksi. Kemudian menyimpannya sebagai data pelatihan absensi wajah. Sehingga sistem ini diharapkan dapat mempercepat proses absensi mahasiswa dan meminimalkan penggunaan kertas yang saat ini masih banyak digunakan. Kata kunci : absensi, webcam, wajah, eigenface, DTW, euclidean distance, data pelatiha

    PENGENDALIAN ROBOT SOCCER DALAM MENGAMBIL BOLA DENGAN METODE EVOLUTIONARY ARTIFICIAL POTENTIAL FIELD

    No full text
    Pada tugas akhir ini dibangun suatu program yang berguna untuk simulasi robot soccer dalam mencari jalur aman untuk mengambil bola dengan mempertimbangkan posisi robot terhadap gawang lawan. Sehingga ketika robot mendapatkan posisi bola maka robot akan berjalan menghindari halangan dan mendekati bola dengan posisi depan robot menghadap ke gawang lawan. Metode yang digunakan adalah Evolutionary Artificial Potential Field (EAPF) yaitu metode pengembangan dari Potential Field (PF) yang memperhatikan gaya dari halangan serta bola. Gaya yang diciptakan oleh halangan adalah gaya tolak dan gaya yang diciptakan oleh bola adalah gaya tarik,sehingga robot akan bergerak menuju bola dan menjauhi halangan yang ada di dalam lapangan. Metode Evolutionary Artificial Potential Field (EAPF) dipilih karena prosesnya sederhana dan diharapkan dapat memposisikan robot menghadap kearah gawang lawan, dari percobaan yang telah dilakukan,robot dapat melewati halangan dengan baik,heading robot ke gawang tidak dapat diprediksi karena robot perlu sedikit memutar dan tergantung pada kecepatan scanning kamera. Kata Kunci : Robot Soccer, Evolutionary Artificial Potential Field, Eyesi

    1,129

    full texts

    1,406

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PENS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇