5337 research outputs found
Sort by
DESKRIPSI PATUNG DI SEKITARAN MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT BALI
Om Swastyastu
Pertama-tama marilah kita menghaturkan puja pengastuti
kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa atau Tuhan yang Maha Esa karena
atas Asung Kerta Wara Nugraha-nya kita dapat menerbitkan buku yang
berjudul ‘Dekripsi Patung di Sekitaran Monumen Perjuangan Rakyat Bali’
pada tahun 2021 ini. Buku ini merupakan pelengkap dari buku ‘Monumen
Perjuangan Rakyat Bali’ yang telah diterbitkan oleh UPTD. Museum
Perjuangan Rakyat Bali pada tahun 2020.
Buku ini dapat diselesaikan karena kerja keras dan bantuan dari
berbagai pihak, pada saat seluruh dunia merintih dalam jeratan pandemi
covid-19 pada tahun 2021. Tahun yang boleh dikatakan sebagai tahun yang
diidentik dengan ‘vivere pericoloso’(hidup menyerempet bahaya), menyitir
pidato Bung Karno tahun 1964. Oleh karena itu untuk penyempurnaan
buku, kami membutuhkan banyak kritik, saran dan masukan dari berbagai
pihak untuk kesempurnaan buku ini ke depannya.
Penerbitan buku ini diharapkan akan mempermudah pengunjung
Monumen Perjuangan Rakyat Bali meupun pihak lain yang mempunyai
kepentingan mendapatkan panduan yang sistematis dalam memahami
makna di balik patung yang menjadi bagian dari Monumen. Harapan kami
dengan kehadiran buku ini semoga bermanfaat terhadap pemahaman nilai�nilai juang yang telah dikobarkan oleh para pendahulu kita, yaitu dengan
tetap menjunjung tinggi dan mewarisi semangat mereka dalam
membangun bangsa.
Sekian dan Terima Kasih
Om Shanti Shanti Shanti Om
Tim Penyusu
UPCYCLE LIMBAH TEMPURUNG KELAPA ALTENATIF MATERIAL GREEN PRODUCT
KATA PENGANTAR
P
uji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Esa yang tidak henti -hentinya memberi rahmat dan
kenikmatan. Berkat rahmat-Nya sehingga penulis dapat merampungkan
sebuah buku dengan judul Upcycle Limbah Tempurung
Kelapa Alternatif Material Green Product. Konten buku ini,
bertujuan untuk mensinergikan antara teori dengan fenomena
kerajinan upcycle limbah tempurung kelapa sebagai green product yang
berkembang di Desa Banjarangkan. Penulis berupaya memberi
gambaran tentang kreativitas, nilai estetika dan nilai ekonomi dari
pemanfaatan limbah tempurung kelapa untuk kerajinan serta
secara implisit mengurai efek terhadap sosio-ekonomi dan
lingkungan hidup.
Terwujudnya buku ini tidak terlepas dari dukungan berbagai
pihak, sehubungan dengan hal tersebut maka penulis mengucapkan
terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn selaku Rektor
ISI Denpasar telah memberi kesempatan untuk mengadakan
penelitian terkait dengan penyusunan materi buku ini.
2. Ibu Dr Ni Made Arshiniwati. SST, M.Si selaku Ketua LP2MPP
ISI Denpasar dan jajarannya yang telah mendukung penyusunan
ini. Bapak Dr. Anak Agung Bagus Udayana, S.Sn.,M.Si selaku Dekan
Fakultas Seni Rupa Dan Desain ISI Denpasar yang telah
memberi rekomendasi untuk penyusunan buku ini
4. Bapak Dr. Drs. I Wayan Suardana., M.Sn selaku Ketua
Program Studi Kriya yang telah memotivasi penyusunan buku
ini
5. Bapak I Wayan Ardiasa, SE, selaku Kepala Dinas Koperasi,
Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten
Klungkung yang telah merestui pelaksanaan penelitian ini
terkait dengan penyusunan buku ini.
6. Ibu Tjokorda Istri Agung Wiradnyani,S.IP., MAP, selaku
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Kabupaten
Klungkung yang telah banyak memberi informasi terkait
dengan perhatian pemerintah Kabupaten Klungkung terhadap
kerajinan tempurung kelapa di Desa Banjarangkan.
7. Ibu Ni Made Sritami Rindani, SE, selaku Kepala Desa
Banjarangkan yang telah memberi ijin penelitian dan data
terkait perajin di Desa Banjarangkan.
8. Para pengusaha dan perajin tempurung kelapa di desa
Banjarangkan atas kesiapan dan kerjasamanya memberi
informasi untuk penyusunan buku ini.
Kehadiran buku ini diharapkan dapat menginspirasi para
pembaca dalam mengeksplorasi material alternatif untuk menunjang
penciptaan produk kerajinan. Merangsang daya kreativitas para pembaca untuk menggali, mengupayakan dan mencoba menggunakan
barang-barang yang purna guna atau limbah menjadi produk yang
memiliki nilai tambah dan lebih jauh diharapkan dapat membuat
terobosan dan menciptakan lapangan kerja di bidang kerajinan.
Kendatipun demikian besar harapan tersebut. Namun, penulis
menyadari bahwa buku ini belum sempurna, baik secara substansial
maupun dalam penyajian materi. Sehubungan dengan hal tersebut
maka saran dan masukan konstruktif sangat diharapkan dari para
pembaca untuk penyempurnaan konten buku ini. Terimakasih
Denpasar, Oktober 2021
Penulis
PROCEEDING: The Ritual of Balinese Hindu amid the Pandemic
The Covid 19 pandemic first appeared in Wuhan China then spread to almost all parts of the
world, the spread of this pandemic to various parts of the world was caused by human migration
as the host carrying the virus, Indonesia had boasted that Indonesian antibodies were immune to
Covid 19, but in finally this virus was first discovered in Jakarta until finally in early March 2020
the Covid 19 virus infected one of the residents in Bali. As a world tourism destination island, Bali
cannot escape the negative impact of the spread of the Covid 19 virus, various regulations and
policies set by the Governor of Bali include implementing President Jokowi's decision to start
working from home, learning from home and worshiping at home, to reduce the rate of spread.
Covid 19, the public is urged to comply with several health protocols, one of which is "social
distancing" and the recommendation to stay quiet "at home" with various policies issued by the
government resulting in several modifications to community activities and also religious rituals in
Bali, then emerging new faces of religious rituals that took place during the pandemic. The
portrait of religious rituals that occurred during the pandemic is interesting to discuss how a
modification in religious rituals occurs, using qualitative analysis, presenting data sources in the
form of photos and interviews with various sources. Some of the results of the modification of
religious rituals were obtained, including in terms of portraits of religious ritual actors who
appear different by wearing health protocols, the existence of arrangements in carrying out
religious rituals, emerging discourses of nyipeng, and changing the view of Balinese people to
carry out the cremation process for families who died in a pandemic situation this is the best
choice for doing the pengabenan process.
Keywords: Modification, Ritual, Pandemi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CATUR MEGURU DALAM PEMBELAJARAN GENDER WAYANG DI SLB NEGERI 1 BADUNG
Penelitian ini membahas tentang Penerapan Model Pembelajaran Catur Meguru Dalam
Pembelajaran Gender Wayang di SLB Negeri 1 Badung.Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan
tentang proses pembelajaran Gender Wayang, hasil pembelajaran Gender Wayang menggunakan model
pembelajaran Catur Meguru, dan faktor penghambat proses pembelajaran Gender Wayang di SLB Negeri 1
Badung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu
untuk mendeskripsikan tentang pembelajaran Gender Wayang dengan menggunakan model pembelajaran
Catur Meguru di SLB Negeri 1 Badung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori
belajar, teori pembelajaran, teori estetika, Gender Wayang dan faktor-faktor yang mempengaruhi
pembelajaran. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukan (1) Proses pembelajaran Gender Wayang dengan model pembelajaran
Catur Meguru menggunakan 4 (empat) tahap yaitu: Tahap persiapan ada sumber pembelajaran, media
pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, tujuan pembelajaran, tahap penyampaian, tahap
latihan ada kegiatan inti dan kegiatan akhir, tahap penampilan, (2) Hasil pembelajaran Gender Wayang
menggunakan model pembelajaran Catur Meguru, peserta didik memperoleh nilai tinggi A (amat baik). (3)
Faktor penghambat dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut
antara lain minat siswa, bakat siswa, perhatian, intelegensi atau kecakapan, keingintahuan, kebutuhan.
Faktor eksternal adalah sesuatu yang membuat siswa berminnat yang datangnya dari luar diri seperti sarana,
relasi dengan siswa.
Kata Kunci: Penerapan, model pembelajaran, karawitan Bali, catur meguru, dan gender wayang
REPRESENTASI EKSPRESI KARAKTER TARI TOPENG PAJEGAN DALAM SENI LUKIS
Tarian topeng pajegan merupakan tarian yang ditarikan oleh seorang penari lelaki
yang dimana seorang diri penari menampikan suatu cerita dengan menampilkan
serangkaian tokoh berbeda.Perbedaan tokoh ditandai dengan pergantian topeng,
perubahan karakter suara dan gerak tari .Tarian topeng pajegan merupakan tarian wewali
yang dimana sebagai pemuput suatu upacara keagamaan di Bali.
Ide – ide dalam penciptaan ini penulis wujudkan dengan menggunakan metode
dari Alma Hawkins yaitu eksplorasi, eksperimen, dan pembentukan. Penciptaan karya
seni lukis sesuasi kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses belajar.
Tehnik yang diterapkan adalah perpaduan dari tehnik plakat,dan di padukan dengan
sapuhan kuas dan warna yang ekspresip sehingga tercipta lukisan yang
realistis.Penciptaan yang dilandasi dengan penelitian menghasilkan 6 karya yang dapat di
tinjau dari aspek fisioplastis dan aspek ideoplastis. Kemudian penulis mampu
mendeskripsikan maknayang terdapat dalam karya yang bertemakan Tarian Topeng
Pajegan .
Kata Kunci :Tarian Topeng Pajegan, Ekspresi, Seni Lukis