Institut Seni Indonesia Denpasar

ISI Denpasar | Institutional Repository
Not a member yet
    5337 research outputs found

    PEER Review GENDING SEKATIAN DESA ADAT TEJAKULA

    Get PDF

    PEER Review TARI KREASI GENITRI

    Get PDF

    PEER Review TARI CANGAK- CONGOK

    Get PDF

    Menimbang Kapita Selekta Budaya

    Get PDF
    Sebuah budaya yang unggul tidak serta merta lahir ataupun jatuh dari langit. Kebudayaan tersebut lahir dan tercipta melalui beberapa tahapan. Tahapan yang dimaksud adalah melewati fase perubahan periode dan jaman. Dalam tahapannya tersebut sudah melewati beberapa ujian-ujian secara teknis hingga filosofis. Pengujian teknis yang dimaksud adalah bagaimana sebuah kebudayaan unggul tersebut dilaksanakan atau diterapkan. Secara filosofis ialah alasan atau dasar apa yang menyebabkan sebuah kebudayaan menjadi unggul

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM GENDING RARE MEONG-MEONG

    Get PDF
    Gending Rare merupakan salah satu metode pembelajaran bagi anak yang bermanfaat bagi pembentukan kepribadian anak, meningkatkan daya ingat anak, serta memuat banyak nilai moral diantaranya nilai sejarah, nilai kerukunan, nilai sosial, nilai kejujuran, nilai budaya, nasionalisme, menghormati orang lain, dan masih banyak nilai positif lainnya. Namun saat ini keberadaan Gending Rare terancam hilang atau punah karena pengaruh modernisasi dan harmonisasi keragaman warisan lagu asing. Hal ini menyebabkan daya tarik anak terhadap Gending Rare kian lama kian menurun, dan tidak sedikit anak-anak yang mengetahui jenis-jenis gending rare di Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai pendidikan dalam Gending Rare yaitu Meong-Meong. Gending Rare Meong-Meong ini biasa dinyanyikan sambil bermain. Dalam lagu itu menceritakan tentang dua jenis hewan yang saling bermusuhan yaitu meong (kucing) dan bikul (tikus). Lagu ini dinyanyikan dengan menggunakan bahasa Bali sederhana dan pada puncak permainan akan terjadi aksi kejar-kejaran antara anak yang berperan sebagai meong dan anak yang berperan sebagai bikul. Dalam permainan ini dituntut kerjasama dan kelincahan para pemain. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan metode hermeneutik. Dengan menggunakan metode tersebut dapat diinterpretasikan, dan dideskripsikan berbagai makna atau pesan-pesan yang terkandung dalam Gending Rare Meong-Meong. Nilai-nilai pendidikan dalam Gending Rare Meong-Meong (1) nilai kejujuran; (2) nilai disiplin; (3) nilai kerja keras; (4) nilai mandiri. Implikasinya dari Gending Rare Meong-Meong ini adalah membentuk kepribadian anak, baik dari segi sikap maupun psikologis anak, memiliki daya ingat yang tinggi, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya yang dimiliki. Kata Kunci: gending rare, meong-meong, nilai-nilai pendidika

    Re-Interpretasi Legong Tombol di Desa Banyuatis: Antara Memori Kolektif dan Model Pembelajaran Kompleksitas

    Get PDF
    Puji syukur dihaturkan kehadapan Ida Sang Hyang WidhiWasa / Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat-Nya, disertasi karya seni dengan judul “Re-Interpretasi Legong Tombol di Desa Banyuatis : Antara Memori Kolektif dan Model Pembelajaran Kompleksitas“ ini dapat terwujud sebelum batas waktu yang ditetapkan. Dalam disertasi karya seni ini, dijelaskan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pewujudan karya sebagai salah satu persyaratan dalam menempuh ujian Penciptaan Seni, S-3 Program Doktor Institut Seni Indonesia Surakarta. Disertasi karya seni ini tidak akan terwujud tanpa adanya restu dari Tuhan Yang Maha Esa dan juga dukungan dari berbagai pihak, baik moral maupun material. Untuk itu, hanya sejumput ucapan terima kasih dari hati yang tulus yang dapat dipersembahkan kepada : 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberikan bantuan beasiswa BPPS (Beasiswa Pendidikan Pascasarjana) kepada pengkarya selama menempuh pendidikan program doktor di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta selama periode bulan September 2013 hingga bulan Desember 2015. 2. Rektor ISI Surakarta, Prof. Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum, S.Kar., M.Hum. atas perkenan dan keramahannya memberikan kesempatan kuliah dan sekaligus sebagai penguji karya akhir pengkarya. 3. Direktur Program Pascasarjana, Dr. Aton Rustandi Mulyana, M.Sn., Kaprodi Program Studi Pengkajian dan Penciptaan Seni, Dr. I Nyoman Murtana, S.Kar., M.Hum, yang telah memberikan peluang dan pengarahan untuk mendapat ilmu semasa kuliah di ISI Surakarta. 4. Terima kasih kepada Tim Promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Pande Made Sukerta, S.Kar., M.Si., selaku Promotor, Dr. dr.Ayu Bulantrisna Djelantik, sebagai co-promotor 1, dan Prof. Dr. I Wayan Rai S., M.A. sebagai co-promotor 2 atas dorongan, motivasi, dan bimbingannya yang penuh nuansa keakraban, sehingga pengkarya merasa tidak segan-segan mengungkapkan isi hati dan permasalahan yang dialami selama proses perkuliahan hingga proses penciptaan karya berakhir. 5. Kepada Prof. Dr. T. Slamet Suparno, S.Kar., M.S. yang pada saat pengkarya diterima sebagai mahasiswa Program Doktor pada Program Studi Pengkajian dan Penciptaan Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta masih menjabat sebagai Rektor, pengkarya menghaturkan terima kasih atas kesempatan kuliah yang diberikan. 6. Kepada Prof. Dr. Nanik Sri Prihatini, S.Kar., M.Si. yang pada saat pengkarya diterima sebagai mahasiswa Program Doktor pada Program Studi Pengkajian dan Penciptaan Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta masih menjabat sebagai Kaprodi Pengkajian dan Penciptaan Seni, pengkarya menghaturkan ucapan terima kasih atas segala arahannya yang asangat membantu perngkarya beradaptasi dengan lingkungan akademis perkuliahan yang baru. 7. Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum. beserta jajarannya, atas ijin belajar di ISI Surakarta, serta atas dukungan moral, sarana, dan prasarana yang sangat berharga. 8. Kepada para dosen pengampu mata kuliah, yakni Prof. Dr. Sri Hastanto, S.Kar., Prof. Pande Made Sukerta, S.Kar., M.Si., Prof. Dr. Bakdi Sumanto, S.U. (alm.), Prof. Dr. Nanik Sri Prihatini, S.Kar., Prof. Dr. Santosa, S.Kar., M.A., M.Mus., Prof. Dr. Rustopo, S.Kar., M.S., Prof. Sardono W. Kusumo, Dr. Sugeng Nugroho, S.Kar., M.Sn., Dr. Bambang Sunarto, S.Kar.,M.Sn., Prof. Dr. Edi Sedyawati, serta Dr. dr. Med. Ayu Bulan Trisna Djelantikyang telah memberi ilmu pengetahuan serta bimbingan dalam menempuh seluruh mata kuliah dan ujian sehingga semua persyaratan dalam menyelesaikan studi dapat dipenuhi. 9. Staf Administrasi Pascasarjana Pengkajian dan Penciptaan Seni ISI Surakarta yang telah begitu bersahabat melayani dengan baik, hal-hal yang terkait dengan administrasi perkuliaan. 10. Terima kasih pula pengkarya sampaikan kepada tim penguji, yaitu Prof. Sardono W. Kusumo, Prof. Dr. Sri Rochana Widyastutieningrum, S.Kar., M.Hum, Prof. Dr. Nanik Sri Prihatini, S.Kar., M.Si., Dr. Aton Rustandi Mulyana, M.Sn. yang telah memberikan saran dan masukan demi kesempurnaan disertasi karya seni ini. Semoga ilmu yang diberikan menjadi amal yang baik dan kepadanya diberikan jalan yang terbaik oleh Tuhan Yang Maha Esa. 11. Kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Sukawati, I Gusti Ngurah Serama Semadi, SSP., M.Si., yang telah sepenuh hati membantu kelancaran ujian pengkarya dengan mengijinkan para murid serta guru tabuh sebagai tim pendukung karya. 12. Kepada teman-teman seangkatan yang selalu baik, terbuka, dan berkeluh kesah bersama, serta saling mendukung agar bisa lulus bersama, seperti Bang Yusril, Sulaiman Juned, Dendy Pratama, Suwito Kasandi, Johar Linda, Kadek Indra Wijaya, Decki Awilukito, Agung Rahma Putra, Teguh Jaka Sudarmana, Tito Satyobudi, Uri Christian Sakti Labeti. Tidak lupa doa pengkarya kepada (alm.) Nedi Winusa yang telah mendahului kita bersama, semoga engkau tenang di alam sana kawanku. 13. Keluarga tercinta yang selalu mendukung pengkarya untuk kuliah yang berat ini. Pertama-tama untuk suami tercinta dr. Ida Bagus Wiryanatha, M.Si. yang selalu setia menemani pengkarya dalam kondisi apapun, baik dalam perkuliahan maupun berproses. Anak-anakku tercinta, Gusde, Dayu Sasra, Dayu Hutri, kalian adalah anak-anak yang baik. Kedewasaan kalian sangat ibu rasakan dalam menempuh kuliah. Adinda Ida Ayu Mas dan suami, Ida Bagus Swastika yang mampu menjadi penyangga keluarga ketika pengkarya sedang berkonsentrasi kuliah. 14. Para pendukung karya yang pengkarya banggakan, para seniman senior di Desa Banyuatis seperti Meme Gumbring, Meme Pintu, keluarga Pak Suweca, Pak Terip, keluarga besar Manikan, I Gede Yudi, Popo Danes, Melati Danes, serta masyarakat Desa Banyuatis atas fasilitas serta dukungan sarana prasarana selama di Banyuatis, I Ketut Budiyana selaku pembina penabuh Semara Pagulingan dari SMKN 3 Sukawati, Gianyar yang membantu kelancaran ujian, Sekaa Gong Desa Banyuatis, Keluarga besar Pak Englan atas tempat pelaksanaan ujiannya, Sanggar Santi Budaya koordinasi I Gusti Bagus Eka Prasetya dan istri atas komitmen serta dukungan tenaga dan pemikirannya, Anak- anak penari Tari Legong di bawah koordinasi I Ketut Mulyadi (Ucik) atas dukungan tenaga dan kreativitasnya. 15. Para donatur karya seperti Griya Santrian Hotel Grup, Aji Ida Bagus Ketut Puja Erawan, Bapak I Wayan Subawa, dan semua pihak yang telah membantu secara finansial. 16. Para asisten yang pengkarya banggakan seperti I Wayan Dalem, Mega, Kadek Diah, Paramitha, Rika, dan Ade Cahyani, Era, Eni Darmayani, Damayanti dan Putri atas semangat dan komitmennya. Semoga kelak kalian menjadi pribadi yang unggul di masyarakat. 17. Terima kasih secara khusus diucapkan kepada Pragina Production selaku kru yang bertugas di bidang tata cahaya, perekaman, foto dan audio yang telah bekerja maksimal dalam mendukung karya ini, saudara Arif yang berperan besar dalam penerjemahan petikan buku “Rikka and Rindji : Children of Bali” yang digunakan dalam tulisan ini serta bantuannya dalam pembuatan tayangan autobiografi I Wayan RindiMbah Putri selaku pemilik kos di Jl. Halilintar, RT. 3/RW. 11, Jebres, Surakarta yang sangat familiar bagaikan ibu kandung sendiri, para kolega dosen di ISI Denpasar serta berbagai pihak yang tak bisa disebutkan satu persatu atas segala dukungan moral, fasilitas, tenaga dan pikiran sehingga karya dan disertasi ini dapat terwujud. Akhirnya, tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang sempurna di dunia ini. Pengkarya pun menyadari bahwa selama menimba ilmu di ISI Surakarta, ada pemikiran, perkataan, dan tindakan yang kurang berkenan terhadap semua pihak. Untuk itu, agar tiada penghambat jalannya tali silaturahmi kita, ijinkanlah pengkarya mengajukan permohonan maaf yang setulusnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu menunjukkan yang terbaik bagi kita semu

    Reneng, Sang Guru Legong

    Get PDF

    TURNITIIN Banjuran, Gamelan for Ancient Balinese Procession

    Get PDF

    DESAIN INTERIOR PASAR SENI SEBAGAI PUSAT MEDIA EDUKASI DI DESA SANUR BALI

    Get PDF
    Karya tulis ini membahas tentang solusi yang di tawarkan untuk menyelesaikan permasalahan dan gagasan ide dalam upaya menciptakan desain interior pasar seni yang dapat menunjang dan memberikan kenyamanan bagi para civitasnya di dalam melaksanakan kegiatan perdagangan / jual beli dan edukasi. Selain itu Adapun metode yang digunakan dalam mendesain interior pasar seni ini yaitu metode desain glassbox dan metode Blackbox. Dari hasil metode penelitian tersebut akan menghasilkan sebuah solusi (Konsep) yang menjawab permasalahan yang sebelumnya dan di visualisasikan lewat bentuk gambar desain konseptual, desain gambar pengembangan serta gambar kontruksi. Kata Kunci : Desain Interior, Pasar Seni, Edukasi, Sanur Bali

    4,402

    full texts

    5,337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ISI Denpasar | Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇