5337 research outputs found
Sort by
PEER Review Buku Tari Kontemporer dalam Pesta Kesenian Bali: Antara Eksistensi, Hegemoni dan Marginalisasi
PEER Review Kebaradaan dan Struktur Pementasan Dramatari Arja dalam Sosial Religius Umat Hindu di Bali
PEER Review Estetika Visual Gamelan Gong Kebyar Lelengisan Di UPT. Pusat Dokumentasi Lata Mahosadhi Instut Seni Indonesia Denpasar
PROPOSAL PENELITIAN DAN PENCIPTAAN SENI(P2S): PENDEKATAN ERGONOMI TOTAL PADA DESAIN INTERIOR RESTROOM LANSIA
Menua merupakan proses fisiologi yang semua manusia pasti akan mengalami.
Dengan bertambahnya usia maka kemampuan fisik maupun psikologi manusia
semakin menurun. Yang dikatekorikan masa lanjut usia adalah seseorang yang telah
berusia 65 th(WHO). Proporsi penduduk lansia dari tahun 2010 sekitar 24 juta dan pada
tahun 2020 diperkitakan akan meningkat sekitar 30-40 juta jiwa (Komisi Nasional
Lanjut Usia Republik Indonesia, 2010). Dengan melihat kecenderungan tersebut maka
sejak tahun 2004, Presiden melalui kepres RI No.52 tahun2004, yang berisikan tentang
Komisi Nasional Lanjut Usia. Untuk menjalankan Kepres tersebut di dalam membantu
presiden, pemerintah Indonesia merasa perlu berupaya meningkatkan kesejahteraan
sosial dengan memperbaiki fasilitas-fasilitas lansia di setiap panti jompo, salah satunya
adalah fasilitas kamar mandi dan toilet. Fasilitas kamar mandi dan toilet seharusnya
mendapat pehatian yang khusus karena kecelakaan lansia paling rentan terjadi di ruang
kamar mandi dan toilet,Habib(2017). Arisman juga menyatakan kecelakaan dengan
presentase 46% kebanyakan dialami oleh lansia wanita. Penelitian ini dilakukan pada
panti werdha Hargo Dedali Surabaya. Melihat begitu banyaknya presentase
tingkat kecelakaan yang terjadi terutama terhadap lansia wanita pada kamar mandi dan
toilet, maka perlu difikirkan konsep dan desain kamar mandi yang ergonomis sesuai
dengan lansia sebagai pemakainya. Upaya ini memang perlu dilakukan karena
menginggat kemampuan gerak lansia telah banyak menurun yang disebabkan oleh
penurunan kapasitas sensorik dan motorik , Kroemer(1994) dalam Habib(2017)
PEER Review Karya Monumental: Pemanfaatan Film Dokumenter The Cove Sebagai Media Kampanye Penyelamatan Lumba-Lumba
KARYA SENI MONUMENTAL: PELATIHAN PEMANFAATAN ECOBRICKS UNTUK PEMBANGUNAN AREAL TAMAN BACA KREATIVITAS DAN SANGGAR SENI JEGEG BAGUS DI BR. DUKUH PULU KAJA, DESA MAMBANG, KECAMATAN SELEMADENG TIMUR, KABUPATEN TABANAN
Desa Mambang adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan
Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Bali. Secara topografi, berada di
ketinggian 300 meter dari atas permukaan laut (mdl) dan memiliki curah hujan
1000 mm dengan suhu rata-rata 29-300 C². Memiliki luas wilayah 603 ha/m² dan
hampir sepertiganya merupakan sawah (264 ha/m²). Kehidupan masyarakatnya
didominasi sebagai petani. Wilayah Desa Mambang terdiri dari 11 banjar dinas di
antaranya Dukuhpulu Kaja, Dukuhpulu Tengah, Dukuhpulu Kelod, Babakan,
Alas, Mambang Tengah, Mambang Kaja, Mambang Celuk Kaja, Mambang Celuk
Kelod, dan Sambat See dan 2 banjar adat yakni Desa Pekraman Mambang Gede
dan Desa Pekraman Dukuhpulu Kaja.
Di Desa Mambang ada rutinitas dari siswa SDN 1 Mambang giat
memungut sampah yang telah berlangsung sejak 2014. Awalnya gerakan ini untuk
menjaga kebersihan lingkungan sekolah, hingga tahun 2015 mereka fokus pada
penanggulangan sampah plastik. Saat ini gerakan relawan itu dinamakan Gapsap
yang merupakan singkatan dari Gerakan Anak-anak Peduli Sampah Plastik
dengan pembina I Wayan Budi Susila, S.Ag yang juga sebagai penggagas
berdirinya Taman Baca Kreativitas (selanjutnya ditulis TBK) serta Sanggar Seni
Jegeg Bagus (selanjutnya ditulis SSJB). Semua relawan Gapsap juga aktif dalam
semua kegiatan TBK dan SSJB.
Area yang menjadi wilayah kerja para aktivis ini ada di 6 banjar, yakni
Mambang Kaja, Mambang Tengah, Mambang Gede, Mambang Celuk Kaja,
Mambang Celuk Kelod dan Sambat See. Di setiap wilayah kerja ada satu orang
koordinator atau yang disebut kelihan Gapsap untuk menggerakkan anggotanya
yang berjumlah sekitar 20 hingga 25 orang melakukan pembersihan serta
monitoring sampah plastik.
Setelah sampah terkumpul biasanya akan dibawa ke tempat penampungan
sementara yang kini volume sampahnya semakin banyak dan belum dikelola
dengan baik. Untuk itu maka diperlukan suatu terobosan pemanfaatan timbunan
sampah plastik yang sudah terkumpul.
Salah satu daur ulang limbah plastik adalah mendaur ulang botol plastik
melalui ecobrick yang akan digunakan untuk pembuatan perkakas seperti meja,
tempat duduk, gapura (angkul-angkul), senderan, pembatas kebun, hiasan taman,
tembok, photobooth.
Ecobrick adalah salah satu usaha kreatif bagi penanganan sampah plastik
dengan cara menjebak plastik agar tak berkeliaran di lingkungan. Fungsi
ecobricks sendiri bukan untuk menghancurkan sampah plastik, melainkan untuk
memperpanjang usia plastik-plastik tersebut dan mengolahnya menjadi sesuatu
yang berguna serta bisa dipergunakan bagi kepentingan manusia pada umumnya
(Suminto, 2017). Tujuan dari ecobrick sendiri adalah untuk mengurangi sampah
plastik, serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan
sesuatu yang berguna dan akan menginspirasi masyarakat secara bersama-sama
bergerak melestarikan lingkungan.
Pemecahan masalah yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini
diawali dari membangun komitmen dengan stakeholder di masyarakat. Dalam
kegiatan ini bekerja sama dengan berbagai pihak yakni: Gapsap, pimpinan TBK
dan SSJB, Kepala Desa Mambang, Trash Hero Indonesia, dan masyarakat
setempat. Edukasi ecobrick diharapkan dapat menumbuhkan budaya anti plastik
dan masyarakat bisa lebih menjaga lingkungan demi terciptanya lingkungan yang
sehat dan bersih
The Power of Retro Baris Jangkang
Tari Baris Jangkang merupakan khasanah budaya, perpaduan seni dan filosofi, tarian ini memiliki nilai kesakralan
dan unsur magis yang sangat tinggi, melambangkan tentara kuno dari daerah-daerah terpencil di Bali, tari baris
multifungsi. Tari Baris Jangkang adalah sebuah tarian yang dipentaskan oleh sekelompok pria dewasa yang ada
di Desa Pelilit, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tari Baris Jangkang sangat jauh berbeda, dengan
tarian-tarian sakral lainnya. Dimana tarian ini memiliki nilai kesakralan dan unsur magis yang sangat tinggi.
Secara keseluruhan, tarian ini melambangkan tentara kuno dari daerah-daerah terpencil di Bali. Para penari
bergerak seperti tentara dalam koreografi yang militer di alam. Inspirasi dalam penciptaan busana wanita yaitu
tari baris jangkang. Sebagai generasi muda bagaimana cara kita untuk melestarikan keanekaragaman kebudayaan
Indonesia dan melestarikan pertunjukan khas Indonesia khususnya. Busana yang terinspirasi dari tari baris
jangkang yang berkonsepkan retro karena ingin mengangkat sesuatu yang tradisi (masa lalu). Gaya baru yang
dikemas dengan nuansa masa lalu, melestarikan seni-seni yang sudah langka, untuk memberi inspirasi kepada
generasi penerus, untuk menambah inspirasi dalam dunia mode. Karakter dari gerak tarian berkaitan dengan dunia
mode di era retro (lincah, kokoh,lugas, dinamis). Penciptaan desain busana ini ada tiga busana wanita yang
tergolong menjadi busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Pembuatan desain digunakan
metode wawancara, metode observasi, metode dokumentasi dan metode kepustakaan dari analisa tersebut sebagai
acuan dalam mendesain busana wanita retro yang terinspirasi dari tari baris jangkang.
Kata Kunci: Tari Baris Jangkang, Retro style, Fashion, Wanit