5337 research outputs found
Sort by
THE MYSTERY OF PEREMPUAN TANAH JAHANAM FILM PEREMPUAN TANAH JAHANAM SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN BUSANA MALAM DENGAN STYLE LIGHT GOTHIC
Karya tulis ini mengangkat tema film Indonesia yang bercerita tentang misteri yang terjadi
di sebuah desa yang memiliki masa lalu yang rumit sehingga desa tersebut mendapat
kutukan bayi yang terlahir tanpa kulit. Karya tulis ini dibuat dengan tujuan sebagai
penghantar karya tugas akhir mahasiswa dalam menciptakan koleksi busana wujud
interpretasi dari sebuah film Perempuan Tanah Jahanam Dalam proses penyelesaian karya
tulis dan koleksi busana, penulis melakukan riset data dengan cara mengumpulkan data
melalui metode kepustakaan, dokumentasi, dan dilanjutkan dengan delapan tahap
penciptaan berupa: Ide pemantik, riset dan sumber, desain pengembangan, tahap Sample,
Prototype, Dummy, koleksi akhir, Promotion, Sales, Branding, produksi dan bisnis.
Penginterpretasian film Perempuan Tanah Jahanam ke dalam wujud koleksi busana
Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe dan Houte Couture melalui gaya ungkap metafora
dalam arti pengandaian yang berdasar pada prinsip desain dan unsur seni. Dari uraian diatas
dapat disimpulkan bahwa, karya tugas akhir koleksi busana yang terinspirasi dari sebuah
film Perempuan Tanah Jahanam diciptakan melalui berbagai tahapan hingga menghasilkan
tiga jenis busana. Dengan ini penulis berharap adanya karya yang lebih inovatif dalam
menciptakan busana melalui gaya ungkap metafora.
Penyelesaian dan proses meralisasikan desain ke dalam bentuk nyata tidak luput dari
berbagai kesulitan seperti, perubahan dan penyesuaian desain awal dikarenakan tekhnik
yang digunakan tidak mencapai tujuan dan hasil yang di inginkan. Proses finishing dari
setiap desain diwujudkan dalam cara yang berbeda-beda, sesuai desain masing-masing yang
sudah di tentukan.
Karya yang dibuat merupakan perwujudan dari sebuah ide dan kreasi penulis.
Desain koleksi ini diperuntukan khusus untuk kalangan wanita menengah ke atas dengan
usia 18 hingga awal 30 tahun. Pakaian yang dirancang adalah sebuah karya seni yang bisa
digunakan dalam keadaan atau acara tertentu, seperti pesta dengan tema khusus dan acara
khusus dunia entertainment. Desain yang dihasilkan dari koleksi ini diharapkan dapat
membawkan inspirasi baru ke dalam dunia fashion Indonesia, sekaligus diterima oleh
masyarakat luas.
Kata Kunci: Film, Interpretasi, Koleksi Busana, Wayang, Horror, Mistis, Kutukan, Tulisan
Aksara Kuno
Implementasi Konsep Sonjo Pada Desain Interior Creative & Design Center Di Canggu, Kabupaten Badung –Bali
Munculnya industri kreatif yang mengandalkan keterampilan, talenta dan unsur kreativitas yang
berpotensi sehingga meningkatkan kekesejahteraan masyarakat. Industri Kreatif kini diyakini telah
mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga terciptanya Creative & Design Center di Canggu
yang diterapkan masyarakat untuk mewadahi kegiatan pelaku kreatif dan mengedukasi masyarakatnya
khususnya di Bali. Berkembangnya sektor kreatif desain di Bali khsususnya di Canggu membawa
pengaruh yang baik bagi para pelaku kreatif karena pemilihan lokasi yang tepat dan berpotensi Creative
& Design Center ini mencerminkan khas dari bangun Bali walaupun masih mengambil konsep tradisi
dari Jawa. Tradisi tersebut mengusung tradisi Sonjo yang memiliki kesamaan dengan kegiatan dan nilai
dalan dunia kreatif. Sonjo adalah tradisi silaturahmi dan berdiskusi untuk menghasilkan sesuatu yang
dilakukan oleh masyrakat Jawa terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah. Konsep ini dipilih karena
memiliki nilai dan arti yang kuat dalam memabngun hubungan sosial dan koneksi antar manusia dan
dapat menumbuhkan kreativitas yang sekarang sudah jarang ditemui di daerah modern. Implementasi
desain yang digunakan pada interior Creative & Design Center berfokus pada gubahan ruang yang dapat
menjadi wadah untuk meningkatnya kreatifitas, dan mengedukasi civitasnya dengan menerapkan nilainilai
yang
terkandung
dar
budaya
Sonjo.
Kata
Kunci:
Creative
&
Design
Center,
Canggu,
Pelaku
kreatif,
Sonj
PEMBELAJARAN TARI TENGGEK DI SMP NEGERI 6 DENPASAR
Penelitian ini membahas tentang Pembelajaran tari Tenggek di SMP Negeri 6 Denpasar. Siswa SMP perlu
mendapatkan pembelajaran mengenai tari flora dan fauna, dengan maksud untuk memperkenalkan lingkungan sekitar.
Oleh sebab itu, peneliti berkeinginan membantu guru pengampu ekstrakurikuler dalam memberikan pembelajaran tari
Tenggek, dimana juga merupakan tari Maskot Kota Denpasar yang belum pernah diajarkan. Dengan diberikannya
materi baru, siswa diharapkan lebih antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Berdasarkan latar
belakang penelitian tersebut di atas, maka rumusan masalah yang dapat dirumuskan diantaranya, mengenai karakteristik
gerak
tari
Tenggek
di
SMP
Negeri
6
Denpasar,
proses
pembelajarannya,
serta
faktor
pendukung
dan
penghambat
dalam
proses
pembelajaran
tari
Tenggek
tersebut.
Metode penelitian dalam pembelajaran ini menggunakan pendekatan deskriptif (kualitatif) dan menggunakan
teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, teknik analisis
data, serta teknik penyajian hasil analisis penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik gerak tari Tenggek didominasi dengan gerakan agem,
gerakan matengger/matinggah, gerakan ngibas kampid, dan gerakan ulu wangsul, serta menggunakan ragam gerak
pengulangan yang memudahkan siswa SMP memahami dan menghafal ragam gerak tersebut. Setelah menggunakan
tahap-tahap pembelajaran, seperti tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap latihan, dan tahap penampilan dalam
proses pembelajaran tari Tenggek di SMP Negeri 6 Denpasar, mampu meningkatkan minat dan antusias siswa dalam
mengikuti proses belajar. Nilai yang diperoleh siswa dalam penilaian wiraga, wirama, dan wirasa juga baik dan
memuaskan. Adapun faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembelajaran tari Tenggek adalah faktor
internal dan eksternal. Faktor internal, meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologi yang terdiri dari tingkat kecerdasan,
sikap,
minat,
bakat,
dan
motivasi
peserta
didik.
Sedangkan
pada
faktor
eksternal,
meliputi
faktor
guru,
faktor
sarana,
dan
prasarana,
serta
faktor
situasi
dan
kondisi.
Kata Kunci: pembelajaran, tari Tenggek, faktor pendukung dan penghambat
PEER review "Spiritual Function and Axiomatix Mearings of the Barong Landung Dance Drama in Bali.
Bungan Natah
Karya ini berawal dari beberapa potongan kain perca tenun endek dan baju kemeja bekas
yang dirubah menjadi 1 set kebaya anak, kamen (kain patchwork), karet rambut. Berawal dari baju bekas yang sudah sempit dan kain perca yang menumpuk, lalu ide muncul untuk meupclyclingnya
menjadi 1 set kebaya anak.
Tujuan penciptaan ini yaitu untuk mengajarkan kepada generasi muda, bahwa sebuah baju
baru tidak harus “baru” (beli ditoko dengan merk terkenal), bagaimana cerita sebuah busana lama
menjadi sesuatu yang baru (fashion berkelanjutan/sustainable fashion). Serta merupakan salah
satu upaya kita dalam mengajak generasi muda untuk melestarikan budaya Indonesia, selain itu
potongan perca yang dipilih adalah kain tenun Endek (kain tradisional Bali), yang dalam proses
pengerjaannya yang lama dan rumit, sangat disayangkan potongan-potongannya dibuang begitu
saja