5337 research outputs found
Sort by
SURAT PENCATATAN CIPTAAN Karya Ilmiah KAJANG SEBAGAI SARANA PENGEMBALIAN UNSUR PANCA MAHABHUTA
BUKU AJAR MENGGAMBAR WAYANG KLASIK GAYA KAMASAN
KATA PENGANTAR
Berkat rakhmat Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa akhirnya buku ajar
dengan judul: “Menggambar Wayang” ini dapat disusun sesuai dengan rencana. Adapun isinya
adalah uraian tentang wayang dan proses melukis gaya klasik Bali yang populer pula dengan
istilah melukis gaya Kamasan. Penyusunan tulisan ini sebagai buku ajar yang bisa dipakai
pedoman mahasiswa di dalam mengikuti program mata kuliah Menggambar Wayang II yang
termasuk Mata Kuliah Lokal Unggulan dari Program Studi Kriya Fakultas Seni Rupa dan
Desain Institut Seni Indonesia Denpasar. Lingkup materi yang diuraikan menyangkut pengertian,
perkembangan, bentuk figur, metode komposisi dan proses melukis wayang gaya klasik Bali.
Kebesaran seni lukis wayang klasik yang sempat menyentuh puncak-puncak
peradabannya, adalah merupakan cikal bakal seni lukis Bali yang ada saat ini. Nilai baku
sebagai ketangguhan yang dimiliki melalui perjalanan waktu yang berabad-abad, tidak pernah
lekang oleh panas dan hanyut oleh hujan, sehingga mampu eksis sampai saat ini. Secara umum
telah banyak buku-buku hasil penelitian yang berceritra tentang budaya Bali, namun sangat
jarang yang mampu menyentuh kebutuhan memasyarakat berkaitan dengan metode-metode
penyajian yang mampu menyuguhkan kemudahan dalam memahaminya. Untuk itu melalui
tulisan ini diharapkan peminat, utamanya dari golongan siswa, mahasiswa atau pemerhati
lainnya akan mudah memahami dan mampu mempraktekkannya..
Melalui kesempatan yang baik ini penulis megucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya
kepada rekan-rekan yang telah mendorong terwujudnya tulisan ini. Besar harapan
kiranya apa yang diuraikan bisa bermanfaat. Terimakasih.
Denpasar, 26 Agustus 2021
Penyusu
IDEOLOGI T-SHIRT BEBASKAN JRX SEBAGAI SEBUAH KOMODITI DAN SIMBOL PERLAWANAN TERHADAP KEKUASAAN
Clothing has become an important part of the lifestyle and has
become a fashion trend in Balinese society. Clothing is very closely related
to the human self, through clothing can reveal many things about the
identity of the wearer from the appearance reflected how the social status
and personality of the wearer. Currently, the t-shirt is a popular clothing
used by people from all walks of life because it is easy to clean and the
model remains eternal from time to time. T-shirts have several
conveniences, apart from being cheap, comfortable to wear, easy to clean,
mobile, functional, and can be used as souvenirs, and so on, this makes
business people and politicians realize that t-shirts can be used as a gift. an
effective and efficient promotional media, apart from being a means of
advertising t-shirts, it is also used as a medium to spread political
understanding. Of the several functions possessed by the t-shirt, it is
related to the function of the t-shirt as a medium for delivering messages
and aspirations. Currently, several types of t-shirts have emerged that
carry the aspirations of several groups of people who empathize with the
case that befell the drummer for the Superman Is Dead band, I Gede Ari
Astina, or who is familiarly called Jerink, later shortened to JRX. Regarding
this case, many JRX sympathizers thought that he did not deserve to be
punished, without holding mediation to bridge the problem between JRX
and IDI Bali which he criticized, but the JRX case went straight to the legal
process so that it was considered by some groups of society as an act.
silence the aspirations of the small people who try to voice injustice in this
country, therefore several individual formation practices have emerged
that determine their common social orientation, this community
movement group has the same ideology and so that they can act
structurally so that it is in line with their ideology. stretcher, then in the
process of marking the ideology, several t-shirt designs emerged with the
theme “free JRX” with various variants, designs, colors that emerged from
several groups that had the same ideology
Galungan dan Ngelawang Barong di Ubud
Galungan adalah sebuah perayaan agama Hindu di Bali yang jatuh pada Rahina Buda Kliwon
Wuku Dunggulan datang setiap 210 hari sekali. Galungan yang dimaknai sebagai perayaan
kemenangan Dharma melawan Adharma jika merujuk pada mitologi Mayadenawa yang
dibinasakan oleh Dewa Indra. Walaupun dalam “kaca mata” lain, Galungan sarat dengan elemen-
elemen agraris yang tertuang dalam sara upakara seperti hasil bumi berupa flora (pala bungkah
pala gantung) dan fauna (wewalungan). Sebagai contoh hiasan penjor terbuat dari hasil panen
sawah dan ladang berupa padi, enau, janur, kelapa dan bambu. Kemudian, dalam bentuk sarana
upakara lain daging babi diolah menjadi sate khas Galungan seperti japit dan kuwung. Lawar
sebagai bagian dari upakara dan makanan khas Galungan juga berbahan dasar dari babi, ayam dan
bebek. Jika dilihat dari sarana upakara Galungan yang berbahan dari bentuk pertanian dan
peternakan, rasanya tidak berlebihan jika Galungan juga sebagai perayaan masa panen atau agraris.
Hari Raya Galungan di Bali khususnya di Ubud selalu dirayakan dengan penuh kekhusyukan dan
meriah sejalan dengan konsep perayaan kemenangan Dharma melawan Adharma dan juga sebagai
perayaan syukur terhadap berkah pada hasil panen
Ambon Cardinal Fish : Analogi Ikan Capungan Ambon Dalam Busana Bergaya Glamour Elegan
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) mewujudkan ide Ikan Capungan Ambon ke dalam
busana Ready to wear, ready to wear deluxe dan semi couture, (2) strategi pemasaran branding dan
penjualan koleksi busana ambon cardinal fish, (3) sistem produksi dan bisnis koleksi busana Ambon
cardinal fish. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan busana ini diwujudkan dengan 10
tahapan frangipani, the secret steps of art fashion yang meliputi finding the brief idea based on
balinee culture, research and sourching, analising art fashion element, narating into design, giving
a soul- TAKSU, interpreting the singularity of art fashion, promoting the final collection,
affirmation branding, navigating art fashion production, introducing art fashion bussiness. Proses
penciptaan yang digunakan yaitu designdevelopment, prototype, sample and construction, alat dan
bahan. Simpulan dari tulisan ini mengacu pada busana yang diwujudkan menjadi 3 baju yaitu ready
to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture. Strategi pemasaran yang digunakan adalah
promosi, branding, dan penjualan produksi. Sistem produksi meliputi menyiapkan bahan, membuat
pola, dan menciptakan busana.
Kata kunci :IdeIkan Capungan Ambon, Analogi, Busana pria dan wanit
KOMIK STRIP SEBAGAI STRATEGI KREATIF KAMPANYE PENERAPAN POLA MAKAN 3J PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI BULELENG
Diabetes Melitus Tipe 2 adalah adalah suatu penyakit gangguan metabolik menahun yang ditandai oleh
kenaikan kadar gula darah akibat penurunan produksi insulin. Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia
meningkat terutama diakibatkan oleh perkembangan pola makan yang salah. Peningkatan jumlah penderita Diabetes
Melitus tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam di RSUD Buleleng disebutkan bahwa pada tahun 2019 total dari 1.631
kunjungan dengan 85% adalah penderita Diabetes Melitus tipe 2 yaitu sebanyak 1.387 kunjungan (Rekam Medik
RSUD Buleleng, 2019). yang mana salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman atau edukasi yang benar
agar masyarakat mengerti dan memahami bagaimana penerapan pola makan 3J yaitu jadwal, jumlah dan jenis
makanan, sehingga terhindar dari komplikasi. Penulis memperoleh data melalui metode observasi di RSUD
Buleleng dan melakukan wawancara secara online dengan salah satu petugas kesehatan mengenai penyakit Diabetes
Melitus Tipe 2 dan cara pencegahannya melalui pola makan 3J. Untuk itu diperlukan pemahaman atau edukasi yang
benar agar masyarakat mengerti dan memahami bagaimana penerapan pola makan 3J bagi penderita diabetes melitus
tipe 2. Diperlukan media kampanye melalui Desain Komunikasi Visual dengan konsep “Fun and Education “ untuk
dapat menarik perhatian dan membujuk penderita sehingga melaksanakan penerapan pola makan 3J bagi penderita
diabetes melitus tipe 2 sehingga terhindar dari komplikasi.
Kata kunci: Kampanye, Diabetes, Pola Makan 3J, Desain Komunikasi Visual
STUDI TENTANG PROSES PEMBELAJARAN TARI PRESEAN DI SANGGAR TARI DEWI SARASWATI KOTA MATARAM
Pembelajaran merupakan aktivitas utama, ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pen-
didikan banyak tergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Tari
Presean merupakan salah satu materi yang diajarkan di Sanggar Tari Dewi Saraswati. Pembelajaran ini diharapkan
mampu
meningkatkan
kreativitas
dan
sebagai
sarana
mengekspresikan
ide-ide
yang
dimiliki
serta
menambah
wawasan tentang tari Sasak. Kajian sumber yang diguna-kan berupa buku-buku, jurnal dan
laporan, sedangkan landasan teori yang mendukung dalam penelitian ini yaitu, teori belajar, teori pembelajaran,
teori estetika dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran. Penelitian kualitatif ini
dengan beberapa tahapan yaitu dari menentukan rancangan penelitian, lokasi penelitian, jenis dan sumber
data, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan penyajian hasil penelitian.
Selanjutnya teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, interview, dokumentasi dan
teknik studi kepustakaan sumber data penelitian ini diperoleh dari data primer dan data skunder.
Penelitian ini membahas tentang struktur pertunjukan tari Presean, proses pembelajarannya dan
faktor pendukung serta penghambatnya di Sanggar Tari Dewi Saraswati. Tari Presean ini terinspirasi dari
permainan Presean Lombok yang dikembangkan dalam sebuah komposisi tari Presean dan fungsinya sebagai
hiburan. Struktur pertunjukannya meliputi struktur tari, ragam gerak, busana, tata rias, iringan dan
fungsi. Proses pembelajaran tari Presean di Sanggar Tari Dewi Saraswati Kota Mataram, menggunakan 4
tahap yaitu: tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap latihan dan tahap penampilan. Metode yang digunakan
dalam proses pembelajaran tari Presean menggunakan 3 metode (ceramah, demonstrasi dan metode
tanya jawab). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran tari Presean ada 2 faktor yaitu
faktor pendukung dan penghambat. Faktor yang mendukung proses pembelajaran ada 2 faktor yakni faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi: faktor siswa, tingkat kecerdasan, dan sikap siswa.
Sedangkan faktor eksternal meliputi kegiatan siswa dalam masyarakat, bakat siswa dan minat siswa. Faktor
penghambat pembelajaran ada 2 (dua) faktor. Faktor internal yaitu dari faktor siswa dan faktor guru. Sedangkan
faktor
eksternal
yaitu
faktor
jam
latihan
dan
faktor
busana
tari.
Kata
Kunci:
pembelajaran,
tari
Presean,
sanggar
tari
dewi
saraswat