Suska Journal of Mathematics Education
Not a member yet
95 research outputs found
Sort by
Efektivitas Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Model Creative Problem Solving untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA/SMK. Studi ini dilakukan merujuk pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja siswa (LKS) matematika berbasis pembelajaran creative problem solving yang valid, praktis dan menguji efektivitasnya terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Perhentian Raja. Sampel penelitian adalah kelas XI TKJ 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TKJ 2 sebagai kelas kontrol. Objek pada penelitian ini adalah LKS matematika dengan model pembelajaran creative problem solving. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas LKS matematika berbasis pembelajaran creative problem solving yang dikembangkan tergolong dalam kategori sangat valid (89,19%) dan sangat praktis (90,33%). Uji efektivitas LKS menyimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa LKS berbasis pembelajaran creative problem solving ini dapat digunakan sebagai bahan ajar matematik
Penggunaan Teknologi Digital Pada Perkuliahan Matematika Dasar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa
Tujuan artikel ini adalah untuk mempresentasikan kegiatan pembelajaran mahasiswa berbantuan teknologi digital untuk memahami konsep dan mampu menyelesaikan masalah dalam perkuliahan matematika dasar. Penelitian ini adalah pre-eksperimental yang melibatkan 90 mahasiswa dalam satu kelas di salah satu STIKES di Jawa Barat. Teknologi digital yang digunakan adalah video online, game online, dan simulasi konsep matematika online. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian singkat dan angket. Selanjutnya data dianalisis menggunakan model Rasch berbantuan software Winstep. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata peningkatan hasil belajar matematika adalah kategori sedang dan lebih dari setengah jumlah mahasiswa memiliki sikap yang positif terhadap pembelajaran matematika. Oleh karena itu perlunya penelitian lebih lanjut tentang kompetensi peserta didik melalui pembelajaran digital
Peningkatan Keaktifan dan Kemandirian Belajar Matematika Siswa dalam Jaringan Synchronous Menggunakan Media Crossword Puzzle
Keaktifan dan kemandirian belajar adalah hal penting yang harus dimiliki siswa selama masa pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media crossword puzzle dapat meningkatkan keaktifan dan kemandirian belajar matematika pada materi Matriks melalui pembelajaran dalam jaringan synchronous. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Kriteria keberhasilan tindakan adalah rerata peningkatan keaktifan dan kemandirian belajar siswa sampai pada kategori baik atau di atas 60%. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 di kelas XI-MIA. Media crossword puzzle dibuat menggunakan bantuan aplikasi Puzzlemaker. Data keaktifan dan kemandirian belajar diperoleh melalui pengamatan menggunakan lembar pengamatan dan wawancara menggunakan google form. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: 1) Siklus pertama, keaktifan dan kemandirian belajar matematika siswa dalam jaringan synchronous menggunakan media crossword puzzle masuk dalam kategori cukup, dengan rerata masing-masing 56,55% dan 44,76%. 2) Siklus kedua, untuk keaktifan belajar siswa dalam jaringan synchronous menggunakan media crossword puzzle mengalami peningkatan rerata menjadi 69,64% dan masuk kategori baik. Sedangkan kemandirian belajar siswa dalam jaringan synchronous menggunakan media crossword puzzle, meningkat dengan rerata 58,57% tetapi masih tergolong dalam kategori cukup. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika dalam jaringan synchronous pada materi Matriks dengan menggunakan media crossword puzzle dapat meningkatkan keaktifan dan kemandirian belajar siswa
Studi Etnomatematika: Eksplorasi Konsep Matematika pada Permainan Tradisional Provinsi Lampung
Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi konsep matematia yang terdapat pada permainan tradisional masyarakat Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan studi pustaka. Permainan tradisional yang dieksplorasi ialah ketekhan, bedil betung, bedil locok, arul, min sundung khulah, bledukan dan taplak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada permainan tradisional masyarakat Lampung ditemukan konsep-konsep matematika diantaranya konsep bilangan, bangun datar, bangun ruang, peluang, jarak dan kecepatan. Permainan tradisional tidak hanya memberikan kesempatan peserta didik untuk bermain dengan bebas dan gembira, juga dapat dijadikan konteks pembelajaran sebagai jembatan pemahaman mengenai konsep matematik
Profil Critical Thinking Skill Siswa pada Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Perbedaan Gaya Kognitif dan Gender
Keterampilan berpikir kritis diperlukan dalam kegiatan pembelajaran matematika diera abad 21. Profil keterampilan berpikir kritis siswa bergantung pada gaya kognitif yang terdiri dari Field Dependent (FD) dan Field Independent (FI). Selain itu perbedaan gender juga memberikan ragam profil keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika yang ditinjau dari perbedaan gaya kognitif dan gender. Penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus digunakan pada penelitian ini. Simple random sampling dan stratified sampling digunakan dalam penentuan subjek penelitian pada siswa MTs Salafiyah Bode. Teknik pengumpulan data terdiri dari angket GEFT, tes kemampuan berpikir kritis, dan wawancara. Hasil menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan gaya kognitif field independent lebih unggul jika dibandingkan dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan gaya kognitif field dependent. Pada setiap kelompok gaya kognitifnya, keterampilan berpikir kritis siswa perempuan lebih unggul jika dibandingkan dengan keterampilan berpikir siswa laki-laki
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Soal Pytagoras Berdasarkan Langkah-Langkah Polya
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa dengan langkah-langkah Polya dalam menyelesaiakan soal Pytahgoras. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan wawancara yang dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini 34 siswa kelas IX.5 di salah satu SMP Negeri Kabupaten Ogan Ilir, kemudian karena tujuan pada penelitian kualitatif untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya dan objek penelitian pada kualitatif lebih sedikit dibandingkan kuantitatif maka diambil 6 siswa untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa yang kemampuannya tinggi untuk memahami masalah, membuat rencana penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali telah melaksanakan dengan baik, namun ada satu siswa yang berkemampuan tinggi dapat memecahkan masalah tetapi tidak membuat langkah memahami masalah; (2) siswa yang kemampuan sedang, bisa melaksanakan langkah Polya memahami masalah, merencanakan penyelesaian. Namun untuk langkah melaksanakan penyelesaian, siswa sering mengalami kesalahan perhitungan dan untuk langkah memeriksa kembali kurang diperhatikan oleh siswa, karena siswa sudah meyakini jawabannya benar; (3) siswa kemampuan rendah mengalami kesulitan menggunakan langkah Polya dikarenakan siswa kurang memahami makna dari permasalahan yang ada. Jadi, dalam memecahkan masalah dalam penyelesaiannya tidak harus menyelesaikan dengan langkah-langakah Polya. Kata kunci: Kemampaun Pemecahan Masalah, Langkah-Langkah Polya, Pytahgoras
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Berbentuk Cerita pada Materi Segitiga dan Segiempat
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah berbentuk cerita pada materi segitiga dan segiempat. Metode penelitian yang dipilih ialah desktiptif kualitatif, bertujan untuk mendeskripsikan secara jelas dan mendalam informasi yang diperoleh. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII MTs Negeri di kota Cimahi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis jawaban siswa diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan yang tergolong tinggi. Kesulitan terbesar yang dialami siswa berada pada tahap melakukan prosedur matematika. Hal ini dapat dilihat pada langkah menentukan strategi penyelsaian masalah yang kurang lengkap, keliru menentukan rencana penyelesaian masalah bahkan beberapa siswa tidak tepat dalam menentukan strategi penyelesaian masalah. Beberapa siswa kesulitan dalam menerjemahkan masalah ke dalam model matematika dan siswa kesulitan memahami masalah
Kecemasan dan Kebiasaan Belajar Matematika Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
This study aims to examine the anxiety and study habits of mathematics on students' critical thinking skills. This research approach is a quantitative approach to the type of ex post facto research. The population in this study were students of MA Tarbiyatul Muta’alimin Kabupaten Cirebon. The sampling technique in this study uses purposive sampling. As for the research sample of 40 students. Data collection techniques used were closed questionnaires and mathematical tests. The data analysis technique uses inferential statistical techniques consisting of normality test, linearity test, multicollinearity test and hypothesis testing using linear regression analysis. Based on the results of data analysis, mathematical anxiety shows a moderate criterion of 60%, an average of 44.3 and a standard deviation of 8.05; mathematics learning habits show moderate criteria at 45%, an average of 92.9, and a standard deviation of 140.96; Critical thinking skills of students showed moderate criteria at 55%, an average of 5.45, and a standard deviation of 1.218. In addition, the results of data analysis show that there is an influence of anxiety and study habits of mathematics together on students' critical thinking skills. The amount of influence that is equal to 15.60% with the contribution of the influence of mathematics anxiety of 13.20% and learning habits of mathematics by 5.90%. Then the multiple linear regression equation, i.e. = 16,998 – 0,042.X1 – 0,014.X2
Lembar Kerja Siswa Berbasis Problem Based Learning untuk Materi Segiempat
LKS berbasis Problem Based Learning untuk materi segiempat dihasilkan oleh peneliti melalui sebuah penelitian dan pengembangan. Peneliti menggunakan prosedur formative research, yakni preliminary dan formative evaluation. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Bina Jaya Palembang. Kritik dan saran yang diperoleh melalui tahap formative evaluation dianalisis guna memperbaiki LKS. Tahap expert and one to one menyatakan LKS valid sedangkan pada tahap small grup dinyatakan LKS praktis. Jadi, LKS berbasis PBL valid, praktis dan layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk materi segiempat
Students’ Mathematical Reasoning in Learning of Transformation Geometry
Mathematical reasoning is component that must be built by students. Mathematical reasoning plays an important role in solving problems and delivering ideas in learning mathematics. Students learn that reasoning is not just how to convince themselves and friends but also to convince the wider community of a class. Furthermore, reasoning can be a vehicle for shaping mathematical knowledge that can be developed, and accessed by members of the community in the class. Geometry transformation material is one material that is very close to everyday life. This research is a qualitative descriptive study that aims to describe the mathematical reasoning of students in learning the transformation geometry. The subjects in this study were students of class XI MIPA 5 in MAN Batu, Malang, East Java. Through the process of mathematical reasoning, students are able to fulfill basic competencies, namely analyzing and comparing transformation and composition of transformations using matrix