Institut Seni Indonesia Denpasar

ISI Denpasar | Institutional Repository
Not a member yet
    5337 research outputs found

    NEUTRALIZE - SUROUND OF TEKTEKAN OKOKAN : METAFORA NARASI TEKTEKAN DALAM KOLEKSI TIGA BUSANA

    Get PDF
    Tradisi Tektekan atau Tektekan Okokan merupakan tradisi yang dilestarikan hingga saat ini, Tradisi ini berlangsung di Desa Kediri Tabanan. Tradisi ini dahulu dilaksanakan hanya saat di beri pawisik dan saat terjadinya grubug hingga adanya tanda-tanda gaib yang menyerang Desa. Tradisi ini dilakukan berhari-hari bahkan bisa berbulan-bulan, hanya saat ini Tradisi Tektekan ini dilakukan saat sebelum perayaan hari Nyepi, tepatnya pada saat pengerupukan pengganti ogoh-ogoh. Tradisi ini dilakukan dengan mengelilingi Desa dan menggunakan sarana alat bunyi-bunyian salah satunya Okokan, Kulkul, Tengteng. Tradisi ini dipercaya bertujuan untuk mengusir wabah penyakit yang menyerang Desa (Grubug), dan Nangluk Merana, atau menetralisir hal-hal yang bersifat negatif. Tradisi ini menjadi inspirasi penulis dan dikembangkan pada dunia fesyen. Metode pengumpulan data dalam penelitian Tradisi ini dilakukan melalui metode kepustakaan, observasi dan dokumentasi dalam pelaksanaan Tradisi ini. Metode dalam penciptaan busana dibuat dengan menggunakan metode Frangipani (8 tahapan) diambil dari disertasi : Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, dengan judul “Wacana Fesyen Global dan Pakaian di Kosmopolitan Kuta”, tahun 2016 yaitu ide pemantik; riset dan sumber data; pengembangan desain; prototype, sampel dan konstruksi; koleksi akhir; promosi, merek dagang, dan pemasaran; produksi; dan bisnis fesyen. Hal ini menjadi latar belakang dan tujuan dalam penciptaan dengan mengetahui informasi sebagai ide penciptaan yaitu Tradisi Tektekan Okokan. Berdasarkan penelitian penciptaan, busana diwujudkan dalam tiga kategori busana yaitu busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Tradisi Tektekan divisualisasikan dengan kata kunci yang dipilih. Setiap busananya memiliki detail motif yang membentuk seperti wabah yang menyerang dan membentuk mengelilingi. Ini merupakan cerita dalam pelaksanaan dari Tradisi Tektekan. Hal ini menjadi inspirasi penulis dalam menciptakan busana. Kata kunci : Tektekan Okokan, Frangipani, Grubug, Tiga Busana

    Panthera Tigris Balica : Metafora Harimau Bali dalam Busana Edgy Style

    Get PDF
    Harimau Bali (Panthera tigris balica) punah pada tahun 1937, di daerah Sumber Kima, Bali Barat. Harimau Bali adalah subspesies harimau terkecil badannya dan tergelap warna kulitnya serta ciri khas Harimau Bali berekor pendek dari subspesies harimau lainnya. Makanan umum Harimau yaitu Babi Hutan, Kijang, Monyet, Rusa, Unggas, Tikus, Laba-laba, Katak, Serta terkadang harimau memakan Durian. Corak pada kulit harimau bali memiliki corak yang kembar dibagian tubuh kiri dan kanannya. Harimau bali dipilih sebagai ide pemantik dalam penciptaan karya busana semi ready to wear deluxe dan semi haute couture yang diimplementasikan dengan gaya ungkap metafora berdasarkan 5 kata kunci terpilih yaitu simetris, buas, ekor, tahun 1937 dan loreng. Pengaplikasian kata kunci simetris pada desain akan menerapkan pola simetris sebagai point of interestnya, buas diaplikasikan pada desain akan menerapkan bentuk busana dan cuttingan menyebar dan pemilihan warna gelap serta bentuk runcing pada aksesoris, ekor diaplikasikan pada desain akan menerapkan cutingan busana yang menjuntai, tahun 1937 diaplikasikan pada desain akan menerapkan siluet menyerupai jam pasir atau siluet H, serta loreng diaplikasikan pada desain akan menerapkan motif garis loreng pada busana. Style yang digunakan dalam desain yaitu edgy style. Kata kunci : Harimau, Loreng, Busana, Edgy Styl

    SURAT PENCATATAN CIPTAAN Seni Pertunjukan: TARI KREASI GENITRI

    Get PDF

    Video: Sati Quits Her Body

    No full text
    Sati Quits Her Body, Drama Tari Berbahasa Inggris sebagai Media Pendidikan Karakter adalah hasil Penelitian dan Penciptaan Seni (P2S) yang didanai oleh DIPA ISI Denpasar tahun 2021. Drama tari ini mengisahkan tentang kesetiaan Sati Devi pada suaminya, Dewa SIwa serta kekecewaan Sati terhadap ayahnya Prajapati Daksa yang telah menghina dan mengutuk Dewa Siwa. Atas kekecewaan hatinya terlahir dari ayah yang sombong dan arogan dan menghina suaminya di hadapan para dewa dan brahmana, Sati melepas raganya. Cinta dan kesetiaan Sati pada Dewa Siwa akhirnya disatukan kembali, yang mana Sati terlahir sebagai Dewi Parwati. CINTA SEJATI TAK KAN PERNAH MATI Penulis naskah : Dr. N.K. Dewi Yulianti Penata musik : Ketut Sumerjana, S.Sn., M.Sn. Penata tari : Dr. IGN Sudibya Pendukung tari : Mahasiswa FSP ISI Denpasar Narrator : IGA P. Jesika SIta Devi N, S.S

    “Peran Ganda Perempuan Bali”

    Get PDF
    “Peran Ganda Perempuan Bali” merupakan karya fotografi yang mendefinisikan berberbagai peran ganda yang harus dilakoni perempuan Bali masa kini. Karya fotografi ini mencoba untuk memvisualisasikan sosok perempuan Bali yang dibayang-bayangi berbagai peran yang harus dijalankan secara bersamaan. Dengan sifat yang tangguh, dan pekerja keras perempuan Bali mampu merubah suatu pekerjaan yang sulit dilakukan secara bersamaan menjadi mungkin untuk diselesaikan. Teknik yang digunakan dalam karya ini menggunakan teknik cahaya depan untuk menghasilkan bayangan. Kata kunci : Fotografi, Perempuan, Ba

    "Rhinoasti"

    Get PDF

    PEER Review Proses Penciptaan Komposisi Karawitan Kreasi Baru Paras Paros

    Get PDF

    PEER Review Solah Tutur Taru Premana

    Get PDF

    TURNITIN 16 LITERATUR MUSIK NUSANTARA: Karawitan Dalam Karya Kesusastraan Jawa Kuna Awal

    Get PDF

    Surat Usul Kenaikan Jabatan Dosen a.n Dr. Ida Ayu Wimba Ruspawati, SST.,M.Sn

    Get PDF

    4,402

    full texts

    5,337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ISI Denpasar | Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇