Institut Seni Indonesia Denpasar

ISI Denpasar | Institutional Repository
Not a member yet
    5337 research outputs found

    Prosiding: DESAIN MASKOT SEBAGAI MEDIUM INTERAKSI DALAM UPAYA PELESTARIAN SENI TRADISI ‘TARIAN LEKO’ DI DESA KUKUH KERAMBITAN TABANAN – BALI

    Get PDF
    Tarian Leko desa Kukuh kecamatan Kerambitan, kabupaten Tabanan – Bali, merupakan salah satu warisan seni tradisi yang terancam punah, sehingga membutuhkan upaya pelestarian yang bersifat kreatif. Upaya tersebut menjadi peluang bagi keilmuan Desain Komunikasi Visual, karena menekankan pada pemecahan permasalahan (problem solving) yang mengedepankan medium komunikasi visual sebagai elemen interaksi yang mampu merubah proses berpikir (state of mind) khalayak sasaran (audience). Kepunahan sebuah kesenian tradisi ditengarai akibat berkurangnya minat generasi muda untuk mempelajari dan menekuninya sejak dini. Faktor lainnya adalah tingkat popularitas tarian Leko yang dianggap semakin berkurang karena mulai jarang dipentaskan. Kondisi tersebut diperparah akibat terjadinya pandemi Covid-19, khususnya di pulau Bali yang mengutamakan sektor pariwisata sebagai pendukung seni tradisi dan budaya. Melalui analisis kualitatif dengan pendekatan interaksi desain, maka dipahami bahwa mendesain maskot ‘tarian Leko’ yang idenya berasal dari generasi muda desa Kukuh, mengakibatkan tingginya rasa ikut memiliki (sense of belonging), karena adanya pengaruh interaksi dalam sebuah konstruksi visual yang melibatkan emosional desain. Mendesain maskot ‘Tarian Leko’ tentu akan mampu menumbuhkan semangat berkesenian tradisi para generasi muda desa Kukuh serta dapat dipahaminya sejak dini terkait warisan nilai – nilai filosofis yang terkadung didalamnya. Kata Kunci Interaksi Desain, Maskot, Pelestarian Seni, Tari Leko, Bal

    SURAT PERNYATAAN KEABSAHAN KARYA ILMIAH a.n Dr. I Nyoman Cerita, S.ST.,MFA.

    Get PDF

    PEER Review Eksistensi Kesenian Rebana Gending Dalam Masa Pandemi Covid 19 di Lombok

    Get PDF

    PEER Review Kajian Elemen-elemen Visual Tampilan Akun Instagram Anddana.co

    Get PDF

    PEER Review Oratorium Tari "Ciwa Tatwa"

    Get PDF

    GERAK TARI LEGONG SRI SEDANA DALAM FOTOGRAFI SENI DENGAN TEKNIK STROBO

    Get PDF
    Seni tari sudah menjadi warisan budaya sampai saat ini, kini menjadi perhatian yang sangat besar dari kalangan masyarakat di antara seni-seni yang lainnya, karena menurut masyarakat Bali pada khususnya tari merupakan bagian dari jiwa mereka yang diekspresikan melalui gerakan. Salah satu tari yang ada di Bali adalah Tari Legong Sri Sedana. Tarian ini hanya ada di Desa Peliatan yang menjadi ciri khas tersendiri. Awal kerertarikan pencipta terhadap Tari Legong Sri Sedana ini karena pencipta menyukai keunikan gerakan yang ada pada tari tersebut tidak seperti tari legong pada umumnya. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk memvisualisasikan gerak Tari Legong Sri Sedana ke dalam fotografi seni teknik Strobo menjadi karya yang unik dan menarik serta untuk mengetahui macam-macam gerakan yang ada pada Tari Legong Sri Sedana beserta maknanya. Manfaat dari penciptaan ini adalah mendapatkan kepuasan tersendiri bagi pecipta, dapat juga memberikan sumbangan pemikiran bagi Lembaga, padat memberikan informasikan kepada masyarakat luas. Pencipta melakukan metode observasi serta melakukan wawancara mengenai gerak Tari Legong Sri Sedana ini, kemudian dilanjutkan proses pemotretan ke lokasi. Dari hasil pemotretan, dilakukan tahap pemilihan foto terbaik serta dilanjutkan ke tahap selanjutnya sampai akhir dari proses penciptaan yaitu pameran. Untuk memvisualisasikan Gerak Tari Legong Sri Sedana dalam fotografi seni dengan teknik Strobo yang unik dan menarik pencipta harus melakukan observasi pengamatan secara langsung agar mengetahui gerakan apa saja yang bisa dipakai dalam penggunaan teknik Strobo. Gerakan yang ada pada Tari Legong Sri Sedana ini yaitu 15 bagian gerakan yang dijadikan foto dengan teknik Strobo. Kata Kunci: Gerak, Tari Legong Sri Sedana, Fotografi Seni, Strob

    Infinite : Visualisasi Kisah Cinta Jayaprana dan Layonsari ke dalam Garapan Musik

    Get PDF
    Berawal dari pertemuan tak disangka, kisah cinta Jayaprana dan Layonsari mulai terjalin dan bertumbuh hingga sumpah pun terucap dari bibir mereka untuk tidak pernah meninggalkan. Tak ada yang perlu dikhawatirkan selain fakta bahwa Raja Kalianget pun ingin memiliki Layonsari. Sebuah problematika yang besar muncul sebab sang raja berencana untuk membunuh Jayaprana dengan mengutus seorang patih bernama Saunggaling. Mendengar kabar kematian Jayaprana, Layonsari menikam dirinya sendiri. Sebuah kisah tragis yang menggambarkan bahwa cinta tidak memiliki batasan dalam waktu maupun ruang seperti arti dari kata Infinite yang merupakan judul dari garapan musik ini. Kata Kunci: Jayaprana dan Layonsari, Infinite, Komposisi Musi

    MOTIF TENUN IKAT TRADISI ENDE SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

    Get PDF
    Penulis mengangkat tema dengan objek motif tenun ikat tradisi Ende. Hal ini dilakukan karena penulis melihat minat serta antusias kaum muda khususnya para wanita di Ende yang kurang menggemari kerajinan tenun ikat tradisi Ende. Khususnya motif-motif tenun ikat tradisi Ende serta makna yang terkandung telah bergeser dari sakral kepada profan seiring dengan perkembangan zaman. Keistimewaan dalam tenun ikat Ende seperti, nilai-nilai simbolik kehidupan tersebut dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, baik dalam hubungan secara vertikal maupun horisontal, nilai-nilai yang terkandung seperti nilai sosial, religi, ekonomi dan estetika Penelitian tentang motif tenun ikat tradisi Ende dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif karena memberikan perhatian pada kedalaman informasi, menggali makna di balik gejala, dan penelitiannya mementingkan studi kasus, serta hasilnya lebih bersifat narasi melalui kata-kata. Menggunakan teori bentuk, fungsi, dan makna sebagai pembedah dari obyek yang diangkat. Dalam penciptaan karya, adapun tahap-tahap yang dilakukan yaitu; Tahap Penjajakan (eksplorasi), tahap Improvisasi, dan tahap pembentukan (Forming). Tentunya dengan menggunakan teori-teori seni seperti teori estetika, teori semiotika, dan teori imajinasi serta teori kabudayaan. Hasil lukisan yang telah diciptakan merupakan gambaran dari hasil penelitian yang telah dikaji secara ilmiah. Dalam mengidentifikasi hasil karya, penulis dapat mengidentifikasi berdasarkan dua aspek, yaitu aspek ideoplastis dan juga aspek fisioplastis. Adapun karya yang dihasilkan yaitu berjudul; Sumber Hidup, Wua Mesu, Ine Ngga’e, Nusa Nipa, Laskar Anafua dan Trip to Nirvana. Berdasarkan karya-karya yang telah tercipta, adapun gaya yang terdapat dalam lukisan mengarah pada dekoratif, yaitu karya seni yang memiliki daya menghias yang tinggi serta tidak menampakkan volume keruangan maupun perspektif, semua dibuat datar. Kata Kunci : Motif, Tenun Ikat Tradisi Ende, Seni Luki

    4,402

    full texts

    5,337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ISI Denpasar | Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇